Anda di halaman 1dari 7

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 1 BUDIDAYA AREN AGAR KAYA NIRA Oleh

: Muthmainnah Aren (Arenga pinnata) termasuk suku Arecaceae (pinang-pinangan), merupakan tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae yaitu biji buahnya terbungkes daging buah. Tanaman ini banyak terdapat di daerah pantai timur India sampai ke Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman ini banyak terdapat di seluruh wilayah nusantara terutama di daerah yang lembab. Semua bagian pohon aren dapat diambil manfaatnya, mulai dari bagian-bagian fisik pohon maupun hasilhasil produksinya misalnya akar (untuk obat tradisional dan peralatan), batang (untuk berbagai macam peralatan dan bangunan), daun muda atau janur (untuk pembungkus atau pengganti kertas rokok yang disebut kawung), buah aren muda (untuk pembuatan kolang-kaling sebagai bahan pelengkap minuman atau makanan), air nira (untuk bahan pembuatan gula merah atau cuka), pati atau tepung dalam batang (untuk bahan pembuatan berbagai macam makanan atau minuman). Terkait dengan masalah pembudidayaannya, secara umum tanaman pangan yang satu ini tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus, sehingga dapat tumbuh pada tanah-tanah liat (berlempung), berkapur dan berpasir. Tetapi tanaman ini tidak tahan pada tanah yang kadar asamnya terlalu tinggi. Di

Indonesia, tanaman ini dapat tumbuh subur pada daerah yang di sekitarnya banyak tumbuh berbagai tanaman keras, mempunyai ketinggian 500-800 di atas permukaan laut, curah hujan yang merata sepanjang tahun, yaitu minimum sebanyak 1200 mm dalam setahunnya dan tidak membutuhkan sinar matahari yang terik sepanjang hari. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semua bagian tanaman ini dapat diambil manfaatnya. Namun kali ini akan dibahas mengenai budidaya nira yang dihasilkan oleh tanaman yang bernama latin Arenga pinnata ini yang mempunyai kegunaan untuk bahan pembuatan gula merah atau cuka. Nira dari pohon aren dihasilkan dari penyadapan tongkol (tandan) bunga jantan yang tumbuhnya 3

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 2 bulan setelah bunga betina muncul pertama kali di pucuk pohon (di bawah tempat tumbuh daun muda). Bunga jantan ini siap disadap saat sudah dewasa yang ditandai dengan warna bunga ungu kehitam-hitaman. Setelah mengetahui penyadapan nira berasal dari bunga jantannya, kemudian kita langsung masuk ke cara pembudidayaan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Arecaceae. Dimulai dari perlakuan pra-panen (pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit) hingga pemanenan. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam teknik pembudidayaan tanaman apapun adalah pembibitan. Pembibitan meliputi pengumpulan dan pemilihan biji, penyiapan bak pesemaian, pesemaian biji dan penyiapan media pembibitan. Biji aren diambil dari buah yang sudah mengalami pembusukan dengan cara pemeraman (menaruh buah aren pada kotak kayu atau bakul ditutup dengan lembaran goni atau daun pisang dan sering diperciki air selama 10 hari). Dalam pengambilan bijinya disarankan agar memakai sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan getah aren yang mengandung asam oksalat yang menyebabkan rasa gatal pada kulit. Biji yang telah siap (setelah direndam dalam larutan baketrisida selama 5 menit) kemudian disemai pada pasir yang telah diberi air sebagai media tumbuh dengan jarak antarbiji 4-5 cm. Setelah kurang lebih 60 hari, bibit pesemaian dipindahkan ke polybag dengan mencampur tanah gembur dengan pupuk kandang sebagai media. Pemeliharaan bibit dapat dilakukan dengan pemupukan ringan terdiri dari pupuk TSP dan urea masingmasing 0.5 gram dan penyiraman secukupnya. Setelah bibit berumur 2-3 tahun barulah masuk ke fase selanjutnya yaitu penanaman. Penanaman aren dilakukan pada lahan yang sudah terdapat pohonpohon pelindung agar pancaran sinar matahari yang terik tidak terkena langsung pada calon pohon aren. Selain itu, pilihlah tanah yang relatif subur dan daging tanahnya tebal atau tebal serta dekat dengan sumber air agar dapat mengairi pada saat musim kemarau. Tanah sebagai media tumbuh dibuat lubang dengan ukuran 60x60x60 cm dengan jarak antar tanaman adalah 10x10 m dan sebelumnya tanah

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 3 sudah dicampur dengan pupuk kandang agar kadar keasamnnya turun terutama pada musim hujan. Pada lahan yang terbuka sebaiknya dibuat atap pelindung tanaman dari anyaman tebu, kelapa atau kepang karen tanaman ini terlalau sensitif dengan sinar matahari. Kemudian lahan perlu didiamkan selama 15 hari agar tanah ternutrisi dengan merata seiring dengan pemberian pupuk kandang tersebut. Setelah itu, masukkan bibit tanaman yang tidak terserang hama dan penyakit ke dalam lubang tanah tadi sekitar 5 cm di bawah permukaan lahan. Dengan demikian, di sekitar lahan terbentuk lekukan yang memudahkan pengairan pada saat musim kemarau. Enau atau aren dapat dikembang biakkan secara generatif yaitu melalui bijinya. Agar diperoleh keturunan yang baik, benih sebaiknya diambil dari pohon induk yang memiliki kriteria sebagai berikut : Batang pohon harus besar dengan pelepah daun merunduk dan rimbun. Sampai saat ini dikenal dua macam tanaman aren yaitu Aren Genjah yang memiliki batang agak kecil dan pendek dengan produksi nira antara 1015 liter/tandan/hari, dan Aren Dalam yang memiliki batang besar dan tinggi dengan produksi nira 2030 liter/tandan/hari. Untuk kepentingan produksi nira dan turunannya, dianjurkan untuk menggunakan varietas Dalam sebagai pohon induknya. Pohon terpilih harus memiliki produktivitas yang tinggi. Perlu diketahui bahwa tidak semua pohon aren dan tidak semua mayang (tandan bunga) jantan yang keluar (9 11 mayang) menghasilkan nira. Hal ini sangat dipengaruh oleh proses fisiologi tanaman. Calon pohon induk perlu diperiksa produktivitasnya dengan menyadap nira dari mayang jantan pertama atau kedua; jika hasilnya banyak maka pohon itu pantas dijadikan pohon induk. Kemudian pohon induk ini tidak lagi disadap niranya, agar kualitas benih yang dihasilkan tetap baik. Proses penanaman harus diimbangi dengan pemeliharaan yang meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan. Penyiraman dilakukan kondisional saja

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 4 artinya jika tanaman dirasa kering perlulah disiram secukupnya namun jika intensitas curah hujan tinggi hal ini tidak perlu dilakukan. Tanaman yang sedang mengalami proses pertumbuhan memang sangatlah rentan terhadap tanaman ataupun hewan pengganggu yang dapat menghambat kerja tanaman. Penyiangan merupakan cara untuk menghilangkan gulma (tanaman pengganggu). Pada tanaman aren penyiangan dilakukan sampai pada

perakarannya yang dilakukan di sekitar tanaman saja. Penyiangan ini sekaligus melakukan pendangiran agar tanah di sekitar tanaman tetap gembur sehingga aerasinya (udara yang masuk dalam tanah) baik. Sebaiknya proses penyiangan selalu diikuti pemupukan. Namun hal ini juga melihat situasi dan kondisi karena pemupukan pada tanaman aren dilakukan hanya 2 kali dalam setahun (pada awal dan akhir musim hujan). Pemupukan dilakukan dengan cara menabur pupuk secara merata dalam lubangan tanah yang dibuat melingkar batang dengan kedalaman sekitar 10 cm dan berjarak 1-3 m dari batang pokok (semakin tua umur tanaman jaraknya semakin jauh). Yang perlu diperhatikan lagi adalah membongkar atap buatan jika tajuk atau daun tanaman sudah menyentuh atap tersebut dengan sebelumnya menyiapkan tanaman pelindung yang cepat tumbuh. Sebaiknya jenis dan dosis pupuk disesuaikan dengan umur tanaman seperti yang terdapat pada tabel berikut ini Umur (tahun) 4 5 6 7 8 9 >10 Jenis dan Dosis Per Tanaman Per Tahun TSP (gram) 2 x 100 2 x 125 2 x 150 2 x 200 2 x 200 2 x 250 Urea (gram) 2 x 100 2 x 150 2 x 200 2 x 250 2 x 300 2 x 500 KCl (gram) 2 x 50 2 x 100 2 x 150 2 x 200 2 x 250 2 x 350

Sama dengan pupuk tahun ke-9

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 5


Keterangan : 2 x artinya diberikan 2 kali dalam setahun

Selain pupuk yang telah disebut tadi, asupan nutrisi lain yang perlu diberikan dari pupuk urea, NPK, pupuk kandang dan KCl. Agar produksi niranya melimpah dapat dilakukan dengan memeriksa produktivitas calon pohon induk nira dengan menyadap nira dari mayang jantan pertama atau kedua jika hasilnya banyak maka pohon itu pantas dijadikan pohon induk. Kemudian pohon induk ini yang dibutuhkan dalam penyadapan adalah produksi bunga jantan sebagai sumber nira maka pemberian nutrisi Kalium pada pupuk harus lebih banyak karena mineral ini baik untuk memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur. Ada yang harus diperhatikan dalam melakukan penyadapan tandan (bunga jantan) agar nira dapat keluar secara optimal yaitu Mengiris tandan bunganya dengan sangat tipis Pisau yang digunakan sangat tajam Selain cara irisan sering juga dilakukan dengan gosokan menggunakan daun Amplas, kadang tandan hanya digosok-gosok dengan permukaan kasar dari daun amplas sehingga tidak perlu diiris lagi. Menurut para peneliti dan beberapa penulis, pohon Aren dapat mengeluarkan tandan bunga jantan sebanyak 3-4 tandan per tahun. Artinya ratarata tandan akan muncul sekitar 3-4 bulan sekali. Namun ada kalanya tandan muncul hampir bersamaan. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh keadaan intern pohonnya dan keadaan eksternnya seperti tingkat kesuburan tanah tempat tumbuhnya serta keadaan iklim dan cuaca yang sedang berlangsung. Artinya, seandainya setiap tandan bisa disadap minimal selama 4 bulan, maka sepanjang tahun pohon akan terus bisa menyediakan tandan untuk siap disadap. Produksi akan lancar sepanjang tahun, tidak pernah stop alias berhenti produksi. Dengan kata lain masa istirahat berproduksi dari pohon menjadi nol, alias tidak mengalami masa istirahat berproduksi dan pohon terus-menerus menghasilkan nira setiap hari

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 6 sepanjang tahun, seminggu 7 hari, sebulan 30 hari dan 12 bulan dalam setahun, full sadap setiap hari dari semua pohon. Lama masa sadap setiap tandan bunga Aren ini dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut : Panjangnya tandan bunga atau bidang sadap, semakin besar maka semakin lama tandan bunga bias disadap. Misalnya, kalau panjang tandan 60 cm dan ketebalan irisan setiap hari rata-rata 0,4 cm, maka lama penyadapannya adalah 60 cm : 0,4 cm/hari = 150 hari. Namun kalau pengirisan rata-rata 0,6 cm per hari maka lama sadapnya menjadi 100 hari. Kemudahan tandan untuk mengeluarkan nira saat diiris, ini berpengaruh pada tebal tipisnya irisan sadap. Semakin mudah diiris artinya diiris sedikit saja sudah bisa mengalirkan nira lagi. Keahlian mengiris dari para penyadap juga dipengaruhi oleh ketajaman dari pisau. Ketajaman dari pisau sadap. Kebersihan pisau, sebab pisau bisa membawa kontaminan. Terjadinya kontaminasi yang berakibat pada buntunya ujung sadapan yang diakibatkan dari munculnya lendir (bakteri) di ujung sadapan. Terjadinya oksidasi pada permukaan pelukaan pada ujung sadapan sehingga membuat pori-pori seolah mongering dan menutup sehingga air nira tidak mengalir lagi. Selalu menjaga ujung sadapan tetap steril, tidak mudah terkontaminasi oleh mikroba (bakteri atau jamur), tidak terpapar matahari langsung, dan tidak terkena terpaan angin serta tetesan air yang mungkin terkontamisasi. Tanaman jenis apapun pasti diganggu oleh hewan pengganggu yang disebut hama. Untuk menjaga tanaman agar dapat menghasilkan buah ataupun nira yang optimal haruslah diupayakan suatu usaha yaitu mengendalikannya. Upaya yang harus dilakukan adalah kenali dulu hama tersebut dan cari solusi yang tepat untuk menghilangkannya tanpa merusak struktur maupun nutrisi yang

Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Aren Agar Kaya Nira 7 terkandung di dalam tanaman tersebut. Untuk jenis kumbang Oryctes rhinoceros yang menyerang pada tanaman aren sebaiknya dilakukan beberapa perlakuan yaitu penebangan pohon kemudian dibakar (secara mekanis), pada pucuk pohon diberi Heptachlor 10 gram (secara kimiawi) dan dengan dilakukannya sanitasi atau penyiangan gulma di sekitar pohon (secara biologis). Sedangkan untuk jenis ulat yang menyerang daun aren (Artona) biasanya dilakukan beberapa upaya yaitu memangkas daun-daun yang terserang (secara mekanis), menggunakan parasitnya yaitu Apanteles artonae yang biasanya menyerang ulat Artona (secara biologis) dan memberikan bahan kimia atau penyemprotan racun dengan dosis yang sudah ditentukan. Untuk penyakit yang biasa menyerang struktur tanaman seperti garis kuning pada daun, bercak-bercak daun dan penyakit batang) dapat dikendalikan dengan upaya inokulasi pada bibit dan tanaman muda.