Anda di halaman 1dari 9

Penerapan Perencanaan Pajak dalam Keputusan Pembelian Mixer Truck Kaitannya dengan Penghematan Pajak (Studi Kasus pada

PT. Duta Bangsa Mandiri, Pasuruan) Antarestia Kartika Putri Jimmy Andrianus Universitas Brawijaya, Jl. MT. Haryono 165, Malang Email: antarestia_kp@yahoo.com atau jimmy@ub.ac.id

Abstract This research has a purpose to provide an overview in selecting a more favorable purchasing alternative for truck mixer between cash, credit bank and leasing with option in PT. Duta Bangsa Mandiri Pasuruan to achieve tax savings. This study is a descriptive qualitative research where data is collected and then compiled, interpreted, analyzed, and classified in accordance with the actual events. The analysis techniques are: (1) calculate the fiscal cost; (2) calculate deductible expense; and (3) calculate the tax saving for each alternative. This result of this study shows that leasing with option produces the highest tax saving because deductible expense of alternative leasing with option higher than other alternatives. Based on the conclusion, PT. Duta Bangsa Mandiri is advised to choose an alternative purchase trough leasing with option that brings highest tax saving. Keywords: Tax Planning, Purchasing Alternative, Tax Saving Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dalam memilih alternatif pembelian mixer truck yang lebih menguntungkan antara tunai, kredit bank dan leasing dengan hak opsi pada PT. Duta Bangsa Mandiri di Pasuruan untuk mencapai penghematan pajak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian dimana data dikumpulkan kemudian disusun, diinterprestasikan, dianalisis, dan diklasifikasikan sesuai dengan kejadian sebenarnya. Teknik analisis yang digunakan adalah: (1) menghitung biaya fiskal; (2) menghitung deductible expense; dan (3) menghitung penghematan pajak dari masing-masing alternatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pembelian melalui leasing dengan hak opsi menghasilkan tax saving yang paling tinggi karena deductible expense alternatif leasing dengan hak opsi lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif pembelian lainya. Berdasarkan kesimpulan maka PT. Duta Bangsa Mandiri disarankan untuk memilih alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi agar mendatangkan penghematan pajak yang lebih tinggi. Kata Kunci: Perencanaan Pajak, Alternatif Pembelian, Penghematan Pajak Pendahuluan Dalam praktik bisnis, bagi perusahaan pajak merupakan sebuah beban yang harus ditekan karena pajak dapat mengurangi laba bersih mereka. Oleh karena itu, perusahaan perlu membuat strategi-strategi tertentu untuk mengurangi beban pajak agar dapat mengoptimalkan laba. Strategi-strategi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut merupakan bagian dari perencanaan pajak.

Pada umumnya perencanaan pajak merujuk kepada upaya penghematan dalam membayar pajak agar utang pajaknya berada dalam jumlah serendah mungkin tetapi masih dalam bingkai peraturan perpajakan. Sebelum membuat suatu perencanaan pajak perusahaan terlebih dahulu harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap undang-undang dan peraturan perpajakan yang selalu mengalami perubahan. Perencanaan pajak ini bukanlah suatu tindakan yang ilegal ataupun melanggar hukum karena perencanaan pajak yang dilakukan perusahaan merupakan kegiatan menggunakan berbagai pilihan yang telah disediakan oleh undang-undang perpajakan guna menghemat pembayaran pajak. Salah satu perencanaan pajak yang dapat dilakukan perusahaan adalah pengelolaan tentang perolehan aktiva tetap sebagai modal operasi perusahaan. Pada suatu saat akan timbul kebutuhan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi usahanya dengan menambah barang modal operasi dengan tujuan untuk meningkatkan produksi perusahaan. Terdapat beberapa alternatif pembelian aktiva tetap sebagai barang modal operasi tersebut antara lain adalah pembelian secara tunai, kredit bank atau secara leasing. PT. Duta Bangsa Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi beton siap pakai (readymix). Mixer truck merupakan sarana transportasi utama dalam kegiatan operasi perusahaan untuk mengirimkan beton siap pakai ke pelanggan. Seiring dengan semakin meningkatnya volume produksi perusahaan dari tahun ke tahun, maka perusahaan membutuhkan truk baru untuk mengangkut produksi mereka ke konsumen karena kapasitas truk yang ada saat ini tidak mencukupi kebutuhan perusahaan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu alternatif pembelian manakah yang dapat menguntungkan perusahaan jika dilihat dari degi penghematan pajak. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitaif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan data historis perusahaan tahun 2012. Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian terdahulu dan sumber tertulis berupa literatur dan Undangundang perpajakan yang berkaitan dengan penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Langkah-langkah yang dilakukan dalam mengolah dan menganalisis data terdiri dari: 1) mengumpulkan data tentang perolehan aktiva tetap, 2) menghitung biaya fiskal yang dibebankan untuk setiap alternatif, 3) menghitung perbandingan deductible expense dari masing-masing alternatif, 4) menghitung penghematan pajak , 5) menarik kesimpulan dan memberikan saran yang dapat dipertimbangkan perusahaan dalam perolehan aktiva tetap. Hasil Penelitian PT. Duta Bangsa Mandiri merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang Readymix Concrete, Stone Crusher, Concrete Block dan Pagar Beton Precast di Jawa Timur. Dalam kegiatan operasinya, perusahaan menggunakan mixer truck untuk mengirimkan beton siap pakai (readymix concrete) ke pelanggan. Oleh karena itu, PT. Duta Bangsa Mandiri sebaiknya melakukan evaluasi terhadap alternatif-alternatif pembiayaan terlebih dahulu sebelum menambah mixer truck sebagai barang modal utama kegiatan operasi. Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat menentukan cara pembelian aktiva tetap mana yang paling efisien dalam penghematan pajak perusahaan.

Deskripsi data untuk pembelian truk oleh PT. Duta Bangsa Mandiri adalah sebagai berikut: Tabel 1. Deskripsi No Data 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis barang Jumlah Harga tiap unit Umur aset Metode Penyusutan Bunga leasing Bunga kredit Tingkat diskonto Beban asuransi Tarif PPh Keterangan Truk Mixer merk Hino 1 (satu) unit Rp 775.500.000 8 tahun (UU PPh no. 36 th 2008) Garis lurus 11,76% per tahun 9% per tahun 5.75% per tahun 3.125% dari harga peolehan truk 25% (UU perpajakan pasal 29 th 2010)

Alternatif Pembelian Tunai Pembelian truk secara tunai dilakukan dengan menggunakan dana sendiri dari PT. Duta Bangsa Mandiri dan hanya melibatkan dua orang yaitu pembeli dan supplier. Pembelian truk diasumsikan tidak mendapatkan potongan pembelian. Harga perolehan untuk sebuah truk adalah sebesar Rp 775.500.000. Biaya yang dapat dibebankan sebagai biaya untuk menghitung penghasilan kena pajak adalah sebesar biaya penyusutannya. Tabel 2. Biaya Penyusutan Fiskal pada Alternatif Pembelian Tunai Tahun Tarif Nilai Buku Biaya Saldo Present Value Penyusutan 1 12,5% 775.500.000 96.937.500 678.562.500 96.937.500 2 12,5% 678.562.500 96.937.500 581.625.000 91.666.667 3 12,5% 581.625.000 96.937.500 484.687.500 86.682.427 4 12,5% 484.687.500 96.937.500 387.750.000 81.969.198 5 12,5% 387.750.000 96.937.500 290.812.500 77.512.244 6 12,5% 290.812.500 96.937.500 193.875.000 73.297.630 7 12,5% 193.875.000 96.937.500 96.937.500 69.312.180 8 12,5% 96.937.500 96.937.500 65.543.433 Total 775.500.000 642.921.279 Sumber : Data diolah Alternatif Pembelian Kredit Bank Salah satu alternatif yang dapat digunakan PT. Duta Bangsa Mandiri dalam pembiayaan aktiva tetap adalah dengan melalui kredit bank. Jika perusahaan melakukan pembelian melalui kredit bank maka jumlah yang boleh dibebankan sebagai biaya dalam rangka menghitung penghasilan kena pajak adalah sebesar biaya penyusutan, biaya bunga atas pinjaman pada bank, ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk administrasi kredit bank. Dalam menganalisis alternatif pembelian truk melalui kredit bank terdapat beberapa asumsi yang dilakukan PT. Duta Bangsa Mandiri Pasuruan, yaitu sebagai berikut:

1. Suku bunga kredit yang berlaku adalah 9% pertahun atau 0,75% perbulan diasumsikan tetap (fixed rate). 2. Jangka waktu pinjaman selama tiga tahun. 3. Pembayaran angsuran akan dilakukan di akhir bulan, sehingga terdapat 36 kali periode pembayaran selama tiga tahun. 4. Pembayaran angsuran pinjaman dilakukan dengan metode anuitas dimana pembayaran sama setiap periode, kecuali pada periode pembayaran terakhir disesuaikan dengan saldo yang tersisa akibat adanya pembulatan dalam perhitungan. 5. Besarnya biaya provisi sebesar Rp. 700.000 dan langsung menjadi komponen deductible expense untuk tahun pertama. 6. Peraturan perpajakan sampai dengan tiga tahun mendatang diasumsikan tidak mengalami perubahan. Untuk mengetahui besarnya biaya bunga kredit bank, diperlukan perhitungan besarnya pembayaran angsuran kredit bank untuk setiap periode selama masa kredit. Sebagai langkah pertama dilakukan perhitungan present value interest factor annuity (PVIFA) sebagai berikut: 1 (1 i ) n PVIFA, i, n i 1 (1 0,75%) 36 PVIFA,0,75%,36 31,44680525 0,75% Dengan demikian pembayaran angsuran kredit setiap periode adalah sebagai berikut: PV a PVIFA, i, n 775.500.000 a Rp 24.660.692,68 31,44680525 Berdasarkan hasil perhitungan pembayaran angsuran diatas menunjukkan bahwa besarnya angsuran setiap periode adalah sebesar Rp. 24.660.692,68. Tabel 3. Biaya Penyusutan Fiskal pada Alternatif Pembelian Kredit Bank Tahun Tarif Nilai Buku Biaya Saldo Present Value Penyusutan 1 12,5% 775.500.000 96.937.500 678.562.500 96.937.500 2 12,5% 678.562.500 96.937.500 581.625.000 91.666.667 3 12,5% 581.625.000 96.937.500 484.687.500 86.682.427 4 12,5% 484.687.500 96.937.500 387.750.000 81.969.198 5 12,5% 387.750.000 96.937.500 290.812.500 77.512.244 6 12,5% 290.812.500 96.937.500 193.875.000 73.297.630 7 12,5% 193.875.000 96.937.500 96.937.500 69.312.180 8 12,5% 96.937.500 96.937.500 65.543.433 Total 775.500.000 642.921.279 Sumber : Data diolah Alternatif Pembelian Leasing dengan Hak Opsi Bentuk leasing yang akan dilakukan PT. Duta Bangsa Mandiri adalah financial lease dengan hak opsi, dimana pada akhir masa periode kontrak leasing, lessee memiliki hak untuk membeli aktiva yang di leasing sebesar nilai sisanya. Ketentuan yang terdapat dalam alternatif leasing adalah:

1. Pembelian aktiva tetap dengan nilai kontrak leasing senilai Rp. 775.500.000 dengan uang muka sebesar 20 % OTR. Nilai uang muka tersebut merupakan ketentuan minimal yang ditetapkan oleh perusahaan leasing. 2. Besarnya biaya asuransi yang ditentukan oleh lessor adalah sebesar 3,125% dari OTR. Biaya ini akan dibebankan merata selama masa pinjaman, sehingga pembayaran tiap periode adalah sebagai berikut: 0,3125% x Rp. 775.500.000/36 = Rp. 673.177,08 3. Diasumsikan pembelian tunai dan kredit bank menggunakan jumlah yang sama untuk biaya asuransi 4. Suku bunga leasing adalah sebesar 11,76% per tahun atau 0,98% perbulan, dimana tingkat bunga ini telah ditetapkan oleh PT. BCA Finance. 5. Jangka waktu leasing adalah selama 3 tahun atau 36 bulan. 6. Jumlah pembayaran sewa ditentukan sama setiap periode dengan cara anuitas, kecuali pembayaran terakhir disesuaikan sisa saldo dan bunga pinjaman. 7. Pembayaran sewa dilakukan tiap bulan pada akhir bulan. 8. Besarnya nilai sisa (residual value) sama dengan simpanan jaminan yaitu 20% dari harga perolehan aktiva tetap Besarnya pembayaran sewa tiap periode adalah sebagai berikut: Nilai Leasing = Harga Perolehan Uang Muka = Rp 775.500.000 (20% x Rp 775.500.000) = Rp 620.400.000 1 (1 i ) n PVIFA, i, n i 1 (1 0,98%) 36 PVIFA,0,98%,36 30,25085593 0,98% Dengan demikian pembayaran angsuran leasing setiap periode adalah sebagai berikut: 620.400.000 PV a a Rp 20.508.510,62 PVIFA, i, n 30,25085593 Berdasarkan hasil perhitungan pembayaran angsuran diatas menunjukkan bahwa besarnya angsuran setiap periode adalah sebesar Rp. 20.508.510,62. Tabel 4. Biaya Penyusutan Fiskal pada Alternatif Pembelian Leasing dengan Hak Opsi Tahun Tarif Nilai Buku Biaya Saldo Present Value Penyusutan Tahun satu sampai dengan tigatidak ada penyusutan karena leasing 155.100.000 Nilai Opsi 4 12,5% 155.100.000 19.387.500 135.712.500 16.393.840 5 12,5% 135.712.500 19.387.500 116.325.000 15.502.449 6 12,5% 116.325.000 19.387.500 96.937.500 14.659.526 7 12,5% 96.937.500 19.387.500 77.550.000 13.862.436 8 12,5% 77.550.000 19.387.500 58.162.500 13.108.687 9 12,5% 58.162.500 19.387.500 38.775.000 12.395.921 10 12,5% 38.775.000 19.387.500 19.387.500 11.721.991 11 12,5% 19.387.500 19.387.500 11.084.550 Total 155.100.000 108.729,319 Sumber : Data diolah

Jika perusahaan menggunakan alternatif leasing dengan hak opsi biaya penyusutan baru boleh diakui setelah masa leasing dengan hak opsi berakhir. Masa leasing adalah tiga tahun, sehingga biaya penyusutan baru boleh diberlakukan pada tahun ke empat selama delapan tahun yang berakhir pada tahun ke sebelas. Pengakuan terhadap besarnya biaya penyusutan sebesar nilai residual aktiva tetap yang bersangkutan. Nilai residual menurut fiskus adalah nilai aktiva tetap pada akhir masa leasing yang telah disepakati oleh lessor dengan lessee pada awal masa leasing. Perbandingan Pengehematan Pajak Pemilihan terhadap alternatif pembelian guna mendatangkan penghematan pajak akan dilakukan pada alternatif yang memiliki deductible expense paling besar. Hal ini dikarenakan komponen deductible expense yang maksimum berakibat pada Penghasilan Kena Pajak menjadi berkurang begitupun dengan Pajak Penghasilan menjadi kecil. Perbandingan untuk menentukan alternatif yang paling menguntungkan dilakukan dengan menggunakan nilai present value untuk masing-masing komponen deductible expense. Hal ini dilakukan guna mendapatkan informasi tentang besarnya penghematan pajak yang diperoleh saat ini (dengan mempertimbangkan time value of money). Berdasarkan deductible expense yang ditetapkan oleh peraturan perpajakan yang berlaku untuk masing-masing alternatif pembelian, maka dapat dihitung penghematan pajak (tax saving) pada tabel berikut ini: Tabel 5. Perbandingan Penghematan Pajak antara Tiga Alternatif Pembelian ALTERNATIF PEMBELIAN KETERANGAN TUNAI KREDIT BANK LEASING Deductible Expense: Angsuran Pokok 738.306.382 B. Bunga 112,284,936 117.906.382 B. Penyusutan 775.500.000 775.500.000 155.100.000 B. Eksekutori 24.234.375 24.234.375 24.234.375 B. Provisi 700.000 3.102.000 799.734.375 912.719.311 1.038.649.139 Jumlah D.E. 199.933.594 228.179.828 259.662.285 Tarif PPh (25%) Tax Saving: Leasing terhadap kredit 31.482.457 Leasing terhadap tunai 59.728.691 Sumber: Data diolah Dari tabel 5. diatas menunjukkan bahwa angka terbesar diperoleh dari alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh angka untuk indikator pajak penghasilan (25%) berdasarkan deductible expense untuk menentukan tax saving dari alternatif pembelian leasing dengan hak opsi adalah sebesar Rp 259.662.284 sedangkan alternatif kredit bank menghasilkan angka sebesar Rp 228.179.828 serta pembelian tunai sebesar Rp 199.933.594. Hasil dari leasing tersebut digunakan sebagai perbandingan menghitung besarnya penghematan pajak antara alternatif satu dengan yang lainnya. Berdasarkan perbandingan yang dilakukan berkaitan dengan penghematan pajak, maka sebaiknya perusahaan memilih alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi. Hal ini dikarenakan ada penghematan sebesar Rp 31.482.457 jika dibandingkan dengan pembelian melalui kredit bank dan penghematan sebesar Rp 59.728.691 jika dibandingkan dengan pembelian tunai. Berdasarkan tabel 4.13. perhitungan penghematan pajak dapat mempertimbangkan time value of money dapat dilihat pada tabel 6. berikut:

Tabel 6. Perbandingan Penghematan Pajak antara Tiga Alternatif Pembelian dengan Mempertimbangkan Time Value of Money ALTERNATIF PEMBELIAN KETERANGAN TUNAI KREDIT BANK LEASING Deductible Expense: Angsuran Pokok 568.474.079 B. Bunga 111.420.434 B. Penyusutan 642.921.279 642.921.279 108.729.319 B. Eksekutori 22.317.048 22.317.048 22.317.048 B. Provisi 700.000 3.102.000 665.238.327 772.085.654 814.042.879 Jumlah D.E. 166.309.582 193.021.415 203.510.720 Tarif PPh (25%) Tax Saving: Leasing terhadap kredit 10.489.306 Leasing terhadap tunai 37.201.138 Sumber : Data diolah Berdasarkan tabel 6. diatas, lebih baik perusahaan memilih alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi. Hal ini dikarenakan ada penghematan pajak dengan mempertimbangkan time value of money yaitu sebesar Rp 10.418.306 jika dibandingkan dengan pembelian melalui kredit bank dan penghematan sebesar Rp 37.201.138 serta jika dibandingkan dengan pembelian tunai. Dari hasil perhitungan diatas baik dengan mempertimbangkan time value of money ataupun tidak, alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi akan mendatangkan penghematan pajak yang paling tinggi dari ketiga alternatif pembelian tersebut. Hal ini dikarenakan pengaruh biaya yang dapat dikurangkan dalam rangka menghitung Penghasilan Kena Pajak perusahaan untuk alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi lebih besar akibat biaya bunga, angsuran pokok, biaya administrasi, biaya asuransi serta biaya penyusutan boleh dibiayakan, sedangkan untuk alternatif kredit bank hanya biaya administrasi, biaya asuransi, biaya bunga dan biaya penyusutan yang dapat dibiayakan dan untuk pembelian tunai biaya yang dapat dibiayakan hanyalah biaya penyusutan. Oleh karena itu, sebaiknya alternatif pembelian untuk truk mixer yang digunakan perusahaan adalah menggunakan cara leasing dengan hak opsi karena akan mendatangkan penghematan pajak (tax saving) yang paling besar. Kesimpulan dan Saran Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa alternatif pembelian truck mixer menggunakan leasing dengan hak opsi menghasilkan penghematan pajak yang lebih besar dibandingkan dengan alternatif pembelian tunai maupun kredit bank dimana pada alternatif leasing dengan hak opsi, deductible expense-nya sebesar Rp. 1.038.649.139 yang terdiri dari biaya bunga, angsuran pokok, biaya penyusutan, biaya administrasi dan biaya eksekutori (asuransi) yang menghasilkan tax saving sebesar Rp. 259.662.285. Pada alternatif pembelian melalui kredit bank, deductible expense sebesar Rp. 912.719.311 terdiri dari biaya bunga bank, biaya penyusutan, biaya administrasi dan biaya eksekutori (asuransi) dengan tax saving sebesar Rp. 228.179.828. Sedangkan pada alternatif pembelian tunai, biaya yang dapat dikurangkan pada laba bruto hanya sebesar Rp. 779.734.375 yang berasal dari biaya penyusutan saja dan tax saving yang didapat hanya sebesar Rp. 199.933.594

PT. Duta Bangsa Mandiri sebaiknya memilih untuk menggunakan alternatif pembelian melalui leasing dengan hak opsi untuk memperoleh aktiva tetap karena alternatif ini menghasilkan tax saving yang paling besar dibandingkan dengan alternatif pembelian lainnya. Perusahaan sebaiknya lebih memahami ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam aturan perpajakan khususnya mengenai biaya-biaya yang boleh dikurangkan atau tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan perencanaan pajak. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Suku Bunga Kredit (Prime Lending Rate) PT. Bank Central Asia, Tbk.(http://www.bca.co.id), diakses 28 Desember 2012 Baridwan, Zaki. 2000. Intermediate Accounting, Edisi 8. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Chrisdianto, R.B dan Andrianto. 2009. Penerapan Tax Planning Dalam Pengambilan Keputusan terhadap Pilihan Alternatif Pembelian Truk Secara Tunai, Kredit Bank, dan Leasing dengan Hak Opsi Pada P.T. Rajawali Dwi Putra Indonesia. Jurnal Bisnis Perspektif FE Universitas Surabaya. Vol. 1 (1); 7-23. Fakhri, Muhammad, 2004. Perpajakan, Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP-AMP, YKPN Hadibroto, S., Dachnial Lubis, dan Sudradjat Sukadam. 2000. Dasar-dasar Akuntansi. Jakarta: LP3ES Harahap, S. S. 2002. Akuntansi Aktiva Tetap: Akuntansi, Pajak, Revaluasi, Leasing, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Harnanto. 2003. Akuntansi Perpajakan. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat Indriantoro, dan Supomo. 2002.Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama. Penerbit: BPFE Yogyakarta. Kasmir. 2011. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Maman, Kh. 2002. Menggabungkan Metode Penelitian Kuantitatif dengan Kualitatif. Bogor: Institut Pertanian Bogor Mangoting, Yenni. 1999. Tax Planning: Sebuah Pengantar sebagai Alternatif Meminimalkan Pajak. Jurnal Akuntansi Keuangan. Vol. 1 (1); 43-53 Mardiyanto, Handono. 2009. Intisari Manajemen Keuangan, Teori, Soal dan Jawaban. Jakarta: Grasindo Menteri Keuangan Republik Indonesia. 1991. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1169/KMK.01/1991 tentang Sewa Guna Usaha (Leasing). Jakarta

Mulyadi. 2002. Auditing, Buku Dua, Edisi 6. Jakarta: Salemba Empat Natania. 2005. Perencanaan Pajak dalam Pengambilan Keputusan untuk Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembiayaan secara Tunai, Kredit dan Leasing pada PT. X . Skripsi. Surabaya: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Pardiat. 2009. Akuntansi Pajak, Edisi 3. Jakarta: Mitra Wacana. Pasaribu, Hiras. 2008. Keputusan Pembiayaan Aktiva Tetap Melalui Leasing dan Bank Kaitannya dengan Penghematan Pajak. Jurnal Akuntansi FE Unsil, Vol. 3 (2); 446454 Purnomo, Herdaru. 2012. Ini Dia Daftar Suku Bunga Kredit: BCA Catat Bunga KPR Termurah. (http://finance.detik.com), diakses 28 Desember 2012 Suandy, Erly. 2011. Perencanaan Pajak, Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat Umar, Husein, 1999, Metodologi Penelitian: Aplikasi dalam Pemasaran dilengkapi dengan 8 Bahasan Komprehensif Kasus Pemasaran, Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Gramedia Pusataka Utama Waluyo. 2011. Perpajakan Indonesia, Buku 1 Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat Warren Carl S, James M. Reeve, Philip E. Fess. 2005. Pengantar Akuntansi, Edisi 21. Jakarta: Erlangga Zain, Mohammad. 2005. Manajemen Perpajakan. Jakarta: Salemba Empat _______________. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat atasUndang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan. 2008. Jakarta