P. 1
Khutbah Jum'at: Waspadai Golongan Merugi Di Bulan Ramadhan

Khutbah Jum'at: Waspadai Golongan Merugi Di Bulan Ramadhan

4.0

|Views: 19,990|Likes:
Dipublikasikan oleh Indra Sutriadi Pipii
Khutbah Jum'at: Waspadai Golongan Merugi Di Bulan Ramadhan
Khutbah Jum'at: Waspadai Golongan Merugi Di Bulan Ramadhan

More info:

Published by: Indra Sutriadi Pipii on Aug 16, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2014

pdf

text

original

Waspadai Golongan Merugi Di Bulan Ramadhan

ْ‫إِ ّ الْحَمْدَ ِلِ نَحْمَ ُ ُ وَنَسْتَعِيُْ ُ وَنَسْتَغْفِ ُ ُ وَنَ ُوْ ُ بِالِ مِنْ ُ ُوْرِ أَنْ ُسِنَا وَسَّئَاتِ أَعْمَالِنَا من‬ َ ‫ي‬ ‫شر ف‬ ‫ره ع ذ‬ ‫نه‬ ‫ده‬ ‫ن‬ ‫يَهْدِهِ الُ فَلَ ُضِ ّ لَ ُ وَمَنْ ُضِْللْ فَلَ هَادِيَ لَ ُ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلهَ إِلّ ا ُ وَأَشْهَ ُ أَ ّ ُحَ ّدًا‬ ‫د نم م‬ ‫ل‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫م ل ه‬ ‫د ُ س له‬ ُ ُْ‫عَبْ ُه وَرَ ُو‬ .‫اَلل ُمّ صَ ّ وَسّمْ عَلى ُحَمّدٍ وَعَلى آِلهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ ُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ ال ّيْن‬ ‫د‬ ِ ‫ه‬ ‫م‬ ‫ه ل َل‬ َ‫يَاأَّهَا اّذَيْنَ آمَُوْا اّ ُوا الَ ح ّ ُقَاتِهِ وَلَ تَ ُوُْ ّ إِ ّ وَأَنُْمْ ُسْلِمُوْن‬ ‫م تن ل ت م‬ ‫َق ت‬ ‫ن تق‬ ‫ي ل‬ ‫يَاأَّهَا النَا ُ اّ ُوْا رَّ ُمُ اّذِي خلَقَ ُمْ منْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَ ّ مِنْ ُمَا‬ ‫ث ه‬ َ ِ ‫َ ك‬ ‫س تق بك ل‬ ‫ي‬ ‫رِجَالً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاّ ُوا الَ الَذِي تَسَاءَُوْنَ بِهِ وَاْلَرْحَام َ إِ ّ الَ كَانَ علَيْ ُمْ رَقِيْبًا‬ ‫َك‬ ‫ن‬ ‫ل‬ ‫تق‬ ْ‫يَاأَّهَا اّذِيْنَ آمَُوْا اّ ُوا الَ وَقُوُْوْا قَوْلً سَدِيْدًا ُصِْلحْ لَ ُمْ أَعْمَالَ ُمْ وَيَغْفِرْلَ ُمْ ذُوْبَ ُمْ وَمَن‬ ‫ك ُن ك‬ ‫ك‬ ‫ك‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ن تق‬ ‫ي ل‬ … ُ‫ُيطِعِ الَ وَرَ ُوْلَ ُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَ ّا بَعْد‬ ‫م‬ ‫س ه‬ ‫ر‬ ّ َ‫فَأِ ّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَا ُ الِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْ ُ ُحَمّدٍ صَّى ال عَلَْيهِ وَسَّمَ، وَش‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ىم‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ِ‫اْ ُمُوْرِ ُحْدَثَاُهَا، وَ ُ ّ ُحْدَثَةٍ بِدْعَ ٌ وَ ُ ّ بِدْعَةٍ ضَلَلَ ً، وَ ُلّ ضَلَلَةِ فِي الّار‬ ‫ن‬ ‫ة ك‬ ‫ة كل‬ ‫ل م ت كل م‬
Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib tidak pernah bosan-bosannya untuk menghimbau diri khatib secara pribadi dan para jama’ah sekalian untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah  di mana saja kita berada dengan berupaya semaksimal mungkin mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena tidak ada bekal terbaik di hari kiamat kelak yang membuat kita mulia di sisiNya melainkan dengan taqwa. Tidak ada yang mampu menjadi tameng kita dari adzab dan api nerakaNya melainkan adalah taqwa yang kita miliki. Allah  berfirman,

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. al-Baqarah:197) Dan Rasulullah  bersabda,

ْ ْ ‫وتزودوا ف َإن خي الزاد التقوى‬ ِ َّ َ َ َّ ِ ُ َّ َ َ َ َ َّ

(‫اِّقِ الَ حَيْث ُاَ ُنْتَ وأَتبِْعِ ال ّّئَةَ اْلَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ الّاسَ بِ ُل ُ حَسَنٍ )رَوَا ُ الّرْمِذِي‬ ‫ه ت‬ ٍ‫ن خ ق‬ ‫م ك َ سي‬ ‫ت‬
“Bertakwalah kamu di mana saja kamu berada, dan sertakanlah olehmu kejahatan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya (kejahatan tersebut), serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. at-Tirmidzi, dengan sanad hasan shahih) Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Dalam kesempatan di bulan Ramadhan ini, bulan yang penuh berkah, bulan yang akan menempa kita menjadi manusia-manusia yang bertakwa, terdapat banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan predikat takwa tersebut. Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah berusaha

untuk tidak termasuk pada golongan-golongan yang merugi di bulan Ramadhan. Merugi karena tidak mendapatkan keutamaan di bulan Ramadhan, bahkan kebanyakan hanya mendapatkan dosa. Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Golongan pertama yang merugi di bulan Ramadhan adalah mereka yang berpuasa namun meninggalkan shalat lima waktu yang wajib. Sebagian ulama menjelaskan bahwa meninggalkan shalat wajib yang lima waktu hukumnya adalah kafir berdasarkan kebanyakan dalil yang ada, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah , bahwa Rasulullah  bersabda,

ِ‫إِ ّ بَيْنَ ال ّجلِ وَ بَيْنَ ال ّرْكِ وَ الْ ُفْرِ تَرْ ُ ال ّلة‬ َ‫ك ك ص‬ ‫ش‬ ُ‫ر‬ ‫ن‬

Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat. (HR. Muslim) Diriwayatkan dari Buraidah bin Al-Hushain Al-Aslami , Rasulullah  bersabda,

َ‫اَلْعَهْ ُ اّذِيْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ ُ ُ ال ّل ُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَر‬ ‫هم ص َت‬ ‫دل‬
Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barang-siapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir. (HR. Ahmad) Meninggalkan shalat wajib merupakan salah satu dari sekian banyak dosa-dosa besar serta termasuk dosa besar yang dapat menyebabkan pelakunya terjerumus pada kekafiran dan kesyirikan. Dengan demikian orang yang meninggalkan shalat tidak mendapatkan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah , dari Nabi , beliau bersabda,

‫اَل ّلوَا ُ الْخَمْ ِ، الْ ُ ُعَ ُ إِلَى الْ ُ ُعَةِ، وَ رَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ُكَ ّرَا ٌ مَا بَيْنَ ُ ّ إِذَا‬ ‫هن‬ ‫م ف ت‬ ‫جم‬ ‫صَ ت س جم ة‬ ُ‫اجُْنَِبتِ الْكَبَائِر‬ ‫ت‬
Shalat lima waktu, dari (shalat) Jum'at ke (shalat) Jum'at yang lain, dan dari (puasa) Ramadhan ke (puasa) Ramadhan yang lain adalah penghapus dosa-dosa kecil di antara waktu-waktu tersebut, selama tidak melakukan dosa besar. (HR. Muslim, at-Tirmidzi) Mereka yang meninggalkan shalat lima waktu terhalang dari keutamaan tersebut karena meninggalkannya termasuk dosa besar. Sedangkan menjauhi dosa besar adalah syarat mendapatkan keutaman seperti yang disebutkan dalam hadits di atas. Para ulama juga menjelaskan bahwa dosa besar tidak akan diampuni melainkan dengan bertaubat nasuha. Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Golongan kedua yang sangat merugi di bulan Ramadhan adalah mereka yang telah diwajibkan untuk berpuasa namun mereka tidak berpuasa di siang hari bulan Ramadhan, dengan disengaja dan tanpa udzur syar'i. Golongan ini mendapatkan ancaman sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah  bersabda, “Ketika aku sedang tidur tiba-tiba ada dua orang yang datang dan memegang pangkal lenganku dan membawaku ke sebuah gunung yang tinggi seraya berkata, 'Naiklah!', Aku berkata, 'Aku tidak bisa'. Keduanya berkata lagi, 'Kami akan memberi kemudahan kepadamu', lalu akupun naik sampai ke pertengahan, tiba-tiba terdengar suara keras. Aku bertanya, 'Suara apa itu?' Mereka menjawab, 'Itu suara teriakan penghuni Neraka.' Kemudian mereka membawaku mendaki lagi, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang yang digantung dengan urat belakang mereka, dari pinggiran mulutnya mengeluarkan darah. Aku bertanya, 'Siapakah mereka?' Dijawab, 'Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa (pada) bulan Ramadhan sebelum tiba waktunya'.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Telah diriwayatkan dari Ibnu Umar , ia berkata bahwasanya Rasulullah  bersabda,

ِ‫ُنِيَ اْلِسْلَ ُ علَى خَمْ ٍ، شَهَادَةِ أَنْ لَ إِلَهَ إِ ّ ا ُ وَ أَ ّ ُحَ ّدًا عَبْ ُ ُ وَ رَ ُوُْ ُ، وَ إِقَام‬ ‫ل ل ن م م ده س له‬ ‫س‬ َ ‫م‬ ‫ب‬ َ‫ال ّلَةِ، وَ إِيْتَاءِ ال ّكَاةِ وَ ح ّ الْبَيْتِ، وَ صَوْمِ رَمَضَان‬ ‫َج‬ ‫ز‬ ‫ص‬

Islam didirikan di atas lima dasar, yaitu bersaksi bahwasanya tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji ke Baitullah dan puasa pada bulan Ramadhan. (Muttafaq 'Alaihi) Dan umat telah sepakat tentang kewajiban puasa bulan Ramadhan, dan ia merupakan salah satu rukun dari rukun-rukun Islam yang telah diketahui dari agama secara pasti. Barangsiapa yang mengingkari akan kewajibannya, maka ia telah kafir atau keluar dari Islam. Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Golongan yang merugi selanjutnya adalah mereka yang mengerjakan dosa-dosa besar. Sebagaimana dalam hadits yang telah disebutkan di atas, bahwa mereka yang mengerjakan dosadosa besar terhalangi dari keutamaan dihapuskannya seluruh dosa-dosa kecil dari Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang lain, terkecuali dengan bertaubat nasuha dari berbagai dosa besar. Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Golongan berikutnya yang merugi di bulan Ramadhan adalah mereka yang mengucapkan katakata kotor, membuat kegaduhan dan melakukan perbuatan-perbuatan orang-orang bodoh termasuk caci-maki dan berkelahi serta menyenangi perbuatan sia-sia. Diriwayatkan dari Abu Hurairah , bahwasanya Rasulullah  bersabda, “Jika pada hari salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'” (Muttafaqun 'Alaihi) Diriwayatkan dari Abu Hurairah , dia berkata: Rasulullah  bersabda, artinya, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakannya, maka Allah tidak memerlukan orang itu untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya).” (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi) Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Golongan terakhir adalah mereka yang menjauhi berbagai hal yang dimakruhkan di bulan Ramadhan, namun tidak mengerjakan hal-hal yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan. Mereka ini tidak perhatian dalam menjalankan shalat malam di bulan Ramadhan, tidak memperbanyak bacaan al-Qur'an, tidak banyak bersedekah serta tidak beri'tikaf di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Dengan meninggalkan berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan ini, golongan ini telah menyia-nyiakan kesempatan emas yang Allah berikan kepada ummatnya untuk mendapatkan pahala serta keridhaan Allah .

َ‫أَقُوْل قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِ ُ الَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْ ُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِ ُوْ ُ إِّن ُ ُو‬ ‫ر ه هه‬ ‫م‬ ‫ر‬ ُ ِ‫الْغَفُوْرُ ال ّحِيْم‬ ‫ر‬

Khutbah Kedua

ْ‫إِ ّ الْحَمْدَ ِلِ نَحْمَ ُ ُ وَنَسْتَعِيُْ ُ وَنَسْتَغْفِ ُ ُ وَنَ ُوْ ُ بِالِ مِنْ ُ ُوْرِ أَنْ ُسِنَا وَسَّئَاتِ أَعْمَالِنَا من‬ َ ‫ي‬ ‫شر ف‬ ‫ره ع ذ‬ ‫نه‬ ‫ده‬ ‫ن‬ ‫يَهْدِه الُ فَلَ ُضِ ّ لَ ُ وَمَنْ ُضِْللْ فَلَ هَادِيَ لَ ُ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلهَ إِ ّ ا ُ وَأَشْهَ ُ أَ ّ ُحَ ّدًا‬ ‫د نم م‬ ‫لل‬ ‫ه‬ ‫ي‬ ‫م ل ه‬ ِ ،ُ ْ‫عَبْ ُه وَرَ ُوُْ ُ، وَبَع‬ ‫د ُ س له د‬
Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimani wa Rahimakumullah, Demikianlah berbagai golongan yang merugi di bulan Ramadhan menurut tingkatannya. Ada yang kerugiannya begitu besar sampai-sampai tidak mendapatkan apapun di bulan Ramadhan bahkan hanya mendapatkan dosa hingga golongan mendapatkan kerugian yang sedikit sehingga mengurangi pahala yang didapatkan di bulan Ramadhan. Adapun kita yang hadir saat ini hendaklah tetap berusaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya di bulan Ramadhan ini dan senantiasa mewaspadai hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian pada amalan-amalan di bulan Ramadhan ini. Dengan demikian, semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah berupa predikat takwa dan berbagai pahala yang disediakan sebagaimana firmanNya,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. al-Baqarah: 183) Juga seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah  bersabda,

ٓ ْ َّ َ َّ ‫يـٰأ َُّيا ٱلين ءامنُوا كُتب عليكم ٱلصيام كما كُتب عل ٱلين من‬ ِ ِ َ َ َ ِ ۟ َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ ُ َ ِّ ُ ُ َ ْ ْ ْ ‫قبلكم لَعل َكم تتقُون ۝‬ ِ َ ّ َ ُ َ َّ َ ُ ِ‫مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا ُفِرَ لَ ُ مَا تَقَ ّمَ مِنْ ذَنْبِه‬ ‫غ ه د‬

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (Muttafaq 'Alaihi) Semoga Ramadhan di tahun ini lebih baik daripada Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita sehingga Ramadhan ini berlalu dan kita meraih ketakwaan yang sebenar-benar takwa. Amiin...

َ‫اَلّ ُم صَ ّ عَلَى ُحَ ّدٍ وَعَلَى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا صَّيْتَ علَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِّك‬ ‫ن‬ َ ‫ل‬ ‫م م‬ ‫م م‬ ‫له ّ ل‬ ِ‫حَمِيْ ٌ مَجِيْ ٌ. وَبَارِكْ علَى ُحَ ّدٍ وَعَلَى آلِ ُحَ ّدٍ كَمَا بَارَكْتَ علَى إِبْرَاهِيْمَ وَعلَى آل‬ َ َ ‫م م‬ ‫َ م م‬ ‫د د‬ .ٌ ْ‫إِبْرَاهيْمَ، إِّكَ حَمِيْ ٌ مَجِي‬ ‫د د‬ ‫ِ ن‬ َ‫اَلّ ُ ّ اغْفِرْ لِلْ ُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَا ِ، وَالْ ُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلَحْيَاءِ مِنْ ُمْ وَاْلَمْوَا ِ، إِّك‬ ‫ت ن‬ ‫ه‬ ‫ت م‬ ‫م‬ ‫لهم‬ .ِ ‫سَمِيْ ٌ قَرِيْ ٌ ُجِيْبُ ال ّعَوَا‬ ‫د ت‬ ‫ع بم‬

‫رَّنَا لَُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ َأخْطَأْنَا رَّنَا وَلَ تَحْمِلْ عَلَْينَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَ ُ عَلََى ّلذِيْنَ مِنْ‬ ‫ا‬ ‫ه‬ ‫ب‬ ‫ب ت‬ ‫قَبْلِنَا رَّنَا وَلَ تًحَ ّلْنَا مَالَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْ ُ عَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْ ُرْنَا عَلَى‬ ‫ص‬ ‫ف ن‬ ‫م‬ ‫ب‬ ‫الْقَوْمِ الْكَافِرِيْ َ.‬ ‫ن‬ ‫رَبَنَا ءَاتِنَا فِي ال ّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ الّارِ. وَ الْحَمْ ُ لِّهِ رَ ّ الْعَالَمِيَ.‬ ‫د ل ب‬ ‫ن‬ ‫د‬

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->