Anda di halaman 1dari 27

PENCIPTAAN MANUSIA

1. BAGAIMANA PROSES PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT SURAT AL-MU`MINUN 12-14 ? 2. BAGAIMANA PROSES PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT HADITS NABI YANG DIRIWAYATKAN BUKHORI DAN MUSLIM ? 3. SIAPAKAH MANUSIA PERTAMA DI MUKA BUMI INI ? 4. APA TUJUAN KITA MEMBAHAS JUDUL INI ?

PENCIPTAAN MANUSIA

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [QS. (23)al-Mukminun :12-14]

) 13 (
)12(

Dari nuthfah, Allah jadikan alaqah (segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim). Dari alaqah menjadi mudhghah (sepotong daging kecil yang belum berbentuk). Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia itu, Allah swt membentuknya memiliki kepala, 2 tangan, 2 kaki dengan tulang-tulang dan urat-uratnya. Lalu Dia menciptakan daging untuk menyelubungi tulang-tulang itu agar menjadi kokoh dan kuat. Ditiupkanlah ruh, lalu bergeraklah makhluk itu menjadi makhluk baru yang dapat melihat, mendengar, dan meraba.
(Tafsir Ath Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, dan lain-lain)

(Asbabun Nuzul oleh Imam Suyuthi, Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 241, dan Aysarut Tafasir Abu Bakar Jabir Al Jazairi juz 3 halaman 507-508)

Semoga Allah meridhai Umar Ibnul Khaththab, ketika turun awal ayat di atas terucap dari lisannya pujian : Fatabarakallahu ahsanul khaliqin Lalu Allah turunkan firman-Nya : Fatabarakallahu ahsanul khaliqin untuk melengkapi ayat di atas.

(Demikian yang dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Abu Malik, Adh Dhahhak, Qatadah, As Sudy, dan Ibnu Zaid.Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hal 46 dan keterangan dalam Adlwaul Bayan juz 5 hal 778)

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan . (Az Zumar : 6) Tiga kegelapan itu adalah kegelapan dalam selaput yang menutup bayi dalam rahim, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam perut.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (At Tin : 5) Firman Allah kepada para Malaikat-Nya sebelum menciptakan Adam : Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. (Shad : 71) Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. (Ash Shaffat : 11) Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi . (Al Hajj : 5)

(HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, berkata Tirmidzi : Hasan shahih. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al Hijr : 26) Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan di antara yang demikian. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut, dan ada pula yang keras, ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin).

Setelah Allah saw menciptakan Adam dari tanah. Dia ciptakan pula Hawa dari Adam, sebagaimana firman-Nya : Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya . (Az Zumar : 6)

Dalam ayat lain : Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya . (Al Araf : 189)

Dari Adam dan Hawa inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat . (Tafsir Ibnu Katsir juz 3 hal 457, Tafsir at Thabari juz 9 hal 202)
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaikbaiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). (As Sajdah : 7-8) Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan. (Al Mursalat : 20-22)

: : : .

[ ]

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. [QS. (23)al-Mukminun :12-14]

) 13 (
)12(

Abi Abdurrahman Abdullah bin Masud ra berkata : Telah menceritakan kepada kami Rasulullah saw dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Beliau bersabda (yang artinya) Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada illah selain Dia, sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta, maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta.

Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya. (HR. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643, shahih) Dalam riwayat lain : Malaikat masuk menuju nuthfah setelah nuthfah itu menetap dalam rahim selama 40 atau 45 malam, maka Malaikat itu berkata : Wahai Rabbku! Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia? Lalu ia menulisnya. Kemudian berkata lagi : Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan? Lalu ia menulisnya dan ditulis (pula) amalnya, atsarnya, ajalnya, dan rezkinya, kemudian digulung lembaran catatan tidak ditambah padanya dan tidak dikurangi. (HR. Muslim dan Hudzaifah bin Usaid ra, shahih)

Dalam Ash Shahihain dari Anas bin Malik ra dari Nabi saw bersabda : Allah mewakilkan seorang Malaikat untuk menjaga rahim. Malaikat itu berkata : Wahai Rabbku! Nuthfah, Wahai Rabbku! Segumpal darah, wahai Rabbku! Segumpal daging. Maka apabila Allah menghendaki untuk menetapkan penciptaannya, Malaikat itu berkata : Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan? Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia? Bagaimana dengan rezkinya? Bagaimana ajalnya? Maka ditulis yang demikian dalam perut ibunya. (HR. Bukhari `11/477 -Fathul Bari dan Muslim 2646) (Shahih Muslim Syarah Imam An Nawawi, halaman 189-191) (Ibnu Hajar Al Asqalani ra dalam Fathul Bari (II/484-485) (Dalam taliq kitab Tuhfatul Wadud halaman 203-204)

Usia 4 bulan, ruh ditiupkan. Imam Ahmad bin Hanbal ra berpendapat, bila janin itu gugur setelah sempurna 4 bulan, janin tersebut dishalatkan (telah memiliki ruh kemudian meninggal). Diriwayatkan yang demikian juga dari Said Ibnul Musayyib dan merupakan salah satu dari pendapatnya Imam Syafii dan Ishaq. Dinukilkan dari Imam Ahmad bahwasanya ia berkata : Apabila janin telah mencapai umur 4 bulan 10 hari, maka pada waktu yang 10 hari itu ditiupkan padanya ruh dan dishalatkan atasnya (bila janin tersebut gugur). (Lihat Iqadzul Himam Al Muntaqa min Jami Al Ulum wa Al Hikam halaman 88-89 oleh Abi Usamah Salim bin Ied Al Hilali)

Yang jelas penulisan takdir untuk janin di perut ibunya bukanlah penulisan takdir yang ditetapkan untuk semua makhluk sebelum makhluk itu dicipta. Karena takdir yang demikian telah ditetapkan 50.000 tahun sebelumnya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma : Sesungguhnya Allah menetapkan takdir-takdir makhluknya lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi. (HR. Muslim 2653, shahih)

Dalam Shahihain dari Ali bin Abi Thalib ra bahwasanya Nabi saw bersabda : Tidak ada satu jiwa melainkan Allah telah menulis tempatnya di Surga atau di neraka dan telah ditulis sengsara atau bahagia. Maka seorang laki-laki berkata : Wahai Rasulullah! Mengapa kita tidak mengikuti (saja) ketentuan kita (yang telah ditulis) dan kita tinggalkan amal? Maka beliau bersabda : Beramal-lah, maka setiap orang akan dimudahkan terhadap apa yang ditetapkan baginya. Adapun orang yang bahagia akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang bahagia. Adapun orang yang sengsara akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang sengsara. Kemudian beliau membaca : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (QS. Al Lail : 5-7) [HR. Bukhari 3/225 -Fathul Bari dan Muslim 2647]

Dalam hadits Ubadah bin Shamit ra dari Nabi saw, beliau bersabda : Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena (Al Qalam). Lalu Dia berfirman kepadanya : Tulislah! Maka pena menuliskan segala apa yang akan terjadi hingga hari kiamat. (HR. Abu Daud 4700, Tirmidzi 2100, dan selain keduanya. Dishahihkan oleh Syaikh Salim Al Hilali dalam Iqadzul Himam)
Dari Sahl bin Saad ra dari Nabi saw, beliau bersabda : Sesungguhnya hanyalah amal-amal ditentukan pada akhirnya (penutupnya). (HR. Bukhari 11/330 -Fathul Bari)

1839 : WOLFF : kemukakan pertama kali proses pembentukan embrio

1. Tidak sombong , cairan hina ( al-Mursalat 77 ayat 20, as-Sajdah 32 ayat 7-9) 2. Penciptaan , berproses (Nuh 71 ayat 14) 3. Manusia , makhluk pilihan (ad-Dahr 71 ayat 2, alBaqoroh 2 ayat 30, ruh : al-Arof 7 ayat 172 ) Manusia pertama, Adam as [al-Baqoroh 2 ayat 30 39, al-Hijr 15 ayat 28 29 : lumpur, dibentuk, kering, al-An`am 6 ayat 133 ]

Pentingnya membahas judul ini ?

Dalil asal usul manusia, penciptaan manusia : Al-Mu`minun 23 ayat 12-14, Nuh 71 ayat 13-14, at-Thoriq 86 ayat 5-8, al-Insan 76 ayat 2, al-Hajj 22 ayat 5, alMursalat 87 ayat 20 Ada sebagian manusia yang diubah Alloh menjadi kera : Al-Baqoroh 2 ayat 65, al-Maidah 5 ayat 60, al-Arof 7 ayat 166 Sperma laki-laki yang menentukan jenis kelamin : Al-Baqoroh 2 ayat 223 Asal usul kehidupan : air [al-Anbiya` ayat 30, an-Nur ayat45 Keberlangsungan hidup : RUH [as-Shod ayat 71-72, al-Isro` ayat 85 ]