Anda di halaman 1dari 9

PAPER JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Ajar Pancasila Dosen : Koesoemadji, S.H., M.Si

Kelompok : Perkasa Pradipta Lidia Ruliastiniwa Diah Tika Anggraeni Quartilosia Pinastika S Tyas Utami Ernawati Nurul Hidayati Ade Rahmah Yulia 22020110120003 22020110120019 22020110120045 22020110120049 22020110120057 22020110120061 22020110130093

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pancasila merupakan paradigma, sistem filsafat, dan ideologi bagi bangsa Indonesia. Kepada pancasila lah seharusnya semua bangsa dan rakyat Indonesia berpijak untuk menentukan langkah. Dengan adanya Undang undang, dimaksudkan agar pelaksanaan Pancasila dapat dipraktikkan dengan benar, tepat, dan mudah. Semua program dan aturan aturan dari pemerintah wajib berpedoman pada Pancasila. Artinya tidak boleh menyeleweng atau pun menyimpang dari sila sila pada Pancasila baik sistem maupun proses pelaksanaannya. Akan tetapi, teori memang tak semudah praktiknya. Jika kita mengingat dari masa ke masa, pelaksanaan pemerintahan banyak yang belum sesuai dengan Pancasila. Salah satu contohnya adalah program Jamkesmas. Program ini memang program yang mulia bila dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Akan tetapi, program dari pemerintah ini banyak yang menyimpang. Atau lebih tepatnya disimpangkan. Baik dari atasan langsung maupun dari tangan ke tangan.

B. Tujuan Setelah mempelajari Pancasila, mahasiswa diharapkan : 1. Dapat mengerti, memahami, dan mengaplikasikan prinsip prinsip pancasila dalam kehidupan sehari hari 2. Dapat mengerti, memahami, dan mengaplikasikan prinsip Pancasila dalam layanan kesehatan terutama di bidang keperawatan 3. Memahami pentingnya pancasila sebagai ideologi dan paradigma bangsa Indonesia

BAB II ISI A. Definisi Jamkesmas Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) merupakan suatu program yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya pemerataan di bidang kesehatan bagi rakyat Indonesia yang kurang mampu. Pemerintah mencanangkan program jamkesmas guna mencapai tujuan yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu : a. Tujuan umum yaitu terselenggaranya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. b. Tujuan khususnya yaitu meningkatkan cakupan masyarakat khusunya yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

B. Jamkesmas berdasarkan Pancasila Jamkesmas berdasarkan pancasila bisa ditinjau dari dua sila, yaitu : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa ( sila ke-1) Berdasarkan sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa maka jelas bahwa tiap warga Negara berke-Tuhanan. Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan juga harus dijalankan dengan penuh kasih. Artinya aturan aturan yang dibuat wajib memperhatikan kebutuhan warga Negara. Terutama bagi warga Negara yang masih terbatas materi. Maka dari itu, semua program pemerintah terutama proram sosial( jamkesmas ) seharusnya dilaksanakan dengan penuh kasih dengan tidak mementingkan keinginan dan nafsu semata dari penyelenggara pemerintahan maupun badan yang berkecimpung didalamnya. Dalam hal ini adalah tim kesehatan.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab ( sila ke-2 ) Berdasarkan sila ke-2 , kata kemanusiaan di atas berarti bahwa jamkesmas ini diperuntukkan bagi dan demi umat manusia, khususnya di Indonesia. Sedangkan kata adil dan beradab menunjukkan bahwa program jamkesmas ini merupakan suatu fasilitas bagi umat manusia ( penduduk Indonesia ) sebagai sarana pemeratan atau keadilan bagi rakyat yang tidak mampu khususnya dibidang kesehatan. 3. Persatuan Indonesia ( sila ke-3) Berdasarkan sila ke-3 jelas bahwa Indonesia merupakan Negara persatuan. Negara itu satu. Disini diartikan apabila satu warga Negara mempunyai hak dalam kebijakan pemerintah. maka warga Negara yang lain juga berhak mendapatkannya. Karena kita merupakan satu persatuan yang utuh. Untuk mewujudkan Negara persatuan, Negara harus dikondisikan dalam suasana yang nyaman bagi semua warga Negara. Keadaan ini tercapai bila semua komponen bangsa merasakan peran dan fungsi dari pemerintah. Khusunya bagi warga Negara yang kurang mampu. Bila mereka juga

mendapatkan hak sama di dalam Negara, mereka tidak akan berkecil hati. Mereka akan merasakan kenyamanan dan pada akhirnya persatuan dari berbagai kalangan akan terwujud. 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan ( sila ke-4 ) Berdasarkan sila ke-4, tergambar jelas bahwa rakyat Indonesia dipimpin oleh pemerintahan yang bijaksana. Bijaksana dalam menyusun kebijakan, pelaksanaan, serta pengawasannya. Setiap kebijakan pemerintah terutama dalam bidang sosial seharusnya tidak hanya indah diatas hitam dan putih saja, tetapi juga dalam pelaksanaan serta fungsi pengawasan selama penyelenggaraannya juga.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ( sila ke-5 ) Berdasarkan sila ke-5 ini jelas terlihat bahwa yang diutamakan dalam program ini adalah keadilan. Kita telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara berkembang, dimana mayoritas warganya masih berada dalam garis kemiskinan. Di Indonesia masih ada budaya yang kaya makin kaya , yang miskin makin miskin. Jadi masyarakat Indonesia yang mayoritas masih berada di garis kemiskinan yang belum mendapatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan dengan berbagai alasan antara lain banyak dari mereka yang belum mengerti pentingnya arti kesehatan di hidup mereka. Selain itu, karena kurangnya biaya finansial mereka untuk membayar seluruh fasilitas dan pengobatan yang diminta oleh instansi penyedia layanan kesehatan. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan fasilitas jamkesmas ini untuk mengcover ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan

bermasyarakat.

C. Tahapan Jamkesmas Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan jamkesmas yaitu sebagai berikut. 1. Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar berkunjung ke Puskesmas dan jaringannya 2. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, peserta harus menunjukkan kartu yang keabsahan kepesertaannya merujuk kepada daftar masyarakat miskin yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota setempat 3. Apabila peserta Jamkesmas memerlukan pelayanan kesehatan rujukan, maka yang bersangkutan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan disertai surat rujukan dan kartu peserta yang ditunjukkan sejak awal sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan, kecuali pada kasus

emergency.

4. Pelayanan rujukan sebagaimana butir ke-3 (tiga) diatas meliputi : a. Pelayanan rawat jalan lanjutan (spesialistik) di Rumah Sakit, BKMM/ BBKPM /BKPM/BP4/BKIM. b. Pelayanan Rawat Inap kelas III di Rumah Sakit c. Pelayanan obat-obatan d. Pelayanan rujukan spesimen dan penunjang diagnostic 5. Untuk memperoleh pelayanan rawat jalan di BKMM/BBKPM/BKPM/ BP4/BKIM dan Rumah Sakit peserta harus menunjukkan kartu peserta atau SKTM dan surat rujukan dari Puskesmas di loket Pusat Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) 6. Untuk memperoleh pelayanan rawat inap di BKMM/BBKPM/BKPM/ BP4/BKIM dan Rumah Sakit peserta harus menunjukkan kartu peserta atau SKTM dan surat rujukan dari Puskesmas di loket Pusat Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) 7. Pada kasus-kasus tertentu yang dilayani di IGD termasuk kasus gawat darurat di BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM dan Rumah Sakit peserta harus menunjukkan kartu peserta atau SKTM dan surat rujukan dari Puskesmas 8. Bila peserta tidak dapat menunjukkan kartu peserta atau SKTM sejak awal sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan, maka yang bersangkutan di beri waktu maksimal 2 x 24 jam hari kerja untuk menunjukkan kartu tersebut. Pada kondisi tertentu dimana ybs belum mampu menunjukkan identitas sebagaimana dimaksud diatas maka Direktur RS dapat menetapkan status miskin atau tidak miskin yang bersangkutan.

Maka dari itu, peran lembaga kesehatan sangat pentimg guna terselengaranya program jamkesmas sesuai kaidah yang benar. Langkah pertama yang harus ditempuh adalah memberikan informasi tentang prosedur untuk mendapatkan jamkesmas. Dalam hal ini, lembaga kesehatan juga harus mengetahui sasaran yang tepat untuk mendapatkan jamkesmas. Hal penting yang harus dijauhi adalah praktik KKN. Hal tersebut dapat membawa program yang

pada dasarnya mulia menjadi program pemerintah yang dapat menimbulkan ketimpangan bagi masyarakat Indonesia. Langkah kedua yang harus dilakukan oleh lembaga kesehatan demi terselenggaranya program pemerintah ini adalah melayani dengan hati kepada masyarakat kurang mampu selama prosedur untuk mendapatkan jamkesmas. Lembaga kesehatan tidak boleh memandang sebelah mata masyarakat tersebut. kita harus menegakkan keadilan sesuai dengan Pancasila sila ke 2. Bahwa tidak hanya mereka yang mampu yang dapat memperoleh dan menikmati layanan yang baik dari lembaga kesehatan, tetapi juga mereka yang kurang mampu. Karena program jamkesmas ini memang diperuntukan untuk warga miskin agar terjadi pemerataan dalam pelayanan kesehatan.

D. Penyimpangan Pelaksanaan Jamkesmas Pada awalnya Jamkesmas merupakan suatu program mulia yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk membantu rakyat Indonesia yang masih dalam keadaan miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Jamkesmas ini akan berhasil jika ada sinergi yang benar dan tepat antara pemerintah dan rakyat Indonesia itu sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, terjadi penyimpanganpenyimpangan pada pelaksanaan jamkesmas. Jika ditilik lebih lanjut, penyimpangan tersebut berasal dari penyelenggara atau pelaksana jamkesmas. Dimulai dari pendataan yang tidak mendetail dan menyeluruh hingga birokrasi yang terlalu rumit dan berbelit belit memperoleh jamkesmas tersebut. Dilihat dari kenyataannya, masih banyak warga miskin yang tidak mendapatkan jamkesmas, sedangkan warga yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan jamkesmas justru mendapatkan jamkesmas secara mudah. Hal ini disebabkan karena adanya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ) yang memang sudah mendarah daging di bumi pertiwi. Belum puasnya penyelenggara mempersulit warga untuk mendapatkan jamkesmas, makin ditambah dengan kurangnya informasi tentang jamkesmas pada warga miskin tersebut. Ironinya, apabila jamkesmas telah diperoleh, masih ada birokrasi yang harus dilakukan sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama rumitnya saat untuk

mendapatkan jamkesmas. Pihak pelayanan kesehatan yang bertatap langsung ( rumah sakit ) terkadang bersikap enggan melayani masyarakat yang kurang mampu karena pihak rumah sakit terikat dengan peraturan-peraturan di rumah sakit yang notabene tidak mau rugi sedikitpun. Lebih lanjut bahwa keadaan masyarakat kurang mendapatkan informasi dan kurang peduli tentang pentingnya jamkesmas. Jika jamkesmas dilaksanakan sesuai tujuannya, maka akan membantu penurunan angka kemiskinan di Indonesia sebagai negara berkembang untuk menjadi negara maju. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat kesehatan masyarakat merupakan salah satu kriteria dari Negara maju. Semua kebijakan Pemerintah sebenarnya harus menganut asas Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat menuju kesejahteraan Indonesia. Seperti halnya jamkesmas yang sebenarnya telah ada anggaran tersendiri sesuai jumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia. Untuk menuju kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa dimulai dari pendidikan atau info secara bertahap mengenai jamkesmas secara menyeluruh termasuk bagaimana cara atau tahap-tahap untuk mendapatkan jamkesmas.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari uraian diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pelaksanaan program maupun kebijakan pemerintah belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Serta belum mencerminkan nilai nilai pada Pancasila. Hal ini disebabkan oleh sistem ataupun penyelenggara pemerintahan serta lembaga yang berkecimpung didalamnya belum berpedoman pada Pancasila. Sehingga terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan kebijakan dari pemerintah. Selan itu, masih rendahnya kesadaran dari lembaga masyarakat bahwa pada dasarnya lemaga masyarakat bekerja untuk rakyat, melayani dengan hati dan bekerja dengan cinta untuk kesejahteraan masyarakat.

B. Saran Saran yang dapat kami sampaikan adalah : 1. Pemerintah hendaknya tidak hanya membuat kebijakan menjadi mulia pada teorinya saja tetapi juga mengawasi pelaksanaannya 2. Lembaga kemasyarakatan khususnya di bidang kesehatan hendaknya tidak membeda bedakan dalam memberikan pelayanan. 3. Sebagai mahasiswa hendaknya kita mempelajari untuk memahami dan mengamalkan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

Anda mungkin juga menyukai