Anda di halaman 1dari 2

TUGAS KIMIA KELAS XII IPA 3 Selasa, 1 Nopember 2011 Jam ke 4-6

Latihan A
1. Susunan unsure halogen menurut kecenderungan a) Jari-jari atom dari terbesar terkecil At, I, Br, Cl, F b) Titik didih dari yang terkecil F, Cl, Br, I, At c) Afinitas electron dari yang terkecil F, Cl, Br, I, At d) Daya hantar molar dari yang terbesar F, Cl, Br, I, At e) Potensial electrode standar (Eo) dari yang terkecil I, Br, Cl, F (At tidak punya) 2. Unsur halogen yang memiliki ciri-ciri : a) Berwujud cairan pada suhu kamar : Bromin (Br) b) Mudah menyublim : Iodine (I) karena berwujud padat c) Mempunyai 7 elektron valensi : Semua unsur Halogen mempunyai 7 e.v Contoh : 9F : 1s2,2s2,2p5 17Cl 35Br 53I 85N d) Berwarna hijau kekuningan : Chlorin (Cl2) e) Uapnya berwarna ungu : Iodine (I)

Latihan B
1. Kegunaan Nitrogen (N2) : Sebagai pembeku untuk bahan biologi, makanan, dan semua bahan yang terbuat dari karet (nitrogen cair) Sebagai gas pelindung Bahan dasar terbesar pembuatan ammonia (NH3) Sebagai atmosfer inert dalam makanan kemasan untuk memperpanjang masa penggunaannya. 2. Cara pembuatan amoniak : Amoniak dibuat secara komersial menggunakan proses Haber-Bosch, bahan bakunya Nitrogen dan Hidrogen dengan menggunakan katalis Fe3PO4, K2O, Al2O3 dan sejumlah kecil CaO. Suhu yang digunakan sekitar 400oC dengan tekanan 200 atm<P<1000 atm. Reaksi yang terjadi adalah N2 (g) + 3H2O
(g)

+ 2NH3 (g)

3. Cara pembuatan asam nitrat : Asam nitrat dibuat secara komersial melalui proses Ostwald, dimana pembuatan asam nitrat secara industry melalui oksidasi ammonia. Pada proses ini amonia dibakar dengan katalis platina menghasilkan gas NO, selanjutnya bereaksi dengan O2 membentuk NO2. NO2 dilarutkan dalam air sehingga bereaksi membentuk asam nitrat dan gas Nitrogen Monoksida. Dengan reaksi : - 4 NH3 (g) + 5 O2 (g) 4 NO (g) + 6 H2O (g) - 2NO (g) + O2 (g) 2 NO2 (g) - 3NO2 (g) + H2O (l) 2 HNO3 (aq) + NO (g)

Latihan C
1. Reaksi-reaksi yang terjadi pada proses kontak : - S + O2 SO2 H : -297 kj/mol (suhu pembakaran 1000oC) 2SO2 + O2 2 SO3 H : -98 kj/mol (suhu dilakukan pada 450oC dengan menggunakan katalis Vanadium (V) oksida) - SO3 + H2SO4 H2S207 H2S2O7 + H2O 2H2SO4 sehingga reaksi keseluruhan menjadi H2O + SO3 H2SO4 H : -130 kj/mol 2. Proses kontak lebih disukai daripada proses bilik timbale karena asam sulfat yang dihasilkan pada proses kontak memiliki kemurnian atau kadar 98% atau sekitar 18M.

Latihan D
1. Proses pemurnian bauksit, pengotor utama dalam bauksit biasanya terdiri atas SIO2, FE2O3, TiO2. Kemudian bauksit dilarutkan dalam NaOH, maka Al2O3 akan larut sedangkan pengotornya tidak. Pengotor dipisahkan dengan penyaringan, selanjutnya aluminium diendapkan dari filtrate dengan mengalirkan gas CO2 dan pengenceran. Endapan Al(OH)3 disaring, dikeringkan lalu dipanaskan sehingga diperoleh bauksi atau Al2O3 murni. Reaksinya :