Anda di halaman 1dari 14

TIPE KELUARGA

Extended family

SUKU
Betawi, berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, identik dengan makanan yang mengandung santan

AGAMA
Islam (shalat 5 waktu, puasa Senin dan Kamis, pengajian)

AKTIVITAS REKREASI KELUARGA


Berlibur keluar kota bila di hari libur, atau dengan bercengkerama bersama keluarga sambil makan atau menonton TV, serta ketika mengasuh cucu dan cicit

STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA


Tn.S, Ny.A, dan An.D bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penghasilan mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk berobat bila sakit. Namun, keluarga tidak memiliki tabungan khusus/asuransi

TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI


Keluarga dengan anak remaja akhir

TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA YANG BELUM TERPENUHI


Sudah dan sedang dipenuhi

RIWAYAT KELUARGA INTI


Nenek R memiliki riwayat hipertensi dan DM. Kakek X memiliki riwayat asma. Ny. A memiliki riwayat asam urat, dan Tn.S tidak memiliki riwayat sebagai perokok aktif

RIWAYAT KELUARGA SEBELUMNYA


Orangtua Nenek R meninggal karena sudah lanjut usia. Tidak ada konflik internal keluarga

MOBILITAS GEOGRAFIS
Berjalan kaki apabila ada kegiatan di daerah rumah, menggunakan angkutan umum apabila ke Puskesmas/klinik, dan menggunakan kendaraan pribadi apabila pergi jauh

PERKUMPULAN KELUARGA DAN INTERAKSI DENGAN MASYARAKAT


Keluarga besar berkumpul saat hari raya besar, atau hari libur dan weekend. Keluarga mengikuti arisan dan pengajian yang dilakukan satu minggu sekali. Nenek R rutin berinteraksi dengan lansia lainnya dalam kegiatan Posbindu satu bulan sekali

SISTEM PENDUKUNG KELUARGA


Kader dan tenaga kesehatan menjadi sumber informasi kesehatan bagi keluarga.

POLA KOMUNIKASI KELUARGA


Terbuka dan dua arah, biasanya dilakukan di malam hari setelah seluruh anggota keluarga pulang dari aktivitas bekerja.

STRUKTUR KEKUATAN KELUARGA


Masalah didiskusikan bersama dalam bentuk musyawarah, namun pengambil keputusan dilakukan oleh Tn.S

STRUKTUR PERAN
Tn.S sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah utama keluarga, Ny.A membantu mencari nafkah dan melakukan tugas rumah, An.D membantu Ny.A dalam melakukan tugas rumah di sela-sela pekerjaannya.

NILAI DAN NORMA BUDAYA KELUARGA

Keluarga hidup dalam nilai dan norma budaya

Betawi, dimana terdapat lebih dari dua generasi yang tinggal dalam satu rumah dan makanan khas santan. Keluarga menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu sholat 5 waktu. Dalam keluarga saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Di keluarga tidak

FUNGSI AFEKTIF
Interaksi dan hubungan yang tercipta dalam keluarga ini tampak berkembang dengan baik, saling mengasuh, saling menghargai dan menghormati posisi masing-masing. Terhadap masalah kesehatan yang dihadapi lebih dipandang sebagai tugas dan kewajibannya keluarga yang harus dilaksanakan.

FUNGSI SOSIALISASI
Keluarga mengajarkan lewat perilaku sopan santun sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungannya. Keluarga mengizinkan anggota keluarga (anak dan cucu) berinterakasi dengan teman sebayanya

FUNGSI PERAWATAN KELUARGA


Saat ini Nenek R mengeluhkan pusing dan pegal-pegal pada punggungnya. Terkadang nyeri tengkuk dan tidak dapat tidur. Nenek R juga tidak berselera makan dan mengalami penurunan berat badan Saat dikaji Nenek R mengatakan tekanan darah normal dengan batas atas 130 mmHg, belum mengetahui tanda dan gejala , penyebab serta penanganan tekanan darah tinggi Keluarga mengatakan bila Nenek R mengalami pusing, nyeri tengkuk, dan sulit tidur tidak langusng berobat, tetapi diistirahatkan dulu

Contd
Keluarga belum mengenal teknik relaksasi napas dalam dan kompres hangat yang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada penderita hipertensi Nenek R mengatakan masih senang memakan santan setiap harinya Bila sakit, keluarga pergi ke puskesmas atau klinik untuk berobat. Posbindu dimanfaatkan Nenek R untuk memeriksakan kesehatannya

STRESSOR JANGKA PENDEK


Nenek R ingin operasi katarak

STRESSOR JANGKA PANJANG


Riwayat penyakit hipertensi dan DM yang dialami Nenek R

KEMAMPUAN KELUARGA BERERSPON TERHADAP MASALAH


Diskusi dan mencari layanan kesehatan untuk menerima perawatan

STRATEGI KOPING YANG DIGUNAKAN


Problem focused coping, mendoakan

STRATEGI ADAPTASI DISFUNGSIONAL


Tidak pernah terdapat perselisihan antar anggota keluarga dalam mengambil suatu keputusan.

HASIL PEMERIKSAAN FISIK NENEK R


KEPALA MATA TELINGA HIDUNG MULUT LEHER DADA dan ABDOMEN TTV Gula Darah sewatku Rambut beruban, rontiok, bersih, tidak terdapat ketombe dan kutu, tidak terdapat lesi Kanan: katarak, kiri: normal Conjuntiva anemi, sklera noin ikterik Normal, bersih Simetris, tidak terdapat sumbatan Banyak gigi yang tanggal, terdapat karies gigi, bau nafas sedikit berbau, mukosa bibir pucat, lidah pucat Normal, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Bunyi paru dan jantung normal, BU: 15x/menit TD: 150/90mmHg, N: 84, RR: 18, S: 36.7 147 mg/dl

Ekstremitas Atas dan Bawah Normal, kekuatan otot: 5555-5555/4455-4455