Anda di halaman 1dari 14

PRODUKSI ENZIM INVERTASE OLEH SACCHAROMYCES CEREVISIAE MENGGUNAKAN SUBSTRAT GULA DENGAN SISTEM FERMENTASI CAIR

DWI YUNI ERNAWATI 1007113611

PENGERTIAN
FERMENTASI CAIR sebagai fase kontinue dari sistem pertumbuhan sel bersangkutan (Satiawiharja,1992) atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel-partikel dalam fase cair.

ENZIM INVERTASE Enzim invertase termasuk ke dalam kelompok enzim hidrolase. Enzim hidrolase merupakan enzim yang sangat penting bagi pengolahan pangan, karena enzim tersebut adalah enzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis suatu substrata tau pemecahan substrat dengan pertolongan molekul air. Enzim tersebut disebut invertase karena pada hasil hidrolisisnya terjadi perubahan arah putaran optik atau disebut invertasi. Hidrolisis sukrosa ini biasanya dikatalisis oleh dua jenis enzim, yaitu -D-glukosidase dan -Dfruktofuranosidase (Winarno, 1983). Nama lain dari invertase adalah invertin, sakarase, glukosukrase, -h-fruktosidase, -fruktosidase, sukrase, maxinvert L 1000, fruktosilinvertase, alkaline invertase, dan acid invertase. Nama sistematik dari enzim invertase adalah -D-fructofuranoside fructohydrolase

proses penelitian produksi enzim invertase

Variabel yang digunakan Variabel tetap komposisi nitrisi dalam media yaitu MgSO4.7H2O 5 mg;KH2PO4 2,3 mg;suhu fermentasi 30C;pH fermentasi 4,5 selama 48 jam. Variabel berubah konsentrasi substrat dan konsentrasi sumber nitrogen
Variable Run Konsentrasi Substrat 1 2 3 4 5 100 gr/L 150 gr/L 100 gr/L 150 gr/L 125 gr/L Konsentrasi sumber nitrogen (NH4)2SO4 2,6 gr/L 3,8 gr/L 3,8 gr/L 2,6 gr/L 3,2 gr/L

Hasil dan Pembahasan 1. Pengaruh Konsentrasi Gula dan Sumber N terhadap Produksi Invertase Penelitian ini dilakukan dengan variabel tetap MgSO4.7H2O sebanyak 5 mg;KH2PO4 sebanyak 2,3 mg pada suhu fermentasi 30C dan pH fermentasi 4,5 selama dua hari.Pengaruh konsentrasi gula dan nutrient ammonium sulfat terhadap uji kandungan protein dan aktiftas enzim disajikan pada Tabel :
Variabel Sukrosa (g/L) Run Ammonium Sulfat (g/L) Kandungan proetein (mg/L) 1 2 3 4 5 100 150 100 150 125 2,6 3,8 3,8 2,6 3,2 1,927 14,509 4,655 17,055 5,309 361 583 28 389 639 Kandungan glukosa (mg/L) Aktivitas enzim

(mmol/Lmenit
) 3,342.10-2 5,398.10-2 2,592.10-3 3,602.10-2 5,916.10-2

2. Optimasi Kondisi Operasi Produksi Invertase a. Pengaruh Kadar Sukrosa dan Sumber Nitrogen Terhadap Aktivitas Enzim

Penentuan kondisi optimum operasi dengan dilakukan menggunakan RSM dengan mengolah data secara statistic.Hasil yang diperoleh disajikan pada tabel 3 dan gambar 3 :

Effect Mean/Interc. (1)sukrosa (L) Sukrosa (Q) (2) ammonium (L) 1L by 2 L 0,639000 0,291500 -0,597500 -0,069500 0,263500

Coeff. 0,639000 0,145750 -0,298750 -0,034750 0,131750

Gambar. permodelan 3-dimensi pengaruh konsentrasi sukrosa dan sumber nitrogen terhadap aktivitas enzim

Berdasarkan pada tabel 3,pengaruh konsetrasi sukrosa dan konsentrasi sumber nitrogen dimisalkan lewat persamaan (1): Y = 0,639000+ 0,145750 x1- 0,034750 x2 + 0,131750x1x2 0,298750x12

b. Pengaruh Kadar Sukrosa dan Sumber Nitrogen Terhadap kadar Protein Penentuan kondisi optimum operasi dengan dilakukan menggunakan RSM dengan mengolah data secara statistic.Hasil yang diperoleh disajikan pada Tabel 4 :
Effect Mean/Interc (I)sukrosa(L) Sukrosa(Q) (2)ammonium (L) 5,30900 12,49100 8,45500 0,09100 Coeff. 5,30900 6,24550 4,22750 0,04550

1L by 2 L

-2,63700

-1,31850

Berdasarkan pada tabel 4,pengaruh konsentrasi sukrosa dan konsentrasi sumber nitrogen dimisalkan lewat persamaaan (2) : Y = 5,30900 + 6,24550x1 +0,04550 x2 -1,31850 x1x2 + 4,22750x12

c.Optimasi Kondisi Operasi Produksi Invertase Dengan cara nenurunkan persamaan yang diperoleh dari RSM didapatkan optimasi sebagai berikut : Persamaan model aktivitas enzim Y = 0,639000 + 0,145750x1 0,034750x2 + 0,131750x1x2 0,298750x12 Didapatkan nilai variabel tak berdimensi sebagai berikut : x1 = 0,264 x2 = 0,091 dengan nilai aktivitas enzim : Y = 0,656 gr glukosa/L = 6,074.10-2 mmol/L menit Dengan nilai optimum untuk tiap variabel : x1 = kadar sukrosa optimum = 131,6 gr/L x2 = kadar sumber nitrogen optimum = 3,25 gr/L

Kesimpulan dan saran 1. kesimpulan enzim intervase dapat diperoleh melaui Saccharomyces cerevisae dengan menggunakan gula pada media fermentasi cair.Kadar protein tertinggi yang didapatkan dari hasil percobaan adalah 17,055 mg/L dan aktivitas enzim tertinggi 0,05916 mmol/L.menit.Kondisi produksi enzim yang optimum didapatkan pada yaitu 131,6 g/L glukosa dan 3,25 g/L ammonium sulfat. 2. Saran Untuk penelitian selanjutnya,disarankan menganalisa kemungkinanan adanya pengaruh enzim lain dalam proses produksi enzim intervase.Serta diharapkan dapat menggunakan metode analisa yang lebih spesifik dan akurat dalam menentukan aktivitas dan jumlah enzim.