Anda di halaman 1dari 14

SALURAN TERBUKA DAN SIFAT-SIFATNYA

1. Jenis Saluran Terbuka


2. Geometri Saluran
3. Unsur-unsur Penampang Saluran
JENIS SALURAN TERBUKA
1. Saluran Alam (Natural)
2. Saluran Buatan (Artificial)
Saluran Alam (Natural)

Saluran Alam (Natural) meliputi semua alur air yang terdapat secara
alamiah di bumi, mulai dari anak selokan kecil di daerah pegunungan,
selokan kecil, sungai (kecil dan besar).
Sifat-sifat hidraulik saluran alam biasanya tidak menentu (dapat dilakukan
dengan pengamatan dari pengalaman)
Studi lanjut tentang perilaku aliran pada saluran alam memerlukan
pengetahuan dalam bidang lain (hidrologi, geomorfologi, angkutan
sedimen) atau ilmu tersendiri seperti hidrolika sungai
Saluran Alam
Saluran Buatan
Saluran Buatan dibentuk oleh manusia
Contohnya adalah saluran pelayaran, saluran pembangkit
listrik, saluran irigasi dan talang, parit pembuangan,
saluran banjir, selokan dan sebagainya.
Sifat-sifat hidraulik saluran buatan dapat diatur menurut
keinginan atau di rancang untuk memenuhi persyaratan
tertentu.
Beberapa istilah saluran buatan :
Saluran (canal)
Talang (flume)
Got miring
Terjunan
Gorong-gorong
Terowongan air terbuka, dan sebagainya.


GEOMETRI SALURAN
1. Saluran prismatik
Penampang melintangnya dibuat tetap (tidak berubah-ubah)
dan kemiringan dasarnya tetap
2. Saluran takprismatik (kebalikan dari saluran prismatik)



Penampang saluran alam umumnya tidak beraturan,
bervariasi dari bentuk parabola sampai bentuk trapesium)
Penampang saluran buatan biasanya dirancang
berdasarkan bentuk geometrisnya


Ada 7 bentuk geometris saluran :
1.Trapesium (saluran berdinding tanah, stabilitas kemiringan dapat
disesuaikan).
2. Persegi panjang (mempunyai sisi tegak, terbuat dari pasangan batu,
logam atau kayu)
3. Segitiga ( bentuknya lebih kecil, biasa digunakan untuk penyelidikan
di laboratorium
4. Lingkaran (digunakan untuk pembuangan kotoran )
5. Parabola
6. Persegi panjang dengan sisi dibulatkan
7. Segitiga dengan dasar dibulatkan




1. Persegi panjang




T
y
b
5 . 1
2
2
by Z
y D
b T
y b
by
R
y b P
by A
=
=
=
+
=
+ =
=
2. Trapesium




T
b
y
Z
1
| |
zy b
y zy b
Z
zy b
y zy b
D
zy b T
z y b
y zy b
R
z y b P
y zy b A
2
) (
2
) (
2
1 2
) (
1 2
) (
5 . 1
2
2
+
+
=
+
+
=
+ =
+ +
+
=
+ + =
+ =
3. Segitiga




T
y
Z
1
5 . 2
2
2
2
2
2
2 / 1
2
1 2
1 2
zy Z
y D
zy T
z
zy
R
z y P
zy A
=
=
=
+
=
+ =
=
4. Lingkaran




T
y
do
( )
5 . 2
5 . 0
5 . 1
2
) 2 / 1 (sin
sin
32
2
2 / 1 sin
sin
8 / 1
) ) 2 ; ) 2 / 1 (sin
sin
1 4 / 1
. 2 / 1
) sin ( 8 / 1
do Z
do D
y do y T do T
do R
do P
do A
u
u u
u
u u
u
u
u
u
u u

=
|
.
|

\
|

=
= =
|
.
|

\
|
=
=
=
5. Parabola




T
y
5 . 1
2 2
2
2
6 9 / 2
3 / 2
2
3
8 3
2
3
8
3 / 2
Ty Z
y D
y
A
T
y T
y T
R
T
y
T P
Ty A
=
=
=
+
=
+ =
=
6. Persegi panjang sisi dibulatkan




T
y
b
r r
| |
r b
y r b r
Z
y
r b
r
D
r b T
y b r
y r b r
R
y b r P
y r b r A
2
) 2 ( ) 2 2 / (
2
2 ) 2 2 / (
2
2 ) 2 (
) 2 ( ) 2 2 / (
2 ) 2 (
) 2 ( 2
2
5 . 1
2
2
2
+
+ +
=
+
+

=
+ =
+ +
+ +
=
+ + =
+ +
|
.
|

\
|
=
t
t
t
t
t
t
7. Segitiga dasar dibulatkan




T
y
r
Z
1
| |
T
A
A Z
T
A
D
z r r y z T
P
A
R
z z
z
r
z
z
T
P
z z
z
r
z
T
A
=
=
+ + =
=
+ =
=

2
1 2
1
2 2
1 ) ( 2
) cot 1 (
2
1
) cot 1 (
4
Keterangan :
A = Luas penampang
P = Keliling basah
R = Jari-jari hidraulik
T = Lebar puncak
D = Kedalaman hidraulik
Z = Faktor penampang




UNSUR-UNSUR GEOMETRIK PENAMPANG SALURAN
Unsur-unsur geometrik adalah sifat-sifat suatu penampang
saluran yang dapat diuraikan seluruhnya berdasarkan geometri
penampang dan kedalaman aliran
Unsur geometrik dapat dinyatakan dengan cara matematik
menurut kedalaman aliran dan dimensi dari penampang saluran.
Unsur-unsur geometrik penampang saluran :
1. Kedalaman aliran (y) adalah jarak vertikal titik terendah pada
suatu penampang saluran sampai ke permukaan bebas
2. Taraf (stage) adalah elevasi atau jarak vertikal dari permukaan
bebas diatas suatu bidang persamaan
3. Lebar puncak (T) adalah lebar penampang saluran pada
permukaan bebas
4. Luas basah (A) adalah luas penampang melintang aliran yang
tegak lurus arah aliran

5. Keliling basah (P) adalah panjang garis perpotongan dari
permukaan basah saluran dengan bidang penampang melintang
yang tegak lurus arah aliran
6. Jari-jari hidraulik (R) adalah ratio luas basah dengan keliling basah
7. Kedalaman hidraulik (D) adalah ratio luas basah dengan lebar
puncak
8. Faktor penampang (Z) adalah hasil perkalian luas basah dan akar
kedalaman hidraulik


Hitunglah jari jari hidraulik (R), kedalaman hidraulik (D) dan
faktor penampang (Z) dari gambar penampang saluran berikut.
Diketahui kedalaman aliran (y) = 1.5 m, lebar penampang
saluran (b) = 2.5m
b=2.5 m
y=1.5 m
2
1
T
Contoh