Anda di halaman 1dari 8

LAPISAN BUMI

Inti dalam (inner core) Inti luar (outer core) Mantel bumi *Lhitosfer * Asthenosfer * Mesosfer Kerak bumi

Inti Bumi
Inti Dalam Lapisan bumi yang terdalam adalah inti dalam. Lapisan ini sangat kaya akan besi dan nikel. Berbentuk padat dan pejal dan memiliki temperatur sekitar 40000C. Inti luar Sama seperti lapisan dalam, lapisan ini kaya akan besi dan nikel, tetapi berbentuk seperti pasta. Ketebalannya 2900-5100 km

Mantel Bumi
Mantel bumi adalah bagian bumi yang termasuk interior, dan biasanya tersusun atas batuan cair, atau merupakan batuan metamorf yang berubah dari batuan beku (granit, riolit, hematit,diorit). Mantel Bumi terbagi menjadi beberapa bagian penyusun, yaitu:

Lhitosfer
Letaknya paling atas dari selimut bumi, terdiri dari materi-materi yang berwujud padat dan kaya silisium dan aluminium, tebalnya sekitar 50-100 km. Bersamaan dengan kerak bumi sering disebut dengan lempeng lhitosfer yang mengapung diatas lapisan yang agak kental yaitu astheonosfer.

Asthenosfer
Lapisan ini terletak dibawah lhitosfer. Wujudnya agak kental, kaya dengan silisium, aluminium dan magnesium. Tebal lapisan ini sekitar 130-160 km. Karena wujudnya kental, Asthenosfer memungkinkan Lhitosfer mengalami sebuah pergeseran.

Mesosfer
Lapisan yang lebih berat dan tebal, kaya dengan silisium dan magnesium.Tebalnya sekitar 2400-2750 km.

Kerak Bumi
Lapisan ini menempati bagian paling luar dengan tebal 6-50 km. Tebal lapisan ini tidak sama di setiap tempat, di benua tebalnya 2050 km, samudra 0-5km atau bersamaan dengan air diatasnya sekitar 6-12 km. Tersusun dari materi-materi padat yang kaya silisium dan uluminium. Kerak bumi ini dapat dibagi 2 yaitu: Lapisan granitis yaitu lapisan yang kaya akan batuan granit, lapisan ini tidak dijumpai di dasar samudra. Lapisan basaltis yaitu lapisan yang kaya akan material basalt. Kerak bumi ini dingin dan padat terapung diatas lapisan mantel yang cair liat. Menurut teori tektonik lempeng, terjadi arus konveksi dibawah lapisan kerak ini memaksa magma untuk bergerak keatas. Pada titik-titik magma membentuk celah/palung dan menerobos ke permukaan. Hal ini akan menyebabkan lempeng saling bergerak menjauh atau saling bertabrakan secara gradual. Jika pergerakan ini terjadi dengan tiba-tiba, terjadilah gempa.

Skala Waktu Geologi


Waktu geologi adalah skala waktu yang meliputi seluruh sejarah geologi bumi dari mulai terbantuknya hingga saat ini. Sebelum perkembangan dari skala waktu geologi pada abad ke-19, para ahli sejarah mengetahui bahwa bumi memiliki sejarah yang panjang, namun skala waktu yang digunakan sekarang dikembangkan sejak 200 tahun terakhir dan terus-menerus diperbaiki. Skala waktu geologi membantu para ilmuwan memahami sejarah bumi dalam bagian-bagian waktu yang teratur.