Anda di halaman 1dari 13

PATENT DUCTUS ARTERIOSUS

ANNISA CHASTALLA 121 0211 049

DEFINISI
Suatu keadaan dimana ductus arteriosus tetap terbuka setelah lahir

Sifat Khusus
Tidak ada sianosis Aliran darah pada arteri pulmonalis lebih banyak Pirau terletak pada dua arteri besar (aorta dan arteri pulmonalis)

Epidemiologi
Merupakan 12% dari seluruh kasus PJB Insidens 1:2500-5000 kelahiran >> bayi prematur Insidens meningkat dengan berkurangnya masa gestasi

Anatomi dan Hemodinamik


Ductus arteriosus menghubungkan aorta dengan pangkal arteri pulmonalis sinistra Tunika media ductus terdiri dari jaringan otot yang lebih tebal dari aorta dan arteri pulmonalis

Proses penutupan fisiologis berkisar antara mulai bernapas pertama s.d. 6 minggu/1 tahun pasca natal Ductus menutup akibat :
Peningkatan tekanan oksigen Peningkatan kadar katekolamin Endometasin

Gejala Klinis
Penderita dengan ductus yang kecil Asimptomatik
Pemeriksaan fisik :
Teraba nadi dengan amplitudo besar Terdengar dengan bising kontinu terkeras pada ICS 2 parasternal sinistra

Gejala Klinis
Penderita dengan ductus sedang dan lebar, tapi tahanan paru masih rendah :
Takipnea Mudah lelah Susah makan Banyak berkeringat Sering radang paru Pemeriksaan Fisik: Pertumbuhan terhambat Ictus cordis kuat angkat Pada palpasi, teraba ventrikel kiri membesar

Gejala Klinis
Penderita dengan ductus lebar dengan tahanan paru tinggi :
Jika tahanan paru melebihi tahanan sistemik Pirau terbalik (syndrom Eisenmenger) Takipnea dan sianosis diferensial

Elektrocardiograf
Pada duktus yang kecil EKG normal gambaran EKG terdapat kardiomegali (terutama verntikel kiri) Bila tahanan paru sudah tinggi gambaran EKG : deviasi sumbu ke kanan, hipertrofi ventrikel kanan dan terkadang atrium kanan

Radiologi
Pada penderita ductus kecil :
Jantung dan paru normal

Pada penderita ductus sedang dan besar : terdapat kardiomegali, a. pulmonal menonjol, aorta asenden membesar

Ekokardiograf
Pemetaan aliran darah doppler berwarna memperlihatkan aliran melalui duktus pada pandangan parasternal kiri atas

Tata Laksana
Medikamentosa
Pada bayi prematur dengan PDA yg usianya < 1minggu, efektif diberi indometasin iv/oral 0,2 mg/kgBB selang waktu 12 jam 3X PDA dengan pirau kiri ke kanan dan terdapat gagal jantung : digoksin, furosemid

Terapi Bedah