Anda di halaman 1dari 32

KONSEP PUSKESMAS Learning Objective Konsep puskesmas Program-program puskesmas Pembiayaan kesehatan masyarakat Pemberantasan penyakit menular dan

dan penyehatan lingkungan pemukiman (P2TB, Pneumonia, AIDS, Malaria, DHF, Imunisasi, Gizi) Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) I di Jakarta tahun 1968 menghasilkan suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas). Dan puskesmas pada waktu itu dibedakan dalam 4 macam, yaitu : 1. Puskesmas tingkat desa 2. Puskesmas tingkat kecamatan 3. Puskesmas tingkat kewedanan 4. Puskesmas tingkat kabupaten

5. Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dlm wilayah kerjanya. Pelayanan Kesehatan Puskesmas. Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yg menyeluruh yang meliputi pelayanan 1. Kuratif (pengobatan) 2. Preventif (upaya pencegahan) 3. Promotif ( Peningkatan Kesehatan) 4. Rehabilitatif (Pemulihan Kesehatan) Sebelum ada puskesmas, pelayanan kesehatan di kecamatan meliputi balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak (BKIA), usaha higyene sanitasi lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dll. Usaha tsb masih bekerja sendiri-sendiri dan langsung melapor kepada kepala dinas kesehatan daerah tingkat II. Wilayah kerja puskesmas

Pada rakernas II thn 1969, pembagian puskesmas di bagi menjadi 3 macam, yaitu : 1. Puskesmas tipe A, dipimpin oleh dokter penuh 2. Puskesmas tipe B, dipimpin dokter tidak penuh 3. Puskesmas tipe C, dipimpin oleh tenaga paramedik. Sejak thn 1979 puskesmas dibagi dalam 2 kategori, yaitu : 1. Puskesmas kecamatan (puskesmas pembina) 2. Puskesmas kelurahan/desa (puskesmas pembantu) 3. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yg merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kpd masyarakat di wilayah kerjanya dlm bentuk kegiatan pokok (Azrul Anwar, 1980) 4. Puskesmas juga dapat didefinisikan sbg unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yg bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Depkes RI, 2004)

merupakan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas -rata 30.000 penduduk setiap puskesmas Fungsi PUSKESMAS embangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat kpd masyarakat di wilayah kerjanya Peran Puskesmas sangat vital sbg institusi pelaksana teknis, dituntut memiliki

kemampuan manajerial dan wawasan jauh meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Pelayanan dasar puskesmas pamflet)

ke

depan

untuk

Lokakarya mini puskesmas upaya kesehatan

disekolahan)

Lokakarya mini: melaksanakan musyawarah antara perawat masyarakat/ormas untuk mengadakan diskusi. Mikroplaning

dan

kader

alai pengobatan

Kegiatan pokok puskesmas Delapan belas kegiatan pokok puskesmas adalah 1. Upaya kesehatan ibu dan anak 2. Upaya keluarga berencana 3. Upaya peningkatan gizi 4. Upaya kesehatan lingkungan 5. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6. Upaya pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7. Upaya penyuluhan kesehatan 8. Upaya kesehatan sekolah 9. Upaya kesehatan olahraga 10. Upaya perawatan kesehatan masyarakat 11. Upaya kesehatan kerja 12. Upaya kesehatan gigi dan mulut 13. Upaya kesehatan jiwa 14. . Upaya kesehatan mata 15. Upaya laboratorium sederhana 16. Upaya pelaporan dan pencatatan dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan 17. Upaya Kesehatan Lansia 18. Upaya Pembinaan pengobatan tradisional

luarga sebagai satuan masyarakat terkecil.Oleh karena itu kegiatan pokok puskesmas ditujukan untuk kepentingan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Satuan Penunjang Sesuai dengan keadaan geografis, luas wilayah, sarana perhubungan serta kepadatan penduduk dlm wilayah kerja, maka perlu di tunjang dengan unit-unit di bawah ini : 1. Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dlm ruang lingkup wilayah yg lebih kecil. Dalam Repelita V wilayah kerja pustu meliputi 2-3 desa atau dgn jmlh penduduk 2500 (luar jawa&bali) sampai 10.000 orang (jawa&bali) 2. Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yg dilengkapi dgn kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan peralatan

kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yg berasal dari puskesmas 3. Bidan yg bertugas di desa kepala puskesmas. -rata 3000 orang pembinaan posyandu dan pertolongan persalinan langsung di rumah Peran perawat di puskesmas -fungsi manajerial ksanakan pelayanan asuhan keperawatan

voluntary health insurance) Contoh : Lippo Life, BNI Life, Tugu mandiri,dll insurance) Contoh: produk Asuransi kesehatan Sukarela oleh PT Askes Jamkesmas Sesuai dengan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), pemerintah mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satunya adalah melalui program jaminan kesehatan yg diselenggarakan secara nasional berdasarkan mekanisme asuransi sosial .Berdasarkan SK no 1241/Menkes/SK/XI/2004 tentang penugasan PT Askes dalam Pengelolaan Program Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat miskin. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penjaminan terhadap masyarakat miskin, program ini berganti nama menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). (Depkes,2008) Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 1. Tuberkulosis Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis ditandai dengan batuk yang terus menerus selama lebih dari 1 bulan,penurunan berat badan dan keringat dingin pada malam hari. kondisi sanitasi maupun lingkungan yang kumuh/ buruk. ditularkan melalui percikan dahak penderita ketika batuk, bersin, berbicara atau meludah. Seorang penderita TBC dengan status BTA positif dapat menularkan kepada 10-15 orang setiap tahunnya(Depkes,2005) khususnya mengenai angka kesembuhan yang ada akibat dari proses pengobatan yang berjalan dalam jangka waktu yang lama yakni selama minimal 6 bulan dan resiko terjadinya resistensi obat

pendekatan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) kegiatan lintas sektoral Pembiayaan kesehatan masyarakat -sumber pembiayaan kesehatan dapat diperoleh dari pemerintah, swasta, masyarakat dalam bentuk pembiayaan langsung (fee for service) dan asuransi, serta sumber-sumber lain dalam bentuk hibah atau pinjaman luar negeri Asuransi Kesehatan Adalah suatu mekanisme pengalihan resiko (sakit) dari resiko perorangan menjadi resiko kelompok. -unsur Asuransi Kesehatan 1. Adanya perjanjian 2. Adanya pemberian perlindungan 3. Adanya pembayaran premi oleh masyarakat Jenis Asuransi yang berkembang di Indonesia Contoh: PT Askes untuk PNS dan penerima pensiun, PT Jamsostek untuk tenaga kerja swasta

program penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular (P2M) untuk TBC dengan strategi DOTS (Directly, Observed, Treatment, and Short Course) obat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran kasus DBD tumbuhan penduduk yang tinggi

Faktor-faktor yg mempengaruhi morbiditas & mortalitas STRATEGI DOTS (program untk penderita TBC) vektor nyamuk pasien yang diketahui menderita TB dan keluarganya, dapat juga segera melaksanakan rujukan secara tepat agar dapat ditangani dan mendapatkan pengobatan. (Tak boleh menuggu lama pengobatan) mmemantau perkembangan melaksanakan program kuratif pasien ddan kketaatan dalam kelembapan. -320C) dan kelembapan tinggi, nyamuk Aedes Aegypti bertahan hidup untuk jangka lama

Tuberkulosa) baik di tingkat puskesmas ataupun R.S dimana obat didapatkan secara gratis dan jelas mengenai penularan, Pengawas Minum Obat dan Pengobatan TBC yang harus dilakukan minimal 6 Bulan 1. PENGELOLAAN LINGKUNGAN mengurangi kontak antara vektor dengan manusia dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 2. DHF (Dengue Hemorraghie Fever) demam berdarah penampungan air untuk keperluan rumah tangga, vas bunga, perangkap semut, wadah air di bawah kulkas dll. Di perkotaan, ban mobil bekas merupakan tempat perkembangbiakan Aedes. 2. PERLINDUNGAN DIRI tinya mengurangi resiko gigitan nyamuk.. 3. PENGENDALIAN BIOLOGIK

Den1, Den2, Den3, Den4 -4 serotipe selama hidupnya edes albopictus -7 hari (naik turun),mialgia, terdapat bintik2 merah, dapat disertai perdarahan spontan maupun trombositopenia (penurunan trombosit)

affinis dan Poecilia reticulata). Epidemiologi: pemberantasan jentik nyamuk 4. PENGENDALIAN DG BHN KIMIAWI jentik utk wadah ttt dg larvasida (sulit dilakukan dan mahal).

PENYULUHAN PEREMPUAN & ANAK . SIAPAKAH MEREKA ? TIDAK MENYADARI SUDAH TERTULARHIV

pop.nyamuk, juga menimbulkan rasa aman semu yg bisa mengganggu prog. PSN. DI INDONESIA, DILAPORKANTAHUN 1987 KASUS TERUS MENINGKAT, SEHINGGA DATA SAMPAI DENGAN DESEMBER 2005 TERCATAT :HIV : 4244AIDS : 5321 PROPINSI DENGAN KASUS AIDS TERBANYAK s / dDESEMBER 2005 1. DKI JAKARTA : 1927 2. PAPUA : 832 3. JATIM : 724 4. JABAR : 382 5. RIAU : 250 6. BALI : 226 PROBLEM SAAT INI : TRANSMISI VIRUS MELALUI IDU BERLANGSUNGSANGAT CEPAT UPAYA PENANGGULANGAN BERJALAN LAMBAT DANKALAH DENGAN PERGERAKAN HIV YANG CEPATKOMITMEN POLITIS MASIH KURANG ( KPA BELUM BERFUNGSI ) PERATURAN PERUNDANGAN BELUM MEMADAI

TEMUAN DI LAPANGAN : CARA PENULARAN & PENCEGAHAN HIV / AIDS

KENYATAAN EPIDEMI AIDS DI INDONESIA SAAT INI setiap propinsi ada informasi ibu hamildengan hiv + dan anak hiv atau aids g low prevalence country, tetapi mengarah keconcentrated level of epidemic, yang artinyaterdapat epidemi atau peningkatan yang tinggidari prevalensi hiv ( > 5% ) di beberapa tempatatau populasi SITUASI HIV / AIDS PADA PEREMPUAN DAN ANAK A DI INDONESIA MENJADIPOPULASI RAWAN TERTULAR & MENULARKAN

JUGALSM YANG BERGERAK DI BIDANG HIV / AIDS

PROGRAMHIV / AIDS BELUM OPTIMAL K MASYARAKAT & KELOMPOK RISTI MENGETAHUIDIMANA & BAGAIMANA MENDAPATKAN TES HIV

TAK

JAWABKESEHATAN MASALAHSOSIAL )

SEMATA

PENGINGKARAN

AIDS

SEBAGAI

APA YANG HARUS DILAKUKAN ?

atau bersin keras) Komplikasi : Pneumonia Bacterialis (kematian) PENYELENGGARAAN IMUNISASI. TETANUS Penyebab : Clostridium Tetani yang menghasilkan neurotoksin Penyebarannya melalui kotoran yang masuk ke dalam luka yang dalam Gejala : Kaku otot pada rahang dan leher Kesulitan menelan Kaku otot perut Demam Pada bayi ada gejala berhenti menetek (sucking), kejang hebat, tubuh jadi kaku Komplikasi :Patah tulang (akibat kejang) Pneumonia dan infeksi lain (kematian) TUBERKULOSIS Disebabkan Mycobacterium Tuberculosa Menyebar melalui pernafasan (lewat bersin atau batuk) Gejala : Lemah badan, penurunan BB, demam, keringat malam Batuk terus menerus (kronis) Gejala lain tergantung organ yang terkena Komplikasi : Dapat menyebabkan kelemahan dan kematian CAMPAK )

KAB/ KOTA

Jenis Penyakit yang dapat dicegah dengan program Imunisasi adalah : 1. Difteri (penyakit radang tenggorokan) ttd: ada selaput kebiruan di amandel, panas. 2. Pertusis (batuk terus 1 hari tanpa henti) 3. Tetanus (kombol) 4. Tuberculosis 5. Campak 6. Poliomyelitis 7. Hepatitis B DIFTERI Corynebacterium Diphtheriae

Radang tenggorokan Hilang nafsu makan Demam ringan Dalam 2-3 hari timbul selaput putih kebiruan pada tenggorokan dan tonsil kematian) PERTUSSIS

Ruam pada muka dan leher, menyebar ke tubuh, tangan dan kaki

POLIOMYELITIS o Penyakit SSP yang disebabkan virus Polio

interval 4 minggu. Untuk mempertahankan kekebalan terhadap o Secara klinis adalah AFP (Acute Flaccid Paralysis) yaitu lumpuh layu akut pada anak usia < 15 th o Penyebaran penyakit melalui tinja yang terkontaminasi o Gejala : Demam, nyeri otot Kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit o Komplikasi : kelumpuhan otot-otot pernafasan pada do homogen Disuntikkan intramuskular atau subkutan dlm Dosis vaksin DT Horisontal : dari darah dan produknya mll suntikan, transfusi darah, hubungan seks yg tdk aman Vertikal : dari ibu ke bayi selama proses POLIO (OPV : Oral Polio Vaksin) o Vaksin Polio Trivalent tdd suspensi virus Poliomyelitis tipe 1,2 dan 3 (Strain Sabin) yang sudah dilemahkan o Indikasi : pemberian kekebalan aktif terhadap Polio o Cara : Secara oral, 1 dosis adalah 2 tts Pemberian 4 kali dengan interval minimal 4 mg Setiap vial baru harus menggunakan penctes/dropper baru o Efek samping : Tidak ada o Paralisis akibat vaksin sangat jarang terjadi (<0,17 per 1.000.000) CAMPAK Indikasi : pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak kali disuntikkan intra cutan, di lengan kanan atas (insertio m. pelarut Dosis 0,5 ml disuntikkan subkutan pd lengan kiri atas pada usia 9-11 bulan Ulangan (booster) pada usia 6-7 th (kls 1 SD) o (Leukimia, Limfoma)

Komplikasi : bisa menjadi kronis dan timbul Chirrosis Hepatis dan produk biologis yang terbuat dari : kuman komponen kuman racun mera sensitivitasnya terhadap suhu, vaksin digolongkan menjadi : a). Freeze Sensitive (FS) : sensitive thd beku DPT, DT, TT, HB dan DPT-HB b). Heat Sensitive (HS) : sensitive thd panas Campak, Polio dan BCG JENIS

penyakit kulit berat sedang menderita TBC (berikan sedini mungkin) DPT HB Indikasi : kekebalan aktif terhadap Difteri, Pertusis, Tetanus dan Hepatitis B Cara :Disuntikkan intramuskular 0,5 ml sebanyak 3 dosis Dosis pertama usia 2 bulan, selanjutnya interval min 4 mg. Kontraindikasi : Gejala abnormal pada otak/syaraf o Mengalami penyakit parah pada dosis pertama Efek samping : lemas, demam, Pemberian kekebalan aktif terhadap Tetanus. o Diberikan pada WUS atau ibu hamil. Untuk mencegah Tetanus pd bayi baru lahir dan pada harus dikocok dulu agar homogen. Disuntikkan intramuscular atau subcutan dalam. Dosis 0,5 ml diberikan 2 dosis dgn

Definisi, Visi, Misi, Tujuan, dan Fungsi puskesmas


Definisi Puskesmas 1. Dr AZRUL AZWAR, MPH ( 1990 ) Pusat Kesehatan Masyarakat : adalah suatu keseatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk-bentuk usaha kesehatan pokok. 2. DEPARTEMEN KESEHATAN RI 1981 Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) adalah : suatu kesatuan organisasi Kesehatan yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi di masyaakat disuatu wilayah kerja tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok 3. DEPARTEMEN KESEHATAN RI 1987 Puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya. Puskesmas adalah : suatu unit organisasi fungsional yang secara profesional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu. 1. Menurut Kepmenkes RI No.128/Menkes/SK/II/2004 Puskesmas adalah UPTD Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. 2. Departemen Kesehatan RI 1991 Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

Visi, Misi, Tujuan, dan Fungsi puskesmas 1. Visi : Tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya indonesia sehat 2010. Masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. 1. Misi : 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. 2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya. 3. Memelihara dan meningkatkan mutu pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakannya. 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. 2. Tujuan Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni; meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas. 3. Fungsi Puskesmas Pusat pembangunan berwawasan kesehatan. Mengupayakan program-program pembangunan yang berwawasan kesehatan,yaitu : Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan. Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga, dan masyarakat : 1. Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat. 2. Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan. 3. Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.Yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan yang meliputi : 1) Pelayanan kesehatan masyarakat (public goods) 2) Pelayanan kesehatan perorangan(private goods) Sumber: http://arieswidiyoko.wordpress.com/2012/09/22/belajarsimpus/

2) Siswa mempunyai sikap/ kebiasaan pelihara diri terhadap kesehatan 3) gigi dan mulut. 4) Siswa binaan UKGS paket standar, paket optimal mendapat pelayanan medik gigi dasar atas dasar permintaan (care on demand) 5) Siswa sekolah binaan UKGS paket optimal pada jenjang kelas terpilih mendapat pelayanan medik dasar yang diperlukan( treatment need) [2]. Pemeliharaan diri yang dimaksud adalah suatu sikap yang positif terhadap kesehatan gigi dan mulut dengan upaya : a. Meningkatkan kesehatan dengan cara memperkuat pertahanan tubuh, misalnya mengkonsumsi nutrisi yang seimbang. b. Menghindari faktor-faktor yang merugikan adalah menghindarkan gigi dan mulut dari sisa-sisa makanan dengan cara menyikat gigi secara tepat dan teratur. c. Menghindari kebiasaan buruk misalnya menghisap jari, menggigit pensil. Menghindari diri dari cidera, misalnya; membuka tutup botol dengan gigi, sikat gigi terlalu besar dan kasar, memecah kenari dengan gigi dan lain-lain. d. Melindungi gigi dengan cara memperkuat gigi melalui pemakaian pasta gigi yang mengandung fluor. e. Memeriksakan gigi secara berkala enam bulan sekali pada sarana pelayanan kesehatan gigi/dokter gigi keluarga atau puskesmas untuk dilakukan penanggulangan apabila diperlukan. Sumber Rujukan : 1. Depkes RI. Pedoman Pelaksanaan Kesehatan Gigi Sekolah. Dirjen Medik, Jakarta, 1999 2. YKGI, Program Pelayanan UKGS. Jakarta, 2007

Pengertian UKGS
UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) merupakan salah satu kegiatan di luar gedung dari Upaya Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas, berikut ini adalah tentang Pengertian UKGS dan Tujuan UKGS : 1. Pengertian UKGS UKGS adalah suatu komponen dari UKS dan merupakan tehnis pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi anak sekolah yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak [1]. 2. Tujuan UKGS a. Umum Terciptanya derajad kesehatan gigi dan mulut siswa yang optimal. b. Khusus 1) Siswa mempunyai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.

UKGS Tahap I, UKGS Tahap II dan UKGS Tahap III


a. UKGS Tahap I Upaya kesehatangigi dan mulut pada SD yang belum terjangkau oleh tenaga kesehatan gigi, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan lain dan guru UKS pada sekolah tersebut kegiatannya berupa : 1) Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut oleh guru UKS dengan materi sesuai dengan kurikulum olahraga dan kesehatan (orkes) 2) Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut berupa bimbingan memelihara diri : sikat gigi bersama satu bulan sekali. 3) Rujukan kesehatan gigi dan mulut bagi yang memerlukan. b. UKGS Tahap II Sudah ada tenaga/sarana kesehatan gigi yang terbatas. Kegiatannya berupa : 1) Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut oleh guru UKS. 2) Pengobatan ringan dan pertolongan pertama untuk menghilangkan rasa sakit gigi disekolah oleh guru UKS atau dokter kecil. 3) Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut. 4) Sikat gigi bersama dengan pasta gigi yang mengandung fluor satu kali perbulan, pembersihan karang gigi, kumur-kumur dengan larutan fluor untuk daerah yang rawan karies. 5) Pencabutan gigi sulung bagi yang memerlukan. 6) Upaya pengobatan medik dasar bagi peserta didik yang memerlukan. c. UKGS Tahap III UKGS tahap III yaitu, sudah ada tenaga dan sarana kesehatan gigi yang memadai pada sekolah. Kegiatannya berupa;

1) Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut oleh guru UKS 2) Pengobatan ringan dan pertolongan pertama untuk menghilangkan rasa sakit gigi disekolah oleh guru UKS dan atau dokter kecil. 3) Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut seperti UKGS tahap I dan tahap II. 4) Pencabutan gigi sulung bagi yang memerlukan, 5) Upaya pengobatan berupa : Pengobatan atas permintaan pada murid kelas I-VI dan perawatan lengkap pada murid kelas selektif sesuai dengan kondisi penyakit setempat. Sumber Rujukan : 1. Depkes RI. Pedoman Pelayanan Kesehatan Untuk Sekolah Dasar. Jakarta. 2001. 2. Depkes RI. Petunjuk Tehnis Penjaringan Di Sekolah. Jakarta, 1995.

Definisi, Fungsi ,Tujuan dan Tugas Puskesmas Posted By Revolusi Pendidikan On 18.20Under Ilmu Keperawatan 1. Definisi Puskesmas : Menurut Depkes 1991,Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. 2. Fungsi Puskesmas: Fungsi puskesmas itu sendiri meliputi : a. Fungsi Pokok 1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan 2) Masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan 3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama

5) Kerjasama lintas sector b. Peran Puskesmas Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat diwilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri c. Cara-cara yang ditempuh 1) Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. 2) Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif. 3) Memberikan bantuan teknis 4) Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat 11) Masyarakat 12) Kesehatan kerja 13) Kesehatan Gigi dan Mulut 14) Kesehatan jiwa 15) Kesehatan mata 16) Laboratorium sederhana 17) Pencatatan dan pelaporan dalam rangka SIK 18) Pembinaan pemgobatan tradisional 19) Kesehatan remaja 20) Dana sehat f. Satuan Penunjang d. Program Pokok Puskesmas 1) KIA 2) KB 3) Usaha Kesehatan Gizi 4) Kesehatan Lingkungan 5) Pemberantasan dan pencegahan penyakit menular 6) Pengobatan termasuk penaganan darurat karena kecelakaan 7) Penyuluhan kesehatan masyarakat 8) Kesehatan sekolah 9) Kesehatan olah raga 10) Perawatan Kesehatan

1) Puskesmas Pembantu Pengertian puskesmas pembantu yaitu Unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam rung lingkup wilayah yang lebih kecil 4) Bidan desa Bagi desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan ditempatkan seorang bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung jawab kepada kepala puskesmas.Wilayah kerjanyadengan jumlah

2) Puskesmas Keliling Pengertian puskesmas Keliling yaitu Unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasiserta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas.dengan funsi dan tugas yaitu Memberi pelayanan kesehatan daerah terpencil ,Melakukan penyelidikan KLB,Transport rujukan pasien, Penyuluhan kesehatan dengan audiovisual. penduduk 3.000 orang. Adapun Tugas utama bidan desa yaitu : a) Membina PSM b) Memberikan pelayanan c) Menerima rujukan dari masyarakat

3. Tujuan Puskesmas Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran , kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggitingginya dalam rangka mewujudkan Indonesiam Sehat 2010. 4. Tugas Puskesmas Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunankesehatan disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmasw melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan. Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat

dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan kesehatan disesuaikandengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas. Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six): a. Upaya promosi kesehatan b. Upaya kesehatan lingkungan c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana d. Upaya perbaikan gizi masyarakat e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular f. Upaya pengobatan Berdasarkan pertimbangan diatas maka pada tahun 1994 dibangunlah Puskesmas Wangisagara yang beralamat di Jln Raya Wangisagara dengan nomor kode Puskesmas yaitu 2904.Status puskesmas Wangisagara saat ini yaitu TTP. Adapun status puskesmas dalam program TB Paru yaitu PRM. PRM ini dibentuk dengan harapan bisa menciptakan sebuah kecamatan yang sehat untuk menuju Indonesia Sehat 2010.

Pengertian, fungsi & program puskesmas Presentation Transcript 1. Puskesmas adalah unit pelaksana teknisDinas Kesehatan Kabupaten / Kota yangbertanggung jawab menyelenggarakanpembangunan kesehatan di suatu wilayahkerja tertentu KESEHATAN STRATA PERTAMA Program Pengobatan

-JAGA ( Sumber Air minum Jamb Tempat6. 3. PROGRAM KIA - KBKIA ANC ( Antenatal Care ) PNC ( Post Natal Care ) Pemberian Tablet FE ( 90 Tablet selama kehamilan, mulai trimester kedua ) Pertolongan Persalinan Manajemen Terpadu Balita Sakit ( MTBS ) Pelayanan Neonatus Rujukan Bumil Resti Kemitraan Dukun Bersalin Penyuluhan KB 11 Bln : 1 Kapsul Biru di Bln Februari atau Agustus 12 59 Bln : 1 Kapsul Merah di Bln Februari BERYODIUM 9. 5. PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN ( P2PL ) Surveilans Epidemiologi ( Surveilans Terpadu Penyakit / STP ) Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, Flu Burung, ISPA, Diare, IMS ( Infeksi Menular Seksual ), Rabies, DBD, Cikungunya, Malaria Imunisasi UCI / Imunisasi Dasar Lengkap KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ) Jadwal Imunisasi Efek Samping Imunisasi 10. JADWAL IMUNISASI 0 - 7 Hari : HBO, Polio 1 Bulan : BCG, Polio 1 2 Bulan : DPT / HB1, Polio 2 3 Bulan : DPT / HB2, Polio 3 4 Bulan : DPT / HB3, Polio 4 9 Bulan : Campak

njungan Puskesmas (Rawat Jalan, Rawat Inap) W 1 : Laporan Kejadian Luar Biasa W 2 : Laporan Mingguan Penyakit FORMAT LAPORAN PROGRAM ikan, Pelayanan dan Kesehatan emantauan

Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi di Puskesmas Onembute KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI DI PUSKESMAS DAN JARINGANNYA Oleh : Husen, SKM (Kepala UPTD Puskesmas Onembute Kab. Konawe Sulawesi Tenggara) Diterbitkan khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja staf / programmer Puskesmas Onembute Kab.Konawe dalam upaya peningkatan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang adil dan merata. BAB I. KEDUDUKAN, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UPTD PUSKESMAS A. KEDUDUKAN Unit Pelaksana Teknis Puskesmas yang selanjutnya disingkat UPT Puskesmas adalah UPT pada Dinas Keshatan Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD Puskesmas. UPTD Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. UPTD Puskesmas Onembute adalah unit pelaksana teknis untuk menunjang operasional Dinas Kesehatan dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe.UPTD Puskesmas dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Dengan kata lain UPTD Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Wilayah kerja Puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan.Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja Puskesmas. UPTD Puskesmas sebagai badan pelayanan kesehatan masyarakat memiliki kedudukan secara administratif dan kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan. Kedudukan secara administratif yang berarti UPTD Puskesmas merupakan perangkat pemerintah daerah Kabupaten dan bertanggung jawab langsung baik teknis maupun administratif kepada Kepala Dinas kesehatan Kabupaten. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan yang berarti UPTD Puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan pertama sesuai dengan SKN. B. FUNGSI UPTD Puskesmas mempunyai fungsi pelayanan kesehatan strata pertama, pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dan penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat, memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu.

Fungsi fungsi tersebut dilaksanakan dengan cara sebagai berikut : Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Bekerjasama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program Puskesmas. UPTD Puskesmas memiliki fasilitas penunjang untuk dapat menjangkau pelayanan lebih merata dan meluas, oleh karena itu perlu adanya fasilitas: v PUSKESMAS PEMBANTU / POSKESDES Puskesmas Pembantu / Poskesdes adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatankegiatan yang dilakukan UPTD Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. Puskesmas Pembantu / Poskesdes merupakan bagian integral dari Puskesmas dengan kata lain satu UPTD Puskesmas meliputi seluruh Puskesmas Pembantu / Poskesdes yang ada didalam wilayah kerjanya. v PUSKESMAS KELILING Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan roda empat atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal Puskesmas. Puskesmas Keliling berfungsi untuk menunjuag dan membantu melaksanakan kegiatan kegiatan UPTD Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. v BIDAN DIDESA Pada tiap desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatannya akan ditempatkan seorang bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala UPTD Puskesmas. Tugas utama bidan tersebut adalah membina peran serta masyarakat melalui pembinaan Posyandu dan pembinaan pimpinan kelompok persepuluhan / dasawisma, disamping memberi pelayanan langsung di Posyandu dan pertolongan persalinan dirumah-rumah. C. TUGAS PUSKESMAS Untuk melaksanakan fungsi fungsi tersebut di atas, UPTD Puskesmas mempunyai tugas : mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat; merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan Puskesmas; menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis sesuai bidang tugasnya; melaksanakan upaya kesehatan masyarakat; melaksanakan upaya kesehatan perorangan;

melaksanakan pelayanan upaya kesehatan/ kesejahteraan ibu dan anak, Keluarga Berencana, perbaikan gizi, perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit, pembinaan kesehatan lingkungan, penyuluhan kesehatan masyarakat, usaha kesehatan sekolah, kesehatan olah raga, pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana, upaya kesehatan kerja, kesehatan usia lanjut, upaya kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya serta pembinaan pengobatan tradisional; melaksanakan pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat, koordinasi semua upaya kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembantuan sarana dan pembinaan teknis kepada Puskesmas Pembantu, unit pelayanan kesehatan swasta serta kader pembangunan kesehatan; melaksanakan pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader pembangunan di bidang kesehatan dan pengembangan kegiatan swadaya masyarakat di wilayah kerjanya; melaksanakan pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan; melaksanakan ketatausahaan dan urusan rumah tangga UPT; melaksanakan analisis dan pengembangan kinerja UPTD; melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

BAB II SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI PERSONIL UPTD PUSKESMAS A. SUSUNAN ORGANISASI Susunan organisasi UPTD Puskesmas terdiri dari : Kepala; Sub Bagian Tata Usaha; Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu; dan Jabatan Fungsional Umum. Tiap tiap UPTD Puskesmas tentunya diwajibkan untuk membuat Struktur Organisasi sesuai dengan format dari Dinas Kesehatan, namun Puskesmas diperbolehkan untuk menyesuaikan keadaan bila format dari Dinas Kesehatan tidak bisa dilakukan. Tetapi yang disesuaikan dan diubah ubah hanya bagian unit unit didalamnya sedangkan aturan formatnya tetap seperti gambar ( terlampir ). Berikut adalah penjelasan Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Onembute secara keseluruhan : Kepala UPTD Puskesmas, mempunyai tugas untuk memimpin, mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan Puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan struktural dan jabatan fungsional.

Tata Usaha, bertugas dibidang kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan pelaporan. Jabatan Fungsional, Tertentu adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. Unit I, bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi. Unit II, bertugas melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. Unit III, bertugas melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan usia lanjut. Unit IV, bertugas melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan mayarakat, kesehatan sekolah dan olah raga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. Unit V, bertugas melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat. Unit VI, bertugas melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap. Unit VII, bertugas melaksanakan kefarmasian.

B. PENDISTRIBUSIAN TUGAS Dalam melaksanakan tugas, Kepala UPTD, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dan Kelompok Jabatan Fungsional menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi secara vertikal dan horisontal baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Pembagian tugas unsur organisasi pada pemangku jabatan di lingkungan UPTD Puskesmas diatur oleh Kepala UPTD Puskesmas.

TUGAS POKOK, FUNGSI & TANGGUNG JAWAB SUB BAG. TATA USAHA 1. Fungsi Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi pelaksanaan urusan umum, kepegawaian, keuangan, administrasi data dan pelaporan. 2. Rincian Tugas Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud di atas, Sub Bagian Tata Usaha mempunyai rincian tugas sebagai berikut : a. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan yang berkaitan urusan umum, kepegawaian, keuangan, administrasi data dan pelaporan; b. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan Sub Bagian; c. Menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan urusan umum, kepegawaian, keuangan, administrasi data dan pelaporan;

d. Menyiapkan bahan koordinasi dan petunjuk teknis kebutuhan, perumusan sistem dan prosedur, tata hubungan kerja, serta permasalahan yang berkaitan dengan organisasi dan tatalaksana; e. Memberikan pelayanan naskah dinas, kearsipan, pengetikan, penggandaan dan pendistribusian; f. Memberikan pelayanan penerimaan tamu, kehumasan dan protokoler; g. Melaksanakan pengurusan perjalanan dinas, keamanan kantor dan pelayanan kerumahtanggaan lainnya; h. Melayani keperluan dan kebutuhan serta perawatan ruang kerja, ruang rapat/ pertemuan, kendaraan dinas, telepon dan sarana/ prasarana kantor; menyusun analisa kebutuhan pemeliharaan gedung dan sarana prasarana kantor; membuat usulan pengadaan sarana prasarana kantor dan pemeliharaan gedung; i. Melaksanakan inventarisasi, pendistribusian, penyimpanan, perawatan dan usulan penghapusan sarana prasarana kantor; melaksanakan penatausahaan kepegawaian dan usulan pendidikan dan pelatihan pegawai; melaksanakan fasilitasi penyusunan informasi jabatan dan beban kerja; j. Menyelenggarakan administrasi keuangan kantor; k. Membuat usulan pengajuan gaji, perubahan gaji, pemotongan gaji, pendistribusian gaji dan pengajuan kekurangan gaji pegawai; l. Mengkoordinasikan ketugasan satuan pengelola keuangan; m. Menyiapkan bahan koordinasi dengan masing-masing unsur organisasi di lingkungan UPTD Puskesmas dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan; n. Melaksanakan analisis dan pengembangan kinerja Sub Bagian; o. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD Puskesmas

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 1. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah sebagai berikut: a. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir. - Pelayanan Antenatal minimal 4 kali (K1). - Pelayanan Antenatal minimal 4 kali ( K4). - Pelayanan bayi baru lahir (KN 1). - Pelayanan bayi baru lahir (KN 2). - Ibu Nifas. - Ibu Meneteki. - Upaya peningkatan kualitas pelayanan melalui Audit Maternal Perinatal. - Pemantauan wilayah setempat Kesehatan Ibu dan anak (PWS-KIA) b. Kemitraan dengan LP/LS, organisasi profesi, swasta, LSM, masyarakat antara lain melalui : - Gerakan Sayang Ibu. - Pertemuan Kemitraan dengan kader, dukun bayi.

- Kerjasama Lintas sektor/ Lintas Program. c. Pelayanan Kesehatan Bayi dan anak pra sekolah : - Bayi 0 1 th - Anak 1 4 th. - Anak 5 7 th. - Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak 0 7 th. d. Frekwensi kunjungan : - Frekwensi minimal untuk bayi. - Frekwensi minimal untuk Anak Balita. - Frekwensi minimal untuk Anak Pra Sekolah. - Frekwensi kunjungan minimal untuk Bufas. - Frekwensi kunjungan minimal untuk Buteki. e. Peningkatan Mutu Pelayanan. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan ANC. - Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan ANC.

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 2. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN USIA SUBUR. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan kesehatan usia subur adalah sebagai berikut: a. Pelayanan Kesehatan Reproduksi, termasuk KB. - Pelayanan KB (Baru). - Penanganan efek samping dan komplikasi. - Cakupan efek samping.. - Cakupan komplikasi. b. Pembinaan Akseptor Aktif semua metode. c. Pelayanan Pap Smeer. Peningkatan Mutu pelayanan. a. Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan kontrasepsi. b. Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan kontrasepsi.

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM

3. PROGRAM PELAYANAN PERBAIKAN GIZI Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan gizi adalah sebagai berikut: a. Program pelayanan perbaikan gizi masyarakat. 1) Pemantauan pola konsumsi. 2) Kerjasama lintas sektor / lintas program dalam program gizi. 3) Pemberian Vit. A pada bayi 6 - 11 bl. Dengan dosis 100.000 SI 1 kali pertahun. 4) Pemberian Vit. A pd anak 1-4 tahun dg dosis 200,000 SI 2x pertahun. 5) Pemberian Vit. A pada ibu nifas. 6) Pemberian Tab. Fe-90 pada ibu hamil. 7) Penimbangan Balita Bulanan (UPGK). K / S : Tingkat Jangkauan Program. D / S : Tingkat Partisipasi Masyarakat. N / D : Tingkat Keberhasilan Penimbangan. D / K : Tingkat Kelangsungan Penimbangan. N / S : Tingkat Keberhasilan Program 8) Pelayanan pojok gizi. 9) Pelacakan kasus gizi buruk dilaporkan. 10) Penanganan kasus gizi buruk pada Balita. 11) Penanganan kasus gizi buruk pada ibu hamil. 12) Pemeriksaan Hb pada BUMIL. 13) ASI Eksklusif. 14) Anemi Ibu Hamil. 15) Rujukan Balita KEP Berat. 16) Pendampingan Ibu Balita KEP. 17) Pembinaan dan bimbingan teknis ke Posyandu. b. Program pelayanan penduduk miskin dan kelompok masyarakat khusus. 1) Pemberian JPS - BK untuk gakin. 2) Kunjungan pelayanan JPS - BK gakin di Puskesmas 3) Persalinan Gakin. 4) Pemberian PMT Pemulihan Bayi 6 - 11.bl (sesuai alokasi dana). 5) Pemberian PMT Pemulihan Balita 1 - 4 th (sesuai alokasi dana). 6) Pemberian PMT Pemulihan Bumil KEK (sesuai alokasi dana). c. Program peningkatan mutu pelayanan. 1) Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan Gizi. 2) Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan Gizi.

Definisi Score Proses Pelayanan Gizi 0 : Tidak ada pelayanan perbaikan gizi. 1 : Ada perencanaan & penyusunan jadwal dari prog. pelayanan gizi. 2 : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi, dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK. 3 : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi, dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK, program pelayanan gizi dilaksanakan. >= target. 4 : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi, dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK, program pelayanan gizi dilaksanakan >= target, dan dimonitoring. 5 : Ada perencanaan dan penyusunan jadwal dari program pelayanan gizi, dan dilakukan koordinasi dengan anggota PKK, program pelayanan gizi dilaksanakan >= target, monitoring dan dievaluasi.

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 4. PROGRAM PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pencegahan pemberantasan penyakit menular sebagai berikut: a. Tb. Paru. - Pemeriksaan sputum pada kasus tersangka TB. - Penemuan dan pengobatan penderita TB Paru BTA positif. - Penemuan dan pengobatan penderita Tb. Paru BTA Neg / RO (+). - Penderita Tb Paru BTA Positif yang diobati dinyatakan sembuh. - Penderita Tb Paru BTA Neg / RO (+) yang diobati dinyatakan sembuh. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan TB Paru. - Tingkat kelengkapan alat pelayanan TB Paru. b. Diare. - Penemuan / pelayanan kasus diare oleh Puskesmas - Rehidrasi oral dengan Oralit pada kasus diare di Puskesmas - Rehidrasi intra vena (infus) pd kasus Diare, di Pusk dirujuk ke Pusat Rehidrasi/perawatan Pusk. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur penanganan diare. - Tingkat kelengkapan alat pelayanan diare. c. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). - Penemuan kasus Pneumoni Balita di Puskesmas

- Jml kasus pneumonia yg dilakukan pengobatan secara standart (diperiksa, diobati). - Jumlah kasus pneumonia balita berat/ dengan tanda bahaya. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan ISPA. - Tingkat kelengkapan alat pelayanan ISPA. d. Kusta. - Penemuan penderita Kusta. - Jumlah penderita Kusta yang di obati. - Jumlah penderita yang dinyatakan sembuh. - Pemeriksaan Kusta di sekolah. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur penanganan Kusta. - Tingkat kelengkapan alat pelayanan Kusta. e. Demam Berdarah Dengue. - Pertemuan lintas sektor untuk penggerakan PSN. - Rujukan kasus tersangka ke Rumah sakit. - Penyelidikan epidemiologi pada masyarakat disekitar kasus. - Penanggulangan focus. - Angka bebas jentik (ABJ). - Pemeriksaan jentik berkala (PJB) pada TTU. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur penanganan DBD - Tingkat kelengkapan alat pelayanan DBD

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 5. PROGRAM PELAYANAN PENYAKIT TIDAK MENULAR. Program-program Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan penyakit tidak menular adalah sebagai berikut: a. Neoplasma. Penanganan kasus paliatif. b. Hypertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah. - Penemuan kasus dengan pemerksaan fisik di puskesmas pada pasien yang datang dengan keluhan penyakit.

- Pelayanan rujukan ke Rumah Sakit dan atau dietetic. c. Penyakit Kencing manis ( Diabetes Militus / DM). - Penemuan kasus & pemerk fisik & lab. Rutin / khusus di Puskesmas pada pasien yang datang dengan keluhan. - Pelayanan rujukan ke RS. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 6. PROGRAM PELAYANAN PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan pengendalian vektor penyakit adalah sebagai berikut: a. Pemberantasan tempat - tempat perindukan vektor. Pengaw.tempat - tempat potensial perindukan dipemukiman & sekitar. b. Pemberantasan Vektor Penyakit. - Demam berdarah dengue dengan fogging (ULV). - Demam berdarah dengue dengan abatisasi selektif. - Kegiatan penanggulangan sebelum masa penularan (PSN). TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 7. PROGRAM PELAYANAN SISTEM KEWASPADAAN DINI. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan sistem kewaspadaan dini adalah sebagai berikut: - SKD Penyakit - Pemantauan & analisis data laporan mingguan surveylance (W2) penyakit di Puskesmas (spesifik daerah) - Pembahasan hasil analisa data W2 - Visualisasi data untuk kewaspadaan dini (diare, campak, DBD)

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 8. PROGRAM PELAYANAN IMUNISASI. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan imunisasi adalah sebagai berikut: a. BCG pada bayi b. DPT 1 pada bayi. c. Polio 4 pada bayi. d. Hepatitis B. e. Campak pada bayi. f. Boster DT pada anak SD kelas I.

g. h. i. j. k.

TT pada anak SD kelas II dan III. TT2 Bumil. Angka kesinambungan pelayanan imunisasi bayi. Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan per jenis imunisasi. Tingkat kelengkapan prasarana medis.

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 9. PROGRAM PELAYANAN SANITASI LINGKUNGAN Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan sanitasi lingkungan adalah sebagai berikut: : HIGIENE SANITASI a. Inspeksi Sanitasi 1) Inspeksi sanitasi sarana air bersih (SAB) 2) Inspeksi sanitasi di Tempat Tempat Umum (TTU prioritas) 3) Inspeksi sanitasi di Tempat pengelolaan makanan (TPM) 4) Inspeksi sanitasi di lingkungan pemukiman a) Pemukiman diperiksa b) Rumah diperiksa c) TPS diperiksa d) TP2 Pestisida diperiksa 5) Inspeksi Sanitasi Dasar a) Jamban, b) SPAL 6) Tingkat Kepatuhan petugas terhadap prosedur inspeksi sanitasi 7) Tingkat kelengkapan alat dalam inspeksi sanitasi b. Pengawasan Kualitas Lingkungan 1) Pengambilan dan pengiriman sampel air ke Laboratorium 2) Pemeriksaan Kualitas air 3) Pengambilan sampel makanan minuman ke laboratorium 4) Pemeriksaan Kualitas makanan minuman. 5) Pengendalian Vektor Lalat. a) Pengukuran kepadatan lalat di TPS. b) Penyemprotan TPS. 6) Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pengawasan. 7) Tingkat kelengkapan alat dalam pengawasan. PROGRAM INOVATIVE Klinik Sanitasi Puskesmas

1) a) b) 2) 3) b.

Pelayanan terpadu di klinik sanitasi. Pada pasien yg datang ke Puskesmas dengan penyakit yg berbasis lingkungan. Pada sasaran masyarakat umum pengunjung Puskesmas yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan. Kunjungan rumah/ke lapangan, dalam rangka tindak lanjut pelayanan di klinik sanitasi Puskesmas a. Pelayanan dan bimbingan pada keluarga sasaran. Pembinaan pada masyarakat sekitar/kader.

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 10. PELAYANAN LABORATORIUM. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan laboratorium adalah sebagai berikut: a. Pemeriksaan Laboratorium. 1) Darah. 2) Urine. 3) Faeses termasuk telur cacing. 4) Tes Kehamilan. 5) Jumlah Pemeriksaan. - BTA - Kusta 6) Jumlah Sampel dirujuk. b. Peningkatan Mutu pelayanan. 1) Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan pengobatan. 2) Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan pengobatan. c. Program inovatif laboratorium. 1) Golongan Darah. 2) Gula Darah.

3) 4) 5) 6)

Pemeriksaan trombosit pada kasus tersangka DBD. Pemeriksaan PCV / hematokrit pada kasus tersangka DBD. Pemeriksaan Widal. Fluor Albus / GO.

TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 11. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan ini adalah sebagai berikut: a. Pembinaan Kesehatan Gigi di Posyandu. b. Pembinaan Kesehatan Gigi di TK. c. Pembinaan dan Bimbingan Sikat Gigi masal pada SD + MI. d. Cakupan SD + MI deangan UKGS Paripurna (Klas V). e. - Jml Murid SD + MI Klas III s/d V yg mendapat perawatan kes. gigi (X) - Jml Murid SD + MI Klas III s/d V yg perlu perawatan kesehatan gigi(Y) - Cakupan Murid SD + MI Klas III s/d V yg mendapat perawatan kesehatan gigi = X / Y x 100% f. - Gigi tetap yang ditambal permanen ( A ) - Gigi Tetap yang dicabut ( B ) Ratio gigi tetap ditambal / dicabut = A / B x 100% = . g. Cakupan pemeriksaan kesehatan gigi pd Bumil. h.. Cakupan pemeriksaan kesehatan gigi anak prasekolah ( 5 - 7 th. ). i.. Kunjungan rawat jalan gigi (baru + lama ). Peningkatan Mutu pelayanan. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan Gigi. - Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan Gigi. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 12. PROGRAM PELAYANAN USAHA KESEHATAN KERJA. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan usaha kesehatan kerja adalah sebagai berikut: a. KIE UKK di sektor informal. b. Pembentukan Pos UKK dan Kader UKK. d. Pemeriksaan kesehatan berkala di Pos UKK. e. Pemeriksaan berkala dan tindak lanjut pada lingkungan kerja. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM

13. PELAYANAN USIA LANJUT. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan usia lanjut adalah sebagai berikut: a. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut. Pemeriksaan Kesehatan Usila di Fasilitas Kesehatan (Puskesmas + Posyandu Usila). Pengobatan Penyakit. Penyuluhan dan Konseling. b. Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan. Pembinaan ke Posyandu Usila. c. Kemitraan dengan LP/LS, organisasi Profesi, Swasta, LSM, Masyarakat melalui: Penggunaan KMS. Forum Komunikasi LS/LP. Pengembangan Kelompok Usila antara lain : - Posyandu yang melaksanakan senam. - Posyandu yang melaksanakan simulasi. - Posyandu Usila. d. Peningkatan Mutu Pelayanan. Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan Usila. Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan usila. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 14. PELAYANAN KESEHATAN ANAK DAN REMAJA. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan kesehatan anak dan remaja adalah sebagai berikut: a. Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah. Pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah : - S.D / MI. - S.M.P / MTs. - S.M.U / MA. Pelayanan kesehatan Reproduksi Remaja. - S.D / MI. - S.M.P / MTs. - S.M.U / MA. Penanganan masalah kesehatan remaja (kehamilan diluar nikah, kebiasaan merokok, ketergantungan Napza). Cakupan pemeriksaan anak sekolah (SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA). b. Upaya peningkatan kualitas pelayanan.

- Supervisi teknis / pembinaan ke Sekolah. c. Kemitraan dengan LP/LS organisasi profesi, swasta, LSM, Masyarakat antara lain melalui : Aktivasi Tim Pembina UKS. d. Kampanye Anti Napza. - Pengawasan terhadap Sekolah yang melakukan konseling bagi siswa yang bermasalah. - Peningkatan Mutu Pelayanan. - Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan UKS. - Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan UKS. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 15. PROGRAM PELAYANAN INOVATIF KESEHATAN JIWA. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan inovatif kesehatan jiwa adalah sebagai berikut : Kesehatan Jiwa - Penanganan kasus kesehatan jiwa melalui rujukan. - Deteksi dan penanganan kasus jiwa (gangguan perilaku, gangguan jiwa gangguan psikosomatik, masalah Napza dan lain-lain yg datang berobat ke Puskesmas) - Frekuensi penyuluhan kesehatan mental (kelompok). - Jumlah kunjungan rumah Penderita Psikosis. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 16. PROGRAM PELAYANAN INOVATIF KESEHATAN INDERA. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan inovatif kesehatan indera adalah sebagai berikut: a. Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutaan. - Penemuan kasus penyakit mata di Puskesmas - Penemuan kasus katarak pada usia> 45 th. - Kasus sakit mata yang diobati. - Upaya pencegahan kebutaan : 1) Jumlah orang yang diperiksa matanya (visus). - Murid SD / MI Klas I. - Pengunjung Puskesmas (BP). 2) Frekuensi penyuluhan Katarak dan tanda - tanda kekurangan Vit. A. b. Pembentukan dan pembinaan kelompok mandiri penyakit tidak menular. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM

17. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN MATRA. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan kesehatan matra adalah sebagai berikut: a. Pengamanan Kesehatan haji. - Pemeriksaan / penjaringan kes CJH sesuai standar yg ditentukan, - Pelacakan Kesehatan Jamaah Haji. b. Penanganan Korban Bencana. c. Penanganan Pengungsi. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 18. PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PPM / PKM) Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan pemberdayaan masyarakat adalah sebagai berikut: a. Promosi kesehatan Pengkajian PHBS yang dilaksanakan 1) Rumah Tangga 2) Institusi Pendidikan 3) Institusi Kesehatan. 4) Tempat - Tempat Umum. 5) Tempat Kerja. b. Frekuensi Penyuluhan pada. 1) Kelompok Potensial Umum. 2) Siaran Keliling. 3) Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur promosi kesehatan. 4) Tingkat kelengkapan alat dalam promosi kesehatan. c. Pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian hidup sehat 1) Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) Pembinaan UKBM di Puskesmas Jumlah UKBM yang di bina a) Posyandu b) T o g a c) Pengobat Tradisional d) Pos Upaya Kesehatan Kerja Frekwensi Pembinaan UKBM o Posyandu o Toga

o Pengobat Tradisional o Pembinaan Kader o Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur UKBM o Tingkat kelengkapan alat dalam UKBM 2) Dana Sehat JPKM a) Jumlah kelompok Dana Sehat JPKM b) Jumlah Peserta Dana Sehat JPKM c) Tingkat kepatuhan petugas terhadap prosedur pelayanan JPKM d) Tingkat kelengkapan alat dalam pelayanan JPKM PROGRAM PENGEMBANGAN / INOVATIF Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kemandirian Hidup Sehat 1) Usaha Kesehatan Institusi a. Jumlah Institusi yang dibina - Pondok Pesantren - Panti Asuhan / Panti Wreda / Sosial b. Frekuensi Pembinaan - Pondok Pesantren - Panti Asuhan / Panti Wreda / Sosial 2) U K B M - Frekuensi Pembinaan Saka Bakti Husada. - Pencapaian pembinaan mastarakat dalam kemandirian hidup. - Proporsi pembinaan masyarakat dalam kemandirian hidup sehat. - Kinerja pembinaan masyarakat dalam kemandirian hidup sehat. TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PROGRAM 19. PROGRAM PELAYANAN RAWAT JALAN. Program-program UPTD Puskesmas yang termasuk dalam pelayanan rawat jalan adalah sebagai berikut: a. Kunjungan Puskesmas ( luar gedung & dalam gedung ). b. Kunjungan rawat jalan umum. c. Kunjungan rawat jalan gigi. d. Kunjungan rawat jalan lab. Klinik. e. Rujukan kasus ke rumah sakit. BAB III PARAMETER DAN SUB PARAMETER DI PUSKESMAS

Parameter 1. Upaya Kesehatan Keluarga dan KB

Sub parameter 1.1. Pelayanan perbaikan gizi diluar Puskesmas (posyandu) 1.2. Pelayanan perbaikan gizi didalam Puskesmas 1.3. Pelayanan usia lanjut didalam Puskesmas 1.4. Pelayanan usia lanjut diluar Puskesmas 1.5. Pelayanan kesehatan anak dan remaja 1.6. Pelayanan kesehatan ibu dan anak 1.7. Pelayanan kesehatan usia subur 2.1. Pelayanan imunisasi 2.2. Pelayanan pencegahan pemberantasan penyakit menular 2.3. Pelayanan penyakit tidak menular 2.4. Pelayanan pengendalian vektor penyakit 2.5. Pelayanan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) 2.6. Pelayanan inovatf kesehatan jiwa 2.7. Pelayanan inovatif kesehatan indera 3.1. Pelayanan laboratorium 3.2. Pelayanan kunjungan rawat jalan 3.3. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut 3.4. Pelayanan kesehatan matra 3.5. Pelayanan usaha kesehatan kerja 3.6. Pelayanan rawat inap 4.1. Pelayanan sanitasi lingkungan 5.1. Pelayanan pemberdayaan masyarakat 6.1. Penyusunan RUK dan RPK 7.1. Manajemen peralatan

2. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit

3. Upaya pengobatan

4. Higiene sanitasi 5. Pemberdayaan masyarakat 6. Manajemen operasional 7. Manajemen sumber daya

7.2. Manajemen obat 7.3. Manajemen keuangan 7.4. Manajemen tenaga