Anda di halaman 1dari 58

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan Laporan Tutorial Ketujuh sebagai suatu laporan atas hasil diskusi kami yang berkaitan dengan kegiatan tutorial pada Blok 14 semester skenario penyakit yang terjadi pada sistem ini! Kami mohon maa# jika dalam laporan ini terdapat banyak kekurangan dalam menggali semua aspek yang menyangkut segala hal yang berhubungan dengan s%enario keenam baik pada Learning &bje%ti'e yang kami %ari atau diagnosa yang kami sepakati! Karena ini semua disebabkan oleh keterbatasan kami sebagai manusia! Tetapi( kami berharap laporan ini dapat memberi pengetahuan serta man#aat kapada para pemba%a! ini! Pada "" ini kami membahas masalah yang berkaitan dengan sistem digesti# dan penyakit$

Mataram, Desember 2009

DAFTAR ISI
1

Kata Pengantar.......................................................................................................................1 Daftar Isi..................................................................................................................................2 S enari!..................................................................................................................................." #earning !b$e ti%e..................................................................................................................& '!n(e)t Ma)...........................................................................................................................* Pen$e+asan Ge$a+a...................................................................................................................., Kan er K!+!re(t-m..............................................................................................................1" Fis-ra Ani..............................................................................................................................1. P!+i) Re(t-m.........................................................................................................................19 /em!rr0!i1...........................................................................................................................21 Di%erti -+a.............................................................................................................................2* I2D 3Irritab+e 2!4e+ Disease5..............................................................................................2. '!+itis Is emia.......................................................................................................................", Pemeri saan Diagn!sti 6nt- Sa+-ran Pen(ernaan......................................................."9 '!+! D-b-r 31igitra+ re(ta+ e seminati!n5.......................................................................&, Per1ara0an Sa+-ran 'erna 2agian 2a4a0........................................................................&7 Per1ara0an Samar Sa+-ran 'erna.....................................................................................*. Daftar P-sta a......................................................................................................................,0

SKENARI8 9II
2ERAK DARA/ )eorang pasien laki$laki umur *+ tahun( datang ke ,-. /), Pro'insi NTB dengan keluhan berak disertai darah segar! Pada anamnesis tidak ada men%ret( nyeri( demam! .alam beberapa minggu terakhir pasien mengeluh beraknya menjadi lebih jarang! Konsistensi berak padat! Mual$ muntah disangkal( darah segar ber%ampur dengan #eses( menetes diakhir berak! Tidak ada ri0ayat penyakit kuning! Keluhan dirasakan sejak satu bulan yang lalu! Pada pemeriksaan #isik tidak ditemukan nyeri abdomen atau hepatomegali( pemeriksaan %olok dubur tidak ada lender( darah atau tumor! .okter yang mera0at meren%anakan pemeriksaan selanjutnya untuk penegakan diagnosis( sehingga penatalaksanaannya menjadi tepat!

#EARNING 82:E'TI9ES
1! .i##erential diagnosis a! 1a %olrektum b! 2issura ani %! 3emorrhoid d! Polip re%tum e! 1olitis iskemia #! .i'ertikular g! "B. 4! 5lur tatalaksana perdarahan saluran gastrointestinal bagian ba0ah Kondisi emergensi Tata laksana a0al dan lanjutan Bagaimana proses perujukan Tata laksana unruk hematoke6ia

3. ./E pemeriksaan untuk perdarahan saluran -" bagian ba0ah

'8N'EPT MAP
Laki-laki 68 tahun

hematokezia

anamnesis anamnesis

pemeriksaan pemeriksaan #isik #isik

Pemeriksaan Penunjang

i!errential diagnosis

diagnosis

Pemeriksaan penunjang Lab radiologi

"ata Laksana

PEN:E#ASAN GE:A#A
KE#6/AN ;ANG DIRASAKAN a. 2era 1isertai 1ara0 segar se$a 1 b-+an +a+-

B5B yang disertai darah mengindikasikan adanya perdarahan pada tubuh pasien dan terjadi di saluran pen%ernaan 7karena keluar bersama tinja8( baik itu saluran %erna bagian atas 7melena8 maupun ba0ah 7hematoke6ia8! .arah segar yang menyertai menandakan perdarahannya baru saja terjadi! Perlu dibedakan apakah yang dialami pasien merupakan perdarahan saluran %erna bagian atas 7)1B58( atau perdarahan saluran %erna bagian ba0ah 7)1BB8( %aranya antara lain adalah dengan melihat tanda$tanda yang ada 9 .arah yang keluar melalui anus dan menyertai #eses Kemungkinan berasal dari )1BB karena paling banyak bermani#estasi pada B5B disertai darah segar atau ber0arna merah marun( sering tanpa melena dan hematemesis! Karena +:; pasien datang dengan keluhan seperti s%enario disebabkan oleh perdarahan )1BB! Ber0arna segar 5rtinya perdarahan baru saja terjadi sehingga kemungkinan berasal dari saluran %erna bagian ba0ah sangat besar( 0alaupun pada beberapa keadaan perdarahan saluran %erna bagian atas dapat keluar melalui anus( tetapi dengan 0arna yang hitam dan disebut melena!

1ara lain adalah dengan melakukan pemeriksaan 9

Manifestasi<)emeri saan Per1ara0an S'2A Manifestasi +inis -m-m As)irasi NGT Rasi! 26N< reatinin 3ematemesis dan atau melena Berdarah Meningkat = >? kali@menit

Per1ara0an S'22 3ematoke6ia <ernih A >? 4:8 7nilai normal B

A-s -+tasi -s-s

3iperakti#

Normal

<adi( perdarahan yang terjadi pada pasien di skenario disebut hematoke6ia( artinya perdarahan akut saluran %erna bagian ba0ah 7di ba0ah ligamentum Treit6 8 yang keluar se0aktu B5B dan ber0arna merah segar 7bukan hitam8! 3al$hal yang dapat menjadi penyebab perdarahan tersebut antara lain 9 3emoroid

2isura ani .i'ertikula 1olitis iskemia Mal#ormasi artero'enosa


$

Neoplasma "B. 5ngiodisplasia 1olitis in#eksiosa 1olitis diinduksi obat Lesi 'as%ular lain Pasien mengalami keluhan ini sejak 1 bulan yang lalu( dapat menandakan proses yang telah berlangsung %ukup lama! Namun +:; pasien tidak membutuhkan penanganan segera@emergensi karena tidak mengalami gangguan pada hemodinamiknya( sebab perdarahan )1BB sebagian besar dapat sembuh spontan tanpa mempengaruhi keadaan hemodinamik! Perdarahan dapat terjadi karena pembuluh darah yang rusak atau rupture( dapat pula terjadi karena gesekan massa padat@#eses pada pembuluh darah yang mengalami in#lamasi dan pelebaran! .arah segar yang menetes setelah #eses keluar menandakan perdarahan terjadi setelah pasase #eses mele0ati pembuluh darah yang rusak atau rupture!

b. 2A2 men$a1i +ebi0 $arang 1engan !nsistensi )a1at

3al ini dapat mengarah ke neoplasma khususnya tumor kolorektal( karena pada tumor kolorektal mani#estasi paling sering adalah perubahan pola B5B( perdarahan per anus dan konstipasi! Neoplasma ini juga mungkin dapat menjadi penyebab pada keluhan pasien!
8

KE#6/AN ;ANG DISANGKA# a. Men(ret Men%ret@diare dan nyeri abdomen adalah dua gejala yang sangat berhubungan dengan perdarahan )1BB! 1ontohnya pada "B. dapat terjadi diare yang kronik! b. N=eri Tidak adanya nyeri saat B5B menandakan tidak ada proses in#lamasi ataupun pada anus pasien! Keluhan nyeri se%ara umum ada pada beberapa penyakit yang juga dapat menyebabkan perdarahan )1BB( seperti neoplasma( "B.( %olitis( di'ertikular dll! (. Demam .emam dapat menandakan adanya in#eksi ataupun dehidrasi! Tidak

ditemukannya demam saat anamnesis berarti pada pasien tersebut tidak terjadi in#eksi dan keseimbangan %airan dan elektrolitnya masih stabil( sehingga penyebab perdarahan yan berupa in#eksi kemungkinan bisa diabaikan! .emam juga merupakan mani#estasi pada di'ertikular( %olitis 1. M-a+ 1an m-nta0 Mual dan muntah dapat terjadi karena adanya gangguan dari saluran pen%ernaan( obat$obatan( toksin( in#eksi akut atau kronik( gangguan endokrin( kondisi labirintin serta gangguan pada system sara# pusat! Khususnya pada s%enario ini( salah satu mekanisme mual adalah karena adanya stimulus berupa iritasi dari saluran pen%ernaan! 5kan tetapi mekanisme itu mungkin tidak terjadi karena pasien menyangkal mual dan muntah! Mual dan muntah juga dapat mengindikasikan kearah tumor gaster! Mual dan muntah merupakan mani#estasi dari komplikasinya yaitu obstruksi!

PEN:E#ASAN /ASI# PEMERIKSAAN FISIK ;ANG TIDAK DITEM6KAN a. N=eri ab1!men Nyeri abdomen dapat terjadi karena berbagai kondisi meliputi saluran %erna( di luar saluran %erna yaitu saluran kemih( dinding abdomen( toraks dll! Pada pasien s%enario( karena kelainan terdapat pada saluran pen%ernaan( nyeri abdomen sangat mungkin berhubungan dengan organ$organ pen%ernaan! Khusus ke saluran pen%ernaan( nyeri abdomen beserta diare dapat mengarah ke penyebab %olitis dan neoplasma! Pada pasien ini tidak ditemukan gejala$gejala tersebut akan tetapi kemungkinan %olitis dan neoplasma masih dapat di%urigai karena belum dilakukan pemeriksaan penunjang yang dapat member hasil lebih spesi#ik! Neoplasma juga dapat disertai penurunan berat badan( anoreksia( lim#adenopati( atau massa yang teraba( tetapi pada pasien tidak ditemukan( dari pertimbangan ini( neoplasma mungkin saja dapat dieksklusi( tetapi mengingat usia pasien sudah lanjut dan pre'alensi neopasma sebagai penyebab perdarahan )1BB pada usia tua %ukup tinggi( maka neoplasma belum dapat dieksklusi! Nyeri abdomen ini selain pada neoplasma juga dapat ditemukan pada pasien dengan di'ertikular( "B. dll!

b. /e)at!mega+i 3epatomegali pada kasus ini dapat mengindikasikan gangguan atau kerusakan pada hati yang salah satunya akan menyebabkan hipertensi portal dan bermani#estasi ke perdarahan! Pada pasien ini tidak ditemukan hepatomegali dan ri0ayat penyakit kuning( sehingga kemungkinan kelainan hati sebagai #a%tor predisposisi atau penyebab dapat diabaikan!

1&

(. #en1ir, 1ara0 ata- t-m!r 3)a1a (!+! 1-b-r5 3asil pemeriksaan %olok dubur tergantung pada pemeriksa( kelainan tersebut tidak ditemukan kemungkinan karena letaknya yang lebih dalam lagi dan tidak dapat dijangkau oleh pemeriksa atau memang tidak ada kelainan pada duburnya! 5kan tetapi hal ini masih belum jelas dan memerlukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut( misalnya anoskopi!

RI>A;AT ;ANG DISANGKA# a. Pen=a it -ning )akit kuning atau ikterus dapat terjadi karena hepatitis yang berpengaruh@menjadi salah satu penyebab terjadinya hipertensi porta yang dapat berkomplikasi ke perdarahan( misalnya pada 'arises gastroeso#ageal yang pembuluh darahnya telah pe%ah!

11

KANKER K8#8REKT6M
EPIDEMI8#8GI Tumor usus halus jarang terjadi( sebaliknya tumor usus besar atau rektum relati# umum! Pada kenyataannya( kanker kolon dan rektum sekarang adalah tipe paling umum kedua dri kanker internal di 5merika serikat! "ni adalah penyakit budaya barat! .iperkirakan bah0a 1?:!::: kasus baru kanker kolorektal di diagnosis di negara ini setiap tahunnya! Kanker kolon menyerang indi'idu dua kali lebih besar dibanding kan kanker rektal! "nsidensnya meningkat sesuai dengan usia 7kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari ?? tahun8 dan makin tinggi pada indi'idu dengan ri0ayat keluarga mengalami kanker kolon( penyakit usus in#lamasi kronis atau polip! Perubahan pada persentase distribusi telah terjadi pada tahun terakhir! "nsidens kanker pada sigmoid dan area rektal telah menurun( sedangkan insidens pada kolon asendens dan desendens meningkat! Lebih dari 1?*!::: orang terdiagnosa setiap tahunnya( kira$kira setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya( meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera! 5ngka kelangsungan hidup di ba0ah lima tahun adalah 4:; sampai ?:;( terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase! Kebanyakan orang asimtomatis dalam jangka 0aktu lama dan men%ari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada kebiasaan de#ekasi atau perdarahan rektal!

ETI8#8GI Penyebab nyata dari kanker kolon dan rektal tidak diketahui( tetapi #aktor resiko telah teridenti#ikasi( termasuk ri0ayat atau ri0ayat kanker kolon atau polip dalam keluarga( ri0ayat penyakit usus in#lamasi kronis dan diet tinggi lemak( rotein dan daging serta rendah serat! Kanker kolon pada lansia berhubungan erat dengan karsinogen diet! Kekurangan serat adalah #aktor penyebab utama karena hal ini menyebabkan pasase #eses melalui saluran usus
12

menjadi lama( sehingga terpajan karsinogen %ukup lama! Kelebihan lemak diyakini mengubah #lora bakteri dan mengubah steroid menjadi senya0a yang mempunyai si#at karsinogen!

PAT8FISI8#8GI Kanker kolon dan rektum terutama 7C?;8 adenokarsinoma 7mun%ul dari lapisan epitel usus8 dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan normal serta meluas ke dalam struktur sekitarnya! )el kanker dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke dalam tubuh yang lain 7paling sering ke hati8!

MANIFESTASI K#INIS -ejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker( tahap penyakit dan #ungsi segmen usus tempat kanker berlokasi! -ejala paling menonjol adalah perubahan kebiasaan de#ekasi! Pasase darah dalam #eses adalah gejala paling umum kedua! -ejala dapat juga men%akup anemia yang tidak diketahu penyebabnya( anoreksia( penurunan berat badan dan keletihan! -ejala yang sering dihubungkan dengan lesi sebelah kanan adalah nyeri dangkal abdomen dan melena 7#eses hitam seperti ter8! -ejala yang sering dihubungkan dengan lesi sebelah kiri adalah yang berhubungan dengan obstruksi 7nyeri abdomen dan kram( penipisan #eses( konstipasi dan distensi8 serta adanya datah merah segar dalam #eses! -ejala yang dihubungkan dengan lesi rektal adalah e'akuasi #eses yang tidak lengkap setelah de#ekasi( konstipasi dan diare bergantian serta #eses berdarah! "nsidens karsinoma kolon dan rektum meningkat sesuai usia! Kanker ini biasanya ganas pada lansia ke%uali untuk kanker prostatik pada pria! -ejala sering tersembunyi! Keletihan hampir selalu ada( akibat anemia de#isiensi besi primer! -ejala yang sering dilaporkan oleh lansia adalah nyeri abdomen( obstruksi( tenesmus dan perdarahan rektal!

13

E9A#6ASI DIAGN8STIK Bersamaan dengan pemeriksaan abdomen dan rektal( prosedur diagnostik paling penting untuk kanker kolon adalah pengujian darah samar( enema barium( proktosigmoidoskopi( dan kolonoskopi! )ebanyak *:; dari kasus kanker kolorektal dapat diidenti#ikasi dengan sigmoidoskopi dengan biopsi atau apusan sitologi!

Pemeri saan Antigen Karsin!embri!ni Pemeriksaan antigen karsinoembrionik 71E58 dapat juga dilakukan( meskipun antigen karsinoembrionik mungkin bukan indikator yang dapat diper%aya dalam mendiagnosa kanker kolon karena tidak semua lesi menyekresi 1E5! Pemeriksaan menunjukkan bah0a kadar 1E5 dapat diper%aya dalam diagnosis prediksi! Pada eksisi tumor komplet( kadar 1E5 yang meningkat harus kembali ke normal dalam 4+ jam! Peningkatan 1E5 pada tanggal selanjutnya menunjukkan kekambuhan!

PENATA#AKSANAAN MEDIS Pasien dengan gejala obstruksi usus diobati dengan %airan " dan pengisapan nasogastrik!

5pabila terdapat perdarahan yang %ukup bermakna( terpai komponen darah dapat diberikan! Pengobatan tergantung pada tahap penyakit dan komplikasi yang berhubungan! Endoskopi( ultrasonogra#i dan laparoskopi telah terbukti berhasil dalam pentahapan kanker kolorektal pada periode praoperati#! Metode pentahapan yang dapat digunakan se%ara luas adalah klasi#ikasi .uke9 a! Kelas 5 D tumor dibatasi pada mukosa dan sub mukosa b! Kelas B D penetrasi melalui dinding usus %! Kelas 1 D "n'asi ke dalam sistem lim#e yang mengalir regional d! Kelas . D metastasis regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas

14

Pengobatan medis untuk kanker kolorektal paling sering dalam bentuk pendukung atau terapi aju#an! Terapi aju#an biasanya diberikan selain pengobatan bedah! Pilihan men%akup kemoterapi( terapi radiasi atau imunoterapi! Terapi aju'an standar yang diberikan untuk pasien dengan kanker kolon kelas 1 adalah program ?$2,@ Le'amesole! Pasien dengan kanker rektal Kelas B dan 1 diberikan ?$2, dan metil 11N, dan dosis tinggi radiasi pel'is! Terapi radiasi sekarang digunakan pada periode praoperati#( intraoperati# dan pas%aoperati# untuk memperke%il tumor( men%apai hasil yang lebih baik dari pembedahan( dan untuk mengurangi resiko kekambuhan! ,ntuk tumor yang tidak dioperasi atau tidak dapat disekresi( radiasi digunakan untuk menghilangkan gejala se%ara bermakna! 5lat radiasi intraka'itas yang dapat diimplantasikan dapat digunakan! .ata paling baru menunjukkan adanya pelambatan periode kekambuhan tumor dan peningkatan 0aktu bertahan hidup untuk pasien yang mendapat beberapa bentuk terapi aju'an!

PENATA#AKSANAAN 2EDA/ Pembedahan adalah tindakan primer untuk kebnayakan kanker kolon dan rektal! Pembedahan dapat bersi#at kurati# atau paliati#! Kanker yang terbatas pada satu sisi dapat diangkat dengan kolonoskop! Kolostomi laparoskopik dengan polipektomi( suatu prosedur yang baru dikembangkan untuk meminimalkan luasnya pembedahan pada beberapa kasus! Laparoskop digunakan sebagai pedoman dalam menbuat keputusan di kolonE massa tumor kemudian di eksisi! /eseksi usus diindikasikan ntuk kebanyakan lesi kelas 5 dan semua kelas B serta lesi 1! Pembedahan kadang dianjurkan untuk mengatasi kanker kolon kelas .! Tujuan pembedahan dalam situasi ini adalah paliati#! 5pabila tumor telah menyebar dan men%akup struktur 'ital sekitar( operasi tidak dapat dilakukan! Tipe pembedahan tergantung pada lokasi dan ukuran tumor! Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut 9

15

a! b! %!

/eseksi segmental dengan anostomosis 7pengangkatan tumor dan porsi usus pada sisis pertumbuhan( pembuluh darah dan nodus lim#atik8 /eseksi abdominoperineal dengan kolostomi sigmoid permanen 7pengangkatan tumor dan porsi sigmoid dan semua rektum serta s#ingter anal8 Kolostomi sementara diikuti dengan reseksi segmental dan anostomosis serta reanastomosis lanjut dari kolostomi 7memungkinkan dekompresi usus a0al dan persiapan usus sebelum reseksi8

d!

Kolostomi permanen atau ileostomi 7untuk menyembuhkan lesi obstruksi yang tidak dapat direseksi8

Di%ersi Fe a+ 6nt- Kan er K!+!n Dan Re t-m Berkenaan dengan teknik perbaikan melalui pembedahan( kolostomi dilakukan pada kurang dari sepertiga pasien kanker kolorektal! Kolostomi adalah pembuatan lubang 7stoma8 pada kolon se%ara bedah! )toma ini dapat ber#ungsi sebagai di'ersi sementara atau permanen! "ni memungkinkan drainase atau e'akuasi isi kolon keluar tubuh! Konsistensi drainase dihubungkan dengan penempatan kolostomi( yang ditentukan oleh lokasi tumor dan luasnya in'asi pada jaringan sekitar!

K8MP#IKASI Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau lengkap! Pertumbuhan dan ulserasi dapat juga menyerang pembuluh darah sekitar kolon yang menyebabkan hemoragi! Per#orasi dapat terjadi dan mengakibatkan pembentukan abses! Peritonitis dan atau sepsis dapat menimbulkan syok!

16

FIS6RA ANI
ETI8#8GI Luka epitel memanjang sejajar sumbu anus! 2isura biasanya tunggal dan terletak digaris tengah posterior( dapat terjadi karena %onstipasi( diare( agen in#eksi( perianal trauma dan %rohn disease! PAT8FISI8#8GI Trauma pada anal kanal terjadi bersaman dengan terjadinya de#ekasi! Luka dapat terjadi pada anterior ataupun yang lebih sering pada posterior anal %anal! "ritasi menyebabkan trauma pada anal %anal akibat peningkatan tekanan internal spingter! )upply darah ke spingter dan anal mukosa se%ara lateral! &leh karena itu( peningkatan tonus spingter anal akan dapat menyebabkan is%hemi yang bersi#at relati'e pada daerah #issure dan akan menyebabkan lambatnya penyembuhan dari anal injury! MANIFESTASI K#INIS 1an DIAGN8SIS Pada anamnesis didapatkan konstipasi( #eses keras( setiap de#ekasi nyeri sekali dan darah segar pada permukaan tinja! ,mumnya ada spasme spingter( konstipasi terjadi akibat ketakutan de#ekasi sehingga ditunda terus menerus! 1olok dubur dapat dilakukan dengan menekan sisi disebelah #isura setelah pemberian anastesi topi% berulang kali! Proktoskopi juga dilakukan dengan %ara yang sama yaitu anastesi topi% dan tekanan pada sisi kontralateral TATA #AKSANA Manajemen dari #issure ani adalah konser'ati'! 5gar de#ekasi lan%er dengan #eses lunak dianjurkan diit makanan kaya serat dengan minum %ukup banyak! &bat tipikal yang mengandung anastetik dapat diberikan yang mana dapat menyembuhkan *:$C:; kasus! Bila pengobatan ini tidak berhasil dapat dilakukan s#ingterotomi interna( tanpa mengganggu s#ingter eksterna!

1$

P8#IP RE'T6M
Berasal dari epitel mukosa dan merupakan neoplasma jinak terbanyak di kolon dan re%tum! Polip dapat dibagi menjadi > jenis yakni polip ju'enile( polip hyperplasti% dan polip adenomatosa! 3anya polip adenomatosa yang telah jelas merupakan %ikal bakal terjadinya kanker! Polip adenomatosa dapat ditemukan pada %olon sekitar >: ; pada orang muda dan ?:; pada orang$orang yang lebih tua! Bagaimanapun hanya A 1; yang akan menjadi ganas! Pada umumnya semua polip tidak menunjukkan gejala dan biasanya tidak terdeteksi! 5danya darah samar pada #eses terjadi pada A?; orang dengan polip! 1! Polip ju'enile terdapat pada anak berusia sekitar ? tahun dan ditemukan pada seluruh %olon! Biasanya tumor mengalami regresi spontan dan tidak bersi#at ganas! -ejala klinis yang utama adalah perdarahan spontan dari re%tum( kadang disertai lender! Karena selalu bertangkai sehingga dapat menonjol keluar saat de#ekasi! Karena dapat mengalami regrsi spontan( terapinya tidak perlu agresi#! 4! Polip hiperplastik merupakan polip ke%il yang berdiameter 1$> mm yang berasal dari epitel mukosa yang hiperplastik dan metaplastik! ,mumnya polip ini tidak bergejala( namun perlu dibiopsi untuk mengetahui histopatologiknya! >! Polip adenomatosa yakni polip asli yang bertangkai dan yang jarang ditemukan pada usia A 41 tahun! "nsedensinya meningkat dengan meningkatnya usia! -ambaran klinis umumnya tidak ada( ke%uali perdarahan dari re%tum dan prolapse polip dari anus disertai anemia! Letaknya F:; pada sigmoid dan re%tum! Polip ini bersi#at pramaligna sehingga harus diangkat setelah ditemukan! 3istologi dapat berupa tubular( 'illous atau tubulo'illous! illous adenomatosa >G lebih sering berkemabang menjadi %an%er! DIAGN8SIS 5namnesis 9 sulit terdeteksi( namun bisa ditanyakan adanya darah yang tersamar pada #eses sehingga dapat dipikirkan salah satu penyebabnya adalah adanya polip! Begitu juga bila ditemukan nyeri ataupun adanya massa!
18

1olok dubur 9 dapat dilakukan untuk mengetahui ukuran serta bentuk polip! .apat dilakukan sigmoidoskopi@kolonoskopi untuk mengetahui bentuk lessi yang menyebabkan perdarahan ataupun untuk mengetahui adanya polip!

TATA#AKSANA .apat dilakukan kolonoskopi H pembuangan massa polip jika gagal dapat dilakukan laparatomi /eseksi bedah!

1%

/EM8RR/8ID

ETI8#8GI 1an EPIDEMI8#8GI 3emorrhoid adalah dilatasi 'arikosus 'ena hemorrhoidalis in#erior atau superior( akibat peningkatan tekanan di 'ena hemorrhoidalis yang persisten! Terbentuknya hemorrhoid dikaitkan dengan intake diet dengan serat yang rendah dan lemak yang tinggi( serta adanya konstipasi dengan konsistensi #eses yang padat dan adanya ri0ayat mengedan saat buang air besar 7B5B8! 3emorrhoid simptomatik mempengaruhi =1 juta indi'idu di negara barat tiap tahunnya! Pre'alensinya tidak bermakna berdasarkan jenis kelamin( namun dikatakan meningkat seiring bertamnahnya usia! )elain itu( pre'alensinya juga lebih sedikit pada negara$negara yang belum berkembang! PAT8FISI8#8GI Bantalan atau tonjolan hemorrhoid sebenarnya merupakan bagian yang normal dari anal %anal! )truktur 'askular yang terdapat dalam jaringan ini men%egah kerusakan pada otot sphin%ter! Pendorongan dan pengedanan 7misalnya karena konsistensi #eses yang keras dan padat8 dapat menyebabkan prolaps dari jaringan ini ke dalam anal %anal! )eiring 0aktu( jaringan penyangga anatomis dari kompleks hemorrhoid melemah( menonjolkan jaringan ke arah luar dari anal %anal! Kondisi ini semakin mempermudah terjadinya jejas pada jaringan tersebut! )e%ara umum hemorrhoid diklasi#ikasikan menjadi hemorrhoid internal dan eksternal berdasarkan lokasinya! 3emorrhoid eksternal terletak di subkutan( sedangkan hemorrhoid internal terletak di submukosa! 3emorrhoid internal diklasi#ikasikan berdasarkan progresi#itas hemorrhiod untuk bergerak dan prolaps dari lokasi internalnya ke posisi eksternal! Berikut adalah klasi#ikasi atau staging dari hemorrhoid internal9

2&

Tabel9 )taging 3emorrhiod "nternal )tage .eskripsi " Pembesaran dan perdarahan "" Protrusi dengan reduksi spontan """ Protrusi yang memerlukan reduksi manual " Protrusi yang tidak dapat direduksi MANIFESTASI K#INIS -ejala yang sering ditemui pada pasien dengan hemorrhoid adalah perdarahan dan protrusi! -ejala nyeri jarang ditemui! Bila terdapat keluhan nyeri biasanya dideskripsikan sebagai nyeri yang tumpul( namun bila nyeri dikeluhkan terasa sangat hebat biasanya mengindikasikan adanya trombisis pada hemorrhoid! 5nemia dapat juga terjadi bila terjadi perdarahan yang kronis dan %ukup banyak! DIAGN8SIS Anamnesis Pasien dengan hemorrhoid biasanya datang ke dokter dengan keluhan utama berupa perdarahan ataupun protrusi( pasien jarang datang dengan keluhan utama berupa nyeri! Karena nyeri pada hemorrhoid biasanya bersi#at tumpul( namun bisa juga terdapat keluhan nyeri yang hebat bila sudah terjadi trombosis pada hemorrhoid! Pemeri saan Fisi Pada pemeriksaan #isik dapat diinspeksi adanya trombosis atau ekskoriasi pada daerah perianal! )elain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan %olok dubur! Pemeri saan Pen-n$ang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya hemorrhoid adalah anos%opy( pemeriksaan ini dapat juga digunakan sekaligus untuk menentukan lokasi dari hemorrhoid tersebut dan menyingkirkan kemungkinan diagnosis yang lainnya!

PENATA#AKSANAAN
21

,ntuk hemorrhoid yang tidak bergejala 7asimptomatik8 tidak perlu diberikan terapi apapun! ,ntuk hemorrhoid stage "$"" dapat diberikan terapi berupa suposituria atau salep kortikosteroid dan anestesi lo%al( diet banyak serat( serta injeksi sklerosan! ,ntuk hemorrhoid stage """$" dapat dilakukan terapi seperti pada stage "$"" ditembah dengan hemorrhoidektomi!

22

DI9ERTIK6#A
ETI8#8GI 1an EPIDEMI8#8GI .i'ertikula adalah sebuah herniasi seperti kantong yang terjadi pada keseluruhan lapisan dinding saluran %erna! )edangkan pseudodi'ertikula adalah prtotrusi lapisan mukosa hanya sampai ke lapisan muskularis propria saja! Terjadinya di'ertikula dikaitkan dengan diet yang rendah serat dan tinggi lemak( tekanan intraluminal yang tinggi( serta tekanan yang tinggi dari dinding saluran %erna! .i 5merika )erikat( di'ertikula terjadi pada setengah dari populasi yang berusia diatas *: tahun! Tidak ada perbedaan yang signi#ikan antara pre'alansi penyakit ini pada pria ataupun 0anita( namun tampaknya kejadiannya pada pria terjadi pada usia yang relati# lebih muda! Penyakit ini jarang ditemui di negara yang belum berkembang! PAT8FISI8#8GI )eperti telah dijelaskan sebelumnya( terjadi 4 ma%am di'ertiluka( yaitu yang true dan yang #alse 7pseudodi'ertikula8! Pada kolon lebih sering terjadi pseudodi'ertikula! Tempat paling sering untuk terjadinya di'ertikula adalah di %olon sigmiod( karena pada lokasi ini terdapat tekanan yang %ukup tinggi jika dibandingkan dengan lokasi yang lainnya( ditambah lagi dengan kontraksi yang kuat yang dikombinasi dengan kemungkinan adanya konstipasi dari stoolyang tinggi lemak pada lumen sigmoid! 2aktor$#aktor tersebut mempermudah terjadinya perpe%ahan integritas dinding saluran %erna dan penetrasi lebih mudah terjadi! MANIFESTASI K#INIS 3anya 4:; dari pasien di'ertikula yang mengalami perdarahan gastrointestinal! Pasien yang mengalami perdarahan biasanya disertai dengan adanya hipertensi( atheros%lerosis( ataupun adanya ri0ayat pemakaian N)5".s 7nonsteriod anti$in#lamatory drugs8! )ebagian besar perdarahan pada di'ertikula bersi#at sel# limiting( dan dapat berhenti se%ara spontan dengan bo0el rest!
23

DIAGN8SIS Anamnesis Nyeri abdomen pada le#t lo0er Iuadrant( demam( mual( muntah( konstipasi! Pemeri saan Fisi Pada kasus yang ringan terdapat nyeri tekan pada le#t lo0er Iuadrant( dan terkadang dapat teraba massa pada lokasi tersebut! Pada kasus yang berat dapat dijumpai adanya tanda$ tanda peritonitis ataupun syok septik! Pemeri saan Pen-n$ang ,ntuk pasien dengan perdarahan yang ringan$sedang( dapat dilakukan %olonos%opy untuk menentukan lokasi perdarahan di'ertikula! )elain untuk menegakkan diagnosis( %olonos%opy dapat juga digunakan untuk menentukan terapi atau managemen! ,ntuk perdarahan yang berat dengan pasien yang stabil dapat dikalukan angiogra#i! PENATA#AKSANAAN Penatalaksanaan di'ertikula dimulai dengan mengubah gaya hidup pasien( membiasakan diet tinggi serat dan menghindari diet ka%ang$ka%angan ataupun pop%orn karena dikha0atirkan dapat menyebabkan obstruksi pada daerah di'ertikula! .apat juga diberikan antibiotik dan mengistirahatkan bo0el! 5ntibiotik yang dapat diberikan adalah trimethoprim@sul#amethoGa6ole atau %ipro#loGa%in dan metronida6ole yang mentargetkan bakteri batang gram negati# dan bakteri anaerob! .apat juga ditambah dengan pemberian ampi%illin jika regimen sebelumnya tidak menunjukkan e#ek!

K8MP#IKASI

24

Komplikasi yang dapat terjadi pada di'ertikula adalah di'ertikulitis yang merupakan in#eksi pada lokasi di'ertikula! )elain itu dapat juga terjadi por#orasi ke peritonium dan menyebabkan peritonitis!

25

I2D 3Irritab+e 2!4e+ Disease5

K!+itis 6+ser!sa<K!+itis 6+seratif EPIDEMI8#8GI Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia( akan tetapi lebih sering di negara$negara Barat! .i "ndonesia seperti di negaranegara 5sia$5#rika( kolitis ulserosa agak jarang! 5kan tetapi akhir$ akhir ini lebih banyak kasus ditemukan! Mungkin hal ini disebabkan karena lebih banyak orang yang pergi berobat ke dokter dan #asilitas diagnostik sekarang sudah lebih baik! "nsidens kira$ kira > $ * per 1::!::: tiap tahun pada orang Barat! Lebih banyak ditemukan pada 0anita daripada laki$laki! .apat ditemukan pada semua usia( akan tetapi lebih sering pada usia de0asa muda! .i "ndonesia belum didapat angka$angka yang pasti! ETI8#8GI Belum diketahui dengan pasti penyebab dari radang kolon ini! Faktor psikis : )ering didapat #aktor$#aktor psikis pada kolitis ulserosa! 5kan tetapi banyak yang berpendapat bah0a #aktor psikis lebih merupakan akibat daripada sebab penyakit ini! Infeksi : .ikatakan bah0a tidak didapat kuman$kuman patogen pada tinja! 5khir$akhir ini disebut bah0a mungkin suatu 'irus /N5 mempunyai peranan! 1ooper dan ka0an$ ka0an melaporkan ditemukannya 1ytomegalo'irus 71M 8 pada * dari ?: spesimen %olon yang didapat dari penderita kolitis ulserosa! .an ? dari * penderita tersebut dioperasi karena JtoGi% mega%olonJ! .iduga 1M mungkin merupakan in#eksi sekunder pada kolon yang sudah meradang dan menyebabkan JtoGi% mega%olonJ! Penyelidik lain menemukan Janti$lympho%yte antibodyJ pada F:; dari 4: penderita kolitis ulserosa dan antibody tersebut dianggap sebagai suatu pertanda dari in#eksi dengan 'irus! Korsmeyer dan ka0an$ka0an menemukan Janti /N5 antibodyJ pada 14; pasien dengan kolitis

26

ulserosa! 5kan tetapi sampai sekarang penyelidikan mengenai #aktor 'irus masih dikerjakan dimana$mana dan belum terdapat suatu kata sepakat mengenai hal ini! Faktor Imunologi ; Terdapat kelainan$kelainan imunologik pada penderita kolitis ulserosa! 5kan tetapi para penyelidik belum dapat membuktikan bah0a kelainan reaksi immun merupakan peranan yang utama pada kolitis ulserosa! PAT8#8GI Proses radang mulai di rektum sebagai radang yang di#us( naik ke bagian proksimal dan seluruh kolon dapat terkena! 5da in#iltrasi sel$sel polimor#( sel plasma dan eosino#il ke lamina propria( ada edema dan pelebaran 'askuler( kelenjar$kelanjar ikut meradang dan terjadi abses$ abses di kripta$kripta Lieberkuhn! Kemudian terdapat destruksi kelenjar$kelenjar dan ulserasi pada epitel! Makroskopis mukosa kelihatan hiperemis se%ara di#us pada keadaan yang ringan dan kelihatan ulserasi pada keadaan yang sedang dan berat! .inding usus bisa menjadi tipis dan tidak jarang ini menyebabkan per#orasi! Pada 0aktu penyembuhan terjadi proses granulasi yang sering berlebihan sehingga menyerupai suatu polip sehingga disebut pseudopolip! Pada kasus yang menahun( usus akan menjadi lebih pendek dari sering timbul penyempitan lumen( 0alaupun striktura jarang terjadi! Pada sebagian ke%il dari penderita( proses radang hanya terdapat pada rektum! MANIFESTASI K#INIS )e%ara klinis( keadaan penderita dapat berbeda$beda mulai yang ringan sampai yang berat! Biasanya serangan yang pertama timbul se%ara pelan$pelan dengan adanya diare dengan tinja yang ber%ampur lendir dan darah! Bila radang hanya di rektum( penderita mengeluh mengenai obstipasi dan perdarahan rektal! )ering ada nyeri di perut bagian kiri dan hilang setelah de#ekasi dan penderita mengeluh karena tenesmus! Na#su makan berkurang( berat badan menurun dan merasa lemah!

2$

Pada beberapa penderita diare akut yang berdarah dapat disertai suatu kolitis yang berat dengan panas badan( anoreksia(mual dan 'omitus! Biasanya nyeri tekan pada tempat yang sakit! Pada penderita yang sudah lama sakit( ada anemia! Pada penderita yang sakit berat( perutnya membesar( meteoristis( nadi %epat dan badan panas! Berat badan biasanya menurun! )elain kelainan kelainan tersebut( terdapat pula kelainan pada sendi$sendi 7artritis8( %onjun%ti'itis( u'eitis( stomatitis aphtosa( eritema nodosum dan kadang$kadang pyoderma gangrenosum! )ebab dari kelainan$kelainan sistemik ini yang terdapat di luar saluran %erna( sampai sekarang tidak diketahui! K8MP#IKASI Komplikasi yang tidak jarang terjadi ialah suatu dilatasi akut dari kolon pada penderita yang sakit berat( perdarahan banyak atau per#orasi! Komplikasi$komplikasi tersebut sangat membahayakan dan bisa #atal bila tidak diambil tindakan yang tepat! Penyakit yang menahun dapat menimbulkan tanda$tanda obstruksi karena terjadinya striktura! Karsinoma kolon merupakan suatu keganasan yang tidak jarang terdapat pada penderita kolitis ulserosa( terutama pada mereka yang telah menderita lebih dari 1: tahun! Tumor ganas tersebut dapat tumbuh di semua bagian dari kolon( terutama di rektum! .isplasia berat dianggap sebagai J%ar%inoma in$situJ! DIAGN8SIS .i sampaing pemeriksaan anamnesa( pemeriksaan jasmani dan laboratorium rutin( perlu diadakan pemeriksaan lain untuk membenarkan diagnosa! 1! Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan dengan barium dapat membantu! Pada dilatasi akut diperbolehkan pemeriksaan rontgen( akan tetapi tanpa dipersiapkan dengan garam inggris atau %astor oil! .alam keadaan ini( #oto rontgen dibuat tanpa barium! Pada keadaan yang berat( para ahli menyatakan bah0a pemeriksaan dengan barium masih dapat dilakukan asal saja ahli radiologi mengetahui benar keadaan penderita dan 6at barium dimasukkan ke dalam usus dengan sangat hati$hati!

28

4! )igmoido$kolonoskopi Pemeriksaan endokopis diperlukan untuk menegakkan diagnosa( terutama di "ndonsia untuk membedakan dengan kolitis yang disebabkan )higella atau ameba! )elain dari itu endoskopi sangat diperlukan untuk mengetahui adanya keganasan( terutama jika ada kelainan polipoid! Biopsi pada endoskopi sangat menguntungkan! DIAGN8SA 2ANDING .i "ndonesia( pada penderita dengan #eses yang di%ampuri ingus dan darah harus selalu di#ikirkan kemungkinan adanya kolitis yang disebabkan ameba atau )higella! Karena itu perlu diperiksa tinja se%ara teliti dan berulangkali! Pemeriksaan rontgen dan endoskopi dapat membantu( terutama endoskopi! Kolitis ulserosa juga harus dibedakan dengan kolitis 1rohn! Pada penyakit 1rohn( kelainan juga terdapat pada ileum( malahan juga pada saluran %erna bagian atas! )elain itu sering menimbulkan #istel$#istel! Pada karsinoma kolon juga sering ada darah( kadang$kadang disertai sedikit lendir pada #eses! TERAPI Diit : Makanan sebaiknya mengandung banyak serat( akan tetapi tidak pedas atau banyak mengandung lemak! Obat-obat : &bat antibiotik hanya diperlukan jika ada in#eksi sekunder dengan kuman$ kuman! Kortikosteroid diperlukan pada serangan akut tetapi untuk pengobatan jangka panjang untuk men%egah supaya tidak kambuh tidak digunakan karena diperlukan dosis tinggi dan akan menimbulkan e#ek sampingan! Pada penyakit yang ringan atau sedang( kortikosteroid diberikan per os 4: mg $ 4: mg sehari! Pada kasus yang dengan %ara per os tidak menunjukkan perbaikan( tidak jarang ada perbaikan dengan kortikosteroid per enema( biasanya diberikan tiap malam 1?: mg hydro%ortison selama 1: hari dan kemudian dilanjutkan dengan per os! Pada keadaan yang berat( kortikosteroid harus diberikan se%ara intra'ena( selain itu keadaan anemia( dehidrasi dan kehilangan elektrolit harus diperbaiki! )ala6opirin juga baik untuk kolitis ulserosa! Biasanya diberikan 4 gram sehari! Pada pengobatan jangka panjang perlu diperiksa hemoglobin dan darah peri#er! )ala6opirin di dalam usus dipe%ah oleh kuman$kuman menjadi asam ?$aminosalisilat dan
2%

sul#apyridine! Yang mempunyai khasiat anti radang adalah komponen sali%ylat dan e#ek sampingannya seperti rasa mual( muntah( kelainan kulit dan darah( disebabkan oleh sul#apyridin! 5kan tetapi )ala6opyrin hanya dapat dipakai untuk kasus yang ringan dan sedang saja dan untuk men%egah kambuhnya serangan! 56athioprine merupakan suatu obat immuno$suppressi'e( dan hasilnya dikatakan baik( akan tetapi sekarang banyak laporan menunjukkan bah0a hasilnya menge%e0akan( dianjurkan pemakainya hanya untuk mereka yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan lain! Metronida6ole juga di%oba untuk pengobatan kolitis ulserosa dan ada =ang melaporkan bah0a hasilnya mengembirakan akan tetapi ini masih dalam tara# penyelidikan!

Pembe1a0an "ndikasi untuk operasi ialah dilatasi toksik per#orasi )triktura perdarahan yang banyak bila tidak berhenti dengan tindakan konser'ati#! serangan akut yang tidak membaik dengan pengobatan intensi#! Kasus yang menahun di mana seluruh kolon terkena dan tidak menunjukkan kemajuan %ar%inoma in$situ atau displasia berat karsinoma kolon

<enis operasi yang paling baik ialah proktokolektomi total dengan ileostomi! <ika kolektomi total saja yang dilakukan( di kemudian hari penyakitnya pada rektum akan kambuh kembali! Pr!gn!sa

3&

.engan adanya obat$obat yang diuraikan di atas( perbaikan hidrasi dan elektrolit( kemajuan dalam teknik operasi serta pera0atan pas%a$bedah( prognosa kolitis ulserosa %ukup baik! Kalaupun sebagian ke%il akan mengalami serangan yang berulang$ ulang! K!+itis 'r!0n<Pen=a it 'r!0n EPIDEMI8#8GI Penyebaran penyakit ini sama dengan kolitis ulserosa! Banyak ditemukan di Negara Barat dan sedikit di Negara 5sia dan 5#rika! 5kan tetapi akhir$akhir ini lebih banyak kasus 1rohn ditemukan di "ndonesia( mungkin juga karena lebih banyak orang berobat ke dokter dan adanya kemajuan di bidang teknik untuk diagnosa! Penyakit 1rohn biasanya terdapat pada de0asa muda dan lebih banyak pada 0anita daripada lakilaki! ETI8#8GI )ampai sekarang belum diketahui dengan pasti! Terdapat #aktor$#aktor auto$imun! Mungkin juga disebabkan oleh suatu /N5 irus ke%il( tetapi mengenai ini belum ada kepastian! Tidak jelas apakah #aktor genetik mempunyai peranan! Makanan yang tidak atau kurang mengandung serat yang biasanya digemari di Negara Barat mempunyai peranan yang penting! Mungkin ini pula yang menyebabkan bah0a penyakit 1rohn tidak begitu banyak ditemukan di Negara 5sia dan 5#rika di mana makanan lebih banyak mengandung serat seperti sayur$mayur dan buah$buahan dan lain$lain! PAT8#8GI Kolitis 1rohn sebenarnya merupakan sebagian dari penyakit 1rohn yang lebih luas( yang biasanya terdapat pada ileum( malahan saluran %erna bagian atas! Yang paling sering terkena ialah bagian ileum terminalis dan %ae%um! Biasanya yang terkena pada beberapa segmen$segmen yang terpisah$pisah 7skip lesions8! Bagian$bagian diantaranya yang terkena penyakit( se%ara makroskopis kelihatan normal( akan tetapi se%ara histologi dan biokemis kelainan$kelainan terdapat di seluruh usus! Pada permulaan timbul luka$luka a#toid dan kemudian menjadi luka$ luka yang dalam( lambat laun terdapat #isura( #ibrosis dengan penebalan dinding usus! .an sering terdapat striktura dan #istulasi!
31

Pada pemeriksaan histologis ditemukan peradangan transmural( terutama di sub mukosa dan terdapat sel$sel lim#osit( makro#ag dan sel plasma! -ranulom$granulom tanpa perkijuan ditemukan pada lebih dari ?:; penderita$penderita penyakit ini! MANIFESTASI K#INIS Para penderita mengeluh mengenai sakit perut yang beruulang$ ulang( sering mendapat serangan diare( atau sebaliknya susah buang air besar( kadang$kadang panas dan berat badan sering menurun! Perdarahan per anum sering disebabkan radang pada kolon! K8MP#IKASI Pada kasus yang menahun( timbul striktura yang menyebabkan obstruksi( #istel$#istel antara usus dan usus ke%il atau antara usus dan kandung kemih atau #istel antara usus dan kulit! .i sekitar anus terdapat #istel$#istel( #isur$#isur dan absesabses! Perdarahan yang banyak atau per#orasi jarang terjadi! Begitu pula jarang terjadi dilatasi akut! Karsinoma kolon dulu diduga tidak begitu sering akan tetapi sekarang kasus! karsinoma lebih sering ditemukan pada kolitis 1rohn! Kadang$kadang timbul hiperoGaluria dan batu oGalat! Proses radang dapat menjalar ke ureter yang menyebabkan pyelone#ritis yang berulang( stenosis pada ureter dan hidrone#rosis! DIAGN8SIS Pemeriksaan jasmani dan anamnesa perlu dilakukan dengan teliti! Pemeriksaan laboratorium rutin perlu! LE. dan 1$rea%ti'e protein biasanya meninggi dan kadar albumin dan kalium dalam darah rendah! Tinja harus diperiksa untuk mengetahui adanya darah atau penyebab lain dari radang usus! Terutama di "ndonesia di mana amoeba dan )higella masih sering ditemukan! Pemeriksaan radiologis jangan hanya terbatas pada kolon saja bila kemungkinan penyakit 1rohn ada! 2oto rontgen dari eso#agus( lambung( duodenum dan ileum perlu dibuat pula! Pada ileitis terminalis sering terlihat J)tring sign o# 1antorJ( suatu gambar seperti benang pada #oto dengan barium. "ni disebabkan karena penebalan dinding ileum terminale( sehingga lumen

32

menyempit! 2istel$#istel juga akan nampak pada #oto rontgen! Endoskopi dan biopsi sangat membantu! DIAGN8SA 2ANDING )eperti pada kolitis ulserosa( di sini pun kemungkinan ameba dan )higella perlu disingkirkan dulu!Tuberkulosis pada kolon perlu dipikirkan( karena tuberkulosis masih banyak terdapat di "ndonesia! Karsinoma kolon di "ndonsia sekarang juga lebih banyak ditemukanLim#oma malignum kadangkadang terdapat di kolon! Kolitis 1rohn perlu dibedakan dengan kolitis ulserosa! .iagnosa Jirritable %olonJ hanya dapat dibuat bila penyakit penyakit lain sudah dapat disingkirkan! TERAPI Pada dasarnya pengobatan medis$konser'ati# dengan diit dan obat$obat lebih baik daripada pembedahan! Diit : makanan sebaiknya lunak( tidak merangsang( rendah lemak dan tinggi serat! .ahulu dianjurkan rendah serat( akan tetapi kemudian ternyata bah0a tinggi serat lebih baik! /endah serat hanya diberikan bila ada steatorea atau ada striktura! Obat-obat : Kortikosteroid baik pada penyakit yang akti#! .osis sama dengan kolitis ulserosa! )ala6opyrin juga baik untuk penyakit yang akti# akan tetapi kurang memuaskan untuk pengobatan Jmaintenan%eJ! 56athioprine dapat di%oba pada mereka yang tidak menunjukkan perbaikan atau kambuh lagi dengan obat$obat lain! Metronida6ole dapat memberikan hasil yang baik bila ada sepsis! Laporan$laporan yang terakhir menyebutkan hasil yang memuaskan pada kasus dengan #istula! 2istula tersebut menutup setelah pengobatan dengan metronida6ole! .ahulu( adanya #istel merupakan indikasi untuk operasi akan tetapi sekarang metronida6ole merupakan alternati# yang lebih baik! Pembe1a0an "ndikasi untuk pembedahan adalah 9 1! kelainan$kelainan perianal
33

4! obstruksi >! bila ada perdarahan yang banyak 4! adanya keganasan ?! bila pengobatan dengan obat$obat dan diit tidak memberikan hasil yang baik

Pada pembedahan selalu dikerjakan suatu end-to-end anastomosis dan reseksi harus dibatasi pada bagian yang perlu diangkat saja! Tindakan bypass harus dihindari karena sering menimbulkan residi# dan disertai dengan timbulnya banyak kuman$ kuman dan malabsorpsi! Tiap tindakan pembedahan harus dilindungi oleh kortikosteroid! PR8GN8SIS Biasanya %ukup baik dengan diit dan pengobatan! 5kan tetapi penyakitnya dapat sering kambuh kembali( sehingga sering diperlukan pembedahan! .an kira$kira separoh dari mereka yang dibedah( memerlukan bedah ulangan di kemudian hari!

34

'8#ITIS ISKEMIA
ETI8#8GI 5theros%lerosis "atrogeni% ligation 7seperti pada pembedahan aorta abdominal8 Emboli as%ulitis Trauma 'askuler

PAT8FISI8#8GI "skemia %olitis ini merupakan sel# limiting disease dan sering terjadi pada usia lebih dari *: tahun( hal ini dikaitkan dengan #a%tor resiko seperti tingginya kadar lemaka dalam darah s0perti kolesterol! 5tau dislipidemia dan akhirnya meningkatkan kejadian aterosklerosis yang merupakan penyebab terjadinya sumbatan dan akhirnya menjadi sikemia! Lokasi iskemia tergantung dari lokasi 'askularisasi dari %abang arteri usus besar tersebut! MANIFESTASI K#INIS Keluhan yang sering dijumpai pada %olitis iskemia yaitu adanya nyeri perut yang terutama pada kuadran kiri ba0ah dan bersi#at urgen! )elain itu sering juga ditemukan adanya diare( mual muntah( anoreGia( dan distensi abdomen DIAGN8SIS ,ntuk menegakkan diagnosis pada penyakit ini selain dari anamnesis dan pemeriksaan #isik seperti yang ditemukan pada gejala klinis diatas( kita juga perlu melakukan pemeriksaan penunjang untuk tegaknya diagnosis! 5dapun pada kasus %olitis iskemia pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan seperti9

35

Pada pasien dengan usia diba0ah ?: tahun( perlu dilakukan pemeriksaan kelainan trombophilik

Pemeriksaan dengan menggunakan 1Ts%an dapat 'dilkukan untuk menentukan lokasi dari iskemia

Endoskopi atau kolonoskopi bisa dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang iskemia tersebut

TATA #AKSANA untuk sikemia pada sisi kanan perut pasien menbutuhkan 'is%eral angiogra#i yang ditujukan bukan hanya sebagai alat diagnosis tapi juga sebagai terapi yaitu sebagai alat untuk memberikan terapi 'asodilator seperti papa'erin intra'ena! Berbeda dengan sisi kanan( pada iskemia sisi kiri perut( penanganan yang bisa dilakukan yaitu terapi suporti# seperti penggantian %airan( antibioti% spe%trum luas( %egah pemberian obat 'asokonstrikti#! <ika derajad iskemia sudah berat( maka dapat dilkukan reseksi pada sisi iskemianya!

36

Pemeri saan Diagn!sti 6nt- Sa+-ran Pen(ernaan


Definisi Pemeriksaan yang dilakukan untuk sistem pen%ernaan( terdiri dari9 Endoskop 7tabung serat optik yang digunakan untuk melihat struktur dalam dan untuk memperolehjaringandaridalamtubuh8 /ontgen ,ltrasonogra#i7,)-8 Perunut radioakti# Pemeriksaan kimia0i!

Pemeriksaan$pemeriksaan

tersebut

bisa

membantu

dalam

menegakkan

diagnosis(

menentukan lokasi kelainan dan kadang mengobati penyakit pada sistem pen%ernaan! Pada beberapa pemeriksaan( sistem pen%ernaan harus dikosongkan terlebih dahuluE ada juga pemeriksaan yang dilakukan setelah +$14 jam sebelumnya melakukan pemeriksaan lainnya tidak memerlukan persiapan khusus! Langkah pertama dalam mendiagnosis kelainan sistem pen%ernaan adalah ri0ayat medis dan pemeriksaan #isik! Tetapi gejala dari kelainan pen%ernaan seringkali bersi#at samar sehingga dokter mengalami kesulitan dalam menentukan kelainan se%ara pasti! Kelainan psikis 7misalnya ke%emasan dan depresi8 juga bisa mempengaruhi sistem pen%ernaan dan menimbulkan gejala$gejalanya! INT62ASI "ntubasi adalah memasukkan sebuah selang plastik ke%il yang lentur melalui hidung atau mulut kedalam lambung atau usus halus! Prosedur ini bisa digunakan untuk keperluan diagnostik maupun pengobatan! "ntubasi bisa menyebabkan muntah dan mual( tetapi tidak menimbulkan nyeri!
3$

puasaE sedangkan

,kuran selang yang digunakan ber'ariasi( tergantung kepada tujuan dilakukannya prosedur ini 7apakah untuk diagnosik atau pengobatan8! 1! "ntubasi Nasogastrik! Pada intubasi nasogastrik( sebuah selang dimasukkan melalui hidung menuju ke lambung! Prosedur ini digunakan untuk mendapatkan %ontoh %airan lambung( untuk menentukan apakah lambung mengandung darah atau untuk menganalisa keasaman( en6im dan karakteristik lainnya! Pada korban kera%unan( %ontoh %airan lambung ini dianalisa untuk mengetahui ra%unnya! Kadang selang terpasang agak lama sehingga lebih banyak %ontoh %airan yang bias didapat! "ntubasi nasogastrik juga bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan tertentu 9 ,ntuk menghentikan perdarahan dimasukkan air dingin! ,ntuk memompa atau menetralkan ra%un diberikan karbonakti#! Pemberian makanan %air pada penderita yang mengalami kesulitan menelan! Kadang intubasi nasogastrik digunakan se%ara berkesinambungan untuk

mengeluarkan isi lambung! ,jung selang biasanya dihubungkan dengan alat penghisap( yang akan mengisap gas dan %airan dari lambung! 1ara ini membantu mengurangi tekanan yang terjadi jika sistem pen%ernaan tersumbat atau tidak dapat ber#ungsi sebagaimana mestinya! 4! "ntubasi Nasoenterik Pada intubasi nasoenterik( selang yang dimasukkan melalui hidung lebih panjang( karena harus mele0ati lambung untuk menuju ke usus halus! Prosedur ini bisa digunakan untuk9 mendapatkan %ontoh isi usus
38

mengeluarkan %airan memberikan makanan!

)ebuah selang yang dihubungkan dengan suatu alat ke%il di ujungnya bisa digunakan untuk biopsi 7mengambil %ontoh jaringan usus halus untuk diperiksa se%ara mikroskopik atau untuk analisa akti'itas en6im8! Lambung dan usus halus tidak dapat merasakan nyeri( sehingga kedua prosedur diatas tidak menimbulkan nyeri!

END8SK8PI Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan selang@tabung serat optik yang disebut endoskop! Endoskop yang dimasukkan melalui mulut bisa digunakan untuk memeriksa9 kerongkongan 7esofagoskopi8 lambung 7gastroskopi8 usus halus 7endoskopi saluran pen%ernaan atas8!

<ika dimasukkan melalui anus( maka endoskop bisa digunakan untuk memeriksa9 rektum dan usus besar bagian ba0ah 7sigmoidoskopi8 keseluruhan usus besar 7kolonoskopi8! .iameter endoskop berkisar dari sekitar :(* %m$1(4? %m dan panjangnya berkisar dari sekitar >: %m$1?: %m! )istem 'ideo serat$optik memungkinkan endoskop menjadi #leksibel menjalankan #ungsinya sebagai sumber %ahaya dan sistem penglihatan! Banyak endoskop yang juga dilengkapi dengan sebuah penjepit ke%il untuk mengangkat %ontoh jaringan dan sebuah alat elektronik untuk menghan%urkan jaringan yang abnormal!

3%

.engan endoskop dokter dapat melihat lapisan dari sistem pen%ernaan( daerah yang mengalami iritasi( ulkus( peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal! Biasanya diambil %ontoh jaringan untuk keperluan pemeriksaan lainnya! Endoskop juga bisa digunakan untuk pengobatan! Berbagai alat yang berbeda bisa dimasukkan melalui sebuah saluran ke%il di dalam endoskop9 Elektrokauter! bisa digunakan untuk menutup suatu pembuluh darah dan menghentikan perdarahan atau untuk mengangkat suatu pertumbuhan yang ke%il! )ebuah jarum bisa digunakan untuk menyuntikkan obat ke dalam 'arises kerongkongan dan menghentikan perdarahannya! )ebelum endoskop dimasukkan melalui mulut( penderita biasanya dipuasakan terlebih dahulu selama beberapa jam! Makanan di dalam lambung bisa menghalangi pandangan dokter dan bisa dimuntahkan selama pemeriksaan dilakukan! )ebelum endoskop dimasukkan ke dalam rektum dan kolon( penderita biasanya menelan obat pen%ahar dan enema untuk mengosongkan usus besar! Komplikasi dari penggunaan endoskopi relati# jarang!Endoskopi dapat men%ederai atau bahkan menembus saluran pen%ernaan( tetapi biasanya endoskopi hanya menyebabkan iritasi pada lapisan usus dan perdarahan ringan!

#APAR8SK8PI Laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan menggunakan endoskop! Laparoskopi biasanya dilakukan dalam keadaan penderita terbius total! )etelah kulit dibersihkan dengan antiseptik( dibuat sayatan ke%il( biasanya di dekat pusar! Kemudian endoskop dimasukkan melalui sayatan tersebut ke dalam rongga perut! .engan laparoskopi dokter dapat9 men%ari tumor atau kelainan lainnya! mengamati organ$organ di dalam rongga perut!
4&

memperoleh %ontoh jaringan! melakukan pembedahan perbaikan!

R8NTGEN 1! 2oto polos perut! 2oto polos perut merupakan #oto rontgen standar untuk perut( yang tidak memerlukan persiapan khusus dari penderita! )inar L biasanya digunakan untuk menunjukkan9 suatu penyumbatan( kelumpuhan saluran pen%ernaan pola udara abnormal di dalam rongga perut! pembesaran organ 7misalnya hati( ginjal( limpa8!

4! Pemeriksaan barium! )etelah penderita menelan barium( maka barium akan tampak putih pada #oto rontgen dan membatasi saluran pen%ernaan( menunjukkan kontur dan lapisan dari kerongkongan( lambung dan usus halus!Barium yang terkumpul di daerah abnormal menunjukkan adanya ulkus( erosi( tumor dan 'arises kerongkongan! 2oto rontgen bisa dilakukan pada 0aktu$0aktu tertentu untuk menunjukkan keberadaan barium! 5tau digunakan sebuah fluoroskop untuk mengamati pergerakan barium di dalam saluran pen%ernaan! Proses ini juga bisa direkam! .engan mengamati perjalanan barium di sepanjang saluran pen%ernaan( dokter dapat menilai9

41

#ungsi kerongkongan dan lambung kontraksi kerongkongan dan lambung penyumbatan dalam saluran pen%ernaan! Barium juga dapat diberikan dalam bentuk enema untuk melapisi usus besar

bagian ba0ah! Kemudian dilakukan #oto rontgen untuk menunjukkan adanya polip( tumor atau kelainan struktur lainnya! menimbulkan rasa tidak nyaman! Barium yang diminum atau diberikan sebagai enema pada akhirnya akan dibuang ke dalam tinja( sehingga tinja tampak putih seperti kapur! )etelah pemeriksaan( barium harus segera dibuang karena bisa menyebabkan sembelit yang berarti! &bat pen%ahar bisa diberikan untuk memper%epat pembuangan barium! PARASENTESIS Parasentesis adalah memasukkan jarum ke dalam rongga perut dan mengambil %airannya! .alam keadaan normal( rongga perut diluar saluran pen%ernaan hanya mengandung sejumlah ke%il %airan! 1airan bisa terkumpul dalam keadaan$keadaan tertentu( seperti perforasi lambung atau usus( penyakit hati( kanker atau pe%ahnya limpa! Parasentesis digunakan untuk memperoleh %ontoh %airan untuk keperluan pemeriksaan atau untuk membuang %airan yang berlebihan! Pemeriksaan #isik 7kadang disertai dengan USG8 dilakukan sebelum parasentesis untuk memperkuat dugaan bah0a rongga perut mengandung %airan yang berlebihan! )elanjutnya daerah kulit 7biasanya tepat diba0ah pusar8 dibersihkan dengan larutan antiseptik dan dibius lokal! Melalui kulit dan otot dinding perut( dimasukkan jarum yang dihubungkan dengan tabung suntik ke dalam rongga perut dimana %airan terkumpul! )ejumlah ke%il %airan diambil untuk pemeriksaan laboratorium atau sampai :(C* liter %airan diambil untuk mengurangi pembengkakan perut!
42

Prosedur ini bisa menyebabkan nyeri kram serta

6SG ,)- menggunakan gelombang udara untuk menghasilkan gambaran dari organ$organ dalam! ,)- bisa menunjukkan ukuran dan bentuk berbagai organ 7misalnya hati dan pankreas8 dan juga bisa menunjukkan daerah abnormal di dalamnya! ,)- juga dapat menunjukkan adanya %airan! Tetapi ,)- bukan alat yang baik untuk menentukan permukaan saluran pen%ernaan( sehingga tidak digunakan untuk melihat tumor dan penyebab perdarahan di lambung( usus halus atau usus besar! ,)- merupakan prosedur yang tidak menimbulkan nyeri dan tidak memiliki resiko! Pemeriksa menekan sebuah alat ke%il di dinding perut dan mengarahkan gelombang suara ke berbagai bagian perut dengan menggerakkan alat tersebut! -ambaran dari organ dalam bisa dilihat pada layar monitor dan bisa di%etak atau direkam dalam #ilem 'ideo! PEMERIKSAAN DARA/ SAMAR Perdarahan di dalam saluran pen%ernaan dapat disebabkan baik oleh iritasi ringan maupun kanker yang serius! Bila perdarahannya banyak( bisa terjadi muntah darah( dalam tinja terdapat darah segar atau mengeluarkan tinja ber0arna kehitaman 7melena8! <umlah darah yang terlalu sedikit sehingga tidak tampak atau tidak merubah penampilan tinja( bisa diketahui se%ara kimiaE dan hal ini bisa merupakan petunjuk a0al dari adanya ulkus( kanker dan kelainan lainnya! Pada pemeriksaan %olok dubur( dokter mengambil sejumlah ke%il tinja ! 1ontoh ini diletakkan pada se%arik kertas saring yang mengandung 6at kimia! )etelah ditambahkan bahan kimia lainnya( 0arna tinja akan berubah bila terdapat darah!

43

'!+! D-b-r 31igitra+ re(ta+ e seminati!n5

1olok dubur biasa dilakukan setelah pemeriksaan abdomen! Pemeriksaan %olok dubur umumnya dilakukan pada posisi litotomi( yaitu penderita baring telentang dengan kedua paha dalam keadaan #leksi dan abduksi atau sikap miring pada sisi kiri! Buli$buli harus dikosongkan terlebih dahulu agar tidak terdapat penilaian keliru! Pemeriksaan re%tum dengan jari harus dilakukan se%ara halus dan teliti! Mula$mula penderita diberi penjelasan mengenai prosedur yang kan dilakukan dan diyakinkan bah0a pemriksaan akan dilakukan dengan hati$hati( kemudian dilakukan inspesi region analis untuk melihat apakah ada dermatitis( eksema( luka garukan( tukak( pembengkakkan( muara #istel( atau kelainan lain! Penderita diminta mengedan( anus dilebarkan sedikit dengan bantuan jari telunjuk tangan yang sudah menggunakan sarung tangan dan bahan pelumas se%ukupnya! .engan pemeriksaan ini hemiroin yang luar dapat terlihat( demikian pula prolaps selaput lendir( prolaps re%tum( muara #istel( dan #isura anus! Tangan dengaan oelumas yang %ukup banyak dioleskan pada anus dan daerah sekitarnya( termasuk rambut yang mungkin terdapat disekitar anus! <ari telunjuk dalam keadaan ekstensi ditekan pelan$pelan dengan sisi$sisi 'oler pada daerah perineum pada anus dengan maksud agar s#ingter anus berelaksasi sehingga %ukup untuk dapat memasukkan jari ke dalam anus dan re%tum! Pada lelaki dapat digunakan titik a%uan berupa kelenjar prostat di sebelah 'entral( sedangkan pada perempuan titik a%uan adalah ser'iks uteri yang juga terdapat di'entral pada tempat yang kira$kira sama! Pertama$tama harus dinilai tunus otot s#ingter( kemudian palpasi dilanjutkan dengan meraba struktur dalam re%tum yang lebih dalam! 3emoroid interna tidak dapat diraba karena tekanan 'ena tidak %ukup tinggi! Polib terba sebagai sebagai benda li%in yang lunak dan mungkin
44

bertangkai! Karsinoma dalam re%tum teraba keras berbenjol$benjol tidak teratur( biasanya dengan ka0ah sentral yang terjadi akibat ulserasi! 3arus dituliskan jarak dari tumor ke anus dan disebut letak tumor( seperti 'entral( dorsal dan lateral! .emikian juga perluasannya dalam arah memanjang dan dalam arah melingkar! <uga perlu di%atat apakah jari yang meraba dapat men%apai batas atas tumor atau tidak dan apakah lumen yang tersissa dapat dilalui jari atau tidak! 2iksasi tumor ke jaringan sekitarnya juga perlu ditulis! 1olok dubur sangat berguna pada pemeriksaan alat kelamin dalam pada seorg gadis!

PERDARA/AN SA#6RAN 'ERNA 2AGIAN 2A>A/


45

Kara teristi

r!ni 1ari )er1ara0an sa+-ran (erna bagian ba4a0

a. /emat! e?ia .iartikan sebagai darah segar yang keluar melalui anus dan merupakan man#estasi tersering dari perdarahan saluran %erna bagian ba0ah! 3ematoke6ia la6imnya menunjukkan perdarahan kolon sebelah kiri( namun demikian perdarahan seperti ini juga dapat berasal dari saluran %erna bagian atas( usus halus( transit darah yang %epat! b! Me+ena .iartikan sebagai tinja yang ber0arna hitam dengan bau yang khas! Melena timbul bilamana hemoglobin dikon'ersikan menjadi hematin atau hemokrom lainnya oleh bakteri setelah 14 jam! ,mumnya melena menunjukkan perdarahan di saluran %erna bagian atas atau usus halus( namun demikian melena dapat juga berasal dari perdarahan kolon sebelah kanan dengan perlambatan motilitas! %! 1ara0 samar

46

.arah samar timbul bilamana ada perdarahan ringan namun tidak sampai merubah 0arna tinja@#eses! Perdarahan jenis ini dapat diketahui dengan guaia% tes! Prinsi)@)rinsi) )enataa sanaan 1. Res-sitasi Mengikuti protokol yang dianjurkan pada perdarahan saluran %erna bagian atas! .engan langkah a0al menstabilkan hemodinamik Pemeri saan a4a+, )ene anan )a1a e%a+-asi stat-s 0em!1inami Menentukan derajat perdarahan dengan mem#okuskan pada status hemodinamik! Pemeriksaannya meliputi 9 a! Tekanan darah dan nadi posisi baring b! Perubahan ortostatik tekanan darah dan nadi %! 5da tidaknya 'aso konstriksi peri#er 7akral dingin8 d! Kelayakan napas e! Tingkat kesadaran #! Produksi urin Res-sitasi ter-tama -nt- stabi+isasi 0em!1inami <ika terjadi perdarahan akut dengan jumlah = 4:; 'ol! "ntra'askuler yang ditandai dengan 9 a! hipotensi 7A C:@*: mm3g atau M5P A F: mm3g8 dengan #rekuensi nadi 1::G@menit b! tekanan diastolik ortostatik turun = 1: mm3g atau sistolik turun = 4: mm3g %! #rekuensi nadi ortostatik meningkat = 1?G@menit d! akral dingin e! kesadaran menurun #! anuria atau oliguria 7produksi urin A >: ml@jam8 )elain keadaan hemodinamik yang tidak stabil( ke%urigaan perdarahan akut dalam jumlah besar adalah jika ditemukan 9 a! 3ematemesis
4$

b! 3ematokesia %! darah segar pada aspirasi pipa nasogastrik M dengan la'ase tidak segera jernih d! hipotensi persisten e! dalam 44 jam menghabiskan trans#usi darah = +::$1::: ml

RES6SITASI /esusitasi 1airan dengan in#us %airan kristaloid( misalnya normal saline dengan tetesan %epat menggunakan dua jarum berdiameter besar Nminimal 1* -O dan pasang monitor 1 P N entral !enous "ressureO 1airan koloid hanya diberikan pada keadaan hipoalbuminemia berat

Pemberian trans#usi perlu dipertimbangkan pada keadaan 9 perdarahan dalam kondisi hemodinamik tidak stabil perdarahan baru atau masih berlangsung dan diperkirakan jumlahnya 1 liter atau lebihE dengan 3b A 1:g; atau 3%t A >:; tanda4 penurunan oksigenasi hipotensi persisten meskipun setelah pemberian 4L %airan kristaloid maka usahakan yang #ross-mat#$ jika ada( jika belum tersedia berikan trans#usi darah &$negati#

Pemberian trans#usi tergantung dari 9 jumlah darah yang hilang perdarahan masih akti# atau sudah berhenti lamanya perdarahan berlangsung akibat klinik perdarahan Pasien resiko tinggi 7misalnya pasien usia lanjut atau memiliki ri0ayat sirosis atau penyakit jantung koroner8 maka trans#usi Pa%ked /ed Blood 1ell( target 3%t = >:; Pasien usia muda dengan kondisi sehat maka target 3%t = 4:;
48

Pasien dengan koagulopati 7PT memanjang8 maka trans#usi 2resh 2ro6en Plasma 722P8 Pasien dengan trombositopenia maka di trans#usi trombosit

2. me1i ament!sa beberapa perdarahan saluran %erna bagian ba0ah dapat diobati se%ara medikamentosa! 3emoroid #isura ani dan ulkus rektum soliter dapat diobati dengan bulk$#orming agent( sit6 baths( dan menghindari mengedan! )alep yang mengandung steroid dan supositoria sering digunakan namun man#aatnya masih dipertanyakan! Kombinasi estrogen dan progesteron dapat mengurangi perdarahan yang timbul pada pasien yang menderita angiodisplasia! "B. biasanya memberi respon terhadap obat$ obatan anti in#lamasi!

". tera)i en1!s !)i #olonos#opi# bipolar #autery% monopolar #autery% $eater probe appli#ationn% argon plasma #oagulation% dan ND:&'G laser berman#aat untuk mengobati angiodisplasia dan perubahan 'askuler pada kolitis radiasi! Kolonoskopi juga dapat digunakan untuk melakukan ablasi dan reseksi polip yang berdarah atau mengendalikan perdarahan yang timbul pada kanker kolon! )igmoidoskopi dapat mengatasi perdarahan hemoroid internal dengan ligasi maupun teknik termal! &. angi!grafi tera)eti Bilamana kolonskopi gagal atau tidak dapat dikerjakan maka angiogra#i dapat digunakan untuk melakukan tindakan terapetik!

*. tera)i be1a0 Pada beberapa diagnostik 7seperti di'ertikel Me%kel atau keganasan8 bedah merupakan pendekatan utama setelah keadaan pasien stabil!
4%

5&

2ebera)a '!nt!0 A+-r Tata+a sana Per1a0an Sa+-ran 'erna 2agian 2a4a0 Dan Tera)in=a

51

52

53

PERDARA/AN SAMAR SA#6RAN 'ERNA


54

Diagn!sa ban1ing -nt- )er1ara0an samar sa+-ran (erna Kara teristi Dari Tes Dara0 Samar Feses

Dasar@1asar Penata+a sanaan Penatalaksanaan perdarahan samar saluran %erna sangat ditentukan oleh hasil pemeriksaan diagnostik! Penyakit peptik diterapi sesuai dengan penyebabnya meliputi pemberian obat supresi asam jangka pendek maupun jangka panjang dan terap eradikasi 3!pylori! )ejumlah lesi premaligna dan polip bertangkai yang maligna dapat diangkat dengan polipektomi! 5ngiodisplasia dapat diobati dengan kateterisasi melalui endoskopi atau diobati dengan preparat estrogen$progesteron!-astropati hipertensi portal kadang mengalami perbaikan dengan pemberian obat yang dapat menurunkan hipertensi portal! Bila obat$obatan dianggap sebagai penyebab kehilangan darah tersamar tersebut maka menghentikan penggunaan obat tersebut akan mengatasi anemia! Kadang$kadang kehilangan darah samar memerlukan suplementasi besi untuk jangka panjang! Pemberian #erro sul#at >4? mg tiga kali sehari merupakan pilihan yang tepat karena murah( mudah dan e#ekti# dan dapat ditolerir oleh banyak pasien! )ediaan besi se%ara oral lainnya meliputi #erro #umarat( #erro glukonat( dan preparat lain yang ditambahkan asam as%orbat untuk mempermudah penyerapan!
55

56

5$

DAFTAR P6STAKA
)uyono( )! (uku ')ar Ilmu "enyakit Dalam! Edisi ke tiga! 4::F!<akarta 9 Balai penerbit 2K,"! Yamada( Tadaka et all! "rin#iples of Publi%ation 9 ,)5 )jamsuhidajat( 4::*! Buku 5jar "lmu Bedah! <akarta! E-1! Braun0ald( T/! et al! 4::+( +arrison,s "rin#iples of Internal -edi#ine% Se.enteent$ Edition( M%-ra0 3ill( Ne0 York! 2riedman( )%ott L( et al! 4::>! urrent -edi#al Diagnosis and /$erapy in Gastroenterology% 4nd ed! M%-ra0 3ill 9 ,nited )tates o# 5meri%a )udoyo( 5ru K! 4::F! (uku ')ar: Ilmu "enyakit Dalam% )ilid I! E-19 <akarta lini#al gastroenterology* 4::+! Kiley$Bla%k0ell

58