Anda di halaman 1dari 22

KESADARAN GENDER YANG ISLAMI Oleh: Siti Zubaidah I.

PENDAHULUAN Masalah kesadaran gender dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, termasuk di Indonesia telah mencuat ke permukaan. Berbagai struktur dan kultur yang selama ini mengabaikan perempuan digugat; dan upaya dekonstruksi terhadap pemahaman dan pelaksanaannya dilakukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kesenjangan gender adalah dikarenakan bermacam-macamnya penafsiran tentang pengertian gender itu sendiri. Seringkali gender dipersamakan dengan sex jenis kelamin laki-laki dan perempuan!, dan pembagian jenis kelamin laki-laki dan perempuan ini serta peran dan tanggungjawabnya masing-masing, telah dibuat sedemikian rupa dan berlalu dari tahun ke tahun bahkan dari abad ke abad, sehingga lama kelamaan masyarakat tidak lagi mengenali mana yang gender dan mana yang sex. Bahkan peran gender oleh masyarakat kemudian diyakini seolah-olah merupakan kodrat yang diberikan "uhan. Sebagai akibat dari pembagian peran dan kedudukan yang sudah melembaga antara laki-laki dan perempuan, baik secara langsung #berupa perlakuan$sikap, maupun tidak langsung #berupa dampak suatu peraturan perundang-undangan dan kebijakan, telah menimbulkan berbagai ketidak-adilan. %etidak-adilan ini telah mengakar dalam sejarah, adat-istiadat, norma hukum ataupun struktur dalam masyarakat. %etidak-adilan ini boleh jadi timbul dikarenakan adanya keyakinan dan pembenaran yang ditanamkan sepanjang peradaban manusia dalam berbagai bentuknya, yang tidak hanya menimpa kepada kaum perempuan, akan tetapi juga menimpa kaum laki-laki; walau secara menyeluruh ketidak-adilan gender dalam berbagai kehidupan ini lebih banyak menimpa kaum perempuan. &erbedaan secara biologis antara laki-laki dan perempuan telah mempunyai impelementasi di dalam kehidupan sosial budaya. &ersepsi yang seolah-olah mengendap di dalam bawah sadar seseorang ialah jika seseorang mempunyai atribut biologis, seperti penis pada diri laki-laki atau 'agina pada diri perempuan, maka itu juga menjadi atribut gender yang bersangkutan dan selanjutnya akan menentukan peran sosialnya di dalam masyarakat.

II. PENGERTIAN GENDER Kata gender berasal dari ba asa Inggeris gender! dala" Ka"#s $a asa Inggeris%Ind&nesia! berarti 'enis (ela"in. ) Sedang(an dala" Websters New World Dictionary! gender diarti(an sebagai *erbedaan +ang ta"*a( antara la(i%la(i dan *ere"*#an dili at dari segi nilai dan ting(a la(#., Melalui pengertian dari kamus di atas, sebenarnya kurang tepat, karena seolaholah gender disamakan pengertiannya dengan sex yang berarti jenis kelamin!. %alau dilihat dalam %amus Besar Bahasa Indonesia, kata gender memang belum masuk dalam perbendaharaannya, akan tetapi istilah gender ini lebih populer di lingkungan %antor %ementerian &emberdayaan &erempuan. )engan demikian untuk memudahkan pemahaman kita terhadap kata gender tersebut, ada baiknya merujuk pada penjelasan pemerintah melalui %antor %ementerian &emberdayaan &erempuan sebagaimana juga yang tertuang dalam Instruksi &residen *I +o. , tahun -..., sebagai berikut/ Gender asal kata gen!; perbedaan peran, tugas, fungsi, dan tanggung-jawab serta kesempatan antara laki-laki dan perempuan karena dibentuk oleh tata nilai sosial budaya konstruksi sosial! yang dapat diubah dan berubah sesuai kebutuhan atau perubahan 0aman menurut waktu dan ruang!.1 2ender adalah konsep yang mengacu pada peran dan tanggung-jawab laki-laki dan perempuan yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat. 2ender adalah pembagian peran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat, sebagai hasil konstruksi sosial yang dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan perubahan 0aman.3 2ender bukanlah kodrat dan ketentuan "uhan. 4leh karena itu gender berkaitan dengan bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berperan dan bertindak sesuai dengan tata nilai yang terstruktur oleh ketentuan sosial dan budaya di tempat mereka berada. )engan kata lain, gender adalah pembedaan peran dan tanggung-jawab antar perempuan dan laki-laki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat. )ari uraian diatas dapat disimpulkan/
(

5ohn M. 6chols dan 7assan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia 5akarta/ 2ramedia, cet. 8II, (,91!,

h. -:;.
<ictoria +eufeldt 6d.!, Websters New World Dictionary +ew =ork/ >ebster?s +ew >orld @le'enland, (,93!, h. ;:(. 1 Pemberdayaan Perempuan 5akarta/ !, h. 3 Setda %ota Medan, Buku Saku Pemberdayaan Perempuan Medan/ , -...!, h. (.

Genderi. %onstruksi$bentuk sosial ii. "idak dimiliki sejak lahir iii. Bisa dibentuk$bisa berubah i'. )ipengaruhi/ o "empat o >aktu$0aman o Suku$ras$bangsa o Budaya o Status sosial o &emahaman agama o Ideologi negara o &olitik, hukum dan ekonomi Karenan+a gender/ o Bukan kodrat o )ibuat manusia o Bisa dipertukarkan o *elatif o Berbeda dengan ciri-ciri yang terdapat pada laki-laki maupun perempuan jenis kelamin, biologis, natur! Pengertian se. adalah pembagian jenis kelamin yang terdiri dari perempuan dan laki-laki, yang telah ditentukan oleh "uhan, sebagai kodrat Allah swt. &erbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki dapat dilihat baik dari ciri fisik primer maupun ciri fisik sekunder dari organ dan fungsi reproduksinya. %arenanya seks relatif tidak dapat ditukar atau diubah.

@iri-ciri laki-laki dan perempuan dapat dillihat dalam matrik berikut ini/

Baki-laki &rimer &enis %antung 0akar Scotrum! Buah 0akar testis! Sperma$mani &rostat kelenjar! pengaturan pengeluaran sperma dan air seni $ Sekunder kelenjar kemih Bulu dada $ tangan 5akun Suara berat -

&erempuan <agina liang senggama! 4'arium indung telur! 4'um sel telur! Cterus Menyusui 7aid *ahim %ulit halus Suara lebih bernada tinggi )ada besar

- Berkumis %etentuan ini berlaku sejak dahulu kala, sekarang, dan akan berlaku selamanya. Craian di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa/ /enis Kela"in $i&l&gis 0se(s1 adala / Bawaan %odrat Buatan "uhan Mutlak

Tida( di*engar# i &le / "empat >aktu$0aman *as$suku$bangsa Budaya +egara ideologi Karenanya/ tidak bisa berubah, tetap dan hanya dimiliki laki-laki saja atau perempuan saja nature!. Cntuk memperjelas perbedaan antara gender dan seD dapat dilihat pada skema berikut ini;

Gender )apat berubah )apat dipertukarkan "ergantung waktu "ergantung budaya setempat Bukan merupakan %odrat "uhan Buatan manusia

Se. 5enis %elamin! "idak dapat berubah "idak dapat dipertukarkan Berlaku sepanjang masa Berlaku di mana saja Merupakan %odrat "uhan @iptaan "uhan

&emahaman atas konsep gender sesungguhnya merupakan isu mendasar dalam rangka menjelaskan masalah hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki, atau masalah hubungan kemanusiaan kita.

III. GENDER DALAM PERSPEKTI2 ISLAM Sebelum menguraikan bagaimana pandangan Islam terhadap gender, perlu dikemukakan terlebih dahulu pandangan masyarakat dunia secara umum terhadap perempuan, terutama sebelum turunnya kitab suci AlEuran. %emudian baru ditelaah bagaimana pandangan AlEuran terhadap gender, serta bagaimana penafsiran ulama terdahulu dan kontemporer terhadap ayat-ayat AlEuran tersebut. Sejarah telah menginformasikan bahwa sebelum diturunkannya kitab suci AlEuran, berbagai peradaban umat manusia telah berkembang sedemikian rupa, seperti halnya peradaban bangsa =unani, *omawi, India, @ina dan yang lainnya. )an juga sebelum datangnya agama Islam, telah datang terlebih dahulu berbagai agama, seperti agama Foroaster, Buddha, dan yang paling belakangan adalah agama =ahudi dan +asrani. &ada puncak peradaban =unani, perempuan tidak mendapat penghargaan yang adil, karena mereka dianggap alat pemenuhan naluri seks laki-laki. %aum laki-laki diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera tersebut, dan para perempuan dipuja untuk itu. &atung-patung telanjang yang terlihat dewasa ini di 6ropa adalah merupakan bukti yang menyatakan pandangan itu. &eradaban *omawi juga tidak begitu berbeda dengan =unani, menjadikan perempuan sepenuhnya berada di bawah kekuasaan ayahnya. Setelah kawin, kekuasaan ;

pindah ke tangan suami. %ekuasaan ini mencakup kewenangan menjual, mengusir, menganiaya dan membunuh. &eristiwa tragis ini berlangsung sampai pada abad < Masehi. Segala hasil usaha perempuan, menjadi hak milik keluarganya yang laki-laki. &ada 0aman %aisar %onstantin abad 8<!, terjadi sedikit perubahan dengan diundangkannya hak pemilikan terbatas bagi perempuan, dengan catatan bahwa setiap transaksi harus disetujui terlebih dahulu oleh keluarga suami$ayah!. &eradaban 7indu dan @ina, juga tidak lebih baik. 7ak hidup bagi seorang perempuan yang telah bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya, istri terkadang harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. "radisi ini baru berakhir pada abad 8<II Masehi. Sepanjang abad pertengahan nasib perempuan tetap sangat memperihatinkan, sampai dengan tahun (9.; perundang-undangan Inggeris masih mengakui hak suami untuk menjual istrinya, bahkan sampai dengan tahun (99- perempuan Inggeris belum lagi mempunyai hak kepemilikan harta benda secara penuh, termasuk hak menuntut ke pengadilan. Cntuk dapat mengetahui keberadaan dan peran yang dimainkan Islam, diperlukan pemahaman mendalam terhadap stratifikasi sosial budaya bangsa Arab menjelang dan ketika AlEuran diturunkan. Misi AlEuran hanya dapat dipahami secara utuh setelah memahami kondisi sosial budaya bangsa Arab. Bahkan boleh jadi, sejumlah ayat dalam AlEuran termasuk ayat-ayat yang menjelaskan gender!, dapat disalah-pahami tanpa memahami latar belakang sosial budaya masyarakat Arab. 5ustru itu sebelum membahas lebih jauh, perlu diperkenalkan secara umum kondisi geografis dan pola kehidupan mereka #yang tentunya ikut mengambil peran dalam proses pembentukan budaya masyarakat Arab. 5a0irah Arab mempunyai daerah yang cukup luas, dan sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang pasir. 7anya sebagian kecil wilayahnya di bagian selatan dan utara, daerah yang subur. &osisi geografisnya yang jauh dari pusat-pusat kerajaan besar dan kondisi alamnya yang sulit dijangkau, menyebabkan kawasan ini luput dari cengkeraman - dua! imperium besar *omawi dan &ersia.

Mata pencaharian penduduk kebanyakan beternak bagi mereka yang mendiami kawasan tandus, bercocok tanam bagi mereka yang berada di kawasan yang subur. %elangsungan hidup mereka tergantung pada alam, dan pembagian peran dalam masyarakat sangat tergantung pada kondisi obyektif keadaan alam. Baki-laki bekerja sebagai pencari nafkah keluarga dan mempertahankan keutuhan dan kehormatan kabilah sektor publik!, dan perempuan bekerja mengasuh anak dan mengatur urusan rumah tangga sektor domestik!. )ilihat dari sudut system kekerabatan, maka keluarga Arab dapat dibedakan ke dalam ; lima! bentuk, yaitu/ (. ribe %abilah$!abila"#$

-. Sub ribe Sub %abilah$%asira"#$ 1. &lan' (ineage Suku$"amula"#$ 3. )xtended *amily %eluarga Besar$%a+ila"#$ ;. Nuclear *amily %eluarga %ecil$usra"#,%elima bentuk keluarga ini ditemukan di daerah tertentu, sekalipun pada daerah yang lain kelima bentuk tersebut tidak dianut secara identik, sesuai dengan watak dasar bangsa Arab yang nomaden; mereka menyesuaikan hidup dengan kondisi obyektif dimana mereka berada. &ada masa 5ahiliyah, anak-anak perempuan kehadirannya tidak diterima sepenuh hati oleh masyarakat Arab. &andangan mereka ini telah direkam oleh AlEuran, mulai dari sikap yang paling ringan yaitu bermuka masam, sampai pada sikap yang paling parah yaitu membunuh bayi-bayi mereka yang perempuan. Informasi ini dapat dibaca dalam GS. an-+ahl (:!/ ;9, sebagai berikut/ 58. dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah. dan GS.at-"akwir 9(!/ ,
7isyam Sharabi, Neopatriac"y. a "eory o* Distorted &"ange in /rab Society +ew =ork/ 4Dford/ 4Dford Cni'ersity &ress, (,93!, h. 1(.
;

9. karena dosa Apakah Dia dibunuh, )emikian secara ringkas kondisi geografis serta pola kehidupan bangsa Arab sebelum turunnya agama Islam, selanjutnya akan ditelaah ayat-ayat AlEuran dan pemahamannya, terutama yang menyangkut masalah gender. Bahwa agama Islam yang dibawa oleh +abi Muhammad SA>. telah memperjuangkan dan berhasil meningkatkan derajat perempuan yang sebelumnya mereka tertindas. %aum perempuan yang sebelumnya tidak menerima warisan, malah termasuk barang yang diwariskan, oleh Islam diberikan porsi waris yang tetap *araid"!. Islam mendudukkan perempuan sebagai makhluk Allah sederajat dengan pria dengan hak dan tanggungjawabnya yang adil dan seimbang. "etapi, kenyataan bahwa perempuan Muslimah pada masa-masa berikutnya pernah dan sebagian masih mengalami perlakuan yang berbeda dan diskriminatif, juga telah menjadi catatan historis dan kajian para ahli. AlEuran, sebagai sumber utama dalam ajaran Islam, telah menegaskan ketika Allah =ang Maha &encipta menciptakan manusia termasuk di dalamnya, laki-laki dan perempuan. &aling tidak ada empat kata yang sering digunakan AlEuran untuk menunjuk manusia, yaitu basyar' insan dan al-nas' serta bani adam0. Masing-masing kata ini merujuk makhluk ciptaan Allah yang terbaik *i a"san ta!wim!, meskipun memiliki potensi untuk jatuh ke titik yang serendah-rendahnya as*ala sa*ilin!, namun dalam penekanan yang berbeda. %eempat kata ini mencakup laki-laki dan perempuan.

Mengenai asal kejadian manusia ini, AlEuran menyatakan dalam surah An+isa? 3!/ (, sebagai berikut/

: AlEuran memang menyebut kata Adam sebanyak -; kali, lihat A.7amid 7asan Golay, Kunci Indeks dan Klasi*ikasi /yat-ayat /l!uran' 5ilid I, Bandung/ &ustaka, (,9,!, h. ;(-;-. %ata tersebut adalah pinjaman dari bahasa Ibrani, yang dalam kenyataannya merupakan suatu kata benda kolektif, berarti Imanusia?

1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada uhan!mu yang telah men"iptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya#$%&' Allah men"iptakan isterinya( dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki!laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama!)ya kamu saling meminta satu sama lain#$%*', dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. +esungguhnya Allah selalu men,aga dan mengawasi kamu. #$%&' -aksud dari padanya menurut ,umhur mu.assirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat /ukhari dan -uslim. di samping itu ada pula yang mena.sirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa 0akni tanah yang dari padanya Adam a.s. di"iptakan. #$%*' -enurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengu"apkan nama Allah seperti 1As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah. AlEuran, yang diwahyukan dalam bahasa Arab yang fasih, mengenal pembedaan antara kata-ganti d"amir1pronoun! laki-laki dan perempuan, baik sebagai lawan bicara atau orang kedua muk"atab!, maupun sebagai orang ketiga g"aib!, namun perbedaan itu tidak ada sebagai orang pertama mutakallim!. )alam tradisi penggunaan bahasa Arab, penggunaan bentuk maskulin, sebagai orang kedua atau ketiga, mencakup juga yang feminin. &engucapan salam, assalamu %alaikum' misalnya, yang memakai bentuk maskulin kum!, mencakup juga audiensi perempuan, hingga terasa Iberlebihan? untuk menambahi %alaikunna yang secara langsung menunjuk kaum perempuan. Mengingat tradisi bahasa Arab di atas, AlEuran merasa penting untuk mengulang-ulang kedua bentuk maskulin dan feminin! secara berpasangan untuk menekankan kesetaraan pria dan wanita dalam berbagai aspek kehidupan, disebutkan dalam GS. al-Ah0ab 11!/1;, sebagai berikut/ ,

&5. +esungguhnya laki!laki dan perempuan yang muslim, laki!laki dan perempuan yang mukmin#1$18', laki!laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki!laki dan perempuan yang benar, laki!laki dan perempuan yang sabar, laki!laki dan perempuan yang khusyuk, laki!laki dan perempuan yang bersedekah, laki!laki dan perempuan yang berpuasa, laki!laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki!laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. #1$18' 0ang dimaksud dengan -uslim di sini ialah orang!orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud dengan orang!orang mukmin di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya. Berbicara mengenai prinsip- kesadaran gender dalam perspektif Islam, setidaknya kita dapat mengajukan ; lima! 'ariable yang dapat digunakan sebagai ukuran untuk menguji bagaimana kitab suci AlEuran memberitakan. Keli"a 3ariable terseb#t "asing%"asing- la(i%la(i 4 *ere"*#an sa"a, sebagai sebagai ( ali5a a"ba Alla ! di "#(a b#"i! sebagai +ang "eneri"a *er'an'ian6sa"a,

beri(rar a(an (eberadaan Alla ! sebagai a"ba +ang *#n+a tangg#ng%'a7ab! dan sebagai +ang ber*&tensi "erai *restasi.8

). Pertama! sebagai

a"ba Alla . AlEuran menyebutkan bahwa salah satu tujuan

penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepada"uhan. &enjelasan ini dapat dibaca dalam GS. A0-Fariyat ;(!/ ;:, saewbagai berikut/ 5%. dan aku tidak men"iptakan ,in dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada!2u. )alam kapasitas manusia sebagai hamba, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. %eduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. 7amba ideal dalam AlEuran biasa diistilahkan dengan orang-orang yang bertaEwa mutta!un!, dan untuk mencapai derajat mutta!un ini tidak dikenal adanya

+asaruddin Cmar, /rgumen Kesetaraan 2ender Persperti* al-3uran 5akarta/ &aramadina, -..(!, h. -39--:;.

(.

perbedaan jenis kelamin, suku bangsa atau kelompok etnis tertentu yang disaebutkan dalam GS Al-7ujurat 3,!/ (1, sebagai berikut/ (1. 7ai manusia, Sesungguhnya %ami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taEwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. )alam kapasitas sebagai hamba, laki-laki dan perempuan masing-masing akan mendapatkan penghargaan dari "uhan sesuai dengan kadar pengabdiannya, sebagaimana disebutkan dalam GS. An-+ahl (:!/ ,H, sebagai berikut/ 93. /arangsiapa yang menger,akan amal saleh, baik laki!laki maupun perempuan dalam 2eadaan beriman, -aka +esungguhnya akan 2ami berikan kepadanya kehidupan yang baik#8&9' dan +esungguhnya akan 2ami beri /alasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka ker,akan. #8&9' Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki!laki dan perempuan dalam 4slam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

-. Kedua! sebagai ( ali5a di b#"i. Maksud dan tujuana penciptaan manusia di muka bumi ini adalah, disamping untuk menjadi hamba %abid! yang tunduk dan patuh serta mengabdi kepada Allah S>"., juga untuk menjadi khalifah di bumi k"ali*a" *i alard!. %apasitas manusia sebagai khalifah di bumi ditegaskan dalam GS. Al-An?am :!/ (:;, sebagai berikut/ 1%5. dan Dia lah yang men,adikan kamu penguasa!penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang ((

lain) beberapa dera,at, untuk mengu,imu tentang apa yang diberikan!)ya kepadamu. +esungguhnya uhanmu Amat "epat siksaan!)ya dan +esungguhnya Dia -aha 5engampun lagi -aha 5enyayang. &ada ayat lain disebutkan dalam GS. al-BaEarah -!/1., sebagai berikut/ &6. ingatlah ketika uhanmu ber.irman kepada 5ara -alaikat1 7+esungguhnya aku hendak men,adikan seorang khali.ah di muka bumi.7 mereka berkata1 7-engapa 8ngkau hendak men,adikan (khali.ah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, 5adahal 2ami +enantiasa bertasbih dengan memu,i 8ngkau dan mensu"ikan 8ngkau97 uhan ber.irman1 7+esungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.7 %ata khali ah dalam kedua ayat di atas tidak menunjuk kepada salah satu jenis kelamin atau kelompok etnis tertentu. Baki-laki dan perempuan menpunyai fungsi yang sama sebagai khalifah, yang akan mempertanggung-jawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi, sebagaimana halnya mereka harus bertanggung-jawab sebagai hamba "uhan.

9.

Ketiga! sebagai *eneri"a *er'an'ian6i(rar (et# anan +g sa"a . Baki-laki dan perempuan sama-sama mengamban amanah dan menerima perjanjian primordial dengan "uhan. Seperti diketahui, menjelang seorang anak manusia keluar dari rahim ibunya, ia terlebih dahulu harus menerima perjanjian dengan "uhannya GS.Al-A?raf H!/ (H-!. 13$. dan (ingatlah), ketika uhanmu mengeluarkan keturunan anak! anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ,iwa mereka (seraya ber.irman)1 7/ukankah aku ini uhanmu97 mereka men,awab1 7/etul (8ngkau uban kami), 2ami (-

men,adi saksi7. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan1 7+esungguhnya 2ami (/ani Adam) adalah orang!orang yang lengah terhadap ini (keesaan uhan)7,

Menurut penjelasan Jakhr ar-*a0i, tidak seorang pun anak manusia yang lahir ke muka bumi ini yang tidak berikrar akan keberadaan "uhan, dan ikrar mereka disaksikan oleh para Malaikat. "idak ada seorang pun yang mengatakan tidak. )i dalam ajaran Islam, tanggung jawab indi'idual dan kemandirian seseorang telah berlangsung sejak dini, yaitu semenjak dalam kandungan. Sejak awal sejarah kejadian manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin. Baki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. )an tambahnya lagi AlEuran mengungkapkan bahwa Allah S>" yang Maha %uasa memuliakan seluruh anak cucu Adam, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-+ya GS. Al-Isra? (H!/ H., sebagai berikut/ 36. dan +esungguhnya telah 2ami muliakan anak!anak Adam, 2ami angkut mereka di daratan dan di lautan#8%$', 2ami beri mereka re:ki dari yang baik!baik dan 2ami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah 2ami "iptakan. #8%$' -aksudnya1 Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan!pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan. :. Keem!at! sebagai a"ba +ang *#n+a tangg#ng 'a7ab . Semua ayat yang memuat cerita tentang keadaan Adam dan pasangannya di surga sampai keluar ke bumi, selalu menekankan kedua belah pihak secara aktif dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang KLM "uma!, yakni kata ganti untuk Adam dan 7awa, seperti dapat dilihat dalam beberapa kasus berikut/ bahwa Adam dan 7awa diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga, disebutkan dalam GS. Al-BaEarah -!/ 1;, sebagai berikut/

(1

&5. dan 2ami ber.irman1 7Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan!makanannya yang banyak lagi baik dimana sa,a yang kamu sukai, dan ,anganlah kamu dekati pohon ini#&3', yang menyebabkan kamu ermasuk orang!orang yang :alim. #&3' 5ohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al ;uran dan Hadist tidak menerangkannya. ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat haha ayat 1$6, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.

Adam dan istrinya sama-sama mendapat godaan dari setan, yang ditegaskan dalam AlEuran, GS. Al-A?raf H!/ -., sebagai berikut/ $6. -aka syaitan membisikkan pikiran ,ahat kepada keduanya untuk -enampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka 0aitu auratnya dan syaitan berkata1 7 uhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak men,adi -alaikat atau tidak men,adi orang!orang yang kekal (dalam surga)7. %eduanya berikut/ $$. -aka syaitan membu,uk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat!auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun!daun surga. kemudian uhan mereka menyeru mereka1 7/ukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu1 7+esungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua97 Adam dan istrinya! sama-sama memakan buah khuldi dan mereka menerima akibat jatuh ke bumi, seperti tertulis dalam GS. Al-A?rat H!/ --, sebagai

(3

%emudian keduanya sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni "uhan, yang kisahnya diabadikan dalam GS. Al-A?raf H!/ -1, sebagai berikut/ $&. keduanya berkata1 70a uhan 2ami, 2ami telah -enganiaya diri 2ami sendiri, dan ,ika 8ngkau tidak mengampuni 2ami dan memberi rahmat kepada 2ami, nis"aya pastilah 2ami ermasuk orang!orang yang merugi. &ernyataan-pernyataan dalam AlEuran di atas, agak berbeda dengan pernyataanpernyataan dalam Alkitab yang membebankan kesalahan lebih berat kepada 7awa. )alam ayat-ayat tersebut di atas, Adam dan 7awa disebutkan secara bersama-sama sebagai pelaku dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya tersebut.

;. Kelima! sebagai

a"ba +ang ber*&tensi "erai

*restasi . &eluang untuk meraih

prestasi maksimum tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana ditegaskan secara khusus di dalam firman-+ya surah Ali Imran 1!/ (,;, sbb/ < 195. -aka uhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan ber.irman)1 7+esungguhnya aku tidak menyia!nyiakan amal orang!orang yang beramal di antara kamu, baik laki!laki atau perempuan< )alam GS. an-+isa? 3!/ (-3, Allah menegaskan/ 1$*. /arangsiapa yang menger,akan amal!amal saleh, baik laki!laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, -aka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.

)an masih banyak lagi ayat-ayat yang senada, seperti GS. an-+ahl (:!/ ,H; dan GS. al-2afir 3.!/ 3..

(;

Ayat-ayat tersebut di atas mengisyaratkan konsep kesadaran gender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi indi'idual, baik dalam bidang spiritual maupun urusan karir professional, tidak mesti dimonopoli oleh salah satu jenis kelamin saja. Baki-laki dan perempuan memperoleh kesempatan yang sama meraih prestasi optimal. Salah satu obsesi AlEuran ialah terwujudnya keadilan di dalam masyarakat. %eadilan dalam AlEuran mencakup segala segi kehidupan umat manusia, baik sebagai indi'idu maupun sebagai anggota masyarakat. %arena itu AlEuran tidak mentolerir segala bentuk penindasan, baik berdasarkan kelompok etnis, warna kulit, suku bangsa, dan kepercayaan, maupun yang berdasarkan jenis kelamin. 5ika terdapat suatu hasil pemahaman atau penafsiran yang bersifat menindas atau menyalahi nilai-nilai luhur kemanusiaan, maka hasil pemahaman dan penafsiran tersebut terbuka untuk diperdebatkan. Ke%li"a 3ariable beserta a+at%a+at +ang di(e"#(a(an di atas memberikan informasi bahwa penciptaan manusia sejak awal tidak menunjukkan adanya perbedaan substansi antara laki-laki dan perempuan. %alaupun antara keduanya mempunyai perbedaan maka substansi perbedaannya tidak pernah ditonjolkan. Ini mengisyaratkan bahwa AlEuran mempunyai pandangan yang cukup positif terhadap perempuan. 5ika demikian halnya, mengapa terjadi perbedaan antara laki-laki dan perempuanN Mengapa terjadi ketidak adilan gender atau diskriminasi terhadap perempuan, dan kenapa disebut bahwa perempuan itu sebagai manusia kelas dua N %onon juga paham yang demikian itu bersumber dari ajaran Islam N &erlu ditegaskan bahwa asal-usul kejadian manusia tidak diceritakan secara kronologis dalam AlEuran. @erita penciptaan manusia banyak diketahui melalui hadis, kisah-kisah israiliyyat, dan riwayat-riwayat yang bersumber dari kitab "aurat kitab suci agama=ahudi!, Injil kitab suci agama %risten!, dan cerita-cerita yang bersumber dari kitab "almud, kitab yang banyak memberikan penafsiran terhadap kitab "aurat. Menurut keterangan Alkitab, manusia pertama kali diciptakan ialah laki-laki 2enesis$(/-.! yakni Adam, dan kemudian daripadanya diciptakan perempuan yakni 7awa 6'a!. (:

4567# (alu u"an /lla" membuat manusia itu tidur nyenyak' ketika tidur' u"an /lla" mengambil sala"-satu rusuk daripadanya' lalu menutup tempat itu dengan daging, 566# Dan dari rusuk yang diambil u"an alla" dari manusia itu' dibangun-Nyala" seorang perempuan' lalu dibawa-Nya kepada manusia itu8, &ernyataan Alkitab ini mengisyaratkan bahwa perempuan adalah ciptaan kedua t"e second creation! sesudah laki-laki Adam! dan secara substansif laki-laki lebih utama daripada perempuan, karena perempuan diciptakan dari unsur laki-laki. Menurut sumber-sumber =ahudi, dijelaskan bahwa secara substansial penciptaan perempuan dibedakan dengan penciptaan laki-laki. 5ika orang-orang bukan penganut =ahudi dan %risten membaca pernyataan-pernyataan di atas, akan terkesan bahwa substansi dan kedudukan perempuan lebih rendah dibanding laki-laki. Akan tetapi kalangan orang =ahudi dan %risten tentu mempunyai metode tersendiri dalam memahami pernyataan-pernyataan kitab suci mereka, karena setiap pengikut sebuah kitab suci memiliki metode pemahaman tersendiri. 7al yang sama juga terjadi dalam penganut agama Islam, dalam sebuah teks dapat dipahami secara berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. "idak mudah meniadakan problem dalam memahami teks kitab suci, apalagi apabila teks itu diuraikan secara detail. Suatu cerita yang terurai secara tersurat di dalam kitab suci, menuntut keyakinan dan loyalitas kepada pemeluknya. Boleh jadi sekelompok masyarakat menilai cerita-cerita seperti itu adalah mitos, tetapi kelompok masyarakat lain meyakininya sebagai suatu fakta atau kisah simbolis yang sarat dengan makna. Sekelompok masyarakat menilai beberapa cerita yang berkembang dalam masyarakat sebagai mitos yang destruktif, tetapi cerita itu tetap hidup karena dianggap bagian dari doktrin agama. AlEuran tidak menyebutkan secara terperinci asal-usul kejadian perempuan, yang ada hanya cerita tentang kesombongan Iblis yang menggoda pada Adam dan pasangannya sehingga harus meninggalkan surga. Beberapa riwayat yang menceritakan asal-usul keberadaan kejadian perempuan isi beritanya maupun

redaksinya mirip dengan cerita yang ada dalam kitab %ejadian!, ditemukan dalam kitab-kitab "afsir yang dihubungkan dengan ucapan *asulullah Muhammad saw. yang dikenal dengan OhadisP.

(H

Salah-satu pemberitaan tentang kejadian perempuan tersebut dapat dilihat dalam a*sir at- "abari9 yang menguraikan, sebagai berikut/ : : 01 /$ $" .$ $-" $ $* $ $,-) $ $*+ $ $#) '$ $ "(% &#$ $ : "! /$ $9" ,39 7 78 /!6 5 )23-4 ' )% ),-" #!+ #$$!@ :="= > 39 "? : 78 = > "= ,"<!) /:9; " Artinya/ Diriwayatkan dari :usa ibn ;arun berkata. saya diberi ta"u ole" /mr Ibn ;ammad dari /sbat dari as-Sadi berkata. Ketika u"an menempatkan /dam di surga ia "idup dan ber<alan sendirian tanpa didampingi pasangan, Suatu ketika seorang perempuan yang /lla" ciptakan dari tulang rusuknya, /dam bertanya. Siapa anda= Di<awab8/ku seorang perempuan8' /dam bertanya. >ntuk apa anda diciptakan = Di<awab. Supaya kamu tinggal bersamaku8, *edaksi riwayat di atas sangat mirip dengan redaksi kitab %ejadian, khususnya pasal -( dan -1 yang disebutkan sebelumnya. *iwayat-riwayat semacam ini banyak diintrodusir di dalam kitab-kitab "afsir klasik maupun kitab-kitab Sejarah Islam seperti, arik" al->mam wa al-:uluk' oleh at-"abari; al-Kamil *i at- arik"' oleh Ibn Asir; as-Sira" an-Nabawiya"' oleh Ibn 7isyam. %itab-kitab klasik tersebut kelihatannya cenderung kurang selektif memasukkan kisah-kisah israiliyat ke dalam karya-karya mereka. )an yang sudah pasti sebagai akibat kekurang selektifan mereka, membuat kisah-kisah tersebut juga cenderung memojokkan kaum perempuan. Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadis yang intinya berbunyi/ =>?@A BAC DE>FGHI JKL>MGB NB O PE>QR S>TEU >VB WE>X >VB YZ>Q[ YH>\ -YH\ S]U VB W^[ JL_L@ W`B aU % .PEbcR d[He?GB fBR[ OgZU HhTiR Hh` =jkMkQB HhkILl NBR HhlLbI HhMTml Artinya/ Dari /bi ;uraira" ?/, berkata. ?asululla" S/W, bersabda. 4Sesunggu"nya perempuan seperti tulang rusuk' <ika kalian mencoba meluruskannya ia akan pata", etapi <ika kalian membiarkannya maka kalian akan menikmatinya dengan tetap dalam keadaan bengkok8 5;?, Buk"ari dan :uslim#, )ari uraian-uraian di atas jelas kelihatan bahwa AlEuran sebenarnya hanya mengungkapkan persamaan-persamaan antara laki-laki dan perempuan, akan tetapi kitab Sejarah Islam klasik, terpengaruh dengan pemberitaan kitab %ejadian. &adahal
9

a*sir at- "abari, 5ilid I, h. -:H.

(9

sesungguhnya semangat ajaran yang dibawa oleh *asulullah Saw tidak sejalan dengan cerita-cerita yang memojokkan perempuan tadi. %eberhasilan +abi Muhammad SA>. membangun pilar-pilar dasar peradaban Islam didasarkan atas kekokohan pribadi Muslim dan solidnya lembaga keluarga yang dibangun dalam prinsip kemitraan cinta-kasih <aw@! dan resiprositas luhur muasyara" bi al-maru*! untuk membangun keluarga yang sakina"' mawadda" dan ra"ma". +abi Muhammad SA>. mengangkat derajat perempuan dengan memperkuat landasan teologis-spiritual, dan merombak iklim kultural yang berkembang serta menjabarkannya dalam kehidupan keluarganya serta dalam kebijakan pemerintahannya. %oherensi dan konsistensi ajaran Islam Islam dengan praktek *asulullah inilah yang dicatat sebagai suatu re'olusi kultural pada saat itu. 5ika demikian halnya mengapa ada dalam AlEuran ayat-ayat yang membedakan perlakuan terhadap perempuanN Cntuk mengawali, patut diingat bahwa Imembedakan? perlakuan bukan berarti memperlakukan seorang secara tidak adil. %eadilan <ustice! tidaklah identik dengan persamaan e!uality!. )alam kajian filsafat, jauh sebelum Islam, Aristoteles sudah mengulas konsep keadilan yang dapat disimpulkan pada prinsip Itreating e!uals e!ually memperlakukan mereka yang sama secara sama!. Sama dan beda dari segi apaN Apakah yang mempersamakan dan memperbedakan satu orang dari yang lainN Memperlakukan mereka yang sama secara berbeda tentu ketidak-adilan. +amun jika mereka memang tidak sama, malah jika diperlakukan sama treating une!uals e!ually!, maka ketidak-adilan yang terjadi. Atau, mereka yang sama diperlakukan berbeda treating e!uals une!ually!, tentu ke0aliman yang muncul. =ang menjadi pertanyaan sekarang/ apakah laki-laki dan perempuan Isama?, hingga harus diperlakukan Isama?, atau mereka berbeda hingga mesti diperlakukan berbeda, atau laki-laki dan perempuan memiliki banyak persamaan, tetapi juga berbagai perbedaan. %alau begitu mereka harus diperlakukan secara sama dalam aspek-aspek yang mereka sama, serta mesti diperlakukan berbeda, aspek-aspek yang memang mereka berbeda. &erbedaan yang cukup gamblang adalah masalah perbedaan perlakuan laki-laki dan perempuan terkait dengan nilai kesaksian dan porsi kewarisan GS. an-+isa? 3!/ (( dan (H:!. Masalah lain yang juga tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan adalah

(,

kedudukan suami isteri dalam rumah tangga, tentang apa yang dimaksud dengan Ikepala keluarga?, umumnya didasarkan pada GS. An-+isa? 3!/ 13, sebagai berikut/ &*. kaum laki!laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki!laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki!laki) telah mena.kahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu -aka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri#$89' ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)#$96'. wanita!wanita yang kamu khawatirkan nusyu:nya#$91', -aka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian ,ika mereka mentaatimu, -aka ,anganlah kamu men"ari!"ari ,alan untuk menyusahkannya#$9$'. +esungguhnya Allah -aha inggi lagi -aha besar #$89' -aksudnya1 tidak /erlaku "urang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. #$96' -aksudnya1 Allah telah mewa,ibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik. #$91' )usyu:1 0aitu meninggalkan kewa,iban bersuami isteri. nusyu: dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa i:in suaminya. #$9$' -aksudnya1 untuk memberi pel,aran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula!mula diberi nasehat, bila nasehat tidak berman.aat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak berman.aat ,uga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila "ara pertama telah ada man.aatnya ,anganlah di,alankan "ara yang lain dan seterusnya.

"anpa harus masuk dalam kompleksitas penafsiran dan re-interpretasi terhadap ayat-ayat di atas dan yang sejenisnya, ada dua hal pokok yang patut dicermati. &ertama, AlEuran sebagai wahyu Allah merupakan hal yang sakral dan absolut, namun pemahaman, interpretasi dan penjabarannya merupakan hasil jerih payah para ulama. =ang kedua, ajaran Islam, karena bersumber dari Allah =ang Maha "ahu dan Bijak, -.

tentu seyogianya merupakan suatu kesatuan yang komprehensif dan tidak kontradiktif antara satu dengan lain. )ari sisi inilah, beberapa penafsir berupaya menyaring prinsipprinsip pokok serta menghimpun nilai-nilai dasar ajaran Islam yang bersifat uni'ersal dan permanen, yang harus dipilah dari ketentuan-ketentuan yang bersifat temporal dan situasional yang terkait dengan tuntutan ruang dan waktu. 7al inilah yang dilakukan para ulama kita di negeri ini. Mereka telah berijtihad baik secara perorangan maupun jama?ah untuk menemukan prinsip dan nilai tersebut, serta menjabarkan dan menerapkannya di bumi Indonesia pada masa kini. Berbagai penafsiran ulang dan perumusan baru diperkenalkan. Sekedar memperkenalkan salah satunya yang mungkin sering terlupakan, yaitu perlakukan terhadap lembaga perkawinan dan relasi timbal-balik suami-isteri yang setelah dikaji ternyata lembaga perkawinan dalam budaya Indonesia jauh berbeda dengan lembaga yang sama di ja0irah Arab di masa lalu, ketika kitab-kitab fiEh klasik ditulis. %7I %ompilasi 7ukum Islam! telah merumuskan bahwa lembaga perkawinan yang lebih kemitraan, serta mensejajarkannya seperti syirka" kerjasama!, hingga harta-kekayaan yang terwujud di dalamnya menjadi milik bersama suami-isteri, sehingga jika, sekiranya, suami meninggal dunia, isteri berhak terlebih dahulu separoh ;.Q! dari harta perkawinan gono-gini!, barulah setelahnya isteri berhak menerima warisan R kalau tidak ada anak, dan ($9 jika ada anak. +amun masih banyak lagi yang harus dilakukan. Cpaya menyaring nilai dan menemukan prinsip ajaran Islam bukan hal yang mudah, termasuk juga untuk mensosialisasikan dan menerapkannya sebagai pedoman untuk menyusun pranata kehidupan manusia kini dan di sini. Masih banyak apa yang sebelumnya hanya produk pemikiran dan upaya penafsiran dianggap bagian dari ajaran agama yang uni'ersal atau prinsip yang permanen. Cntuk itu marilah kita berupaya dengan sepenuh hati dan seluruh daya upaya untuk membaca, mempelajari dan menelaah sumber-sumber ajaran agama serta berusaha memahami tuntutan wahyu dan panduan hadits hingga kita dapat menerapkan ajaran Islam yang ra"mat li al-%alamin tersebut dalam ruang waktu kita sekarang ini.

-(

In. KESIMPULAN )ari uraian-uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa; (. 2ender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab antar perempuan dan laki-laki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat, yang dapat berubah sesuai dengan tuntutan perubahan 0aman. Sedangkan seks jenis kelamin/ laki-laki dan perempuan! tidak berubah dan merupakan kodrat "uhan. -. )alam ajaran agama Islam tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, baik sebagai hamba Allah, sebagai khalifah di bumi, sebagai hamba yang mempunyai tanggung jawab, sebagai hamba yang terlibat dalam drama kosmis, dan sebagai hamba yang berpotensi meraih prestasi. 1. &erbedaan di dalam AlEur?an ditemukan dalam masalah waris, kesaksian dan kepemimpinan dalam keluarga. 3. %isah-kisah kejadian Adam dan istrinya 7awa dalam AlEuran tidak ditemukan secara kronologis, namun pemberitaan yang sangat mirip dengan kitab %ejadian Alkitab! ditemukan dalam kitab-kitab "afsir dan Sejarah Islam klasik, dan pemberitaan yang dihubungkan dengan +abi Muhammad SA>. 7adis!. ;. Cntuk menghindari ketidak-adilan antara perempuan dan laki-laki perlu penafsiran ulang terhadap nas"-nas" yang bias gender.

--