Anda di halaman 1dari 24

yoppysazaki@gmail.

com

Langkah yang harus ditempuh untuk membuat sebuah film harus melewati beberapa langkah untuk tahapan proses pembuatan film agar bisa selesai. Berikut adalah tahapan yang harus ditempuh :
Tahap Pra Produksi Tahap Produksi Tahap Pasca Produksi

Menganalisa Ide Cerita


Sebelum membuat cerita film, kita harus

menentukan tujuan pembuatan film. Jika tujuan telah ditentukan maka semua detail cerita dan pembuatan film akan terlihat dan lebih mudah. Jika perlu diadakan observasi dan pengumpulan data.

Menyiapkan Naskah Skenario


Jika penulis naskah sulit mengarang suatu cerita,

maka dapat mengambil cerita dari cerpen, novel atau pun film yang sudah ada dengan diberi adaptasi yang lain. Setelah naskah disusun maka perlu diadakan Break down naskah. Break down naskah dilakukan untuk mempelajari rincian cerita yang akan dibuat film.

Merekrut Pekerja Film

Menyusun Jadwal dan Budgeting


Jadwal disusun secara rinci dan detail, kapan,

siapa saja, biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa. Lokasi sangat menentukan jadwal pengambilan gambar.

Hunting Lokasi
Memilih dan mencari lokasi/setting pengambilan

gambar sesuai naskah. Untuk pengambilan gambar di tempat umum biasanya memerlukan surat ijin tertentu. Akan sangat mengganggu jalannya shooting jika tiba-tiba diusir dipertengahan pengambilan gambar karena tidak memiliki ijin.

Dalam hunting lokasi perlu diperhatikan berbagai

resiko seperti akomodasi, transportasi, keamanan saat shooting, tersedianya sumber listrik, dll. Setting yang telah ditentukan skenario harus betul-betul layak dan tidak menyulitkan pada saat produksi. Jika biaya produksi kecil, maka tidak perlu tempat yang jauh dan memakan banyak biaya.

Menyiapkan kostum dan Property


Memilih dan mencari pakaian yang akan

dikenakan tokoh cerita beserta propertinya. Kostum dapat diperoleh dengan mendatangkan desainer khusus ataupun cukup membeli atau menyewa namun disesuaikan dengan cerita skenario. Kelengkapan produksi menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.

Menyiapkan Peralatan
Untuk mendapatkan hasil film/video yang baik maka

diperlukan peralatan yang lengkap dan berkualitas. Peralatan yang diperlukan antara lain :
Clipboard. Proyektor. Lampu. Kabel Roll. TV Monitor. Kamera video S-VHS atau Handycam. Pita/Tape. Mikrophone clip-on wireless. Tripod Kamera. Tripod Lampu.

Casting Pemain
Memilih dan mencari pemain yang memerankan

tokoh dalam cerita film. Dapat dipilih langsung atau pun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Pemilihan pemain selain diperhatikan dari segi kemampuannya juga dari segi budget/pembiayaan yang dimiliki.

Manajemen Lapangan
Manajemen lapangan mencakup beberapa hal,

yaitu:
Manajemen lokasi (perijinan, keamanan, keselamatan ) Talent koordinasi (koordinasi kostum, make up dll) Manajemen waktu (koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat) Crew koordinasi (koordinasi para kru)

Shooting
Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian

sutradara, dan kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan ligthing sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengan alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.

Shooting Outdoor
Shooting outdoor biasa menekan budget, namun

harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan saat syuting outdoor adalah :
cahaya matahari ( hard, soft ) reflector ( silver, gold ) hujan buatan camera setting ( irish, speed, white balance, focus) crowd control ( working with ekstras )

2. Shooting Indoor
Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada

shooting outdoor, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Antara lain :
penggunaan lighting sederhana penggunaan filter make up pemilihan back ground monitor

Visual Efek
Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk

membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan :


reserve motion fast motion ( normal lipsync ) slow motion (normal lipsync ) crhoma key ( blue screen )

Tata Setting
Set construction merupakan bangunan latar

belakang untuk keperluan pengambilan gambar. Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.

Tata Suara
Untuk menghasilkan suara yang baik maka

diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas. Jenis mirofon yang digunakan adalah yang mudah dibawa, peka terhadap sumber suara, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruangan.

Tata Cahaya
Penataan cahaya dalam produksi film sangat

menentukan bagus tidaknya kualitas teknik film tersebut. Seperti fotografi, film juga dapat di ibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Jika tidak ada cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek.

Tata Kostum
Pakaian yang dikenakan pemain disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut

adegan, dapat meloncat dari scene satu ke yang lain. Hal ini dilakukan agar lebih mudah, yaitu dengan mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama. Oleh karenanya sangat erlu mengidentifikasi kostum pemain. Jangan sampai adegan yang terjadi berurutan mengalami pergantian kostum. Untuk mengantisipasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain difoto dengan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai. Tatanan rambut, riasan, kostum dan asesoris yang dikenakan dapat dilihat pada hasil foto dan berguna untuk shot selanjutnya.

Tata Rias
Tata rias pada produksi film berpatokan pada

skenario. Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan. Tidak membuat untuk lebih cantik atau tampan tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh. Jadi unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera. Membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dll.

Proses Editing
Proses editing merupakan usaha merapikan dan membuat

sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera. Tugas editor antara lain sebagai berikut:
Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya. Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report. Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara. Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya. Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing.

Review Hasil Editing


Setelah film selesai diproduksi maka kegiatan

selanjutnya adalah pemutaran film tersebut secara intern. Alat untuk pemutaran film dapat bermacam-macam, dapat menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display). Pemutaran intern ini berguna untuk review hasil editing.