Anda di halaman 1dari 10

Coffee Shop

Title : Coffee shop Casts : |Oh Sehun (Sehun)| |Park Hyojin (Hyojin)| Genre : Friendship, Romantic -Happy Reading-

FF ini juga di share di www.alexiadhea.wordpress.com


Flashback
Hyo, setelah lulus dari sini kau akan kemana ? tanya Oh Sehun kepada Park Hyojin. Mereka berdua bersahabat baik sejak masuk ke sekolah SMA ini. Kau tahu bukan cita-cita ku ? Aku akan membuat sebuah coffee shop yang sangat besar.

Apa kau serius ? tanya Oh Sehun lagi. Tentu saja. Dulu Ayahku sangat ingin berbisnis dalam coffee shop. Namun karena penyakitnya itu, ia jadi tidak bisa mewujudkan cita-citanya. cerita Hyojin dengan wajah sedihnya. Sudahlah tidak usah bersedih. Kau punya aku sekarang. ucap Sehun dan merangkul Hyojin. Tiba-tiba hati Hyojin berdesir saat Sehun merangkul tubuhnya. Ia tak pernah tahu apa yang ia rasakan saat berada di dekat Oh Sehun yang terkadang melakukan skinship. Hyojin selalu saja mengenyahkan rasa tersebut dan tak memperdulikannya. Kalau kau bagaimana ? tanya Hyojin. Aku ? Aku akan mengejar cita-citaku menjadi orang yang sangat terkenal di seluruh dunia. Aku ingin semua orang di pelosok manapun mengenal siapa Oh Sehun itu. jawabnya dan tersenyum dengan membayangkan dirinya menjadi apa yang ia inginkan. Apa kau ingin menjadi seorang artis terkenal ? Memangnya kau bisa apa ? tanya Hyojin dengan nada meledek Sehun. Aku bisa menyanyi, menari, acting pun aku bisa. Haha suaramu saja tidak menarik untuk didengar. Gerakan tarianmu pun hancur dan kau tak pandai mengingat gerakan. Acting ? Aku tak yakin itu. balas Hyojin meremehkan. Aku akan membuktikan kepadamu nanti. Lihat saja! jawab Sehun penuh dengan keyakinan. Baiklah aku akan menunggumu di televise. Dan setelah kau terkenal nanti, kau tak boleh melupakanku. Arra ? Arraseo. jawab Sehun dan tersenyum menampilkan eyes smilenya.

Flashback END

Terlihat seorang gadis sedang berada didalam sebuah apartemen. Ia sedang merileks kan otot-ototnya yang seharian ini lelah bekerja. Ia merebahkan tubuhnya diatas sofa putih. Ia merentangkan kedua tangannya dan tak sengaja menyenggol sebuah bingkai yang mengakibatkan bingkai tersebut jatuh dan pecah. Ia pun segera membersihkan pecahan kaca tersebut dan mengambil sebuah foto yang jatuh terbalik. Di foto tersebut terlihat seorang laki-laki tampan dan dirinya. Oh Sehun. Bagaimana dirimu saat ini ? Apa cita-citamu sudah terwujud ? Aku sangat merindukanmu. ucap gadis tersebut dan tersenyum. * * *

Dilain tempat, seorang laki-laki tampan sedang mempersiapkan dirinya untuk showcase grup boyband barunya. Ia sedikit merasa canggung dan mengalami demam panggung. Peluh selalu membasahi wajahnya, namun tangannya terlihat pucat dan dingin. Tenanglah semua akan berjalan dengan lancar. ucap seseorang dari balik tubuhnya dan menepuk pundak laki-laki tersebut mencoba untuk menenangkan dirinya. Aku begitu gugup hyung. jawabnya dan menggosokkan kedua telapak tangannya yang basah oleh keringat. Berdoa dan bersiap-siap lah. Sebentar lagi kita akan tampil. ucap hyungnya tersebut dan meninggalkannya sendiri. Ia melihat ke arah luar dari belakang panggung. Sudah ratusan orang menunggunya disana. Ia segera menautkan jarijari tangannya kemudian memejamkan matanya untuk berdoa.

Ya Tuhan, bantulah aku untuk melawan rasa canggung ku ini. Aku tak ingin mengecewakan Ayah, Ibu dan seseorang yang selama ini aku cintai. doa nya dalam hati. Setelah selesai berdoa, ia kembali membuka matanya dan berkata, Fighting Oh Sehun. * * *

Aku akan sekedar bersantai hari ini. ucap seorang gadis manis dan duduk di sofa setelah menyalakan televise nya. Sudah lama ia tak melihat berita-berita di televise karena tuntutan pekerjaannya yang akhir-akhir ini sangat sibuk dan membuatnya lelah. Saat sedang mengganti-gantikan channel, ia melihat di salah satu siaran televise seseorang yang dulu sangat ia kenal sedang bernyanyi dan menari diatas sebuah panggung megah dengan disaksikan ribuan orang. Seseorang yang mungkin kini telah sukses meraih cita-citanya dulu yang pernah ia ungkapkan kepada dirinya. Kau berhasil Oh Sehun. ucapnya dan tersenyum bangga. Hatinya lagi-lagi merasakan desiran yang dulu pernah ia rasakan saat berada di dekat laki-laki tersebut. Semoga kau tak melupakanku seperti ucapanmu dulu. ucapnya lagi dengan penuh pengharapan.

Esok paginya, Sehun berencana untuk mencari teman lamanya yang saat ini sangat ia rindukan. Tapi ia bingung harus mencarinya kemana. Ia sudah mengunjungi rumah lamanya, namun ternyata ia sudah berpindah ke tempat yang baru. Hyo, kau dimana ? Kau jahat sekali tak mencariku. Apa kau tak merindukanku ? ucapnya seorang diri seraya berjalan menyusuri jalan setapak dan merasa kesal dengan melampiaskan kekesalannya menendang kerikil-kerikil kecil yang ia temui di jalan. Tiba-tiba ia melihat seorang wanita melintas di jalan. Wanita yang ia kenal. Ia mencoba untuk memanggilnya, namun suaranya terkalahkan oleh bisingnya suara-suara lain di jalan. Ia mencoba mengejarnya, namun beberapa remaja menghampirinya dan mengepung dirinya meminta tanda tangan. Ya, karena saat ini ia sudah bukanlah orang biasa, melainkan seorang artis terkenal yang dikagumi banyak orang dengan dominan remaja-remaja putri. * * *

Ah sial! Aku tak mampu mengejarnya. ucap Sehun kesal saat ia sudah sampai di dormnya. Ia membanting tubuhnya keras di sofa. Ia benar-benar merasa kesal sekali pada dirinya sendiri. Ada apa ? Datang-datang kau sudah marah-marah. tanya hyungnya keluar dari kamar karena mendengar Sehun berteriak kesal. Aku kesal hyung. Tadi aku bertemu dengan seseorang yang selama ini aku rindukan dan ingin bertemu dengannya. Namun karena para fans mendatangiku, aku jadi tidak dapat mengejarnya. gerutu Sehun dengan kesal. Hyungnya hanya tersenyum. Jika kalian di takdirkan untuk bertemu, suatu saat kalian pasti akan bertemu. Dan kau juga jangan lupa gunakan penyamaran saat keluar dari dorm, agar tak ada yang mengenalimu. nasihat hyungnya dan kembali masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Sehun seorang diri. * * *

Seperti ada seseorang yang memanggilku. ucap Hyojin dan matanya berkeliaran mencari sesosok yang memanggil dirinya. Namun tak ada seorang pun yang ia temukan sedang memanggil dirinya. Yang ia lihat hanya segerombolan remaja berlari dan berteriak histeris karena sesuatu. Ia tak memperdulikan apapun itu. Ia terus berjalan menuju tempat kerjanya. Ya memang ia belum mencapai keinginannya memiliki dan mengelola sebuah coffee shop. Ia hanya seorang photographer di suatu studio foto. Dan hari ini bosnya berkata akan ada boy band keluaran baru untuk menjalankan pemotretan untuk album baru mereka. Dan Hyojin di perintahkan untuk menggantikan bosnya untuk memotret artis boy band tersebut di karenakan bosnya sedang ada acara yang penting di luar sana. Saat ia sudah sampai di studio foto tersebut, sudah banyak staf-staf yang sibuk dengan bidangnya masing-masing untuk menyiapkan pemotretan hari ini. Hyojin pun menyiapkan kamera dan lighting studio tersebut. Baiklah kita mulai saja pemotretannya. ucap seorang manager boy band tersebut. Hyojin pun mempersiapkan dirinya. Beberapa laki-laki tampan keluar dari ruang make up dengan styles yang membuat mereka terlihat semakin tampan, menarik dan mempesona. Hyojin memotret satu persatu dari mereka semua. Sampai seseorang dari mereka yang terakhir. Hyojin melihat laki-laki yang tidak asing bagi dirinya. Ia terus memperhatikan laki-laki tersebut yang sama sekali belum menyadari sejak tadi di perhatikan olehnya. Beberapa detik kemudian, laki-laki tersebut menoleh dan mereka berdua pun saling berpandangan mata dengan ekspresi terkejut. Mata mereka pun seakan berbicara kalau mereka merindukan satu sama lain. Bahkan mereka berdua tak menyadari kalau keduanya berjalan menghampiri satu sama lain. Sampai tepat di tengah keduanya bertemu dan hanya bisa diam terpaku. Personil dan beberapa orang yang melihatnya merasa aneh dan bingung dengan apa yang terjadi di antara keduanya. Oh Sehun. ucap Hyojin dengan suara lirih namun masih mampu terdengar oleh Oh Sehun. Park Hyojin. balas Sehun dengan suara yang serak dan berat. Hatinya sedang berlonjak-lonjak kegirangan karena dapat bertemu dengan wanita yang sangat ia

rindukan dan ia cintai sejak lama. Perkataan hyungnya tempo lalu, kini benar terjadi. Ia dapat bertemu dengan sendirinya dalam keadaan yang tidak disengaja. Apa pemotretan dapat di lanjutkan ? tanya manager tersebut membuyarkan lamunan Oh Sehun dan Hyojin. Hyojin pun kembali menyiapkan dirinya untuk memotret teman lamanya tersebut. Dan begitu pula dengan Sehun. * * *

Setelah pemotretan selesai, Hyojin segera pamit pergi ke luar. Ia tak dapat berdiam diri disana. Ia juga tak mampu menyapa maupun mendekati pria tersebut. Diam-diam ternyata Sehun mengikuti langkah Hyojin. Sampai di sungai Han, Hyojin berhenti disana dan duduk di tepi sungai tersebut. Dengan memandang aliran sungai yang jernih dan bersih. Akhirnya kita dapat bertemu lagi. ucap Hyojin lirih. Aku senang kita dapat bertemu. ucap Sehun dari belakang dan segera duduk disamping Hyojin. Hyojin terkejut karena Sehun datang dengan tiba-tiba. Hyojin hanya mampu berdiam diri dan tak mampu memandang laki-laki disampingnya. Aku sangat merindukanmu, Hyojin. ucap Oh Sehun dengan menatap aliran sungai Han. Aku juga merindukanmu, Oh Sehun. balas Hyojin setelah beberapa menit ia diam. Ia pun memberanikan diri menatap Sehun. Dan begitu pun sebaliknya. Keduanya sama-sama melempar senyuman terbaik dan semanis yang mereka punya. Kau sudah berhasil menggapai keinginanmu Sehun. ucap Hyojin kepada Sehun seraya menundukkan wajahnya dan tak sadar, tangan Hyojin memilin rerumputan yang ia duduki. Iya. Ini semua berkat Ayah, Ibu dan doa mu. jawab Sehun seraya menatap Hyojin. Bagaimana denganmu ? sambung Sehun lagi. Aku belum mampu mewujudkannya Sehun. balas hyojin dan tersenyum kecut.

Ikut aku! ajak Sehun tiba-tiba dan menarik lembut pergelangan tangan Hyojin. Hyojin hanya menurut dan berjalan mengikuti langkah Sehun. Sampai lah mereka di suatu tempat seperti rumah kosong tak berpenghuni yang ukurannya cukup luas dengan adanya beberapa barang yang ditutupi dengan kain putih. Aku sudah menyiapkan tempat ini untukmu. ucap Sehun kepada Hyojin. Maksudmu ? tanya Hyojin tak mengerti. Aku menyiapkan ini sekitar setahun yang lalu. Aku mendapatkannya dengan susah payah dan dengan hasil keringatku sendiri. Hanya untukmu. Dan aku ingin kau menggunakannya untuk coffee shop mu. jelas Sehun dan memandang ke arah Hyojin. Yang dipandang hanya dapat diam dan tak tahu apa yang harus ia lakukan. 1 years later Sebuah coffee shop di daerah Myeongdong sedang ramai dengan pengunjung. Beginilah setiap harinya keadaan coffee shop tersebut. Seorang wanita cantik sedang melayani beberapa pelanggannya. Ya, dia adalah Park Hyojin. Kini ia sudah sukses dan mencapai keinginannya, yaitu mengelola sebuah coffee shop. Dan semua ini berkat Oh Sehun. Apa kau sedang sibuk ? tanya Oh Sehun tiba-tiba saat Hyojin sudah selesai merapikan beberapa hal yang perlu dirapikan. Ah kau mengagetkanku Sehun. Aku sedang tidak sibuk, ada apa ? Apa yang ada dibalik tubuhmu itu ? balas Hyojin dan mencoba melihat sesuatu di balik punggung Sehun. Namun Sehun tak memberitahukannya kepada Hyojin. Aku mencintaimu Hyojin. ucap Sehun tiba-tiba mengutarakan isi hatinya. Dan membuat Hyojin membelalakan matanya tak percaya. Sudah lama aku merasakan perasaan tersebut. Terlebih lagi saat aku mengenalmu. Aku tak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkannya kepadamu. Karena aku belum siap untuk merasakan sakit jika kau tak memiliki

perasaan yang sama sepertiku. Dan kini aku disini, di depan orang banyak dan di tempat favorite mu, aku memberanikan diriku untuk mengatakannya. Maukah kau jadi seseorang yang bersedia selalu berada disisiku, menemaniku saat suka maupun duka dan mampu menerimaku apa adanya ? Kau tak perlu menjawabnya dengan kata-kata, Hyojin. Aku membawakan benda ini untuk kau pilih dan memudahkanmu untuk menjawabnya. Jika kau berkata iya, ambillah cincin ini dan pakailah di jari manismu. Tapi jika kau berkata tidak, mawar merah ini yang harus kau ambil. ucap Sehun panjang lebar dan menyodorkan mawar merah di tangan kirinya dan sebuah cincin di tangan kanannya. Beberapa orang di dalam coffee shop tersebut diam dan memperhatikan adegan romantic ini. Terima saja. Kalian berdua terlihat cocok. ucap salah seorang pelanggan. Hyojin dan Sehun menoleh ke arah orang tersebut dan melempar sebuah senyuman. Iya terima saja. celetuk salah seorang lagi. Hyojin terlihat bingung dengan pilihan di depannya. Sebenarnya akhir-akhir ini, ia baru menyadari perasaan dan desiran dihatinya saat berada di dekat Sehun. Bahwa selama ini ia juga mencintai sesosok Oh Sehun. Hyojin pun menggerakkan tangannya dan mendekati sekuntum bunga mawar di tangan sebelah kiri Sehun. Sehun yang melihat itu, berharap cemas dengan keputusan Hyojin. Hyojin pun akhirnya mengambil bunga mawar tersebut. Dan terlihat di wajah Sehun dan beberapa orang yang memperhatikan mereka merasa kecewa. Namun, dengan cepat Hyojin berlari dan membuang bunga tersebut ke tempat sampah dan kembali berdiri di hadapan Sehun dengan wajah tersenyum. Aku mau kau memakaikannya untukku. pinta Hyojin dan mengulurkan tangannya ke arah Sehun. Wajah kecewa Sehun pun tergantikan dengan wajah bahagia. Dengan antusias, ia pun memakaikan cincin tersebut di jari manis Hyojin dan melempar senyuman satu sama lain. Dan setelah itu, Sehun merentangkan tangannya dan memeluk Hyojin. Beberapa orang disekeliling mereka, bersorak girang.

Sepertinya coffee shop ini harus digantikan namanya menjadi SeHyo. ucap salah satu personil boy band Sehun yang tiba-tiba datang. Sehun yang terkejut pun segera menoleh ke sumber suara dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kemudian menatap lembut ke arah Hyojin. Dan tersenyum malu-malu. Semua orang di tempat tersebut pun tertawa melihat tingkah mereka berdua.

-END-