Anda di halaman 1dari 16

Referat MOLA HIDATIDOSA

Pembimbing : dr. H. Gunawan Budi S, Sp.OG


Puspa Ayu Navratilova 61109018
SMF / BAGIAN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH EMBUNG FATIMAH BATAM 2013

Pendahuluan
Tropoblast yaitu lapisan ektodermal ekstraembrional diluar blastokista. Lapisan ini menempelkan blastokista ke dinding uterus dan mensuplai makanan ke embrio. Lapisan sebelah dalam tropoblas yang membungkus suatu villus korionik disebut cytotropoblast dan lapisan sinsitial luarnya sinsitiotropoblas. Jadi, penyakit trofoblas yaitu penyakit yang berasal dari proliferasi sel-sel trofoblast sitotrofoblast maupun sinsitiotrofoblast

Klasifikasi Penyakit Trofoblast


American Cancer Society Mola hidatidosa (Komplet dan Partial) Mola invasif / Koriokarsinoma villosum Koriokarsinoma non villosum Plasental site trofoblastic disease

Sistem Hammond Non metastasis Metastasis Golongan Resiko rendah Golongan Resiko tinggi
WHO Mola hidatidosa (komplet dan parsial) Mola hidatidosa invasive koriokarsinoma Tumor trofoblas di tempat implantasi plasenta Lesi trofoblast yang tidak terklasifikasi

MOLA HIDATIDOSA
Definisi
Mola hidatidosa adalah kehamilan yang berkembang tidak wajar hampir seluruh villi korialis mengalami perubahan hidropik. dgn ciri stroma vili korialis langka vaskularisasi & edematous.
Epidemiologi

Prevalensi lebih tinggi di Asia dibandingkan dengan Negara Barat. Di Asia 1/120 kehamilan, Barat 1/2000 kehamilan

Etiologi
Faktor Ovum memang sudah patologik sehingga mati Keadaan sosioekonomi yang rendah Malnutrisi, defisiensi vit A Infeksi Virus dan faktor kromosom yang belum jelas Klasifikasi Mola Hidatidosa Komplet Mola Hidatidosa Partial

Manifestasi Klinis Perdarahan pervaginam Hiperemesis gravidarum Ukuran uterus usia kehamilan Keluarnya gelembung mola Tirotoksikosis Emboli sel trofoblast Preeklamsi Kista Lutein

Diagnosis
Anamnesis Pemeriksaan Fisik Inspeksi : mola face, Gelembung mola yang keluar Palpasi : uterus lembek,tidak teraba bagian-bagian janin dan gerakan janin Auskultasi : tidak ada DJJ(pada mola partial mungkin ada) , terdengar bising dan bunyi khas Pemeriksaan Penunjang Laboratorium USG (badai salju) Amniografi Foto Thorax

Diagnosa Banding

Abortus Kehamilan kembar Hidramnion Kehamilan Dengan Mioma

Penatalaksanaan

Perbaiki Keadaan Umum Pengeluaran Jaringan mola (D&C, vakum kuret,histerotomi, Histerektomi ) Pemberian Sitostatika

Pengawasan dan tindak lanjut

Setiap minggu (bulan Pertama) Setiap 3 minggu (3 bulan berikutnya) Setiap bulan (6 bulan berikutnya) Setiap 2 bulan (6 bln berikutnya) Setiap 3 bulan (1 tahun berikutnya)

Pasien dianjurkan untuk tidak hamil selama dalam pengawasan dan dianjurkan memakai alat kontrasepsi

Prognosis Cepatnya diagnosa ditegakkan Penanganan yang cepat dan tepat Ada/tidaknya komplikasi yang menyertai

komplikasi Perforasi Uterus Perdarahan Emboli trofoblast Berubah menjadi ganas

PENYAKIT TROFOBLAST GANAS


Koriokarsinoma
suatu tumor ganas tofoblast yang non villosum pada pemeriksaan histopatologis dan sering mengadakan penyebaran (metastasis) ke tempattempat jauh. Terbagi atas gol resiko rendah dan tinggi.

Mola Invasive
Adalah tumor yang sifatnya mengadakan invasi vili korialis ke dalam dinding rahim dan jarang menyebar ke organ lain.

Plasenta Site Trofoblastic Tumor


Suatu tumor ganas tropoblast yang sangat jarang dan dominan terdiri dari intermediate tropoblast dan sedikit synsitial.

Epidemiologi
Secara umum angka kejadian Penyakit tropoblast ganas adalah 10% dari seluruh penyakit tropoblast jinak.

Etiologi
Penyebab pasti belum diketahui Dapat didahului oleh : KET, Abortus, mola hidatidosa yang berulang

DIAGNOSIS
Tes kehamilan (+) / kadar hCG yang meninggi atau menetap Perdarahan pervaginam Pembesaran uterus Hemoptisis (metastasis paru) Kista lutein Foto Thorax CT Scane / MRI / X-Ray Pemeriksaan Patologi Anatomi

SKOR WHO

Klasifikasinya adalah sebagai berikut : Risiko rendah, skor total 4 Risiko sedang, skor total 5-7 Risiko tinggi, skor total 8

Stadium FIGO
Stadium I Tumor semata-mata terdapat dalam uterus Stadium II Tumor menyebar ke adneksa, atau keluar dari uterus namun terbatas pada struktur genital

Stadium III

Tumor menyebar ke paru-paru dengan atau tanpa penyebaran ke traktus genitalis

Stadium IV

Tumor menyebar ke tempat-tempat lain

Penatalaksanaan
Prinsip : kemoterapi dan operasi, radiasi hanya diberikan jika ada metastasis ke otak. Operasi didasarkan pada : apakah fungsi reproduksi akan dipertahankan atau tidak? Jika tidak, maka dapat dilakukan hysterektomi + Kemoterapi. Kemoterapi tunggal diberikan pada pasien stadium I atau resiko rendah yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksi. Untuk stadium dan resiko yang lebih tinggi diberikan gabungan 2/3 macam obat kemoterapi

Jenis kemoterapi yang sering diberikan : Methotrexate (MTX) Actinomycin D Etoposid MAC (MTX, Actinomycin D, Cytoxan) EMACO

PENCEGAHAN
Pada kasus MH risiko tinggi jika jumlah anak cukup sebaiknya hysterektomi Memberikan khemoterapi prophylaxis Jika titer HCG serum tidak menurun dapat langsung diberikan kemotherapy atau hysterektomi.