Anda di halaman 1dari 14

ACARA VI PENGAMATAN MORFOLOGI TELUR PADA BEBERAPA SPESIES IKAN

34

Oleh : Kelompok 2 Shif ! A"#$" F#%i R& '!G(!2((2 Ti))* Re) i M& '!G(!2(+, Ek* Me"*-* i '!G(!2(., A$e Mell* A& '!'(!2(22 Emh* Ae$#l F& '!'(!2(+/ Di*$e Kh*i0#$$i)* '!'(!2(./ M& U1i$ T& '!K(!2(!.

2URUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS 2ENDERAL SOEDIRMAN PUR3OKERTO 2(!+

I& I&!& L* *0 Bel*k*$"

PENDA'ULUAN

Telur ikan adalah sel gamet betina yang mempunyai program perkembangan untuk menjadi individu baru, setelah program perkembangan tersebut diaktifkan oleh spermatozoa. Sifat khusus telur ikan antara lain adalah ukurannya besar, memiliki bungkus telur, memiliki mikrofil dan memiliki cadangan makanan. Sifat telur ikan secara umum adalah bersifat totipotensi yaitu memiliki kemampuan berkembang menjadi suatu individu. Sifat lainnya adalah sel telur yang tenggelam dan melayang. Serta memiliki polaritas yaitu ada dua kutub berlawanan yang berbeda (Costa, !!"#. Tidak semua telur ikan memiliki bentuk yang sama, namun ada juga telur yang mempunyai bentuk, warna dan ukuran yang berbeda atau hampir sama. Seperti pada spesies yang ada dalam satu genus atau yang berdekatan dengan faktor pembeda yang sangat kecil bergantung pada spesiesnya. $raktikum ini untuk mengamati bentuk, ukuran dan struktur morfologi dari telur pada spesies ikan (Costa, !!"#. %kan &ilem (Osteochillus hasselti# mempunya struktur telur yang tidak terlalu kecil, telur ikan nilem tidak mudah rusak dan mampu bertahan lebih lama dibandingkan ikan ikan yang lain. 'anyak para ahli mengamati morfologi telur dengan mengawetkan telur terlebih dahulu dengan formalin, larutan gilson atau dengan cara didinginkan dan selanjutnya telur akan diamati dengan mikroskop atau dengan menggunakan loup ((ffendi, )""*#. Secara struktural sel telur ikan sangat berbeda dari sel tubuh lainnya, tetapi sama dengan sel telur lainnya yaitu memiliki organel telur khusus sel telur yang disebut kortikel, granula, atau kortikel alveoli ((ffendi, )""*#. +da empat struktur yang khusus pada telur

ikan yang sangat mencolok yaitu , ukurannya besar, memiliki bungkus telur, memiliki cadangan makanan, memiliki mikrofil (&ugraha, !) #. I&2& T#%#*$ Tujuan dari praktikum ini adalah mengamati bentuk, ukuran, warna dan struktur telur ikan nilem.

II&

TIN2AUAN PUSTAKA

Telur ikan adalah sel gamet betina yang mempunyai program perkembangan untuk mejadi individu baru, stelah program perkembangan tersebut diaktifkan oleh spermatozoa. -arva adalah stadium tertentu dari perkembangan individu yang memiliki pola perkembangan tidak langsung. $erkembangan tidak langsung adalah pola perkembangan hewan yang dalam tahapan atau stadium hidupnya memiliki tahapan bentuk larva yang memiliki perkembangan postnatal yang melibatkan satu atau lebih tahapan bentuk larva. -arva secara umum memiliki dua bentuk, yaitu radial simetri dan bilateral simetri. -arva berasal dari sel telur yang dibuahi atau biasanya disebut zigot. Sel tunggal zigot selanjutnya akan berkembang melalui cara cleavage, yaitu pembelahan mitosis biasa dari sel dalam stadium awal perkembangan (Costas. !!"#. Sel telur ikan memiliki inti dan sitoplasma sel beserta organel.organel sel, seperti hewan pada umumnya. Sel telur ikan juga memiliki organel khusus telur yang disebut kortikel granula atau kortikel alveoli. Struktur telur ikan yang sangat menonjol yaitu , ukurannya besar, memiliki bungkus telur, memiliki cadangan makanan dan memiliki mikrofil. $erkembangan telur ikan sangat dipengaruhi oleh kandungan oksigen yang optimal, kandungan karbondioksida dan racun minimal, serta harus bebas dari musuh. musuh telur yaitu bakteri, jamur dan zooplankton. Telur biasanya ditemukan mati pada saat tahapan morula atau embrio. Sebab.sebab kematian telur pada umumnya adalah kekurangan oksigen, temperatur yang tidak cocok dan serangan bakteri ((ffendi, !! #. %kan nilem atau dalam bahasa ilmiah disebut /steocilus hasselti, ikan yang hidup atau bergerak pada daerah sungai.sungai berarus deras. Telur yang baik adalah telur yang berwarna transparan. Telur dari hewan yang bertulang belakang, secara umum dapat dibedakan berdasarkan kandungan kuning telur dalam sitoplasmanya (effendi, !! #, yaitu,

).

Telur 0omolecithal (isolecithal#

1olongan telur ini hanya terdapat pada mamalia. 2umlah kuning telurnya hanya sedikit terutama dalam bentuk butir.butir lemak dan kuning telur yang terbesar di dalam sitoplasma. . Telur Telolecithal

1olongan telur ini terdapat sejumlah kuninng telur yang berkumpul pada saat satu kutubnya. %kan tergolong hewan yang mempunyai jenis telur tersebut. Telur ikan dapat dikelompokan berdasarkan sifat.sifat yang lain, yaitu , Sistem pengelompokan berdasarkan jumlah kuning telurnya, )# /ligolecithal , Telur dengan kuning telur sangat sedikit jumlahnya, contoh ikan +mphio3us # Telolecithal , Telur dengan ukuran kuning telur lebih banyak dari oligolecithal. 4munya jenis telur ini banyak dijumpai di daerah empat musim, contoh ikan Sturgeon 5# 6akrolecithal , Telur dengan kuning telur relatif banyak dan keping sitoplasma di bagian kutub animanya. Telur semacam ini banyak terdapat pada kebanyakan ikan. Sistem yang berdasarkan jumlah kuning telur namun dikelaskan lebih lanjut berdasarkan berat jenisnya , )# &on 'ouyant , telur yang tenggelam ke dasar saat dikeluarkan dari induknya. Contoh telur ikan trout dan ikan salmon. # Semi 'ouyant , telur tenggelam ke dasar perlahan.perlahan, mudah tersangkut dan umumnya telur berukuran kecil, contoh telur ikan coregonus. 5# Terapung , telur dilengkapi dengan butir minyak yang besar sehingga dapat terapung. 4mumnya terdapat pada ikan.ikan yang hidup di laut.

Telur ikan teleost air tawar bersifat adesif yaitu melekat dalam substrat. 0al ini disebabkan adanya lapisan pelekat yang mengandung glukoprotein pada telur yang telah matang. -apisan ini tidak terdapat pada telur yang belum matang. +pabila telah berada dalam air, telur akan segera mulai mengembang (swelling#. +ir masuk diantara cangkang dan inti, sehingga ruang perivitelin akan mengembang, dan mikrofil akan menutup dalam waktu satu menit sehingga tidak ada sperma yang dapat masuk lagi. $erkembangan telur terjadi dalam waktu satu sampai dua jam, selanjutnya telur akan mengeras dalam air (+rdias, !!7#. 2ika telur dikeluarkan ke dalam air, maka fertilitasnya mulai berkurang, bahkan dalam waktu yang sangat singkat dan akhimya hilang sama sekali. -aju penurunan fertilitas telur sangat berbeda pada ikan yang berbeda, tergantung pada media dan kondisi dimana telur tersebut dikeluarkan. 8aya tahan telur ikan akan hilang disebabkan karena media telur berbeda dengan cairan indung telur setelah ovulasi (+rdias, !!7#. fase.fase pembangunan antara penetasan ikan dan seksual kedewasaan.

(mbrio+wal perkembangan dimulai saat pembuahan (fertilisasi# sebuah sel telur oleh sel sperma yang membentuk zygot (zygot#. 1ametogenesis merupakan fase akhir perkembangan individu dan persiapan untuk generasi berikutnya. $roses perkembangan yang berlangsung dari gametogenesis sampai dengan membentuk zygot disebut progenesis. $roses selanjutnya disebut embriogenesis (blastogene# yang mencakup pembelahan sel zygot (cleavage#, blastulasi, gastrulasi, dan neurulasi. $roses selanjutnya adalah organogenesis , yaitu pembentukan alat.alat (organ# tubuh. (mbriologi mencakup proses perkembangan setelah fertilisasi sampai dengan organogenesis sebelum menetas atau lahir ('olle, !!"#.

Cleavage yaitu tahapan proses pembelahan sel. $roses ini berjalan teratur dan berakhir hingga mencapai balastulasi. 'isa juga dikatakan proses pembelahan sel yang terus menerus hingga terbentuk bulatan, seperti bola yang di dalamnya berisi rongga. 1astrulasi merupakan proses kelanjutan blastulasi. 0asil proses ini adalah terbentuknya tiga lapisan, yaitu ektoderrm, modeterm dan entoderm. /rganogenesis adalah tahapan dimana terjadi pembentukan organ.organ tubuh dari tiga lapisan diatas, yaitu ektoderm, metoderm dan entoderm. Setiap lapisan membentuk organ yang berbeda. (ktoterm membentuk lapisan epidermis pada gigi, mata dan saraf pendengaran. 6esoderm membentuk sistem respirasi, pericranial, peritonial, hati dan tulang. Sedangkan entoterm membentuk sel kelamin dan kelenjar endokrin (%sau, !))#.

III& III&!& M* e0i

MATERI DAN METODE

%%%.).). +lat +lat yang digunakan dalam praktikum ini adalah , mikroskop, jarum $entul, cover glass. %%%.). . 'ahan 'ahan yang digunakan yaitu telur ikan &ilem (Osteochillus hasselti#. III&2& Me o1e -angkah pertama dalam meneliti morfologi telur, metode kerja yang pertama sampel telur diambil sebanyak kurang lebih )! butir telur. 'entuk, kondisi kulit telur, dan warna telur diamati dengan menggunakan mikroskop atau loupe. 8iameter telur sebanyak )! butir diukur dengan menggunakan jangka mikoskop berskala. 8engan bantuan loupe atau mikroskop telur digambar, jika memungkinkan dilengkapi dengan bentuk mikrofil, kemudian dicatat secermat mungkin. III&+& 3*k # 1*$ Temp* $raktikum dilaksanakan hari Sabtu tanggal !9 /ktober !)5. pada pukul !*.5! . selesai di -aboratorium 2urusan $erikanan dan :elautan, 4niversitas 2endral Soedirman, $urwokerto.

IV& IV&!& '*)il

'ASIL DAN PEMBA'ASAN

T*4el /&! 8ata $engamatan 6orfologi Telur %kan &ilem (Osteochillus hasselti#

1onad ) 5 < 9 = * 7 " )!

;arna cokelat cokelat hitam :uning kecoklatan :uning kecoklatan :uning kecoklatan :uning kecoklatan :uning kecoklatan :uning kecoklatan cokelat

'entuk 'ulat 'ulat -onjong tidak beraturan 'ulat 'ulat tidak beraturan 'ulat tidak beraturan 'ulat

T*4el /&2 1ambar telur %kan &ilem (Osteochillus hasselti#


1onad ) 1ambar

<

"

)!

IV&2& Pem4*h*)*$ 0asil yang didapat setelah melakukan praktikum morfologi telur ini dengan menggunakan telur ikan cucut (0emigaleus balfouri#, hasil yang didapat adalah telur ikan

itu berwarna kuning kemerahan. 4kuran telur yang diamatipun berbeda, mulai dari ukuran kecil dengan berat !,9gr, ukuran sedang dengan berat 5,9gr, ukuran besar dengan berat 9gr. (ffendi ( !! #, menyatakan bahwa macam.macam telur dibagi berdasarkan kualitas kulit luarnya yaitu , ). &on +dhesive , telur sedikit adhesive pada waktu pengerasan cangkangnya, namun kemudian setelah itu telur sama sekali tidak menempel pada apapun juga, contoh telur ikan salmon. . +dhesive , setelah proses pengerasan cangkang, telur bersifat lengket sehingga akan mudah menempel pada daun, akar dan sebagainya, contoh telur ikan mas (Cyprinus carpio#. 5. 'ertangkai , telur ini merupakan keragaman dari telur adhesive, terdapat suatu bentuk tangkai kecil untuk menempelkan telur pada substrat. <. Telur 'erenang , terdapat filamen yang panjang untuk menempel pada substrat atau filament tersebut untuk membantu telur terapung sehingga sampai ke tempat yang dapat ditempelinya, contoh telur ikan hiu (Scylliohinus sp.# 9. 1umpalan -endir , telur.telur diletakan pada rangkaian lendir atau gumpalan lendir, contoh telur ikan lele. 'erdasarkan hasil praktikum, diketahui telur jenis ikan sampel tersebut termasuk polytelolechital karena mengandung sejumlah kuning telur yang lebih banyak. 8iameter telur yang dibuahi dan tidak dibuahi akan mengalami statu proses perkembangan dari sel ke sel. $erbedaan warna telur pada setiap spesies jenis ikan menunjukkan bahwa setiap telur ikan mempunyai ciri khas bentuk dan warna yang berbeda dengan telur ikan yang lain (>owe, !!7#.

Satu ? satunya lobang masuk spermatozoa pada sel telur yaitu mikrofil. 0anya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi satu sel telur (monospermi#. 6eskipun berjuta . juta spermatozoa dikeluarkan pada saat pemijahan dan menempel pada sel telur tetapi hanya satu yang dapat melewati mikrofil. 'erbeda dengan telur ikan mas (Cyprinus carpio) yang memili sifat telur adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter ),9.),7 mm, dan berbobot !,)*.!, ! mg. 4kuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. (mbrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa ( @amzam, !) #. Semua telur ikan tidak mempunyai bentuk yang sama, namun ada telur yang mempunyai bentuk dan ukuran yang hampir sama seperti pada spesies yang dalam satu genus atau yang berdekatan dengan pembeda yang kecil bergantung spesiesnya ((ffendi, !! #. Secara struktur, sel telur antara ikan berbeda dari sel tubuh lainnya. Setiap telur ikan yang mempunyai ciri yang sama dengan lainnya yaitu memiliki organel khusus sel telu yang disebut kortikel granula atau artikel alveoli ('ayha, !!7#.

V& V&!& Ke)imp#l*$

KESIMPULAN DAN SARAN

'erdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, ). 6acam.macam telur dibagi berdasarkan kualitas kulit luarnya yaitu non adhesif, adhesif, bertangkai, telur berenang dan gumpalan lendir . Tidak semua telur ikan mempunyai bentuk yang sama, namun ada telur yang mempunyai bentuk dan ukuran yang hampir sama seperti pada spesies yang dalam satu genus atau yang berdekatan dengan pembeda yang kecil bergantung spesiesnya.

5.

8ari )! sampel, = sampe memiliki bentuk bulat, 5 sampel memiliki bentuk tidak beraturan, dan ) sampel memiliki bentuk lonjong.

<.

8ari )! sampel, = sampel memiliki warna kuning kecoklatan, 5 sampel memiliki warna cokelat, dan ) sampel memiliki warna hitam.

9.

8iameter telur lebih kecil biasanya mempunyai fekunditas yang lebih banyak, sedangkan yang memiliki diameter telur yang besar cenderung memiliki fekunditas yang rendah.

=.

Semakin besar ukuran diameter telur akan semakin baik, karena dalam telur tersebut tersedia makanan cadangan sehingga larva ikan akan dapat bertahan lebih lama.

V&2& S*0*$ $engambilan sampel telur pada ikan untuk pengamatan sebaiknya dilakukan dengan hati.hati agar tidak merusak dan merubah bentuk telur, karena ketidak hatian dalam pengambilan sampel menjadi salah satu penyebab kesalahan bentuk morfologi telur.

DAFTAR PUSTAKA
+rdias, nurdianti. !!7. $eranan &aCl Terhadap derajat pembuahan, $enetasan telur dan kelangsungan hidup larva ikan :oi (Cyprinus carpio#.S:>%$S%. %&ST%T4T $(>T+&%+& '/1/> 'ayha :eith 6. !!7.6ultiple3 assay to identify eggs of three fish species from the northern 1ulf of 6e3ico, using locked nucleic acid TaAman real.time $C> probes.+B4+T%C '%/-/1C.Dol. <, =9?*5 'olle, -oes 2. !!". Dariability in transport of fish eggs and larvae. %%%. (ffects of hydrodynamics and larval behaviour on recruitment in plaice. MARINE ECOLOGY PROGRESS SERIES. Dol. 5"!, )"9? )).

C/ST+ w 2. (. 6. E F+'%+&/ -(+-, !!".(gg surface morphology in the &eotropical seasonal killifi sh genus -eptolebias (Teleostei, +plocheiloidei, >ivulidae#.avertebrate zoologi.vol 9". 9. ". (ffendie, 6.%. !! . Biologi Peri anan. Cayasan $ustaka &usutama, Cogyakarta %saG, @iara +. !)). Structural analysis of oocytes, post.fertilization events and embryonic development of the 'razilian endangered teleost 'rycon insignis (Characiformes#. Ca!"ri#ge $ni%ersity& Dol ),79?"<. &ugraha 8imas, 6ustofa &iti Supardjo dan Subiyanto. !) .$engaruh $erbedaan Suhu Terhadap $erkembangan embrio, 8aya tetas telur dan kecepatan penyerapan kuning Telur ikan 'lack gosht (+pteronotus albifrons# $+8+ skala laboratorium.jurnal perikanan. Dol 5. 55.99 >owe,Sherrylynn. !!7.6orphological and behavioural correlates of reproductive success in +tlantic cod 1adus morhua.6+>%&( (C/-/1C $>/1>(SS S(>%(S.Dol. 59<, 9*? =9 @amzam, 6.S. !) . Bu#i#aya I an #an Pe!an'aatan I an& 1ramedia. 2akarta.