Anda di halaman 1dari 30

HAKEKAT MANUSIA DALAM ISLAM

Oleh A. SYIFAUL QULUB

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga syfa_qulub@yahoo.com

siapakah manusia ?
MENURUT Q.S. AL-ISRA : 70
MANUSIA MATERI/JASMANI IMATERI/ROHANI

BERSIFAT LAHIR

BERSIFAT BATIN

MAKHLUK SEMPURNA

ASAL MUASAL MANUSIA Menurut Q.S. Al-Mukminun :12-14

TANAH

PENCAMPURAN BAHAN LAKI2 DAN PEREMPUAN

MASUK RAHIM

WUJUD MANUSIA

TAHAP DEMI TAHAP

PROSES KREATIF

Konsep Manusia Menurut Al Quran


Konsep manusia dalam Al Quran diartikan : Bani Adam Basyar Insan Al Nas Abdun

Bani Adam
Surat Al-Araaf, 7:31 (Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan). Dari aspek historis penciptaaan manusia disebut dengan Bani Adam

Basyar
Dalam Al Quran disebutkan sebanyak 37 kali Surat Al Kahfi : 110 (Seseungguhnya aku ini hanya seorang manusia) Konsep basyar selalu berhubungan dengan sifatsifat biologis manusia, seperti asal dari tanah liat (al Hijr: 33, Al Rum 20), manusia makan dan minum (Al Muminun : 33) Jadi basyar adalah makhluq yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan.

Insan
Diesbutkan dalam Al Quran sebanyak 65 kali Surat Al Alaq : 5 (Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya) Konsep Insan selalu berhubungan dengan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai mahkluq yang berfikir, diberi ilmu dan memikul amanah (al Ahzab ; 72) Insan adalah makhluq yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.

Al Nas
Kata al Nas dalam Al Quran disebutkan sebanyak 240 kali Al Zumar : 27 (sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan) Konsep al nas menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk sosial atau secara kolektif.

Abdun
Surat Saba, 34:9 (Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan belakang mereka ? jika Kami menghendaki niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). Dari aspek posisinya disebut abdun (hamba) yang menunjukkan kedukdukannya sebagai hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepada-Nya

Potensi Manusia
Potensi = Fitrah yakni kelengkapan yang diberikan Allah pada saat dilahirkan kedunia. Lois Maluf dalam kamus Al-Munjid (1980:120) menyebutkan bahwa sifat yang ada pada setiap yang ada pada wal penciptaanya, sifat alami manusia, agama, sunnah. Menurut Imam Al-Maraghi (1974:200) fitrah adalah kondisi di mana Allah menciptakan manusia yang menghadapkan dirinya kepada kebenaran dan kesiapan untuk menggunakan pikirannya. Potensi terbagi dua hal : - Potensi fisik (bani adam, Basyar, Insan, Al Nas, Abdun) - Potensi ruhaniah (Akal, Qalb dan Nafsu)

Akal
Dalam Al Quran akal diartikan : - Kebijaksanaan (wisdom) - Intelegensia (intelegent) - Pengertian (understanding) Dengan demikian akal bukan hanya rasio, tetapi juga rasa, bahkan lebih jauh dari itu akal diartikan dengan hikmah atau bijaksana

Al Qolb berasal dari kata qalaba (berubah, berpindah atau berbalik)


menurut Ibnu Sayyidah (Ibn Manzur : 179) berarti hati

Al Qolb

Menurut Musa Asyari (1992) Al Qalb diartikan : Makna fisik : Segumpal daging yang berbentuk bulat panjang, terletak didada sebelah kiri, yang sering disebut jantung Makna ketuhanan dan rohaniah : hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengetian, berpengetahuan dan arif Perbedaan dengan akal Vs Qolbu : Akal digunakan untuk memikirkan alam, sedangkan mengingat Allah adalah kegiatan yang berpusat dengan Qolbu. Dengan demikian keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran, sehingga manusia dapat memasuki suatu kesadaran tertinggi yang bersatu dengan kebenaran ilahi.

Nafsu
Nafsu menurut bahasa Arab disebut Al Hawa dalam bahasa Indonesia Hawa Nafsu Adalah suatu kekuata yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. Dengan nafsu manusia manusia dapat bergerak dinamis dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Untuk mengendalikan nafsu manusia menggunakan akalnya untuk mengendalikan dan berada pada jalur yang ditunjukkan agama disebut An Nafs Muthmainnah (surat Al Fajr, 2730).

Menurut Ibnu Sina


Manusia adalah makhluk sosial; manusia tidak bisa hidup dengan baik tanpa ada manusia lain. Manusia adalah makhluk ekonomi; manusia selalu memikirkan masa depannya dan menyiapkan segala sesuatu untuk masa depannya, terutama mengenai barang atau materi untuk kebutuhan jasmaninya.

Menurut Murtadha Mutahari


Manusia adalah makhluk serba dimensi. Antara lain : Pertama, secara fisik manusia sama dengan hewan (membuthkan makan, minum, istirahat dan menikah supaya dapat hidup, tumbuh dan berkembang) Kedua, manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis (yaitu ingin memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian) Ketiga, manusia mempunyai perhatian terhadap keindahan Keempat, manusia memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan Kelima, manusia memiliki kemampuan dan kekuatan yang berlipat ganda (karena dikaruniai akal, fikiran, nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan hidup) Keenam, manusia mampu mengenal dirinya sendiri (maka dia akan akan mencari tahu siapa yang telah menciptakan dirinya)

Penciptaan manusia dalam Al Quran


Ayat-ayat lain menyebutkan manusia dibentuk dari : turaab, yaitu tanah gemuk sebagaimana disebut dalam ayat ; (Al-Kahfi, 18:37) Lawannya (yang mukmin) berkata

kepadanya,sedang ia bercakap-cakap dengannya : Apakah kamu kafir kepada Tuhan Yang Menciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? Tiin, yaitu tanah lempung sebagaimana ayat : (As-Sajadah, 32:7) (Tuhan) memulai penciptaan manusia dari lempung.
Dalam ayat ini, Alquran menyebut kata badaa yang berarti memulai. Ini menunjukkan adanya awal suatu penciptaan dari tiin. Hal ini jelas bermakna tahap yang lain akan segera mengikuti.

Tiinul laazib, yaitu tanah lempung yang pekat sebagaimana disebut


dalam ayat : (As-Saffaat,37:11) Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik

Mekkah) : Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu ? Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat (tinul laazib). Salsalun, yaitu lempung yang dikatakan kalfakhkhar (seperti
tembikar). Citra diayat ini menunjukkan bahwa manusia dimodelkan. Salsalun min hamaian masnuun (tanah liat dari lumpur yang dicetak/diberi bentuk) sebagaimana disebut dalam ayat : (Al-Hijr, 15:26) Dan sesungguhnya Kami menciptakan manusia

(Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. sulaalatun min tiin, yaitu darti sari pati lempung. Sulaalat berarti
sesuatu yang disarikan dari sesuatu yang lain. Air yang dianggap sebagai asal-usul seluruh kehidupan sebagaimana disebut dalam ayat : (Al-Furqaan, 25:54) Dan Dia (Allah) pula yang menciptakan

manusia dari air, lalu Dia (Allah) jadikan manusia itu punya keturunan dan musaharah adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

Proses penciptaan Manusia


Dalam

surat Al-Qiyamah, ayat 37, misalnya disebutkan bahwa manusia berasal dari nutfatan min maniyyin yumna (setetes sperma yang ditumpahkan). Nutfah berarti sejumlah sel yang sangat kecil yang sering diartika sebagai setetes air. Dari sejumlah sperma yang ditumpahkan memang hanya stu sel saja yang pada akhirnya membuahi ovum (sel telur). Kemudian dalam ayat yang lain : (Abasa, 80:19) Dari sejumlah kecil cairan, (Tuhan) membentuknya dalam proporsi yang tepat lalu menentukan nya. Sel telur yang telah dibuahi tertanam dalam lendir rahim kirakira pada hari keenam setelah pembuahan mengikutinya dan secara otomatis telur tersebut merupakan sesuatu yang bergantung (alalaq). (Al-Qiyaamah, 75:37-38) Bukankah (manusia) dahulu adalah sejumlah kecil sperma yang ditumpahkan/ Kemudian ia menjadi sesuatu yang bergantung, lalu Allah membentuknya dalam ukuran yang tepat dan selaras.

Sesuatu yang bergantung (al-alaq) terus berkembang sampai kira-kira 20 hari ketika ia mulai secara bertahap mengambil bentuk manusia, jaringan tulang mulai tampak dalam embrio out secara berurutan diliputi oleh otot-otot. (Al-Mukminun, 23:14) Kemudian Kami bentuk nutfah manjadi alaqah dan Kami bentuk alaqah menjadi mudgah, dan Kami bentuk mudgah menjadi tulang belulang kemudian. Kami bungkus tulang belulang itu dengan lahm (daging yang utuh). Dua tipe daging diberi nama berbeda di dalam Alquran. Pertama daging yang digulung-gulung disebut mudgah sedang yang kedua daging yang masih utuh ditunjukkan dengan kata lahm.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MANUSIA DENGAN MAKHLUK LAIN


Persamaan : memiliki hasrat dan tujuan. Perbedaannya : dimensi pengetahuan, kesadaran, dan tingkat tujuan. Persamaan manusia : Ditinjau dari hidup lakunya: 1. mempunyai hidup dan laku vegetatif ex: bergerak sendiri, bernapas dsb. 2. melakukan penginderaan

Ditinjau dari sudut biologis instingtif 1. keinginan makan dan minum 2. keinginan mempertahankan diri 3. ada naluri keturunan Perbedaannya Menurut Al-Quran 1. Mukarram (Q.S. At-Tin: 4) makhluk yang dimuliakan 2. Mukallaf (Q.S. Al-Anam: 165) makhluk yang dibebankan tugas 3. Mujzi (Q.S. Az-Zalzalah: 7-8) Makhluk yang mendapat balasan atas amalnya

Karakteristik Manusia
Aspek Kreasi (diciptakan dalam tatanan yang terbaik dan paling sempurna) Aspek Ilmu (hanya manusia yang punya kesempatan memahami lebih jauh hakekat alam semesta disekelilingnya) Aspek kehendak (manusia bisa memilih pilhan hidup) Pengarahan akhlaq (manusia dapat dibentuk akhlaqnya)

Tujuan penciptaa Manusia


Untuk menyembah Allah. Al Quran Surat Al Dzariyat : 56-58 dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan mereka supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan aku tidak mengehendaki suoaya mereka memberi aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh. Surat Al Bayyinah: 5 padahal mereka tidak disusuh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus

Tujuan diciptakannya manusia :


MANUSIA

MELAKUKAN PERINTAH ALLAH

BERIBADAH KEPADA ALLAH

MENJAUHI LARANGAN ALLAH

Menurut Q.S. Adz-Dzariyat: 56

Fungsi Dan Peran Manusia


Belajar (surat al Naml : 15-16 dan al Mukmin : 54) Mengajarkan ilmu (al Baqarah : 31-39) Membudayakan Ilmu (al Mukmin : 35)

Tanggung Jawab Manusia sebagai Hamba Allah (Abdullah)


1.

2.
3. 4. 5.

Kata abd (hamba) berarti ketaatan, ketundukan dan kepatuhan. Tanggung jawab abdullah adalah : Menghabakan dirinya kepada Allah Memelihara iman yang dimiliki Bertanggungjawab pada keluarga Berlaku adil dan ihsan Mengajak manusia lain berbuat maruf dan mencegah kemungkaran (ali Imran : 103)

a.Tanggung Jawab sebagai Hamba Allah

Hamba Allah / abdullah berasal dari abd (hamba)

artinya: ketaatan, ketundukan, kepatuhan.


MANUSIA CIPTAAN ALLAH PUNYA KONSEKWENSI TAAT Dan PATUH

BERAMR MARUF NAHI MUNKAR

BERIBADAH

menurut Q.S. Al-Bayyyinah: 5

Tanggungjawab manusia sebgai Khalifah Allah (Khalifatullah)


Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan. Tugas manusia dimuka bumi adalah memimpin, mengelola dan memelihara alam Al Quran Surat Fathir : 39 : Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. Tanggung jawab sebagai khalifah Allah : 1. Mewujudkan kemakmuran 2. Mengolah dan mendayagunakan alam 3. Melakukan rekayasa dalam membentuk wujud baru dan kebudayaan

b. Tanggung Jawab sebagai Khalifah Allah

Khalifah artinya: wakil atau pengganti


MENGELOLA Dan MEMELIHARA ALAM MENENTUKAN Dan MEMILIH KEMAKMURAN BUMI

KEWAJIBAN

MANUSIA WAKIL ALLAH


WEWENANG

KREATIFITAS

Kebebasan manusia sbg khalifah bertumpu pada tauhidullah agar tidak sewenang-wenang.