Anda di halaman 1dari 19

RINDU, SKM, M.

KES

PENDAHULUAN
Dalam penulisan-penulisan ilmiah, baik penulisan artikel-artikel ilmiah, karya-karya tulis, maupun penulisan skripsi dan disertasi seringkali dipergunakan kutipankutipan untuk menegaskan isi uraian, atau untuk membuktikan apa yang dikatakan Apakah yg dimaksud dgn KUTIPAN??

DEFINISI KUTIPAN
Kutipan adlh pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yg terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Diperkenankan tapi tidak berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya terdiri dari kutipan-kutipan (PLAGIAT) Sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat tulisannya.

JENIS KUTIPAN
Kutipan Langsung pinjaman pendapat dgn mengambil scr lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. co (1): Kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan oranglain, serta menggunakan perasaan perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan. Mayer dan Salovey mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai berikut: Emotional intelligence involves the ability to perceive accurately, appraise, and express emotion, the ability to understand emotion and emotional knowledge, and ability to regulate emotions to promote emotional and intellectual growth.

Co (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah bunyi kutipan, buatlah dahulu pengantar kalimat yg sesuai keperluan, tampilkan kutipan, kemudian dalam kurung nama akhir pengarang, tanda koma, tahun terbit, titik dua, dan nomor halaman-tutup kurung, dan diakhiri titik. Contoh: Dalam hal pengasapan ikan, dengan menaikkan suhu semaksimal mungkin akan mendapatkan ikan yang lebih baik dan lebih enak rasanya. Selain itu, waktu bisa dihemat, (Suhadi, 2003:34). Atau Dalam hal pengasapan ini, Suhadi (2003:34) mengatakan, pengasapan ikan dengan menaikkan suhu semaksimal mungkin akan mendapatkan ikan yang lebih baik dan lebih enak rasanya. Selain itu, waktu bisa dihemat.

melalui Restorasi Meiji telah berhasil memodernisasi bangsa Jepang menjadi bangsa yg maju dgn jalan membenahi sistem pendidikannya terutama pada jenjang pendidikan tinggi. Faktor pendidikan dalam proses modernisasi mjd penting sebab pada hakikatnya modernisasi adalah perubahan pandangan hidup yg didorong oleh cara berpikir. Mengkaji modernisasi melalui pendekatan budaya dan ideology yg menekankan pada kemampuan berpikir dan perasaan manusia, maka ruang lingkup kajian tidak terlepas dari pendidikan. Ciri utama masyarakat modern adalah pemanfaatan ilmu dan teknologi. Ilmu dan teknologi diperoleh melalui proses pembelajaran yg melibatkan peserta yg mana salahsatu faktor pendukungnya adalah intelegensi.
1

Kutipan tak langsung (kutipan isi) Pinjaman pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tsb. Co (1) secara empiric hal ini telah dibuktikan oleh Jepang

Rencana Strategi Pendidikan Kebudayaan (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1976)

Penampilan Kutipan
Jika diperlukan lebih dari satu buku rujukan untuk kepentingan pendapat tsb dan buku-buku itu membicarakan hal yang sama, bentuknya adalah: Untuk menciptakan bentuk yg harmonis dan estetika diperlukan unsur-unsur yg menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali, 2000:5; Gani, 2001:17; Wawan, 2002:54).

Jika nama pengarang lebih dari dua orang, yg disebutkan hanya pengarang pertama dengan memberikan et al. atau dkk di belakang nama tsb. Co: Jika dirumuskan bagaimana hubungan arsitektur dan arsitek, Sulardo dkk. (2003:10-11) mengatakan bahwa arsitektur adalah perpaduan ilmu dan seni, sedangkan arsitek adalah orang yg menciptakan ruang sehingga melahirkan bentukbentuk arsitektur yg beraneka ragam

Jika kutipan lebih dari lima baris dicantumkan di bawah teks dengan jarak satu spasi, dan agak menjorok, contoh: Ternyata, suasana yang terbuka dan harmonis dapat

membantu menemukan jati diri remaja, seperti


dikatakan oleh Suhono (2003:43) sebagai berikut:

Usia anak dan remaja juga merupakan suatu periode transisi dalam upaya menemukan jati diri kedewasaan biologis dan psikologis, karena itu itu usia anak dan remaja merupakan periode kritis tetapi strategis untuk tetap dibina dan diarahkan. Transformasi subtansi, biologis, psikologis dan mental spiritual hanya dapat dilaksanakan dalam suasana yang setara, terbuka dan harmonis, penuh dengan cinta kasih. Suasana ini akan sangat manis jika bisa dilakukan dalam lingkungan keluarga.

Prinsip-prinsip Mengutip
Jangan mengadakan perubahan Kecuali jika memang ada pertimbangan contoh utk memberi aksentuasi krn pertentangan misalnya huruf tebal, huruf miring, atau diregangkan. Dalam hal demikian penulis harus memberi keterangan dalam tanda kurung segi empat [huruf miring dari saya, Penulis] Bila ada kesalahan
Bila dalam kutipan tdapat kesalahan atau keganjilan, entah dalam persoalan ejaan/soalsoal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki kesalahan-kesalahan itu.

Jika tetap ingin mengutip, perbaikan atau catatan itu dapat ditempatkan sebagai catatan kaki, atau dapat pula ditempatkan dalam tanda kurung segi empat dibelakangan kata atau unsur yg hendak diperbaiki dan biasanya diberi catatan singkat; [sic!], yang artinya penulis tidak bertanggungjawab atas kesalahan itu, ia sekadar mengutip sesuai dgn apa yg terdapat dalam naskah aslinya . Co: Wanita usia subur (WUS) yg sudah mempunyai anak secara teoritis cenderung ingin membatasi jumlah anak yang akan dilahirkan, jadi usaha pencegahan kehamilan lebih intensif dilakukan oleh wanita yg mempunyai annak [sic!] lebih dari satu. (Manuaba, 1998)

Catatan Kaki
Terdapat bermacam-macam system dlm penulisan notasi utk menyusun karangan ilmiah. System yg dikenal dikalangan masyarakat ilmiah al: 1. Sistem University of Chicago Press 2. Sistem Harvard 3. Sistem American Psychological Assosation (APA) 4. Sistem American Antropoloist 5. Sistem Vancouver Keseluruhan sistem pd hakikatnya dikelompokan mjd 2 gol yaitu : sistem yg menggunakan catatan kaki & yg tidak (gabungan) Sistem yg menggunakan catatankaki menaruh sumber rujukan yg berupa nama pengarang, judul, penerbit, tahun penerbitan, dan halaman dibawah halaman.

SISTEM VANCOUVER

Cara ini telah disepakati oleh para editor majalah ilmiah berbahasa Inggris yang terkenal dalam pertemuan di Vancouver British Columbia, USA, bulan Januari 1978. Tujuannya adalah menyeragamkan atau membakukan cara penulisan makalah ilmiah di seluruh dunia.

Catatan Kaki
Catatan kaki adalah suatu keterangan tambahan tentang istilah atau ungkapan yang tercantum dalam naskah. Catatan kaki dapat juga berupa rujukan kepada sesuatu yg bukan buku, seperti keterangan wawancara, pidato di tv, dsb. * Dalam menggunakan ms.office (ms. Word): Insert reference footnote. Contoh: Selanjutnya, dikatakan bahwa apabila seseorang telah ditangkap dan ditahan, tetapi ternyata tidak cukup bukti bahwa yg bersangkutan melanggar hukum, maka praperadilan[1]

[1] Praperadilan adalah lembaga yang akan memeriksa atau menuntut sah atau tidaknya suatu penangkapan dan penahanan terhadap seseorang

Sesudah catatan kaki pertama, maka pada penyebutan kedua dan seterusnya atas sumber yang sama, judul buku dsb. Tidak perlu disebut lagi, dan digantikan dengan singkatan: Ibid., Op.cit., atau Loc. Cit. Tapi jika ada dua karya atau lebih dari seorang pengarang digunakan, maka judul dan namanya disebutkan (untuk menghilangkan keragu-raguan)

1. 2.

3.

4.

Ibid artinya Halaman (ibidem) atau pada tempat yg sama Karya/artikel yg tlah disebut dalam catatan nomor sebelumnya Bila halaman sama, mk hanya dipergunakan singkatan Ibid Bila halamannya beda,mk sesudah singkatan Ibid dicantumkan pula no halamannya Contoh: Ibid., hal.354

Op.Cit artinya (opere citato) atau karya yg telah dikutip

1. Menunjuk kembali kpd sumber yg telah disebut lebih dulu, tapi diselingi oleh sumber lain 2. Sesudah nama pengarang (biasanya nama pengarang disingkat) lalu dicantumkan singkatan Op.Cit 3. Bila ada halaman atau jilid, maka nomor dan jilidk serta halaman ditempatkan sesudah Singkatan Op.Cit Contoh:Koentjaningrat, Op.Cit., hal.40.

Loc.Cit artinya (Loco citato) atau pada tempat yg telah dikutip

1. hampir sama tapi biasanya digunakan untuk artikel majalah, harian/ensiklopedi

Tujuan Catatan Kaki


1. Untuk menyusun pembuktian Semua dalil atau pernyataan yg penting yg bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Pembuktian itu dapat dibeberkan dalam teks, dapat pula dimasukkan dalam catatan kaki atau kedua-duanya. 2. Menyatakan utang budi Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu, sekurang-kurangnya kita telah menyatakan utang budi kepadanya. 3. Menyampaikan keterangan tambahan Catatan kaki dapat pula dimaksudkan untuk menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian diluar persoalan 4. Pembaca dgn cepat menemukan sumber rujukan yg ditemukan dlm karangan

TERIMA KASIH