Anda di halaman 1dari 3

Arief Luqman/ 180120130017 Kapita Selekta Ilmu Sastra Sastra Kontemporer FIB - Unpad/ 2013

Sinematografi Film Sang Pencerah

Sinematografi adalah ilmu yang membahas teknik pengambilan gambar dan penggabungannya sehingga dapat membangun sebuah cerita. Lebih dari itu, Brown menyatakan bahwa sinematografi adalah proses pengambilan ide, kata, aksi, komunikasi serta non-verbal yang diterjemahkan kedalam visual Sinematograi dalam sebuah film membahas teknik
1

detail-detail-dalam

pengambilan sebuah shot dan rangkaiannya yang disebut montage montasedalam sebuah film. Film yang dibahas adalah Sang Pencerah, film drama tahun 2010 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo berdasarkan kisah nyata tentang pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Aspek dalam sinematografi yang memiliki poin penting dalam film ini adalah: Pencahayaan, pergerakan kamera, filter warna, sudut pandang lensa, dan aspek rasio. 1. Pencahayaan Pencahayaan dalam film Sang Pencerah terlihat redup dan menonjolkan nuansa latar tempat waktu cerita keraton Jogja pada akhir abad 19. Pencahayaan yang minim mendukung atmosfer latar yang pada waktu itu belum ada fasilitas lampu listrik, pencahayaan dalam film ini kebanyakan berasal sudut horizontal

Brown, Blain. Cinematography Theories and Practice. (Oxford: Focal Press, 2012) h.2

saat adegan berada didalam ruangan, sehingga terkesan hanya ada cahaya dari pantulan cahaya matahari. 2. Pergerakan Kamera Pergerakan kamera dalam film Sang Pencerah bervariatif, saat ingin menampilkan nuansa sebuah kegiatan, kamera bergerak dan mencuplik jumlah orang dan tempat mereka melakukan kegiatan. Namun, saat menampilkan sebuah diskusi, kamera terkesan statis dengan ketinggian sejajar orang duduk. 3. Filter Warna Filter warna yang digunakan dalam film ini mendekati warna-warna gelap. Hal ini terjadi juga untuk mendukung latar waktu dan tempat adegan cerita. Tidak ada warna-warna cerah yang muncul dalam film ini. Adapun warna pakaian dan warna properti yang normalnya memiliki warna mencolok difilter sedemikan hingga terkesan warnanya tidak mencolok. 4. Sudut pandang lensa Sudut pandang lensa pada film Sang Pencerah sangat bervariatif, wideangle digunakan untuk menampilkan sebuah kegiatan masif dan pengambilan sudut ada yang diambil dari atas, normal-angle digunakan untuk menampilkan adegan diskusi dalam ruangan sehingga terkesan mewakili perspektif mata manusia. 5. Aspek rasio Aspek rasio yang digunakan dalam film ini adalah 16:9 secara keseluruhan. Untuk menampilkan sudut pandang yang mewakili mata manusia normal. Aspek rasio 16:9 menyajikan luasnya pandangan karena fokus dalam film ini didominasi oleh fokus normal dengan sudut pandang manusia normal.