Anda di halaman 1dari 13

Komunikasi Data 190438800.

doc-1

Data Encoding / Pengkodean Data


Dalam menyalurkan data baik antar komputer yang sama pembuatannya maupun dengan komputeer yang lain pembuatannya, data tersebut harus dimengerti oleh pihak pengirim maupun penerima. Untuk mencapai hal itu, data harus diubah bentuknya dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk komunikasi data. Coding : Penggambaran dari satu set simbol menjadi set simbol yang lain. Sistem sandi yang umum dipakai : a. ASCII (American Standard Code for Information Interchange Paling banyak digunakan !erupakan sandi " bit #erdapat $%& macam simbol yang dapat diberi sandi ini Untuk transmisi asinkron terdiri dari $' atau $$ bit yaitu ( $ bit a)al, " bit data, $ bit paritas, $ atau % bit akhir b. Sandi *audot Code (CCI## Al+abet ,o. % #ele. Code #erdiri dari / bit #erdapat 0% macam simbol Digunakan % sandi khusus sehingga semua abjad dan angka dapat diberi sandi yaitu ( - 12##23S ($$$$$ - 4I5U32S ($$'$$ #iap karakter terdiri dari ( $ bit a)al, / bit data dan $,6% bit akhir c. Sandi 6 atau & Sandi dari I*! dengan kombinasi yang diperbolehkan adalah 6 buah 7$8 dan 6 buah 7'8 #erdapat "' karakter yang dapat diberi sandi #ransmisi asinkron membutuhkan bit, yaitu ( $ bit a)al, & bit data dan $ bit akhir. d. *CD (Binary Coded Decimal Sandi 9 bit #erdapat 96 kombinasi sandi #ransmisi asinkron membutuhkan : bit, yaitu ( $ bit a)al, 9 bit data, $ bit paritas dan $ bit akhir. e. 2*CDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code Sandi & bit untuk %/9 karakter #ransmisi asinkron membutuhkan $$ bit, yaitu ( $ bit a)al, & bit data, $ bit paritas dan $ bit akhir. Pengelompokkan karakter Pada komunikasi data in+ormasi yang dipertukarkan terdiri dari % grup (baik ASCII maupun 2*CDIC , yaitu ( a. karakter data b. karakter kendali digunakan untuk mengendalikan transmisi data, bentuk (+ormat data , hubungan naluri data dan +ungsi +isik terminal. Karakter Kendali dibedakan atas : a. #ransmisi Control !engendalikan data pada saluran, terdiri atas ( S;< ( Start ;+ <eader Digunakan sebagai karakter pertama yang menunjukkan bah)a karakteer berikutnya adalah header S#= ( Start o+ #e.t Digunakan untuk mengakhiri header dan menunjukkan a)al dari in+ormasi - te.t 2#= ( 2nd o+ #e.t Digunakan untuk mengakhiri te.t 2;# ( 2nd ;+ #ransmision Untuk menyatakan bah)a transmisi dari te.t baik satu atau lebih telah berakhir 2,> ( 2n?uiry Untuk meminta agar remote station tanggapan AC@ ( Ackno)ledge Untuk memberikan tanggapan positi+ ke pengirim dari penerima ,A@ ( ,egati+ Akcno)kedge !erupakan tanggapan negati+ dari penerima ke pengirim SA, ( Synchronous Digunakan untuk transmisi sinkron dalam menjaga atau memperoleh sinkronisasi antar peralatan terminal 2#* ( 2nd o+ #ransmision *lock Digunakan untuk menyatakan akhir dari blok data yang ditransmisikan, bila data dipecah menjadi beberapa blok D12 ( Data 1ink 2scape !engubah arti karakter berikutnya, digunakan untuk lebih mengendalikan transmisi data. Catatan ( <eader dapat berisi in+ormasi tentang terminal, misalnya alamat, prioritas, tanggal. Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-2 #idak semua sistem menggunakan 2#= sehingga dalam te.t harus ada in+ormasi yang digunakan untuk merangkai berita. b. 4ormat 2++ectors Digunakan untuk mengendalikan tata letak +isik in+ormasi pada printout - tampilan layar *S (*ack Space , menyebabkan kursor print head mundur satu posisi. <# (<oriBontal #abulation , maju ke posisi yang telah ditentukan 14 (1ine 4eed , maju satu baris - spasi C# (Certical #abulation, maju beberapa baris - spasi 44 (4orm 4eed , maju $ halaman (halaman baru C3 (Carriage 3eturn , print head - kursor menuju ke a)al baris c. DeDice Control Digunakan untuk mengendalikan peralatan tambahan dari terminal d. In+ormation Separators Digunakan untuk mengelompokkan data secara logis. Umumnya ditentukan ( US (Unit Separators , tiap unit in+ormasi dipisahkan oleh US 3S (3ecord Separator , tiap record terdiri atas beberapa unit dan dipisahkan oleh 3S 5S (5roup Separator , beberapa record membentuk suatu grup dan dipisahkan oleh 5S 4S (4ile Separator ,beberapa grup membentuk sebuah +ike yang dipisahkan oleh 4S Digital Signalling dengan teknik encoding
G(t) Digital !nalog "nco d#r $(t) Digital D#co d#r G(t)

@omunikasi data menggunakan sinyal digital. @elemahan ( jarak tempuh pendek akibat pengaruh redaman-derau yang terjadi pada media transmisi. Pengiriman sinyal analog ( jarak tempuh jauh. !asalah ( bagaimana menggunakan tehnik sinyal analog untuk pengiriman sinyal digital. Sinyal digital mengenal dua keadaan (biner , maka digunakan tehnik modulasi. Dengan tehnik modulasi sinyal digital dapat diubah menjadi sinyal analog untuk dikirimkan dan setelah diterima diubah kembali menjadi sinyal digital. Demodulasi ( tehnik mengubah digital menjadi analog. 5elombang pemba)a sinyal ini disebut carrier dan berbentuk sinusoidal. #erdapat 0 jenis modulasi untuk mengkonDersi signal binary ke dalam bentuk yang cocok melalui PS#,, yaitu amplitude, +re?uency and phase. Teknik modulasi merupakan dasar dari +re?uency domain ( !odulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan +rekuensi +c. $. Amplitudo Adalah besarnya (tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog %. 4re?uency Adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam )aktu $ detik 0. Phase Adalah besarnya sudut dari sinyal analog pada saat tertentu 4 kombinasi yang dapat dihasilkan ( a. Data Digital, Sinyal Digital Secara umum peralatan untuk mengkode data digital menjadi sinyal digital adalah sedikit lebih komplek dan lebih mahal daripada peralatan modulator digital ke analog b. Data Analog, Sinyal Digital Aang diijinkan adalah menggunakan transmisi digital modern dan peralatan sakelar c. Data Digital, Sinyal Analog *eberapa media transmisi seperti serat optik so+t)are yang hanya merambatkan sinyal analog d. Data Analog, Sinyal Analog Ditransmisikan sebagai baseband yang mudah dan murah. Penggunaan modulasi untuk

%(t) t

Analog Signalling dengan teknik modulation


&(t) Digital !nalog &odulator $(t) !nalog D#mulator &(t)

%(t)

t Nur Yuliani 'c

Komunikasi Data 190438800.doc-3 menggeser band)idth dari sinyal baseband ke porsi lainnya dari spektrum Data Digital Sinyal Digital 2lemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binari - digital ditransmisikan dengan mengkodekan bitEbit data ke dalam elemenE elemen sinyal. Contoh ( bit binari ' untuk leDel tegangan rendah bit binari $ untuk leDel tegangan tinggi kecepatan data signalling dalam bps (bit per detik Sinyal unipolar adalah semua elemen sinyal yang mempunyai tanda yang sama, yaitu positi+ semua atau negati+ semua. Sedangkan sinyal polar adalah elemen sinyal dimana salah satu logic statenya di)akili oleh leDel tegangan positi+ dan yang lainnya oleh leDel tegangan negati+. Durasi F panjang bit ($-3 adalah jumlah )aktu yang dibutuhkan oleh transmiter untuk mengirimkan bit dengan kecepatan 3 @ecepatan modulasi ( kecepatan perubahan leDel sinyal dalam satuan baud (besaran eleman sinyal perdetik !ark menunjukkan binari $, dan Space menunjukkan binari ' 4aktor kesuksesan penerima dalam mengartikan sinyal yang datang ( $. 3atio signal to noise (S-, ( peningkatan S-, akan menurunkan bit error rate %. @ecepatan data - data rate ( peningkatan data rate akan meningkatkan bit error rate (kecepatan error dari bit 0. *and)idth ( peningkatan band)idth dapat meningkatkan data rate. <ubungan ketiga +aktor tersebut adalah ( $. @ecepatan data bertambah, maka kecepatan errorpun bertambah, sehingga memungkinkan bit yang diterima error. %. @enaikan S-, mengakibatkan kecepatan error berkurang 0. 1ebar band)idth membesar yang diperbolehkan, kecepatan data akan bertambah " #aktor e$aluasi %#aktor&#aktor yang mempengaruhi coding' ( $. Spektrum sinyal - signal spektrum @etidakadaan komponen +rekuensi tinggi berarti diperlukan band)idth sempit untuk transmisi. %. @emampuan sinkronisasi - clocking - signal synchroniBation capability Untuk menghitung posisi start dan stop dari tiap posisi bit dengan mekanisme sinkronisasi. 0. @emampuan mendeteksi error - signal error detecting capability @emampuan error detection dapat diberikan secara sederhana dengan pengkodean natural. 6. #ahan terhadap gangguan - signal inter+erence and noise immunity Digambarkan oleh kecepatan bit error. /. *iaya dan kompleksitas - cost and comple.ity Semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya. Teknik Data Digital Sinyal Digital terbagi atas ( $. ,onE3eturn to Gero - ,3G %. 3eturn to Gero - 3G 0. *iphase 6. Delay !odulation /. !ultileDel *inary a.d ( (on&)eturn to *ero / ()* 1eDel tegangannya tetap selama interDal bit tidak ada transisi. a. NRZ- !NRZ- e"el# @ode yang digunakan untuk menghasilkan dan menginterprestasikan data digital oleh terminal pemproses data - peralatan lainnya dan jika kode yang digunakan untuk transmisi berbeda. (tetap seperti data a)al b. NRZ-$ !NRZ-$ar%# @euntungan transmisi dengan kode de++erensial, dimana sinyal dikodekan dengan membandingkan polaritas elemen sinyal yang berdekatan dari harga absolut sinyal. @euntungannya ( mudah dalam mendeteksi transisi noise *it F $ jika transisi pada a)al pulsa clock *it F ' jika tidak ada transisi - perubahan c. NRZ-S !NRZ-S&ace# Sama dengan ,3GE!, tapi bedanya ( *it F $ jika tidak ada transisi - perubahan *it F ' jika transisi pada a)al pulsa clock )eturn to *ero / )* Untuk melihat perbedaan antara kecepatan data dan kecepatan modulasi *it rate - kecepatan bit F $- tb, dan kecepatan maksimal modulasi F % - tb Ukuran minimal elemen signal adalah pulsa untuk binari $ besarnya H panjang interDal bit @ecepatan maksimum modulasi F % - t* #idak memberikan perbaikan terhadap teknik ,3G, band)idth sinyal besar

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-4 *it F $, pulsa berada pada a)al H interDal *it F ', tidak ada pulsa +iphase Diharapkan untuk mengatasi kerugian teknik pengkodean ,3G dan 3G SekurangEkurangnya memerlukan $ transisi )aktu bit dan sebanyakEbanyaknya % transisi, sehingga kecepatan maksimumnya % . ,3G @euntungannya adalah ( a. SynchroniBation, karena transisi dapat diramalkan selama masingEmasing )aktu bit sehingga penerima dapat sinkron dalam transisi tersebut. b. ,oEDCEComponent, tidak mempunyai komponen DC, sehingga menghasilkan keuntungan untuk mendeteksi error. c. 2rror Detection, ketidak adaan transisi diharapkan dapat dipakai untuk mendeteksi error. IenisEjenis *iphase ( a. Bi&ha'e- !bi&ha'e-le"el ( manche'ter# *it F $, transisi dari high ke lo) di tengah interDal *it F ', transisi dari lo) ke high di tengah interDal b. Bi&ha'e-$ Selalu terjadi transisi di a)al interDal *it F $, transisi di tengah interDal *it F ', tidak ada transisi di tengah interDal c. Bi&ha'e-S Selalu terjadi transisi di a)al interDal *it F $, tidak ada transisi di tengah interDal *it F ', transisi di tengah interDal d. Differen'ial $anche'ter Selalu terjadi transisi di tengah interDal *it F $, tidak ada transisi di a)al interDal *it F ', transisi di a)al interDal Delay !odulation %!iller&Codding' Ada $ transisi per % )aktu bit dan pernah lebih dari $ transisi per bit *it F $, transisi di tengah interDal *it F ', tidak ada transisi jika diikuti $, dan transisi pada akhir interDal jika diikuti ' +ipolar / !ultile$el +inary !enggunakan lebih dari % leDel sinyal !empunyai pusat band)idth pada H kecepatan bit @euntungannya ( tidak ada komponen DC kemampuan sikronisasi yang baik dan pemakaian band)idth yang lebih kecil, dapat menampung bit in+ormasi lebih. @erugiannya ( diperlukan receiDer yang mampu membedakan 0 leDel (JA, EA, ' sehingga membutuhkan lebih dari 0 d* kekuatan sinyal dibandingkan ,3G untuk probabilitas bit error yang sama. *it F $, pulsa pada tengah bit interDal a)al dan mempunyai polaritas *it F ', tidak ada pulsa !emberikan beberapa error detection capability jika $ harus mempunyai tanda berla)anan

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-(

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-)

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-* Data Digital Sinyal Digital : Data ,3GE1 ,3GE! ,3GES 3G *iphaseE1 *iphaseE! *iphaseES Di++ !anchester Delay modulasi *ipolar $ $ ' $ $ ' ' ' ' ' ' $ $ $ ' $ $ ' ' ' ' ' $ ' ' ' ' ' ' ' ' ' $ ' $ $ $ $ $ $ ' $ ' ' ' ' ' $ $ $ ' $ '

$ ' $ '

$ ' $ '

$ ' ' $ $ ' $ ' ' $ ' $ ' $ $ ' $ ' ' $ $ ' ' $ ' ' $ ' $ ' $ $ ' ' $ $ ' $ ' $ ' ' $ ' ' ' $ ' $ $ ' ' $ ' $ ' $ ' $ $ ' ' $ ' $ $ $ ' $ ' ' $ $ ' $ ' $ ' $ ' ' $ $ ' $ ' ' $ $ ' J ' ' ' ' $ $ ' E ' J ' ' ' $ ' ' ' ' $ $ ' E ' J ' ' ' ' $ E '

Catatan ( band)idth paling kecil yaitu delay modulation, dan terbesar yaitu biphase. Data Digital Sinyal Analog Sangat mudah membuat kesalahan Aang paling populer yaitu jaringan telepon dibanding AS@ umum. DeDice yang dipakai adalah modem Dalam jalur Doice grade adalah digunakan (modulator dan demodulator yang mengubah hanya sampai dengan $%'' bps data digital ke sinyal analog (modulator dan Dipakai untuk +re?uency tinggi pada jaringan sebaliknya mengubah sinyal analog ke data locak dengan kabel coa.ial digital (demodulator . Data F $, +re?uency +$ @arena operasi modulasi meliputi $atau lebih s(t F A cos (%+$t J c dari 0 si+at sinyal pemba)a yaitu amplitudo, Data F ', +re?uency +% +re?uency, phase, dimana sinyal yang s(t F A cos (%+%t J c dihasilkan menempati pusat band)idth pada c. .S) * .ha'e Shift )eying +re?uency pemba)a <arga % binary digambarkan oleh % perbedaan phase dari +re?uency pemba)a a. AS) * Am&lit+do Shift )eying yang digeser untuk menggambarkan data % bilangan binary digambarkan oleh % Data F $, phase F $&'' perbedaan amplitudo dari +re?uency s(t F A cos (%+ct J c pemba)a Data F ', phase F '' Dapat menerima perubahan perbesaran secara tibaEtiba dan teknik modulasinya s(t F A cos (%+'t kurang e+isien d. /.S) * /+ardrat+re .ha'e Shift )eying Dalam jalur Doice grade adalah digunakan !etode yang lebih komplek dalam sistem hanya untuk diatas $%'' bps pengiriman Data F $, leDel high !emakai pergeseran phase perkalian :'' s(t F A cos (%+ct J c #iap urutan % bit dinyatakan dengan phase Data F ', leDel lo) yang berbeda s(t F ' #ujuannya agar pengiriman data lebih cepat b. ,S) * ,re-+ency Shift )eying dan penggunaan band)idth medianya lebih <arga % binary digambarkan oleh % e+isien perbedaan +re?uency mendekati +re?uency Data $$, s(t F A cos (%+ct J 6/' pemba)a

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-8 Data $', s(t F A cos (%+ct J $0/' Data '', s(t F A cos (%+ct J %%/' Data '$, s(t F A cos (%+ct J 0$/' Secara umum kecepatan pengiriman data yang termodulasi (D tergantung pada kecepatan pengiriman data dan banyaknya data yang dikirim secara paralel, sehingga ( D , ) / l , ) / log- . Dengan ( D 3 1 I F kecepatan modulasi F kecepatan data F jumlah perbedaan elemenE elemen sinyal F jumlah bit perEelemen sinyal Dengan ( 4 F o++set +rekuensi modulasi dari +rekuensi pemba)a +$ F +rekuensi sinyal +% F +rekuensi pemba)a c. *and)idth transmisi *# untuk multileDel PS@ +T , % %01r' / l ' ) , % %01r' / log- .' ' ) E#isiensi +and/idth Eb/(o , S/(o) <ubungan antara noise dengan band)idth signal *# adalah ( , (o 4 +T !aka ( Eb/(o , %S4 +T' / () Iadi kecepatan bit error dapat dikurangi dengan kenaikan 2b-,o dengan dilakukan oleh kenaikan band)idth - penurunan kecepatan data dengan menurunkan e++isiensi bit. Pendekatan untuk mendapatkan band)idth yang lebih baik adalah ( +T , 5 " % 0 1 r ' D Untuk ,3G, DF 3, maka ( )/+ , - / %0 1 r' $ ' ' '

+and/idth signal modulasi ( a. *and)idth transmisi *# untuk AS@ dan PS@ +T , % 0 1 r ' ) Dengan ( *# F band)idth transmisi (<B r F +aktor transmisi, dimana 'KrK$ 3 F kecepatan bit (bps b. *and)idth transmisi *# untuk 4S@ +T , - 2 1 % 0 1 r ' ), dimana 2 , #- 3 #0 Data AS@ 4S@ PS@ ' ' $ $ '

'

Data Analog Sinyal Digital Digitalisasi adalah ( Proses transmisi data analog ke dalam sinyalE sinyal data @onDersi data analog ke dalam sinyal digital *eberapa kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses digitalisasi adalah ( $. Data digital dapat ditransmisikan menggunakan ,3GE1 %. Data digital dapat diEencode sebagai sinyal digital memakai kode selain ,3GE1 0. Data digital dapat dikonDersikan ke dalam sinyal analog dengan menggunakan $ dari teknik modulasi Contoh ( Data suara yang berupa data analog akan diE digitalisasi dan dikonDersikan ke dalam sinyal

analog AS@, maka peralatan yang dipakai untuk konDersi data analog ke dalam bentuk digital dalam transmisi dan memperoleh kembali barisan data analog digital diketahui sebagai C6DEC %Coder 3 Decoder' Teknik C6DEC %Coder and Decoder' $. PC! F Pulse Code !odulation *erdasarkan teori sampling, apabila sinyal +(t di sampling pada interDal )aktu reguler dan kecepatan tertingginya % kali atau lebih dari ketinggian +re?uency sinyal yang mana sample berisikan seluruh in+ormasi sinyal asli, maka +ungsi +(t dibentuk kembali dari sample ini menggunakan lo) pass +ilter. Sinyal original diambil untuk bandlimited dengan band)idth *, sample diambil pada rate %* atau setiap $-%* detik, yang digambarkan sebagai pulsa sempit yang amplitudonya

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-9 sebanding dengan harga sinyal original. Proses ini dinamakan PA! %Pulse Amplitudo !odulation' yang merupakan langkah pertama dari PC!. %. D! F Delta !odulation Data analog +ungsinya kurang lebih seperti tangga rumah yang bergerak keatas ke ba)ah oleh $ leDel ?uantiBasi pada masingE masing )aktu sampling Si+at terpenting dari +ungsi tangga rumah staircase +unction adalah binary. Pada masingEmasing )aktu sampling +ungsi gerakan keatas keba)ah jumlahnya adalah konstan, maka keluaran proses D! adalah single binary digit untuk masingEmasing sample. Pada pokoknya aliran bit dihasilkan dari pendekatan pengurangan amplitudo sinyal analog. ,ilai $ F dihasilkan jika +ungsi tangga rumah bergerak keatas selama interDal berikutnya PC! , Pulse Code !odulation Sinyal asli ,ilai ' F dihasilkan kebalikannya Sinyal berubah ',$,',$ dipakai jika amplitudo konstan Data Analog Sinyal Analog !odulasi adalah ( Proses kombinasi sinyal masukan m(t dan sinyal pemba)a (carrier pada +re?uency + c untuk menghasilkan sinyal s(t yang mempunyai band)idth yang biasanya berpusat pada +c. Prinsip teknik modulasi menggunakan data analog adalah : a. A! F !odulasi Amplitudo !odulasi ini menggunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana +re?uency dan phasenya tetap, amplitudo yang berubah. Dengan cara ini, maka keadaan L$M (high di)akili dengan tegangan yang lebih besar dari L'M (lo) , misalkan L$M F / C dan L'M F ' C.

PA! pulse

0.9

%.0

".:

$./

%.6

/.%

/.&

6 PC! pulse
'$''

%
''$'

&
$'''

%
''$'

%
''$'

/
'$'$

9
'$$'

D! , Delta !odulation

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-10

A! adalah modulasi yang paling mudah, tetapi mudah juga dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya. Cariant A! yang populer untuk diketahui adalah SS+ %Single Side +and', keuntungannya adalah pengirim hanya memerlukan $ side band dan membersihkan side band lainnya, dan sinya pemba)a. Dan DS+TC %Double Sideband Transmitter Carrier' dimana menyaring +rekuensi carrier dan mengirimkan kedua sideband. b. 4! F !odulasi 4re?uency !odulasi ini menggunakan sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana amplitudo dan phasenya tetap, +re?uency yang berubah. @ecepatan transmisi mencapai $%'' bit persekon. Untuk transmisi data sistem yang umum dipakai 4S@ c. P! F !odulasi Phase !odulasi ini menggunakan perbedaan sudut phase sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital, dimana +re?uency dan amplitudo tetap, phase yang berubah. Cara ini paling baik, tapi paling sukar, biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah besar yang banyak dan kecepatan yang tinggi. *entuk P! yang paling sederhana adalah pergeseran sudut phassa $&' derajat setiap penyaluran bit 7'8 dan tidak ada pergeseran sudut bila bit 7$8 disalurkan. !6DE! %!odulasi dan Demodulasi' Dalam komunikasi data diperlukan alat untuk mengubah sinyal digital dengan proses modulasi dan menerima data yang dikirimkan pada komputer untuk diolah. Alat ini disebut dengan modulatorEdemodulator (modem . !odem menerima pulsa biner dari komputer, terminal atau alat lain dan mengubahnya menjadi sinyal analog yang dapat disalurkan melalui saluran komunikasi. !odulasi yang paling sederhana yang sering digunakan adalah 4S@ (,re-+ency Shift )eying yang tergolong dalam 4!. #ehnik lainnya adalah PS@ (.ha'a Shift )eying yang tergolong dalam 4! dan >A! (/+adrat+re Amolit+de $od+lation yang merupakan kombinasi dari phasa modulation

dan amplitude modulation. Saluran komunikasi diukur dengan kecepatan data yang disalurkan melaluinya. Untuk kecepatan :9'' bps keatas digunakan cara khusus. @arena komunikasi data sistem komputer pada umumnya mempergunakan jaringan telepon maka sering kali modem dilengkapi dengan +asilitas seperti auto dial (sistem komputer dapat langsung memutar nomor telepon tujuannya dan modem akan langsung bekerja bila hubungan telepon diperoleh dan auto ans)er (modem dapat menghubungkan diri dengan sistem komputer tanpa pertolongan operator bila ada panggilan . !odem yang dioperasikan pada saluran telepon disebut Doice band atau Doice grade modem. <al penting dalam pemakaian modem ( N 1aju transmisi data. O kecepatan rendah ( sampai dengan 9'' bps O kecepatan menengah ( $%'' s-d %6'' bps O kecepatan tinggi ( 6&'' bps keatas N !ode komunikasi. O simple. O hal+ duple. O +ull duple. N Sinkronisasi. Untuk modem berkecepatan rendah dan menengah digunakan transmisi asinkron sedangkan untuk modem yang berkecepatan tinggi menggunakan transmisi sinkron. Sinkronisasi baik dengan cara asinkron maupun sinkron perlu memperhatikan ( O Paktu yang menentukan bilamana suatu bit dari data diterima (sinkronisasi bit O *it yang mana dari suatu karakter yang sudah diterima (sinkronisasi karakter N #ehnik !odulasi. 0 tehnik modulasi yaitu A! (>A! , 4! (4S@ dan P! (PS@ . @ecepatan rendah memakai metode 4S@. @ecepatan tinggi memakai metode PS@. N Standar Industri. Standard yang digunakan secara internasional dikeluarkan oleh CCI## (Comitee Con'+ltati"e Internationale de 0elegra&hi-+e et 0ele&honi-+e antara lain ( O sampai dengan 0'' bps CCI## C.%$ O 9'' E $%'' bps CCI## C.%0 O %'' bps CCI## C.%% O %6'' bps CCI## C.%9, C.%9 bis Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-11 O 6&'' bps O :9'' bps CCI## C.%" bis CCI## C.%:

Data A! 4! P!

'

'

'

'

'

'

'

Pertimbangan tehnik dalam pemilihan modem ( N @ecepatan transmisi (transmision rate . SekurangEkurangnya harus dapat melayani Dolume data yang biasa dikirimkan. N #urnEaround #ime. Paktu yang diperlukan oleh modem untuk merubah +ungsinya dari pengirim menjadi penerima atau sebaliknya berkisar antara %' msec E %'' msec. N 2rror Susceptibility (daya tahan terhadap error . !odulasi P! lebih baik daripada 4! untuk kecepatan diatas 6&'' bps. Saluran komunikasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga error rate dapat kecil, proses ini disebut line conditioning. N 3ealibility

N Cost (biaya <arus sebanding dengan kecepatannya. N !aintainability (pera)atannya . Accoustic Coupler Adalah modem yang dipergunakan melalui alat telepon. !odem ini mengubah sinyal biner menjadi sinyal akustik yang kemudian diberikan ke mikro+on dari pesa)at telepon. Pada penerima sinyal akustik yang diberikan oleh loudspeaker dari pesa)at telepon diubah oleh mikropon dari accoustic coupler menjadi sinyal digital kembali. !odem ini kehandalannya rendah dan sekarang sudah tidak banyak digunakan.

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-12

.atihan :
Data Digital Sinyal Digital :

Data ,3GE1 ,3GE! ,3GES 3G *iphaseE1 *iphaseE! *iphaseES Di++ !anchester Delay modulasi *ipolar

Data Digital Sinyal Analog Data AS@ 4S@ PS@

Data Analog Sinyal Digital

Sinyal asli

Nur Yuliani

Komunikasi Data 190438800.doc-13

PA! pulse

PC! pulse

Data Analog Sinyal Analog

Data A! 4! P!

Nur Yuliani