Anda di halaman 1dari 6

15 sifat manusia dalam Al-Quran cukup sudah fitrah insani kita memang tidak pernah cukup untuk membawa

kita menuju jannahNya. tidak cukup hanya menjadi manusia biasa untuk berlari dan berlomba menujut Syurga. Karena sifat dasar manusia yang dikaruniakan Allah kepada kita, sungguh, sungguh hina lagi dina!!! makhluk apa lagi yang berani memikul amanah yang gunung dan langit menolaknya selain manusia!? makhluk apa lagi yang dikatakan Tuhan penciptanya selalu berada dalam kerugian kecuali orang-orang tertentu saja!? Benarlah umar yang berkata ya Allah, Engkau muliakan kami dengan iman dan islam Sungguh jika bukan karena keduanya, maka celakalah manusia Mari kita telusuri, apa kata al-Quran tentang makhluk yang bernama manusia ini pertama, manusia itu LEMAH Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah (Q.S. Annisa; 28) kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (Q.S Al-Infithar : 6) ketiga, manusia itu LALAI Bermegah-megahan telah melalaikan kamu (Q.S At-takaatsur 1) keempat manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan h arta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al-Baqarah 155) kelima, manusia itu BERSEDIH HATI Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S Al Baqarah: 62) keenam, manusia itu TERGESA-GESA Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra 11) ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (Q.S. an-Nahl 4) kedepalan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orangorang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (Q.S Yunus : 12) Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (Q.S al-Alaq : 6) kesembilan, manusia itu PELUPA Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka. (Q.S Az-Zumar : 8 ) kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah (Q.S Al Maarij : 20) Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (Q.S Al-Fushshilat : 20) Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa (al-Isra 83) kesebelas, manusia itu KIKIR Katakanlah: Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir. (Q.S. Al-Isra : 100) keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15) sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-Aadiyaat : 6) ketigabelas, manusia itu DZALIM dan BODOH Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (Q.S al-Ahzab : 72) keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Q.S Yunus 36) kelimabelas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu? Mereka menjawab: Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. (Q.S al Hadid 72) yah itulah 15 sifat manusia yang disebutkan dalam al-Quran. Mengerikan bukan? Adapun islam, sudah memberikan solusi untuk segala sifat buruk manusia ini. Sungguh nikmat iman dan islam ini bukanlah sesuatu yang kita dapat dengan murah!!! solusi pertama, tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjuk-petunjuk dari Allah Kami berfirman: Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S al-Baqarah : 38) solusi kedua, tetap berada dalam ketaatan sesulit apapun situasi yang melanda tetap berada dalam ketaatan disini, berarti bersegera menyambut amal-amal kebaikan. Mungkin seperti syair yang dilantunkan Abdullah bin Rawahah untuk mengembalikan semangatnya saat nyalinya mulai ciut di perang mutah ketika dua orang sahabatnya yang juga komandan pasukan pergi mendahuluinya. wahai jiwa, jika syurga sudah di depan mata mengapa engkau ragu meraihnya pun Allah berfirman Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran : 133) solusi ketiga, jaga keimanan kita adalah hal yang wajar, iman seseorang naik turun dan berfluktuatif. Sama mungkin seperti yang dikhawatirkan sahabat Hanzalah, ketika ia curhat kepada abu Bakar bahwa ia termasuk orang yang celaka. Mengapa demikian? karena ia merasa Imannya turun ketika jauh dari Rasulullah. Ternyata itu pula yang dirasakan lelaki dengan iman tanpa retak itu. Hinga mereka berdua akhirnya menghadap Rasulullah. Mendengar permasalahn mereka, Rasulullah hanya tersenyum dan menjawab, selangkah demi selangkah Hanzalah! Tetapi sungguh, iman seorang mukmin yang baik, akan tetap memiliki trend yang menanjak. Disinilah mungkin loyalitas kita kepada Allah diuji. Apakah kita bisa, belajar mencintai Allah diatas segala sesuatu, belajar mencintai sesuatu karena Allah, serta belajar membenci kekufuran!!! solusi keempat, Berjamaah manusia itu lemah ketika sendiri dan kuat ketika berjamaah. Adakah yang meragukannya? Disarikan dari kajian shubuh Mabit Ashabul Quran Masjid Salman ITB, 16 Muharram 1431

Ciri Ciri Laki Laki Yang Shaleh Dan Wanita Yang Shalehah Menurut Sifat Dan Akhlaknya, serta Nikmat dan Karunia ALLAH Atas Diri-Diri Yang Saleh Lagi Salehah
Posted: 18 Maret 2012 in Tausiyah Kaitkata:Akhlak, Diri-Diri, Karunia ALLAH, Laki-Laki Yang Shaleh, Nikmat, Saleh, Salehah, sifat, Wanita Yang Shalehah

Arabic Story Setelah cukup lama tidak mengelola blog ini, kini saya ingin kembali memposting artikel hikmah agar kiranya lebih memberi tangguh keimanan dan ketaqwaan kita kepada ALLAH Taala. Insha ALLAH Sesungguhnya seseorang hamba beroleh derajat yang shaleh lagi shalehah adalah karena katinggian ilmunya akan ajaran syari yang lurus lagi mengikuti segala apa-apa yang diperintahkan oleh ALLAH Tabaraka wa Taala dan meninggalkan segala apa-apa yang dilarang-Nya serta mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan Adalah mereka itu beriman dan bertakwa kepada ALLAH Taala serta tiada menyekutukan ALLAH dengan suatu juapun, serta beriman seperti yang dikabarkan dalam Rukun Iman Dan Rukun Islam. ALLAH Subhana wa Taala Berfirman : dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. Al-Hajj : 031. Dalam sebuah riwayat oleh Muaz bin Jabal ra., ia berkata: Aku pernah membonceng Nabi saw, yang memisahkan antara aku dan beliau hanyalah bagian belakang pelana. Beliau bersabda: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau bersabda lagi: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau kembali memanggil: Hai Muaz bin Jabal. Aku pun menyahut: Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Beliau bersabda: Tahukah engkau, apa hak Allah atas para hamba? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Hak Allah atas para hamba, yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Setelah berjalan sesaat, beliau memanggil lagi: Hai Muaz bin Jabal Aku menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bertanya: Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah, bila mereka telah memenuhi hak Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan menyiksa mereka Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 43 Dan adalah mereka memiliki cirri-ciri sebagai berikut : MENURUT AKHLAK Akhlak adalah sesuatu yang adanya didalam diri seorang hamba menurut pola pikir serta cara berpikirnya, bagaimana akalnya dapat berfadeh tat kala ia hendak mengambil keputusan, menghadapi masalah dan sebagainya hingga iapun menunjukkannya keluar dirinya kepada orang orang disekitarnya.
1. Mencintai Sesama Muslim

ALLAH Subahan wa Taala Berfirman : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orangorang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mumin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Al-Fath : 29 Dan Sabda Beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : Dari Abu hamzah , anas bin malik ra. menerangkan bahwa rasulullah saw bersabda, tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR bukhari dan muslim) 2. Berpegang Teguh Pada Kebaikan Tiadalah baginya kemaksiatan dan dosa-dosa besar, melainkan hanya dosa-dosa kecil sedang tiap-tiap manusia tiadalah yang mampu untuk luput dari dosa kecil. Bahwasanya ia senantiasa berpegang teguh pada kebaikan dan senantiasa menjauhi maksiat yang hanya akan mendekatkan dirinya pada murka ALLAH. 3. Suka Menasehati dan Dinasehati Pada Kebenaran ALLAH Subahana wa Taala Berfirman : kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Al-Ashr : 4. Suka Instropeksi Diri Mencari cari aib lagi kesalahan orang lain amatlah mudah, sedang ia tiadalah perlu dan tidak pula berkenan mencari kesalahannya sendiri agar ia memperbaikinya, dan demikianlah yang tersirat adanya dikalangan manusia dari kebanyakan. Sedang pada diri orang saleh lagi salehah itu adalah sebaliknya, lebih menyukai mencari kesalahan sendiri kemudian memperbaikinya. ALLAH Taala Berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang

sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Al-Hujuraat : 012. 5. Penyantun Dan tidaklah ia merugikan orang lain dengan perkataan dan perbuatannya, melainkan jikalaulah orang lain dalam keadaan susah lagi pilu hatinya, melainkan dialah yang pertama memberi santunan dengan sedayamampunya baik dengan harta maupun hanya lisannya. 6. Suka Bersedekah Firman ALLAH Taala : Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Al-Baqarah : 276. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. Ali-Imraan:17 7. Menjaga Lisan Dari Muadz bin jabal, ra, IA berkata, Aku pernah berkata;wahai rasulullah beritahukan kepadaku amal yang dapat memasukan kedalam surga dan menjauhkan dari neraka beliau menjawabEngkau menanyakan sesuatu yang besar , namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Alloh Swt. Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, berpuasa ramadhan dan berhaji ke baitullah; kemudian beliau bersabda inginkah engkau kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shadaqah itu menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan shalatnya seseorang di tengah malam kemudian beliau membaca surat As sajdah ayat 16, (tatajaafaa junuubuhum ani almadaajii yaduuna rabbahum khawfan wathamaan wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna) (Lambunglambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada tuhannya dengan harap-harap cemas) Kemudian beliau bersabdainginkah kalian kuberitahukan pokok dari segala urusan dan puncak mahkotanya ? Aku menjawab,ingin, wahai rasulullah,; beliau bersabda, ;pokok dari segala urusan adalah Islam , tiangnnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad. Lalu beliau bersabda; maukah kalian kuberitahu kunci dari semua itu ? Aku menjawab mau , wahai rasulullah, maka beliau menunjukan lidahnya seraya bersabda, kendalikan ini Aku bertanya, wahai nabiyullah apakah kami akan diminta pertanggunghawaban dengan apa yang kami katakan ? beliau bersabda,Celakalah engkau hai Muadz, Bukankah yang menjerumuskan manusia kedalam api neraka dengan wajah tersungkur adalah akibat lidah mereka ?(HR Tirmidzi dan dia mengatakan ini adalah hadist hasan ) 8. Suka Memaafkan dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi ma`af. Asy-Syuura: 037. MENURUT SIFAT 1. Bersifat Malu Abu masud uqbah bin amr al-anshari al badri ra, berkata, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda; sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari perkataan kenabian yang pertama ialah, bila engkau tidak malu (Berbuat Dosa) maka berbuatlah sekehendak hatimu (HR Bukhari) 2. Ikhlas Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. An-Nisaa : 146 3. Selalu Bersyukur Jika ia beroleh lebih senantiasalah ia bersyukur pada ALLAH, jika ia beroleh kurang maka iapun tetap bersyukur dan hanya memohon karunia ALLAH di hari yang lain. Firman ALLAH Taala : Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Ali-Imran : 145 4. Sabar Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Al-Baqarah : 153 kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. Huud:11 5. Bertawakkal Artinya ialah berserah diri sepenuhnya kepada ALLAH lagi rela atas apa-apa yang dikehendaki ALLAH atas dirinya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada ALLAH lah mereka bertawakkal. Al-Anfal : 2 6. Adil Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. An-Nahl: 90 7. Shiddiq

Yaitu senantiasa berperilaku yang benar dalam kesehariannya, lagi senantiasa benar dalam perkataan dan perbuatannya, serta menjauhkan diri dari berkata dusta, tipu daya, serta perkataan dan perbuatan yang merugikan orang lain. 8. Tafakkur Dan Bertaubat Yaitu memikirkan lagi mengakui serta menyesali atas sekalian dosa dan kesalahan yang pernah ia perbuat hingga kemudian iapun segera bertaubat atas dosa-dosanya itu. ALLAH Subahana wa Taala Berfirman : Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Al-Baqarah : 17 9. Mengendalikan Diri Dari Amarah Ialah suatu sifat yang disukai syaithan atas diri-diri yang tiada mampu mengendalikan dirinya dari amarah, marah adalah suatu sifat yang amat keji bagi manusia. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa salah seorang sahabat Rasulullah sedang diuji keimanan dan kesabarannya, hingga hampirlah daripadanya seorang penguji yang tiada ia kenal. Pada awalnya iapun bersabar ketika si penguji itu menguji kesabarannya dengan mendebatinya, hingga kedua kali iapun bersabar. Namun kemudian hampirlah daripadanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, iapun bersuka ria menyambut kedatangan beliau dan berkata: apakah gerangan akan kedatanganmu wahai Rasul ALLAH..?, belumlah sampai Rasulullah menjawab lalu si penguji itupun kembali mendebatinya hingga marahlah ia sejadi-jadinya oleh karena tamu agung (Rasulullah) yang tengah berkunjung daripadanya. Melihat hal yang sedemikian itu rasulullahpun beranjak dari tempat beliau berdiri, hingga sahabat yang tengah di uji itu betapa terkejut karenanya lalu menghampiri Rasulullah dan berkata. Mengapakah engkau beranjak ya Rasulullah, sedang engkau belum mengucapkan satu patah kata sekalipun? Lalu Rasulullah bersabda : Sesungguhnya..aku melihat banyak malaikat menghampirimu ketika engkau menahan amarahmu. Namun ketika Engkau meluapkan amarahmu..sungguh aku melihat malaikat-malaikat itupun beranjak pergi melainkan digantikan oleh syaithan yang mengerumunimu. Dari Abu hurairah ra. menerangkan bahwa ada seseorang lelaki berkata kepada Nabi Saw, berilah aku nasihat beliau menjawab jangan marah, maka diulanginya bertanya beberapa kali , kemudian nabi bersabda,jangan marah (HR Bukhari) 10. Tawadhu dan Tidak Takabbur Tawadhu Ialah sifat yang kiranya menunjukkan keluasan akal dan kebaikan pandangannya, sedang Takabbur ialah sifat yang amat buruk yang menunjukkan sifat yang keji lagi berlebih-lebihan adanya atas tiap-tiap sesuatu barang kehendaknya. ALLLAH Subhana wa Taala Berfirman : kepada Fir`aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong. Al-Muminun : 46 Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. AlBaqarah : 34 11. Bijaksana Ia adalah salah satu sifat yang hendaknya dimiliki oleh tiap-tiap pemimpin sebab ia tidak merugikan pihak manapun dalam mengambil keputusannya. Oleh karena tiap-tiap manusia adalah pemimpin, Seorang ayah adalah pemimpin bagi keluarganya ( Istri dan anak-anaknya), sedang seorang Ibu adalah pemimpin bagi anakanaknya, seorang kakak adalah pemimpin bagi adik-adiknya, hingga kemudian menjadi pemimpin didaerah tinggalnya, pemimpin di kotanya,hingga pemimpin negaranya, sedang tiap-tiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. 12. Jujur Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. Al-hajj:30 Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Al-Anfal : 58 13. Rendah Hati Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. AlFurqaan : 63 14. Taat Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. An-Nuur : 52. 15. Zuhud Yaitu lebih mengutamakan kehidupan akhirat yang kekal abadi daripada sekalian perkara dunianya yang sifatnya hanya sementara. Dan kehidupan dimuka bumi hanya ia jadikan sebagai tempat untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat, karena kehidupan didunia hanyalah suatu kenikmatan yang memperdaya dan kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang orang yang taqwa. Nikmat dan karunia ALLAH Kepada Orang-Orang Saleh dan Salehah

ALLAH Tabaraka wa Taala Berfirman : Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. An-Nisaa : 69 Dari Abu Hurairah ra.: Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: bahwa ALLAH berfirman: Aku sediakan untuk hamba-hamba- Ku yang saleh atau salehah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga serta tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran: (As Sajdah:17) Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5050 Adalah lebih banyak ciri-ciri orang saleh lagi shalehah menurut Akhlak dan Sifat mereka, sedang perkabaran ini tiadalah.. melainkan sedikit sekali. Untuk itu marilah wahai akhi lagi ukhti sekaliannya, berikhtiar lagi berusaha untuk menjadi orang-orang yang sedemikian mulia ini, agar ALLAH memasukkan kita pada golongan hambahamba ALLAH yang shaleh lagi shalehah serta memasukkan kita kepada golongan orang-orang yang beruntung. Firman ALLAH Taala : Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Al-Baqarah:148 Artikel ini merupakan kajian saya sendiri (Penulis Blog) dan tidak disadur dari artikel manapun, untuk itu mohon maaf atas segala kekurangan dan ke khilafan. Jika terdapat suatu perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun sedang kepada kamu sekalian aku memohon maaf. Jazzakumullahu khairaan katshiron http://tausyah.wordpress.com