Anda di halaman 1dari 27

APA ITU HIV/AIDS ?

Kelompok : 1) Alfath Lathiful I. 2) Alkaustariyah Lubis 3) Arub Kautsar Nur N. 4) Faris Mahdi K. 5) Nur Alfiah A. 6) Tiara Widyasworo S

SEJARAH AIDS
AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey, monyet dari Guinea Bissau, Gabon, dan Kamerun.

APA ITU HIV?


HIV atau singkatan dari Human Immunodefiency Virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan kekurangan sistem imun.

Lalu, apa itu AIDS?


AIDS merupakan tahap akhir penyakit infeksi yang disebabkan oleh HIV yang dapat infeksi pada sistem organ tubuh termasuk otak sehingga menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Perbedaan HIV & AIDS


HIV merujuk kepada virusnya sedangkan AIDS adalah penyakit yang dapat muncul akibat infeksi HIV. Masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh seseorang dengan munculnya AIDS bisa berlangsung sekitar 8-10 tahun. Selama kurun waktu tersebut tubuh orang yang terinfeksi HIV (HIV positif) bisa tampak sehat, sama seperti orang dengan status HIV negatif.

DIMANA HIV HIDUP?


Virus HIV hidup dalam cairan tubuh, yaitu: Darah Air mani Cairan vagina Air susu ibu (ASI)

Sekarang pertanyaannya Virus HIV/AIDS bisa menular melalui apa saja?


1) 2) 3) 4) 5) Hubungan seks. Menerima transfusi darah yang terinfeksi virus HIV. Penggunaan bersama jarum suntik yang sudah terkontaminasi. Penularan dari Ibu Hamil (Positif) kepada Janinnya. Terjadinya luka akibat pemakaian benda yang bersamaan.

Sedangkan HIV/AIDS tidak dapat menular melalui?


1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Bersalaman, berpelukan Berciuman Batuk, bersin Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll. Gigitan nyamuk Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll. HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.

BAHAYA AIDS
Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkannya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistim kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.

PERJALANAN INFEKSI HIV


1. Fase Infeksi Akut Setelah HIV menginfeksi sel target, terjadi proses replikasi yang menghasilkan virus virus baru (virion) yang jumlahnya berjuta juta virion, Viremia dari begitu banyak virion tersebut memicu munculnya sindrom infeksi akut. Diperkirakan sekitar 50 70 % orang yang terinfeksi HIV mengalami sindrom infeksi akut selama 3 6 minggu setelah terinfeksi virus.

2. Fase infeksi laten Pada fase ini jarang ditemukan virion di plasma sehingga jumlah virion di plasma menurun karena sebagian besar virus terakumulasi di kelenjar limfe dan terjadi replikasi di kelenjar limfe. Pada fase ini jumlah CD4 menurun hingga sekitar 500 sampai 200 sel/mm3. Individu yang terinfeksi HIV pada fase ini belum menunjukkan gejala klinis (asimptomatis). Fase ini berlangsung rerata sekitar 8-10 tahun (dapat 3 - 13 tahun) setelah terinfeksi HIV.

3. Fase Infeksi kronis Selama berlangsungnya fase ini, di dalam kelenjar limfe terus terjadi replikasi virus. Fungsi kelenjar limfe sebagai perangkap virus menurun atau bahkan hilang dan virus dicurahkan ke dalam darah. Pada fase ini terjadi peningkatan jumlah virion secara berlebihan di dalam sirkulasi sistemik. Respon imun tidak mampu meredam jumlah virion yang berlebihan tersebut. Limfosit semakin tertekan karena interfensi HIV yang semakin banyak . Terjadi penurunan jumlah CD4 hingga di bawah 200 sel/mm3. Penurunan ini mengakibatkan sistem imun menurun dan pasien semakin rentan terhadap berbagai macam penyakit infeksi sekunder. Perjalanan infeksi semakin progresif yang mendorong kearah AIDS.

GEJALA TERSERANG HIV


Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV.Tetapi kadang-kadang gejala HIV tidak muncul selama beberapa tahun bahkan beberapa dekade setelah infeksi. Berikut gejala gejala terserang HIV , yaitu :

Demam Salah satu tanda pertama ARS adalah demam ringan disertai gejala lain seperti kelelahan, bengkak kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan. Pada kondisi ini, virus telah masuk ke aliran darah dalam jumlah berlipat ganda, sehingga tubuh mengalami demam sebagai reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh.
Kelelahan Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat membuat orang merasa lelah dan lesu. Aktivitas tubuh yang ringan telah dapat menyebabkan kelelahan ekstrim.

Sakit tenggorokan dan sakit kepala HIV juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan dan sakit kepala. Ruam Muncul ruam pada kulit dapat terjadi ketika tahap awal HIV atau mungkin muncul ketika telah parah. Ruam merah muda dapat muncul pada batang tubuh dan menyerupai bisul. Jika muncul ruam sulit diobati, Anda melakukan tes HIV.

perlu

Mual, muntah, diare Sekitar 30%-60% pengidap HIV menderita mual, muntah, atau diare jangka pendek. Gejala ini juga bisa muncul sebagai akibat dari terapi pengobatan.

Penurunan berat badan drastis Penurunan berat badan adalah tanda bahwa penyakit telah berkembang ke tahap sedikit lebih parah dan bisa sebagian disebabkan karena diare berat. Jika sudah kehilangan berat badan, itu berarti sistem kekebalan tubuh hampir habis.

Batuk kering Batuk kering adalah tanda pertama bahwa infeksi telah memburuk. Tapi batuk kering berlangsung setelah satu tahun terjangkit virus HIV dan akan semakin parah. Penggunaan obat seperti Benadryl, antibiotik, dan inhaler tidak dapat menyembuhkan batuk ini.
Berkeringat di malam hari Sekitar setengah dari orang terinfeksi virus HIV berkeringat di malam hari. Keringat ini dipengaruhi oleh infeksi dan tidak berhubungan dengan olahraga atau suhu ruangan.

Tidak teratur siklus menstruasi Penyakit HIV juga menyebabkan tidak teratur menstruasi, seperti darah keluar lebih sedikit dan menstruasi lebih ringan. Perubahan ini, mungkin lebih berkaitan dengan efek kehilangan berat badan secara drastis dan kesehatan memburuk akibat lemah sistem imun.

Perubahan kuku Seperti penebalan kuku, kuku melengkung, terpisah dari kulit, atau perubahan warna kuku menjadi hitam atau garis-garis kecoklatan. Perubahan warna kuku ini seringkali disebabkan oleh infeksi jamur, seperti kandida yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menurun.

Infeksi jamur pada mulut. Infeksi jamur juga dapat berkembang pada mulut atau kerongkongan pengidap HIV, menyebabkan sulit menelan.

GEJALA TERSERANG AIDS


1. Thrush Timbulnya jamur candid secara berlebihan di dalam mulut kerongkongan atau vagina. Biasanya merupakan infeksi yang pertama muncul.
2. Pneumonia pneumokistik Pneumonia karena jamur pneumocystik carinii merupakan infeksi oportunistik yang terjadi berulang pada penderita AIDS. Sampai saat ini, belum ditemukan cara pengobatan dan pencegahannya.

3. Toskoplasmosis Infeksi kronis oleh toxoplasma sering terjadi pada anak-anak. Jika terjadi pengaktifan kembali, maka toxoplasma bisa menyebabkan infeksi hebat. Terutama di otak.

4. Tuberkulosis Tuberkulosis banyak dijangkit oleh penderita infeksi HIV. Pada penderita stadium lanjut, penderita tuberkulosis akan mengalami penurunan berat, demam, diare yang disebabkan oleh mycobacterium avium.

Infeksi Saluran pencernaan

Sarkoma Kopasi Sarkoma Kopasi adalah suatu tumor yang tidak nyeri, berwarna merah sampai ungu , berupa bercak-bercak yang menonjol pada kulit.

Infeksi oleh parasit Cryptosporidium sering ditemukan pada penderita AIDS. Parasit ini mungkin dapat dari makanan atau air yang tercemar. Gejalanya berupa diare hebat.

Kanker Bisa juga terjadi kanker kelenjar getah bening (limfoma) yang mula-mula muncul di otak atau di organ-organ dalam. Wanita penderita AIDS cenderung terkena kanker Serviks. Pria homoseksual juga mudah terkena kanker rektum.

SIAPA YANG MEMPUNYAI RESIKO BESAR TERSERANG HIV/AIDS?


1. Mereka yang melakukan hubungan seksual dengan orang yang terkena HIV/AID. 2. Orang yang berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan yang berisiko 3. Orang yang mendapat transfusi darah yang tercemar virus. 4. Penggunaan alat suntik secara bergantian tanpa melalui sterilisasi.

5. Anak yang lahir dari ibu yang mengidap virus HIV.


6. Orang yang karena pekerjaannya sering berhubungan dengan dengan penderita HIV/AIDS seperti dokter, perawat, petugas transfusi darah, bidan, dan sebagainya, karena dikhawatirkan ada luka di tubuhnya. Hal tersebut akan menjadi pintu masuk virus HIV/AIDS. 7. Hubungan seks sesama Jenis (Homoseksual / Lesbian).

CARA PENCEGAHAN HIV/AIDS


1) Hindarkan hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain. 2) Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual. 3) Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil. Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya. 4) Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah. 5) Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya (akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin sterilisasinya.

LALU APA YANG KITA LAKUKAN APABILA SUDAH TERINFEKSI ?


Beberapa harapan dan kabar baik dapat dicatat dari pertemuan-pertemuan Van Couver di Kanada saat ini cukup banyak obat anti HIV yang efektif untuk pengobatan kombinasi. Beberapa obat penghambat protease dan obat anti HIV sedang dalam tahap akhir untuk mendapat izin. Saat ini, pasien positif HIV dikelola dengan obat antiretroviral yang mencegah replikasi virus dalam tubuh dan menunda onset AIDS. Selain itu, infeksi oportunistik di AIDS dapat dicegah dengan menggunakan obat-obatan yang ditargetkan terhadap organisme dan kanker.

OBAT KELAS
ARV terutama bertindak atas enzim yang disebut reverse transcriptase. Enzim ini membantu dalam perkalian partikel virus. Obat menghambat enzim ini dan mencegah replikasi virus. Ada empat utama kelas obat yang digunakan sebagai agen anti retroviral: 1) Nukleosida reverse transcriptase inhibitor (NRTI) 2) Bebas-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTIs) 3) Protease inhibitor 4) Ribonucleotide reduktase inhibitor