Anda di halaman 1dari 17

Diagnosis and Treatment Planning

Rheisa

Maulida Melissa Ariana Anggi Arieska Fatria Soraya Fatimah Dini Yunianita Erika Norfitriah Sulaima Athalmi Sani M. Zulkhaidir Zailani M. Rusdhari Rachman

Diagnosis

Patient evaluation Clinical history Clinical examination of the patient Radiographic examination Examination of existing denture

Treatment

planing

Adjunctive care Prosthodontics care

Gait orang-orang dengan kelainan neuromuskular menunjukkan gaya berjalan yg berbeda bbrp pasien sulit beradaptasi dengan denture
Age of the patient Penting dalam menentukan keberhasilan perawatan.

Sex laki2 cenderung tdk peduli dengan perawatan; wanita lebih kritis dalam hal estetik
Complexion menentukan bentuk gigi Cosmetic index Class 1 : High Cosmetic index lebih peduli dengan perawatn dan sangat senang jika harapannya dipenuhi Class II : Moderate Cosmetic Index pasien dengan pengharapan yang lebih kecil Low Cosmetic Index tidak peduli dengan perawatan dan estetik menyusahkan drg karena tidak tahu apakah apsien puas atau tidak

Mental attitude Philosophical easy going, menyenangkan, koperatif, dan percaya pada drg excellent prognosis Exacting cermat, kecerdasan di atas rata2, peduli dengan pakaian & penampilan, biasanya tidak puas dengan perawatan sebelumnya tidak percaya dengan drg, ttp jika mereka puas, akan menjadi sangat percaya dgn drg tsb Hysterical dtg ke drg karena paksaan org lain, mempunyai sikap yang sangat negatif thd drg dan perawatan, mempunyai harapan yg tidak realistis yaitu menginginkan denture lebih baik dari gigi asli, pasien ini sgt sulit diatur prognosis buruk Indifferent tidak peduli dengan penampilan dan merasa gigi sangat sedikt atau bahkan tidak ada fungsinya sama sekali dalam proses pencernaan, tdk koperatif, dan sangat sulit membiasakannya memakai denture, mereka tidak ingin mempertahankan denture dan tidak menghargai kerja keras dan kemampuan drg.

Name
Age Sex Occupation Race Location Religion

Dental history

Chief complaint dicatat dengan kata2 pasien sendiri memberikan gambaran tentang psikologi pasien Expectations realistis atau tidak Period of edentulousness memberikan informasi tentang sejumlah dan pola resorbsi tulang dan tanyakan penyebab gigi hilang Pre-treatment records

Denture success

Previous denture Current denture Pre-extraction records Diagnostic casts

Medical history

Debilitating disease diabetes, TBC Diseases of joints osteoarthritis keterbatasan membuka mulut dan sakit saat menggerakan rahang memerlukan sendok cetak khusus Cardiovascular diseases Diseases of the skin ex: Pemphigus juga mempunyai masnifestasi di mulut Neurological disorders ex: Bells palsy and Parkinson mempengaruhi retensi dan hubungan rahang Oral malignancies Climacteric conditions ex: Menopause menyebabkan perubahan kelenjar, osteoporosis, dan periubahan psikiatri pasein mempengaruhi rencana perawatan dan efisiensi denture

Extraoral

Facial examination Muscle tone mempengaruhi stabilitas denture Muscle development orang2 dengan perkembangan otot yang berlebih mempunyai daya kunyah yang lebih juga Complexion Lip examination TMJ examination Neuromuscular examination

Facial form Facial features

Speech Co-ordination

Intraoral

Existing teeth (if any)


Colour Condition Thickness

Mucosa Saliva pemeriksaan kekentalan saliva Ridge defect adanya exostosis menjadi masalah dalam pembuatan denture Redundant tissue jaringan yang lunak sering ditemukan menutupi residual ridge menyebabkan pergerakan denture memicu hilongnya retensi

Hyperplastic tissue epulis fissuratum, papillary hyperplasia Hard palate


Soft palate and palateal throat form Mengamati hubungan palatum lunak dan palatum keras Lateral throat form Residual alveolar ridge

Bentuk U ideal untuk retensi dan stabilitas Bentuk V retensi kurang Datar Resistensi kurang terhadap gaya lateral dan berputar.

Arch size Arch form Ridge contour Ridge relation Ridge parallelism Inter-arch space

Gag

reflex Bony undercut mengurangi retensi Tori penonjolan tulang abnormal yang ditemukan di tengah palatal dan sisi lingual mandibula Tongue Floor of the mouth hubungan dasar mulut dan puncak alveolar ridge menentukan prognosis GTL rahang bawah Muscle and frenum attachment

Border attachment of the mucosa Frenal attachment

Bone

Quality

Elimination

of infection ex: ulser nekrotik, gigi nonvital Elimination of pathosis ex: kista dan tumor Pre-prosthetic surgery labial frenectomy, lingual frenectomy, eksisi dental granuloma Tissue conditioning menghindari iritasi denture pada pasien yang mengalami reaksi yg merugikan akibat denture Nutritional counselling

Patients

destined to be edentulous

Immediated or conventional denture Definitive or interim denture Implant or soft tissue supported denture

Patients already edentulous


Soft tissue supported Implant supported (fixed or removable) Material of choice Selection of teeth Anatomic palate

TERIMA KASIH