Anda di halaman 1dari 11

MADLARAT RUJUK YANG TIDAK DIDAFTARKAN DI KUA

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Dosen pengampu : Dr. H. Didiek Ahmad Supadie, MM

Disusun Oleh :

Mukhlisin ( 0 !0"!!#! $

FAKULTAS AGAMA ISLAM JURUSAN SYARIAH UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2011

BAB I A. Pendah ! an Allah men%iptakan makhluk &eraneka ma%am, mulai dari 'ang sederhana hingga 'ang rumit. Di antara makhluk Allah 'ang sangat kompleks adalah manusia, selain dikaruniai dengan (isik 'ang sempurna ia )uga di&ekali dengan akal dan na(su. *ntuk menun)ukkan kekuasaan+'a Allah men%iptakan untuk manusia pasangann'a, seperti dalam surat al,-um a'at !. :

OPQR1 MNE0 <=FHL JKC1 BGH>I 5EF=?3> BC51D8 <=?@A8 /0 <=> 9:; 78 23456 /01
Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang Sarena itulah merupakan (itrah manusia menginginkan hidup &erpasang,pasangan atau dengan kata lain &erkeluarga. Dalam mengarungi kehidupan &erumah tangga tidak selaman'a tentram. Tesar atau ke%il pasti akan mun%ul permasalahan dalam rumah tangga. Permasalahan itu dapat men'e&a&kan adan'a perselisihan sehingga tim&ul pertengkaran. Dalam suasana 'ang penuh emosi terkadang suami istri &uru,&uru memutuskan untuk &er%erai tanpa &er(ikir dengan matang terle&ih dahulu. Aki&at ter&uru,&uru &iasan'a tim&ul pen'esalan dan ingin untuk kem&ali men)alin rumah tangga 'ang telah retak, dengan kata lain ingin ru)uk. Dalam ken'ataan di mas'arakat kadang masih &an'ak kita temui mereka 'ang &elum mengerti atau tidak men)alankan tata %ara ru)uk 'ang &enar sesuai dengan SHI. Se&agian mas'arakat )uga me'akini &ahwa ru)uk 'ang &enar 'aitu 'ang sesuai dengan maUha& 'ang dianutn'a. Meskipun telah diatur dalam Sompilasi Hukum Islam &an'ak di antara mereka tidak mau melaksanakann'a atau dalam melaksanaann'a masih dengan setengah hati. Se&agian mas'arakat masih menganggap &ahwa ru)uk 'ang diatur oleh SHI dalam pelaksanaann'a memakan waktu dan proses 'ang &er&elit,&elit karena harus &erurusan dengan &irokrasi. Sehingga masih &an'ak kasus tentang nikah 'ang tidak di%atatkan (nikah sirri$, &egitu )uga hal,hal 'ang &erkaitan dengan nikah seperti talak dan ru)uk. Aki&atn'a )ika ter)adi hal,hal 'ang tidak diinginkan, mereka tidak dapat tidak menga)ukan perkaran'a ke pengadilan. Vadi tidak ada kepastian hukum &agi mereka, karena tidak ada &ukti otentik.
2

B. P"#"# Ma$a!ah Dalam masalah ru)uk mas'arakat &elum &an'ak 'ang mengerti &agaimana tata %aran'a 'ang &enar menurut SHI, mereka )uga masih &an'ak 'ang melakukan nikah sirri atau tidak di%atatkan di S*A. Aki&atn'a ketika ter)adi talak tidak melalui sidang di pengadilan dan ketika ru)uk mereka )uga tidak menda(tarkann'a. Masalahn'a adalah : Apa itu ru)uk W dan &agaimana tata %ara ru)uk 'ang &enar W apakah harus dida(tarkan di S*A W dan apa madlarat 'ang &isa tim&ul dari ru)uk 'ang tidak dida(tarkan di S*A W

BAB II A. Pe%&aha$an
3

Se&elum mem&ahas tentang madlarat ru)uk 'ang tidak dida(tarkan di S*A, kita harus tahu pengertian ru)uk tele&ih dahulu. Se%ara etimologis ru)uk &erasal dari kata rajaa-yarjiu-rujan 'ang &erarti kembali dan mengembalikan. Dalam istilah hokum islam, para (uXahaY mengenal istilah Zru)uY[ dan Zra)Yah[ 'ang keduan'a mempun'ai arti 'ang sama(A&dul -ahman \haUali$. -u)uk, dalam istilah para ulama maUha&, adalah menarik kem&ali wanita 'ang ditalak dan mempertahankan (ikatan$ perkawinann'a (Mughni'ah, Muhammad Vawad$. *lama Hana(i'ah mem&eri de(inisi ru)uk se&agaimana dikemukakan A&u ]ahrah, se&agai &erikut :

fgh>5 M_e 6BFd8 bc aB=F>5 O05_3`I OKC^>5


rujuk ialah melestarikan perkawinan dalam iddah talak (raji) Menurut al,S'a(iYi :

fgh>5 _KL M_K>5 6BFd8 bc j51k:>5 iB=Q8 MNBeI OKC^>5


rujuk ialah mengembalikan status h!kum perkawinan sebagai suami isteri di tengah-tengah iddah setelah terjadinya talak (raji)(A&dul -ahman \haUali$ Dari keterangan di atas dapat dirumuskan ru)uk adalah mengem&alikan status hokum perkawinan setelah ter)adi talak ra)Yi 'ang dilakukan oleh &ekas suami terhadap &ekas istrin'a dalam masa iddah. Setika istri dalam masa iddah, suami masih mempun'ai hak dan kewa)i&an terhadapn'a. Suami masih harus mem&erikan )aminan na(kah dan tempat tinggal kepada istrin'a 'ang masih dalam masa iddah ra)Yi, se&agai perim&angann'a suami mempun'ai hak prioritas untuk meru)uk &ekas istrin'a. laki,laki selain &ekas suami tidak &erhak mengawini &ekas istri se&elum &erakhir masa iddahn'a. Se&agaimana (irman Allah dalam surat al,TaXarah a'at !!# :

( !!#: M^qr>5$ BQgpI 51N5R8 75 n>o bc /mN^L 9Q8 /G3>EKL1


dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah(perbaikan)

Mengenai tata %ara ru)uk, ulama &er&eda pendapat mengenai hal ini. Apakah ru)uk &isa dilakukan dengan han'a menggauli istriW Dan apakah ru)uk harus disertai dengan saksi atau tidakW Menurut Maliki'ah ru)uk &oleh (sah$ dilakukan melalui per&uatan (persetu&uhan$ 'ang disertai niat untuk ru)uk. Akan tetapi &ila suami men%ampuri istrin'a tanpa niat ru)uk, maka wanita terse&ut tidak &isa kem&ali (men)adi istrin'a$ kepadan'a. Dengan kata lain ru)ukn'a tidak sah sehingga &elum kem&ali men)adi istrin'a lagi. +amun hal terse&ut tidak mengaki&atkan hadd atau mem&a'ar mahar dan anak 'ang lahir dari per%ampuran terse&ut dinasa&kan kepada laki,laki terse&ut. Sedangkan menurut Hana(i'ah ru)uk &isa ter)adi melalui per%ampuran

(persetu&uhan$, sentuhan dan %iuman, dan hal,hal se)enis itu, 'ang dilakukan oleh laki,laki 'ang menalak dan wanita 'ang ditalakn'a, dengan s'arat semua hal itu disertai dengan &irahi (s'ahwat$. *lama s'a(iYi'ah &erpendapat &ahwa ru)uk harus dilakukan dengan u%apan atau tulisan. Sarena itu, ru)uk tidak sah &ila dilakukan dengan men%ampurin'a sungguhpun hal itu diniatkan se&agai ru)uk. Suami haram men%ampurin'a dalam masa iddah. Salau dia melakukan hal itu, ia harus mem&a'ar mahar mitsil, se&a& per%ampuran terse&ut tergolong per%ampuran s'u&hat. lain lagi menurut Han&ilah, ru)uk han'a ter)adi melalui per%ampuran

(persetu&uhan$. Tegitu ter)adi per%ampuran, maka ru)ukpun ter)adi, meskipun laki,laki ters&ut tidak &erniat ru)uk. Tila &ukan per%ampuran, seperti %iuman dan sentuhan, meskipun dengan s'ahwat tidak &isa mengaki&atkan ru)uk (M. Vawad Mughni'ah$. Mengenai silang pendapat Imam Malik dengan Imam A&u Hani(ah dise&a&kan karena Imam A&u Hani(ah &erpendapat &ahwa ru)uk itu mengaki&atkan halaln'a penggaulan, karena dipersamakan dengan istri 'ang terkena ila dan istri 'ang terkena "hihar, di samping karena hak milik atas istri &elum terlepas dari padan'a dan oleh karena itu terdapat hu&ungan saling mewarisi di antara keduan'a. Sedangkan Imam Malik &erpendapat &ahwa menggauli istri 'ang tertalak ra)Yi adalah haram, sehingga suami meru)ukn'a. Oleh karenan'a diperlukan niat (I&nu -us'd$.

Mengenai saksi, Imam Malik &erpendapat &ahwa itu di sunnahkan, sedangkan Imam S'a(iYi &erpendapat &ahwa itu wa)i&. Silang pendapat ini dise&a&kan oleh adan'a pertentangan antara Xi'as dengan lahir nash. Demikian itu karena adan'a (irman Allah :

( ! : fgh>5 $ <=F0 u_e t1o 51_Gs51


dan persaksikanlah dengan dua !rang saksi yang adil di antara kamu virman Allahh terse&ut menghendaki wa)i&n'a mendatangkan saksi. Akan tetapi, pengXi'asan hal terse&ut ('akni ru)uk$ dengan hak,hak lain 'ang diterima oleh seseorang, menghendaki tidak adan'a saksi. Oleh karenan'a, pengga&ungan antara Xi'as dengan a'at terse&ut adalah dengan mem&awa perintah pada a'at terse&ut kepada nadb (sunnat$. Imam S'a(iYi &erpendapat &ahwa ru)uk itu dipersamakan dengan perkawinan, dan &ahwa Allah telah memerintahkan untuk diadakan pen'aksian, sedang pen'aksian tidak ada ke%uali pada kata,kata (I&nu -us'd$. Imam S'a(iYi &erpendapat ru)uk tidak lain han'a dengan u%apan. Hu))ah &eliau 'aitu, talak itu telah memutuskan hu&ungan pernikahan. Di antara ulama 'ang &erpendapat seperti itu ialah Imam wah'a. Salau melihat Uhahirn'a ulama sala( &erpendapat &ahwa masa iddah itu adalah masa memilih (untuk ru)uk kem&ali atau terus putus$, sedang pilihan itu &oleh dengan u%apan atau denganper&uatan ()adi maksudn'a, ru)uk itu &oleh dengan u%apan atau langsungdengan per&uatan seperti &er%ampur dan se&again'a$. Dalil 'ang digunakan oleh orang 'ang &erpendapat atas wa)i&n'a mempersaksikan ketika ru)uk 'aitu hadis dari Imran &in Hushain :

_G}}4 1 ~}}C5^4 <}}d 9}}:h4 J}}C^>5 /}}e J|` 2A8 2Fe {5 yzR /HxQ /L 75^Pe /e N15N EL8 51R . BG3KCR b:e1 ,BGg b:e _Gs8 : uBqc
Dari #mran bin $ushain r a sesungguhnya ia ditanya tentang se!rang laki-laki yang menalak istrinya dan merujuknya lagi tanpa mempersaksikannya% ia menjawab & persaksikanlah ketika menalaknya dan ketika merujuknya $ ' (bu Daud Sedang A&u Hani(ah dan S'a(iYi dalam salah satu Xauln'a men'atakan tidak wa)i&. Dan di antara dalil 'ang menun)ukkan tidak wa)i&n'a mempersaksikan ru)uk 'aitu adan'a
6

kesepakatan ulama tentang tidak wa)i&n'a mempersaksikan talak sehingga mereka han'a mengatakan sunnat (vaishal &in al,AUiU$. Dalam &uku Hukum,hukum viXh Islam dise&utkan &ahwa A&u Hani(ah, Malik dan Ahmad mengenai saksi &erpendapat, &ahwa menghadirkan saksi itu &ukan s'arat tetapi han'a sunnah sa)a. Menurut pendapat Imam al,S'a(iYI 'ang paling shahih menghadirkan saksi saat ru)uk adalah sunnah. etapi dalam pendapat 'ang satun'a lagi, mempersaksikan ru)uk (kehadiran saksi saat ru)uk$ merupakan s'arat sah ru)uk (Has&i al,ShiddiXie'$. SHI mengatur tata %ara ru)uk dalam pasal .,.". Dalam pasal . a'at . dikatakan &ahwa suami 'ang hendak meru)uk istrin'a datang &ersama,sama istrin'a ke Pegawai Pen%atat +ikah atau Pem&antu Pegawai Pen%atat +ikah. A'at ! men'e&utkan &ahwa ru)uk dilakukan dengan persetu)uan istri di hadapan wali Pegawai Pen%atat +ikah atau Pem&antu Pegawai Pen%atat +ikah. A'at dalam pasal 'ang sama di se&utkan &ahwa saksi,saksi menandatangani Tuku Penda(taran -u)uk. Agar ru)uk sah menurut SHI harus memenuhi s'arat,s'arat &erikut : .. Istri harus masih dalam masa iddah talak ra)Yi. !. Putusn'a perkawinan dikarenakan talak ra)Yi. . Harus mendapat persetu)uan istri. . Dilakukan di hadapan pegawai pen%atat nikah. . Suami mengu%apkan ru)ukn'a dan masing,masing 'ang &ersangkutan &eserta saksi,saksi menandatangani Tuku Penda(taran -u)uk. Vadi dapat disimpulkan &ahwa peraturan atau tata %ara ru)uk di Indonesia termasuk 'ang mengikuti pendapat ulama 'ang mewa)i&kan adan'a saksi ketika meru)uk istri 'ang ditalak ra)Yi. Menda(tarkan ru)uk ke S*A pada hakikatn'a sama dengan mempersaksikan ru)uk sesuai dengan (irman Allah dalam surat al,halak a'at ! dan hadis dari Imran &in Hushain seperti'ang telah dise&utkan di atas. Madlarat ru)uk 'ang tidak dipersaksikan (dida(tarkan$ menurut Imam S'a(iYi : (pertama$ )ika suami meninggal terle&ih dahulu se&elum ia mengakui &ahwa ia telah meru)uk istrin'a. Atau suami meninggal terle&ih dahulu se&elum istri mengetahui tentang ru)uk itu sesudah selaesai masa iddahn'a. Maka konsekuensin'a adalah tidak ada waris
7

mewarisi di antara keduan'a kalau istri tidak mengetahuin'a selama masa iddah. (Sedua$ supa'a di antara suami istri )angan saling mengingkari (tentang adan'a ru)uk$. (Setiga$ )ika suami mensetu&uhin'a maka kedudukan istri dari suami adalah se&agai &ukan istri (orang lain$, sehingga pergaulan itupun dianggap se&agai pergaulan dengan &ukan istri (orang lain$. Salau antara keduan'a saling mem&enarkan &ahwa suami suami meru)ukn'a dan ia (suami$ tidak mempersaksikan maka ru)uk itu sah atas wanita, karena ru)uk itu hak suami &ukan wanita. Demikian )uga &erlaku ru)uk itu atas wanita, )ika selama ia dalam masa iddah suami itu &ersaksi &ahwa ia &erkata : Z sa'a telah meru)ukn'a.[ etapi &ila telah &erlalu masa iddah lalu suami &erkata : Z aku telah meru)ukn'a[ dan istri mem&antahn'a, maka 'ang diterima adalah perkataan istri dan suami harus mem&erikan &ukti &ahwa ia telah mengatakan demikian itu dalam masa iddah (al,S'a(iYi$. Dalam SHI )ika ru)uk tidak dida(tarkan di S*A, maka &isa menim&ulkan madlarat 'ang merugikan suami atau istri. Hal itu dise&a&kan status terakhir 'ang ter%atat adalah masih %erai atau &ukan suami istri lagi. Aki&atn'a adalah : pertama, )ika salah satu pihak meniggal maka tidak mendapatkan hak waris. Sedua, )ika sampai lahir seorang anak maka anak terse&ut tidak &isa dinasa&kan kepada a'ahn'a. Setiga, )ika anak terse&ut wanita maka a'ahn'a tidak &isa men)adi walin'a. Hal terse&ut )uga dapat menim&ulkan salah paham di mas'arakat dan menim&ulkan (itnah. Selain itu menurut hukum positi(, ru)uk 'ang tidak dida(tarkan hukumn'a tidak sah dan status hukum keduan'a masih %erai, sehingga hukum,hukum aki&at dari per%eraian masih &erlaku. Seperti mem&erikan mutYah, mem&eri na(kah, tempat tinggal dan kiswah (pakaian$ selama masa iddah dan &ia'a hadlanah untuk anak,anakn'a 'ang &elum men%apai umur !. tahun.

BAB III A. Ke$'%( !an -u)uk adalah mengem&alikan status hokum perkawinan setelah ter)adi talak ra)Yi 'ang dilakukan oleh &ekas suami terhadap &ekas istrin'a dalam masa iddah.

Mengenai tata %ara ru)uk ulama &er&eda pendapat, menurut Maliki'ah ru)uk &oleh (sah$ dilakukan melalui per&uatan (persetu&uhan$ 'ang disertai niat untuk ru)uk. Sedangkan menurut Hana(i'ah ru)uk &isa ter)adi melalui per%ampuran (persetu&uhan$, meskipun tanpa niat. Menurut Han&ilah, ru)uk han'a ter)adi melalui per%ampuran (persetu&uhan$. *lama s'a(iYi'ah &erpendapat &ahwa ru)uk harus dilakukan dengan u%apan atau tulisan. Menurut A&u Hani(ah, Malik dan Ahmad mengenai saksi dalam masalah ru)uk &erpendapat, &ahwa menghadirkan saksi itu &ukan s'arat tetapi han'a sunnah sa)a. Menurut pendapat al,S'a(iYi 'ang paling shahih, menghadirkan saksi saat ru)uk adalah sunnah. etapi dalam pendapat 'ang satun'a lagi, mempersaksikan ru)uk (kehadiran saksi saat ru)uk$ merupakan s'arat sah ru)uk .

Sedangkan ru)uk 'ang sah menurut SHI harus memenuhi s'arat,s'arat &erikut : .. Istri harus masih dalam masa iddah talak ra)Yi. !. Putusn'a perkawinan dikarenakan talak ra)Yi. . Harus mendapat persetu)uan istri. . Dilakukan di hadapan pegawai pen%atat nikah. . Suami mengu%apkan ru)ukn'a dan masing,masing 'ang &ersangkutan &eserta saksi,saksi menandatangani Tuku Penda(taran -u)uk. -u)uk 'ang tidak dipersaksikan (dida(tarkan$ dapat menim&ulkan madlarat. Menurut Imam S'a(iYi : pertama, )ika suami meninggal terle&ih dahulu se&elum ia mengakui &ahwa ia telah meru)uk istrin'a. Atau suami meninggal terle&ih dahulu se&elum istri mengetahui tentang ru)uk itu sesudah selesai masa iddahn'a. Maka konsekuensin'a adalah tidak ada waris mewarisi di antara keduan'a kalau istri tidak mengetahuin'a selama masa iddah. Sedua, supa'a di antara suami istri )angan saling mengingkari (tentang adan'a ru)uk$. Setiga, )ika suami mensetu&uhin'a maka kedudukan istri dari suami adalah se&agai &ukan istri (orang lain$, sehingga pergaulan itupun dianggap se&agai pergaulan dengan &ukan istri (orang lain$.

Dalam SHI )ika ru)uk tidak dida(tarkan di S*A, maka &isa menim&ulkan madlarat 'ang merugikan suami atau istri. Hal itu dise&a&kan status terakhir 'ang ter%atat adalah masih %erai atau &ukan suami istri lagi. Aki&atn'a adalah : pertama, )ika salah satu pihak meniggal maka tidak mendapatkan hak waris. Sedua, )ika sampai lahir seorang anak maka anak terse&ut tidak &isa dinasa&kan kepada a'ahn'a. Setiga, )ika anak terse&ut wanita maka a'ahn'a tidak &isa men)adi walin'a. Hal terse&ut )uga dapat menim&ulkan salah paham di mas'arakat dan menim&ulkan (itnah. Selain itu menurut hukum positi(, ru)uk 'ang tidak dida(tarkan hukumn'a tidak sah dan status hukum keduan'a masih %erai, sehingga hukum,hukum aki&at dari per%eraian masih &erlaku. Seperti mem&erikan mutYah, mem&eri na(kah, tempat tinggal dan kiswah (pakaian$ selama masa iddah dan &ia'a hadlanah untuk anak,anakn'a 'ang &elum men%apai umur !. tahun.

DAFTAR BA)AAN Ali Mu&arak, vaishal &in al,AUiU, Nailul (uthar, Sura&a'a : P. Tina Ilmu, ."#, %et. Se,.
10

Al,S'a(iYi, Muhammad &in Idris, al-)mm, pener)emah : Pro(. k. H. Ismail waku& SH, MA, dkk., Vakarta : . vaiUan, ."# Ash,ShieddieX', Muhammad Has&i, $ukum-$ukum *i+h #slam, Semarang : Pustaka -iUki Putra, !00., %et. Se,! \hoUali, A&dul -ahman, *i+h ,unakahat, Vakarta : Sen%ana, !00#, %et. Se, I&nu -us'd, -idayatul ,ujtahid, pener)emah : M.A. A&durrahman, dkk., Semrang : . As' S'i(aY, .""0, %et. Se,. .!mpilasi $ukum #slam, Tandung : +uansa Aulia, !00# %et. Se,. Mughni'ah, Muhammad Vawad, *i+h /ima ,a"hab, pener)emah : Mas'kur A.T, dkk., Vakarta : lentera, !00.

11