Anda di halaman 1dari 10

Nama: Muhammmad Hifzi Nim: A1A112021 Prodi: Pendidikan Sejarah Mata Kuliah: Geografi Sejarah

Soal. Jelaskan menurut pendapat para ahli: 1. Teori Gerak Sejarah. 2. Teori Kebudayaan. 3. Teori Peradaban.

Jawaban. 1. Teori Gerak Sejarah Thomas Carlyle Gerak sejarah yang ditentukan oleh manusia itu sendiri. Hanya oleh orangorang berjiwa besar yang dapat menentukan Sejarah. Karl Marx Gerak sejarah ditentukan oleh materi. R. Moh. Ali Manusia bebas menentukan nasib sendiri, dengan istilah internasional Otonom; dan Manusia tidak bebas menentukan nasibnya, nasib manusia ditentukan oleh kekuatan diluar pribadinya, manusia disebut heteronom. Dengan demikian
1

faham manusia itu otonom dalam istilah filsafat disebut in-determininsme dan faham heteronom disebut determinisme. Hukum Siklus Kejadian alam dimana manusia tinggal adalah sudah ditentukan oleh nasib, manusia hanyalah menjalaninya saja. Arti dari hukum siklus tersebut adalah, bahwa setiap kejadian peristiwa tentu akan terulang. Seperti matahari setiap pagi terbit, demikian pula setiap peristiwa akan terulang lagi, oleh sebab itu terdapatlah dalil di dunia tidak terdapat sesuatu (peristiwa) yang baru, segala sesuatu akan terulang menurut siklus. Rustam E Tamburaka Dalam perkembangannya aliran Syclus (siklus) muncul, Rustam E Tamburaka (2002: 54-55) memaparkan tiga aliran atau konsepsi pengkajian sejarah yang berpengaruh dalam ilmu sejarah diantaranya adalah: (1) Aliran pertama; memandang bahwa kejadian sejarah (peristiwa) sebagai ulangan (syclis) dari kejadian terdahulu. Perulangan terjadi secara mekanis, merupakan lingkaran ulang. Percerminan dari pandangan pada ucapan (bahasa Perancis Histoire seprete). Menurut aliran ini sejarah tidak mempunyai tujuan dan tidak ada perkembangan. Manusia dalam sejarah tinggal menunggu perulangan kejadian saja. (2) Aliran Religius (ketuhanan); aliran ini menafsirkan bahwa segala kejadian dalam sejarah semata-mata karena kehendak Tuhan. Manusia hanyalah merupakan pemegang peranan dari kehendak Tuhan.
2

(3) Aliran Evolusi; yaitu aliran yang memandang seluruh kejadian dalam panggung sejarah manusia ada suatu garis yang menaik dan meningkat kearah kemajuan dan kesempurnaan. Ibnu Khaldun Konsep gerak sejarah Ibnu Khaldun meengikut pada tiga aliran Filsafat sejarah. Pertama, aliran sejarah sosial. Aliran ini berpendapat bahwa fenomenafenomena sosial sosial dapat ditafsirkan dan teori-teorinya dapat diuraikan dari faktafakta sejarah. Kedua, aliran ekonomi. Aliran ini menafsirkan sejarah secara materialis dan menguraikan fenomena-fenomena sosial secara ekonomis. Setiap perubahan dalam masyarakat dan fenomena-fenomena merujuk pada faktor ekonomi. Karl Marx adalah tokoh yang mengembangkan aliran Filsafat sejarah dikemudian hari. Ketiga, aliran geografis. Aliran ini memandang manusia sebagai putra-putri lingkungan alam, dan kondisi-kondisi alam di sekitarnya. Oleh karena itu dalam pensejarahannya, seseorang, masyarakat dan tradisi-tradisinya dibentuk oleh lingkungan dan alam dimana ia berada. Alam dan lingkungan memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat, meskipun manusia sendiri juga bisa mempengaruhi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Selanjutnya dalam pandangan Ibnu Khaldun ada tiga faktor dominan yang mempengaruhi dan mengendalikan perkembangan perjalanan sejarah dari waktu ke waktu: (1) Faktor ekonomi. Menurut Ibn Khaldun kegiatan ekonomi menentukan bentuk kehidupan.
3

(2) Faktor geografis, lingkungan dan iklim. (3) Faktor agama. Ibnu Khaldun meyakini adanya pengaruh dan pengarahan Tuhan terhadap segala yang terjadi. Oswald Spengler Gerak sejarah tidak bertujuan sesuatu kecuali melahirkan membesarkan mengembangkan meruntuhkan kebudayaan kebudayaan. Arnold J. Toynbee Teori Toynbee ini senada dengan hukum siklus. Artinya ada kelahiran, pertumbuhan, kematian, kemudian disusul dengan kelahiran lagi, dan seterusnya. Menurut Toynbee gerak sejarah melalui tingkatan-tingkatan seperti berikut: 1. Genesis of civilizations (lahirnya kebudayaan) 2. Growth of civilizations (perkembangan kebudayaan) 3. Decline of civilization (keruntuhan kebudayaan) Keruntuhan kebudayaan berlangsung dalam tiga fase, yakni: 1. Breakdown of civilizations (kemerosotan kebudayaan) 2. Desintegration of civilizations (kehancuran kebudayaan) 3. Dissolution of civilizations (hilang dan lenyapnya peradaban). Inti Gerak Sejarah menurut Arnold J. Toynbee Pandangan Toynbee tentang gerak sejarah adalah bahwa dalam sejarah tidak terdapat suatu hukum tertentu yang menguasai dan mengatur timbul tenggelammya kebudayaan kebudayaan dengan pasti. Toynbee menganjurkan bahwa sejarah harus dipelajari secara utuh dalam satu kesatuan (holistik). Mempelajari sejarah tidak dapat
4

dipisah pisahkan antara bagian bagian yang ada di dalamnya. Mempelajari sejarah harus mempelajari suatu masyarakat secara keseluruhan, masyarakat secara utuh sebagai satu kesatuan unit dari proses sejarah. Murtadha Muthahhari Sejarah itu merupakan suatu gerak yang tumbuh dan berkembang secara evolusi atau perubahan secara alami. Menurut Muthahhari, pengertian evolusi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemajuan dan transformasi. Secara garis besar dan ringkas konsepsi gerak sejarah dapat diterangkan oleh Murtadha Muthahhari sebagai berikut: (1) Pandangan sosial yang individualistis cenderung pada anggapan bahwa kerja individulah yang menggerakkan perkembangan umat manusia. (2) Gerak sejarah merupakan kesadaran umat manusia. Manusia adalah makhluk budaya. Pikiran manusia berkembang dari tingkat yang bersahaja ke tingkat yang tinggi. (3) Pengaruh alam terhadap kehidupan manusia. (4) Kekuatan penggerak sejarah berada dalam bangsa. Perbedaan rohani ataupun watak di antara bangsa-bangsa menimbulkan perbedaan cara berpikir dan perasaan, begitu pula tingkah-laku dan perbuatan. (5) Teori evolusionisme atau Darwinisme. Darwin berpendapat bahwa setiap makhluk itu berkembang dan berubah secara alami dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang sempurna sesuai dengan alam lingkungannya.

(6) Teori historis materialisme. Teori ini berdasarkan pada paham determinisme ekonomi. Gerak sejarah ditentukan oleh cara-cara menghasilkan barang untuk keperluan masyarakat. Dari berbagai pendapat tentang gerak sejarah, Muthahhari memandang bahwa gerak sejarah dari arti avtive cause, yakni pemahaman tentang determinisme sejarah dan arti ideal cause, yakni pandangan tentang masa depan manusia. Rustam E Tamburaka mensarikan teori sejarah yang dikemukakan Murtadha Muthahhari, dimana ia mengemukakan enam teori gerak sejarah yaitu: (1) Teori rasial, menurut teori ini beranggapan, bahwa ras-ras tertentu merupakan penyebab utama kemajuan dalam sejarah. (2) Teori geografis (3) Teori peranan jenius dan pahlawan (4) Teori ekonomi (5) Teori keagamaan, teori ini beranggapan bahwa semua kejadian di dunia berasal dari Tuhan. (6) Teori alam, teori ini beranggapan bahwa manusia memiliki sifat tertentu, yang bertanggung jawab atas watak evolusioner kehidupan masyarakat. Gerak sejarah itu ditandai dengan perubahan-perubahan yang terus berlangsung sepanjang manusia masih hidup dan bertahan di muka bumi ini. Untuk itulah gerak sejarah pada umumnya dianggap sebagai penyebabnya manusia itu sendiri. Namun disadari kadangkala manusia dengan segala usahanya mengalami kegagalan dan bisa berhasil, disebabkan oleh diluar kekuatan manusia.
6

2. Teori Kebudayaaan Teori Heolitic oleh G.E Smith dan W.J Ferry Menurut teori ini, Smith dan Ferry berpendapat, bahwa dalam sejarah kebudayaan dunia pada zaman purbakala, pernah terjadi suatu peristiwa difusi besar yang berpangkal di Mesir, kemudian bergerak kearah Timur sampai ke daerah yang sangat jauhto the conclution that Egypt was the source of human civilization and cultureKesimpulannya ialah, Masir adalah pusat peradaban dan kebudayaan manusia. Teori Cultural Revolution oleh V. Gordon Childe Revolusi kebudayaan terjadi melalui tahapan Neolithic Revolution, Urban Revolution, Revolution in Human Knowledge dan Industrial Revolution. Salah satu contoh ialah di Indonesia, pernah mengalami atau terjadi Neolithic Revolution. Indonesia mengalami periode pra-sejarah, Paleolithicum, Mesolithicum dan Neolithicum. (Asmito: 1988:29). Pada periode Neolithicum dapat dikatakan bahwa adalah suatu Revolusi yang sangat besar dalam peradaban manusia, dikatakan Gordon Childe Revolusi ini sudah didapat benihnya pada zaman Neolithicum, bersama-sama dengan datangnya arus kebudayaan baru yang lebih tinggi tingkatnya. Teori Cultural Change oleh H. Steward (1955) Teori Steward menekankan kebudayaan senantiasa mengalami perubahan, perubahan kebudayaan itu berkembang multilinear dan evolusi kausal.

Dalam kebudayaan masyarakat dimanapun di dunia menurut Malinowski terdapat 7 butir unsur universalnya, yaitu: (1) Bahasa; (2) Sistem teknologi; (3) Sistem mata pencaharian; (4) Organisasi kelembagaan; (5) Sistem pengetahuan; (6) Sistem religi dan (7) Sistem kesenian. Teori atau Konsep Inti - Kebudayaan Rustam E Tamburaka (2002) mengutipkan teori yang dikemukakan J.L Brandes yang dimuat dari tulisan J.M. Van der Kroef (The far Eastern Quarterly, The Hinduization of Indonesia Reconsidered, 1952: page 17). Mengenai kebudayaan Indonesia sebelum kedatangan Hinduisme di Indonesia telah memiliki 10 unsur kebudayaan asli sebelum kedatangan orang India atau dikenal The Ten Point of Brandes diantaranya: 1. The Wayang; 2. The Gamelan; 3. Susunan masyarakat macapat (lapangan, alun-alun, istana, bangunan pemujaan, pasar dan rumah tahanan). 4. Batik. 5. Pembuatan logam. 6. Keterampilan melaut dalam pelayaran. 7. Ilmu Perbintangan. 8. Sistem mata uang. 9. Sistem irigasi yang teratur. 10. Sususan masyarakat yang teratur dalam kehidupan politik.
8

Oswald Spengler Spengler mengadakan perbedaan antara kebudayaan (culture) dengan

peradaban (civilization). Kultur (culture) adalah kebudayaan yang masih hidup, dapat tumbuh dan berkembang, seperti sebuah dahan yang masih bisa berbunga. Sedangkan peradaban (civilization) adalah kebudayaan yang sudah tidak dapat tumbuh lagi, sudah mati. Spengler menyatakan memmpelajari sejarah tujuannya adalah mengetahui tingkat kebudayaan.

3. Teori Peradaban Oswald Spengler Peradaban (civilization) adalah kebudayaan yang sudah tidak dapat tumbuh lagi, sudah mati. Arnold J. Toynbee Toynbee menggambarkan sejarah peradaban manusia merupakan suatu lingkaran perubahan berkepanjangan lahir, tumbuh, pecah dan hancur. Dalam proses perputaran itu sebuah peradaban tidak selalu berakhir dengan kemusnahan total. Terdapat kemungkinan bahwa proses itu berulang, meskipun dengan corak yang tidak sepenuhnya sama dengan peradaban yang mendahuluinya. Toynbee menggantikannya menyatakan itu dapat bahwa mencapai peradaban-peradaban prestasi melebihi baru yang yang

peradaban

digantikannya. Lebih lanjut lagi bagi Toynbee peradaban adalah suatu rangkaian
9

siklus kehancuran dan pertumbuhan, tetapi setiap peradaban baru yang kemudian muncul dapat belajar dari kesalahan-kesalahan dan meminjam kebudayaan dari tempat lain. Dengan demikian, memungkinkan setiap siklus baru memunculkan tahap pencapaian yang lebih tinggi. Peradaban muncul karena dua faktor yang berkaitan; adanya minoritas kreatif dan kondisi lingkungan. Antara keduanya tak ada yang terlalu menguntungkan atau terlalu terlalu merugikan bagi pertumbuhan kultur.

10