Anda di halaman 1dari 46

PT PLN (PERSERO)

DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG


AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

i
PT. PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI J AKARTA DAN TANGERANG



TELAAH STAF



NAMA : MULYANA
NIP : 6385114 M
J ABATAN : AE PENYAMBUNGAN & PEMUTUSAN
J UDUL : MENINGKATKAN FUNGSI PENGAWASAN
PADA PELAKSANAAN PENYAMBUNGAN
BARU TANPA PERLUASAN ( POLA 5 HARI
KERJ A )








TAHUN 2013








TELAAH STAF

M EN IN GKA TKA N FUN GSI PEN GA W A SA N
PA DA PEL A KSA N A A N PEN YA M BUN GA N
BA RU TA N P A PERL UA SA N
( POL A 5 H A RI KERJA )


MULYANA
6385114 M
AE PENYAMBUNGAN&PEMUTUSAN

PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

ii
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : MENINGKATKAN FUNGSI PENGAWASAN PADA
PELAKSANAAN PENYAMBUNGAN BARU TANPA
PERLUASAN (POLA 5 HARI KERJ A)
NAMA : MULYANA
NIP : 6385114 M
J ABATAN : AE PENYAMBUNGAN & PEMUTUSAN

Menyetujui,
Mentor
PLT. Asisten Manager Konstruksi




Suparno
7392127 M

Jakarta, 11 September 2013
SISWA OJT




Mulyana
6385114 M

Mengetahui,

Manager




Andhoko Soeyono
6795016 F
Asisten Manager Bidang KSA




Tri Sriwiyati
6184216 Z






PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

iii
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis
ucapkan kepada Allah STW, yang karena bimbingan-Nya maka penulis bisa
menyelesaikan Telaah Staf dengan Judul MENINGKATKAN FUNGSI
PENGAWASAN PADA PELAKSANAAN PENYAMBUNGAN BARU TANPA
PERLUASAN (POLA 5 HARI KERJ A) sebagai bagian program On the Job
Training (OJT) untuk Diklat Executive Education IV yang diikuti penulis di PT.
PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya & Tangerang pada Area Kebon Jeruk.
Selama mengikuti On the Job Training banyak sekali bimbingan dan
bantuan yang diberikan kepada penulis. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Istri,anak-anakku dan seluruh keluarga besar tercinta
2. Bapak Andhoko Soeyono, selaku Manajer PT. PLN (Persero) Area Kebon
Jeruk,
3. Bapak Suparno, PLT. Asisten Manager Konstruksi PT. PLN (Persero) Area
Kebon Jeruk, selaku Mentor telaah staf ini
4. Bapak Azarudin, selaku Supervisor Bung PT. PLN (Persero) Area Kebon Jeruk
5. Rekan-rekan Karyawan konstruksi PT. PLN (Persero) Area Kebon Jeruk
6. Karyawan Outsourching PT.PLN (Persero) Area Kebon Jeruk,
7. Semua Pihak yang telah membantu, yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu.
Meskipun penulis berharap isi dari tulisan ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar adanya perbaikan dalam penulisan Telaah
Staf ini. Akhir kata penulis berharap agar Telaah Staf ini bermanfaat bagi kemajuan
PT. PLN (persero) yang kita cintai ini.
J akarta, September 2013
Penulis


Mulyana
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... v
DAFTAR TABEL ........................................................................................... vi
ABSTRAK ...................................................................................................... vii
I. LATAR BELAKANG MASALAH ....................................................... 1
II. PERMASALAHAN................................................................................ 4
III. PERSOALAN ........................................................................................ 6
IV. PRA ANGGAPAN ................................................................................ 8
V. FAKTA YANG MEMPENGARUHI .................................................... 9
VI. PEMBAHASAN .................................................................................... 10
VII. KESIMPULAN ...................................................................................... 29
VIII. TINDAKAN YANG DISARANKAN .................................................. 30
REFERENSI ................................................................................................... 31
LAMPIRAN ................................................................................................... 32










PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 6.1.1 Peta Wilaya PT PLN Area Kebon Jeruk ....................................... 10
Gambar 6.1.2 Chart Rekap Pasang Baru dan Rubah Daya Semester I 2013 ....... 11
Gambar 6.1.3. Chart Rekap Pelanggan PLN Area Kebon Jeruk s.d Juni 2013 ... 12
Gambar 6.3.1.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe A .................. 16
Gambar 6.3.1.2 Sambungan tenaga listrik tipe - A tanpa tiang atap .................... 17
Gambar 6.3.2.1 Sambungan tenaga listrik Tipe B dengan memakai tiang atap.. 17
Gambar 6.3.3.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe C .................. 18
Gambar 6.3.4.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe D .................. 18
Gambar 6.3.5.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe E .................. 19
Gambar 6.3.6.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe F .................... 19
Gambar 6.3.7.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe G ................... 20
Gambar 6.3.8.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe H ................... 20
Gambar 6.5.1 Surat Perintah Kerja (SPK) dan Berita Acara Pemasangan dan
Penyambungan...................................................................................................... 24
Gambar 6.5.2 Chart Tagihan, Penggunaan dan Selisih Material Kabel ............... 25
Gambar 6.5.3 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 003656 .......................... 26
Gambar 6.5.4 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007685 .......................... 26
Gambar 6.5.4 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007686........................... 27
Gambar 6.5.5 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007864........................... 27
Gambar 6.5.6 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007865........................... 28
Gambar 6.5.7 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007866........................... 28

PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Rekapitulasi Pasang Baru & Pindah Daya PLN Kebon Jeruk ............ 3
Tabel 6.1.1 Jumlah Pelanggan PLN ..................................................................... 11
Tabel 6.1.3 Aset Area Kebon Jeruk ..................................................................... 13
Tabel 6.2.1 proses pendaftaran pasang baru / tambah daya 450 s/d 33.000VA... 15
Tabel 6.5.1. Rekapitulasi Tagihan material Kabel PLN Area Kebon Jeruk......... 24
Tabel 6.5.2. Rekapitulasi Tagihan, material Kabel PLN Area Kebon Jeruk ....... 25














PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

vii
ABSTRAK
Dengan inovasi PLN call center 123 dan www.pln.co.id memberikan kemudahankemudahan
dalam mendapatkan pasokan energi listrik, berdasarkan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang
diberikan PLN kepada pelanggan yang dituangkan dalam target satuan angka. Tingkat Mutu
Pelayanan untuk proses Pasang Baru adalah 5 hari, terhitung dari pelanggan membayar Biaya
Penyambungannya. Jadi ketika pelanggan sudah membayarkan biaya tersebut, maka PLN
berkewajiban untuk menyambung listrik dan memasang kwh meter maksimal selama 5 hari
sesuai dengan standar TMP.
Pelanggan daya sampai dengan 33.000 VA dapat langsung melakukan transaksi pembayaran
tanpa proses survey ke lokasi yang dimaksud dan harus sudah tersambung dalam 5 hari kerja
dengan catatan di lokasi tersebut tidak membutuhkan penambahan tiang dan perluasan jaringan
dan gardu dengan beban yang masih memungkinkan. PLN sudah mengantisipasi dengan
segala resiko dan permasalahan, persoalan yang akan timbul akibat pekerjaan pihak ketiga
(Vendor) sebagai pelaksana penyambungannya, dengan meningkatkan fungsi pengawasan
secara konsisten di bidang penyambungan sebagai solusi yang dapat dilakukan untuk
menghasilkan kerja yang efisien dan optimal.
Kata kunci : Fungsi Pengawasan, Pola Lima hari kerja







PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

1
BAB I. LATAR BELAKANG MASALAH
Di zaman era globalisasi seperti sekarang ini semua negara- negara di atas
bumi ini berlomba lomba dalam menciptakan teknologi maju sebagai sarana untuk
mempermudah dan mencapai tujuan yang ingin mereka capai dalam segala hal ,
begitu juga dengan negara tercinta ini Indonesia . di dalam era yang serba cepat ini
kita harus siap menghadapi dan mengalami perubahan-perubahan yang setiap saat
datang , dengan berbagai upaya kita harus meyakinkan dunia bahwa negara kita
siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, tidak terlepas dengan
perusahaan tempat kita bekerja dan tempat mencari nafkah buat keluarga kita PT
PLN yang kita cintai bersama.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan 3 -2012 ada pada
angka 6,3%. Sementara di dunia lain Eropa, Amerika dan Asia pertumbuhan relatif
rendah, malah ada yang negatif. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti
ini diramalkan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor enam dunia pada
tahun 2030. Kelas menengah Indonesia pun akan tumbuh dari 45 juta orang saat ini
menjadi 135 juta orang pada tahun 2030. Pertumbuhan kelas menengah ini pasti
akan membutuhkan energi, termasuk membutuhkan energi listrik untuk kehidupan
mereka.
Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6,3 %, maka pertumbuhan
konsumsi listrik pada periode yang sama di 2012 mencapai 10,15 %. Angka ini jauh
lebih besar dari pertumbuhan lima tahun terakhir sejak 2002 -2011 yang rata-rata
tumbuh 7% per tahun. Nah, dengan potret ini maka tantangan PLN adalah :
1. menyediakan infrastruktur kelistrikan mulai dari sisi pembangkit, transmisi,
distribusi untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang tinggi,
2. mengelola bisnis kelistrikan dengan bersih dan efisien sesuai tuntutan
perusahaan kelas dunia sehingga bisa berbisnis secara berkelanjutan.
Listrik merupakan salah satu bentuk energi terpenting dalam
perkembangan kehidupan manusia modern, baik untuk kegiatan rumah tangga,
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

2
pendidikan, kesehatan, usaha, industri, maupun kegiatan lainnya dari mulai
komunitas pengguna di kota besar sampai ke pelosok pedesaan. Perkembangan
kebutuhan energi listrik dari waktu ke waktu semakin bertambah luas dan besar
sejalan dengan pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat.
Proyeksi kebutuhan listrik dibuat sesuai dengan rencana Pemerintah yang
dituangkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional RUKN, Diana
RUKN tersebut setiap tahun direvisi. Proyeksi kebutuhan listrik per sektor per
wilayah pemasaran PLN dari tahun 2003 s.d. tahun 2013 diambil dari hasil proyeksi
kebutuhan listrik PLN.
PT PLN perusahaan listrik negara yang merupakan salah satu sarana
infrastruktur penting pemasok energi listrik di negara ini telah membuat langkah-
langkah strategis dan melakukan perubahan perubahan baik perubahan internal
maupun eksternal sebagai antisipasi menghadapi era persaingan bebas tersebut
dengan membuat kemudahan-kemudahan mendapatkan jasa PLN dan memangkas
birokrasi yang tidak perlu , semua dibuat mudah sebagai contoh kita membuka
akses call center 123 dan pembayaran rekening secara online di seluruh Indonesia ,
dengan call center 123 pelanggan cukup telepon ke nomor tersebut tidak perlu
pelanggan datang ke kantor PLN untuk mengantri dengan waktu yang cukup lama,
sudah dapat dilayani dengan mudah mendapatkan produk-produk jasa PLN seperti
pasangan baru, perubahan daya , pasangan untuk pesta, masalah pencatatan meter,
masalah gangguan dan kemudahan lainnya untuk memuaskan para pelanggan
ditunjang dengan kecepatan di bidang penyambungan , mudah proses
pembayarannya dan cepat pelaksanaan penyambungannya.
PT PLN bergerak cepat dalam mengantisipasi perubahan perubahan yang
terjadi untuk pasangan baru dan perubahan daya sampai dengan daya 33.000 tidak
perlu adanya kegiatan survey pelanggan bisa langsung bayar dengan telpon call
center 123 atau dengan mengakses www.pln.co.id setelah melakukan transaksi
pembayaran 5 hari kerja sudah harus tersambung.
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

3
Dengan kemudahan proses di PLN tersebut semakin banyak pelanggan
yang telah melakukan pembayaran bayar baik itu pasangan baru maupun perubahan
daya dan sudah tentu ada resiko yang timbul dalam hal penyambungan
menyangkut material di lokasi tidak sesuai dengan kebutuhan bisa lebih dan bisa
juga kurang, untuk mengantisipasi hal tersebut PLN dalam hal bagian
penyambungan meningkatkan fungsi pengawasan pada pelaksanaannya diserahkan
pada pihak ketiga (vendor), agar tidak ada yang dirugikan terutama pelaksanaan
penyambungan baru pola 5 hari kerja atau penyambungan tanpa perluasan.
Berdasarkan data pasang Baru Pelanggan sepanjang semester I 2013
(Januari Juni 2013) PLN Area Pelayan Kebon Jeruk melaksanakan konstruksi
pemasangan sebagai berikut;
NO BULAN
JUMLAH
PB PD
1 JANUARI 929 265
2 FEBRUARI 850 203
3 MARET 941 269
4 APRIL 1099 277
5 MEI 1271 318
6 JUNI 921 277
JUMLAH 6011 1609
Tabel 1.1. Rekapitulasi Pasang Baru & Pindah Daya PLN Kebon Jeruk
Dari data di atas dapat di ketahui bahwa dalam setiap bulannya terdapat rata-
rata 1000 pengajuan pasang baru dan 270 pengajuan pindah daya. Berdasarkan
tabel penggunaan kabel penghantar udara setiap sambungan PLN menyediakan
kabel sepanjang 20 meter dengan demikian dalam setiap bulan PLN mengeluarkan
rata-rata 20.000M kabel. Benarkah kabel yang diberikan tersebut terpasang sesuai
dengan peruntukannya?.



PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

4
BAB II. PERMASALAHAN
PT PLN perusahaan listrik negara yang merupakan salah satu sarana
infrastruktur penting pemasok energi listrik di negara ini telah membuat langkah-
langkah strategis dan melakukan perubahan perubahan baik perubahan internal
maupun eksternal sebagai antisipasi menghadapi era persaingan bebas tersebut
dengan membuat kemudahan-kemudahan mendapatkan jasa PLN dan memangkas
birokrasi yang tidak perlu , semua dibuat mudah, dengan membuka akses call center
123, web PLN www.pln.co.id dan pembayaran rekening secara online di seluruh
Indonesia , dengan call center 123 pelanggan cukup menghubungi ke nomer
tersebut tidak perlu pelanggan datang ke kantor PLN untuk antri dengan waktu yang
cukup lama, sudah dapat dilayani dengan mudah mendapatkan produk-produk jasa
PLN seperti pasangan baru, perubahan daya , pasangan untuk pesta, masalah
pencatatan meter, masalah gangguan dan kemudahan lainnya untuk memuaskan
para pelanggan ditunjang dengan kecepatan di bidang penyambungannya.
Upaya PLN untuk menyederhanakan prosedur penyambungan baru
ini, semakin menegaskan bahwa PLN tengah menerapkan paradigma baru dalam
layanan penyambungan listrik yang lebih mudah, transparan, tidak berbelit dan
bebas dari segala bentuk kecurangan.
PT PLN dalam melakukan perubahan-perubahan yang cepat ini tentu ada
resiko dan timbul masalah-masalah dan persoalan yang harus kita hadapi bersama
, dengan daftar di call center 123 atau www.pln.co.id dan melakukan transaksi
pembayaran pasangan baru tanpa kegiatan survey masalah yang timbul pada waktu
akan dilaksanakan penyambungan pola 5 hari kerja diantaranya :
1. Alamat yang tidak jelas karena proses bayar langsung tanpa survey dan denah
lokasi.
2. Di lokasi diindikasikan adanya bekas tunggakan rekening (pembongkaran
TUL VI-03), adanya kasus P2TL yang belum diselesaikan.
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

5
3. Kebutuhan material kabel di lokasi tidak sesuai dengan material kabel yang
diberikan PLN (bisa lebih bisa kurang), PLN area Kebon Jeruk memberikan 20
meter untuk setiap pelanggan bayar pasangan baru atau penambahan daya.
4. Kurangnya fungsi pengawasan untuk mengetahui dan memastikan apakah
pekerjaan yang dilaksanakan pihak ketiga (vendor) sudah sesuai dengan SOP
yang ditetapkan PLN dan mengecek penggunaan material yang diberikan PLN.
Permasalahan eksternal pada waktu pelaksanaan penyambungan adalah
masalah Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang dikeluarkan konsuil, setiap pelanggan
yang akan dilaksanakan penyambungannya harus memiliki sertifikat laik operasi
tersebut, permasalahan yang satu ini bukan tanggung jawab PLN karena konsuil
adalah lembaga diluar PLN, jadi penyelesaiannya antara pelanggan dan lembaga
konsuil tersebut.














PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

6
BAB III. PERSOALAN
Perubahan perubahan yang dilakukan PLN dengan inovasi call center,
www.pln.co.id dan pembayaran rekening secara on line di seluruh Indonesia serta
pencanangan PLN bersih telah mengubah wajah PLN di mata masyarakat yang kita
tahu sekarang makin cerdas dan semakin kritis. Untuk meningkatkan pelayanan dan
memenuhi kepuasan pelanggan untuk pasangan baru sampai daya 33.000VA
pembayaran boleh dilakukan tanpa proses survey dalam waktu paling lama 5 hari
pelanggan yang melakukan pembayaran tersebut harus sudah tersambung sesuai
permintaan, sebagai pelaksana penyambungan diserahkan ke pihak ketiga (vendor)
yang sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan PLN.
Pada saat akan dilaksanakan penyambungan ke lokasi yang dimaksud
timbul masalah dan persoalan diantaranya sudah dijelaskan di bab permasalahan,
yang menjadi persoalan sekarang pada poin 4 dimana terdapat kurangnya fungsi
pengawasan untuk mengetahui dan memastikan apakah pekerjaan yang
dilaksanakan pihak ketiga (vendor) sudah sesuai dengan SOP yang ditetapkan PLN
dan mengecek penggunaan material yang diberikan PLN.
Kabel yang diterima pihak ke tiga (vendor) tidak sesuai dengan kebutuhan
material di lokasi yang akan disambung yang diberikan PLN ada dua kemungkinan
bisa materialnya kurang atau material kelebihan, kalau material kurang pihak
ketiga (vendor) bisa langsung minta ke PLN, tapi sebaliknya kalau material
kelebihan, timbul pertanyaan kemana kelebihannya? Karena pada poin 4 ini
merupakan tugas rutin yang harus dilaksanakan bidang penyambungan dan
dipertanggung jawabkan pengeluaran kebutuhan materialnya.
Dalam hal ini bidang yang bertanggung jawab dalam memecahkan,
menyelesaikan persoalan ini adalah bidang Konstruksi dengan meningkatkan
fungsi pengawasan dengan pembagian tugas ke pengawas masing-masing daerah
untuk melakukan pengawasan (kegiatan sensus dan sebagainya) untuk mengetahui
dan memastikan apakah pekerjaan yang dilaksanakan pihak ketiga (vendor) sudah
sesuai dengan SOP yang ditetapkan PLN dan mengecek penggunaan material yang
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

7
diberikan PLN sekaligus dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan yang
dapat merugikan PLN.




































PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

8
BAB IV. PRA ANGGAPAN
Praanggapan/hipotesis atau dugaan sementara dari permasalahan di atas
adalah bahwa dengan meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pekerjaan
konstruksi khususnya pekerjaan penyambungan pola 5 hari (penyambungan tanpa
perluasan) yang dilaksanakan oleh vendor akan menekan pengeluaran material
kabel PLN.
























PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

9
BAB V. FAKTA YANG MEMPENGARUHI
Dengan meningkatnya pertumbuhan pelanggan secara signifikan khususnya
pelanggan rumah tangga terutama pelanggan R1 dan R2 hal ini tentunya
mempengaruhi kinerja PLN khususnya di bidang penyambungan untuk pola 5 hari
kerja yang harus memenuhi dan mencapai target manajemen. Di satu sisi kita harus
memenuhi target kinerja manajemen , di sisi lain kita harus bekerja cepat dan akurat
dengan pengawasan melekat sehingga menghasilkan kerja yang optimal, fakta-
fakta yang dapat mempengaruhi;
1. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 04 Tahun 2009
Tentang Aturan Distribusi Tenaga Listrik;
2. Keputusan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi nomor : 114-
12/39/600.2/2002 tentang indikator mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik
untuk umum yang disediakan oleh PT. PLN (persero) Pasal 3 ayat (5) sampai
ayat (13) Tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan oleh Direksi PT PLN
(Persero)
3. Kontrak Manajemen Unit Tahun 2013 antara General Manajer PT PLN
(Persero) Distribusi Jaya Raya dan Tangerang dengan Manajer PT PLN
(Persero) Distribusi Jaya Raya dan Tangerang area Kebon Jeruk,tentang Key
Performance Indicator (KPI) untuk Kecepatan Pelayanan Pasang Baru dan
Perubahan Daya.
4. Kesepakatan para Manajer area Wilayah Distribusi Jaya Raya dan Tangerang
tentang pelayanan 5 hari kerja tanpa survey untuk pasang baru dan perubahan
daya sampai 33.000 VA







PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

10
BAB VI. PEMBAHASAN
6.1. Pertumbuhan Pelanggan
PT PLN area Kebon Jeruk Area Kebon Jeruk di batasi oleh sebelah Utara
berbatasan dengan Area Cengkareng sebelah Selatan berbatasan dengan Area
Bulungan sebelah Barat berbatasan dengan Area Bintaro sebelah Timur berbatasan
dengan Area Menteng. Berikut peta wilayah PT PLN area Kebon Jeruk











Gambar 6.1.1 Peta Wilaya PT PLN Area Kebon Jeruk
Dengan jumlah 4 orang pengawas PT.PLN Area Kebon Jeruk membagi
wilayah menjadi 4 wilayah pengawasan yaitu :
Wilayah 1; Kembang Kerep, Meruya, Kembangan Utara, Tanjung Duren
Selatan sampai Kedoya
Wilayah 2; Kemanggisan, Palmerah, sampai Pos Pengumben Rawa Belong
sampai S.Parman
Wilayah 3; Kelurahan Kebon Jeruk, Kelapa Dua sampai Srengseng
Wilayah 4; Meruya Utara, Meruya Selatan, Karang Tengah, Joglo
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

11
Dengan bentang wilayah yang cukup luas dan tingginya pembangunan
jumlah pelanggan PT PLN Area Kebon Jeruk akan terus tumbuh dan berkembang
cukup banyak dan beragam. Apalagi sebagai area yang berkedudukan wilayah
paling berkembang di Ibu kota PT PLN Area Kebon Jeruk mendapat permintaan
Pasang Baru dengan jumlah yang banyak. Selain pertumbuhan rumah tinggal,
rumah kontrakan, banyaknya bangunan ruko dan apartemen ikut berperan
menambah jumlah pelanggan baru. Sampai dengan Juni 2013 data pasang Baru dan
Pindah Daya Pelanggan sepanjang semester I 2013 (Januari Juni 2013) PLN Area
Pelayan Kebon Jeruk melaksanakan konstruksi pemasangan sebagai berikut;






Gambar 6.1.2 Chart Rekap Pasang Baru dan Rubah Daya Semester I 2013
Jumlah yang mencapai saat ini 147.242 pelanggan berarti mengalami
kenaikan/pertumbuhan sebanyak 4% (dalam 1 semester) dari 141.231 di tahun
2012, berikut adalah data pelanggan PT PLN (Persero) area Kebon Jeruk sampai
dengan Juni 2013;
Tarif/ Segmen Tarif 1 Tarif 2 Tarif 3 Jumlah
Sosial 0 1.198 0 1.198
Rumah Tangga 111.422 18.060 6.072 135.554
Bisnis 5.215 4.096 1 9.312
Industri 29 64 0 93
Publik 111 0 401 512
Lain - Lain 0 573
Jumlah 116.777 23.418 6.474 147.242
Tabel 6.1.1 Jumlah Pelanggan PLN
0
200
400
600
800
1000
1200
1400
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI
Rekapitulasi Pasang Baru dan Pindah Daya
JUMLAH PB JUMLAH PD
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

12






Gambar 6.1.3. Chart Rekap Pelanggan PLN Area Kebon Jeruk s.d Juni 2013
Dengan jumlah pelanggan yang terus tumbuh maka semakin banyak jumlah
pemasangan listrik yang dilaksanakan oleh pihak ketiga (vendor). Dengan asumsi
pertumbuhan rata-rata pelanggan 8% pertahun maka akan ada 1000 pengajuan
pemasangan baru pelanggan setiap bulan.
Ditunjang dengan jumlah aset infrastruktur PT PLN yang terpasang di area
Kebon J eruk saat ini maka pertumbuhan jumlah pelanggan 1000/bulan akan dapat
terlaksana berikut catatan aset PT PLN area Kebon Jeruk
No AREA
JARINGAN TEGANGAN MENEGAH

JUMLAH
SUTM SKTM JUMLAH PENYULANG
(Kms) (Kms) (Kms) (VERSI LBT) (buah)
1 2 3 4 5=3+4 DIST
6 KEBON JERUK 30,246 438,14 468,38 46
0%
1%
76%
12%
4%
4%
3%
0%
Jumlah Pelanggan
Sosial 1
Sosial 2
Sosial 3
Rumah Tangga 1
Rumah Tangga 2
Rumah Tangga 3
Bisnis 1
Bisnis 2
Bisnis 3
Industri 1
Industri 2
Industri 3
Publik 1
Publik 2
Publik 3
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

13
JARINGAN TEGANGAN RENDAH

JUMLAH GARDU
DISTRIBUSI +GH
JUMLAH
SUTR SKTR JUMLAH CUBICLE
(Kms) (Kms) (Kms) (buah) (Buah)
6 7 8=6+7 9
776,04 31,538 807,58 1470 525
JUMLAH DAN DAYA
TRAFO DISTRIBUSI
JUMLAH TIANG
JUMLAH METER
DIGITAL
UNIT DAYA TM TR 1 FASA
TM / 3
FASA
(Buah) (kVA) (Btg) (Btg) (Buah) (Buah)
10 11 12 13 18 19.b
540 301470 1276 27732 33122 1462
JUMLAH DAN DAYA
PELANGGAN TERSAMBUNG
1 FASA 3 FASA JML PLG JML DAYA
(Buah) (Buah) (Buah) (kVA)
14 15 16=14+15 17
140341 7296 147637 441934450
Tabel 6.1.4 Aset Area Kebon Jeruk
Wilayah yang luas, pertumbuhan yang tinggi dan kesiapan infrastruktur
merupakan satu tantangan kerja bagi pengawas yang hanya berjumlah 4 (empat)
orang. Oleh karenanya tidak jarang pengawas melakukan persetujuan berita acara
pemasangan sebelum sempat melakukan pengawasan pada pekerjaan yang
dilaksanakan vendor. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, dengan pertumbuhan rata-
rata 1.000 pelanggan setiap bulannya dengan asumsi rata-rata 21 hari kerja setiap
bulan, maka dalam setiap hari pengawas mendapatkan beban pengawasan 12 (dua
belas) pekerjaan konstruksi. Berikut rumusan beban kerja pengawas ;
1000 pclonggon
21 ori kcr]o
4 pcngowos
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

14
Dengan waktu yang terbatas beban 12 pengawasan setiap hari terkadang
tidak dapat dipenuhi oleh seorang pengawas di PT PLN Area Kebon Jeruk.
Keadaan ini sering kali dimanfaatkan oleh pihak yang mencari keuntungan atas
kelemahan-kelemahan yang ada. PT PLN tentunya harus melakukan terobosan
yang efektif dan kerja keras untuk menekan potensi kerugian.
6.2. Pola 5 hari kerja
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
nomor : 114-12/39/600.2/2002 tentang indikator mutu pelayanan penyediaan
tenaga listrik untuk umum yang disediakan oleh PT. PLN (persero) pada Pasal 3
ayat (5) sampai ayat (13) Tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan oleh Direksi PT
PLN (Persero) sekurang-kurangnya berisi indikator pelayanan sebagai berikut :
1. Tegangan Tinggi di titik pemakaian dinyatakan dalam kV;
2. Tegangan Menengah di titik pemakaian dinyatakan dalam kV;
3. Tegangan Rendah di titik pemakaian dinyatakan dalam volt;
4. Frekwensi di titik pemakaian dinyatakan dalam cps;
5. Lama gangguan per pelanggan dinyatakan dalam jam/bulan;
6. Jumlah gangguan per pelanggan dinyatakan dalam kali/bulan;
7. Kecepatan pelayanan sambungan baru TM dinyatakan dalam hari kerja;
8. Kecepatan pelayanan sambungan baru TR dinyatakan dalam hari kerja;
9. Kecepatan pelayanan perubahan daya TM dinyatakan dalam hari kerja;
10. Kecepatan pelayanan perubahan daya TR dinyatakan dalam hari kerja;
11. Kecepatan menanggapi pengaduan gangguan dinyatakan dalam jam;
12. Kesalahan pembacaan kWh meter dinyatakan dalam kali/tahun/ pelanggan;
13. Waktu koreksi kesalahan rekening dinyatakan dalam hari kerja;
Pada tahun 2013 pengukuran berdasarkan perspektif pelanggan yang di
tuangkan dalam Target Kinerja Tahun 2013 atau KPI (Key Performance Indicator)
untuk Kecepatan Pelayanan Pasang Baru dan Perubahan Daya adalah :
a. TR Tanpa Perluasan : 5 hari / unit.
b. TR Dengan Perluasan JTR : 15 hari / unit.
c. TM tanpa perluasan dan tanpa bangun gardu : 5 hari / unit.
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

15
d. TM dengan perluasan dan bangun gardu : 75 hari / unit
PLN telah beberapa kali mengalami perubahan pola pelayanan/pola
sambung, diantaranya dengan pola 10/30/100 hari artinya : 10 hari tanpa perluasan
untuk TR dan TM, 30 hari untuk perluasan JTR dan perubahan instlasi gardu untuk
pelanggan yang pindah pengukuran dari TM/TR/TR menjadi TM/TM/TM dan 100
hari untuk Bangun Gardu atau Pembangunan JTM.
Berikut adalah prosedur Pasang Baru/Tambah Daya tanpa survey dengan
pola 5 hari kerja yang berlaku di area Kebon Jeruk
Tabel 6.2.1 proses pendaftaran pasang baru / tambah daya 450 s/d 33.000 va



PT. PLN (PERSERO)
PROSEDUR DISTRIBUSI JAKARTA DAN
TANGERANG
AREA KEBON JERUK
PROSES PENDAFTARAN PASANG BARU / TAMBAH
DAYA 450 s/d 33.000 VA
Alamat : JL MERUYA ILIR RAYA NO 7/8
PERTOKOAN INTERCON
No. Tlp : 5846766 ext 103
PROSEDUR PASANG BARU/TAMBAH DAYA TANPA SURVEI
NO KEGIATAN PELANGGAN
PEMASARAN
DAN PP
KONSTRUKSI
1
Pelanggan melakukan
pendaftaran PB/PD melalui CC
123/Web/Frontliner




2
Bidang Niaga Sub Pemasaran dan
PP memantau data permohonan
dalam AP2T serta APKT untuk
evaluasi serta informasi kepada
pelanggan (TMP, SLO,
kelengkapan data pelanggan, &
Pembayaran Pelanggan)



3
Pelanggan melakukan
pembayaran pada PPOB


4
H +1 Setelah Data Pembayaran
Terflagging Lunas Dilakukan
Pencetakan SPK & BA & SPJBTL
oleh Bidang Niaga Sub Pemasaran
dan PP ke Bidang Konstruksi



5
Konstruksi melakukan proses
Penyambungan


1
2
3
4
5
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

16
Berdasarkan pola yang di atas maka saat ini pelanggan <33.000Va tanpa
perluasan jaringan yang telah melakukan pendaftaran dan pembayaran akan
mendapatkan pelayanan dalam 5 (lima) hari kerja. Banyak upaya dan kerja keras
yang telah dilakukan PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar
dapat memberikan kemudahan kemudahan bagi pelanggan dalam mendapatkan
Layanan PLN tanpa harus datang ke kantor layanan, sebagai upaya PLN untuk
berkomitmen menciptakan layanan bersih dan upaya menyederhanakan dan
mempercepat pelayanan tanpa persyaratan rekening tetangga dan cukup dengan
membayar Biaya Penyambungan melalui Bank, ATM, berdasarkan nomor
registrasi yang diperoleh.
6.3. Jenis-jenis Konstruksi Sambungan
Menurut jenisnya konstruksi dibedakan menjadi sambungan tipe A, Tipe B,
Tipe C (pada SPLN No 56 1984 disebut tipe D), Tipe D (pada SPLN No 56
1984 disebut tipe F), Tipe E (pada SPLN No 56 1984 disebut tipe UG), tipe F
(APP terpusat pada tiang) dan G (APP terpusat pada bangunan)

6.3.1. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik Tipe A
Konstruksi tipe A adalah konstruksi sambungan tenaga listrik tanpa
memakai tiang atap/dak standar dan di pergunakan jika jarak antara tiang dan
bangunan (sambungan luar pelayanan) sampai dengan APP tidak melebihi 30
meter. Sambungan masuk pelayanan tidak mengenai fisik bangunan dan di lindungi
dengan pipa PVC tahan mekanis atau sejenis.








Gambar 6.3.1.1 Sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe A
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

17









Gambar 6.3.1.2 Sambungan tenaga listrik tipe - A tanpa tiang atap
6.3.2. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik Tipe B
Konstruksi tipe B adalah konstruksi sambungan tenaga listrik memakai
tiang atap/dak standar dan di pergunakan apabila jarak aman terhadap lingkungan
atau permukaan jalan tidak memenuhi syarat jika memakai sambungan tipe A.
Penghantar sambungan masuk pelayanan, di luar pipa dak standar, dilindungi
dengan pipa PVC atau sejenis; ujung pipa bagian atas di tutup dengan protective
cup dan bagian bawah di tutup dengan cable gland.








Gambar 6.3.2.1 Sambungan Tenaga Listrik Tipe - B dengan memakai tiang atap
6.3.3. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik Tipe C
Konstruksi tipe C adalah sambungan pelayanan dengan sambungan luar
pelayanan mendatar dimana jarak bangunan dan tiang atap sangat dekat (3 meter).
Umumnya di gunakan pada daerah pertokoan/ruko/rukan. Ketentuan mengenai
SMP sama dengan Tipe A atau B.
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

18









Gambar 6.3.3.1 sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe - C
6.3.4. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik Tipe D
Konstruksi tipe D untuk sambungan tenaga listrik seri pada ruko, rumah
petak, toko dan pertokoan atau mall. Sambungan pelayanan memakai kabel jenis
NYFGbY atau NYY yang di masukan dalam pipa PVC tahan mekanis. Semua kabel
dilindungi secara fisik dari sentuhan tangan. Pada konstruksi ini sadapan
pencabangan dapat dilakukan dengan:
a. T doos atau kotak pencabangan
b. Konektor/H atau O Pressed Connector atau ti pe piercing







Gambar 6.3.4.1 sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe D
6.3.5. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik Tipe E
Konstruksi E pada Tiang Melalui Kabel Bawah Tanah menggunakan kabel
NYFGbY yang di tarik dari tiang SUTR. Ujung kabel pada tiang harus diterminasi.
Sambungan ke jaringan harus memakai bimetal joint Al-Cu yang di bungkus dengan
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

19
heathshrink sleeve. Kabel turun ke tanah di beri pelindung pipa galvanis 1,5 inci
sepanjang 2,5 meter di atas tanah dan tiap 1,5 meter di ikat dengan stainless steel
dan link dan protective plastic tape Selanjutnya persyaratan konstruksi sama
dengan persyaratan konstruksi kabel bawah tanah. Kabel naik di dalam bangunan
di lindungi dengan pipa galvanis 1,5 inci yang di ikatkan pada tembok dengan
expanding fi xing collar (dyna bolt fi xing collar) sampai ke titik pasang meter kWh.







Gambar 6.3.5.1 sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe - E
6.3.6. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik tipe F
Konstruksi tipe F merupakan sambungan tenaga listrik dengan alat
pengukur kWh dan pembatas terpasang terpusat pada tiang untuk beberapa
rumah/bangunan.









Gambar 6.3.6.1 sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe F

PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

20
6.3.7. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik tipe G
Konstruksi tipe G sama dengan tipe F, hanya alat pengukur kWh dan
pembatas terpasang terpusat pada bangunan.










Gambar 6.3.7.1 sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe - G
6.3.8. Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik tipe H
Sambungan Tenaga Listrik kolektif pada apartemen atau perumahan dengan
panel APP kolektif pada lokasi dinding 1 dan atau pada dinding di atas tanah,
penghantar antara panel APP sampai dengan PHB pelanggan disediakan oleh
pelanggan (sirkuit utama pelanggan) dan panjang kabel antara PHB kolektif s/d
PHB pelanggan tidak lebih dari 30 meter









Gambar 6.3.8.1 sambungan tenaga listrik tegangan rendah tipe - F
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

21
Dari 8 (delapan) jenis konstruksi sambungan Tegangan Rendah di atas dapat
kita simpulkan bahwa setiap jenis konstruksi membutuhkan panjang kabel yang
bebeda. Akan tetapi dalam setiap penagihan oleh pihak ketiga (vendor) setiap
pelaksanaan pekerjaan penagihan rata-rata dimintakan 20M. Hal ini tentunya
mengakibatkan kelebihan pemberian kabel dari yang dibutuhkan.
6.4. Pemberlakuan KHS Jasa Konstruksi
KHS Jasa Konstruksi, adalah kontrak harga jasa satuan konstruksi dimana
setiap keperluan penyambungan pasang baru, pihak PLN tinggal memberikan SPK
penyambungan kepada pihak pelaksana jasa konstruksi. Pada awal tahun pihak
pelaksana jasa konstruksi telah ditentukan terlebih dahulu dengan melakukan
proses prakualifikasi dengan penekanan pada aspek penilaian administrasi, sumber
daya baik ketersediaan SDM, peralatan, dan financial. Bagi yang lulus evaluasi
Selanjutnya melakukan penawaran harga jasa konstruksi, dari penawaran yang
masuk akan dilakukan proses negosiasi harga, dan harga satuan yang telah
ditetapkan akan menjadi acuan standar dalam pelaksanaan pekerjaan.
6.5. Pentingnya Pengawasan
Karena pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh pihak ketiga (vendor) maka
pengawasan dalam setiap pekerjaan sangat penting untuk dilakukan untuk
menghindari ketidaksesuaian, kecurangan penagihan. PLN sudah mengantisipasi
dengan segala resiko dan permasalahan, persoalan yang akan timbul akibat
pekerjaan pihak ketiga (vendor) sebagai pelaksana penyambungannya, dengan
meningkatkan fungsi pengawasan secara konsisten di bidang penyambungan
sebagai solusi yang dapat dilakukan untuk menghasilkan kerja yang efisien dan
optimal.
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan
pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan
sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Controlling is the process of
measuring performance and taking action to ensure desired results. Pengawasan
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

22
adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai
dengan apa yang telah direncanakan .
Menurut Winardi Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan
oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil
yang direncanakan. Sedangkan menurut Basu Swasta Pengawasan merupakan
fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti
yang diinginkan. Sedangkan menurut Komaruddin Pengawasan adalah
berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana, dan awal Unk
langkah perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti.
Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja
standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk
membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk
menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk
mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua
sumber daya perusahaan atau pemerintahan telah digunakan seefektif dan seefisien
mungkin guna mencapai tujuan perusahaan atau pemerintahan. Dari beberapa
pendapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan
hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya pengawasan
maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi dan berjalan
dengan baik.
Pengawasan pada dasarnya diarahkan sepenuhnya untuk menghindari
adanya kemungkinan penyelewengan atau penyimpangan atas tujuan yang akan
dicapai. melalui pengawasan diharapkan dapat membantu melaksanakan kebijakan
yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan secara efektif
dan efisien. Bahkan, melalui pengawasan tercipta suatu aktivitas yang berkaitan
erat dengan penentuan atau evaluasi mengenai sejauhmana pelaksanaan kerja sudah
dilaksanakan. Pengawasan juga dapat mendeteksi sejauhmana kebijakan pimpinan
dijalankan dan sampai sejauhmana penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan
kerja tersebut.
Konsep pengawasan demikian sebenarnya menunjukkan pengawasan
merupakan bagian dari fungsi manajemen, di mana pengawasan dianggap sebagai
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

23
bentuk pemeriksaan atau pengontrolan dari pihak yang lebih atas kepada pihak di
bawahnya. Dalam ilmu manajemen, pengawasan ditempatkan sebagai tahapan
terakhir dari fungsi manajemen. Dari segi manajerial, pengawasan mengandung
makna pula sebagai:
pengamatan atas pelaksanaan seluruh kegiatan unit organisasi yang
diperiksa untuk menjamin agar seluruh pekerjaan yang sedang
dilaksanakan sesuai dengan rencana dan peraturan.
atau
suatu usaha agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan
rencana yang telah ditentukan, dan dengan adanya pengawasan dapat
memperkecil timbulnya hambatan, sedangkan hambatan yang telah terjadi
dapat segera diketahui yang kemudian dapat dilakukan tindakan
perbaikannya.
Sementara itu, dari segi hukum administrasi negara, pengawasan dimaknai
sebagai
proses kegiatan yang membandingkan apa yang dijalankan, dilaksanakan,
atau diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki, direncanakan, atau
diperintahkan.
Sasaran pengawasan adalah temuan yang menyatakan terjadinya
penyimpangan atas rencana atau target. Sasaran pengawasan adalah temuan yang
menyatakan terjadinya penyimpangan atas rencana atau target. Sementara itu,
tindakan yang dapat dilakukan adalah:
a. mengarahkan atau merekomendasikan perbaikan;
b. menyarankan agar ditekan adanya pemborosan;
c. mengoptimalkan pekerjaan untuk mencapai sasaran rencana.
Dalam hal pekerjaan konstruksi penyambungan listrik pola 5 (lima) hari
kerja, selain memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan standarisasi PLN juga untuk
mengamankan material yang ditagihkan kepada PLN apakah sesuai dengan
penggunaan di lapangan. Dalam melakukan tugas pengawasan ini penulis
menemukan banyaknya tagihan material oleh vendor yang tidak sesuai dengan
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

24
kebutuhan sebenarnya di lapangan berikut salah satu contoh hasil temuan
pengawasan












Gambar 6.5.1 Surat Perintah Kerja (SPK) dan Berita Acara Pemasangan dan Penyambungan
Dari berita acara penyambungan di atas pelaksana penyambungan (vendor)
melaporkan bahwa kabel yang di gunakan untuk Sambungan Langsung Tegangan
Rendah (SR) sejumlah 18M namun setelah dilakukan pengawasan/pengecekan
ulang oleh pengawas kabel yang terpasang hanya 2M.
Dengan jumlah pemasangan yang tinggi maka potensi kerugian material
PLN akan semakin banyak. Berikut data tagihan vendor kepada PT PLN untuk
penggunaan material atas penyambungan yang dilaksanakan
Bulan Kabel 2X10 (Meter) Kabel 2X16 (Meter) Jumlah (Meter)
Januari 19.940 1.280 21.220
Februari 15.190 1.323 16.513
Maret 17.524 1.146 18.670
April 18.697 1.566 20.263
Mei 20.975 1.598 22.573
Juni 17.525 1.080 18.605
Jumlah 109.851 7.993 117.844
Tabel 6.5.1. Rekapitulasi Tagihan material Kabel PLN Area Kebon Jeruk
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

25
Untuk mengurangi potensi kerugian material PT PLN Area Kebon Jeruk
maka berdasarkan temuan berita acara di atas maka dilakukanlah langkah-langkah
konkret agar terutama fungsi pengawasan pada setiap pekerjaan yang dilaksanakan
oleh vendor. Setelah melakukan pengawasan melekat selama 6 (enam) bulan sejak
Januari 2013-Juni 2013 PT PLN Area Kebon J eruk mendapatkan selisih
penggunaan kabel sepanjang 33.127M untuk jenis 2X10 dan 6.375M untuk jenis
2X16. Berikut adalah rekapitulasi hasil pengawasan selama 6 (enam) bulan atas
pemasangan konstruksi Pasang Baru Pelanggan PT PLN area Kebon J eruk.
BULAN
Jumlah
Pelanggan
Tagihan Kabel
Kabel
Terpasang
Selisih Kabel
2X10 2X16 2X10 2X16 2X10 P2X16
Januari 929 19.940 1.280 13.055 282 6.885 998
Februari 850 15.190 1.323 11.066 356 4.124 967
Maret 941 17.524 1.146 11.831 145 5.693 1.001
April 1099 18.697 1.566 11.117 175 7.580 1.391
Mei 1271 20.975 1.598 16.590 360 4.385 1.238
Juni 921 17.525 1.080 13.065 300 4.460 780
Jumlah 109.851 7.993 76.724 1.618 33.127 6.375
Tabel 6.5.2. Rekapitulasi Tagihan, Penggunaan, Selisih material Kabel PLN Area Kebon Jeruk










Gambar 6.5.2 Chart Tagihan, Penggunaan dan Selisih Material Kabel
7.883
5.091
6.694
8.971
5.623 5.240
0
200
400
600
800
1000
1200
1400
0
5.000
10.000
15.000
20.000
25.000
Januari Februari Maret April Mei Juni
A
x
i
s

T
i
t
l
e
A
x
i
s

T
i
t
l
e
Axis Title
Chart Tagihan, Penggunaan dan Selisih Material Kabel
Selisih Pelanggan Pemberian Penggunaan
PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

26
Kerja keras dalam hal pengawasan yang dilakukan PT PLN area Kebon J eruk
ternyata dapat membuahkan hasil. Berdasarkan data di atas dalamsetiap bulan terdapat
rata-rata 6.500M kabel yang harus dikembalikan kepada PT PLN Area Kebon J eruk.
Pengawasan sudah dilakukan dengan cara;
1. Melakukan sensus atau pengecekan ulang berita acara yang telah dilakukan vendor
dengan cara mengukur ulang menggunakan alat ukur meter pada kabel yang terpasang;
2. Melaksanakan pengawasan langsung pada saat pelaksanaan pekerjaan
Berikut adalah format pengembalian material kabel yang di peroleh dari mutasi material
PT PLN atau dikenal dengan Kode 3;











Gambar 6.5.3 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 003656











PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

27
Gambar 6.5.4 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007685










Gambar 6.5.4 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007686











Gambar 6.5.5 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007864


PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

28











Gambar 6.5.6 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007865











Gambar 6.5.7 Kode 3 Pengembalian Material PLN No 007866


PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

29

BAB VII. KESIMPULAN
1. Rasio yang tidak sebanding antara jumlah pengawas dengan pertumbuhan
pelanggan menyebabkan tindakan pengawasan tidak terlaksana secara
menyeluruh;
2. Dengan lemahnya fungsi pengawasan ada pihak yang memanfaatkan untuk
mendapatkan keuntungan sementara merugikan pihak PLN




















PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

30

BAB VIII. TINDAKAN YANG DISARANKAN
1. Meningkatkan bentuk pengawasan pada pekerjaan konstruksi yang
menggunakan pemakaian material PT PLN dengan cara-cara;
a. Ikut serta dalam proses pengerjaan;
b. Meminta berita acara pemasangan yang dilengkapi dengan Gambar/Foto
menggunakan skala perbandingan yang jelas dan terukur;
c. Melakukan uji sampling pada proses pekerjaan yang belum sempat diawasi;
d. Melakukan sensus menyeluruh atas pekerjaan pemasangan
2. Meningkatkan jumlah rasio tenaga pengawas terhadap beban kerja pengawasan,
mengikuti tingkat pertumbuhan pelanggan dalam satu Area;
3. Memberikan peringatan kepada pihak ketiga (vendor) yang terbukti melakukan
kecurangan dalam penagihan material PLN;
4. Melakukan pemutusan hubungan kerja kepada pihak ketiga (vendor) yang
terbukti mengulangi melakukan kecurangan yang dalam penagihan material
PLN.














PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

31

REFERENSI
1. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 04 Tahun 2009
Tentang Aturan Distribusi Tenaga Listrik;
2. Keputusan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi nomor : 114-
12/39/600.2/2002 tentang indikator mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik
untuk umum yang disediakan oleh PT. PLN (persero)
3. Lampiran Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) No.474.K/DIR/2010 Tanggal
11 Agustus 2010. Penerbit PT. PLN (Persero) J l. Trunojoyo Blok M-1 / 135,
Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Buku 2 Standar Konstruksi Sambungan
Tenaga Listrik, 2010.
4. Buku Perencanaan Efisiensi Dan Elastisitas Energi 2012 oleh BPPT
5. Kontrak Manajemen Unit Tahun 2013 ,tentang Key Performance Indicator
(KPI) untuk Kecepatan Pelayanan Pasang Baru dan Perubahan Daya.
6. SPLN, Standar PLN.
7. PT. PLN (Persero), Sistim Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T).
8. PT.PLN (Persero), Harga Satuan Jasa dan Material, 2010.













PT PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
AREA KEBON JERUK

Mulyana, 6385114 M

32

LAMPIRAN

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
NOMOR : 114-12/39/600.2/2002

TENTANG

INDIKATOR MUTU PELAYANAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK
UNTUK UMUM YANG DISEDIAKAN OLEH PT PLN (PERSERO)


DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI,

Menimbang : a. bahwa PT. PLN (Persero) wajib memberikan pelayanan yang baik
kepada masyarakat;
b. bahwa untuk mengukur tingkat pelayanan penyediaan tenaga
listrik kepada masyarakat, perlu ditetapkan Indikator Mutu
Pelayanan Penyediaan Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT.
PLN (Persero);

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenaga-
listrikan (LN; Tahun 1985 Nomor 74, TLN Nomor 3317);
2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tetang Perlindungan
Konsumen ( LN Tahun 1999 No. 42 , TLN Nomor 3821);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan
dan Pemanfaatan Tenaga Listrik; (LN Tahun 1989 Nomor 24, TLN
Nomor 3394);
4. Keputusan Presiden No. 11/M Tahun 2001 tanggal 9 Januari 2001
tentang Pengangkatan Eselon I di Lingkungan Departemen Energi
dan Sumber Daya Mineral;
5. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor
02.P/451/M.PE/1991 tentang Hubungan Pemegang Kuasa Usaha
Ketenagalistrikan Untuk Kepentingan Umum dengan Masyarakat;
6. Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor
03.P/451/M.PE/1991 tentang Persyaratan Penyambungan Tenaga
Listrik;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN
ENERGI TENTANG INDIKATOR MUTU PELAYANAN PENYEDIAAN
TENAGA LISTRIK UNTUK UMUM YANG DISEDIAKAN OLEH PT
PLN (PERSERO).

Pasal 1

(1) PT PLN (Persero) wajib memenuhi pelayanan yang baik kepada masyarakat
umum dengan memperhatikan hal-hal berikut :

a. Hak dan kewajiban penerima pelayanan dan jadwal waktu pelayanan diatur
secara jelas;
b. Prosedur dan mekanisme pelayanan mudah dipahami, sederhana serta
diinformasikan secara luas;
c. Pelayanan diberikan secara tertib dan teratur sesuai prosedur yang sudah
ditetapkan.



(2) Untuk mengukur tingkat pelayanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
Direksi PT. PLN (Persero) menetapkan tingkat mutu pelayanan yang diberikan
dalam setiap periode waktu tertentu, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1
(satu) tahun dan mencakup area pelayanan tertentu.


Pasal 2

Dalam menetapkan tingkat mutu pelayanan yang diberikan PT. PLN (Persero) harus
memperhatikan :

a. Peraturan perundang-undangan dalam bidang pelayanan dan perlindungan
konsumen;
b. Peraturan perundang-undangan dalam usaha penyediaan tenaga listrik;
c. Tingkat mutu pelayanan periode sebelumnya.


Pasal 3

Tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan oleh Direksi PT PLN (Persero) sekurang-
kurangnya berisi indikator pelayanan sebagai berikut :

1. Tegangan Tinggi di titik pemakaian dinyatakan dalam kV;
2. Tegangan Menengah di titik pemakaian dinyatakan dalam kV;
3. Tegangan Rendah di titik pemakaian dinyatakan dalam volt;
4. Frekwensi di titik pemakaian dinyatakan dalam cps;
5. Lama gangguan per pelanggan dinyatakan dalam jam/bulan;
6. Jumlah gangguan per pelanggan dinyatakan dalam kali/bulan;
7. Kecepatan pelayanan sambungan baru TM dinyatakan dalam hari kerja;
8. Kecepatan pelayanan sambungan baru TR dinyatakan dalam hari kerja;
9. Kecepatan pelayanan perubahan daya TM dinyatakan dalam hari kerja;
10. Kecepatan pelayanan perubahan daya TR dinyatakan dalam hari kerja;
11. Kecepatan menanggapi pengaduan gangguan dinyatakan dalam jam;
12. Kesalahan pembacaan kWh meter dinyatakan dalam kali/tahun/ pelanggan;
13. Waktu koreksi kesalahan rekening dinyatakan dalam hari kerja;


Pasal 4

PT PLN (Persero) wajib menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal Listrik dan
Pemanfaatan Energi tentang realisasi tingkat mutu pelayanan secara berkala setiap
triwulan.

Pasal 5

(1) Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi melakukan pembinaan dan
pengawasan pelaksanaan Keputusan ini.

(2) Dalam melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Direktur
Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dapat membentuk suatu pengawas
independen.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawas independen diatur dengan
Keputusan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.





Pasal 6

Selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) bulan setelah ditetapkannya keputusan ini,
Direksi PT PLN (Persero) wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam keputusan
ini.

Pasal 7

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.



Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 02 Mei 2002

DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN
PEMANFAATAN ENERGI


ttd

LULUK SUMIARSO
NIP. 130610385

Tembusan Yth. :
1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral;
2. Sekretaris Jenderal Dep. Energi dan Sumber Daya Mineral;
3. Inspektur Jenderal. Dep. Energi dan Sumber Daya Mineral;
4. Direktur Utama PT. PLN (Persero).





































No.


Uraian

Satuan

Tolok Ukur


1.

Tegangan Tinggi di titik pemakaian


KV


2.

Tegangan Menengah di titik pemakaian


KV


3.

Tegangan Rendah di titik pemakaian


Volt


4.

Frekwensi di titik pemakaian


Cps


5.

Lama gangguan per pelanggan


jam/bulan


6.


Jumlah gangguan per pelanggan

kali/bulan


7.

Kecepatan pelayanan sambungan baru TM


hari kerja


8.

Kecepatan pelayanan sambungan baru TR

hari kerja



9.

Kecepatan pelayanan perubahan daya TM


hari kerja


10.


Kecepatan pelayanan perubahan daya TR


hari kerja



11.

Kecepatan menanggapi pengaduan
gangguan


jam


12.

Kesalahan Pembacaan kWh meter

kali/tahun/
pelanggan



13.


Waktu koreksi kesalahan rekening


hari kerja