Anda di halaman 1dari 7

Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas begitu pula dengan

bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri yang ada di suspensikan. Salah satu cara unutk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah di identifikasi adalah dengan cara metode pengenceran atau pewarnaan. Hal tersebut berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu

mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecetan atau pewarnaan (Dwidjoseputro, 1998). Untuk mengidentifikasi suatu biakan murni bakteri hasil isolasi mula-mula diamati morfologi sel secara mikroskopik melalui pengecetan atau pewarnaan, salah satunya adalah dengan pewarnaan gram. Pewarnaan gram merupakan salah satu prosedur yang paling banyak digunakan untuk mencirikan banyak bakteri. Dari pewarnaan gram dapat diketahui morfologi sel antara lain sifat gram, bentuk, ukuran, tekstur, warna koloni, dan penataan sel. Pewarnaan gram atau metode gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, Gram positif dan gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisika dinding sel mereka, metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan denmark hans Christian gram 1884. (Pelczar, 2007). Pada umumnya pengecatan dibagi: (Pratiwi, 2008). Dalam melakukan pewarnaan gram diperlukan empat macam pewarnaan dengan fungsi yang berbeda yaitu : Pewarnaan primer,(dapat memberikan warna pada semua jenis bakteri) Pengikat (memperkuat ikatan kompleks antara pewarna dengan komponen dinding bakteri Penghilang warna (melarutkan sisa zat warna dan kompleks zat warna dengan lipid pada dinding bakteri) Pewarnaan pengganti (memberikan warna pada dinding bakteri yang kehilangan pewarna primernya. Pada pewarnaan gram, bakteri yang telah difiksasi dengan panas sehingga membentuk noda pada kaca objek diwarnai dengan pewarna basa yaitu crystal violet. Karena warna ungu mewarnai seluruh sel, maka pewarna ini disebut pewarna primer. Selanjutnya noda dicuci dan pada noda spesimen ditetesi iodin yang merupakan mordant. Setelah iodin dicuci, baik bakteri Gram Positif maupun Gram Negatif tampak berwarna ungu. Selanjutnya noda

spesimen dicuci dengan alkohol yang merupakan decolorizing agent (senyawa peluntur warna) yang pada spesies bakteri tertentu dapat menghilangkan warna ungu dari sel. Setelah alkohol dicuci, noda spesimen diwarnai kembali dengan safranin yang merupakan pewarna basa berwarna merah. Bakteri yang tetap berwarna ungu digolongkan ke dalam Gram Positif, sedangkan bakteri yang berwarna merahdigoongkan ke dalam Gram Negatif (Suriawiria, 1999). Perbedaan warna antara bakteri Gram Negatif dan bakteri Gram Positif disebabkan oleh adanya perbedaan struktur pada dinding sel nya. Dinding Gram Positif mengandung banyak peptidoglikan,sedangkan dinding bakteri Gram Negatif banyak mengandung

lipopolisakarida(Suriawiria, 1999). Pewarna yang digunakan antara lain : kristal violet sebagai gram A, iodine sebagai gram B, alkohol sebagai gram C, serta safranin sebagai gram D.

Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat), kokus, dan spirilum. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal, diplobasil, dan tripobasil. Sedangkan pada kokus dibagi monokokus (satu buah bakteri berbentuk kotak), diplococcus, sampai staphylococcus (bentuknya mirip buah anggur). E.coli merupakan bakteri dengan volume berkisar 0.6-0,7 mikrometer kubik. Bakteri ini umumnya hidup pada rentang 20-40 derajat C, banyak diusus besar manusia yang berfungsi membusukkan sisa makanan. Karakteristik bakteri Eschericia coli adalah berbentuk batang pendek sekitar 2 mikrometer dan diameter 0,5 mikrometer., termasuk bakteri gram negatif yang tidak berspora, biasanya dilengkapi dengan flagella, seringkali terdapat fimbrae dan hidup tunggal atau berpasangan serta tumbuh dengan cepat pada lingkungan cair. Kapsul atau mikrokapsul jika terjadi tekanan, maka E. coli akan memproduksi polisakarida. E. coli adalah bakteri fakulta

biakan yang sederhana dan pada media sintetik. Selain itu, diperlukan kondisi absolut untuk fermentasi karbohidrat (Sussman,1997). Bacillus adalah bakteri gram positif, membentuk endospora, dan berbentuk batang. Terdapat lebih dari 70 spesies, yang dapat diamati morfologi dan diversitas fisiologinya. Hanya dua

jenis yakni B. Anthracis dan B. Cereus yang diketahui bersifat patogen. Habitat B. Subtilis adalah pada tanah, namun juga ditemukan pada air tawar, daerah perairan di pesisir pantai, dan samudra. Alasan banyak ditemukannya bakteri tersebut adalah karena pembentukan endospora, yang mengijinkan pertahanan hidup, walaupun lingkungan yang ditempati sangatlah ekstrim. Bacillus subtilis juga dapat ditemukan pada tumbuhan, hewan dan kotoran hewan. Bacillus subtilis memproduksi enzim dan antibiotik dalam respons untuk pembatasan nutrisi. Enzim yang dihasilkan yaitu protease, amilase, selulase dan lipase. Produksi enzim sangat maksimal saat sel berada pada fase stasioner pada masa pertumbuhan. Produksi enzim tersebut diduga sebagai strategi pertahanan hidup untuk mencari sumber energi makromolekuler saat nutrisi mulai berkurang. Sebagian besar enzim digunakan secara luas dalam pembuatan makanan, masakan, dan industri detergen biologis. Enzim yang memiliki manfaat bagi manusia seperti termostability, mengaktifkan jangkauan pH, aktivitas pada detergen dan mengoksidasi lingkungan, dapat diidentifikasi oleh Bacillus subtilis. Peranan B. Subtilis pada industri enzim adalah dapat merefraktor analisis genetik dan itulah alasan B. Subtilis dipilih untuk dipelajari mekanisme produksi enzimnya. Selain itu, kode genetik yang heterogen dengan materi yang dapat diklon-kan ke dalam B. Subtilis yang dapat menghasilkan manipulasi untuk gandum berkualitas tinggi (Schaechter,2004)

PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini, praktikan mengamati dua jenis bakteri yang berbeda yakni bakteri basillus subtilis dan E.colli. Dari hasil pengamatan didapatkan bakteri bulat lonjong memanjang berwarna ungu. Bakteri ini identik dengan bakteri gram positif sebab bakteri yang di lihat dominan violet. Bakteri gram positif ialah bakteri yang mengikat warna utama (crystal violet) dengan kuat sehingga tidak dapat di lunturkan oleh peluntur dan tidak diwarnai lagi oleh zat warna lawan (safranin) sehingga pada mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna ungu. Contoh bakteri gram positif yaitu: Bacillus subtilis, Stepcoccus sp lactis; Staphylococcus aureus. Bakteri gram negatif ialah bakteri yang mempuyai daya mengikat zat warna utama tidak kuat sehingga dapat dilunturkan oleh peluntur dan dapat diwarnai oleh zat warna lawan (safranin) sehingga pada pengamatan mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna merah. Contoh bakteri gram negatif: Corynebacterium diphteri, Eschercia coli dan Salmanela thypora (Sutedjo,1991). Perbedaan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif:
Perbedaan Dinding sel:Lapisan peptidoglikanKadar lipid Resistensi terhadap alkali(1 % KOH) Kepekaan terhadap Iodium Toksin yang dibentuk Bentuk sel Bakteri gram positif Lebih tebal (20-80nm)1-4 % Tidak larut Lebih peka Eksotoksin Bulat, batang atau filamen Bakteri gram negatif Lebih tipis11-22 % Larut

Reproduksi Metabolisme Resistensi terhadap tellurit Sifat tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Kepekaan terhadap streptomisin Motilitas

Anggota tubuh

Kurang peka Endotoksin Bulat, ova, batang lurus atau melingkar seperti tanda koma, heliks atau filament, beberapa mempunyai selubung atau kapsul Pembelahan biner Pembelahan biner, kadang-kadang pertunasan Kemoorganoheterotrof Fototrof, kemolitoautotrof, atau kemoorganoheterotrof Lebih tahan Lebih peka Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan asam Lebih peka Kurang peka Tidak peka Peka Kebanyakan nonmotil, Motil atau nonmotil. Bentuk flagella bila motil tipe flagelanya dapat bervariasi adalah petritikus (petritrichous) Biasanya tidak memiliki Dapat memiliki pili, fimbriae, tangkai

Endospora Penghambatan warna basa Kebutuhan nutrien Ketahanan terhadap perlakuan fisik

apandase Beberapa grup dapat membentuk endospora Lebih dihambat Kompleks Lebih tahan

Tidak dapat membentuk endospore Kurang dihambat Relatif sederhana Kurang tahan

1. Bacillus subtilis Gambar Pengamatan Bacillus subtilis (1000 x). Pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop nampak Bacillus subtilis berbentuk basil (batang) dan merupakan bakteri gram positif. Jenis ini memiliki endospora yang letaknya di tengah. Bakteri ini tersusun atas peptidoglycan, yang merupakan polimer dari sugars dan asam amino. Peptidoglycan yang yang ditemukan di bakteri yang dikenal sebagai murein. Sel membentuk tembok penghalang antara lingkungan dan bakteri sel yang berguna untuk mempertahankan bentuk sel dan withstanding sel yang tinggi internal tekanan turgor (Schaechter 2006).

Habitat endospora bakteri ini adalah tanah. Mikroba tersebut dalam bentuk spora yang kekurangan nutrisi. Organisme ini dapat menghasilkan antibiotik selama sporulation. Contohnya polymyxin, difficidin, subtilin, dan mycobacillin. Banyak dari mikroba Bacillus dapat menurunkan Polymers seperti protein, pati, dan pektin, sehingga bakteri ini merupakan penyumbang penting kepada siklus karbon dan nitrogen. Akan tetapi apabila terkontaminasi, dapat menyebabkan pembusukan. Berdasarkan pewarnaan sel vegetatif didapatkan warna kemerahan dan warna endosporanya adalah hijau (Schaechter 2006). Klasifikasi Bacillus subtilis. Kingdom : Bakteri Filum : Firmicutes Kelas : Bacilli Order : Bacillales Famili : Bacillaceae Genus : Bacillus Spesies : Bacillus subtilis (itis, 2008)

2. Escherichia coli Gambar 5. Pengamatan Escherichia coli. (1000 x)

Berdasarkan hasil pengamatan bakteri Eschericia coli. Berbentuk basil (batang) yang pendek. Bakteri tersebut pada saat diwarnai menunjukkan warna merah. Koloninya tersusun seperti rantai memanjang. Pada bakteri ini tidak ditemukan endospora. Menurut Kenneath tahun (2008), Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. E. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia, yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. Akan tetapi pada strain baru dari E.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air, indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. (Mikrolibrary, 2008). Klasifikasi Escherichia coli. Kingdom : Bakteria Filum : Proteobacteria Kelas : Gamma Proteobacteria Order : Enterobacteriales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Escheriachia Spesies : E. coli (itis, 2008) Tujuan dari pewarnaan gram adalah untuk melakukan pengamatan morfologi bakteri dengan pewarnaan diferensial. Prinsip pewarnaan gram termasuk pewarnaan diferensial (untuk membedakan) karna dapat membedakan bakteri-bakteri yang bersifat gram negatif dan positif. Pewarnaan ini ditemukan pertama kali pada tahun 1884 oleh Criestian Gram. Bakteri gram positif ialah bakteri yang mengikat warna utama (crystal violet) dengan kuat sehingga tidak dapat di lunturkan oleh peluntur dan tidak diwarnai lagi oleh zat warna lawan (safranin) pada mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna ungu. Bakteri gram negatif ialah bakteri yang mempuyai daya mengikat zat warna utama tidak kuat sehingga dapat dilunturkan oleh peluntur dan dapat diwarnai oleh zat warna lawan (safranin) pada pengamatan mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna merah. Fungsi zat warna: Crystal violet yang berfungsi membentuk ikatan mg-Ribonucleid acid pada membran/dinding sel bakteri sehingga membentuk kompleks mg-Ribonucleid acid- crystal

violet. Kompleks ini merupakan senyawa yang tidak luntur dengan alkohol. L

yang berfungsi sebagai penguat ikatan pada kompleks mg-Ribonuclead acid. Alkohol 95% berfungsi mencuci lemak pada dinding sel bakteri. Safranin berfungsi sebagai zar warna tandingan (lawan) luruh nya kompleks mg-Ribonucleid acid- crystal violet dari dinding sel bakteri gram negatif (Pelczar, 2007). Pada saat pemberian larutan cat kristal violet, bakteri gram positif dan negatif samasama berwarna ungu. Saat ditetesi iodin, pada gram positif terbentuk kompleks iodin kristal violet sehingga sel berwarna biru, demikian juga gram negatif. Namun setelah pencucian dengan etanol warna ungu yang diikat oleh bakteri gram negatif luntur, sedangkan pada bakteri gram positif tidak. Pada gram negatif lemak terekstraksi dari dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks violet kristal-iodin keluar sel, sedangkan pada gram positif dinding sel dehidrasi, pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri gram negatif mengikatnya sedangkan gram positif melewatkannya.

Anda mungkin juga menyukai