Anda di halaman 1dari 5

INTOKSIKASI OBAT AKUT kecelakaan usaha bunuh diri

Penyebab : insektisida fosfat organic (IFO) sedative-hipnotik analgetik minyak tanah bahan korosi pestisida lain (racun tikius,hidrokarbon klorin)

Diagnosa 1. Anamnesa : - heteroanamnesa nama,jumlah,bahan,saat meminumnya. Cari sisa,bungkus,tempat,resep terakhir atau surat,pesan terakhir. 2. Pemeriksaan Jasmani : Ukur vital sign,kesadaran,adakah kejang atau etsa sekitar mulut,bau yang khas,adanya hipersalivasi,hiperhidrosis,pupil yang miosis dll. 3. Pemeriksaan Laboratorium : Kadar kholinesterase plasma 4. Pemeriksaan Toksikologi : Untuk kepentingan diagnosa,visum et repertum. Bahan diambil dari mutahan atau dari kumbah lambung sebanyak 100 cc. PENATALAKSANAAN A. Pertolongan Pertama B. Penatalaksaan Darurat (umum/khusus) C. Perwatan Jiwa A. Pertolongan Pertama 1. Racun tertelan Usahakan mutahkan kalau perlu dengan rangsangan pada faring Dengan telunjuk atau beri sirup ipecac 15-30 cc diteruskan Dengan minum air satu gelas,kmd beri norit 25-40 gr. Kontra indikasi kejang,koma atau keracunan bhn korosif

2. Racun Terhirup Bawa ke tempat terbuka beri O2 kalau perlu dengan nafas Buatan. 3. Racun lewat kulit Guyur dengan air mengalir (shower) dan bersihkan dengan Sabun. 4. Racun lewat mata Bersihkan dengan air mengalir kira-kira 15 mnt. B. Penatalaksanaan Darurat Umum Bertujuan menyelamatkan jiwa,mencegah penyerapan racun Serta menghilangkan racun dari tubuh. 1. Resusitasi ABCD 2. Eliminasi : Tujuan menghambat penyerapan,menghilangkan racun atau hasil

metabolismenya. a. Emesis b. Katarsis (intestinal lavage) - Na-sulfat 30 gr dlm 200-250 cc air - Na-fosfat (Fleet Phospho soda) 15-60 ml - Sorbitol/manitol (20/40%) 100-200 cc - Castor oil c. Kumbah Lambung Hasil baik < 4jam stlh keracunan c. Diuresis Paksa (forced diuresis) d. Dialisis e. Mandi dan keramas D. Terapi Penyangga E. Antidotum Nallophen untuk keracunan morphin Atropin sulfat untuk keracunan IFO

Methylen blue untuk keracunan nitrit INTOKSIKASI IFO Pestisida yang sering dipakai adalah insectisida dan rodentisida : 1. Insektisida hidrokarbon khlorin (IHK)-tdk dipakai lg 2. Insektisida fosfo organic (IFO)-msg dipakai IFO disebut sbg cholinesterase inhibitor contoh yg terkenal adalah gas sarin dipakai sbg gas syaraf pd PD II dapat meracuni lewat dihirup, menembus kulit,lewat paru,saluran makan. Contoh : malathion parathion basudin raid hit baygon dll

Patogenesis. IFO menghambat ensim asetil kholinesterase shg timbul gejala rangsangan asetilkholin yang berlebihan yaitu efek muskarinik nikotinik dan SSP. Efek farmakologi : 1. Muskarinik pd sal. Makan,kelenjar ludah dan keringat,bronchus dan jantung 2. Nikotinik pd otot skelet,bola mata,kelopak mata dan otot nafas 3. SSP menimbulkan nyeri kepala,perubahan emosi,kejang smpi koma. Diagnosa Gambaran klinik : Yang paling menonjol adalah kelainan visus, hiperaktivitas kelenjar ludah/keringat/sal makan dan kesulitan bernafas. Ringan ; anoreksia,nyeri kepala,rasa takut,lemah,tremor lidah,tremor kelopak mata,pupil miosis. Sedang : nausea vomiting,kejang/kram perut,hipersalivasi,hiperhidrosis, fasikulasi otot, bradikardia.

Berat : diare, pupil pin point reaksi chy negative, sesak nafas, sianosis, odem paru, inkontinensia urine dan feses, konvulsi, koma, blok jantung akhirnya meninggal. Laboratorium : Pemeriksaan kadar kholinesterase plasma. Ringan 40-70% N Sedang 20-40% N Berat <20% N

Pengobatan 1. Resusitasi Infus Dextrose 5% 16-20 tts/mnt, nafas buatan dan beri O2, Suction lender. 2. Eliminasi Emesis, katarsis/KL, mandi dan keramas 3. Antidot Atropin sulfat (SA) menghambat efek akumulasi asetil kholin a. bolus intra vena 1-2,5 mg b. dilanjutkan 0,5-1 mg tiap 5-10 mnt smpi muncul gejala atropinisasi ( muka merah, mulut kering, takikardia, midriasis, febris, psikosis ) c. interval diperpanjang 15-30-60 mnt, selanjutnya 2-4-6-12 jam d. pemberian SA dihentikan minimal 2 x 24 jam e. konsul ke bagian jiwa. INTOKSIKASI HIPNOTIK-SEDATIVA DAN ANALGETIK Keracunan bahan/obat yang menimbulkan sedasi dan hypnosis dengan cara menekan SSP. Macam-macam : a. Barbiturat ; fenobarbital/luminal,pentotal dll b. Nonbarbiturat : meprobamat, methaqualon dll c. Anti epilepsy : dilantin, carbamazepin/tegretol d. Antihistamin : benadryl e. Phenothiazin dan derivatnya : CPZ,Librium, diazepam, lorazepam, haloperidol f. Bromidum : NaBr, KBr, NH4Br

g. Analgetik : aspirin, paracetamol, antalgin h. Narkotik : morphin, codein, heroin, pethidin,opium, loperamide Patogenesis Obat gol ini menyebabkan depresi progresif pada SSP menurun dari korteks kearah medulla, pusat respirasi akan tertekan mk depresi pernafasan shg terjadi anoksi jaringan. Diagnosa Keluhan pertama adalah mengantuk, bingung, keseimbangan terganggu. Dengan cepat diikuti dg kom, pernafasan pelan dan dangkal, otot melemah/flaccid, hipotensi, sianosis, hipotermi atau hipertermi, reflek menghilang. Laboratorium : Pemeriksaan bahan diduga racun, DL,fungsi hepar dan ginjal, elektrolit,ABG. Pengobatan 1. Resusitasi 2. Eliminasi : Sadar ckp emesis, norit, laksan MgSO4 Koma ringan sedang : KL,force diuresis/24 jam. Bila ragu-ragu atau tdk tahu penyebab keracunan mkdpt diberi 1 ampul kalsium glukonas intra vena, infuse D5% + KCl 15% 10 cc/500 cc D5%, furosemide 40 mg/6 jam intra vena diulang stlh 12 jam. Koma berat : KL dg ETT, force diuresis, dialysis 3. Antidot : kurang efektif tgt jenis penyebab keracunan.