Anda di halaman 1dari 2

Batasan-batasan dalam IPA Cabang Ilmu Ada berbagai kajian ilmu dibumi ini, jumlahnya sekitar 650 kaijan

ilmu. Dan setiap ilmu mempunyai kaplingnya masing-masing, setiap ilmu mempunyai batasan masalah yang dikaji. Dan setiap cabang ilmu dibangun melaui persepsi dan asumsi yang berbeda-beda. Ilmu akan terlalu rumis jika dipelajari sebagai satu kesatuan yang utuh, sehingga perlu adanya pembatasan masalah agar ilmu lebih mudah berkembang. Ilmu yang datang dari Tuhan Saat suatu ilmu tidak dapat menjelaskan suatu hal yang tidak bisa dikaji dalam salah satu bidang ilmu, maka akan ada ilmu lain yang bisa menjelaskannya. Namun bagaimana jika suatu ilmu atau semua ilmu dibumi ini tidak dapat menjelaskan permasalahan atau pertanyaan yang dihadapi manusia. isal kenapa harus ada manusia dan bagaimana kehidupan setelah mati ! Ilmu tentu tidak bisa menja"ab hal ini, untuk itulah diperlukan ilmu lain yang bukan datang dari manusia melaikan ilmu yang datangnya dari #uhan. Ilmu yang datang dari #uhan bersi$at abs%lute kebenarannya dan tidak perlu dipertanyaakan lagi. Ilmu dari #uhanlah yang dapat menja"ab permasalah yang tidak bisa di ja"ab %leh ilmu manusia. Batasan Ilmu Ilmu yang dikaji manusia bersi$at tentati&e dan dapat berubah seiring berkemabangnya ilmu pengetahuan. #idak seperti kebenaran #uhan yang abs%lute, ilmu manusia sangatlah terbatas. Dan manusia harus mengetahui batasan-batasan ilmu yang dikaji agar tidak terjadi tubrukan antar cabang ilmu. Apakah sebuah pengalaman itu menjadi batas suatu ilmu ! 'a"abanya adalah iya, pengalaman menjadi batas suatu ilmu, pengalaman dapat terjadi secara dedukti$ amaupaun indukti$. (engalaman dapat terjadi saat sese%rang memikirkan sesuatu dan dari pengalamanya ber$ikir itu, maka barulah di diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada pula pengalaman didapatkan dari kehidupan nyata, baru tersimpan dalam mem%ri %tak dan recall jika pengalaman itu dibutuhkan.

Batasan Dalam IPA I(A adalah salah satu cabang ilmu, shingga I(A juga mempunyai batasanbatasan. I(A tidak menjelaskan baik buruk, indah dan jelek, berm%ral atau tidak, I(A tidak membahas hal tersebut namun I(A hanya membahas dari sudut benar atau salah. I(A mengkaji $en%mena-$en%mena yang ada dikehidupan sehari-hari baik yang berbentuk benda maupun kejadian yang ada di sekitar manusia. I(A hanya bisa mengkaji suatu hal yang berhubungan dengan bukti empiris dan dapat dinalar. I(A tidak dapat menjelaskan sesuatu yang bentuknya masih astral misalkan hantu. I(A hanya membahas $en%mena dengan bukti empiris bukan suatu hal yang masih astral. Dengan demikian batasan I(A dapat disebutkan sebagai berikut ) *. I(A mengkaji $en%mena alam secara empiris +. I(A hanya memberikan ja"aban benar atau salah ,. I(A tidak membahas hal yang masih belum bisa dibuktikan.