Anda di halaman 1dari 14

SINTESIS SENYAWA GARAM KOMPLEKS

Cu(NH3)4SO4.H2O

(TETRAAMINTEMBAGA(II) SULFAT
MONOHIDRAT)

Oleh Regu 7 : Thilma Tiziana M / H311 11 014 Rachma Surya M / H311 12 267 Nur Aqlia / H311 12 287

Maksud Percobaan
Maksud dari percobaan ini yaitu mempelajari dan

memahami sintesis senyawa garam kompleks.

Tujuan Percobaan
1. Mengetahui teknik pembuatan senyawa garam kompleks tetraamintembaga(II) sulfat

monohidrat.
2. Menghitung persen rendemen dari kristal yang

terbentuk.

Prinsip Percobaan
Senyawa garam
sulfat

kompleks
monohidrat

tetraamintembaga(II)

disintesis

dengan

mereaksikan

CuSO4.5H2O dengan NH4OH dan etanol

kemudian didinginkan.

Teori Singkat
Garam merupakan hasil reaksi antara asam dan basa. Reaksinya dinamakan sebagai reaksi netralisasi. Reaksi ini menghasilkan garam dan air. Garam yang mengandung ionion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks. Jika larutan amonia ditambahkan ke dalam larutan ion Cu2+, larutan biru muda berubah menjadi biru tua karena terjadinya pendesakan ligan air oleh ligan amonia.

Bahan PERCOBAAN
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : Padatan CuSO4.5H2O Larutan NH4OH 15 M Larutan etanol Akuades Aluminium foil Kertas saring Es batu

Alat percobaan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah : Erlenmeyer 250 mL Pipet tetes Labu ukur 10 mL Bulb Gelas piala 50 mL Oven Gelas piala 100 mL Neraca digital Gelas ukur 10 mL Baskom Hotplate Corong Batang pengaduk Pipet skala 10 mL

Prosedur Percobaan
2, 5 gram CuSO4.5H2O Ditimbang Dilarutkan dengan 7 mL akuades dan dipanaskan hingga larut sempurna Ditambahkan 5 mL amonia15 M lalu diaduk hingga larutan berwarna biru tua. Ditambah 8 mL etanol melalui dinding gelas kimia. Jangan diaduk. Ditutup dengan alminium foil. Didinginkan selama 1 malam. Kristal Didekantasi Disaring Dicuci dengan campuran 5 mL larutan amonia dan etanol (1:1) Dicuci kembali dengan etanol Dikeringkan dalam oven Ditimbang Hasil

Hasil Pengamatan
Langkah Kerja Bobot CuSO4.5H2O Hasil Pengamatan 2,45 gram

Dilarutkan dengan akuades dan amonia larutan berwarna biru tua

Larutan B Penambahan etanol


Lapisan atas Lapisan bawah Larutan tidak berwarna Larutan biru tua Kristal biru tua Kristal biru tua Kristal biru tua 2,34 gram

Larutan A + Larutan B
Dikeringkan

Didinginkan selama 1 malam Kristal disaring dan dicuci dengan amonia dan etanol Bobot kristal (bobot praktek)

Reaksi
Adapun reaksi yang terjadi yaitu :

4NH4OH + CuSO4.5H2O 8H2O

Cu(NH3)4SO4.H2O +

Perhitungan Secara teori


Mr CuSO4.5H2O = 249,54 g/mol Mr Cu(NH3)4SO4.5H2O = 245,54 g/mol Mol CuSO4.5H2O =

Mol Cu(NH3)4SO4.H2O =
Berdasarkan reaksi :
4 NH 4OH CuSO4 .5H 2O Cu ( NH 3 ) 4 SO4 .H 2O 8 H 2O

Mol Cu(NH3)4SO4.H2O mol CuSO4.5H2O 4 mol NH4OH maka, Massa kristal Cu(NH3)4 SO4.H2O = Mol Cu(NH3)4 SO4.H2O x Mr kristal

Perhitungan Rendemen

Berat praktek Rendamen = x 100 % Berat teori

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Telah berhasil disintesis garam kompleks tetraamintembaga(II) sulfat monohidrat. 2. Garam kompleks tetraamintembaga(II) sulfat monohidrat yang terbentuk sebesar 2,16 gram dengan persen rendemen sebesar 87,98%.

Hasil pengamatan

Terima Kasih