Anda di halaman 1dari 29

MODUL PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mempelajari materi ini, peserta pelatihan akan memahami prinsipprinsip dan proses penjurnalan untuk entitas akuntansi dan entitas pelaporan Pemerintah Daerah

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari materi ini, peserta pelatihan akan dapat: 1. 2. Memahami Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Memahami dan dapat menjelaskan prosedur untuk melakukan entry jurnal atas transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.

WAKTU PEMBELAJARAN angka !aktu yang diperlukan untuk memberikan materi ini adalah 2"# menit.

METODE PEMBELAJARAN 1. Paparan 2. Diskusi $. %atihan &ersama 'Diskusi (elompok dan (elas)

ALAT BANTU PEMBELAJARAN 1. %*D+,-erhead Proje.tor 2. /hite &oard dan Spidol $. %atihan (asus

REFERENSI 1. 0ndang-0ndang 1omor 12 3ahun 2##$ tentang (euangan 1egara '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##$ 1omor "2, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "267)8 2. 0ndang-0ndang 1omor 1 3ahun 2##" tentang Perbendaharaan 1egara '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##" 1omor 9, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "$99)8 $. 0ndang-0ndang 1omor 1# 3ahun 2##" tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##" 1omor 9$, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "$6:)8 ". 0ndang-0ndang 1omor 19 3ahun 2##" tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan 3anggung a!ab (euangan 1egara '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##" 1omor 77, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor ""##)8 9. 0ndang-0ndang 1omor 29 3ahun 2##" tentang Sistem

Peren.anaan Pembangunan 1asional '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##" 1omor 1#", 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor ""21)8 7. 0ndang-0ndang 1omor $2 3ahun 2##" tentang Pemerintahan Daerah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##" 1omor 129, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor ""$2) sebagaimana telah diubah dengan 0ndang-0ndang 1omor

3ahun

2##2

tentang

Penetapan 1omor $

Peraturan 3ahun

Pemerintah 3entang

Pengganti

0ndang-0ndang Daerah

2##2

Perubahan 0ndang-0ndang 1omor $2 3ahun 2##" tentang Pemerintahan menjadi 0ndang-0ndang '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 1#6, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia nomor "9"6)8 2. 0ndang-0ndang 1omor $$ 3ahun 2##" tentang Perimbangan (euangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##" 1omor 127, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor ""$6)8 6. Peraturan Pemerintah 1omor 2" 3ahun 2##2 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor ":, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "9#$)8 :. Peraturan Pemerintah 1omor $2 3ahun 2##2 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah 1omor 2" 3ahun 2##" tentang (edudukan Protokoler dan (euangan Pimpinan dan Anggota De!an Per!akilan 4akyat Daerah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor :", 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "9"#)8 1#. Peraturan Pemerintah 1omor 9" 3ahun 2##2 tentang Pinjaman Daerah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 1$7, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "92")8 11. Peraturan Pemerintah 1omor 99 3ahun 2##2 tentang Dana Perimbangan '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 1$2, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "929)8 12. Peraturan Pemerintah 1omor 97 3ahun 2##2 tentang Sistem 5n;ormasi (euangan Daerah '%embaran 1egara 4epublik

5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 1$6, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "927)8 1$. Peraturan Pemerintah 1omor 92 3ahun 2##2 tentang <ibah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 1$:, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "922)8 1". Peraturan Pemerintah 1omor 96 3ahun 2##2 tentang Pengelolaan (euangan Daerah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 1"#, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "926)8 19. Peraturan Pemerintah 1omor 79 3ahun 2##2 tentang Pedoman Penyusunan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##2 1omor 19#, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "969)8 17. Peraturan Pemerintah 1omor 6 3ahun 2##7 tentang Pelaporan (euangan dan (inerja 5nstansi Pemerintah '%embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 3ahun 2##7 1omor 29, 3ambahan %embaran 1egara 4epublik 5ndonesia 1omor "71")8 12. Peraturan Menteri Dalam 1egeri 1omor 1$ 3ahun 2##7 tentang Pedoman Pengelolaan (euangan Daerah8

DASAR-DASAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PADA PEMERINTAH DAERAH


1. KARATERISTIK AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH
Perbedaan Akuntansi perusahaan bisnis berbeda dengan akuntansi organisasi pemerintahan

Akuntansi perusahaan bisnis berbeda dengan akuntansi organisasi pemerintahan dalam hal sebagai berikut:

PERUSAHAAN BISNIS 3ujuan: ,perasi Perusahaan &isnis bertujuan untuk memperoleh laba atau meningkatkan kesejahteraan pemegang saham yang sebesarbesarnya. 3ujuan pelaporan keuangan: Menyediakan in;ormasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangna suatu perusahaan yang berman;aat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

PEMERINTAHAN ,perasi ,rganisasi Pemerintahan bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menyajikan in;ormasi keuangan yang berguna bagi pemakai laporan untuk menilai akuntabilitas.

(arateristik (ualitati; 5n;ormasi yang mempunyai nilai man;aat %ebih mengutamakan rele-ansi %ebih mengutamakan keandalan 'reliability).

"

Pemakai 0tama %aporan (euangan 5n-estor (arya!an

Masyarakat para !akil rakyat dan lembaga penga!as dan lembaga pemeriksa pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, in-estasi dan pinjaman8 dan pemerintah

Pemberi Pinjaman Pemasok dan kreditor usahan yang lain

Pelanggan Pemerintah Masyarakat enis %aporan (euangan 1era.a %aporan %aba 4ugi %aporan Arus (as %aporan Perubahan Modal

%aporan 0tama: 1era.a %aporan 4ealisasi Anggaran %aporan Arus (as *atatan atas %aporan (euangan %aporan 3ambahan: %aporan (inerja (euangan %aporan Perubahan =kuitas

2.

SIKLUS AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Akuntansi dapat dide;inisikan sebagai:


Definisi Akuntansi

Definisi Akuntansi dalam arti sempit sebagai proses, fungsi, atau praktik

seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik. Dalam arti sempit sebagai proses, ;ungsi, atau praktik, akuntansi dapat diartikan sebagai: proses pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan, pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan, dan penyajian data keuangan dasar (bahan olah akuntansi) yang terjadi dari kejadiankejadian, transaksi-transaksi atau kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang rele an bagi pihak yang berkepentingan.

Empat tahap dalam siklus akuntansi pemerintahan

&erdasarkan de;inisi tersebut, setidaknya ada empat tahapan dalam siklus akuntansi pemerintahan, yaitu: 1. pen.atatan, 2. penggolongan, $. peringkasan ". penginterpretasian laporan 'hasil pen.atatan,

penggolongan dan peringkasan transaksi). (eempat tahapan dalam siklus akuntansi tersebut tidak berbeda dengan pada siklus akuntansi mengenai pada proses perusahaan bisnis. Pembahasan dalam modul ini dititikberatkan materi pen.atatan, penggolongan dan peringkasan transaksi

Transaksi Keuangan 1 . 2 . $ Penerimaan (as Pengeluaran (as Selain (as

Doku

en!Buk"i

Surat (eputusan Pajak Daerah, Surat (eputusan 4etribusi Daerah, Surat 3anda Setoran, (uitansi Penerimaan (as, dll. (uitansi Pengeluaran (as, >aktur+1ota Pembelian, dll. &ukti Memorial

2.4. Catatan Akuntansi


*atatan Akuntansi, sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, terdiri dari: 1. &uku urnal yaitu merupakan .atatan akuntansi

yang dilaksanakan oleh >ungsi Akuntansi sebagai


!atatan Akuntansi terdiri dari "uku #urnal, "uku "esar, dan "uku Pembantu

media untuk '1) men.atat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah, dan '2) menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekening-rekening 'akun). 3ransaksi keuangan yang telah di.atat dan

digolongkan ke dalam &uku

urnal, selanjutnya

se.ara periodik diposting ke dalam &uku &esar. 2. &uku &esar yaitu merupakan .atatan akuntansi yang dilaksanakan oleh >ungsi Akuntansi sebagai media untuk '1) meringkas .atatan transaksi keuangan yang telah digolongkan ke rekeningrekening 'akun), '2) memberikan in;ormasi saldo rekening-rekening dimaksud se.ara akumulati;. *atatan akuntansi berupa kumpulan rekeningrekening dalam &uku &esar selanjutnya se.ara periodik disusun ke dalam %aporan (euangan. $. &uku Pembantu merupakan .atatan akuntansi yang dilaksanakan oleh >ungsi Akuntansi sebagai media yang '1) melengkapi 'merin.i atau menjabarkan) in;ormasi rekening tertentu dalam &uku &esar, dan '2) menjadi alat uji silang terhadap rekening tertentu dimaksud dalam &uku &esar.

3.

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Proses pen.atatan, penggolongan dan peringkasan


Proses pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dalam akuntansi menggunakan sistem berpasangan (double entry)

transaksi

dalam

akuntansi

menggunakan artinya dalam

sistem

berpasangan atau

'double

entry), ke

pen.atatan dua jenis

'penjurnalan) suatu transaksi keuangan digolongkan+ melibatkan minimal rekening. Sistem pen.atatan berpasangan berdasarkan pada logika persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:

3.1. Pe!sa"aan Akuntansi untuk Ne!a#a


Persamaan struktur 1era.a Daerah menunjukkan hubungan antara Ase" 'A) di satu sisi dengan (e!ajiban '() dan =kuitas Dana '=) pada sisi yang lain, yang dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut: ASET $ KEWAJIBAN atau A $ K # E Ase"% dalam bahasa sederhana dalam diartikan, sebagai sumber daya ekonomis yang dimiliki dan atau dikuasai dan dapat diukur dengan satuan uang. Dalam persamaan dasar akuntansi tersebut, Aset merupakan &u'u( keka)aan yang mempunyai nilai uang yang sama dengan su *er 'darimana !ujud kekayaan tersebut Artinya, dari bertambahnya 'penambahan) Aset dapat diperoleh), yaitu Ke&a'i*an ditambah Ekui"as Dana. diperoleh (e!ajiban # EKUITAS DANA

Aset merupakan $ujud kekayaan yang mempunyai nilai uang yang sama dengan sumber, yaitu Kewaji an ditambah Ekuitas Dana. Artinya, bertambahnya Aset dapat diperoleh dari (penambahan) %e$ajiban dan&atau (penambahan) Ekuitas Dana.

Persa aan +.+,A +se/ain A Kas+Kas$K ## BE # A # B # PK $ P # PT PK $ P # PT

3.4. Pene!a$an

Pe!sa"aan

Akuntansi St!uktu! LRA


&erikut ini adalah beberapa .ontoh pen.atatan

akuntansi terhadap transaksi keuangan Daerah yang pada dasarnya merupakan pen.atatan realisasi AP&D berbasis kas. 3.4.1. T!ansaksi

Pene!i"aan Kas 0on"o1 , Misal transaksi penerimaan kas yang berasal dari Pajak (endaraan &ermotor. *atatan akuntansi se.ara berpasangan terhadap

transaksi tersebut, menggunakan Persamaan Dasar Akuntansi sebagai berikut:


PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A +KasKas

PK

P
Pa'ak Ken(araan Ber o"or

PT

Dalam transaksi tersebut, bertambahnya (as berasal dari 'bertambahnya) Pendapatan Daerah berupa Pajak (endaraan &ermotor. Dalam hal ini, rekening yang terlibat adalah AS=3 '(as) dan P=1DAPA3A1 'Pajak (endaraan &ermotor). 4ekening ,byek Pendapatan Pendapatan. Daerah Dalam dalam .atatan akuntansi,

akuntansi dapat digolongkan sampai pada tingkat proses transaksi tersebut di.atat dan digolongkan dalam &uku urnal Penerimaan (as serta diringkas dalam &uku &esar pada rekening (as dan rekening ,byek Pendapatan. ika ada rekening 4in.ian ,byek Pendapatan akan di.atat dalam &uku Pembantu. 0on"o1 .3 ika terjadi transaksi penerimaan kas yang berasal dari Dana Alokasi 0mum, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas

PK

P
Dana A/okasi U u #

PT

3ransaksi dalam .ontoh 2, seperti halnya .ontoh 1: penerimaan kas yang berasal dari Dana Alokasi 0mum di.atat se.ara berpasangan ke dalam 2 golongan rekening, yaitu: Pen(a4a"an Daera1 dan Kas. Dalam transaksi tersebut, bertambahnya Pendapatan berupa Dana Alokasi 0mum disertai dengan bertambahnya (as. Demikian pula jika terjadi transaksi yang sejenis dengan penerimaan kas yang berasal dari Pendapatan Daerah, pen.atatan dan penggolongan transaksinya relati; sama dengan .ontoh transaksi 1 dan 2.

3.4.2.

T!ansaksi Pen%e&ua!an Kas

Pen.atatan pada golongan rekening kas akan berbeda jika terjadi transaksi pengeluaran kas, sebagaimana .ontoh $ berikut ini. 0on"o1 53 ika terjadi transaksi pengeluaran kas untuk &elanja Alat 3ulis, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas -

B
Be/an'a ATK #

PK

PT

3ransaksi dalam .ontoh $: pengeluaran kas untuk &elanja Alat 3ulis, seperti .ontoh sebelumnya, di.atat se.ara berpasangan ke dalam 2 golongan rekening, yaitu: &elanja Daerah dan (as. Dalam transaksi tersebut, *er"a *a1n)a &elanja berupa &elanja Alat 3ulis diikuti dengan *erkurangn)a (as. &erbeda dengan transaksi penerimaan kas '.ontoh 1, 2), yang menyebabkan pengeluaran bertambahnya kas '.ontoh rekening $) (as, transaksi tersebut

mengakibatkan rekening (as berkurang '-). (lasi;ikasi rekening &elanja dalam .atatan akuntansi dapat digolongkan sampai pada tingkat ,byek &elanja. Dalam proses akuntansi, transaksi tersebut di.atat dan digolongkan dalam &uku urnal Pengeluaran (as serta diringkas dalam &uku &esar pada rekening (as dan rekening ,byek &elanja. ika ada rekening 4in.ian ,byek &elanja akan di.atat dalam &uku Pembantu. 0on"o1 63 ika terjadi transaksi pengeluaran kas untuk &elanja Pemeliharaan &angunan ?edung (antor, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas

B
Be/an'a Pe e/i1araa n 2e(ung #

PK

PT

3ransaksi dalam .ontoh ", seperti halnya .ontoh $: pengeluaran kas untuk &elanja Pemeliharaan &angunan ?edung (antor di.atat se.ara berpasangan ke dalam 2 golongan rekening, yaitu: &elanja Daerah dan (as. Dalam transaksi tersebut, bertambahnya &elanja berupa &elanja Pemeliharaan &angunan ?edung (antor diikuti dengan berkurangnya (as.

3.'. Pene!a$an Pe!sa"aan Akuntansi St!uktu! Ne!a#a


3.'.1. Mekanisme sampai %4A saja. Dalam suatu tahun anggaran, kemungkinan terjadi transaksi yang tidak berkaitan dengan penerimaan dan pengleuaran kas, misalnya penerimaan bantuan berupa barang. 0on"o1 73 ika terjadi transaksi (omputer, penerimaan maka bantuan berupa seperangkat .atatan akuntansinya pen.atatan .ontoh dan " T!ansaksi Se&ain Kas penggolongan berlaku untuk transaksi transaksi

dalam akuntansi sebagaimana diberikan dalam .ontoh 1 dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang mempengaruhi

adalah sebagai berikut:

P=4SAMAA1 DASA4 A(013A1S5 (=0A1?A1 DA=4A< A 'selain (as)


Ko 4u"er

E
EDI

3ransaksi dalam .ontoh 9 merupakan transaksi yang tidak berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas, oleh karena itu golongan rekening yang di.atat bukan rekening (as, melainkan di.atat ke dalam golongan rekening =kuitas Dana di5n-estasikan '=D5) dan pasangannya adalah rekening (omputer yang termasuk dalam golongan rekening Aset. &erbeda dengan transaksi sebelumnya yang

melibatkan golongan rekening %aporan 4ealisasi Anggaran '%4A), transaksi selain kas tidak terkait dengan rekening %4A. <al tersebut disebabkan karena pelaksanaan Anggaran menggunakan basis kas. Disamping itu, penerimaan bantuan+ donasi umumnya tidak dianggarkan se.ara spesi;ik dalam AP&D, sehingga pen.atatannya tidak berkaitan dengan golongan rekening AP&D. Dalam laporan keuangan, transaksi dalam .ontoh 9 disajikan dalam 1era.a Daerah, yaitu menambah Aset dan =kuitas Dana di5n-estasikan '=D5).

3.(. C)nt)* Pene!a$an Pe!sa"aan Akuntansi St!uktu! LRA +an Ne!a#a


Ada beberapa dan ma.am pengeluaran transaksi-transaksi kas yang akan

penerimaan

mempengaruhi baik rekening-rekening di %aporan 4ealisasi Anggaran maupun rekening-rekening di 1era.a.


Persamaan '2) '1) PTE

3ransaksi-transaksi
A 'selain (as) B #

yang
PK $ $ P

memiliki
K# #

A '(as) #

Persamaan

'2)

yang

mengikuti

persamaan

pertama

tersebut biasa disebut dengan jurnal korolari. 0on"o1 83 ika terjadi transaksi pengeluaran kas untuk membeli 3anah, berikut: maka .atatan akuntansinya adalah sebagai

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A '(as)
Kas

B
Be/an'a Mo(a/ Tana1 #

PK

PT

KOROLARI P=4SAMAA1 DASA4 A(013A1S5 (=0A1?A1 DA=4A< A 'selain (as)


Tana1

E
EDI

3.(.2.

T!ansaksi kas ,an% se a%ai $e" ia,aan-

$ene!i"aan $e!&akukan $ene!i"aan

3ransaksi

ini akan mempengaruhi

%aporan

4ealisasi

Anggaran karena kas tunai sudah diterima pada (as 0mum Daerah sesuai dengan prinsip basis kas. Pada sisi lain, penerimaan kas yang diakui sebagai penerimaan pembiayaan tersebut merupakan penerimaan kas pada periode saat ini, yang harus dibayarkan dalam bentuk kas pada periode-periode yang akan datang8 sesuai dengan de;inisi penerimaan pembiayaan. Dengan karakteristik penerimaan pembiayaan sebagaimana disebut di a!al, maka pada dasarnya pemerintah mempunyai ke!ajiban atau utang untuk membayar di masa datang sehubungan dengan penerimaan kas saat ini 'yang diakui sebagai penerimaan penerimaan (e!ajiban. pembiayaan kas yang tersebut). diakui ,leh karena, itu sebagai penerimaan

pembiayaan harus di.atat juga sebagai penambahan

Persamaan '1) +#Persamaan '2) E

A '(as) # B # PK P # PT Kas +#$ Peneri A 'selain (as) $

$ aan Pe $ '@) *ia)aan K # =D5 '-)

(e!ajiban

0on"o1 93 3ransaksi penerimaan kas, disamping berasal dari Pendapatan Daerah, dapat juga berasal dari Pembiayaan berupa Penerimaan Daerah, sebagaimana *ontoh $ dan " berikut ini.

ika terjadi transaksi penerimaan kas yang berasal dari Pinjaman Daerah, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas

PK

PT
Pe *ia)aanPeneri aan Pin'a an #

3ransaksi dalam .ontoh 2,

seperti .ontoh 1 dan 2 di.atat

dalam golongan rekening (as. Perbedaannya terletak pada golongan rekening pasangannya, bukan Pendapatan Daerah, melainkan golongan rekening Pembiayaan berupa penerimaan pinjaman.

KOROLARI P=4SAMAA1 DASA4 A(013A1S5 (=0A1?A1 DA=4A< A 'selain (as) $ K U"ang # # E EDI -

0on"o1 :3 ika terjadi transaksi penerimaan kas berupa 3rans;er Dari Dana *adangan, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas

PK

PT
Trans;er Dari Dana 0a(angan #

3ransaksi dalam .ontoh 6:

penerimaan kas berupa 3rans;er

Dari Dana *adangan di.atat se.ara berpasangan ke dalam 2 golongan rekening, yaitu: (as dan Penerimaan Pembiayaan. Penerimaan dari Dana *adangan merupakan salah satu jenis Pembiayaan berupa Penerimaan Daerah, sehingga dalam transaksi (as. &erdasarkan *ontoh 1, 2, 2 dan 6, akuntansi men.atat se.ara berpasangan ke dalam minimal 2 golongan rekening, yaitu: rekening 4ealisasi Anggaran dan rekening (as. ?olongan rekening AP&D yang berkaitan dengan penerimaan kas adalah Pendapatan Daerah 'P) dan Penerimaan Pembiayaa 'P3). tersebut, bertambahnya Pembiayaan berupa Penerimaan dari Dana *adangan diikuti dengan bertambahnya

KOROLARI P=4SAMAA1 DASA4 A(013A1S5 (=0A1?A1 DA=4A< A 'selain (as)


Dana 0a(angan

E ED0

3.(.3.

T!ansaksi

$en%e&ua!an

kas ,an% +i e ankan ke $en%e&ua!an $e" ia,aan3ransaksi ini akan mempengaruhi %aporan 4ealisasi Anggaran karena kas tunai sudah dikeluarkan dari (as 0mum Daerah sesuai dengan prinsip basis kas. Pada sisi lain, pengeluaran kas untuk yang diakui sebagai pengeluaran pembiayaan tersebut merupakan pengeluaran kas pada periode saat ini, yang harus diterima kembali dalam bentuk kas pada periode-periode yang akan datang8 sesuai dengan de;inisi pengeluaran pembiayaan. Dengan karakteristik pengeluaran pembiayaan tersebut, maka pada dasarnya pemerintah mempunyai piutang yang diterima kembali di masa datang atas pengeluaran kas saat ini 'yang diakui karena, 4ena sebagai itu pengeluaran 4e *ia)aan pembiayaan kas )ang harus di.atat tersebut). (iakui juga ,leh 4enge/uaran se*agai sebagai

4enge/uaran

*a1an Piu"ang +a"au se'enisn)a- (i Ase".

Persamaan '1) A '(as) PK $ P # Kas +-+#Persamaan '2) E $

# PT Penge/uaran Pe

# *ia)aan

A 'selain (as)

# EDI

Ke&a'i*an +#-

0on"o1 <3 ika terjadi transaksi pengeluaran kas untuk membayar (e!ajiban pokok, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas

PK
Pe *a)aran Ke&a'i*an Pokok #

PT

3ransaksi dalam .ontoh :, seperti .ontoh $, dan " di.atat ke dalam terletak golongan pada rekening (as. Perbedaannya golongan rekening

pasangannya, bukan &elanja Daerah, melainkan golongan rekening Pengeluaran Pembiayaan yang berupa Pembayaran (e!ajiban+ Pinjaman Pokok merupakan Pembiayaan Pengeluaran salah berupa satu jenis dari (elompok Pengeluaran 'P() Pembiayaan, dengan

sehingga dalam transaksi tersebut, bertambahnya Pembiayaan diikuti bertambahnya (as.

KOROLARI P=4SAMAA1 DASA4 A(013A1S5 (=0A1?A1 DA=4A< A 'selain (as) $ K Ke&a'i*an # E EDI #

0on"o1 ,=3

ika terjadi transaksi pengeluaran kas berupa pengeluaran ke Dana *adangan, maka .atatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas

PK
Trans;er Ke Dana 0a(angan #

PT

KOROLARI P=4SAMAA1 DASA4 A(013A1S5 (=0A1?A1 DA=4A< A 'selain (as)


Dana 0a(angan

E ED0 #

Dalam laporan keuangan, transaksi dalam .ontoh : disajikan dalam 1era.a Daerah, yaitu menambah Akti-a dan =kuitas Dana Donasi

3... ATURAN PENDE/ITAN PEN0KREDITAN REKENIN0

DAN

0ntuk memudahkan proses pen.atatan, penggolongan dan peringkasan transaksi keuangan, digunakan: 1. 1omor (ode 4ekening untuk mengidenti;ikasi penggolongan rekening-rekening. 2. Debit atau (redit untuk menunjukkan bertambah atau berkurangnya nilai uang pada setiap rekening. &agan dan 1omor (ode 4ekening dibahas dalam modul tersendiri. &erikut yang ini adalah aturan pendebitan bertambah dan atau pengkreditan menunjukkan

berkurangnya masing-masing golongan rekening.

P K

P T

DEBIT 'ika BERTAMBAH BERKURAN2 KREDIT 'ika BERKURAN2 BERTAMBAH

DEBIT 'ika

KREDIT 'ika

*ontoh:
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KEUAN2AN DAERAH

A
Kas # Di DEBIT Kas > Di KREDIT

PK

P
Pa'ak Ken(araan # Ber o"or Di KREDIT

PT

Be/an'a ATK # Di DEBIT

Anda mungkin juga menyukai