Anda di halaman 1dari 153

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Dalam proses pembangunan nasional masyarakat terutama pedesaan,

perguruan tinggi dituntut untuk menyumbangkan tenaga dan pemikiran guna mempercepat proses pembangunan masyarakat. Mahasiswa sebagai sumber daya yang potensial dituntut agar lebih peka dan berperan aktif dalam menghadapi permaslahan yang ada disekitarnya. Upaya tersebut diwujudkan dalam suatu kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan multidisipliner berdasarkan partisipasi mahasiswa dalam bentuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan KKN ini merupakan kegiatan untuk mendorong partisipasi, kesadaran serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendorong prakarsa dan swadaya masyarakat pedesaan dan taraf hidup dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. Mahasiswa sebagai sumber daya yang potensial dituntut untuk lebih peka dan berperan aktif dalam menghadapi permasalahan yang ada disekitarnya serta mampu menjadi motivator pembangunan desa. Melalui tema PPM (Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) diharapkan mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat guna mengembangkan segala potensi yang ada dalam membangun desa. Desa Pagergunung merupakan salah satu desa di Kabupaten Kendal yang menjadi desa lokasi KKN PPM. Desa ini terletak di Kecamatan Pageruyung berbatasan dengan Kecamatan Weleri dan cukup jauh dari pusat Kecamatan, selain itu, antara satu Dusun dan Dusun lainnya terpisah cukup jauh pula. Oleh karena hal tersebut desa lokasi KKN ini kondisinya tidak terlalu maju memiliki beberapa permasalahan yang perlu dicarikan solusi. Masalah yang paling utama hanya berupa kurangnya inisiatif dan inovasi masyarakat sehingga kegiatan ekonomi masyarakat desa kurang berkembang. Potensi yang ada kurang dapat dioptimalkan dengan baik. Padahal potensi yang dimiliki Pagergunung dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian serta kemampuan masyarakat. Maka dari itu TIM II KKN UNDIP memberikan program-program kegiatan yang

dapat menstimulus pengembangan masyarakat Desa Pagergunung agar lebih berinisiatif dan inovatif. Sebelum melaksanakan tugas kerja di lokasi KKN, TIM II KKN UNDIP Desa Pagergunung melakukan survey lokasi awal dan menemukan beberapa permasalahan dan potensi yang akan menjadi input dalam perencanaan kegiatan kerja. Setelah mengetahui permasalahan maka akan disusun program kerja selama 35 hari di lokasi KKN. Setelah 35 hari berada di lokasi KKN Desa Pagergunung, beberapa program telah dilaksanakan dan memberikan hasil yang cukup baik. Dalam hal pelaksanaan program terdapat dukungan berbagai pihak serta partisipasi masyarakat sehingga segala kegiatan berjalan lancar.

b. Masalah Di setiap Desa tentunya memiliki permasalahan-permasalahan, dimana permasalahan itu dapat diberikan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, setelah di lakukan survey dan diidentifikasi lebih lanjut, Desa Pagergunung memiliki beberapa masalah, antara lain sebagai berikut : No. Permasalahan Lokasi

1.

Kurangnya pengenalan mengenai teknologi dan ilmu pengetahuan kontemporer di sekolah

SD 1 dan SD 2 Desa Pagergunung

2.

Kurangnya pengetahuan dan bekal pemuda desa untuk mencari pekerjaan

Desa Pagergunung

3.

Banyak masyarakat desa yang bekerja menjadi buruh dan sedikit sekali yang menjadi pemilik lapangan kerja

Desa Pagergunung

4.

Banyak anak-anak usia sekolah yang cenderung nakal

Desa Pagergunung

5.

Pengeringan jagung masih dilakukan dengan mengandalkan sinar matahari

Desa Pagergunung

6.

Jalan antardusun yang sulit dilalui

Desa Pagergunung

7.

Penyajian data monografi desa yang sulit diinterpretasi

Balai Desa Pagergunung

8.

Peta administrasi dan potensi desa masih sangat konvensional

Balai Desa Pagergunung

9.

Keamanan dan keselamatan kerja penambang pasir kurang terjamin

Tambang Pasir Desa Pagergunung

c.

Tujuan Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan

Masyarakat (KKN-PPM), yang tertuang melalui program kerja yang disusun mempunyai beberapa maksud dan tujuan seperti: 1. Memperdalam cara berpikir dan bekerja sama secara interdisipliner mahasiswa untuk diterapkan dalam menghadapi permasalahan serta memberikan solusi dalam masyarakat; 2. Meningkatkan peran serta masyarakat sebagai motivator dinamisator untuk lebih peduli pada pembangunan, lingkungan hidup dan

permasalahan sosial lainnya yang ada di masyarakat; 3. Memperdalam pengertian, penghayatan dan pengaplikasian ilmu dan teknologi yang telah dipelajari dalam masyarakat desa; 4. Memberikan bantuan berupa pikiran, tenaga, ilmu dan pengetahuan teknologi kepada masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan;

5. Memberikan pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi masyarakat, sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa; 6. Membantu pemerintah dalam mempercepat tumbuhnya laju pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat; 7. Mengembangkan kerjasama antardisiplin ilmu dan antar lembaga.

d. Metodologi/Langkah kerja Pelaksanaan kuliah kerja nyata yang dilaksanakan di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal memiliki metode/langkah kerja yakni metode Participatory Rural Apraisal (PRA). PRA (Participatory Rural Appraisal) diterjemahkan Penilaian/Pengkajian/Penelitian keadaan Pedesaan secara partisipatif. PRA bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan teknik dan alat yang mendorong masyarakat pedesaan untuk turut serta meningkatkan kemampuan dalam menganalisa keadaan mereka terhadap kehidupan dan kondisinya, agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan sendiri (Chambers). PRA memiliki visi, tujuan dan unsur-unsur yaitu VISI PRA yaitu terwujudnya perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat agar ketimpangan yang disebabkan oleh proses pembangunan dapat ditiadakan atau dikurangi, agar kesejahteraan dinikmati secara adil dan merata. Hal ini artinya perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat agar terjadi perubahan perilaku serta perubahan sosial yang diharapkan dan perlu dilakukan pendidikan masyarakat sebagai proses pemberdayaan tersebut. Adapun tujuan dari PRA adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Praktis (Jangka Pendek) Menyelenggarakan kegiatan bersama masyarakat untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan praktis dan peningkatan kesejahteraan. 2. Tujuan Strategis (Jangka Panjang) Mencapai pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial melalui pengembangan masyarakat dengan menggunakan pendekatan pembelajaran. Hal yang dimaksud pemberdayaan (empowerment) adalah menguatkan masyarakat,

dengan cara memberikan dorongan kepada masyarakat agar menggali potensi dirinya dan berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya. Caranya melalui pembelajaran yang terus menerus selama kita mengembangkan program. Sedangkan yang dimaksud dengan Perubahan Sosial (social change) adalah Perubahan cara-cara hidup dalam masyarakat, baik karena sebab-sebab dari dalam masyarakatnya sendiri maupun sebab-sebab dari luar. Perubahan sosial merupakan tujuan mendasar metode PRA. Tanpa tujuan peruhaban sosial, berarti bukan metode PRA. Perubahan yang diharapkan adalah: kehidupan masyarakat yang lebih baik yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Melalui proses penyadaran dan pembelajaran, diharapkan masyarakat mampu merubah hidupnya sendiri. Adapun langkah-langkah dalam pendekatan PRA dalam daur Program adalah sebagai berikut: 1. Penjajagan/Pengenalan Kebutuhan Tahap pengenalan menggunakan beberapa langkah, adapun langkah tersebuta adalah sebagai berikut: a. Pengenalan masalah, kebutuhan dan potensi masyarakat b. Pengkajian hubungan sebab-akibat masalah masalah (identifikasi akar masalah) c. Pengkajian potensi lokal dan luar d. Penetepan prioritas masalah berdasarkan kriteria masyarakat (antara lain: sifat mendesaknya, dan ketersediaan potensi masyarakat/sumberdaya) 2. Perencanaan Kegiatan Merupakan kelanjutan dari kegiatan penjajagan kebutuhan. Hasil

penguraian masalah masalah dan potensi-potensi serta penyusunan prioritas masalah, dijabarkan menjadi: a. Alternatif-alternatif pemecahan masalah b. Alternatif-altenatif kegiatan yang bisa dilakukan sesuai dengan ketersediaan sumberdaya, baik lokal maupun dari luar. c. Penentuan para pelaksana, penanggungjawab, dan pendamping kegiatan. 3. Pelaksanaan/Pengorganisasian Kegiatan

Sesuai prinsip-prinsip dalam metode PRA, pelaksanaan kegiatan sebaiknya diorganisir dan dipimpin oleh anggota masyarakat sendiri, sedangkan orang luar hanya mendampingi. Yang harus diselesaikan dalam tahapan ini meliputi: a. Pengaturan jadual kegiatan b. Pembagian kelompok dan tugas-tugas 4. Pemantauan Kegiatan Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat apakah program berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Biasanya dilakukan dalam jangka waktu pendek (per 3 bulan atau 6 bulan) dan hasilnya dituliskan dalam laporan kemajuan/perkembangan program. (Progress report). 5. Evaluasi Kegiatan Terdapat dua macam evaluasi kegiatan, yaitu: a. Evaluasi program secara berkala, dilakukan untuk menilai arah dan kemajuan program, efisiensi dan efektifitas pekerjaan, dan mengarahkan kembali program. b. Evaluasi akhir program (final evaluation), dilakukan untuk menilai hasil yang telah dicapai selama pengembangan program jangka waktu tertentu (beberapa tahun) apakah sudah mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan pada awal pengembangan program, bagaimana dampak program terhadap kesejahteraan hidup masyarakat, hasilnya disusun menjadi laporan akhir program. Sedangkan teknik PRA dalam pengumpulan data yang digunakan untuk memberdayakan masyarakat Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung adalah Pemetaan, Transect, Seasonal Calendar, Livelihood Analysis dan Venn Diagram. 1. Survey Pendahuluan Survey Pendahuluan dilakukan secara bertahap yaitu pada tanggal 7 Juni 2013 dan 6 Juli 2013. Di dalamnya dilakukan survey lokasi KKN yaitu Desa Pagergunung yang terdiri dari 3 dusun. Selain itu, dilakukan juga survey terhadap potensi dan permasalahan desa yang memungkinkan bisa diangat menjadi program KKN. 2. Analisis Hasil Survey

Setelah diperoleh data mengenai potensi dan permasalahan yang ada, lalu dilakukan analisis dan pengelompokan masalah-masalah dan potensi yang bisa dijadikan program KKN. 3. Penyusunan Program Penyusunan program dilakukan setelah dilalukan analisis data hasil survey yang kemudian dituangkan dalam LRK yang disetujui oleh Kepala Desa Pagergunung dan Dosen Kuliah Kerja Lapangan (DKKN). 4. Pelaksanaan Program Program yang telah dituangkan dalam LRK disosialisasikan kemudian dilaksanakan bersama dengan masyarakat Desa Pagergunung mulai tanggal 15 Juli sampai 4 Agustus 2013, kemudian dilanjut dari tanggal 15 Agustus hingga 30 Agustus 2013. Laporan yang disusun berupa dokumentasi tertulis dan visual dari programprogram yang telah dilaksanakan disertai saran dan rekomendasi yang bisa dilakukan di masa yang akan datang.

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI DESA PAGERGUNUNG


a. Profil Penduduk Desa Pagergunung merupakan salah satu desa di Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal. Batas Desa Pagergunung antara lain meliputi : - Sebelah Utara : Desa Sambongsari, Desa Sidomukti - Sebelah Timur : Kali Damar, Desa Gebangan - Sebelah Selatan : Desa Surokonto Wetan - Sebelah Barat : Desa Surokonto Kulon, Kali Kuto Jumlah penduduk Desa Pagergunung adalah sejumlah 1880 jiwa dengan proporsi jumlah penduduk perempuan sebesar 983 dan jumlah penduduk laki-laki 897 jiwa.

Gambar 1. Grafik Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin


Sumber: Data Monografi Desa Pagergunung, 2013

Jika dilihat dari jumlah KK di Desa Pagergunung tercatat sebesar 452 Kepala Keluarga (KK) yang terbagi dalam 3 wilayah dusun, yaitu Dusun Krajan, Dusun Soko Kranen dan Dusun Soko Karang. Berikut adalah jumlah KK pada masingmasing wilayah dusun di Desa Pagergunung. Berdasarkan agama yang dianut, jumlah penduduk Desa Pagergunung dapat dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Pagergunung menurut Agama yang Dianut No Agama Jumlah Penduduk 1. Islam 1744 2. 3. 4. 5. Kristen Katolik Budha Hindu 7 3 0 0

Sumber: Data Monografi Desa Pagergunung, 2013

Secara umum sebagian besar penduduk Desa Pagergunung menganut agama Islam dan hal ini juga dibuktikan dengan jumlah musholla dan masjid yang cukup banyak di Desa Pagergunung.

b. Kelompok Sasaran Adapun kelompok sasaran pada kegiatan yang akan dilakukan pada program kerja Kuliah Kerja Nyata di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal adalah sebagai berikut : 1. Sekolah Dasar Negeri 01 Pagergunung; 2. Sekolah Dasar Negeri 02 Pagergunung; 3. TK Al Istiqomah Pagergunung; 4. Warga Dusun Krajan; 5. Warga Dusun Soko Kranen; 6. Warga Dusun Soko Karang; 7. Kelompon Tani Pagergunung; 8. Karang Taruna Pagergunung; 9. Ibu-Ibu PKK Pagergunung.

c.

Potensi Desa/Komunitas Desa Pagergunung memiliki berbagai potensi menyangkut kekayaan alam.

Potensi yang ada antara lain hasil pertanian berupa komoditas padi, jagung, kayu jati dan coklat. Selain itu Desa Pagergunung juga memiliki potensi lahan perkebunan yang masih kurang dioptimalkan sebagai lahan penanaman komoditas bernilai ekonomi tinggi lainnya. Sedangkan potensi lain yang menyangkut

komunitas atau sumber daya manusia, terbukti dengan adanya komunitas kelompok tani, karang taruna, dan PKK.

10

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN

a. Rekapitulasi Kegiatan Selama kurang lebih 35 hari di lokasi KKN sejak tanggal 15 Juli sampai 4 Agustus 2013, kemudian dilanjut dari tanggal 15 Agustus hingga 30 Agustus 2013, Tim II KKN Undip Desa Pagergunung telah melaksanakan suatu bentuk pengabdiam masyarakat dengan berusaha memberikan kontribusi berupa pelaksanaan program-program KKN. Program-program yang dilaksanakan selama di lokasi KKN dilakukan dengan melibatkan masyarakat baik dan secara aktif berpartisipasi dalam program yang telah direncanakan oleh Tim. Berkat kerjasama seluruh Tim serta dukungan dari berbagai pihak baik masyarakat maupun perangkat desa, program-program KKN di Desa Pagergunung dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Secara umum rekapitulasi program-program dalam masa pengabdian TIM II KKN UNDIP 2013 di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal adalah sebagai berikut :

11

R-2
REKAPITULASI PROGRAM KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO
(TINGKAT DESA)
Nama Desa Jenis Program : Pagergunung : KEILMUAN Waktu (Jam) Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten : Pagergunung : Pageruyung : Kendal Paraf DKKN

No.

NAMA PROGRAM

Kegiatan/Aktifitas

JOK

Swadaya Pemda/Mitra

LPPM

Mahasiswa

Lain-Lain

Jumlah

Sosialisasi program dan perizinan Pelatihan "Aplikasi Ilmu Fisika Pengumpulan bahan dan alat Menggunakan Barang tak Terpakai" Pembelian doorprize untuk anak SD kelas 5 di SDN 1 Simulasi pembuatan aplikator Pelatihan Sosialisasi program dan perizinan Pelatihan "Aplikasi Ilmu Fisika Pengumpulan bahan dan alat Menggunakan Barang tak Terpakai" Pembelian doorprize untuk anak kelas 6 di SDN 1 Simulasi pembuatan aplikator Pelatihan Sosialisasi program dan perizinan Pelatihan "Aplikasi Ilmu Fisika Pengumpulan bahan dan alat Menggunakan Barang tak Terpakai" Pembelian doorprize untuk anak kelas 5 di SDN 2 Simulasi pembuatan aplikator Pelatihan Sosialisasi program dan perizinan Pelatihan "Aplikasi Ilmu Fisika Pengumpulan bahan dan alat Menggunakan Barang tak Terpakai" Pembelian doorprize untuk anak kelas 6 di SDN 2 Simulasi pembuatan aplikator Pelatihan Sosialisasi program dan perizinan Penyuluhan pembuatan limbah Pengumpulan referensi menjadi biogas di RW 1 Pembuatan materi dan rancangan Penyuluhan Sosialisasi program dan perizinan Penyuluhan pembuatan limbah Pengumpulan referensi menjadi biogas di RW 2 Pembuatan materi dan rancangan Penyuluhan Sosialisasi program dan perizinan Penyuluhan pembuatan limbah Pengumpulan referensi menjadi biogas di RW 3 Pembuatan materi dan rancangan Penyuluhan

5 8 7 9 6 5 8 7 9 6 5 8 7 9 6 5 8 7 9 6 5 9 10 5 5 9 10 5 5 9 10 5

125 0 0 45 180 125 0 0 45 180 125 0 0 45 180 125 0 0 45 180 125 0 50 100 125 0 50 100 125 0 50 100

0 10 0 0 0 0 10 0 0 0 0 10 0 0 0 0 10 0 0 0 0 0 20 0 0 0 20 0 0 0 20 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 20 25 5 0 10 20 25 5 0 10 20 25 5 0 10 20 25 5 0 10 5 30 10 10 5 30 10 10 5 30 10

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 30 25 5 0 10 30 25 5 0 10 30 25 5 0 10 30 25 5 0 10 5 50 10 10 5 50 10 10 5 50 10

12

10

11

12

13

Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 9 Pembuatan materi dan rancangan 10 Penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Penyuluhan pembuatan limbah Pengumpulan referensi 9 menjadi biogas di RW 3 Pembuatan materi dan rancangan 10 Penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Penyuluhan pembuatan limbah Pengumpulan referensi 9 menjadi biogas di RW 4 Pembuatan materi dan rancangan 10 Penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan data monografi Desa 6 Penyajian data pekerjaan Pembuatan desain dan layout penyajian data 6 masyarakat Pagergunung Pencetakan penyajian dalam bentuk poster 7 Penyerahan poster 3 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan data monografi Desa 6 Penyajian data penggunaan lahan Pembuatan desain dan layout penyajian data 6 masyarakat Pagergunung Pencetakan penyajian dalam bentuk poster 7 Penyerahan poster 3 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan data monografi Desa 6 Penyajian data pendidikan Pembuatan desain dan layout penyajian data 6 masyarakat Pagergunung Pencetakan penyajian dalam bentuk poster 7 Penyerahan poster 3 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan data monografi Desa 6 Penyajian data kependudukan Pembuatan desain dan layout penyajian data 6 masyarakat Pagergunung Pencetakan penyajian dalam bentuk poster 7 Penyerahan poster 3 Sosialisasi program dan perizinan 5 Sosialisasi program Keluarga Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN 10 Berencana (KB) di RW 1 Pengumpulan referensi 9 Sosialisasi/penyuluhan 5 Penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas di RW 2

125 0 50 100 125 0 50 100 125 0 50 100 125 42 0 21 45 125 42 0 21 45 125 42 0 21 45 125 42 0 21 45 125 70 0 125

0 0 20 0 0 0 20 0 0 0 20 0 0 25 0 0 10 0 25 0 0 10 0 25 0 0 10 0 25 0 0 10 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 200 0 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 5 30 10 10 5 30 10 10 5 30 10 10 0 10 50 20 10 0 10 50 20 10 0 10 50 20 10 0 10 50 20 10 0 10 20

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 5 50 10 10 5 50 10 10 5 50 10 10 25 10 50 30 10 25 10 50 30 10 25 10 50 30 10 25 10 50 30 10 200 10 20

13

14

15

16

17

18

19

20

21

Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN 10 Pengumpulan referensi 9 Sosialisasi/penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Sosialisasi program Keluarga Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN 10 Berencana (KB) di RW 3 Pengumpulan referensi 9 Sosialisasi/penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Sosialisasi program Keluarga Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN 10 Berencana (KB) di RW 4 Pengumpulan referensi 9 Sosialisasi/penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pembelian minyak ikan 8 Penyuluhan nilai gizi dan Pengumpulan referensi 6 pembagian minyak ikan di SDN 1 Pembuatan poster "Nilai Gizi pada Ikan" 3 Penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pembelian minyak ikan 8 Penyuluhan nilai gizi dan Pengumpulan referensi 6 pembagian minyak ikan di SDN 2 Pembuatan poster "Nilai Gizi pada Ikan" 3 Penyuluhan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 6 Pelatihan mitigasi bencana longsor Pembuatan slide materi 7 di Dusun Krajan Pencetakan materi 6 Pelatihan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 6 Pelatihan mitigasi bencana longsor Pembuatan slide materi 7 di Dusun Soko Karang Penggandaan materi 6 Pelatihan 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pembuatan layout gambar 10 Lomba gambar "Laut Indonesia" Pembelian doorprize 6 untuk anak SD kelas 1 di SDN 1 Pencetakan dan penggandaan layout gambar 8 Pelaksanaan lomba 6 Sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di RW 2

125 70 0 125 125 70 0 125 125 70 0 125 125 24 0 9 100 125 24 0 9 100 125 0 0 12 125 125 0 0 12 125 125 0 0 24 138

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 20 0 0 0 0 20

0 200 0 0 0 200 0 0 0 200 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 0 10 20 10 0 10 20 10 0 10 20 10 50 20 20 10 10 50 20 20 10 10 10 5 40 20 10 10 5 40 20 10 10 30 70 10

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 200 10 20 10 200 10 20 10 200 10 20 10 50 20 40 10 10 50 20 40 10 10 10 5 40 40 10 10 5 40 40 10 10 30 70 30

14

22

Lomba gambar "Laut Indonesia" untuk anak SD kelas 1 di SDN 2

23

Sosialisasi & motivasi GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) di SDN 1

24

Sosialisasi & motivasi GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) di SDN 2

25

Psikoedukasi "The Best Parenting is Your Child" di RW 1 dan RW 4

26

Psikoedukasi "The Best Parenting is Your Child" di RW 2 dan RW 3

27

Psikoedukasi "Pentingnya Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini" di RW 1 dan RW 4 Psikoedukasi "Pentingnya Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini" di RW 2 dan RW 3

28

29

Motivasi "The Power of Smile: Pagergunung Tersenyum" di SDN 1

Sosialisasi program dan perizinan 5 Pembuatan layout gambar 10 Pembelian doorprize 6 Pencetakan dan penggandaan layout gambar 8 Pelaksanaan lomba 6 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 10 Pencetakan materi 8 Sosialisasi & motivasi 6 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 10 Pencetakan materi 8 Sosialisasi & motivasi 6 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 8 Pembuatan dan penggandaan materi presentasi 10 Psikoedukasi 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 8 Pembuatan dan penggandaan materi presentasi 10 Psikoedukasi 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 9 Pembuatan dan pencetakan formulir 4 Pembuatan dan penggandaan materi presentasi 6 Psikoedukasi 5 Sosialisasi program dan perizinan 5 Pengumpulan referensi 9 Pembuatan dan pencetakan formulir 4 Pembuatan dan penggandaan materi presentasi 6 Psikoedukasi 5 Pengumpulan referensi 7 Pembelian doorprize 5 Pembuatan dan pencetakan materi 9 Motivasi 6

125 0 0 24 138 125 0 24 120 125 0 24 120 125 0 40 125 125 0 40 125 125 0 16 18 100 125 0 16 18 100 0 0 27 150

0 0 0 0 20 0 0 0 20 0 0 0 20 0 0 0 10 0 0 0 10 0 0 0 10 10 0 0 0 10 10 0 0 0 10

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 10 30 70 10 10 10 50 10 10 10 50 10 10 10 50 10 10 10 50 10 10 10 30 50 10 10 10 30 50 10 10 30 50 10

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

10 10 30 70 30 10 10 50 30 10 10 50 30 10 10 50 20 10 10 50 20 10 10 30 60 20 10 10 30 60 20 10 30 50 20

15

b. Uraian Kegiatan 1. Pelatihan "Aplikasi Ilmu Fisika Menggunakan Barang tak Terpakai" untuk anak SD kelas 5 di SDN 1 Pagergunung Latar Belakang Fisika adalah ilmu yang mempelajari kejadian fisik yang terjadi di alam ini. Banyak sekali ilmu fisika yang bisa di jelaskan di alam ini tetapi ada beberapa aplikasi dari ilmu fisika yang bisa dijelaskan dan diterapkan di sekolah dasar. Sehingga dapat mengenalkan ilmu fisika kepada siswa-siswi sekolah dasar. 1.1 REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan bahan dan alat. - Pembelian doorprize. - Simulasi pembuatan aplikator. - Pelatihan 2 Tujuan kegiatan Mendorong serta memotivasi siswa-siswi dalam meminati ilmu fisika dan mengetahui ilmu fisika ada di sekitar kita dengan alat-alat bekas.

3 4

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 1 Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 24 Juli 2013 - Jam 07.30-12.30 - SD Negeri 1 Pagergunung

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 70.000,Siswa-siswi dapat mengerti bagaimana proses fisis terjadinya fenomena fisika dengan menggunakan alat peraga yang terbuat dari barang-barang bekas dan antusias terhadap praktikum dan pembuatannya. Mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam menyusun barang-barang bekas menjadi alat aplikasi ilmu fisika bersama anak-anak SDN 1 Pagergunung di lapangan depan kelas.

Metodologi

16

1.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan guru-guru, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di SD Negeri 1 Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswa-siswi terlihat sangat antusias saat menceritakan proses fisisnya. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Hadiah/doorprize Kertas Jumlah Rp 20.000 Rp 25.000 Rp 25.000 + Rp.70.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Berinteraksi dengan siswa siswi SDN 1 Pagergunung pelatihan dan praktik langsung dalam menyusun barang-barang bekas menjadi alat aplikasi ilmu fisika bersama anak-anak SDN 1 Pagergunung di lapangan depan kelas sehingga penyampaian materi dapat berjalan dengan seru dan mudah di pahami. 1.3 PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan yang diadakan untuk siswa-siswi SD Negeri 1 Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Antusias siswasiswi terlihat sangat jelas, terdiri dari 19 anak. Siswa-siswi terlihat antusias dari mulai perkenalan diri dari mahasiswa KKN ke siswa siswi SDN 1 Pagergunung sampai mulai ke lapangan untuk mengikuti pelatihan dan praktikum beserta penjelasannya.

17

Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias siswa-siswi yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat menambah motivasi o Tidak efektif bagi siswa atau siswa-siswi dalam siswi yang kurang

mempelajari ilmu fisika. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya support

menyenangi ilmu alam

KESEMPATAN dari o Kesempatan untuk

kedua orangtua, sehingga ini mengakibatkan kurangnya

menjadikan siswa-siswi yang unggul di bidang ilmu fisika untuk lebih berkembang.

pengaplikasian ilmu fisika yang diinginkan siswa-siswi.

2. Penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas di RW 2 Dusun Sokokranen Latar Belakang Semakin langkanya bahan bakar fosil menyebabkan mahalnya biaya penggunaan bahan bakar minyak maupun gas di kalangan masyarakat terutama di masyarakat desa. Diperlukan bahan bakar alternatif untuk masyarakat dengan bahan mudah di dapat dan murah biayanya. Salah satu energy alternative yang sesuai di kalangan masyarakat terutama di masyarakat desa adalah biogas yang hanya menggunakan kotoran ternak yang di ambil gas nya untuk digunakan bahan bakar menyalakan api di kompor.

18

2.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1. Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan materi dan rancangan. - Penyuluhan 2. Tujuan kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan tentang adanya energy alternative yang menggunakan bahan mudah dan murah kepada masyarakat desa pagergunung RW 2. Warga Pagergunung RW 2 dusun Sokokranen - 31 Juli 2013 - Pukul 08.00-13.00 - Bertempat di Balai Dusun Sokokranen Rp. 75.000,Keantusiasan warga saat tim KKN menerangkan tentang biogas dan aplikasinya beserta adanya pertanyaan dan interaksi dari mahasiswa KKN dengan warga. Mengadakan penyuluhan serta forum diskusi dengan warga desa RW 2 dusun Sokokranen dengan cara persentasi dan interaksi tanya jawab.

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

2.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan Kepala Dusun Sokokranen dan Ketua Karangtaruna dusun Sokokranen. o Program ini terealisasi secara sukses dan tepat sasaran dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2013, pukul 08.00-13.00 WIB, bertempat di Balai Dusun Sokokranen. Kegiatan ini dihadiri peserta undangan sebanyak 23 orang. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai biogas dan diskusi (tanya-jawab).

19

o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Transportasi Fotocopy Materi Jumlah Rp. 20.000 Rp. 55.000 Rp. 75.000 +

Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa dan swadaya o Metodologi Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta dilanjutkan dengan mengadakan diskusi dengan warga desa Pagergunung Dusun Sokokranen RW 2.

2.3. PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2013, pukul 08.00-13.00 WIB, dihadiri peserta undangan

sebanyak 23 orang. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai langkanya bahan bakar fosil di masa sekarang dan depan dan pentingnya energy alternative biogas untuk pengganti energy fosil, setelah materi disampaikan, masuk pada tahap diskusi yaitu tanya jawab seputar biogas. Warga sangat interaktif dalam tahap diskusi maupun pada saat penyampaian materi. Kegiatan penyuluhan ini dianggap sukses terselenggara terbukti dengan keantusiasan warga dalam bertanya mengenai biogas maupun mendengarkan materi dari mahasiswa KKN. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni kurang kondusifnya penyampaian karena ada warga yang berbicara sendiri dengan keras dan sulitnya diatur warga tersebut untuk memperhatikan pemateri. KELEMAHAN

KEKUATAN

20

o Dapat menambah pengetahuan para o Ada warga mengenai energy alternatif dan biogas untuk mengganti minyak tanah dan gas LPG yang biasa digunakan untuk memasak.

warga

yang

mengganggu

kekondusifan penyampaian materi.

ANCAMAN o Berkurangnya sehingga terhambat. antusianisme biogas

KESEMPATAN warga o Dengan adanya penyuluhan biogas menjadi membuat warga tidak bergantung lagi dengan energy fosil seperti minyak tanah dan gas LPG

realisasi

3.

Penyajian data pekerjaan masyarakat Desa Pagergunung Latar Belakang Informasi tentang suatu desa sangat penting untuk proses pendataan dan

pencarian solusi apabila terjadi keanehan dan kekurangan dalam pelaksanaan kemajuan suatu desa. Informasi tersebut dapat disajikan dalam berbagai macam bentuk mulai dalam diagram sampai database berupa tabel-tabel.

3.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan data monografi Desa - Pembuatan desain dan layout penyajian data - Pencetakan penyajian dalam bentuk poster - Penyerahan poster 2 Tujuan kegiatan Memudahkan dalam membaca dan menggolongkan data dari desa Pagergunung

3 4

Sasaran kegiatan Perangkat desa dan Kelurahan Desa Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 20 Juli s/d 26 Agustus 2013 - Balai Desa Pagergunung

21

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan Metodologi

Rp 125.000,Realisasi penyajian data dalam bentuk poster dan di pasang di balai desa Pagergunung. Mengumpulkan data monografi pekerjaan warga desa Pagergunung, dirubah dalam bentuk diagram venn, dicetak dalam bentuk poster.

3.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan penanggung jawab kepala desa dan perangkat desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar dengan adanya realisasi pencetakan penyajian data dalam bentuk poster dan ditempel di balai desa. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan Jumlah Rp Rp Rp. 85.000 40.000 + 125.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data dari balai desa, data di pilih sesuai kategori, data di konversi dalam bentuk diagram venn, diagram diedit menggunakan program desain grafis dan didesain untuk poster, di cetak ukuran poster, dan ditempel di balai desa Pagergunung. 3.3. PEMBAHASAN

22

Kegiatan ini diadakan untuk kepentingan desa dan pencari informasi monografi tentang desa Pagergunung. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter terealisasikannya poster penyajian data dan ditempelnya poster penyajian data di balai desa. KEKUATAN KELEMAHAN pencari o Memerlukan waktu yang lama untuk pemrosesan data dan pencetakannya karena sulit nya mencari percetakan poster di daerah kecamatan

o Dapat

mempermudah

informasi monografi tentang desa. o Penyajian data yang lebih sederhana dan mudah di pahami.

Pageruyung ANCAMAN o Lamanya realisasi penyajian data. KESEMPATAN o Menjadikan Pagergunung dalam lebih desa unggul data

penyajian

monografi dibandingkan desadesa lain.

4. Sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di RW 4 Dusun Krajan Latar Belakang Meningkat tajamnya jumlah penduduk Indonesia yang belum terkontrol menyebabkan tidak seimbangnya antara kelahiran, kematian, kebutuhan, penghasilan, dan jumlah lapangan kerja di Indonesia. Maka pemerintah menyerukan progam Keluarga Berencana (KB) yang disarankan seluruh warga Indonesia lebih baik memiliki 2 anak, sehingga perkembangan jumlah penduduk di Indonesia bisa terkontrol sehingga terjadi keseimbangan dari berbagai aspek yang sudah disebutkan sebelumnya. Dari hal di atas maka perlu sekali kesadaran masyarakat pageruyung dalam mengikuti seruan pemerintan tentang program KB sehingga jumlah penduduk di desa Pagergunung lebih terkontrol.
23

4.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan


- Sosialisasi program dan perizinan kepada

warga dan bidan setempat.


-

Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN Provinsi.

- Pengumpulan referensi. -

Sosialisasi/penyuluhan

Tujuankegiatan

- Menanamkan kesadaran betapa pentingnya

program KB.
- Mengontrol pertambahan dan pengurangan

jumlah penduduk di desa Pagergunung. 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi Ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung - 16 Agustus 2013 - Jam 8.00 - 13.00 WIB - Posyandu di Balai Desa Pagergunung Rp. 240.000,Ibu-ibu mengikuti program KB pemerintah. Mengadakan penyuluhan mengenai program KB dengan cara menyebarkan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya memasang KB.

5 6 7

4.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Kepala Dusun Kraja, Bidan Dusun Krajan, dan ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Posyandu yang ada di Balai Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dusun Dusun Krajan dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 12 orang di dusun Krajan RW 4.

24

o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN Pengumpulan Materi Jumlah Rp. 20.000 Rp. 200.000 Rp. 20.000 + Rp. 240.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan pemda. o Metodologi Mengadakan penyuluhan mengenai program KB dengan cara menyebarkan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya memasang KB.

4.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 12 ibu-ibu di dusun Krajan RW 4. - Kegiatan dimulai dengan pembagian materi berupa leaflet dan menerangkan tentang program KB ke ibu-ibu dusun Krajan. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan Keluarga Berencana (KB). Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni datangnya ibu-ibu dengan terpisah-pisah tidak secara berbarengan sehingga harus menyampaikan satu persatu dan acara posyandu tepat di hari kerja sehingga banyak ibu-ibu terburu-buru pulang. KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o datangnya terpisah-pisah berbarengan ibu-ibu tidak sehingga dengan secara harus

kesadaran

pentingnya program KB

25

menyampaikan satu persatu dan acara posyandu tepat di hari kerja sehingga banyak ibu-ibu terburuburu pulang. ANCAMAN o Banyak ibu-ibu yang tetapi KESEMPATAN hanya o Menjalankan program pemerintah tidak untuk mengurangi ledakan

mendengarkan merealisasikan.

penduduk.

5. Pelatihan pembuatan database Latar Belakang Database adalah data dasar yang digunakan untuk mendapatkan data-data lain sesuai kategori yang diinginkan. Database bisa disebut juga gabungan dari seluruh data-data yang saling berkaitan. Aplikasi database yang digunakan di dunia kerja biasanya di pakai menggunakan program-program aplikasi komputer seperti Microsoft Access, Oracle, maupun aplikasi-aplikasi lain. Namun dapat juga database digunakan menggunakan tulisan manual. Masyarakat desa Pagergunung perlu mengetahui pentingnya pembuatan database yang sangat penting di dunia kerja karena beberapa perusahaan karyawannya dituntut harus bisa membuat database secara sederhana.

5.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan dan pencetakan modul. - Pembagian undangan. - Pelatihan. 2 Tujuan kegiatan Melatih dan memberi pengetahuan warga desa Pagergunung dalam hal pembuatan database baik secara manual maupun aplikasi komputer.

26

3 4

Sasaran kegiatan Pemuda dan Pemudi warga desa Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 20 Agustus 2013 - Jam 08.00-13.00 - Balai Dusun Soko Kranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 100.000,Keantusiasan Peserta dalam mengikuti pelatihan dan adanya interaksi antara mahasiswa KKN yang sebagai pelatih dan masyarakat yang sebagai dilatih. Mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam pembuatan database beserta adanya tanya jawab antar warga dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan.

Metodologi

5.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan warga desa, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di balai desa pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya warga dalam mengikuti kegiatan tersebut. Warga terlihat sangat antusias saat mengikuti proses pelatihannya. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Modul Pembuatan Undangan Jumlah Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 30.000 + Rp.100.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya

27

o Metodologi Mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam pembuatan database beserta adanya tanya jawab antar warga dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan. 5.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan yang diadakan untuk warga desa Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Warga terlihat antusias dari mulai perkenalan diri dari mahasiswa KKN ke warga Pagergunung sampai mulai pelatihannya. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias warga yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN o Dapat KELEMAHAN

menambah o Pesertanya yang datang hanya sedikit

pengalaman untuk sebelum terjun ke dunia kerja. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat. o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN

KESEMPATAN untuk

o Kurangnya kesadaran dari o Kesempatan para pemuda dan pemudi untuk bekerja yang lebih tinggi.

menjadikan pemuda pemudi yang unggul.

28

6. Penyuluhan pemisahan sampah organik dan anoganik Latar Belakang Sampah kadang menjadi masalah yang cukup mengganggu lingkungan mulai dari bau sampai efek dari lingkungan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan biasanya ditimbulkan dari sampah anorganik karena tidak bisa terurai dengan alam. Sehingga perlunya kita memisahkan sampah organic dan anorganik. Pemisahan ini bisa bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena tercampurnya sampah anorganik dengan organik. 6.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan leaflet. - Pembagian undangan. - Penyuluhan. 2 Tujuan kegiatan Memberi pengetahuan warga desa Pagergunung dalam hal pemisahan sampah organic dengan anorganik.

3 4

Sasaran kegiatan Warga desa Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 22 Agustus 2013 - Jam 08.00-13.00 - Balai Dusun Sokokranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 85.000,Keantusiasan warga dalam mengikuti penyuluhan dan adanya interaksi antara mahasiswa KKN dengan warga. Mengadakan penyuluhan dan praktik langsung dalam pemisahan sampah organic dan anorganik.

Metodologi

29

6.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan warga desa, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di balai dusun sokokranen. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya warga dalam mengikuti kegiatan tersebut. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Leaflet Pembuatan Undangan Jumlah Rp 20.000 Rp 35.000 Rp 30.000 + Rp 85.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Mengadakan penyuluhan dan praktik langsung dalam pemisahan sampah organik dan anorganik. 6.3. PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan yang diadakan untuk warga desa

Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias warga yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN o Dapat pengalaman mencintai lingkungan. KELEMAHAN yang datang

menambah o Pesertanya untuk bisa hanya sedikit

kebersihan

30

o Dapat pengetahuan pemisahan

menambah tentang dan

menggolongkan sampah. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat. ANCAMAN KESEMPATAN untuk

o Kurangnya kesadaran dari o Kesempatan para warga kepada

menjadikan lingkungan desa Pagergunung menjadi lebih bersih dan sehat.

lingkungannya.

7. Pelatihan Pupuk Kompos Dari Limbah Organik Latar Belakang Banyak manfaat yang diperoleh melalui pupuk kompos yang berasal dari daun ini karena setelah diproses menjadi pupuk kompos tidak merusak unsur hara yang ada dalam tanah bahkan menyuburkan tanah. Sedangkan pupuk buatan pabrik sifatnya akan mengurangi unsur hara yang dimiliki tanah dan lama kelamaan tingkat kesuburan tanahh itu sendiri akan menghilang. 7.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Penyampaian materi tentang manfaat dan cara pembuatan pupuk kompos - Pembuatan pupuk kompos bersama kelompok tani - Pengemasan pupuk kompos 2 Tujuan kegiatan Menambah wawasan kelompok tani Dusun Soko Kranen tentang manfaat pupuk kompos yang lebih baik daripada pupuk urea serta memberikan pengetahuan tentang nilai ekonomis pupuk kompos.

31

3 4

Sasaran kegiatan Kelompok Tani Dusun Soko Kranen Waktu & tempat pelaksanaan - Rabu, 31 Juli 2013 - Jam 8.00 13.30 - Perkebunan Dusun Soko Kranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 80.000,Pupuk Kompos berhasil dibuat dalam waktu seminggu dan digunakan sendiri serta dipasarkan, diharapkan para kelompok tani tetap dapat melanjutkan pembuatan pupuk kompos,sehingga tidak perlu membeli pupuk bersubsidi. Mengadakan forum diskusi dengan kelompok tani dan pelatihan.

Metodologi

7.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan kelompok tani, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Perkebunan Dusun Soko Kranen. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Dekomposer Leaflet Plastik Pengemasan Jumlah Rp 30.000 Rp 30.000 Rp 20.000 + Rp. 80.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana swadaya dan mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah penyampaian dengan sistem diskusi yang dilengkapi dengan pembagian leaflet dilanjutkan dengan pembuatan pupuk kompos bersama-sama. Hasil dari pupuk kompos

32

yang telah dibuat digunakan sendiri oleh kelompok tani dan sebagian dipamerkan dalam ekspo kecamatan. 7.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos diadakan dengan peserta kelompok tani di Dusun Soko Kranen berjalan lancar. Peserta yang datang berjumlah 25 orang. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter pupuk kompos berhasil dibuat dalam waktu seminggu dan digunakan sendiri serta dipasarkan . Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN KELEMAHAN

o Menambah wawasan dalam o Hanya efektif bila warga pembuatan dan penggunaan pupuk kompos o Menambah nilai ekonomis ANCAMAN o Pada umumnya tani di KESEMPATAN para o Pemanfaatan limbah organik Desa menjadi produk dengan nilai ekonomis yang lebih belum ditemukan, menjadikan hal peluang ini usaha benar benar akan

mengembangkan potensi

kelompok

Pagergunung

langsung

membeli pupuk bersubsidi

yang cukup menjanjikan

8. Pelatihan Software Microsoft Word Latar Belakang Banyaknya para pemuda pemudi di Desa Pagergunung yang merantau ke kota untuk bekerja setelah mereka lulus SMA, tetapi karena kurangnya pengetahuan dan bekal untuk mencari pekerjaan tidak sedikit dari mereka yang ditolak ketika lamaran kerja dan banyak yang berujung menjadi buruh. Maka dari

33

itu diperlukan pelatihan modal awal kerja salah satunya adalah pelatihan software microsoft word. 8.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1. Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan referensi - Pembuatan dan pencetakan modul - Pembagian undangan - Pelatihan 2. Tujuan kegiatan Pelatihan ini bertujuan ketika para pemuda pemudi akan membuat surat lamaran kerja, mereka tidak lagi membuat dengan tullisan tangan. Selain itu dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Pemuda pemudi karang taruna - Selasa, 20 Agustus 2013 - Pukul 08.00 13.00 - Bertempat di Balai Dusun Soko Kranan Rp. 85.000,Keantusiasan para pemuda pemudi menghadiri acara pelatihan serta keaktifan dengan banyaknya pertanyaan dari pemuda pemudi selama acara berlangsung. Memberikan penjelasan sesuai dengan modul software microsoft word yang telah dipersiapkan oleh TIM II KKN UNDIP, yang dilanjutkan dengan pelatihan dan pemberian tugas sederhana

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

8.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama TIM II KKN UNDIP dengan ketua karang taruna. o Program ini terealisasi secara sukses dan tepat sasaran dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2013, pukul 08.00-13.00 WIB, bertempat di Balai Dusun Soko Kranen.
34

Kegiatan ini di ikuti sebanyak . Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai microsoft word, pelatihan

(menggunakan laptop), dan yang terakhir pemberian tugas sederhana. o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari swadaya dan mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Transportasi Fotocopy Materi Undangan Jumlah Rp. 15.000 Rp. 60.000 Rp. 10.000 Rp. 85.000 +

Dana yang digunakan bersumber dari swadaya dan mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dilanjutkan dengan pelatihan dan pemberian tugas sederhana ke pemuda pemudi.

8.3. PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2013, pukul 08.00-13.00 WIB, bertempat di Balai Dusun Soko Kranen. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai microsoft word, pelatihan (menggunakan laptop), dan yang terakhir pemberian tugas sederhana. Kegiatan penyuluhan ini dianggap sukses terselenggara terbukti dengan keantusiasan para pemuda pemudi menghadiri acara pelatihan serta keaktifan dengan banyaknya pertanyaan dari pemuda pemudi selama acara berlangsung. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni ketidaktepatan waktu selama 1 jam karena menunggu peserta dan kurangnya laptop yang tersedia .

35

KEKUATAN

KELEMAHAN

o Merupakan modal untuk membuat o Kurangnya laptop yang tersedia, surat lamaran kerja o Menambah pengetahuan peserta sehingga pada saat pelatihan peserta menggunakan bergantian KESEMPATAN tidak o Karena pada saat ini di dunia kerja hampir semua mengharuskan untuk software dapat microsoft laptop secara

tentang software microsoft word ANCAMAN o Para peserta umumnya

mempunyai laptop atau komputer dirumah,sehingga mereka harus ke warnet

karyawannya menjalankan

word,maka hal ini dapat menjadi tambahan keahlian bagi para pemuda pemudi 9. Pelatihan Aplikasi Ilmu Fisika Menggunakan Barang tak Terpakai untuk anak kelas 6 di SDN 2 Pagergunung Latar Belakang Pendidikan hingga kini masih dipercaya sebagai media yang sangat ampuh dalam membangun kecerdasan sekaligus kepribadian anak manusia menjadi lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan secara terus-menerus dibangun dan dikembangkan agar dari proses pelaksanaannya menghasilkan generasi yang diharapkan. Namun dalam pelaksanaannya kegiatan belajar mengajar terkadang menjadi membosankan bagi para siswa-siswi, oleh karena itu diadakanlah pelatihan Aplikasi Ilmu Fisika Menggunakan Barang tak Terpakai. Sehingga para siswa-siswi merasa seperti bermain tetapi tetap mendapatkan ilmu yang terdapat pada pelatihan ini. 9.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Bermain sambil belajar

36

- Siswa-siswi

membentuk

kelompok

dan

mencoba aplikasi ilmu fisika serta mencoba menjelaskan fenomena yang ada. 2 3 4 Tujuan kegiatan Mengajarkan science is fun

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas 6 SD Negeri 2 Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - Sabtu , 27 Juli 2013 - Jam 07.30-12.30 - SD Negeri 2 Pagergunung

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 70.000,Siswa siswi dapat mengerti bagaimana proses fisis terjadinya fenomena fisika dengan menggunakan alat peraga yang terbuat dari barang-barang bekas dan antusias terhadap praktikum dan pembuatannya. Siswa-siswi membentuk 3 kelompok,tiap kelompok berisi 5-7 orang. Tiap kelompok melakukan percobaan yang berbeda dan menjelaskan apa yang terjadi pada setiap percobaan yang didapat.

Metodologi

9.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pagergunung. Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswa-siswi terlihat sangat antusias saat malakukan percobaan dan menjelaskan fenomena yang terjadi. Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Alat dan Bahan Hadiah/doorprise Transportasi Jumlah Rp 30.000 Rp 25.000 Rp 10.000 + Rp. 70.000

37

Dana yang digunakan bersumber dari dana swadaya dan mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan diskusi bersama guru kelas dan menentukan tema dari setiap percobaan. Metode lainnya yakni dengan melakukan percobaan bersama siswa-siswi di lapangan depan kelas dan menjelaskan fenomena yang terjadi.

9.3. PEMBAHASAN Kegiatan ini diadakan untuk siswa-siswi kelas 6 SD Negeri 2 Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Antusias siswa-siswi terlihat sangat jelas pada saat melakukan percobaan dan mencoba menjelaskan fenomena yang terjadi serta adanya hubungan 2 arah antara tim KKN UNDIP dengan siswa-siswi. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias siswa-siswi yang penuh semangat serta tercapainya tujuan dari kegiatan ini. KEKUATAN KELEMAHAN

o Bentuk cara belajar yang inovatif di o Tidak efektif bagi siswa atau kelas sehingga anak tidak bosan o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN KESEMPATAN untuk siswi yang kurang

menyenangi ilmu alam

o Keadaan lingkungan sekitar yang o Kesempatan tidak kondusif dan kurang

menjadikan siswa-siswi yang unggul sangatlah besar. Hal ini dapat dari adanya antusias yang ada.

mendukung

38

10. Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Menjadi Biogas di RW 3 Dusun Soko Karang Latar Belakang Biogas merupakan salah satu jenis biofuel, bahan bakar yang bersumber dari makhluk hidup dan bersifat terbarukan. Berbeda dari bahan bakar minyak bumi dan batu bara, walaupun proses awal pembuatannya juga dari makhluk hidup, namun tidak dapat diperbarui karena pembentukan kedua bahan bakar tersebut membutuhkan waktu jutaaan tahun. 10.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan
-

Keterangan Penyuluhan mengenai bahan bakar dan biogas sebagai bahan bakar alternatif
-

Cara pembuatan biogas, lalu dibuka sesi tanya jawab

Tujuankegiatan

- Memberikan pengetahuan tentang bahan bakar

alternatif

yang

dapat

digunakan

untuk

keperluan sehari-hari
- Memanfaatkan limbah ternak menjadi bahan

bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomis lebih tidak hanya dari produk utama namun juga dari produk sampingnya 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Warga RW 3 Dusun Soko Karang - Selasa, 30 Juli 2013 - Jam 10.00- 15.00 WIB - Balai Dusun Soko Karang Rp. 75.000,Keantusiasan warga saat tim KKN menerangkan tentang biogas dan aplikasinya beserta adaanya pertanyaan dan interaksi dari mahasiswa KKN dengan warga. Mengadakan penyuluhan tentang bahan bakar

5 6

Metodologi

39

alternatif dan pembuatan biogas

10.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan warga RW 3 dusun Soko Karang Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Dusun Soko Karang. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya warga dusun Soko Karang dalam mengikuti

penyuluhan yakni berjumlah 20 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Fotocopy materi Jumlah Rp. 20.000 Rp. 55.000 + Rp. 75.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Metodologi yang digunakan adalah penyampaian dengan sistem seminar,yaitu penyampaian materi yang dilanjut dengan diskusi dengan warga yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian leaflet.

10.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 20 warga RW 3 dusun Soko Karang - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian materi berupa gambar tentang biogas (poster) dan leaflet cara pembuatan serta kelebihan menggunakan biogas.

40

Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan warga RW 3 dusun Dusun Soko Karang Desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah keterlambatan acara beberapa mennit dari rencana awal, serta kurang kondusifnya acara 40 menit setelah dimulai karena memasuki waktu sibuk warga. KEKUATAN KELEMAHAN dilakukannya pelatihan

o Merupakan kegiatan yang bersifat o Tidak edukatif sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. o Memberikan pengetahuan kepada

pembuatan biogas.

masyarakat tentang penggunaan energi alternatif o Memberikan nilai ekonomis yang

lebih tinggi pada produk utama dan produk samping yang dihasilkan dari biogas ANCAMAN KESEMPATAN

o Karena tidak adanya pelatihan tentang o Energi seperti minyak dan gas pembuatan biogas,warga akan tetap menggunakan bahan bakar seperti minyak tanah,LPG dan kayu bakar alam tidak dapat dengan ini diperbarui, pembuatan dapat mereka

sehingga biogas

warga untuk

menggunakan

sendiri atau dijual sehingga dapat menjadi penghasilan tambahan.

41

11. Sosialisasi Progam Keluarga Berencana (KB) di RW 1 Dusun Krajan Latar Belakang Meningkat tajamnya jumlah penduduk Indonesia yang belum terkontrol menyebabkan tidak seimbangnya antara kelahiran, kematian, kebutuhan, penghasilan, dan jumlah lapangan kerja di Indonesia. Maka pemerintah menyerukan progam Keluarga Berencana (KB) yang disarankan seluruh warga Indonesia lebih baik memiliki 2 anak, sehingga perkembangan jumlah penduduk di Indonesia bisa terkontrol sehingga terjadi keseimbangan dari berbagai aspek yang sudah disebutkan sebelumnya. Dari hal di atas maka perlu sekali kesadaran masyarakat pageruyung dalam mengikuti seruan pemerintan tentang program KB sehingga jumlah penduduk di desa Pagergunung lebih terkontrol. 11.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk Kegiatan Keterangan - Sosialisai program dan perizinan kepada warga dan bidan setempat - Pengambilan laeflet di Kantor BKKBN Provinsi - Pengumpulan referensi - Sosialisasi / penyuluhan 2 Tujuan Kegiatan - Menanamkan kesadaran betapa pentingnya progam KB - Mengontrol pertambahan dan pengurangan jumlah penduduk di desa Pagergunung 3 4 Sasaran Kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung - 16 Agustus 2013 - Jam 08.00 13.00 - Posyandu di Balai Desa Pagergunung 5 Rencana dana yang Rp 240.000,-

42

dibutuhkan 6 Parameter keberhasilan Ibu-ibu mengikuti program KB pemerintah Mengadakan penyuluhan mengenai program Kb dengan cara menyebarkan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya memasang KB.

Metodologi

11.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Kepala Dusun Krajan, Bidan Dusun Krajan, dan ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Posyandu yang ada di Balai Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dusun Dusun Krajan dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 12 orang di dusun Krajan RW 1. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN Pengumpulan Materi Jumlah Rp 20.000 Rp 200.000 Rp 20.000 + Rp 240.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan pemda o Metodologi Mengadakan penyuluhan mengenai program KB dengan cara menyebarkan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya memasang KB.

43

11.3.

PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 12 ibu-ibu di dusun Krajan RW 1. - Kegiatan dimulai dengan pembagian materi berupa leaflet dan menerangkan tentang program KB ke ibu-ibu dusun Krajan. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan Keluarga Berencana (KB).

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni datangnya ibu-ibu dengan terpisah-pisah tidak secara berbarengan sehingga harus menyampaikan satu persatu dan acara posyandu tepat di hari kerja sehingga banyak ibu-ibu terburu-buru pulang.

KEKUATAN o Menanamkan kesadaran

KELEMAHAN o Datangnya ibu-ibu dengan terpisah-pisah tidak secara berbarengan sehingga harus menyampaikan satu persatu dan acara posyandu tepat di hari kerja sehingga banyak ibu-ibu terburu-buru pulang.

betapa pentingnya program KB

ANCAMAN o Banyak ibu-ibu yang hanya mendengarkan tetapi tidak merealisasikan.

KESEMPATAN o Menjalankan pemerintah mengurangi penduduk. program untuk ledakan

44

12. Penyajian data penggunaan lahan masyarakat Desa Pagergunung Latar Belakang Informasi tentang suatu desa sangat penting untuk proses pendataan dan pencarian solusi apabila terjadi keanehan dan kekurangan dalam pelaksanaan kemajuan suatu desa. Informasi tersebut dapat disajikan dalam berbagai macam bentuk mulai dalam diagram sampai database berupa tabel-tabel.

12.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan data monografi Desa - Pembuatan desain dan layout penyajian data - Pencetakan penyajian dalam bentuk poster Penyerahan poster

Bentuk kegiatan

Tujuan kegiatan

Memudahkan dalam membaca dan menggolongkan data dari desa Pagergunung Perangkat desa dan Kelurahan Desa Pagergunung - 20 Juli s/d 26 Agustus 2013 - Balai Desa Pagergunung Rp 125.000,Realisasi penyajian data dalam bentuk poster dan di pasang di balai desa Pagergunung. Mengumpulkan data monografi pekerjaan warga desa Pagergunung, dirubah dalam bentuk diagram venn, dicetak dalam bentuk poster.

Sasaran kegiatan

Waktu & tempat pelaksanaan Pembiayaan Parameter keberhasilan

5 6

Metodologi

45

12.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan penanggung jawab kepala desa dan perangkat desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar dengan adanya realisasi pencetakan penyajian data dalam bentuk poster dan ditempel di balai desa. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan Jumlah Rp Rp Rp. 85.000 40.000 + 125.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data dari balai desa, data di pilih sesuai kategori, data di konversi dalam bentuk diagram venn, diagram diedit menggunakan program desain grafis dan di desain untuk poster, di cetak ukuran poster, dan ditempel di balai desa Pagergunung.

12.3. PEMBAHASAN Kegiatan ini diadakan untuk kepentingan desa dan pencari informasi monografi tentang desa Pagergunung. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter terealisasikannya poster penyajian data dan ditempelnya poster penyajian data di balai desa. KEKUATAN o Dapat mempermudah pencari informasi o monografi tentang desa. KELEMAHAN Memerlukan waktu yang

lama untuk pemrosesan data dan

46

o Penyajian data yang lebih sederhana dan mudah di pahami

pencetakannya karena sulit nya mencari percetakan poster di daerah kecamatan Pageruyung

ANCAMAN o Lamanya realisasi penyajian data.

KESEMPATAN o Menjadikan desa Pagergunung lebih unggul dalam penyajian data monografi dibandingkan desa-desa lain.

13. Penyuluhan Bahaya Limbah Plastik Bagi Lingkungan (Bidang: Peningkatan Kualitas Lingkungan Dan Masyarakat Desa) Latar Belakang Di Desa Pagergunung, sampah plastik merupakan salah satu benda yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pembuangan sampah plastik yang sembarangan membuat lingkungan tidak sehat. Gaya hidup atau life style ini menarik sebagai suatu masalah yang menimbulkan efek pada lingkungan dan akhirnya menurunkan kualitas hidup masyarakat desa. Hasil studi menunjukkan bahwa pembuangan sampah plastik sembarangan merupakan kebiasaan yang dari anak kecil sampai orang dewasa. Karena itulah, penyuluhan bahaya limbah plastik sangat diperlukan agar kualitas lingkungan dan masyarakat bisa meningkat. 13.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan referensi - Pembuatan dan pencetakan leaflet - Pembagian undangan - Penyuluhan kepada masyarakat 2 Tujuan kegiatan Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya limbah plastik

Sasaran kegiatan Masyarakat Dusun Soko Kranen

47

Waktu & tempat pelaksanaan

- 22 Agustus 2013 - Jam 07.30-15.00 - Balai Dusun Soko Kranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 110.000,Masyarakat mengerti bahaya limbah plastik sehingga tidak membuang di sembarangan tempat dan dapat memilih jenis plastik yang akan digunakan dengan bijaksana. Mengadakan forum diskusi dengan masyarakat serta pemberian materi sesuai dengan tema yang ditentukan.

Metodologi

13.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya Dusun Soko Kranen Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Dusun Soko Kranen. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan dan pencetakan leaflet Pembagian undangan Penyuluhan Jumlah Rp 10.000,00 Rp Rp Rp Rp 5.000,00 50.000,00 25.000,00 20.000,00

Rp 110.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya masyarakat.

48

o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengobservasi dan diskusi dengan warga sekitar, kemudian ditemukan informasi mengenai berbagai hambatan. Metode lainnya yakni dengan pemberian materi sesuai dengan tema yang diusung sehingga warga dapat mengetahui dan mengerti informasi yang disampaikan oleh mahasiswa. 13.3. PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan yang diadakan untuk masyarakat Dusun Soko Kranen Desa Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Antusias masyarakat terlihat sangat jelas dengan

masyarakat yang berjumlah 25 orang yang rata-rata ibu-ibu. Tentu saja hal ini dianggap sesuai dan tepat pada sasaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada Desa Pageruyung. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa sampah plastik mempunyai bahaya yang merugikan kehidupan. Mahasiswamahasiswi KKN memberikan materi tentang bahaya limbah plastik. Masyarakat yang tidak mengerti tentang materi yang dijelaskan diberi pengarahan lebih lanjut sehingga memudahkan dalam pemahaman materi. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias masyarakat yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan serta ketercapaian pemberian informasi kepada masyarakat. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN o Dapat pengetahuan tentang plastik KELEMAHAN

menambah o Tidak efektif bagi warga yang masyarakat limbah kurang penyampaian menyenangi secara lisan

bahaya

tanpa bantuan visual

49

o Merupakan kegiatan yang o Hanya efektif bila warga bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat o Dapat menjadikan benar benar akan melakukan pemisahan limbah plastik

lingkungan yang sehat bagi masyarakat ANCAMAN o Kurangnya support KESEMPATAN dari o Kesempatan untuk

anggota keluarga, sehingga ini kurangnya dalam plastik. mengakibatkan pengaplikasian limbah

menjadikan lingkungan yang lebih bersih. Hal ini dapat dari adanya antusias yang ada.

pemisahan

14. Penyuluhan Kesehatan Bagi Ibu Hamil (Bidang: Gerakan Pola Hidup Bersih Dan Sehat) Latar Belakang Masyarakat Desa Pagergunung masih banyak yang belum menerapkan perilaku hidup sehat, terutama kesehatan pada makanan yang belum mencukupi gizi yang seimbang. Gizi merupakan tolak ukur keberhasilan sumber daya manusia yang ada di lingkungan tersebut. Sumber daya manusia ditentukan oleh keadaan gizi ibu hamil pada saat mengandung. Gizi yang diperlukan haruslah mencukupi kebutuhan ibu dan bayi agar perkembangan janin sesuai yang diharapkan. Bayi yang lahir dengan gizi yang cukup akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam masyarakat. 14.1. No 1. REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan dan pencetakan leaflet.

50

- Pembagian Undangan. - Penyuluhan program. 2. Tujuan kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan serta menambah pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang asupan gizi yang cukup dan berkualitas. Ibu hamil Dusun Soko Karang Desa Pagergunung - 31 Juli 2013 - Pukul 07.00-12.00 - Bertempat di TK Dusun Soko Karang Desa Pagergunung 5. 6. Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Rp. 85.000,Keantusiasan masyarakat dalam mengikuti penyuluhan, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dikemukakan pada saat penyuluhan, dan jawabanjawaban yang mereka lontarkan pada saat TIM KKN memberikan pertanyaan mengenai materi yang sudah diberikan. Mengadakan penyuluhan serta forum diskusi dengan masyarakat khususnya ibu hamil Dusun Soko Karang Desa Pagergunung tentang kesehatan bagi ibu hamil.

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan

7.

Metodologi

14.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan Kepala Dusun serta masyarakat khususnya ibu hamil di Dusun Soko Karang. o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan dan pencetakan leaflet Pembagian undangan Penyuluhan Jumlah Rp 10.000,00 Rp 5.000,00 Rp 35.000,00 Rp 15.000,00 Rp 20.000,00 Rp 85.000,00

51

Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa dan swadaya masyarakat o Metodologi Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta dilanjutkan dengan mengadakan diskusi dengan masyarakat khususnya ibu hamil di Dusun Soko karang Desa Pagergunung.

14.3. -

PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2013, pukul 07.00-12.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kesehatan pada ibu hamil seta pembagian materi kepada masyarakat, setelah materi disampaikan, masuk pada tahap diskusi yaitu tanya jawab seputar kesehatan ibu hamil. Masyarakat sangat interaktif dalam tahap diskusi maupun pada saat penyampaian materi. Kegiatan penyuluhan ini dianggap sukses terselenggara terbukti dengan keantusiasan masyarakat dalam bertanya mengenai kesehatan pada ibu hamil maupun menjawab pertanyaan disampaikan oleh TIM KKN. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni kurangnya perhatian beberapa masyarakat pada kesehatan saat hamil serta kurangnya informasi dari Kepala Dusun Soko Karang terhadap warganya. KELEMAHAN perhatian beberapa yang

KEKUATAN

o Dapat menambah pengetahuan para o Kurangnya masyarakat khususnya ibu hamil

masyarakat tentang kesehatan pada saat ibu sedang hamil. KESEMPATAN

mengenai kesehatan pada saat hamil. ANCAMAN o Perhatian yang kurang

tentang o Dengan

adanya

penyuluhan

52

kesehatan pada ibu yang sedang hamil menyebabkan perkembangan janin

mengenai kesehatan pada ibu hamil diharapkan para ibu hamil sendiri

yang kurang optimal.

memperhatikan dan janinnya.

kesehatan

15. Pelatihan Terpakai"

"Aplikasi

Ilmu

Fisika

Menggunakan

Barang

tak

Latar Belakang Pendidikan hingga kini masih dipercaya sebagai media yang sangat ampuh dalam membangun kecerdasan sekaligus kepribadian anak manusia menjadi lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan secara terus-menerus dibangun dan dikembangkan agar dari proses pelaksanaannya menghasilkan generasi yang diharapkan. Demikian pula dengan pendidikan di Desa Pagergunung ini. Dimana masyarakat Pagergunung tidak ingin menjadi masyarakat yang bodoh dan terbelakang, terutama dalam menghadapi zaman yang terus berkembang di era kecangihan teknologi dan komunikasi. Maka, perbaikan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia terus diupayakan melalui proses pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam rumusan tujuan pendidikan nasional Nomor 20 Pasal 3 tentang sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretaif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

15.1 REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan bahan dan alat

53

- Pembelian hadiah - Simulasi pembuatan aplikator - Pelatihan 2 Tujuan kegiatan Menanamkan nilai dan moral positif pada anak melalui aplikasi fisika dengan berbahan bekas

3 4

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 2 Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 27 Juli 2013 - Jam 07.30-12.00 - SD Negeri 2 Pageruyung

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 70.000,Mempersiapkan generasi yang berkualitas. Tentu saja, bila Pagergunung memiliki penerus yang unggul maka akan menghasilkan masyarakat yang lebih maju ke depannya. Siswa-Siswi melakukan percobaan tentang aplikasi fisika kemudian menjelaskan percobaan yang terjadi serta pemberian materi sesuai dengan tema yang ditentukan.

Metodologi

15.2 HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di SD Negeri 2 Pageruyung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswasiswi terlihat sangat antusias saat menonton film serta

menceritakan kembali film tersebut. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan bahan dan alat Pembelian hadiah Rp 10.000,00 Rp 30.000,00 Rp 25.000,00

54

Simulasi pembuatan aplikator Jumlah

Rp

5.000,00

Rp 75.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya masyarakat. o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengobservasi dan diskusi dengan warga sekitar, kemudian ditemukan informasi mengenai berbagai hambatan. Metode lainnya yakni dengan pemberian materi sesuai dengan tema yang diusung sehingga siswa-siswi dapat mengetahui dan mengerti informasi yang disampaikan oleh mahasiswa. 15.3 PEMBAHASAN Kegiatan ini diadakan untuk siswa-siswi SD Negeri 2 Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Antusias siswa-siswi terlihat sangat jelas dengan peserta 20 siswa. Tentu saja hal ini dianggap sesuai dan tepat pada sasaran karena untuk menghasilkan masyarakat unggul pada Desa Pagergunung. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa ilmu fisika yang diterapkan dengan percobaan dapat dengan mudah dipahami siswa dibanding belajar di kelas. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias siswa-siswi yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan serta ketercapaian pemberian informasi kepada masyarakat. KEKUATAN KELEMAHAN dan dimengerti oleh

o Dapat menanamkan moral dan nilai o Tidak efektif bagi siswa yang positif pada siswa o Bentuk cara belajar yang inovatif di kelas sehingga siswa tidak bosan kurang penyampaian menyenangi secara lisan

tanpa bantuan visual

o Merupakan kegiatan yang bersifat o Hanya efektif bila warga,

55

edukatif sehingga sangat bermanfaat o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya orangtua, mengakibatkan pengaplikasian positif. o Keadaan lingkungan sekitar yang tidak kondusif dan kurang moral support dari

terutama orang tua benarbenar akan mengembangkan potensi. KESEMPATAN

kedua o Kesempatan ini

untuk

sehingga

menjadikan siswa-siswi yang unggul sangatlah besar. Hal ini dapat dari adanya antusias yang ada.

kurangnya dan nilai

mendukung

16. Penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas di RW 4 Latar Belakang Biogas diketahui telah mulai digunakan sebagian petani yang membuat biogas untuk kebutuhan rumah tangganya, menggunakan bahan-bahan yang tersedia, seperti kotoran ternak dan limbah tanaman. Kedua bahan ini (kotoran ternak dan limbah tanaman) kaya akan sumber gas Methane (CH4) yang mempunyai daya bakar yang sangat baik. Dengan membuat bahan bakar dari biogas, para petani dapat menghemat biaya bahan bakar yang digunakan selama ini seperti minyak tanah, gas komersial di pasaran, arang dan kayu bakar. Bukan hanya itu, dengan membuat biogas sendiri para petani akan menghemat waktu dalam memasak misalnya dan dapat menggunakan waktunya yang lowong untuk bekerja di luar rumah antara lain di sawah, kebun atau kegiatan rumah tangga lain, seperti kerajinan tangan. Biogas adalah bahan bakar yang bersih yang tidak menghasilkan asap seperti halnya kayu, arang, sehingga alat-alat dapur dapat digunakan dengan tetap bersih, bahkan terdapat keuntungan besar dari proses pembuatan biogas, karena limbah buangannya dapat digunakan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman .
56

16.1 REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan


-

Keterangan Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan materi dan rancangan Penyuluhan

Tujuan kegiatan

Memberikan penyuluhan tentang biogas yang merupakan energi alternatif. Ibu-ibu RW 4 Desa Pagergunung - 28 Juli 2013 - Jam 13.00- 16.00 WIB - Balai Desa Pagergunung Rp. 75.000,Ibu-ibu mengerti tentang biogas dan ada keinginan supaya pengadaan biogas terealisasi Mengadakan penyuluhan mengenai pembuatan limbah menjadi biogas

3 4

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi

5 6

16.2 HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Ibu-Ibu RW 4 Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-Ibu RW 4 Desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 25 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut :

57

Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan materi dan rancangan Penyuluhan Jumlah

Rp 10.000,00 Rp 5.000,00 Rp 50.000,00 Rp 10.000,00 Rp 75.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya masyarakat. o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas di RW 4 Desa Pagergunung. Setelah itu kami membagikan poster dan leaflet kepada Ibu-Ibu RW 4 Desa Pagergunung. Harapan dari dilaksanakan penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama Ibu-Ibu RW 4 Desa Pagergunung tentang pembuatan dan manfaat biogas. 16.3 PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 20 ibu-ibu RW 4 Desa Pagergunung. - Kegiatan penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas yang dilaksanakan pada 28 Juli 2013 pukul 13.00 16.00 WIB. - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian leaflet pembuatan limbah menjadi biogas serta manfaat yang ditimbulkan bagi masyarakat. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu RW 4 Desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni tidak adanya pendorong untuk melakukan praktik pembuatan biogas, sehingga hanya penyampaian materi saja. -

58

KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o Tidak adanya pendorong dalam mempraktikkan pembuatan limbah menjadi biogas.

kesadaran

pentingnya menjaga lingkungan guna kesehatan o Memberikan pengetahuan mengenai pembuatan limbah menjadi biogas. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya perhatian

KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan pembelajaran pembuatan limbah mengenai menjadi

terutama dalam pemanfaatan limbah.

biogas, mengingat keantusiasan masyarakat terutama ibu-ibu.

17. Penyajian data kependudukan masyarakat Latar Belakang Di Desa Pagergunung, kependudukan merupakan salah satu aspek yang disensus setiap tahun. Penduduk Desa setiap saat bertambah sehingga perlu dikontrol untuk mengetahui pertumbuhan penduduknya. Hasil studi menunjukkan bahwa penduduk Desa Pagergunung banyak perempuan dibanding laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk berjenis kelamin perempuan sangat pesat dibanding laki-laki. 17.1 REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan
-

Keterangan Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan data monografi desa Pembuatan desain dan layout penyajian data Pencetakan penyajian dalam bentuk poster

59

Penyerahan poster

Tujuan kegiatan

Memberikan gambaran tentang data kependudukan Desa Pagergunung dengan penyajian dalam bentuk poster. Warga Desa Pagergunung - 26 Agustus 2013 - Jam 13.00- 16.00 WIB - Balai Desa Pagergunung Rp. 125.000,Warga mengetahui tentang perkembangan kependudukan pada tahun 2012 Mengumpulkan data kependudukan Desa Pagergunung tahun 2012 kemudian mengolah data yang telah diperoleh

3 4

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi

5 6

17.2 HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan warga Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Pagergunung. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan data monografi desa Pembuatan desain dan layout penyajian data Pencetakan penyajian dalam bentuk poster Rp Penyerahan poster Jumlah Rp 30.000,00 10.000,00 Rp Rp Rp 25.000,00 10.000,00 50.000,00

Rp 125.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya masyarakat.

60

o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data di kelurahan kemudian menyajikan data dalam bentuk poster.

17.3 PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyajian data ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. - Kegiatan penyajian data kependudukan Desa Pagergunung yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2013 pukul 13.00 16.00 WIB. - Kegiatan dimulai dengan pengumpulan data kemudian data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk poster. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses terhadap parameter warga dapat melihat dengan mudah penyajian data kependudukan yang ditempelkan di kelurahan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni data yang didapat masih tahun 2012. KEKUATAN KELEMAHAN

o Masyarakat mengetahui perkembangan o Data yang didapat masih tahun

data kependuduan desa o Memberikan pengetahuan mengenai pertumbuhan kependudukan o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya perhatian

2012.

KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan pembelajaran mengenai

terutama dalam pertumbuhan desa.

pertumbuhan kependudukan desa.

61

18. Sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di RW 3 Latar Belakang Keluarga merupakan satuan terkecil dari masyarakat. Unit terkecil ini secara kolektif akan mempengaruhi kualitas penduduk. Apabila satuan terkecil ini mampu berkualitas maka masyarakat secara umum akan berkualitas dan mempunyai daya saing. Keluarga yang sejahtera merupakan keluarga yang terpenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani meliputi sandang, pangan, papan dan kesehatan sedangkan kebutuhan rohani di antaranya meliputi pendidikan, rasa aman, serta rasa keterjaminan untuk melanjutkan masa depan. Program Kependudukan dan Keluarga Berencana merupakan suatu ikhtiar untuk dapat merealisasikan kesejahteraan keluarga. Merencanakan keluarga, mulai dari pernikahan, jumlah anak, jarak melahirkan hingga pendidikan anak merupakan langkah awal dari usaha mewujudkan kesejahteraan keluarga. 18.1 REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan
-

Keterangan Sosialisasi program dan perizinan Pengambilan leaflet di kantor BKKBN Pengumpulan referensi Penyuluhan

Tujuan kegiatan

Memberikan penyuluhan tentang pentingnya program KB pada masyarakat Ibu-ibu RW 1 Desa Pagergunung - 17 Juli 2013 - Jam 07.30- 12.00 WIB - Rumah Kepala Dusun Soko Karang Desa Pagergunung

3 4

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan

5 6

Rencana dana yang dibutuhkan Parameter

Rp. 240.000,Ibu-ibu mengerti tentang program KB yang

62

keberhasilan 7 Metodologi

sesuai dengan standar kesehatan Mengadakan penyuluhan mengenai program KB

18.2 HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Ibu-Ibu RW 1 Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Rumah Kepala Dusun Soko Karang Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-Ibu RW 1 Desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 25 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Sosialisasi program dan perizinan Pengambilan leaflet di kantor BKKBN Pengumpulan referensi Penyuluhan Jumlah Rp 10.000,00 Rp 200.000,00 Rp 10.000,00 Rp 20.000,00 Rp 240.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa, Pemda dan swadaya masyarakat. o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan KB di RW 1 Desa Pagergunung. Setelah itu kami membagikan poster dan leaflet kepada Ibu-Ibu RW 1 Desa Pagergunung. Harapan dari dilaksanakan penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama Ibu-Ibu RW 1 Desa

Pagergunung tentang KB.

63

18.3 PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 25 ibu-ibu RW 1 Desa Pagergunung. - Kegiatan penyuluhan KB yang dilaksanakan pada 17 Juli 2013 pukul 07.30 12.00 WIB. - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian leaflet KB serta manfaat yang ditimbulkan bagi masyarakat. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu RW 1 Desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan KB. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni penyampaian informasi kepada masyarakat yang kurang. KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o Penyampaian pada informasi yang

kesadaran program KB

pentingnya masyarakat

kurang terhadap warga

o Memberikan pengetahuan mengenai KB. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya perhatian KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan pembelajaran mengenai program KB, mengingat keantusiasan

terutama dalam program KB.

masyarakat terutama ibu-ibu.

64

19. Pelatihan "Aplikasi Ilmu Fisika Menggunakan Barang tak Terpakai" untuk anak SD kelas 6 di SDN 1 Pagergunung Latar Belakang Fisika adalah ilmu yang mempelajari kejadian fisik yang terjadi di alam ini. Banyak sekali ilmu fisika yang bisa di jelaskan di alam ini tetapi ada beberapa aplikasi dari ilmu fisika yang bisa dijelaskan dan diterapkan di sekolah dasar. Sehingga dapat mengenalkan ilmu fisika kepada siswa-siswi sekolah dasar. 19.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan bahan dan alat. - Pembelian doorprize. - Simulasi pembuatan aplikator. - Pelatihan 2 Tujuan kegiatan Mendorong serta memotivasi siswa-siswi dalam meminati ilmu fisika dan mengetahui ilmu fisika ada di sekitar kita dengan alat-alat bekas.

3 4

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas 6 SD Negeri 1 Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 24 Juli 2013 - Jam 07.30-12.30 - SD Negeri 1 Pagergunung

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 70.000,Siswa-siswi dapat mengerti bagaimana proses fisis terjadinya fenomena fisika dengan menggunakan alat peraga yang terbuat dari barang-barang bekas dan antusias terhadap praktikum dan pembuatannya. Mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam menyusun barang-barang bekas menjadi alat aplikasi ilmu fisika bersama anak-anak SDN 1 Pagergunung di lapangan depan kelas.

Metodologi

65

19.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan guru-guru, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di SD Negeri 1 Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswasiswi terlihat sangat antusias saat menceritakan proses fisisnya. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Hadiah/doorprise Kertas Jumlah Rp 20.000 Rp 25.000 Rp 25.000 + Rp.70.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Berinteraksi dengan siswa siswi SDN 1 Pagergunung pelatihan dan praktik langsung dalam menyusun barang-barang bekas menjadi alat aplikasi ilmu fisika bersama anak-anak SDN 1 Pagergunung di lapangan depan kelas sehingga penyampaian materi dapat berjalan dengan seru dan mudah di pahami. 19.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan yang diadakan untuk siswa-siswi SD Negeri 1 Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Antusias siswa-siswi terlihat sangat jelas, terdiri dari 19 anak. Siswa-siswi terlihat antusias dari mulai perkenalan diri dari mahasiswa KKN ke siswa siswi SDN 1 Pagergunung sampai mulai ke lapangan untuk mengikuti pelatihan dan praktikum beserta penjelasannya.

66

Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias siswa-siswi yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat menambah motivasi o Tidak efektif bagi siswa atau siswa-siswi dalam siswi yang kurang

mempelajari ilmu fisika. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya support

menyenangi ilmu alam

KESEMPATAN dari o Kesempatan untuk

kedua orangtua, sehingga ini mengakibatkan kurangnya

menjadikan siswa-siswi yang unggul di bidang ilmu fisika untuk lebih berkembang.

pengaplikasian ilmu fisika yang diinginkan siswa-siswi.

20. Penyuluhan pembuatan limbah menjadi biogas di RW 1 Dusun Krajan Latar Belakang Semakin langkanya bahan bakar fosil menyebabkan mahalnya biaya penggunaan bahan bakar minyak maupun gas di kalangan masyarakat terutama di masyarakat desa. Diperlukan bahan bakar alternatif untuk masyarakat dengan bahan mudah di dapat dan murah biayanya. Salah satu energy alternative yang sesuai di kalangan masyarakat terutama di masyarakat desa adalah biogas yang hanya menggunakan kotoran ternak yang di ambil gas nya untuk digunakan bahan bakar menyalakan api di kompor.

67

20.1. No 1.

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan materi dan rancangan. - Penyuluhan

Bentuk kegiatan

2.

Tujuan kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan tentang adanya energy alternative yang menggunakan bahan mudah dan murah kepada masyarakat desa pagergunung RW 1. Warga Pagergunung RW 1 dusun Sokokranen - 30 Juli 2013 - Pukul 08.00-13.00 - Bertempat di Balai Desa Pagergunung Rp. 75.000,Keantusiasan warga saat tim KKN menerangkan tentang biogas dan aplikasinya beserta adanya pertanyaan dan interaksi dari mahasiswa KKN dengan warga. Mengadakan penyuluhan serta forum diskusi dengan warga desa RW 1 dusun Krajan dengan cara persentasi dan interaksi tanya jawab.

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

20.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan Kepala Dusun Krajan dan Ketua Karangtaruna dusun Krajan. o Program ini terealisasi secara sukses dan tepat sasaran dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2013, pukul 08.0013.00 WIB, bertempat di Balai Desa Pagergunung. Kegiatan ini dihadiri peserta undangan sebanyak 23 orang. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai biogas dan diskusi (tanyajawab).

68

o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Transportasi Fotocopy Materi Jumlah Rp. 20.000 Rp. 55.000 Rp. 75.000 +

Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa dan swadaya o Metodologi Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta dilanjutkan dengan mengadakan diskusi dengan warga desa Pagergunung Dusun Krajan RW 1.

20.3. -

PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2013, pukul 08.00-13.00 WIB, dihadiri peserta undangan

sebanyak 23 orang. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai langkanya bahan bakar fosil di masa sekarang dan depan dan pentingnya energy alternative biogas untuk pengganti energy fosil, setelah materi disampaikan, masuk pada tahap diskusi yaitu tanya jawab seputar biogas. Warga sangat interaktif dalam tahap diskusi maupun pada saat penyampaian materi. Kegiatan penyuluhan ini dianggap sukses terselenggara terbukti dengan keantusiasan warga dalam bertanya mengenai biogas maupun mendengarkan materi dari mahasiswa KKN. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni kurang kondusifnya penyampaian karena ada warga yang berbicara sendiri dengan keras dan sulitnya diatur warga tersebut untuk memperhatikan pemateri.

69

KEKUATAN o Dapat menambah pengetahuan para o Ada warga mengenai energy alternatif dan biogas untuk mengganti minyak tanah dan gas LPG yang biasa digunakan untuk memasak. ANCAMAN o Berkurangnya sehingga terhambat. antusianisme biogas

KELEMAHAN warga yang mengganggu

kekondusifan penyampaian materi.

KESEMPATAN warga o Dengan adanya penyuluhan biogas menjadi membuat warga tidak bergantung lagi dengan energy fosil seperti minyak tanah dan gas LPG

realisasi

21. Penyajian data pendidikan masyarakat Desa Pagergunung Latar Belakang Informasi tentang suatu desa sangat penting untuk proses pendataan dan pencarian solusi apabila terjadi keanehan dan kekurangan dalam pelaksanaan kemajuan suatu desa. Informasi tersebut dapat disajikan dalam berbagai macam bentuk mulai dalam diagram sampai database berupa tabel-tabel.

21.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan data monografi Desa - Pembuatan desain dan layout penyajian data - Pencetakan penyajian dalam bentuk poster - Penyerahan poster

Tujuan kegiatan

Memudahkan dalam membaca dan menggolongkan data dari desa Pagergunung

3 4

Sasaran kegiatan Perangkat desa dan Kelurahan Desa Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 20 Juli s/d 26 Agustus 2013

70

- Balai Desa Pagergunung 5 6 Pembiayaan Parameter keberhasilan Metodologi Rp 125.000,Realisasi penyajian data dalam bentuk poster dan di pasang di balai desa Pagergunung. Mengumpulkan data monografi pendidikan warga desa Pagergunung, dirubah dalam bentuk diagram batang, dicetak dalam bentuk poster.

21.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan penanggung jawab kepala desa dan perangkat desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar dengan adanya realisasi pencetakan penyajian data dalam bentuk poster dan ditempel di balai desa. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan Jumlah Rp Rp Rp. 85.000 40.000 + 125.000 Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data dari balai desa, data di pilih sesuai kategori, data di konversi dalam bentuk diagram batang, diagram diedit menggunakan program desain grafis dan di desain untuk poster, di cetak ukuran poster, dan ditempel di balai desa Pagergunung.

71

21.3. PEMBAHASAN Kegiatan ini diadakan untuk kepentingan desa dan pencari informasi monografi tentang desa Pagergunung. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter terealisasikannya poster penyajian data dan ditempelnya poster penyajian data di balai desa. KEKUATAN o Dapat mempermudah KELEMAHAN pencari o Memerlukan waktu yang lama untuk pemrosesan data dan pencetakannya karena sulit nya mencari percetakan poster di daerah kecamatan

informasi monografi tentang desa. o Penyajian data yang lebih sederhana dan mudah di pahami.

Pageruyung ANCAMAN o Lamanya realisasi penyajian data. KESEMPATAN o Menjadikan Pagergunung dalam lebih desa unggul data

penyajian

monografi dibandingkan desadesa lain.

22. Sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di RW 2 Dusun Suko Kranen Latar Belakang Meningkat tajamnya jumlah penduduk Indonesia yang belum terkontrol menyebabkan tidak seimbangnya antara kelahiran, kematian, kebutuhan, penghasilan, dan jumlah lapangan kerja di Indonesia. Maka pemerintah menyerukan progam Keluarga Berencana (KB) yang disarankan seluruh warga Indonesia lebih baik memiliki 2 anak, sehingga perkembangan jumlah penduduk di Indonesia bisa terkontrol sehingga terjadi keseimbangan dari berbagai aspek yang sudah disebutkan sebelumnya.

72

Dari hal di atas maka perlu sekali kesadaran masyarakat pageruyung dalam mengikuti seruan pemerintan tentang program KB sehingga jumlah penduduk di desa Pagergunung lebih terkontrol. 22.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan
- Sosialisasi program dan perizinan kepada

warga dan bidan setempat.


-

Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN Provinsi.

- Pengumpulan referensi. -

Sosialisasi/penyuluhan

Tujuankegiatan

- Menanamkan kesadaran betapa pentingnya

program KB.
- Mengontrol pertambahan dan pengurangan

jumlah penduduk di desa Pagergunung. 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi Ibu-ibu dusun Sukokranen desa Pagergunung - 23 Juli 2013 - Jam 8.00 - 13.00 WIB - Posyandu di Balai Dusun Sukokranen Rp. 240.000,Ibu-ibu mengikuti program KB pemerintah. Mengadakan penyuluhan mengenai program KB dengan cara menyebarkan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya memasang KB.

5 6 7

22.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Kepala Dusun Sukokranen, Bidan Dusun Sukokranen, dan ibu-ibu dusun Sukokranen desa Pagergunung.

73

Kegiatan ini bertempat di Posyandu yang ada di Balai Dusun Sukokranen. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dusun Dusun Sukokranen dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 12 orang di dusun Sukokranen RW 2. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pengambilan leaflet di Kantor BKKBN Pengumpulan Materi Jumlah Rp. 20.000 Rp. 200.000 Rp. 20.000 Rp. 240.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan pemda o Metodologi Mengadakan penyuluhan mengenai program KB dengan cara menyebarkan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan

pentingnya memasang KB.

22.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 12 ibu-ibu di dusun Krajan RW 2. - Kegiatan dimulai dengan pembagian materi berupa leaflet dan menerangkan tentang program KB ke ibu-ibu dusun Sukokranen. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu dusun Sukokranen desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan Keluarga Berencana (KB). Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni datangnya ibu-ibu dengan terpisah-pisah tidak secara berbarengan sehingga harus menyampaikan satu persatu dan acara posyandu tepat di hari kerja sehingga banyak ibu-ibu terburu-buru pulang.

74

KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o datangnya terpisah-pisah berbarengan ibu-ibu tidak sehingga dengan secara harus

kesadaran

pentingnya program KB

menyampaikan satu persatu dan acara posyandu tepat di hari kerja sehingga banyak ibu-ibu terburuburu pulang. ANCAMAN o Banyak ibu-ibu yang tetapi KESEMPATAN hanya o Menjalankan program pemerintah tidak untuk mengurangi ledakan

mendengarkan merealisasikan.

penduduk.

23. Pelatihan pembuatan CV Latar Belakang CV adalah suatu ringkasan yang terstruktur dan tertulis dari pendidikan, latar belakang, serta kualifikasi tentang suatu pekerjaan. Masyarakat desa Pagergunung perlu mengetahui pentingnya pembuatan CV yang sangat penting untuk memasuki dunia kerja 23.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan dan pencetakan modul. - Pembagian undangan. - Pelatihan. 2 Tujuan kegiatan Melatih dan memberi pengetahuan warga desa Pagergunung dalam hal pembuatan CV

3 4

Sasaran kegiatan Pemuda dan Pemudi warga desa Pagergunung Waktu & tempat - 21 Agustus 2013

75

pelaksanaan

- Jam 08.00-13.00 - Balai Dusun Sokokranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 100.000,Keantusiasan Peserta dalam mengikuti pelatihan dan adanya interaksi antara mahasiswa KKN yang sebagai pelatih dan masyarakat yang sebagai dilatih. Mengadakan pelatihan pembuatan CV beserta adanya tanya jawab antar warga dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan.

Metodologi

23.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan warga desa, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di balai dusun sukokranen. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya warga dalam mengikuti kegiatan tersebut. Warga terlihat sangat antusias saat mengikuti proses pelatihannya. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Modul Pembuatan Undangan Jumlah Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 30.000 + Rp.100.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam pembuatan CV beserta adanya tanya jawab antar warga dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan.

76

23.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan yang diadakan untuk warga desa Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Warga terlihat antusias dari mulai perkenalan diri dari mahasiswa KKN ke warga Pagergunung sampai mulai pelatihannya. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias warga yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN o Dapat KELEMAHAN

menambah o Pesertanya yang datang hanya sedikit

pengalaman untuk sebelum terjun ke dunia kerja. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat. o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya motivasi

KESEMPATAN dari o Kesempatan untuk

para pemuda dan pemudi untuk memiliki karir kerja di perkantoran.

menjadikan pemuda pemudi yang unggul.

24. Pelatihan Pemasaran Produk Hasil Diversifikasi Latar Belakang Produk hasil diversifikasi perlu dipromosikan dan dipasarkan agar menghasilkan pemasukan bagi warga desa pagergunung. Warga desa pagergunung perlu diberi penyuluhan mengenai berbagai macam teknik pemasaran agar produk yang mereka hasilkan memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran. Terdapat dua metode pemasaran yaitu pemasaran tradisional dan
77

pemasaran modern. Contoh yang termasuk cara pemasaran tradisional adalah door to door (dari rumah ke rumah), ikut serta dalam event event UKM, promosi dari mulut ke mulut, dan jual langsung ke pasar. Sedangkan, contoh yang termasuk pemasaran modern adalah pemasaran melalui media Sosial seperti Facebook, twitter, dan lewat blog. 24.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan leaflet. - Pembagian undangan. - Penyuluhan. 2 Tujuan kegiatan Memberi pengetahuan warga desa Pagergunung dalam hal teknik pemasaran produk hasil diversifikasi

3 4

Sasaran kegiatan Warga desa Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 22 Agustus 2013 - Jam 08.00-13.00 - Balai Dusun Sokokranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 85.000,Keantusiasan warga dalam mengikuti penyuluhan dan adanya interaksi antara mahasiswa KKN dengan warga. Mengadakan penyuluhan mengenai teknik pemasaran produk hasil diversifikasi.

Metodologi

24.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan warga desa, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di balai dusun sokokranen. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya warga dalam mengikuti kegiatan tersebut.
78

o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Leaflet Pembuatan Undangan Jumlah Rp 20.000 Rp 35.000 Rp 30.000 + Rp 85.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Mengadakan penyuluhan mengenai teknik pemasaran produk hasil diversifikasi. 24.3. PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan yang diadakan untuk warga desa

Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias warga yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN o Dapat pengetahuan KELEMAHAN

menambah o Pesertanya yang datang hanya tentang sedikit

berbagai teknik pemasaran produk hasil diversifikasi. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat. ANCAMAN KESEMPATAN untuk

o Tingkat pengetahuan warga o Kesempatan

79

yang rendah tentang media sosial.

menciptakan dan

pangsa

pasar

memperluas produk

jaringan hasil

pemasaran diversifikasi

25. Diversifikasi limbah anorganik menjadi produk siap jual (bidang : Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Masyarakat Desa) Latar Belakang Limbah anorganik merupakan limbah yang berbahaya jika tidak dimanfaatkan dengan baik karena sifatnya yang sulit bahkan ada yang tidak dapat diurai, salah satu contohnya adalah limbah atau sampah plastik yang sangat banyak ditemui di daerah pemukiman, terutama daerah yang memiliki TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Desa Pagergunug memiliki TPS yang berlokasi di sekitar jalan, kebanyakan diisi oleh sampah-sampah plastik yang sudah sangat menumpuk, ditambah lagi belum ditemuinya pemanfaatan sampah tersebut menjadi barang-barang berguna oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kegiatan pemanfaatan dan diversifikasi sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis, hal ini sangat berguna untuk menjaga lingkungan serta juga dapat meningkakan kesejahteraan masyarakat jika dilakukan dalam jangka panjang. 25.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Penyampaian materi mengenai pemanfaatan limbah anorganik - Mempresentasikan dan menunjukkan contoh produk siap jual hasil diversifikasi limbah anorganik beserta teknik pembuatannya - Diskusi seputar diversifikasi limbah anorganik menjadi produk bernilai jual tinggi 2 Tujuan kegiatan Membuka wawasan dan memotivasi Ibu-Ibu Desa Pagergunung khususnya Dusun Soko Kranen agak memiliki jiwa yang kreatif dalam hal

80

memanfaatkan bahan/limbah tak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai jual 3 4 Sasaran Ibu-Ibu Dusun Soko Kranen kegiatan Waktu & tempat - 22 Agustus 2013 pelaksanaan - Jam 08.00-13.00 - Balai Dusun Soko Kranen 5 6 Pembiayaan Parameter keberhasilan Rp 125.000,00 Ibu-Ibu Dusun Soko Kranen memiliki keinginan dan motivasi sendiri untuk menciptakan produk hasil diversifikasi seperti yang telah dicontohkan Mengadakan sebuah forum dengan bentuk acara seperti seminar, yang terdiri dari pembagian leaflet, penyampaian materi, pameran produk dan diskusi mengenai program yang dilaksanakan

Metodologi

25.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Dusun Soko Kranen. o Program ini terlaksana cukup lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-Ibu dalam mengikuti kegiatan tersebut, namun acaranya sedikit kurang optimal ketika mendekati waktu sore karena Ibu-Ibu banyak yang keluar masuk ruangan. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pengumpulan bahan Leaflet Pembuatan undangan Pembelian sampel produk Jumlah Rp 10.000,00 Rp 5.000,00 Rp 30.000,00 Rp 15.000,00 Rp 65.000,00 + Rp 125.000,00

81

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari perangkat Desa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah penyampaian dengan sistem seminar, yaitu penyampaian materi yang dilanjut dengan diskusi dengan Ibu-Ibu yang mengikuti kegiatan, selain itu kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian leaflet dan pemameran produk hasil diversifikasi agar dapat memotivasi peserta untuk

mengembangkan ide kreatifnya dalam menciptakan produk.

25.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan diversifikasi yang diadakan bagi peserta yang terdiri dari Ibu-Ibu di Dusun Soko Kranen ini berjalan cukup

lancar. Peserta yang datang berjumlah lebih kurang 20 orang termasuk anak dari peserta; Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameterparameter motivasi diri dan keinginan mengembangan ide kreatif untuk memanfaatkan limbah yang ada di Desa Pagergunung menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pagergunung; Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah keterlambatan pelaksanaan acara beberapa menit dari rencana awal, serta kurang kondusifnya acara 2 jam setelah dimulai karena memasuki waktu sibuk Ibu-Ibu. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat membuka wawasan o Tidak dilakukannya sejenis dalam barang o Memiliki hal pemanfaatan menjadi pelatihan mencontohkan produk jangka o Kurang beragamnya sumber limbah anorganik yang untuk pembuatan

terpakai

barang ekonomis manfaat

panjang bagi kesejahteraan

82

masyarakat Desa o Memberikan ide bagi

digunaka sebagai bahan baku

masyarakat untuk membuka lapangan kerja baru ANCAMAN KESEMPATAN limbah produk banyak peluang

o Umumnya Ibu-Ibu di Desa o Pemanfaatan Pagergunung tidak memiliki cukup waktu untuk membut kerajinan dari limbah anorganik ekonomis ditemui, menjadi belum sehingga

anorganik, karena sebelum membuat produk, perlu

usahanya cukup besar

dilakukan proses penyiapan bahan anorgnik limbah bahan

26. Penyuluhan kebersihan air untuk kehidupan sehari-hari (bidang: gerakan pola hidup bersih dan sehat) Latar Belakang Kebersihan air adalah salah hal yang patut diperhatikan karena menyangkut dengan aktivitas sehari-hari, seperti: mencuci, memasak, mandi, membersihkan rumah, dan banyak lainnya. Desa Pagergunung dirasa cukup lancar dalam hal pengaliran air, namun pada penggunaannya sangat besar kemungkinan terjadinya kontaminasi, sehingga dapat berakibat pada kesehatan masyarakat Desa Pagergunung. Berdasarkan hal tersebut perlu diadakannya penyuluhan kebersihan air untuk kehidupan sehari-hari. 26.1. No 1. REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Penyampaian materi mengenai kebersihan air dalam penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari - Peserta penyuluhan diminta menceritakan penggunaan

83

air dan sumber air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari kemudian didiskusikan bersama-sama - Sesi tanya jawab seputar penggunaan air 2. Tujuan kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pemahaman kepada peserta penyuluhan mengenai kebersihan air dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari Ibu-Ibu Desa Pagergunung, khususnya Dusun Soko Karang - 31 Juli 2013 - Pukul 08.00-12.00 - TPQ Dusun Soko Karang Rp 70.000,00 Parameter keberhasilan yang dapat menjadi tolak ukur pelaksanaan program ini adalah terlibat aktifnya peserta ketika mengikuti kegiatan Mengadakan penyuluhan serta forum diskusi dengan IbuIbu di Dusun Karang mengenai kebersihan air dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari serta pembahasan isi leaflet yang telah dibagikan beserta undangan kegiatan

3.

Sasaran kegiatan

4.

Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

26.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan perangkat Dusun Soko Karang dan Ibu-Ibu di Desa Pagergunung o Kegiatan ini terealisasi cukup sukses, dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2013, pukul 08.00-12.00 WIB, bertempat di TPQ Dusun Soko Karang. Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 orang Ibu-Ibu dar Dusun Soko Karang. Kegiatan dimulai dengan pembagian leaflet mengenai kebersihan air dan

penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, penyampaian materi sesuai dengan tema yang diusung di dalam program, serta sesi diskusi atau tanya jawab.

84

o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Transportasi Pengumpulan bahan Alat peraga Pembuatan undangan Jumlah Rp 10.000,00 Rp 5.000,00 Rp 20.000,00 Rp 15.000,00 + Rp 70.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari masyarakat. o Metodologi Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta dilanjutkan dengan mengadakan diskusi dengan peserta yang terdiri dari Ibu-Ibu Dusun Soko Karang. Selain itu, penyampaian materi juga melalui media leaflet.

26.3. -

PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2013, pukul 08.00-12.00 WIB, dihadiri sekitar 12 orang, dilaksanakan di TPQ Dusun Soko Karang. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kebersihan air dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari serta pembagian leaflet kepada peserta, setelah materi disampaikan, masuk pada tahap diskusi yaitu tanya jawab seputar air bersih dan sumber-sumbernya. Kegiatan penyuluhan ini dirasa cukup sukses terselenggara, hal ini terbukti dengan partisipasi peserta yang cukup tinggi dan keaktifan ketika berdiskusi Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni kurangnya peserta yang menghadiri penyuluhan karena

kemungkinan besar undangan yang disebarkan juga kurang

85

KEKUATAN

KELEMAHAN

o Dapat menambah pengetahuan peserta o Kurangnya minat para Ibu di Desa mengenai kebersihan dalam air dan mengenai kebersihan air karena

penggunaannya sehari-hari

kehidupan

dirasa air yang digunakan sudah bersih dan layak pakai

ANCAMAN o Tidak adanya program Desa yang o Dengan mendukung penyuluhan serta jika dikaji lebih jauh penyuluhan yang dilakukan tidak terlalu tepat sasaran di Desa yang cukup air

KESEMPATAN penyuluhan ini Desa

Pagergunung dapat menjadi pionir Desa Bersih dan menjadi motivasi bagi masyarakat Desa untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk air

27. Penyuluhan nilai gizi dan pembagian minyak ikan di SDN 01 Pagergunung Latar Belakang Salah satu vitamin yang mudah didapat dan murah harganya adalah minyak ikan, namun tidak dapat dipungkiri tingkat konsumsi minyak sangatlah kecil, termasuk di Desa Pagergunung. Selain karena sangat bergizi dan ekonomis, minyak ikan sangat diperlukan dalam pemenuhan gizi anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan usia sekolah, terutama di Desa Pagergunung yang jauh dari sumber daya ikan karena cukup jauh dari laut dan budidaya ikan air tawar, maka minyak ikan dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan gizi pengganti ikan konsumsi. 27.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Penyuluhan mengenai nilai gizi minyak ikan - Pembagian minyak ikan dan dimakan

langsung di lokasi - Siswa-siswi diminta menjelaskan kembali

86

mengenai gizi minyak ikan 2 Tujuan kegiatan Mengenalkan gizi dan pentingnya mengonsumsi minyak ikan untuk kecerdasan otak

3 4

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas 01 SD Negeri 01 Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 24 Juli 2013 - Jam 07.00-12.00 - SD Negeri 01 Pagergunung

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 110.000,00 Siswa-siswi tidak menolak mengonsumsi minyak ikan dan dapat menceritakan kembali gizi yang terkandung minyak ikan Memberikan penjelasan dengan media story telling mengenai minyak ikan dan gizinya dengan sistem bermain sambil belajar serta melakukan gerakan memakan minyak ikan secara serentak

Metodologi

27.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya Desa Pagergunung. Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswasiswi terlihat sangat antusias saat diceritakan mengenai minyak ikan dan gizi yang dikandung di dalamnya o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan poster Pembelian minyak ikan Pengumpulan bahan Doorprize Rp Rp Rp Rp Rp 10.000,00 20.000,00 50.000,00 20.000,00 10.000,00 +
87

Kegiatan

ini

bertempat

di

SD

Negeri

01

Jumlah

Rp 110.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari pihak sekolah. o Metodologi Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dengan story telling agar dapat memunculkan minat siswa-siswi dalam menangkap materi yang disampaikan, kemudian diobservasi hasil tanggapannya melalui penceritaan kembali materi yang

disampaikan secara bersama-sama.

27.3. PEMBAHASAN Kegiatan yang diadakan untuk siswa-siswi SD Negeri 01 Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar, antusiasme siswa-siswi dalam mendengarkan materi terlihat sangat jelas. Kegiatan ini melibatkan kelas 1 yang terdiri dari 15 orang sebagai peserta. Kegiatan ini dianggap dapat membuka wawasan siswasiswi dan para guru mengenai pentingnya mengonsumsi minyak ikan disamping mengonsumsi makanan dan minuman bergizi lainnya, serta menyadarkan bahwa minyak ikan merupakan vitamin yang murah, bergizi serta mudah didapatkan di apotik sekitar. KEKUATAN o Dapat menambah KELEMAHAN pengetahuan o Penyampaian sedikit kurang memotivasi karena persiapan referensi yang kurang optimal

siswa-siswi mengenai minyak ikan dan nilai gizi yang terkandung di dalamnya o Pemberian memotivasi mengenal minyak ikan doorprize siswa-siswi lebih jauh dapat untuk mengenai

88

ANCAMAN

KESEMPATAN pengonsumsian

o Konsumsi minyak ikan di Desa o Dengan Pagergunung terutama di Dusun Soko Karang dan Soko Kranen sedikit sulit untuk terwujudkan

minyak ikan dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi,

bisa sebagai pengganti susu dan makanan bergizi yang berharga mahal

karena posisi apotik yang cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki

28. Pelatihan mitigasi bencana longsor di Dusun Krajan Latar Belakang Desa Pagergunung merupakan Desa yang sangat berpotensi akan terjadinya tanah longsor karena pembangunan jalan di sekitar jurang, posisi TPS yang sampahnya sudah menumpuk tinggi, serta banyaknya terdapat rekahan di sekitar pemukiman yang sangat mengancam jiwa masyarakat, namun hingga tahun ini belum adanya penyuluhan dan ajakan untuk menghindari terjadinya tanah longsor ini. Berdasarkan hal tersebut, perlu diadakannya pelatihan untuk menghindari terjadinya bencana tanah longsor dan sebagai tips bagi masyarakat ketika terjadi tanah longsor. 28.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan
-

Keterangan Pelatihan mengenai pencegahan bencana tanah longsor bagi warga Dusun Krajan
-

Materi yang disampaikan terdiri dari: jenisjenis tanah longsor, penyebab tanah longsor, hal-hal yang harus dilakukan ketika tanah longsor terjadi serta studi kasus lokasi yang pernah terkena tanah longsor

Forum diskusi cara pencegahan bencana tanah longsor sedari dini

Tujuan kegiatan

- Menamankan

kesadaran

dalam

menjaga

89

lingkungan sebagai salah satu upaya mencegah bencana tanah longsor


- Memberikan tips-tips cara pencegahan longor

dan menghidari tanah longsor di daerah, khususnya pemukiman di Desa


- Menyadarkan warga bahwa tanah longsor

dapat terjadi kapan saja, maka diperlukan persiapan jauh hari sebelumnya sebelum terjadinya tanah longsor 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi Warga Dusun Krajan, Desa Pagergunung - 30 Juli 2013 - Jam 12.00- 17.00 WIB - Balai Desa Pagergunung Rp. 105.000,Warga dapat melakukan usaha pencegahan tanah longsor sedari dini Mengadakan pelatihan mengenai pencegahan bencana longsor serta teknik menghindari tanhah longsor berikut studi kasus untuk menekankan bahwa tanah longsor dapat terjadi dimana saja menggunakan media kertas klip sebagai pengganti slide materi

5 6

28.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan warga Dusun Krajan, Desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya peserta dari Dusun Krajan dalam mengikuti

penyuluhan, yakni berjumlah sekitar 25 orang.

90

o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan materi Penggandaan materi Pelatihan Jumlah Rp 10.000,00 Rp 15.000,00 Rp 40.000,00 Rp 20.000,00 + Rp 85.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya masyarakat o Metodologi Metode yang digunakan adalah mengadakan pelatihan mengenai pencegahan bencana longsor serta teknik menghindari tanhah longsor berikut studi kasus untuk menekankan bahwa tanah longsor dapat terjadi dimana saja menggunakan media kertas klip sebagai pengganti slide materi 28.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Kegiatan ini diikuti oleh 25 Ibu-Ibu di Dusun Krajan, Desa Pagergunung - Kegiatan pelatihan mitigasi bencana tanah longsor ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2013, bertempat di Balai Desa Pageruyung - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian materi berupa gambar jenis-jenis tanah longsor dan pencegahannya dalam bentuk gambar visual, serta ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-Ibu Dusun Krajan yang mengikuti pelatihan Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni warga yang hadir hanya terdiri dari Ibu-Ibu saja, padahal diharapkan para Bapak dan pemuda dapat berpartisipasi mengingat sasaran yang tepat tidak hanya Ibu-Ibu saja

91

KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o Peserta yang datang hanya terdiri dari para Ibu saja o Jika peserta yang datang hanya dan yang para Ibu, dirasa kurang tepat guna, karena sebenarnya pelatihan ini

kesadaran

pentingnya menjaga lingkungan demi mencegah tanah longsor


o Memberikan

tip tanah

pencegahan longsor

menghindari

ampuh dan berdaya guna


o Merubah pola piker masyarakat dalam

lebih cocok bagi para Bapak dan pemuda

mengidentifikasi kondisi Desa yang mereka tempati dan kewajiban apa yang harus mereka lakukan dalam menanggapi hal tersebut ANCAMAN o Belum terbukanya KESEMPATAN kesadaran o Kesempatan untuk memberikan pembelajaran mengenai

masyarakat mengenai potensi tanah longsor yang terjadi pada lahan Desa dan

pencegahan bencana sangat besar, mengingat keantusiasan

mengingat

bentuk

penggunaannya

masyarakat serta nilai gunanya bagi Desa yang cukup tinggi

29. Sosialisasi & motivasi GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) di SD Negeri 01 Pagergunung Latar Belakang Tingkat konsumsi ikan di Desa Pagergunung dirasa cukup rendah dikarenakan sumber daya perikanan yang cukup jauh dari Desa, baik sumber daya ikan dari laut maupun sumber daya ikan dari darat. Selain itu, pengetahuan siswa-siswi di Desa Pagergunung mengenai ikan juga sedikit, padahal ikan memiliki nilai gizi yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kegiatan yang bertujuan untuk menyadarkan siswa-siswi dan para guru di Desa Pagergunung tentang urgensi mengonsumsi ikan.

92

29.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Penyampaian materi kenapa harus gemar makan ikan dan gizi yang terkandung di dalamnya?

Mengambar ikan dan hewan air lainnya yang bergizi tinggi

Permainan tebak-tebakan nama ikan untuk memotivasi siswa-siswi

Tujuan kegiatan

- Menumbuhkan kesadaran siswa-siswi dan para

guru

akan

pentingnya

memenuhi

gizi

seimbang bagi tubuh, salah satunya berasal dari ikan


- Memasyarakatkan makan ikan sebagai salah

satu gerakan untuk meningkatkan rasa cinta siswa-siswi Pagergunung akan hasil alam negara sendiri
- Menambahkan wawasan siswa-siswi tentang

jenis-jenis ikan yang memiliki gizi tinggi 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Siswa-siswi SD Negeri 01 Pagergunung - 24 Juli 2013 - Jam 07.00- 11.00 WIB - Kelas 1 SD Negeri 01 Pagergunung Rp. 100.000,Siswa-siswi memiliki antusias yang tinggi ketika mengikuti kegiatan serta memiliki keinginan tinggi untuk mengonsumsi ikan Kegiatan dilakukan dengan metode penyampaian dengan gambar di papan tulis, tebak-tebakan serta dengan cerita bermakna. Selain itu, kegiatan ditutup dengan penyerahan poster nilai gizi ikan kepada wali kelas

5 6

Metodologi

93

29.2.

HASIL PELAKSANAAN

o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan perangkat sekolah SDN Negeri 01

Pagergunung. Kegiatam ini dilakukan di SD Negeri 01 Desa Pagergunung o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi Kelas 1 dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 15 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pengumpulan referensi Pencetakan materi Doorprize Jumlah Rp 10.000,00 Rp 10.000,00 Rp 50.000,00 Rp 30.000,00 + Rp 100.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari pihak sekolah o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan kegiatan dilakukan dengan metode penyampaian dengan gambar di papan tulis, tebak-tebakan serta dengan cerita bermakna. Selain itu, kegiatan ditutup dengan penyerahan poster kandungan atau gizi yang terkandung di dalam ikan kepada wali kelas, sehingga diharapkan materi yang disampaikan dapat teringat kembali sewaktu-waktu ketika siswasiswi dan para guru melihat poster yang ditempel di kelas.

29.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan motivasi ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 siswa-siswi Kelas 1, kekondusifan kelas dapat

94

terkondisikan dengan baik karena dimulai dengan kegiatan bernyanyi dan bermain terlebih dahulu. - Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2013 di SD Negeri Desa Pagergunung, berlangsung sekitar 4 jam lebih - Kegiatan dimulai dengan bermain dan bernyanyi dilanjut dengan penyampaian materi, penyampaian kesimpulan materi oleh siswasiswi peserta kegiatan serta ditutup dengan penyerahan poster kandungan gizi yang dimiliki oleh ikan kepada wali kelas - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan siswa-siswi SD Negeri 01 Desa Pagergunung dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan motivasi GEMARIKAN (Gemar Memasyarakatan Makan Ikan) Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah poster yang diserahkan kurang bagus untuk ditempel di kelas karena hanya delaminating tidak diberikan bingkai poster. Selain itu, beberapa siswa-siswi ada yang berkehendak pulang duluan dikarenakan waktu pelaksanaan program melewati waktu pulang sekolah KEKUATAN
o Menanamkan kesadaran penting dan

KELEMAHAN o Hasil cetakan materi kurang sesuai diberikan kepada siswa-siswi

bergizinya mengonsumsi ikan


o Menciptakan dan memotivasi siswa-

Kelas 2, lebih tepat diberikan kepada wali kelas dan guru

siswi yang gemar mengonsumsi ikan dengan doorprize ANCAMAN games dan pembagian

KESEMPATAN pengonsumsian ikan panjang

o Sedikitnya sumber daya ikan, baik o Dengan ikan laut maupun ikan air tawar di Desa Pagergunung

dapat berefek jangka

dengan meningkatnya gizi dan kecerdasan otak siswa-siswi Desa Pagergunung o Melaui motivasi GEMARIKAN

95

dapat membudayakan makan ikan pada masyarakat Desa

Pagergunung dimulai sejak dini

30. Kompetisi mewarnai "Laut Indonesia" untuk anak SD Negeri 02 Pagergunung Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan yang nya terdiri dari lautan, namun banyak dari masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui potensi yang dihasilkan dari laut dan mengenal arti laut itu sendiri, termasuk diantaranya Desa Pagergunung. Pengenalan laut bagi siswa-siswi SD yang masih berada dalam usia optimal penerimaan ajaran merupakan waktu yang tepat untuk memberikan penyadaran, dan hal ini dapat dimodifikasi menjadi kegiatan yang menyenagkan bagi anak-anak, seperti mewarnai, bernyanyi, dan lainnya.

30.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan


-

Keterangan Penjelasan aturan dan tata cara mengenai kompetisi mewarnai


-

Kompetisi Indonesia

mewarnai

Ikan

dan

Laut

Pengumuman juara dan pembagian hadiah

Tujuan kegiatan

- Menumbuhkan kreativitas siswa-siswi dalam

mewarnai gambar
- Menunjukkan kepada para siswa-siswi bahwa

Indonesia kaya akan laut dan ikannya 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang Siswa-siswi SD Negeri 02 Pagergunung - 27 Juli 2013 - Jam 07.00- 13.00 WIB - Kelas 2 SDN Negeri 02 Pagergunung Rp. 150.000,-

96

dibutuhkan Parameter keberhasilan

Siswa-siswi memiliki antusias yang tinggi ketika mengikuti kegiatan serta tertariak dengan dunia ikan dan laut Indonesia Kegiatan dilakukan dengan metode kompetisi, dimana diawali dengan penyampaian aturan dan tata cara dilanjutkan dengan mewarnai kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah

Metodologi

30.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan perangkat sekolah SDN Negeri 02

Pagergunung. Kegiatam ini dilakukan di SD Negeri 02 Desa Pagergunung o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi Kelas 1 dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah sekitar 20 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi dan perijinan Pembuatan layout gambar Doorprize Penggandaan layout gambar Jumlah Rp 10.000,00 Rp 10.000,00 Rp 60.000,00 Rp 70.000,00 + Rp 150.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari pihak sekolah. o Metodologi Kegiatan dilakukan dengan metode kompetisi, dimana diawali dengan penyampaian aturan dan tata cara dilanjutkan dengan acara inti, yakni kompetisi mewarnai kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah yang diserahkan langsung oleh wali kelas.

97

30.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan motivasi ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 siswa-siswi Kelas 2, kekondusifan kelas dapat terkondisikan dengan baik karena dimulai dengan kegiatan bernyanyi dan bermain terlebih dahulu. - Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2013 di SD Negeri Desa Pagergunung, berlangsung sekitar 4 jam lebih - Kegiatan dimulai dengan bermain dan bernyanyi dilanjut dengan penyampaian aturan awal dan tata cara, pelaksanaan kompetisi mewarnai, kemudian pengumuma juara dan pembagian hadiah - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan yang tinggi dari siswa-siswi SD Negeri 02 Desa Pagergunung dalam mengikuti kegiatan kompetisi mewarnai Ikan dan Laut Indonesia ini Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah kurangnya alat mewarnai yang dimiliki oleh siswa-siswi sehingga gambar yang dihasilkan pun kurang bagus serta mengakibatkan beberapa anak berebut alat mewarnai KELEMAHAN betapa o Media beragam o Suasana kompetisi kurang terasa kesadaran bahwa penyampaian kurang

KEKUATAN
o Menanamkan

kesadaran

pentingnya mengenal Indonesia dan lautnya


o Menanamkan

Indonesia memiliki laut yang luar biasa dengan segala macam potensi dan sumber daya yang dikandungnya o Menanamkan rasa cinta akan laut sedari dini ANCAMAN o Kurangnya perhatian KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan

98

terutama orangtua dan para guru akan pengenalan umumnya laut Indonesia karena

pembelajaran

mengenai besar, siswa-

pengenalan laut sangat mengingat keantusiasan

seseorang

cenderung

mengajarkan sesuatu yang berada di sekitar mereka

siswi sangat besar

31. Penyuluhan nilai gizi dan pembagian minyak ikan di SDN 02 Pagergunung Latar Belakang Salah satu vitamin yang mudah didapat dan murah harganya adalah minyak ikan, namun tidak dapat dipungkiri tingkat konsumsi minyak sangatlah kecil, termasuk di Desa Pagergunung. Selain karena sangat bergizi dan ekonomis, minyak ikan sangat diperlukan dalam pemenuhan gizi anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan usia sekolah, terutama di Desa Pagergunung yang jauh dari sumber daya ikan karena cukup jauh dari laut dan budidaya ikan air tawar, maka minyak ikan dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan gizi pengganti ikan konsumsi. 31.1. REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Penyuluhan mengenai nilai gizi minyak ikan - Pembagian minyak ikan dan dimakan

langsung di lokasi - Siswa-siswi diminta menjelaskan kembali mengenai gizi minyak ikan 2 Tujuan kegiatan Mengenalkan gizi dan pentingnya mengonsumsi minyak ikan untuk kecerdasan otak

3 4

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas 01 SD Negeri 02 Pageruyung Waktu & tempat pelaksanaan - 27 Juli 2013 - Jam 07.00-12.00 - SD Negeri 02 Pageruyung

99

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 110.000,00 Siswa-siswi tidak menolak mengonsumsi minyak ikan dan dapat menceritakan kembali gizi yang terkandung minyak ikan Memberikan penjelasan dengan media story telling mengenai minyak ikan dan gizinya dengan sistem bermain sambil belajar serta melakukan gerakan memakan minyak ikan secara serentak

Metodologi

31.2. HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya Desa Pagergunung. Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswasiswi terlihat sangat antusias saat diceritakan mengenai minyak ikan dan gizi yang dikandung di dalamnya o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan poster Pembelian minyak ikan Pengumpulan bahan Doorprize Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 10.000,00 20.000,00 50.000,00 20.000,00 10.000,00 + Rp 110.000,00 Kegiatan ini bertempat di SD Negeri 02

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari pihak sekolah. o Metodologi Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dengan story telling agar dapat memunculkan minat siswa-siswi dalam

100

menangkap materi yang disampaikan, kemudian diobservasi hasil tanggapannya melalui penceritaan kembali materi yang

disampaikan secara bersama-sama. 31.3. PEMBAHASAN Kegiatan yang diadakan untuk siswa-siswi SD Negeri 02 Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar, antusiasme siswa-siswi dalam mendengarkan materi terlihat sangat jelas. Kegiatan ini melibatkan kelas 1 yang terdiri dari 15 orang sebagai peserta. Kegiatan ini dianggap dapat membuka wawasan siswasiswi dan para guru mengenai pentingnya mengonsumsi minyak ikan disamping mengonsumsi makanan dan minuman bergizi lainnya, serta menyadarkan bahwa minyak ikan merupakan vitamin yang murah, bergizi serta mudah didapatkan di apotik sekitar. KEKUATAN o Dapat menambah KELEMAHAN pengetahuan o Penyampaian sedikit kurang memotivasi karena persiapan referensi yang kurang optimal

siswa-siswi mengenai minyak ikan dan nilai gizi yang terkandung di dalamnya o Pemberian memotivasi mengenal minyak ikan ANCAMAN doorprize siswa-siswi lebih jauh dapat untuk mengenai

KESEMPATAN pengonsumsian

o Konsumsi minyak ikan di Desa o Dengan Pagergunung terutama di Dusun Soko Karang dan Soko Kranen sedikit sulit untuk terwujudkan

minyak ikan dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi,

bisa sebagai pengganti susu dan makanan bergizi yang berharga mahal

karena posisi apotik yang cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki

101

32. Pelatihan mitigasi bencana longsor di Dusun Soko Karang Latar Belakang Desa Pagergunung merupakan Desa yang sangat berpotensi akan terjadinya tanah longsor karena pembangunan jalan di sekitar jurang, posisi TPS yang sampahnya sudah menumpuk tinggi, serta banyaknya terdapat rekahan di sekitar pemukiman yang sangat mengancam jiwa masyarakat, namun hingga tahun ini belum adanya penyuluhan dan ajakan untuk menghindari terjadinya tanah longsor ini. Berdasarkan hal tersebut, perlu diadakannya pelatihan untuk menghindari terjadinya bencana tanah longsor dan sebagai tips bagi masyarakat ketika terjadi tanah longsor. 32.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan
-

Keterangan Pelatihan mengenai pencegahan bencana tanah longsor bagi warga Dusun Karang
-

Soko

Materi yang disampaikan terdiri dari: jenisjenis tanah longsor, penyebab tanah longsor, hal-hal yang harus dilakukan ketika tanah longsor terjadi serta studi kasus lokasi yang pernah terkena tanah longsor

Forum diskusi cara pencegahan bencana tanah longsor sedari dini

Tujuan kegiatan

- Menamankan

kesadaran

dalam

menjaga

lingkungan sebagai salah satu upaya mencegah bencana tanah longsor


- Memberikan tips-tips cara pencegahan longor

dan menghidari tanah longsor di daerah, khususnya pemukiman di Desa


- Menyadarkan warga bahwa tanah longsor

dapat terjadi kapan saja, maka diperlukan persiapan jauh hari sebelumnya sebelum

102

terjadinya tanah longsor 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi Warga Dusun Soko Karang, Desa Pagergunung - 30 Juli 2013 - Jam 12.00- 17.00 WIB - TPQ Dusun Soko Karang Rp. 105.000,Warga dapat melakukan usaha pencegahan tanah longsor sedari dini Mengadakan pelatihan mengenai pencegahan bencana longsor serta teknik menghindari tanhah longsor berikut studi kasus untuk menekankan bahwa tanah longsor dapat terjadi dimana saja menggunakan media kertas klip sebagai pengganti slide materi

5 6

32.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan warga Dusun Soko Karang, Desa

Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di TPQ Dusun Soko Karang. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya peserta dari Dusun Soko Karang dalam mengikuti penyuluhan, yakni berjumlah sekitar 25 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pencetakan materi Penggandaan materi Pelatihan Jumlah Rp 10.000,00 Rp 15.000,00 Rp 40.000,00 Rp 20.000,00 + Rp 85.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya masyarakat

103

o Metodologi Metode yang digunakan adalah mengadakan pelatihan mengenai pencegahan bencana longsor serta teknik menghindari tanhah longsor berikut studi kasus untuk menekankan bahwa tanah longsor dapat terjadi dimana saja menggunakan media kertas klip sebagai pengganti slide materi 32.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Kegiatan ini diikuti oleh 25 Ibu-Ibu di Dusun Soko Karang, Desa Pagergunung - Kegiatan pelatihan mitigasi bencana tanah longsor ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2013, bertempat di TPQ Dusun Soko Karang - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian materi berupa gambar jenis-jenis tanah longsor dan pencegahannya dalam bentuk gambar visual, serta ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-Ibu Dusun Soko Karang yang mengikuti pelatihan Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni warga yang hadir hanya terdiri dari Ibu-Ibu saja, padahal diharapkan para Bapak dan pemuda dapat berpartisipasi mengingat sasaran yang tepat tidak hanya Ibu-Ibu saja KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o Peserta yang datang hanya terdiri dari para Ibu saja o Jika peserta yang datang hanya dan yang para Ibu, dirasa kurang tepat guna, karena sebenarnya pelatihan ini

kesadaran

pentingnya menjaga lingkungan demi mencegah tanah longsor


o Memberikan

tips tanah

pencegahan longsor

menghindari

ampuh dan berdaya guna


o Merubah pola piker masyarakat dalam

lebih cocok bagi para Bapak dan pemuda

104

mengidentifikasi kondisi Desa yang mereka tempati dan kewajiban apa yang harus mereka lakukan dalam menanggapi hal tersebut ANCAMAN o Belum terbukanya KESEMPATAN kesadaran o Kesempatan untuk memberikan pembelajaran mengenai

masyarakat mengenai potensi tanah longsor yang terjadi pada lahan Desa dan

pencegahan bencana sangat besar, mengingat keantusiasan

mengingat

bentuk

penggunaannya

masyarakat serta nilai gunanya bagi Desa yang cukup tinggi

33. Sosialisasi & motivasi GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) di SD Negeri 02 Pagergunung Latar Belakang Tingkat konsumsi ikan di Desa Pagergunung dirasa cukup rendah dikarenakan sumber daya perikanan yang cukup jauh dari Desa, baik sumber daya ikan dari laut maupun sumber daya ikan dari darat. Selain itu, pengetahuan siswasiswi di Desa Pagergunung mengenai ikan juga sedikit, padahal ikan memiliki nilai gizi yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kegiatan yang bertujuan untuk menyadarkan siswa-siswi dan para guru di Desa Pagergunung tentang urgensi mengonsumsi ikan.

33.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Penyampaian materi kenapa harus gemar makan ikan dan gizi yang terkandung di dalamnya?

Mengambar ikan dan hewan air lainnya yang bergizi tinggi

Permainan tebak-tebakan nama ikan untuk memotivasi siswa-siswi

105

Tujuan kegiatan

- Menumbuhkan kesadaran siswa-siswi dan para

guru

akan

pentingnya

memenuhi

gizi

seimbang bagi tubuh, salah satunya berasal dari ikan


- Memasyarakatkan makan ikan sebagai salah

satu gerakan untuk meningkatkan rasa cinta siswa-siswi Pagergunung akan hasil alam negara sendiri
- Menambahkan wawasan siswa-siswi tentang

jenis-jenis ikan yang memiliki gizi tinggi 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Siswa-siswi SD Negeri 02 Pagergunung - 27 Juli 2013 - Jam 07.00- 11.00 WIB - Kelas 1 SD Negeri 02 Pagergunung Rp. 100.000,Siswa-siswi memiliki antusias yang tinggi ketika mengikuti kegiatan serta memiliki keinginan tinggi untuk mengonsumsi ikan Kegiatan dilakukan dengan metode penyampaian dengan gambar di papan tulis, tebak-tebakan serta dengan cerita bermakna. Selain itu, kegiatan ditutup dengan penyerahan poster nilai gizi ikan kepada wali kelas

5 6

Metodologi

33.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan perangkat sekolah SDN Negeri 02

Pagergunung. Kegiatam ini dilakukan di SD Negeri 02 Desa Pagergunung o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi Kelas 1 dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah 15 orang.

106

o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pengumpulan referensi Pencetakan materi Doorprize Jumlah Rp 10.000,00 Rp 10.000,00 Rp 50.000,00 Rp 30.000,00 + Rp 100.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari pihak sekolah o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan kegiatan dilakukan dengan metode penyampaian dengan gambar di papan tulis, tebak-tebakan serta dengan cerita bermakna. Selain itu, kegiatan ditutup dengan penyerahan poster kandungan atau gizi yang terkandung di dalam ikan kepada wali kelas, sehingga diharapkan materi yang disampaikan dapat teringat kembali sewaktu-waktu ketika siswasiswi dan para guru melihat poster yang ditempel di kelas.

33.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan motivasi ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 siswa-siswi Kelas 1, kekondusifan kelas dapat terkondisikan dengan baik karena dimulai dengan kegiatan bernyanyi dan bermain terlebih dahulu. - Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2013 di SD Negeri 02 Desa Pagergunung, berlangsung sekitar 4 jam lebih - Kegiatan dimulai dengan bermain dan bernyanyi dilanjut dengan penyampaian materi, penyampaian kesimpulan materi oleh siswasiswi peserta kegiatan serta ditutup dengan penyerahan poster kandungan gizi yang dimiliki oleh ikan kepada wali kelas

107

- Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan siswa-siswi SD Negeri 02 Desa Pagergunung dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan motivasi GEMARIKAN (Gemar Memasyarakatan Makan Ikan) Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah poster yang diserahkan kurang bagus untuk ditempel di kelas karena hanya delaminating tidak diberikan bingkai poster. Selain itu, beberapa siswa-siswi ada yang berkehendak pulang duluan dikarenakan waktu pelaksanaan program melewati waktu pulang sekolah KEKUATAN
o Menanamkan kesadaran penting dan

KELEMAHAN o Hasil cetakan materi kurang sesuai diberikan kepada siswa-siswi

bergizinya mengonsumsi ikan


o Menciptakan dan memotivasi siswa-

Kelas 1, lebih tepat diberikan kepada wali kelas dan guru

siswi yang gemar mengonsumsi ikan dengan doorprize ANCAMAN games dan pembagian

KESEMPATAN pengonsumsian ikan

o Sedikitnya sumber daya ikan, baik o Dengan ikan laut maupun ikan air tawar di Desa Pagergunung

dapat berefek jangka panjang dengan meningkatnya gizi dan kecerdasan otak siswa-siswi Desa Pagergunung o Melaui motivasi GEMARIKAN dapat membudayakan makan ikan pada masyarakat Desa

Pagergunung dimulai sejak dini

108

34. Kompetisi mewarnai "Laut Indonesia" untuk anak SD Negeri 01 Pagergunung Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan yang nya terdiri dari lautan, namun banyak dari masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui potensi yang dihasilkan dari laut dan mengenal arti laut itu sendiri, termasuk diantaranya Desa Pagergunung. Pengenalan laut bagi siswa-siswi SD yang masih berada dalam usia optimal penerimaan ajaran merupakan waktu yang tepat untuk memberikan penyadaran, dan hal ini dapat dimodifikasi menjadi kegiatan yang menyenagkan bagi anak-anak, seperti mewarnai, bernyanyi, dan lainnya.

34.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Penjelasan aturan dan tata cara mengenai kompetisi mewarnai Kompetisi Indonesia mewarnai Ikan dan Laut

Pengumuman juara dan pembagian hadiah

Tujuan kegiatan

- Menumbuhkan kreativitas siswa-siswi dalam

mewarnai gambar
- Menunjukkan kepada para siswa-siswi bahwa

Indonesia kaya akan laut dan ikannya 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Siswa-siswi SD Negeri 01 Pagergunung - 24 Juli 2013 - Jam 07.00- 13.00 WIB - Kelas 2 SDN Negeri 01 Pagergunung Rp. 150.000,Siswa-siswi memiliki antusias yang tinggi ketika mengikuti kegiatan serta tertarik dengan dunia ikan dan laut Indonesia Kegiatan dilakukan dengan metode kompetisi,

5 6

Metodologi

109

dimana diawali dengan penyampaian aturan dan tata cara dilanjutkan dengan mewarnai kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah

34.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan perangkat sekolah SDN Negeri 01

Pagergunung. Kegiatam ini dilakukan di SD Negeri 01 Desa Pagergunung o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi Kelas 1 dalam mengikuti penyuluhan yakni berjumlah sekitar 20 orang. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi dan perijinan Pembuatan layout gambar Doorprize Penggandaan layout gambar Jumlah Rp 10.000,00 Rp 10.000,00 Rp 60.000,00 Rp 70.000,00 + Rp 150.000,00

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari pihak sekolah. o Metodologi Kegiatan dilakukan dengan metode kompetisi, dimana diawali dengan penyampaian aturan dan tata cara dilanjutkan dengan acara inti, yakni kompetisi mewarnai kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah yang diserahkan langsung oleh wali kelas.

34.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan motivasi ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. Kegiatan ini diikuti

110

oleh sekitar 20 siswa-siswi Kelas 2, kekondusifan kelas dapat terkondisikan dengan baik karena dimulai dengan kegiatan bernyanyi dan bermain terlebih dahulu. - Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2013 di SD Negeri Desa Pagergunung, berlangsung sekitar 4 jam lebih - Kegiatan dimulai dengan bermain dan bernyanyi dilanjut dengan penyampaian aturan awal dan tata cara, pelaksanaan kompetisi mewarnai, kemudian pengumuma juara dan pembagian hadiah - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan yang tinggi dari siswa-siswi SD Negeri 01 Desa Pagergunung dalam mengikuti kegiatan kompetisi mewarnai Ikan dan Laut Indonesia ini Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah kurangnya alat mewarnai yang dimiliki oleh siswa-siswi sehingga gambar yang dihasilkan pun kurang bagus serta mengakibatkan beberapa anak berebut alat mewarnai KELEMAHAN betapa o Media beragam o Suasana kompetisi kurang terasa kesadaran bahwa penyampaian kurang

KEKUATAN
o Menanamkan

kesadaran

pentingnya mengenal Indonesia dan lautnya


o Menanamkan

Indonesia memiliki laut yang luar biasa dengan segala macam potensi dan sumber daya yang dikandungnya o Menanamkan rasa cinta akan laut sedari dini ANCAMAN o Kurangnya perhatian KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan pembelajaran mengenai besar, siswa-

terutama orangtua dan para guru akan pengenalan umumnya laut Indonesia karena

pengenalan laut sangat mengingat keantusiasan

seseorang

cenderung

111

mengajarkan sesuatu yang berada di sekitar mereka

siswi sangat besar

35. Pelatihan Software Microsoft Excel Latar Belakang Microsoft Excel adalah aplikasi pengolah angka. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mengolah angka-angka yang ada untuk mendapatkan suatu hasil. Biasanya di dunia kerja aplikasi ini dipakai untuk administrasi dan pembuatan laporan. Sehingga sebaiknya warga desa Pagergunung sadar atas pentingnya pelatihan software Microsoft Excel untuk modal awal kerja sehingga membuka persentasi peluang diterimanya lamaran pekerjaan ke beberapa perusahan. 35.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1 Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan dan pencetakan modul. - Pembagian undangan. - Pelatihan. 2 Tujuan kegiatan Memberikan pengalaman memakai program Microsoft Excel untuk modal awal kerja.

3 4

Sasaran kegiatan Pemuda-pemudi desa Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - 20 Agustus 2013 - Jam 07.30-12.30 - Balai Dusun Sokokranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 100.000,Pemuda-pemudi desa Pagergunung antusias dalam mengikuti pelatihan. Pemuda-pemudi juga bisa mengerti cara mengoprasikan dan mengaplikasikan program Microsoft Excel.

112

Metodologi

Melakukan pelatihan langsung dan didampingi oleh mahasiswa KKN.

35.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan warga desa, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di balai desa pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya warga dalam mengikuti kegiatan tersebut. Warga terlihat sangat antusias saat mengikuti proses pelatihannya. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Modul Pembuatan Undangan Jumlah Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 30.000 + Rp.100.000 Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam pelatihan program Microsoft Excel beserta adanya tanya jawab antar warga dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan.

35.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan yang diadakan untuk warga desa Pagergunung ini pada dasarnya berjalan sangat lancar. Warga terlihat antusias dari mulai perkenalan diri dari mahasiswa KKN ke warga Pagergunung sampai mulai pelatihannya. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias warga yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan.

113

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN o Dapat KELEMAHAN

menambah o Pesertanya yang datang hanya sedikit

pengalaman untuk sebelum terjun ke dunia kerja. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat. o Dapat menjadikan bibit-bibit unggul masyarakat. ANCAMAN

KESEMPATAN untuk

o Kurangnya kesadaran dari o Kesempatan para pemuda dan pemudi untuk bekerja yang lebih tinggi.

menjadikan pemuda pemudi yang unggul.

36. Penyuluhan gizi makanan, 4 sehat 5 sempurna Latar Belakang Makanan sudah merupakan kebutuhan setiap hari yang sangat dibutuhkan tubuh. Namun masih banyak orang tidak memperdulikan berapa banyak dan berapa macam gizi yang dibutuhkan tubuh untuk mencapai kesehatan tubuh yang baik. Hal ini perlu disampaikan kepada warga desa Pagergunung karena di desa Pagergunung terdapat banyak ibu-ibu yang masih punya anak balita dan masih hamil sehingga kesehatan kandungan, anak, dan keluarga pun terjaga dengan baik

114

36.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1. Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Pembuatan dan pencetakan leaflet. - Pembagian undangan. - Penyuluhan. 2. Tujuan kegiatan Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi gizi dan kesehatan keluarga. Ibu-ibu desa Pagergunung - 20 Juli 2013 - Pukul 08.00-13.00 - Posyandu dusun Sokokarang Rp. 85.000,Keantusiasan warga dalam memperhatikan penyuluhan dan adanya interaksi tanya jawab antara warga dengan mahasiswa KKN. Mengadakan penyuluhan serta forum diskusi dengan warga desa Pagergunung.

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

36.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan Kepala Desa serta para ibu-ibu Pagergunung yang bertempat di Posyandu Sokokarang. o Program initerealisasi secara sukses dan tepat sasaran dimana kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai

penyuluhan gizi makanan dan 4 sehat 5 sempurna, diskusi (tanyajawab), dan yang terakhir pembagian leaflet. o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut :

115

Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Leaflet Pembuatan Undangan

Rp 20.000 Rp 35.000 Rp 30.000

Jumlah Rp 85.000 Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa dan swadaya. o Metodologi Mengadakan penyuluhan serta forum diskusi dengan warga desa Pagergunung. 36.3. PEMBAHASAN Program initerealisasi secara sukses dan tepat sasaran dimana kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai penyuluhan gizi makanan dan 4 sehat 5 sempurna, diskusi (tanya-jawab), dan yang terakhir pembagian leaflet. Ibu-ibu sangat interaktif dalam tahap diskusi maupun pada saat penyampaian materi. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni terburuburunya ibu-ibu untuk kembali bekerja sehingga ada beberapa ibu-ibu yang tidak konsentrasi saat penyampaian materi. KELEMAHAN

KEKUATAN

o Dapat menambah pengetahuan para o Kurangnya konsentrasi beberapa ibuibu-ibu untuk memperhatikan gizi makanan yang dikonsumsi ibu karena terburu-buru ingin

kembali bekerja.

keluarganya setiap hari. KESEMPATAN warga desa

ANCAMAN

o Tidak pedulinya akan gizi makanan o Menjadikan yang dikonsumsi keluarganya.

Pagergunung menjadi desa yang sehat dan tercukupi gizinya.

116

37. Pelatihan mengikuti interview/wawancara kerja ( Bidang : Pelatihan modal awal kerja) Latar Belakang Wawancara dalam suatu pekerjaan adalah sejumlah pertanyaan yang ditujukan dari interviewer kepada pelamar pekerjaan bermaksud untuk menyeleksi tenaga kerja yang berkompeten. Dalam wawancara itu sendiri merupakan serangkaian tata pelaksanaan dalam mendapatkan suatu pekerjaan. Selain itu pelamar pun khususnya peserta pelatihan modal awal kerja di tuntut untuk bisa mengetahui dan menguasai bentuk-bentuk pertanyaan apa saja yang kiranya akan ditanyakan ketika wawancara pekerjaan berlangsung nantinya. 37.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan. - Pengumpulan referensi. - Latihan simulasi. - Pembuatan dan pencetakan leaflet - Pembagian undangan - Pelatihan 2 Tujuan kegiatan Membantu serta memotivasi para pemuda-pemudi baik yang masih bersekolah ataupun yang belum mendapatkan pekerjaan dalam meraih pekerjaan yang di dambakan , sehingga ia dapat memenuhi tanggungannya dalam keluarga.

3 4

Sasaran kegiatan Pemuda-pemudi karang taruna Waktu & tempat pelaksanaan - Rabu, 21 Agustus 2013 - Jam 08.00-13.00 - Balai Dusun Soko Kranen

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 90.000,Pemuda-pemudi karang taruna dapat mempersiapkan berbagai persiapan untuk wawancara, sehingga akan lebih menguasai teknik

117

wawancara. 7 Metodologi Mengadakan forum diskusi dengan pemudapemudi karang taruna serta pemberian materi sesuai dengan tema yang ditentukan.

37.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya desa Pagergunung. Kegiatan ini bertempat di Balai Dusun Soko Kranen o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias saat memperhatikan serta memberikan beberapa pertanyaan. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan pencetakan leaflet Pelatihan Jumlah Rp. 20.000 Rp. 35.000 Rp. 35.000 + Rp. 90.000 Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan simulasi dan diskusi dengan peserta, kemudian ditemukan informasi mengenai berbagai hambatan. Metode lainnya yakni dengan pemberian materi sesuai dengan tema yang diusung sehingga peserta dapat mengetahui dan mengerti informasi yang disampaikan oleh mahasiswa. 37.3. PEMBAHASAN Pelatihan mengikuti interview/wawancara kerja merupakan

pelatihan yang diadakan sebagai awal modal seseorang dalam bekerja. Pelatihan ini melibatkan pemateri untuk melakukan Role-

118

Play dimana salah seorang peserta memperagakan bagaimana situasi yang terjadi ketika wawancara pekerjaan berlangsung. Tahap demi tahap di gali sedemikian rupa untuk memberikan gambaran yang nantinya membantu pemuda-pemudi tersebut ketika mencari suatu pekerjaan. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias peserta yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan serta ketercapaian pemberian informasi lebih kepada pemuda-pemudi di desa pagergunung. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurangnya ramainya peserta dalam keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN KELEMAHAN dari setiap

o Dapat menambah antusiasme o Pemahaman ketika menemui kondisi sulit ketika diwawancarai. peserta

berbeda-beda

dikarenakan terdapat peserta dengan rentang usia yang beraneka ragam.

ANCAMAN

KESEMPATAN untuk pelamar kerja

o Hasil pelatihan kendatinya o Kesempatan dapat direalisasikan. menjadikan yang unggul.

38.

Psikoedukasi pentingnya cuci tangan untuk anak TK ( Bidang : Gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat ) Latar Belakang Kesehatan merupakan investasi berharga yang kita miliki. Kesehatan

adalah anugerah dan rahmat dari Allah SWT yang senantiasa harus dapat disyukuri. Bentuk syukur salah satunya yakni adalah menjaga dan merawat agar kesehatan itu tetap terjaga. Gerakan pola hidup bersih dan sehat kendatinya dapat kita lestarikan dan budidayakan sedini mungkin. Hal ini berkaitan dengan program kegiatan yang akan dilakukan di TK di desa pagergunung. Demi

119

terealisasinya kegiatan ini di harapkan di mulai dari hal yang sekiranya kecil yakni mencuci tangan namun dapat sebagai cara dalam menjaga kesehatan. 38.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1. Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan referensi - Pembelian doorprize - Psikoedukasi - Pencetakan foto kegiatan 2. Tujuan kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan serta menambah pengetahuan siswa-siswi TK Pagergunung mengenai gerakan pola hidup bersih dan sehat terkait dengan kebersihan tangan sehingga dituntut untuk dapat mencuci tangan demi tercapainya kesehatan yang lebih baik, selain itu mereka dapat memahami betapa pentingnya mencuci tangan. Siswa-siswi TK Pagergunung - Kamis, 1 Agustus 2013 - Pukul 08.00-10.00 - Bertempat di TK Pagergunung Rp. 100.000,Semangat yang di berikan siswa-siswi dalam mengikuti penyuluhan mengenai pentingnya mencuci tangan, dibuktikan dengan antusiasme siswa-siswa pada saat praktek mencuci tangan serta kesediaan dan keceriaan mereka ketika sedang mencuci tangan. Bermain, bernyanyi bersama, pemberiaan materi terkait kesehatan tangan, serta praktek mencuci tangan.

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

120

38.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan para guru pembimbing TK Pagergunung yang bertempat di Desa Pagergunung. o Program ini memberi sumbangsi dalam hal kesehatan sejak dini dengan pembiasaan mencuci tangan selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan agar siswa-siswa dapat memahami betapa penting nya menjaga kebersihan tangan. o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/ dana yang berasal dari mahasiswa. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Transportasi Pembelian doorprize Psikoedukasi Pencetakan foto kegiatan Jumlah Rp. 15.000 Rp. 30.000 Rp. 20.000 Rp. 35.000 Rp. 100.000 +

Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta dilanjutkan dengan mengadakan praktek mencuci tangan dengan siswa-siswi TK Pagergunung.

38.3. -

PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Kegiatan diawali dengan salam perkenalan dari kami Tim KKN Undip untuk dapat memahami karakteristik siswasiswi anak TK tersebut. Selanjutnya agar lebih memeriahkan dan mengkompakan satu sama lain dimulai dengan saling bernyanyi. Bernyanyi adalah sarana kami untuk memecahkan suasana yang terkadang membuat mereka takut.

121

Kegiatan penyuluhan ini dianggap sukses terselenggara terbukti dengan keantusiasan siswa-siswi dalam mempraktekan mencuci tangan yang bersih dan sehat.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni, ada beberapa siswa-siswi yang tidak bisa dia ajak bermain sehingga merasa tidak nyaman dengan orang baru dan setelah itu menangis. KELEMAHAN

KEKUATAN

o Dapat menambah pengetahuan para o Siswa-siswi yang awalnya merasa siswa mengenai pentingnya mencuci tangan. terancam dengan kehadiran orang baru sehingga beberapa dari mereka cuek dan ada juga menangis. ANCAMAN o Kurangnya motivasi dan contoh dari o Dengan pihak keluarga sehingga dari siswasiswa kurang bisa membiasakan diri untuk mencuci tangan. mengenai memberi kesehatan KESEMPATAN adanya kebersihan sumbangsi sejak penyuluhan tangan, dalam dini hal

dengan

pembiasaan mencuci tangan selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan agar siswa-siswa dapat memahami betapa penting nya menjaga

kebersihan tangan.

39. Psikoedukasi "The Best Parenting is Your Child" di RW 3 dan RW 4 Latar Belakang Sejak usia dini, anak tidak terlepas dari peran orang tua. Peran mereka menjadi penting karena sebelum sekolah, anak terlebih dahulu mengenal orang tuanya. Dari sini anak-anak mulai belajar dan membentuk karakter. Oleh karena itu, menjadi orang tua sangatlah tidak mudah karena orang tua memiliki peran besar dalam mengoptinalkan tumbuh kembang anak serta bertanggung jawab atas perilaku mereka ke depannya. Pengasuhan anak dilakukan orang tua dengan

122

menggunakan pola asuh tertentu. Penggunaan pola asuh ini memberikan sumbangan mewarnai perkembangan terhadap bentuk-bentuk perilaku sosial pada anak. Pengasuhan dalam hal ini merupakan peran penting sehingga dalam hal ini kami memiliki keinginan untuk memahami kehidupan keluarga dari warga dari desa pagergunung. 39.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan referensi - Pembuatan presentasi. - Psikoedukasi 2 Tujuan kegiatan Memberi sumbangsih kepada masyarakat terkait pola asuh kepada anak antara lain dengan mencintai dan menghargai, memberi kebebasan dengan batasan dan tanggung jawab. Serta orangtua mampu menjadi sahabat dan tempat berlindung anak 3 4 Sasaran kegiatan Ibu-ibu di RW 3 dan RW 4 Waktu & tempat pelaksanaan - Jumat, 26 Juli 2013 - Jam 13.30 16.00 - Balai Desa Pagergunung 5 6 Pembiayaan Parameter keberhasilan Metodologi Rp 90.000,Dapat mengambil sikap terhadap anak-anaknya, mampu mengenali anaknya dengan lebih baik. Mengadakan forum diskusi dengan ibu-ibu serta pemberian materi sesuai dengan tema yang ditentukan. dan penggandaan materi

123

39.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya desa Pageruyung. Kegiatan ini bertempat di balai desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya ibu-ibu dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ibu-ibu terlihat sangat antusias saat berdiskusi terkait dengan

pengalamannya mengasuh terkait anak-anak mereka. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Materi Psikoedukasi Jumlah Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 20.000 + Rp. 90.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengobservasi dan diskusi dengan warga sekitar, kemudian ditemukan informasi mengenai berbagai hambatan. Metode lainnya yakni dengan pemberian materi sesuai dengan tema yang diusung sehingga warga dapat mengetahui dan mengerti informasi yang disampaikan oleh mahasiswa. 39.3. PEMBAHASAN Kegiatan ini diadakan untuk ibu-ibu agar dapat menanamkan nilai serta moral positif pada anak mereka. Selain itu, diskusi juga sarana penyampaian dengan tidak membuat ibu-ibu menjadi bosan dalam ruangan. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias yang penuh semangat dengan rencana awal

124

kegiatan

serta

ketercapaian

pemberian

informasi

kepada

masyarakat. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat menanamkan moral dan nilai o Tidak efektif bagi warga yang positif pada anak o Bentuk cara pembelajaran yang kurang penyampaian menyenangi secara lisan

inovatif di ruangan sehingga anak tidak bosan o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat

tanpa bantuan visual o Hanya efektif bila warga, terutama orang tua benarbenar akan mengembangkan potensi.

ANCAMAN o Kurangnya peran aktif

KESEMPATAN anak, o Kesempatan untuk

sehingga ini mengakibatkan hanya orang tua yang antusias. o Keadaan lingkungan sekitar yang tidak kondusif dan kurang

menjadikan ibu-ibu belajar lebih baik lagi dalam

mengasuh anak-anak mereka.

mendukung

40.

Psikoedukasi "Pentingnya Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini" di RW 1 dan RW 2 Latar Belakang Pendidikan usia dini adalah sarana dimana anak-anak bermain namun

juga belajar. Terdapat interaksi-interaksi dari teman-teman usia sebayanya. Pendidikan ini mengarahkan pada pembelajaran dimana disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak-anak pada umumnya. Dengan demikian sangatlah penting ketika orang tua memahami betapa pentingnya pendidikan usia dini ini sebelum masuk pada TK. Mereka memahami bagaimana teman-teman sebayanya berkomunikasi dengan nya dan masih banyak lagi keunggulan PAUD itu sendiri.

125

40.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan dan pencetakan formulir Pembuatan presentasi dan penggandaan materi

Psikoedukasi

Tujuankegiatan

- Menanamkan kesadaran betapa pentingnya

pendidikan anak usia dini


- Memberikan pengetahuan mengenai PAUD

3 4

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi

Ibu-ibu desa di RW 1 dan RW 2 - Sabtu, 27 Juli 2013 - Jam 13.00- 16.00 WIB - Balai dusun di RW 1 dan RW 2 Rp. 90.000,Ibu-ibu memahami pentingnya pendidikan usia dini pada anak. Mengadakan penyuluhan mengenai pendidikan usia dini serta pembagian pamphlet.

5 6

40.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Ibu-ibu dusun soko kranen desa pagergung. Kegiatan ini bertempat di Balai dusun di RW 1 dan RW 2 o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dalam mengikuti penyuluhan yakni pendidikan usia dini. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut :

126

Transportasi Materi Psikoedukasi Jumlah

Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 20.000 + Rp. 90.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan tanya jawab. Harapan dari dilaksanakan penyuluhan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terutama Ibu-ibu desa Pagergunung dalam memahami pentingnya pendidikan usia dini pada anak. 40.3. PEMBAHASAN - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian materi terkait PAUD - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan ibu-ibu dalam mengikuti penyuluhan pentingnya pendidikan anak usia dini. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni kurang nya minat ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan tersebut. KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o Kurang nya kesediaan ibu-ibu untuk mendengarkan lebih materi yang disampaikan, selain itu

kesadaran

pentingnya pendidikan anak usia dini o Memberian PAUD o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. pengetahuan mengenai

kehadiran ibu-ibu di luar harapan diawal.

127

ANCAMAN o Kurangnya terutama pendidikan, PAUD. perhatian orangtua khususnya

KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan mengenai pentingnya pembelajaran mengenai PAUD demi terciptanya generasi-generasi yang unggul.

41.

Motivasi "The Power of Smile: Pagergunung Tersenyum" di SDN 2 Latar Belakang

Senyum itu sedekah. Siapa saja dapat melakukannya, tapi ternyata senyum itu dapat mendatangkan banyak manfaat salah satunya yakni bernilai ibadah. Anak-anak di SDN 2 desa Pagergunung perlu mengetahui pentingnya senyum, mereka dari berbagai daerah yang notabene terkenal kurang memiliki sopan santun yang baik. Maka demikian senyum di sini lebih kepada jiwa, ketika seseorang memiliki perasaan positif itu berasal dari hati sedangkan ketika berperasaan negatif itu berasal dari pikiran. Yuks kita kontrol pikiran kita dengan hati. 41.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan - Psikoedukasi - Pengumpulan referensi - Pembelian doorprize - Pembuatan dan pencetakan materi - Motivasi 2 Tujuan kegiatan Melatih dan memberi motivasi kepada anak SD agar lebih menjaga perilaku dengan senyuman Keterangan

3 4

Sasaran kegiatan SDN 2 desa pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - Sabtu, 27 Juli 2013 - Jam 08.00-11.00 - SDN 2 desa pagergunung

128

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 130.000,Keantusiasan siswa-siswi dalam mengikuti materi dan adanya interaksi antara mahasiswa KKN yang sebagai pemateri dengan anak-anak. Pemberian materi beserta adanya praktek senyum serta sharing-sharing pengalaman sehari-hari.

Metodologi

41.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan kepala sekolah dan para guru. Kegiatan ini bertempat di SDN 2 desa pagergunung o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias saat mengikuti proses pelatihannya. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Modul Pemberian doorprize Jumlah Rp 20.000 Rp 80.000 Rp 30.000 + Rp.130.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Mengadakan pelatihan dan praktik langsung untuk tersenyum beserta adanya sharing-sharing antar siswa dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan.

129

41.3. PEMBAHASAN Pemberian motivasi untuk mengontrol pikiran dengan hati. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias siswa-siswi yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat menambah motivasi o Kurangnya sedikit motivasi siswa-siswi untuk dan minat mendengarkan dari beberapa siswa.

berperilaku lebih baik lagi. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat ANCAMAN o Kurangnya support

KESEMPATAN dari o Kesempatan untuk

kedua orangtua, sehingga ini mengakibatkan kurangnya yang

menjadikan siswa-siswi lebih sopan dan santun.

pengaplikasian ilmu baru saja disampaikan.

42. Pelatihan"Financial Quetiont:Manajemen Keuangan Keluarga" di RW 1 dan RW2 Latar Belakang FQ merupakan bentuk kecerdasan yakni kecerdasan keuangan. Kecerdasan keuangan dalam hal ini adalah menuntut ibu-ibu rumah tangga yang notabene pengelola keuangan rumah dapat membelanjakannya sesuai dengan kebutuhan nya. Sering kali ketika mendapatkan uang berlebih, ibu-ibu cenderung kurang bisa mengelola keuangan nya dengan baik. Sehingga program ini diharapkan memberikan sumbangsi agar mereka lebih mendapatkan kemudahan dalam mengelola keuangan.

130

42.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Sosialisasi program dan perizinan

- Pengumpulan referensi -

Pembuatan dan pencetakan materi Pelatihan

Tujuan kegiatan

- Menanamkan kesadaran betapa pentingnya FQ

dalam mengelola keuangan. 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi Ibu-ibu desa Pagergunung - Selasa, 30 Juli 2013 - Jam 13.00 16.00 WIB - Balai Desa Pagergunung Rp. 90.000,Ibu-ibu mengikuti program FQ Mengadakan penyuluhan mengenai program FQ dengan cara memberikan gambaran dengan time table.

5 6 7

42.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP, kegiatan ini bertempat di di Balai Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dalam menanggapi materi yang telah disampaikan. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut :

131

Transportasi Materi Psikoedukasi Jumlah

Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 20.000 + Rp. 90.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan pemda o Metodologi Mengadakan penyuluhan mengenai FQ dengan cara membagikan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya mengelola keuangan.

42.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. - Kegiatan dimulai dengan pembagian materi berupa leaflet dan menerangkan dengan time table tentang program FQ ke ibu-ibu dusun Krajan. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan FQ Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni datangnya ibu-ibu dengan terpisah-pisah tidak secara berbarengan sehingga harus menyampaikan satu persatu . KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o datangnya terpisah-pisah berbarengan ibu-ibu tidak sehingga dengan secara harus

kesadaran

pentingnya mengelola FQ

menyampaikan satu persatu. ANCAMAN o Banyak ibu-ibu yang KESEMPATAN hanya o Menjalankan FQ akan

132

mendengarkan merealisasikan.

tetapi

tidak

menciptakan mampu

keluarga

yang

mengelola

keuangan

dengan baik. 43. Psikoedukasi peduli lingkungan untuk anak SD Latar Belakang Lingkungan merupakan tempat dimana kita berada sehingga kesadaran untuk menjaga lingkungan harus selalu ditingkatkan agar segala aktivitas yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di Desa Pagergunung cukup baik, dilihat dari keseharian warganya hampir setiap pagi dan sore selalu membersihkan halaman rumah warga masing-masing. Hanya saja terdapat beberapa tempat dimana sampah berserakan yang mengakibatkan timbulnya bau yang kurang enak. 43.1.REKAPITULASI KEGIATAN No Aspek 1 Bentuk kegiatan

Keterangan

- Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan referensi - Pembuatan leaflet - Pembuatan simulator - Psikoedukasi

Tujuan kegiatan

Memperkenalkan kepada anak sedini mungkin untuk mencintai lingkungan dimanapun mereka berada terutama lingkungan rumah dan sekolah agar kesadaran untuk mencintai dan menjaga lingkungan

3 4

Sasaran kegiatan Siswa-siswi kelas III SD Negeri 2 Pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - Sabtu, 27 Juli 2013 - Jam 07.00-12.30 - SD Negeri 2 Pagergunung

Pembiayaan

Rp 40.000,-

133

Parameter keberhasilan

Antusias siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan dan adanya interaksi dua arah mengenai kebersihan dan motivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan Belajar sambil bermain agar anak-anak tidak bosan selama proses kegiatan berlangsung

Metodologi

43.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan Kepala sekolah SD Negeri 2 Pagergunung. o Program ini terlaksana cukup lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut, namun kegiatan sedikit kurang optimal karena sebagian anak sudah lelah sehingga kurang konsentrasi dalam proses kegiatan. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Leaflet Pembelian simulator Jumlah Rp 25.000,00 Rp 15.000,00 + Rp. 40.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya dari perangkat Desa o Metodologi Metodologi pelaksanaan kegiatan ini adalah belajar sambil bermain agar anak-anak tidak bosan selama proses kegiatan berlangsung. Anak-anak diajak bermain mencari sampah organik dan anorganik kemudian memasukan ke tempat sampah yang telah di sediakan di kelas.

134

43.3. PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan peduli lingkungan yang diadakan bagi peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas III SD Negeri 2 Pagergunung ini berjalan cukup lancar. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameterparameter antusias siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan dan adanya interaksi dua arah mengenai kebersihan dan motivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah membangun kedekatan dan mengajak anak-anak untuk mau mengikuti instruksi dan mengikuti permainan yang akan dilaksanakan. KEKUATAN KELEMAHAN

o Memberi pengetahuan dan o Dikhawatirkan program ini pengalaman baru bagi siswasiswi tentang bagaimana kebersihan hanya sebatas sosialisasi saja namun realisasi tidak berjalan apabila tidak didukung oleh guru, manfaat jangka orang tua dan

menjaga lingkungan o Memiliki

masyarakat

panjang bagi kebersihan dan kesehatan anak-anak pada khususnya dan masyarakat pada umumnya ANCAMAN KESEMPATAN sudah terbiasa dan

o Kurangnya kepedulian dari o Anak-anak lingkungan sekitar,sehingga dikawatirkan tidak menjaga siswa-siswi kebersihan

membersihkan

kelas

lingkungan sekolah mereka sehingga hal ini dapat diluar

lingkungan sekitar

dikembangkan lingkungan sekolah

135

44. Psikoedukasi pentingnya gosok gigi untuk anak SD Latar Belakang Gigi adalah salah satu organ tubuh kita yang berfungsi untuk mengunyah makanan. Buktinya pada fosil-fosil manusia yang sudah berjutajuta tahun, bagian tubuhnya yang lain sudah rusak begitu juga tulangnya sudah mulai retak namun giginya masih utuh. Gigi merupakan organ tubuh manusia paling keras. Gangguan yang sering dialami anak adalah gigi berlubang. 44.1.REKAPITULASI KEGIATAN No 1. Aspek Bentuk kegiatan 2. Tujuan kegiatan Keterangan Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan simulator Pembelian doorprize Psikoedukasi

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pemahaman kepada peserta penyuluhan mengenai pentingnya menggosok gigi dan kebersihan mulut. Siswa-siswi SD Negeri 1 dan 2 Pagergunung - Rabu, 24 Juli 2013 & Sabtu, 27 Juli 2013 - Jam 07.30-12.30 - Tempat SD Negeri 1 dan 2 Pagergunung Rp. 50.000,Parameter keberhasilan yang dapat menjadi tolak ukur pelaksanaan program ini adalah terlibat aktifnya peserta ketika mengikuti kegiatan Belajar sambil bermain

3. 4.

Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan

5. 6.

7.

Metodologi

136

44.2. HASIL PELAKSANAAN o Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim KKN UNDIP dengan Kepala Sekolah SD Negeri 1 dan 2 Pagergunung. o Kegiatan ini terealisasi cukup sukses, dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2013 dan 27 Juli 2013, jam 07.30-12.30 bertempat di SD Negeri 1 dan 2 Pagergunung. o Kegiatan ini terlaksana dengan anggaran/dana yang berasal dari mahasiswa dan swadaya. Perincian penggunaan dana kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut : Pembuatan simulator Pembelian doorprize Jumlah Rp. 20.000 Rp. 30.000 Rp. 50.000 +

Dana yang digunakan bersumber dari mahasiswa dan swadaya. o Metodologi Metodologi dalam pelaksanaan program ini adalah belajar sambil bermain, setelah pemaparan materi anak-anak diajak menggambar gigi dan diberi warna. Setelah itu, anak-anak diajak untuk mengulang kembali materi yang telah diberi kemudian simulasi menggosok gigi.

44.3. -

PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal kegiatan. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2013 & 27 Juli 2013. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kebersihan mulut dan gigi, setelah materi disampaikan, masuk pada tahap permainan yaitu menggambar gigi dan mewarnainya, setelah itu kilas balik materi kemudian simulasi menggosok gigi dengan simulator sikat gigi. Kegiatan penyuluhan ini dirasa cukup sukses terselenggara, hal ini terbukti dengan partisipasi peserta yang cukup tinggi dan keaktifan ketika menggambar.

137

KEKUATAN

KELEMAHAN perhatian orang tua

o Dapat menambah pengetahuan peserta o Kurangnya mengenai kesehatan mulut dan gigi

mengenai pentingnya gosok gigi dan bahaya yang ditimbulkan akibat

tidak menjaga kesehatan mulut ANCAMAN o Perhatian yang kurang dari pihak o Dengan sekolah mengenai kesehatan mulut dan gigi serta bahayanya ditandai dengan masih adanya beberapa anak yang giginya bolong KESEMPATAN adanya penyuluhan

mengenai kesehatan mulut dan gigi serta bahayanya diharapkan para siswa-siswi dapat sadar akan

pentingnya kesehatan mulut dan gigi

45. Psikoedukasi "The Best Parenting is Your Child" di RW 1 dan RW 2 Latar Belakang Sejak usia dini, anak tidak terlepas dari peran orang tua. Peran mereka menjadi penting karena sebelum sekolah, anak terlebih dahulu mengenal orang tuanya. Dari sini anak-anak mulai belajar dan membentuk karakter. Oleh karena itu, menjadi orang tua sangatlah tidak mudah karena orang tua memiliki peran besar dalam mengoptinalkan tumbuh kembang anak serta bertanggung jawab atas perilaku mereka ke depannya. Pengasuhan anak dilakukan orang tua dengan menggunakan pola asuh tertentu. Penggunaan pola asuh ini memberikan sumbangan mewarnai perkembangan terhadap bentuk-bentuk perilaku sosial pada anak. Pengasuhan dalam hal ini merupakan peran penting sehingga dalam hal ini kami memiliki keinginan untuk memahami kehidupan keluarga dari warga dari desa pagergunung.

45.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan Keterangan - Sosialisasi program dan perizinan - Pengumpulan referensi

138

- Pembuatan presentasi. - Psikoedukasi 2 Tujuan kegiatan Memberi

dan

penggandaan

materi

sumbangsi

kepada

masyarakat

terkait pola asuh kepada anak antara lain dengan mencintai dan menghargai, memberi kebebasan dengan batasan dan tanggung jawab. Serta orangtua mampu menjadi

sahabat dan tempat berlindung anak. 3 4 Sasaran kegiatan Ibu-ibu di RW 1 dan RW 2 Waktu & tempat pelaksanaan - Sabtu, 27 Juli 2013 - Jam 13.30 16.00 - Balai Dusun Pagergunung 5 6 Pembiayaan Parameter keberhasilan Metodologi Rp 90.000,Dapat mengambil sikap terhadap anak-anaknya, mampu mengenali anaknya dengan lebih baik. Mengadakan forum diskusi dengan ibu-ibu serta pemberian materi sesuai dengan tema yang ditentukan.

45.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya desa Pageruyung. Kegiatan ini bertempat di balai desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya ibu-ibu dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ibu-ibu terlihat sangat antusias saat berdiskusi terkait dengan

pengalamannya mengasuh terkait anak-anak mereka. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut :

139

Transportasi Materi Psikoedukasi Jumlah

Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 20.000 + Rp. 90.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengobservasi dan diskusi dengan warga sekitar, kemudian ditemukan informasi mengenai berbagai hambatan. Metode lainnya yakni dengan pemberian materi sesuai dengan tema yang diusung sehingga warga dapat mengetahui dan mengerti informasi yang disampaikan oleh mahasiswa. 45.3. PEMBAHASAN Kegiatan ini diadakan untuk ibu-ibu agar dapat menanamkan nilai serta moral positif pada anak mereka. Selain itu, diskusi juga sarana penyampaian dengan tidak membuat ibu-ibu menjadi bosan dalam ruangan. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan serta ketercapaian pemberian informasi kepada

masyarakat. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat menanamkan moral dan nilai o Tidak efektif bagi warga yang positif pada anak o Bentuk cara pembelajaran yang kurang penyampaian menyenangi secara lisan

inovatif di ruangan sehingga anak tidak bosan o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat

tanpa bantuan visual o Hanya efektif bila warga, terutama orang tua benarbenar akan mengembangkan potensi.

140

ANCAMAN o Kurangnya peran aktif

KESEMPATAN anak, o Kesempatan untuk

sehingga ini mengakibatkan hanya orang tua yang antusias. o Keadaan lingkungan sekitar yang tidak kondusif dan kurang

menjadikan ibu-ibu belajar lebih baik lagi dalam

mengasuh anak-anak mereka.

mendukung

46.

Psikoedukasi "Pentingnya Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini" di RW 3 dan RW 4 Latar Belakang Pendidikan usia dini adalah sarana dimana anak-anak bermain namun

juga belajar. Terdapat interaksi-interaksi dari teman-teman usia sebayanya. Pendidikan ini mengarahkan pada pembelajaran dimana disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak-anak pada umumnya. Dengan demikian sangatlah penting ketika orang tua memahami betapa pentingnya pendidikan usia dini ini sebelum masuk pada TK. Mereka memahami bagaimana teman-teman sebayanya berkomunikasi dengan nya dan masih banyak lagi keunggulan PAUD itu sendiri.

46.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Sosialisasi program dan perizinan Pengumpulan referensi Pembuatan dan pencetakan formulir Pembuatan presentasi dan penggandaan materi

Psikoedukasi

Tujuankegiatan

- Menanamkan kesadaran betapa pentingnya

pendidikan anak usia dini


- Memberikan pengetahuan mengenai PAUD

Sasaran kegiatan

Ibu-ibu desa di RW 3 dan RW 4

141

Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi

- Jumat, 26 Juli 2013 - Jam 13.00- 16.00 WIB - Balai Desa di RW 3 dan RW 4 Rp. 90.000,Ibu-ibu memahami pentingnya pendidikan usia dini pada anak. Mengadakan penyuluhan mengenai pendidikan usia dini serta pembagian pamphlet.

5 6

46.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP yang bekerjasama dengan Ibu-ibu dusun soko kranen desa pagergung. Kegiatan ini bertempat di Balai dusun di RW 1 dan RW 2 o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dalam mengikuti penyuluhan yakni pendidikan usia dini. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Materi Psikoedukasi Jumlah Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 20.000 + Rp. 90.000

Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa o Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan tanya jawab. Harapan dari dilaksanakan penyuluhan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terutama Ibu-ibu desa Pagergunung dalam memahami pentingnya pendidikan usia dini pada anak.

142

46.3. PEMBAHASAN - Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi dan pembagian materi terkait PAUD - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan ibu-ibu dalam mengikuti penyuluhan pentingnya pendidikan anak usia dini. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni kurang nya minat ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan tersebut. KEKUATAN
o Menanamkan

KELEMAHAN betapa o Kurang nya kesediaan ibu-ibu untuk mendengarkan lebih materi yang disampaikan, selain itu

kesadaran

pentingnya pendidikan anak usia dini o Memberian PAUD o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. ANCAMAN o Kurangnya terutama pendidikan, PAUD. perhatian orangtua khususnya pengetahuan mengenai

kehadiran ibu-ibu di luar harapan diawal.

KESEMPATAN masyarakat o Kesempatan untuk memberikan mengenai pentingnya pembelajaran mengenai PAUD demi terciptanya generasi-generasi yang unggul.

47.

Motivasi "The Power of Smile: Pagergunung Tersenyum" di SDN 1 Pagergunung Latar Belakang Senyum itu sedekah. Siapa saja dapat melakukannya, tapi ternyata

senyum itu dapat mendatangkan banyak manfaat salah satunya yakni bernilai ibadah. Anak-anak di SDN 2 desa Pagergunung perlu mengetahui pentingnya senyum, mereka dari berbagai daerah yang notabene terkenal kurang memiliki sopan santun yang baik. Maka demikian senyum di sini lebih kepada jiwa,

143

ketika seseorang memiliki perasaan positif itu berasal dari hati sedangkan ketika berperasaan negatif itu berasal dari pikiran. Yuks kita kontrol pikiran kita dengan hati. 47.1. No 1 REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Bentuk kegiatan - Psikoedukasi - Pengumpulan referensi - Pembelian doorprize - Pembuatan dan pencetakan materi - Motivasi 2 Tujuan kegiatan Melatih dan memberi motivasi kepada anak SD agar lebih menjaga perilaku dengan senyuman Keterangan

3 4

Sasaran kegiatan SDN 1 desa pagergunung Waktu & tempat pelaksanaan - Kamis, 1 Agustus 2013 - Jam 08.00-11.00 - SDN 1 desa pagergunung

5 6

Pembiayaan Parameter keberhasilan

Rp 130.000,Keantusiasan siswa-siswi dalam mengikuti materi dan adanya interaksi antara mahasiswa KKN yang sebagai pemateri dengan anak-anak. Pemberian materi beserta adanya praktek senyum serta sharing-sharing pengalaman sehari-hari.

Metodologi

47.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa-mahasiswi tim KKN UNDIP yang bekerja sama dengan kepala sekolah dan para guru. Kegiatan ini bertempat di SDN 2 desa pagergunung o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terlihat sangat antusias saat mengikuti proses pelatihannya.

144

o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Pembuatan dan Pencetakan Modul Pemberian doorprize Jumlah Rp 20.000 Rp 80.000 Rp 30.000 + Rp.130.000 Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan swadaya o Metodologi Mengadakan pelatihan dan praktik langsung untuk tersenyum beserta adanya sharing-sharing antar siswa dengan mahasiswa KKN selama proses pelatihan.

47.3. PEMBAHASAN Pemberian motivasi untuk mengontrol pikiran dengan hati. Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter parameter antusias siswa-siswi yang penuh semangat dengan rencana awal kegiatan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini kurang kondusifnya keberlangsungan acara secara teknis. KEKUATAN KELEMAHAN

o Dapat menambah motivasi o Kurangnya sedikit motivasi siswa-siswi untuk dan minat mendengarkan dari beberapa siswa.

berperilaku lebih baik lagi. o Merupakan kegiatan yang bersifat edukatif sehingga sangat bermanfaat ANCAMAN o Kurangnya support

KESEMPATAN dari o Kesempatan untuk

kedua orangtua, sehingga ini

menjadikan siswa-siswi lebih

145

mengakibatkan

kurangnya yang

sopan dan santun.

pengaplikasian ilmu baru saja disampaikan.

48. Pelatihan"Financial Quetiont:Manajemen Keuangan Keluarga" di RW 3 dan RW 4 Latar Belakang FQ merupakan bentuk kecerdasan yakni kecerdasan keuangan. Kecerdasan keuangan dalam hal ini adalah menuntut ibu-ibu rumah tangga yang notabene pengelola keuangan rumah dapat membelanjakannya sesuai dengan kebutuhan nya. Sering kali ketika mendapatkan uang berlebih, ibu-ibu cenderung kurang bisa mengelola keuangan nya dengan baik. Sehingga program ini diharapkan memberikan sumbangsi agar mereka lebih

mendapatkan kemudahan dalam mengelola keuangan.

48.1. No 1

REKAPITULASI KEGIATAN Aspek Keterangan


-

Bentuk kegiatan

Sosialisasi program dan perizinan

- Pengumpulan referensi -

Pembuatan dan pencetakan materi Pelatihan

Tujuan kegiatan

- Menanamkan kesadaran betapa pentingnya FQ

dalam mengelola keuangan. 3 4 Sasaran kegiatan Rencana waktu&tempat pelaksanaan Rencana dana yang dibutuhkan Parameter keberhasilan Metodologi Ibu-ibu desa Pagergunung - Selasa, 30 Juli 2013 - Jam 13.00 16.00 WIB - Balai Desa Pagergunung Rp. 90.000,Ibu-ibu mengikuti program FQ Mengadakan penyuluhan mengenai program FQ dengan cara memberikan gambaran

5 6 7

146

dengan time table.

48.2.HASIL PELAKSANAAN o Program ini terlaksana oleh mahasiswa tim KKN UNDIP, kegiatan ini bertempat di di Balai Desa Pagergunung. o Program terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan antusiasnya Ibu-ibu dalam menanggapi materi yang telah disampaikan. o Penggunaan dana pada program ini pada dasarnya sesuai dengan anggaran pendanaan yang direncanakan sebelumnya yakni sebagai berikut : Transportasi Materi Psikoedukasi Jumlah Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 20.000 + Rp. 90.000 Dana yang digunakan bersumber dari dana mahasiswa dan pemda o Metodologi Mengadakan penyuluhan mengenai FQ dengan cara membagikan leaflet kepada ibu-ibu sambil menerangkan pentingnya mengelola keuangan.

48.3. PEMBAHASAN - Pada dasarnya hasil pelaksanaan dari kegiatan penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana kegiatan awal. - Kegiatan dimulai dengan pembagian materi berupa leaflet dan menerangkan dengan time table tentang program FQ ke ibu-ibu dusun Krajan. - Kegiatan tersebut terselenggara dengan sukses dengan parameter keantusiasan Ibu-ibu dusun Krajan desa Pagergunung dalam mengikuti penyuluhan FQ

147

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yakni datangnya ibu-ibu dengan terpisah-pisah tidak secara berbarengan sehingga harus menyampaikan satu persatu . KEKUATAN KELEMAHAN betapa o datangnya terpisah-pisah berbarengan ibu-ibu tidak sehingga dengan secara harus

o Menanamkan

kesadaran

pentingnya mengelola FQ

menyampaikan satu persatu. ANCAMAN o Banyak ibu-ibu yang tetapi KESEMPATAN hanya o Menjalankan tidak menciptakan mampu FQ keluarga akan yang

mendengarkan merealisasikan.

mengelola

keuangan

dengan baik.

148

BAB V KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan pelaksanaan kegiatan KKN PPM TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2013 adalah sebagai berikut: Diagram Rekapitulasi Waktu Pelaksanaan Program Pokok dan

ProgramTambahan

149

150

Dari 35 hari pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Pagergunung masing-masing anggota kelompok TIM II KKN Desa Pagergunung telah melaksanakan program pokok dan program tambahan dengan beban tersendiri.

151

BAB VI SARAN/REKOMENDASI
Dari kegiatan KKN yang telah berlangsung selama kurang lebih 35 hari di lokasi KKN sejak tanggal 15 Juli sampai 4 Agustus 2013, kemudian dilanjut dari tanggal 15 Agustus hingga 30 Agustus 2013, dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Bagi mahasiswa a. Mahasiswa sebaiknya lebih kreatif dan inovatif dalam pembuatan program yang akan diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN; b. Mahasiswa memahami keinginan masyarakat dan menanggapinya secara bijaksana; c. Kerjasama dan sosialisasi ke masyarakat harus lebih ditingkatkan agar program lebih berjalan dengan baik, selain itu program yang dijalankan untuk membantu masyarakat. 2. Bagi pihak Universitas Diponegoro a. Pendampingan mahasiswa di lapangan oleh Dosen KKN harus lebih ditingkatkan; b. Proses penyampaian informasi Dosen KKN kepada mahasiswa harus disosialisasikan secara merata agar tidak terjadi miskomunikasi; c. Dalam proses pembuatan laporan kegiatan KKN perlu disosialisasikan di awal KKN dengan lebih intensif agar mahasiswa KKN dapat mempersiapkan dengan lebih baik. 3. Bagi pemerintah dan masyarakat a. Koordinasi dan komunikasi dengan tim KKN PPM Undip harus lebih dioptimalkan di awal pelaksanaan kegiatan untuk mencegah

kesalahpahaman atau perbedaan persepsi yang diterima saat KKN PPM berlangsung; b. Bantuan pemerintah diperlukan sebagai pihak peyokong dana.

152

LAMPIRAN

153