Anda di halaman 1dari 42

BAB II PENGUKURAN DAN INSTRUMEN

Ilmu Pendidikan berkomunikasi dengan realitas melalui konsepkonsep, sehingga apabila konsep, baik tunggal maupun yang berhubungan, mau diteliti maka diperlukan operasionalisasi agar konsep/variabel yang menjadi fokus perhatian dapat diamati dan diobservasi, sesuatu yang dapat diobservasi, baik secara langsung ataupun tidak langsung, juga bermakna dapat diukur (Measurable), oleh karena itu pengukuran menjadi penting dalam kaitannya dengan penelitian khususnya penelitian kuantitatif. Pengukuran tidak bisa dilakukan secara sembarangan, sebab memerlukan keterkaitan/keselarasan antara konsep dengan pelaksanaan penelitian serta kehati-hatian terhadap kesalahan pengukuran ( Measurement error) yang dapat menjadi ancaman bagi keabsahan suatu penelitian. rangkaian dari empat aktivitas, yakni ! ". menentukan dimensi konsep penelitian #. rumusan ukuran untuk masing-masing dimensi (pertanyaanpertanyaan yang relevan dengan dimensi) $. tentukan tingkat ukuran yang akan digunakan (%ominal, &rdinal, Interval, 'asio) (. tentukan tingkat kesahihan dan keajegan dari alat pengukur secara sederhana dapat juga dikatakan bah)a untuk melakukan pengukuran, maka peneliti perlu menentukan konsep/variabel yang akan diteliti, menentukan indikator-indikator dari variabel tersebut, menentukan item-item untuk pengukuran sesuai dengan indikator masing-masing, dan kemudian melakukan pengujian atas kesahihan (validitas) dan keajegan (reliabilitas) alat ukur tersebut (Instrumen Penelitian). #* alam suatu penelitian sosial, menurut Sofian Effendi, proses pengukuran adalah

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

+eskipun seorang peneliti berusaha secermat mungkin, namun terjadinya kesalahan dalam pengukuran masih mungkin, sehingga diperlukan pemahaman tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran. ,erdapat dua tipe kesalahan dalam pengukuran yaitu Random error yakni ketidak ajegan (unreliability) pengukuran dimana pengulangan pengukuran menghasilkan hasil yang berbeda, hal ini terjadi apabila pengacakan sampel kurang representatif atau karena ukuran sampel yang terlalu kecil dan Non-random error yakni ketidak validan (invalidity) atau bias dalam pengukuran dimana instrumen pengukuran tidak mengukur apa yang seharusnya menggunakan diukur. Penelitian yang baik adalah penelitian atau paling yang tidak pengukuran dengan menghilangkan

mengurangi kedua tipe kesalahan tersebut. alam analisa data yang menggunakan statistik pengukuran adalah hal yang sangat penting karena merupakan sumber angka-angka yang dipakai dalam analisa statistik, disamping sebagai pedoman dalam penentuan teknik analisis statistik yang dapat dipergunakan. -ecara umum pengukuran diartikan sebagai proses membedakan sesuatu ( The process by which things are differentiated ), sedang secara operasional, Pengukuran adalah penerapan aturan bilangan pada obyek atau fenomena tertentu, dalam suatu penelitian .uantitatif pengukuran dikenakan pada variabel yang kita teliti. engan kata lain pengukuran bermakna menandai nilai-nilai suatu variabel dengan tanda bilangan tertentu secara sistematis. +emang diakui bah)a apabila hasil suatu pengukuran dapat dikuantifikasikan serta dinyatakan dalam bentuk angka, ambiguitas bahasa akan sangat berkurang (seperti /saya tinggi0 dengan /-aya ",1# cm tinggi), namun demikian dalam proses pengukuran tidak selamanya harus menggunakan penandaan dalam bentuk angka (.uantifikasi), yang penting tergambar suatu perbedaan posisi yang satu dengan yang lain dalam suatu kontinum nilai. ketentuan penerapan nilai suatu variabel bilangan atau lambang disebut skala dengan tanda alam #2 ( Levels of Measurement).

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

hubungan ini terdapat beberapa skala pengukuran ( Ter adang disebut !enis data atau tipe variabel berdasar an ting at pengu uran ) yang perlu dipahami oleh seorang peneliti S ala Nominal. 3dalah skala yang hanya mendasarkan pada pengelompokan atau pengkategorian peristi)a atau fakta dan apabila menggunakan notasi angka hal itu sama sekali tidak menunjukan perbedaan kuantitatif melainkan hanya menunjukan perbedaan kualitatif. 4anyak variabel dalam penelitian sosial menggunakan skala nominal seperti 3gama, 5enis kelamin, ,empat lahir, asal sekolah dsb. 3dapun ciri dari skala nominal adalah ! (") kategori data bersifat mutually e"clusive (saling memisah), (#) .ategori data tidak mempunyai aturan yang logis (bisa sembarang). S ala #rdinal$ 3dalah pengukuran dimana skala yang dipergunakan disusun secara terurut dari yang rendah sampai yang tinggi menurut suatu ciri tertentu, namun antara urutan (ranking) yang satu dengan yang lainnya tidak mempunyai jarak yang sama, skala ordinal banyak dipergunakan dalam penelitian sosial dan pendidikan terutama berkaitan dengan pengukuran kepentingan, persepsi, motivasi serta sikap, apabila mengukur sikap responden terhadap suatu .ebijakan pendidikan , responden dapat diurutkan dari mulai -angat setuju ("), -etuju (#), ,idak berpendapat ($), .urang -etuju ((), dan ,idak setuju (6), maka angka-angka tersebut hanya sekedar menunjukan urutan responden, bukan nilai untuk variabel tersebut. 3dapun ciri dari skala ordinal adalah ! (") kategori data bersifat saling memisah, (#) kkategori data mempunyai aturan yang logis, ($) kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya. S ala %nterval$ 3dalah skala pengukuran dimana jarak satu tingkat dengan tingkat lainnya sama, oleh karena itu skala interval dapat juga disebut skala unit yang sama (e&ual unit scale), contoh yang sangat dikenal adalah temperatur. 3dapun ciri-ciri skala interval adalah ! (") kategori data bersifat saling memisah, (#) kategori data mempunyai aturan yang logis, ($) kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang #7

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

dimilikinya, (() perbedaan karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama dalam jumlah yang dikenakan pada kategori, (6) angka nol hanya menggambarkan suatu titik dalam skala (tidak punya nilai %ol absolut). S ala Rasio$ -kala interval yang benar-benar memiliki nilai nol mutlak disebut skala rasio, dengan demikian skala rasio menunjukan jenis pengukuran yang sangat jelas dan akurat (precise). 5ika kita memiliki skala rasio, kita dapat menyatakan tidak hanya jarak yang sama antara satu nilai dengan nilai lainnya dalam skala, tapi juga tentang jumlah proporsional karakteristik yang dimiliki dua obyek atau lebih, dan contoh untuk skala ini adalah uang. 3dapun ciri-ciri dari skala rasio adalah ! (") kategori data bersifat saling memisah, (#) kategori data mempunyai aturan yang logis, ($) kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya, (() perbedaan karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama dalam jumlah yang dikenakan pada kategori, (6) angka nol menggambarkan suatu titik dalam skala yang menunjukan ketiadaan karakteristik (punya nilai %ol absolut). 4agi seorang peneliti pemahaman secara tepat tentang skala pengukuran sangat penting karena dua alasan ! 'ertama, tiap skala pengukuran memberikan jumlah informamsi yang berbeda, skala rasio memberi informasi lebih banyak dibanding interval, interval lebih banyak dibanding ordinal, dan ordinal memberi informasi lebih banyak dibanding skala pengukuran nominal, oleh karena itu, jika memungkinkan peneliti sebaiknya menggunakan skala pengukuran yang dapat memberikan informasi paling maksimum yang diperlukan untuk menja)ab permasalahan penelitian. (edua, beberapa jenis prosedur analisa statistik tidak tepat untuk dipergunakan pada skala pengukuran yang berbeda, untuk itu kejelasan penentuan skala pengukuran akan menentukan jenis analisis statistik yang bagaimana yang akan dipergunakan.

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$8

9ambar #.". :mpat jenis -kala Pengukuran S()L) *#NT#+ 5enis .elamin %ominal
(.arakteristik ! hanya data .elompok dan ;abel, melaporkan frekuensi atau prosentase)

&rdinal .e-( Interval "8 #8 $8 .e-$ .e-# .e-"

Peringkat dalam suatu ;omba


(.arakteristik ! data urutan, menggunakan angka hanya untuk menunjukan peringkat)

,emperatur
(.arakteristik ! +enganganggap bah)a perbedaan antar skor benar-benar menunjukan perbedaan yang sama dalam variabel yang diukur)

<ang 'asio
8 'p. "8 'p.#8 'p.$8 'p.(8
(.arakteristik ! mencakup seluruh karakteristik di atas ditambah nilai nol mutlak/yang sebenarnya)

2.1. Penentuan Indikator/Konsep E piris .onsep merupakan konstruksi teoritis yang dimaksudkan untuk mengorganisasikan realitas dan bukan sesuatu yang punya gambaran visual, konsep mempunyai gradasi yang berbeda-beda dalam hal kesulitan dan kemudahannya untuk diukur tergantung pada tingkatan abstraksi, konsep Tinggi, berat merupakan contoh yang mudah diukur, namun bagaimana halnya mengukur konsep yang punya tingkat abstraksi tinggi seperti ! Motivasi, Minat , %,, E,! dan konsep lain yang sejenis, sudah barang tentu untuk konsep-konsep seperti itu pengukurannya tidak sederhana karena $"

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

memerlukan upaya mengempiriskan konsep-konsep tersebut agar dapat dilakukan pengukuran. engan demikian agar suatu konsep dapat diukur maka diperlukan pengetahuan tentang unsur-unsur yang dapat dijadikan petunjuk (indikator) terhadap suatu konsep, oleh karena itu konsep dan indikator merupakan dua hal yang penting dalam suatu penelitian, keduanya harus menunjukan validasi konsep yaitu penyimpulan yang valid atas suatu konsep (yang tidak dapat diobservasi) atas dasar indikator (yang dapat diobservasi). -eorang peneliti tidak meneliti konsep secara langsung melainkan secara tidak langsung melalui pengumpulan data sesuai dengan indikatorindikator yang telah ditentukan, untuk itu indikator harus benar-benar dapat menggambarkan konsepnya, dalam hubungan ini langkah penting dalam penentuan indikator adalah dengan pengkajian definisi dan teori yang berkaitan dengan konsep tersebut . Penentuan indikator dapat dilakukan melalui ! "). penelusuran akibat-akibat dari suatu konsep, hasilnya disebut Reflective %ndicator-Reflector-Effect indicator = dan #). Penelusuran sebabsebab dari suatu konsep, hasilnya disebut .ormative indicator-*ause indicator. >ara mana saja yang dipergunakan tidaklah menjadi soal yang penting indikator-indikator yang dipilih/ditentukan harus merupakan representasi dari konsep-konsep yang menjadi fokus penelitian. .arena konsep/variabel tidak dapat diukur langsung, maka langkah penentuan satuan-satuan yang bisa diobservasi menjadi sangat penting dalam suatu penelitian, dalam hubungan ini terdapat dua cara dalam proses tersebut yaitu ! ". melalui penjabaran konsep dari mulai (onsep Teori, (onsep Empiris, (onsep )nalitis, dan (onsep #perasional$ #. melalui penelusuran dari (onsep, /imensi, %ndi ator, dan item pertanyaan-pernyataan$ .edua cara tersebut pada prinsipnya akan menghasilkan output yang sama, untuk lebih jelasnya berikut ini akan dikemukakan suatu contoh !
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$#

'en!abaran (onsep
Teoritis E piris
Ija?ah ,erakhir Pendidikan -ertifikat .ursus

Ana"itis
5a)aban responden ,entang ija?ah terakhir yang dimiliki 5a)aban responden ,entang sertifikat kursus yang dimiliki

#perasiona" $%isa &an'a (onto&


dan 'an) "ain terpisa&*

3pakah ija?ah terakhir -audara miliki@@@.

yang

3pakah sdr pernah mengikuti .ursus @@ 4ila Aa sertifikat kursus apa yang sdr miliki @@@

'enelusuran (onsep sampai %tem


Konsep Di ensi
Pendidikan Bormal/-ekolah Pendidikan Pendidikan non formal/;uar sekolah

Indikator
Ija?ah terakhir yang dimiliki -ertifikat kursus yang dimiliki

Ite

$%isa &an'a no Ite den)an ite +ite "en)kap terpisa&*

3pakah ija?ah terakhir yang -audara miliki@@@. 3pakah sdr pernah mengikuti .ursus @@ 4ila Aa sertifikat kursus apa yang sdr miliki @@@

kedua cara tersebut akhirnya menghasilkan satuan yang sama dalam hal obyek yang dapat diukur untuk suatu penelitian, kalau melalui cara penjabaran konsep diistilahkan dengan konsep empiris, sedangkan kalau dengan cara Penelusuran konsep disebut indikator. -emua ini jelas sangat diperlukan agar suatu penelitian dapat memperoleh suatu data untuk dianalisa sampai diperoleh suatu kesimpulan yang berlaku atau dapat diterapkan pada konsep-konsep yang menjadi fokus penelitian. 2.2. Pen)ukuran sikap i dalam penelitian -osial dan Pendidikan dengan pendekatan .uantitatif, disamping pengukuran dengan menggunakan bentuk ,est, seorang peneliti akan banyak menghadapi penggunaan pengukuran berbentuk -kala, baik dengan metode Thurstone, 0ogardus ataupun Li ert yang umumnya dikenal dengan -kala -ikap, hal ini tidak lain karena dalam bidang pendidikan banyak sekali 'ersonological variable yang sulit, bahkan tidak dapat diobservasi secara langsung melainkan melalui penyimpulan dari indikasi tidak langsung (seperti .onsep diri, bakat, motivasi belajar).

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$$

A. Pen)ertian Sikap -ikap (attitude) merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak terhadap obyek tertentu, para akhli telah memberikan definisi yang bervariasi terhadap konsep sikap, Thurstone sebagai pelopor dalam pengukuran sikap mendefinisikan sikap sebagai berikut ! o attitude@ 1the sum total of man2s inclinations and feelings, pre!udice and bias, preconceived notion, ideas, fears, threats, and conviction about any specified topic3 (definisi tahun "7#2) o attitude is the affect for or against a psychological ob!ect (definisi tahun "7$") o attitude@0the intensity of positive or negative affect for or against a psychological ob!ect3 (definisi tahun "7(1) definisi-definisi tersebut oleh /aniel 4$ Mueller dirumuskan kembali sebagai berikut ! o )ttitude is 5 6$ affect for or against 7$ evaluation of 8$ li e or disli e 9$ positiveness or negativeness toward a psychological ob!ect$ pengertian di atas menunjukan bah)a suatu sikap merupakan suatu perasaan,penilaian, kesukaan atau ketidak sukaan, kepositipan atau kenegatipan terhadap suatu obyek psikologis tertentu. -ementara itu 0ogardus mendefinisikan -ikap sebagai a tendency to act toward or against some environmental factor$ B. Karakteristik Sikap alam bukunya 'rinciples of Educational and 'sychological Measurement and Evaluation, sebagaimana dikutip oleh Saifuddin ):war ;$ Sa" menyatakan bah)a terdapat beberapa karakteristik dari sikap yaitu !

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$(

o )rah$ 3rtinya sikap terpilah pada dua arah (kesetujuan atau ketidaksetujuan= mendukung atau tidak mendukung= memihak atau tidak memihak) o %ntensitas$ 3rtinya kedalaman atau kekuatan sikap , kesamaan arah bisa menunjukan intensitas yang berbeda. o (eluasan$ 3rtinya kesetujuan atau ketidaksejuan dapan mencakup aspek keseluruhan atau hanya aspek bagian yang sangat spesifik dari suatu obyek sikap o (onsistensi$ Aaitu kesesuaian antara pernyataan sikap yang dikemukakan dengan responsnya terhadap obyek sikap dimaksud. ,. Di ensi Sikap o /imensi (ognitif <(eya inan=$ :kspresi keyakinan terhadap suatu obyek sikap tertentu o /imensi )fe tif <perasaan=$ :kspresi perasaan secara langsung terhadap obyek sikap tertentu o /imensi (onatif < ecenderungan prila u=$ Pernyataan maksud atau preferensi prilaku berkaitan dengan obyek tertentu, baik prilaku personal maupun preferensi prilaku untuk kegiatan sosial. >ontoh Item pernyataan ! .eyakinan Perasaan .onatif ! 0iaya pendidi an di S/ ) tida memberat an ! Saya menyu ai Ling ungan di S/ ) ! %ndividu > Saya a an menye olah an ana saya e S/ ) !i a sudah wa tunga sosial -- 'emerintah harus memberi an beasiswa bagi Siswa yang urang mampu D. Kriteria Pen'usunan Pern'ataan Ska"a Sikap +enurut 'rof$ Mar2at dalam bukunya Si ap Manusia, 'erubahan dan 'engu urannya, kriteria informal untuk mengedit pernyataan yang digunakan untuk mengkonstruksikan skala sikap adalah !
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$6

". menolak pernyataan yang dihubungkan dengan masa lalu daripada saat sekarang #. menolak pernyataan yang faktual atau yang baik untuk diinterpretasikan sebagai faktual $. menolak pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu (. menolak pernyataan yang tidak relevan kepada obyek psikologi 6. menolak pernyataan yang dapat diterima oleh hampir semua orang atau bahkan tidak satupun yang menerima 1. memilih pernyataan yang dianggap memiliki pilihan dari skala efek mengenai minat *. menjaga bahasa yang sederhana dari pernyataan untuk jelas dan langsung (tidak berbelit-belit) 2. pernyataan haruslah pendek kurang lebih dua puluh kata 7. pernyataan haruslah memiliki suatu pemikiran "8. menolak pernyataan yang mengandung kata-kata ! semua= selalu= tidak satupun= tidak pernah= yang sering menimbulkan ketidakjelasan "". kata-kata ! hanya, benar/tepat, hampir, dan kata-kata lain yang hampir sama artinya harus digunakan dengan hati-hati dalam menulis pernyataan "#. bila mungkin pernyataan harus dalam bentuk kalimat yang sederhana sehingga tidak merupakan bentuk yang kompleks dan berlebihan "$. menolak penggunaan kata-kata yang tidak mempunyai arti "(. menolak penggunaan negatif rangkap. E. ,onto& Ska"a Sikap <ntuk lebih memperoleh gambaran tentang bagaimana pakar membuat -kala -ikap, berikut ini akan dikemukakan dua cara masing-masing mengacu pada -kala Thurstone dan Li ert

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$1

1. Met&od o- e.ua" appearin) Inter/a" $T&urstone* +etode ini dikemukakan oleh Edward pengarang 4uku Techni&ue of attitude scale construction. +enurut Mar2at cara ini biasanya digunakan bila pernyataan yang akan diskala adalah cukup banyak, sehingga sukar untuk dilakukan penilaian secara perbandingan, sementara itu Saifuddin ):war menyatakan bah)a cara penskalaan ini mengacu pada model skala Thurstone yang mengacu pada pendekatan penskalaan -timulus serta penilaiannnya dilakukan oleh kelompok penilai tertentu yang diberi tugas membaca dengan seksama setiap pernyataan untuk kemudian memberikan penilaian atau perkiraan tingkat favorable atau tidaknya suatu pernyataan dalam suatu 'sychological *ontinuum$ 'sychological *ontinuum tersebut disusun dalam bentuk abjad dengan asumsi bah)a jarak/interval antara hurup dengan huruf setara mulai dari yang tidak Bavorable sampai yang Bavorable dimulai dari abjad 3 sampai ., dimana abjad B merupakan bagian yang netral, dalam prakteknya yang tidak Bavorable bernilai " dan yang Bavorable bernilai "", akan tetapi pilihan terhadap suatu nilai tertentu tidak lantas dijadikan nilai skala suatu item tertentu melainkan sebagai bahan untuk diolah kembali, adapun kontinum skala tersebut nampak sebagai berikut 3 6 4 7 > 8 : ? B @ Netral 9 A C B I C 5 6D . 66

Ta .avorable

.avorable

3pabila pernyataan-pernyataan -kala -ikap telah dinilai/dija)ab oleh kelompok kemudian dihitung frekuensi untuk masing-masing pilihan alternatif per item pernyataan, sebagai contoh ! misalkan skala sikap model tersebut diberikan pada "88 orang (% D "88) penilai dengan $8 item pernyataan, kemudian kita ambil satu item nomor " untuk ditentukan nilainya, dengan deskripsi sebagai berikut ! ,abel #."
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$*

%o Item " . ' '

3 6 9
D$D9 D$D9

4 7 ?
D$D? D$DC

> 8 @
D$D@ D$6?

9 B
D$DB D$78

3lternatif Pilihan : B 9 ? @ A 6D 67 8D
D$6D D$88 D$67 D$9? D$8D D$A?

C B @
D$D@ D$B6

I C B
D$DB D$BC

5 6D C
D$DC D$CB

. 66 7
D$D7 6$DD

.eterangan ! . ' ' E .re uensi, !umlah penilai yang memilih tiap-tiap alternatif E 'roporsi tiap .re uensi pilihan dengan !umlah penilai-pen!awab . dibagi N <. 5 N= E 'roporsi (umulatif yaitu penambahan besarnya proporsi dengan proporsi sebelumnya, misal D$DC E D$D9 F D$D?

karena penentuan nilai/skor skala menggunakan ukuran tendendi sentral +edian, maka setiap item perlu dicari mediannya dengan menggunakan 'umus +edian yang diberi lambang - sebagai berikut !

- D bbE 8.6 F pkb pm


(eterangan 5 S p b pm i E S ala nilai dari pernyataan <Median= E 'roporsi umulatif di bawah posisi median E proporsi pada posisi Median E interval <dalam hal ini sama dengan 6=

apabila diterapkan pada contoh dalam berikut ! - D 1.6E - D 1.1* 8.6 F 8.(6 8.$8 i

tabel #." akan nampak sebagai

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

$2

%ilai 1.1* ini merupakan nilai skala untuk item nomor " tersebut, pencarian nilai ini dilakukan sebanyak item-item yang tertuang dalam -kala sikap yang akan dipergunakan dalam penelitian. rumus ! isamping itu untuk mengetahui variasi distribusi dapat dilakukan perhitungan rentang antar kuartil (. *6 - k#6) dengan

.#6 D bb E 8.#6 F pkb Pk#6

.*6 D bb E 8.*6 F pkb Pk *6

4ila diterapkan pada item tersebut di atas diperoleh nilai .#6 .*6 G D (.* D * D #.$ ('entang antar .uartil) -etelah dilakukan perhitungan nilai - bagi tiap Item pernyataan maka akan diperoleh nilai/skor skala untuk setuap item yang menggambarkan posisi sikap responden dalam suatu kontinum psikologis, dan apabila bentuk pernyataannya Aa dan ,idak, maka ja)aban Aa saja yang diberi skor untuk kemudian dijumlahkan atau dicari +edian/+ean untuk tiap responden, semakin tinggi skor responden semakin menunjukan sikap Bavorable terhadap masalah yang diungkapkan dalam Item pernyataan, sedang ja)aban Tida tidak dihitung (diberi nilai 8), karena hal itu berarti pernyataan item tidak mendeskripsikan pengalaman yang dialami oleh yang $7

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

bersangkutan

(responden/kelompok

penilai).

3dapun

nilai

lebih

dimaksudkan untuk memilih Item-item, dimana sebaiknya dipilih yang punya nilai G kecil sebab ini menunjukan tingkat kesepakatan yang tinggi di antara kelompok penilai. <ntuk bahan kajian dan perbandingan serta contoh bagaimana konstruksi skala sikap model ,hurstone, berikut ini akan dikemukakan skala sikap yang dibuat oleh ,hurstone pada tahun "7$", untuk melihat sikap masyarakat terhadap etnis >hina. alam skala ini ,hurstone ingin mengungkap/mengukur bagaimana sikap orang 3merika terhadap -uku yang terdapat angket skala sikap. Pernyataan-pernyataan yang diungkap dia)ali dengan hal-hal yang berkaitan dengan perasaan, seperti perasaan netral/tak peduli, benci, tertarik dan cinta, dikombinasikan dengan pernyataan-pernyatan yang bersifat keyakinan seperti inferioritas suku china dibanding suku bangsa responden (3merika), dan kecenderungan prilaku yang dimiliki responden terhadap suku china, seperti untuk hidup di negeri >hina. -kala sikap ,hurstone ini juga menggambarkan suatu kombinasi pernyatan positif dan negatif dengan jumlah yang hampir seimbang, kombinasi semacam ini memang diperlukan dalam penyusunan skala sikap agar dapat diketahui konsistensi pilihan dari responden, sehingga skala sikap yang dibuat dapat benar-benar memberikan gambaran sesungguhnya dari sikap responden terhadap obyek sikap yang menjadi obyek penelitian. >hina dengan meminta responden untuk menyatakan kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap pernyataan

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

(8

>ontoh -kala -ikap yang dibuat ,hurstone tahun "7$" Attitude toward the Chinese Try to indicate either agreement or disagreement for each statemen. If you simply can not decide about statemen, you may mark it with a question mark. This is not an examination, there are no right or wrong answer tothese statements. This is simply a study of peoples attitudes toward the chinese. Please indicate your own conviction by a check mark when you agree and by a cross when you disagree Put a check mark if you agree with the statement. Put a a cross if you agree with the statement. I have no particular love or hate for the "hinese #$.%& I dislike the "hinese more every time I see #!(.!& The chinese are very preety decent #*.'& +ome "hinese traits are admirable, but on the whole I dont like them #,.'& The "hinese are superior to all other races #(.%& The "hinese, as part of the yellow race, are inferior to the white races #-.,& I like yhe "hinese #).%& The more I know about the "hinese, the better I like them #'.-& The "hinese are aptly described by the term /yellow devil0 #!!.(& The high class "hinese are superior to us #!.-& The "hinese are different, but not inferior #%.'& I hate the "hinese #!!.%& "hinese parents are unusually devoted to their "hildren #*.!& 1lthough I respect some of their qualities, I could never consider a "hinese as a friend #,.,& !%. I would rather live in "hina than any other place in the world #!.'& !$. There are no refined or cultured "hinese #..,& !,. The "hinese are no better and no worse than any other people #$.(& !-. I think "hinese should be kept out of the 2nited +tates #-.*& !.. I consider it a privilege to associate with "hinese people #'.'& '(. The "hinese are inferior in every way #!(.$& '!. I dont see how anyone could ever like the "hinese #..*& ''. "hinese have a very high sense of honor #).(& '). I have no desire to know any "hinese #-.$& '*. "hinese people have a refinement and depth of feeling that you dont find anywhere else #!.*& '%. There is nothing about the "hinese that I like or admire #..-& '$. Id like to know more "hinese people #)..& Note : Scale values appear in parentheses following each item. +umber 3 4aniel 5. 6ueller. !.-$. 6easuring +ocial 1ttitude
!. '. ). *. %. $. ,. -. .. !(. !!. !'. !). !*.

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

("

2. Met&od o- Su

ated Ratin) $0ikert*

+etode ini merupakan metode penskalaan pernyataan sikap dengan menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan skala serta tidak menggunakan kelompok penilai. alam skala ;ikert, kuantifikasi dilakukan dengan menghitung respon kesetujuan atau ketidaksetujuan (dalam suatu kontinum) terhadap obyek sikap tertentu. -kala model ;ikert, kategori respon terdiri dari lima, mulai dari -angat setuju, -etuju, ,idak pasti/tidak memutuskan, tidak setuju, sangat tidak setuju, bila pernyataan itu sifatnya posistif diberi skor ?,9,8,7,6, dan bila pernyataan negatif diberi skor 6,7,8,9,?$ 3dapun prosedur konstruksi skala model ;ikert adalah ! a. Identifikasi obyek-obyek sikap serta jelaskan secara spesifik b. .umpulkan item-item opini ($8 atau lebih) tentang obyek sikap. -emua item harus menyatakan sesuatu yang positif atau negatif c. <ji cobakan item-item tersebut pada sekelompok responden, tiap responden menunjukan suatu tingkat persetujuan untuk tiap item d. 4eri skor untuk tiap responden, kemudian jumlahkan skor tersebut untuk tiap responden e. .orelasikan skor tiap item dengan skor total untuk tiap responden f. Cilangkan item yang korelasinya tidak signifikan atau yang korelasinya negatif. Perhatikan keseimbangan antara item positif dan negatif. g. -etelah langkah-langkah tersebut dilakukan maka sebagai hasilnya akan diperoleh sejumlah pernyataan untuk mengukur sikap yang dapat dipercaya untuk dapat digunakan dalam penelitian, karena hanya item yang signifikan saja yang dipergunakan dalam instrumen penelitian.

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

(#

>ontoh -kala -ikap +odel ;ikert Attitude About Marijuana Indicate on the line to the the left of each statement ho) much you agree or disagree )ith it. Please mark every item. <se the follo)ing response category 3 D -trongly agree. 4 D 3gree. > D <ncertain. D isagree. : D -trongly disagree
!. '. ). *. %. $. ,. -. .. !(. !!.

!'. !). !*. !%. !$. !,. !-. !.. '(.

7o right thinking person would use mari8uana #7& 6ari8uana use leads to heroine use #7& 9nly hippies and weirdos use mari8uana #7& 6ari8uana should be legali:ed #P& 6ari8uana use causes birth defect #7& +ince there is no hangover, mari8uana is a good substitute for alcohol #P& 6ari8uana is a narcotic drug #7& 6ost people who critici:e mari8uana use dont know anything about the drug #P& ;abitual mari8uana users are neurotic #7& 1s a symbol of the youth culture, epitomi:ing disobedience and disregard for authority, mari8uana usage should be put down #7& In our highly impersonal society, mari8uana helps one express feelings and relate to others, and should therefore definitely be used by those who feel the needs #P& 6ari8uana is a good social stimulator and should be allowed, especially at parties, wheremixing important #P& 6ariyuana is not a /hard0 drug #P& If a son or daughter uses mari8uana, 6om and 4ad should be willing to try it before they condemn it #P& +ince we arent sure if it can harm us, we should avoid mari8uana #7& 6ari8uana use is illegal and therefore wrong #7& 6ari8uana has psychological theraphy potential #P& 6ari8uana causes dehumani:ation #7& "riminals have a higher rate of mari8uana use than does the general public #7& Intelligence test scores of mari8uana users are higher on the average than scores of non users #P&

Note : P = positivel !e ed item" N = negativel !e ed item +umber 3 4aniel 5. 6ueller. !.-$. 6easuring +ocial 1ttitude

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

($

1. Kon/ersi Ni"ai Ska"a -kala sikap yang diberi bobot nilai 8 F ( atau " F 6 sesuai dengan alternatif respon pada dasarnya merupakan skala yang bernilai &rdinal atau pemeringkatan ,sebab responden diminta merespon/menja)ab sesuai dengan kecenderungan sikapnya untuk kemudian diberi kode/nilai peringkat oleh peneliti, namun demikian terdapat para Pakar yang menganggapnya sebagai -kala Interval sehingga memungkinkan pengolahan datanya dengan analisis -tatistik Parametrik. ,erlepas dari kontroversi tersebut, mereka yang berpendapat bah)a skala sikap bernilai ordinal mengajukan suatu cara untuk mengkonversi nilai skala tersebut menjadi bernilai Interval dengan menempatkan masing-masing nilai skala dalam kelompoknya pada suatu distribusi normal, sehingga jarak nilai menjadi sama. engan cara ini penentuan nilai skala dilakukan dengan memberi bobot dalam satuan deviasi normal bagi setiap kategori respon pada suatu kontinum psikologis. Pengkonversian nilai skala dilakukan pada seluruh pernyataan yang dipergunakan dalam skala, bila yang diteliti $ variabel dengan banyak item pernyataan $8 untuk tiap instrumen, maka penghitungan konversi dilakukan sebanyak 78 kali (78 Item), jadi banyaknya penghitungan konversi ditentukan oleh banyaknya item pernyataan dalam suatu skala. -ebagai contoh, kita ambil satu item pernyataan Positif dengan nilai skala mulai dari 8 sampai dengan ( (skala 6), dengan jumlah responden #88 orang (contoh #."), dan satu item pernyataan negatif dengan nilai skala " sampai dengan ( (skala (), jumlah responden sebanyak 68 8rang (contoh #.#). alam kenyataannya, terkadang (bahkan sering) nilai skala konversi (akibat pembulatan) sama dengan nilai skala asal yang ditetapkan berdasarkan judgement, namun karena nilai konversi telah melalui pengolahan maka jelas akan lebih dapat dipertanggungja)abkan bila diperlakukan sebagai data dengan skala pengukuran interval serta dapat dianalisa menggunakan statistik parametrik (sudah tentu ditambah syarat lainnya).

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

((

,onto& Pen)kon/ersian ni"ai ska"a. *ontoh 7$6$ 'ernyataan 'ositif


3lternatif %- 3sal

-,,' -(N)

8 " # $ (

B 1 #7 (# "8$ #8
200

p 8.8$8 8."(6 8.#"8 8.6"6 8."88

pk 8.8$8 8."*6 8.$26 8.788 ".888

pkt 8.8"6 8."8$ 8.#28 8.1($ 8.768

? ?E#."*8 %- .onversi -#."*8 8 8 -".#16 8.786 " -8.62$ ".62* # 8.$11 #.6$1 $ ".1(6 $.2"6 (

Jml Responden

*ontoh 7$7$ 'ernyataan Negatif


3lternatif %- 3sal

-,-,(N)

" # $ (

B 1 "6 #8 7
50

p 8."#8 8.$88 8.(88 8."28

pk 8."#8 8.(#8 8.2#8 ".888

pkt 8.818 8.#*8 8.1#8 8.7"8

? ?E#.666 %- .onversi -".666 " " -8.1"$ ".7(# # 8.$86 #.21 $ ".$(" $.271 (

Jml Responden

Pen2e"asan ". Citung frekuensi setiap alternatif respon untuk seluruh responden. -- D #8= jumlah total #88 (banyaknya responden). (banyaknya responden) #. hitung proporsi tiap alternatif. alam contoh #.# untuk alternatif -,dengan f D 1, proporsinya (p) adalah 1 ! 68 D 8."#8, perhitungan ini dilakukan untuk setiap alternatif respon. $. setelah proporsi untuk setiap alternatif dihitung, kemudian dilanjutkan dengan penghitungan proporsi kumulatif (pk) dengan cara menjumlahkan proporsi alternatif dengan proporsi sebelumnya, misalnya untuk pk 8.(#8 diperoleh dengan cara menjumlahkan 8.$88 dengan 8."#8, demikian juga untuk alternatif lainnya. alam contoh #." ! yang menja)ab -,- D 1 orang= ,- D #7= ' D (#= - D "8$= alam contoh #.#. yang menja)ab -- D 1= - D "6= ,- D #8= -,- D 7= jumlah total 68

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

(6

(. kemudian dihitung pk tengahnya (pkt) dengan cara menjumlahkan H p alternatif yang sedang dicari pkt-nya dengan pk alternatif sebelumnya. +isalnya untuk pkt D 8.1#8 (contoh #.#) diperoleh dari H I (88 E (#8. 6. selanjutnya untuk tiap-tiap pkt dicari nilai ? nya dengan menggunakan ,abel eviasi %ormal (terlampir), contoh nilai ? D - #."*8 (contoh #.") untuk pkt D 8.8"6, diperoleh dengan cara melihat pertemuan antara baris yang bernilai 8.8" dengan kolom yang bernilai 6. 1. sesudah diperoleh nilai ? untuk masing-masing alternatif respon (pkt), maka untuk memperoleh nilai skala, nilai ? yang pertama (alternatif dengan nilai skala terkecil) angka mutlaknya ditambahkan pada nilai ? tiap alternatif sedangkan untuk nilai skala yang paling kecil langsung ditetapkan sesuai judgment yang telah ditentukan (nilai 8 untuk contoh #.". = dan " untuk contoh #.#.), apabila nilai skala dimulai dari 8, nilai ? yang diperoleh langsung ditambahkan, sedangkan jika nilai skala terkecil sama dengan ", maka nilai ? harus ditambah nilai " dahulu baru kemudian ditambahkan pada masing-masing nilai ? berikutnya. +isal (contoh #.#.) nilai $.271 merupakan hasil dari ".$(" E #.666. sesudah tiap alternatif respon memperoleh nilainya kemudian dibulatkan seperti terlihat dalam %ilai -kala .onversi. dilakukan. ;angkah pengkonversian nilai skala dengan memberikan bobot dalam suatu deviasi normal akan menghasilkan suatu nilai interval yang tepat dalam memposisikan masing-masing kategori/alternatif respon dalam suatu kontinum, namun demikian penggunaan cara penentuan nilai tanpa konversi pun dapat saja dilakukan dengan alasan kepraktisan, disamping ;ikert sendiri pada tahun "7$# telah menunjukan penemuannya bah)a skor kelompok responden yang menggunakan cara konversi berkorelasi sebesar 8.77 dengan penentuan skor cara biasa (cara sederhana), namun demikian untuk kemantapan analisa terutama analisis statistik, pengkonversian nilai skala nampaknya diperlukan. -ementara itu -aifuddin 3?)ar menyatakan bah)a
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

ari nilai inilah seluruh analisa data

(1

apabila skala sikap yang disusun tidak untuk digunakan sebagai instrumen pengukuran yang menyangkut keputusan yang penting sekali, seperti penelitian pendahuluan atau studi kelompok secara kecil-kecilan, kadangkadang demi kepraktisan, penyusun skala sikap dapat menempuh cara sederhana untuk menentukan nilai skala (tanpa konversi dengan deviasi normal)

UNTUK DIDISKUSIKAN
". Pengukuran merupakan langkah penting dalam suatu penelitian, khususnya penelitian kuantitatif, jelaskan alasan-alasannya #. .emukakan >ontoh-contoh Jariabel yang mempunyai tingkat pengukuran ! %ominal. &rdinal Interval 'asio $. Pengukuran dengan menggunakan skala sikap banyak dilakukan dalan penelitian pendidikan, jelaskan alasan-alasannya, serta kemukakan contoh-contoh bagaimana .onsep dapat diteliti (. ,entukan nilai -kala model ,hurstone dari data berikut
%o Item

3
9

4
@

>
67 7D

:
6B

B
A

9
8

6 .

6. .onversikan %ilai skala berikut ! 3lternatif -,,' -%ilai -kala " # $ ( 6 Brekuensi "8 "6 $8 #6 #8

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

(*

2.2. Instru en Pene"itian Penelitian pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memahami masalah-masalah yang ditemui dalam kehidupan manusia, keterbatasan manusia untuk memahami permasalahan tersebut hanya dengan mengandalkan pengalaman hidup sehari-hari secara sporadis dan tidak tertata, jelas tidak cukup untuk menjadi dasar yang kuat bagi pemahaman terhadap suatu masalah. .eadaan ini telah mendorong upaya-upaya Pakar untuk membuat prosedur dan alat yang dapat dipergunakan guna mengungkap kenyataan-kenyatan ( ata) yang dapat dijadikan dasar dalam memecahkan berbagai masalah. <ntuk itu Instrumen penelitian menempati kedudukan penting dalam suatu penelitian, hal ini tidak lain karena keberhasilan suatu penelitian dipengaruhi pula oleh instrumen yang dipergunakan. alam suatu penelitian .uantitatif ( adanya !ara antara subye dan obye = yang bersifat verifikasi hipotesis (pengujian hipotesis), instrumen penelitian merupakan alat yang dipakai untuk menjembatani antara subyek dan obyek (secara substansial antara hal-hal teoritis dengan empiris, antara onsep dengan data), sejauhmana data mencerminkan konsep yang ingin diukur tergantung pada instrumen ( yang substansinya disusun berdasar an pen!abaran onsep-penentuan indi ator ) yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, masalah ini telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, sehingga gambaran umumnya telah dipahami, adapun pembahasan berikut akan lebih menjurus pada pembahasan instrumen sebagai alat/cara untuk memperoleh data. +enurut Nana Sud!ana , dalam penyusunan instrumen penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu ! ". masalah dan variabel yang diteliti termasuk insikator variabel harus jelas dan spesifik sehingga dapat dengan mudah menetapkan jenis instrumen yang akan digunakan.
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

(2

#. sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu, sebagai bahan atau dasar dalam menentukan isi, bahasa, sistematika item dalam instrumen penelitian. $. keterandalan obyektivitas. (. jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas, sehingga peneliti dapat memperkirakan cara analisis data guna pemecahan masalah penelitian. 6. mudah dan praktis digunakan, akan tetapi dapat menghasilkan data yang diperlukan. Cal penting dari suatu instrumen adalah bah)a substansinya harus benar-benar menggali informasi yang diperlukan bagi suatu penelitian dengan mengacu pada konsep empiris atau indikator yang telah ditentukan, adapun mengenai prosedur penggunaannya, apakah dilengkapkan oleh peneliti (seperti ! rating Scale, %nterview, performance chec list) atau responden (seperti ! (uesioner, s ala si ap, test presrtasi dan ba at, Test iner!a) sangat ditentukan oleh kepraktisan, obyektivitas dan jangkauan/cakupan perolehan data. -ecara umum terdapat beberapa jenis instrumen penelitian yang dapat digunakan oleh seorang peneliti yaitu ! Tes. Aaitu suatu alat ukur yang diberikan pada individu (responden) untuk mendapat ja)aban-ja)aban baik secara tertulis ataupun lisan, sehingga dapat diketahui kemampuan individu/responden yang bersangkutan. >ontohnya ! Tes prestasi bela!ar yang dimaksudkan untuk mengetahui/mengukur kemampuan dan penguasaan terhadap hasil dari proses pembelajaran = Test intelegensi. 3dalah test yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan atau potensi individu secara umum, seperti test IG dari 0inet Simon untuk mengetahui tingkatan kecerdasan (IG) seseorang.
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

dalam

instrumen

itu

sendiri

sebagai

alat

pengumpulan data baik dari keajegan, kesahihan maupun

(7

Kuesioner. Instrumen penelitian dalam bentuk pertanyaan yang biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan pendapat, aspirasi, persepsi, keinginan, keyakinan dan lain-lain secara tertulis, dan apabila pertanyaan dan ja)aban dilakukan secara lisan disebut Ka)ancara. alam suatu penelitian kedua instrumen ini sering dikombinasikan dengan maksud untuk lebih meyakinkan. Ska"a. +erupakan alat untuk mengukur nilai/keyakinan, sikap dan halhal yang berkaitan dengan personological Gariable, instrumen bentuk skala biasanya disusun dalam bentuk pernyataan pada suatu kontinum nilai tertentu, umumnya bentuk skala dipakai untuk mengukur si ap <s ala si ap=, atau skala lainnya (tergantung pada konsep yang ingin diukur sesuai dengan fokus/masalah penelitian)$ Instrumen-instrumen penelitian di atas merupakan sebagian dari jenisjenis instrumen lainnya, namun dalam penelitian kuantitatif (dengan obyek penelitian yang cukup besar) instrumen tersebut sangat sering dipergunakan dan sangat aplikabel untuk penerapan teknik analisis dengan statistik. 3dapun instrumen lainnya yang bisa dipergunakan dalam suatu penelitian dapat dilihat dalam tabel berikut ! Hang dileng api peneliti ". 'ating -cale #. Intervie) -chedule $. ,ally -heets (. Blo)charts 6. Performance >hecklist 1. 3necdotal 'ecord *. ,ime 3nd +otion ;ogs Hang dileng api subye -responden ". Guetionnaires #. -elf >hecklist $. 3ttitude -cales
(. Personality (or >haracter) Inventories

6. 3chevement/3ptitude ,est 1. Performance ,ests *. Projective evices 2. -ociometric evices

-umber ! 5ack '. Braenkel, "77$. +ow to design and evaluation research in education$

2.3. Kriteria Instru en


stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

68

sebagaimana diketahui bah)a instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang variasi karakteristik variabel secara obyektif. Instrumen mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu penelitian karena kualitas data (berarti juga kualitas hasil penelitian) sangat ditentukan/dipengaruhi oleh kualitas instrumen yang digunakan. &leh karena itu untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat dipertanggung ja)abkan diperlukan instrumen yang dapat dipertanggungja)abkan pula, dalam hubungan ini Instrumen penelitian harus memenuhi kriteria Galiditas dan Reliabilitas agar penggunaannya dalam suatu penelitian dapat menghasilkan data/informasi yang akurat dan obyektif. 2.3.1. Validitas Jaliditas atau kesahihan menunjukan pada kemampuan suatu instrumen (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur <I$ a valid measure if it succesfully measure the phenomenon= , seseorang yang ingin mengukur tinggi harus memakai meteran, mengukur berat tersebut. dengan timbangan, meteran, timbangan merupakan alat ukur yang valid dalah kasus alam suatu penelitian yang melibatkan variabel/konsep yang tidak bisa diukur secara langsung, maslah validitas menjadi tidak sederhana, di dalamnya juga menyangkut penjabaran konsep dari tingkat teoritis sampai tingkat empiris (indikator), namun bagaimanapun tidak sederhananya suatu instrumen penelitian harus valid agar hasilnya dapat dipercaya. +engingat pentingnya masalah validitas. +aka tidak mengherankan apabila Para Pakar telah banyak berupaya untuk mengkaji masalah validitas serta membagi validitas ke dalam beberapa jenis, terdapat perbedaan pengelompokan jenis-jenis validitas, Ela:ar 'edha:ur menyatakan bah)a validitas yang umum dipakai tripartite classification yakni *ontent, *riterion dan *onstruct, sementara (enneth 0ailey mengelompokan tiga jenis utama validitas yaitu ! .ace validity, *riterion Galidity, dan construct validity , dengan catatan face validity cenderung dianggap sama dengan content validity. 4erikut ini akan dikemukakan beberapa jenis validitas yaitu !
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

6"

Galiditas Rupa <.ace validity=. 3dalah validitas yang menunjukan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya nampak mengukur apa yang ingin diukur, validitas ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen. +enurut /!amaludin )nco penting dalam pengukuran kemampuan isi <*ontent Galidity=$ individu isi kejujuran, kecerdasan, bakat dan keterampilan. Galiditas Jalditas berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Ini berarti bah)a suatu alat ukur mampu mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. +isalnya test bidang studi IP-, harus mampu mengungkap isi bidang studi tersebut, pengukuran motivasi harus mampu mengukur seluruh aspek yang berkaitan dengan konsep motivasi, dan demikian juga untuk hal-hal lainnya. +enurut (enneth +op in penentuan validitas isi terutama berkaitan dengan proses analisis logis, dengan dasar ini ia berpendapat bah)a validitas isi berbeda dengan validitas rupa yang kurang menggunakan analisis logis yang sistematis, lebih lanjut dia menyatakan bah)a sebuah instrumen yang punya validitas isi biasanya juga mempunyai validitas rupa, sedang keadaan sebaliknya belum tentu benar. Galiditas riteria <*riterion validity=. 3dalah validasi suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen-pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya, bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria. ,erdapat dua bentuk Jaliditas kriteria yaitu ! Jaliditas konkuren ( *oncurrent validity=, Galiditas ramalan <'redictive validity=$ Jaliditas konkuren adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama. Jaliditas ramalan adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang. >ontohnya apakah test masuk sekolah mempunyai validitas ramalan atau tidak ditentukan oleh kenyataan apakah terdapat
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

validitas rupa amat seperti pengukuran

6#

korelasi yang signifikan antara hasil test masuk dengan prestasi belajar sesudah menjadi sis)a, bila ada, berarti test tersebut mempunyai validitas ramalan. Galiditas onstru <*onstruct Galidity= . .onstruk adalah kerangka dari suatu konsep, validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. +enurut 4ac R$ .raen el validasi konstruk (penentuan validitas konstruk) merupakan yang terluas cakupannya dibanding dengan validasi lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validasi isi dan validasi kriteria. ;ebih jauh 4ac R$ .raen el% meneyatakan bah)a untuk mendapatkan validitas konstruk ada tiga langkah di dalamnya yaitu ! ". Jariabel yang akan diukur harus didefinisikan dengan jelas #. Cipotesis, yang mengacu pada teori yang mendasari variabel penelitian harus dapat membedakan orang dengan tingkat gradasi yang berbeda pada situasi tertentu $. Cipotesis tersebut diuji secara logis dan empiris. alam upaya memperoleh validitas konstruk, maka seorang peneliti perlu mencari apa saja yang menjadi suatu kerangka konsep agar dapat menyusun tolok ukur operasional konsep tersebut. Pencarian kerangka konsep menurut /!amaludin )nco dapat ditempuh beberapa cara ! ". +encari definisi-definisi konsep yang dikemukakan oleh para akhli yang tertulis dalam buku-buku literatur. #. +endefinisikan sendiri konsep yang akan diukur, jika tidak diperoleh dalam buku-buku literatur $. +enanyakan definisi konsep yang dengan responden. +engingat pentingnya pendefinisian suatu konsep yang ingin diukur, maka seorang peneliti perlu mencermatinya, sebab definisi suatu konsep
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

akan diukur kepada calon

responden atau orang-orang yang memiliki karakteristik yang sama

6$

perlu dikembangkan dari mulai definisi teoritis, definisi empiris, sampai definisi operasional <dapat dipadan an dengan onsep teori, onsep empiris, onsep analitis-operasional, atau dengan onsep, dimensi, dan indi ator= pemahaman definisi tersebut dapat dijadikan a)al yang strategis untuk penjabaran konsep sampai diperoleh indikator, untuk kemudian disusun itemitem yang diperlukan untuk sebuah instrumen penelitian. -ementara itu Ela:ar 4$ 'edha:ur mengemukakan tiga pendekatan dalam Jalidasi konstruk yaitu ! "). Logical analysis= #). %nternal structure analysisJ $). *ross-structure analysis. 3nalisis logis dalam konteks validasi konstruk dimaksudkan untuk membentuk hipotesis pembanding sebagai alternatif penjelasan berkaitan dengan konstruk/konsep yang akan diukur, hubungan antar konsep dan yang sejenisnya. yang diperlukan adalah pendefinisian alam pendekatan ini langkah penentuan konstruk/konsep,

kesesuaian isi item dengan indikator, serta penentuan prosedur pengukuran. 3nalisis struktur internal merupakan pendekatan kedua dalam validasi konstruk, analisis ini berkaitan dengan validitas indikator dari suatu konsep/konstruk, artinya indikator-indikator yang digunakan bersifat homogin (dalam tingkatan minimum) serta mengukur konsep yang sama <terdapatnya
esesuaian antara indi ator-indi ator dengan onsepnya=.-ementara itu analisis

struktur silang berkaitan dengan pengkajian analisis internal dari masingmasing konsep terhubung (yang unobservable) yang dihubungkan pada tataran empirisnya (indikator), sebab pada tataran inilah suatu hipotesis diuji. 7$8$6$6$ 'erhitungan-pengu!ian Galiditas %nstrumen 3pabila langkah-langkah tersebut di atas telah dilakukan, paling tidak langkah penjabaran konsep yang kemudian diikuti dengan penyusunan itemitem instrumen, maka perhitungan statistik dapat dilakukan untuk perhitungan/pengujian validitas instrumen pengukuran. Perhitungan ini dimaksudkan untuk mengetahui konsistensi internal (sering juga disebut validitas item atau discriminating po)er/daya diskriminasi item), dalam arti sampai sejauh mana item-item mampu membedakan antara individu yang
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

6(

memiliki dan tidak memiliki sifat dari item pengukuran, hal ini berarti juga bah)a item-item dalam instrumen mengukur aspek yang sama. antara skor tiap item dengan skor total. alam melakukan perhitungan korelasi antara skor item dengan skor total dapat menggunakan rumus korelasi 'roduct moment apabila nilai-nilai skala telah dilakukan konversi menjadi interval (atau secara langsung dianggap interval dengan mengacu pada pendapat bah)a nilai skala dapat diperlakukan sebagai data interval), atau menggunakan rumus korelasi tata jenjang <Ran -Spearman=. <ntuk memperjelas cara perhitungannya berikut ini akan dikemukakan contoh perhitungan korelasi Product momen (cara perhitungan dengan berbagai variasi dapat dilihat dalam 4ab () dan korelasi tata jenjang -pearman. -ebuah instrumen penelitian/pengukuran terdiri dari "8 item dan disebarkan pada "8 orang responden dengan hasil skor seperti dalam tabel #.#. perhitungan korelasi dilakukan untuk tiap item dari item nomor " sampai item no "8, untuk contoh perhitungan akan diambil item no # Tabel 7$7$
Resp
) 0 * / E . ; + % 4

alam

hubungan ini langkah yang dilakukan adalah dengan cara mengkorelasikan

Nomor %tem
1 ( # $ $ $ # # ( $ ( 2 # # # ( ( ( # # # ( 3 # # # $ ( ( # # # ( ( $ $ $ ( ( # ( $ ( 5 # # # $ ( ( # # # $ ! $ # $ $ ( ( $ $ $ ( " # # # $ $ # # # # # # $ $ $ ( ( ( # $ $ ( $ $ # $ $ ( ( # $ # $ 10 $ # $ $ ( ( # $ # (

Jml
24 22 25 32 34 35 21 24 26 35

I II

.2#$ .3!2

.$00 .#"0

.$25 .#"$

." 3 ."#$

.#$2 .#"2

.#5! .#30

.50# .525

.$0" .$10

.##$ .$0

.$5! .$50

>ontoh Perhitungan Jaliditas menggunakan .orelasi Product +oment adalah sebagai berikut ! Tabel perhitungan (orelasi 'roduct moment
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

66

Responden ) 0 * / E . ; + % 4 4umlah

Ite

no 2 $7* # # # ( ( ( # # # ( #2

8u "a& $9* #2 ## #1 $# $2 $1 #" #2 #( $1 #7"

72 ( ( ( "1 "1 "1 ( ( ( "1 22

92 *2( (2( 1*1 "8#( "((( "#71 ((" *2( 6*1 "#71 2286

79 61 (( 6# "#2 "6# "(( (# 61 (2 "(( 211

% MA - ( M) ( A) --------------------------------------------------% M# F ( M)# % A#F ( A)#

"8 I 211 - #2 I #7" -------------------------------------------"8 I 22 F (#2)# "8 I 2286 F (#7")#

6"# ------------------7.2 I 62.8(

D 8.788

nilai r untuk item no # sebesar 8.78 kemudian dibandingkan dengan tabel r pada baris % F # ("8 F #) yaitu 2 sebesar 8.1$# untuk taraf signifikansi 6L, karena nilai r lebih besar dari nilai r tabel maka item no # adalah valid, untuk item lainnya bandingkan nilai r untuk tiap-tiap item (tabel #.#. ruma)i I menunjukan nilai r untuk tiap-tiap item) dengan r tabel, hasilnya item no " dan nomor * tidak valid (r hitung lebih kecil dari r tabel) sedangkan item lainnya valid. Item-item yang valid saja yang dipergunakan dalam penelitian sedang yang tidak valid dibuang. >ontoh perhitungan Jaliditas menggunakan .orelasi tata jenjang dari -pearman sebagai berikut
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

61

Tabel perhitungan (orelasi Tata 4en!ang


Responden Ite ) 0 * / E . ; + % 4 4umlah no 2 $7** 8u "a& $9* # #2 # ## # #1 ( $# ( $2 ( $1 # #" # #2 # #( ( $1 #2 #7" Rani 7 *.6 *.6 *.6 #.6 #.6 #.6 *.6 *.6 *.6 #.6 Rank 9 6.6 7 * ( " #.6 "8 6.6 2 #.6 % # -".6 8.6 -".6 ".6 8 -#.6 # -8.6 8 8 %2 ( #.#6 8.#6 #.#6 #.#6 8 1.#6 ( 8.#6 8 #".6

'umus korelasi tata jenjang ! 1 I b# -------------n (n# - ")

rho

D " -

rho rho rho

D " D " D 8.2*8

1 I #".6 -------------"8 (77)

8."$

nilai rho untuk item no # sebesar 8.2*8 kemudian dibandingkan dengan tabel rho dengan % D "8 sebesar 8.1(2 untuk taraf signifikansi 6L, karena nilai rho lebih besar dari nilai rho tabel maka item no # adalah valid, untuk item lainnya bandingkan nilai rho untuk tiap-tiap item (tabel #.#. ruma)i II menunjukan nilai rho untuk tiap-tiap item) dengan rho tabel, hasilnya item no " dan nomor * tidak valid (rho hitung lebih kecil dari rho tabel), sedangkan item lainnya valid. Item-item yang valid saja yang dipergunakan dalam penelitian sedang yang tidak valid dibuang.

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

6*

engan memperhatikan

hasil kedua perhitungan tersebut nampak

bah)a baik skor item-item tersebut diperlakukan sebagai data interval maupun ordinal hasilnya tidak menunjukan perbedaan. 2.3.2. Relia%ilitas 'eliabilitas berarti instrumen pengukuran kedapat dikatakan dipercayaan reliabel atau keajegan, suatu apabila instrumen tersebut

dipergunakan secara berulang memberikan hasil ukur yang sama, menurut :la?ar 5. Pedha?ur 1reliability refers to the degree to which test score are free from errors of measurement3, kesalahan pengukuran akan berakibat pada hasil yang berbeda dalam mengukur sesuatu yang sama. alam ilmu sosial/pendidikan masalah reliabilitas terutama dalam presisi hasil ukur cukup sulit apalagi bila dikaitkan dengan pengulangan, hal ini tidak lain karena obyek yang diteliti cenderung berubah dari )aktu ke)aktu apalagi jika rentang )aktu pengulangan cukup lama, untuk itu upaya-upaya untuk menghitung/menguji reliabilitas suatu instrumen merupakan estimasi nilai pengukuran yang diteliti dengan nilai pengukuran yang sebenarnya. alam upaya tersebut terdapat beberapa pandangan/cara untuk menilai/menghitung reliabilitas suatu instrument sebagaimana akan terlihat dalam uraian berikut. 7$8$7$6$ Teori pengu!ian lasi teori pengujian klasik mengacu pada The true-score model dari Spearman. +enurut model ini skor/nilai hasil observasi terdiri dari dua komponen yaitu komponen nilai yang benar ditambah kekeliruan acak, yang dalam bentuk simbul nampak sebagai berikut ! + D , E : M E nilai-s or yang diu ur-diobservasi <measured value= T E nilai-s or yang benar <True value= E E (esalahan 'engu uran <Measurement error= Pengukuran yang reliabel adalah pengukuran yang mempunyai tingkat kesalah %ol (: D 8), sehingga nilai yang diobservasi sama dengan nilai yang sebenarnya (+ D ,). bila menggunakan analisis statistika reliabilitas
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

62

pengukuran merupakan perbandingan antara

varians nilai/skor yang

sebenarnya dengan varians nilai/skor yang diobservasi, dan akar pangkat duanya adalah korelasi antara nilai/skor yang sebenarnya dengan nilai/skor yang diobservasi dan hasil korelasinya disebut indeks reliabilitas. Indeks ini menurut Pedha?ur disebut juga validitas pengukuran teoritis <Theoritical validity of a measure= atau korelasi epistemik <epistemic correlation=. -ecara teoritis cara tersebut cukup bermakna, namun sulit bahkan tidak dapat dipergunakan untuk memperkirakan tingkat kesalahan yang terdapat dalam suatu instrumen pengukuran karena tidak diketahuinya nilai yang benar (,) dan tingkat kesalahan (:), sehingga diperlukan asumsiasumsi berkaitan dengan konstannya substansi yang diukur serta kesalahan yang terjadi bersifat acak, dan berdasar asumsi tersebut jika pengukuran dilakukan pada seseorang secara berulang-ulang, maka akan diperoleh sejumlah persamaan yang masing-masingnya akan mengandung nilai , dan rata-rata dari : akan (diharapkan) sama dengan %ol, sehingga nilai yang diobservasi akan sama dengan nilai yang sebenarnya (+ D ,). 7$8$7$7$ Test-retest <Repeated measure= Pengukuran ulang dimaksudkan untuk melihat konsistensi dari )aktu ke )aktu. >ara pelaksanaannya adalah dengan meminta responden untuk menja)ab pertanyaan atau merespon pernyataan yang sama sebanyak dua kali sesudah selang )aktu tertentu. -esudah diperoleh ja)aban/respon responden untuk dua kali pelaksanaan kemudian nilai/skor dari hasil pengukuran yang pertama dikorelasikan dengan nilai/skor hasil pengukuran yang ke dua dengan menggunakan formula korelasi product momen atau korelasi tata jenjang sesuai dengan karakteristik data yang diperoleh. -ebagai ilustrasi berikut ini akan diberikan contoh. +isalkan sebuah instrumen pengukuran dibuat untuk mengetahui persepsi 9uru terhadap kepemimpinan kepala sekolah kepada "8 responden dengan hasil sebagai mana terlihat dalam tabel berikut ! Tabel nilai s or hasil dua ali pengu uran
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

67

'esp 3 4 > : B 9 C I 5

-kor pada Pengukuran Pertama #8 #6 #" #$ ## #" #( #1 #" ##

-kor pada pengukuran .edua #8 #( #" #$ #" #" #( #1 #8 ##

-kor pengukuran pertama kemudian dikorelasikan dengan skor pengukuran kedua (cara perhitungan sama seperti dalam perhitungan Jaliditas), koefisien korelasi yang diperoleh kemudian di bandingankan dengan nilai tabel, bila lebih besar berarti instrumen tersebut reliabel. Casil perhitungan data skor di atas diperoleh nilai r D 8.7*8 (nilai tabel D 8.1$# pada taraf signifikansi 6L), dan nilai rho D 8.76$ (nilai tabel D 8.1(2 pada taraf signifikansi 6L), ini berarti bah)a instrumen pengukuran tersebut reliabel. alam penggunaan cara ini seorang peneliti harus memperhatikan selang )aktu antara pengukuran yang pertama dan yang kedua, tidak ada patokan yang pasti, yang penting harus dihindari kemungkinan terjadinya bias akibat responden merasa diperlakukan tidak )ajar jika terlalu pendek,atau terjadi perubahan jika terlalu lama, namun menyatakan bah)a dianggap memenuhi persyaratan tersebut. 7$8$7$8$ Metode paralel <)lternate Method= cara ini dilakukan dengan memberikan dua bentuk pengukuran yang identik (dalam arti sejajar) kepada responden yang sama secara serempak. ua pengukuran identik bermakna bah)a dua instrumen pengukuran tersebut dimaksudkan untuk mengukur konstruk yang sama namun dengan item-item pertanyaan/pernyataan yang berbeda. -ebagai contoh terdapat dua jamaludin 3ncok selang )aktu antara "6-$8 hari pada umumnya

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

18

instrumen pengukuran motivasi yaitu instrumen 3 dan instrumen 4, kedua instrumen tersebut dikenakan pada sepuluh responden dengan hasil sbb ! Tabel nilai s or hasil dua %nstrumen 'engu uran 'esp 3 4 > : B 9 C I 5 -kor Instrumen 3 #8 #6 #" #$ ## #" #( #1 #" ## -kor Instrumen 4 #8 #( #" #$ #" #" #( #1 #8 ##

-kor pengukuran %nstrumen ) dikorelasikan dengan skor %nstrumen 0 (cara perhitungan sama seperti dalam perhitungan Jaliditas), koefisien korelasi yang diperoleh kemudian di bandingankan dengan nilai tabel, bila lebih besar berarti instrumen tersebut reliabel. Casil perhitungan data skor di atas diperoleh nilai r D 8.7*8 (nilai tabel D 8.1$# pada taraf signifikansi 6L), dan nilai rho D 8.76$ (nilai tabel D 8.1(2 pada taraf signifikansi 6L), ini berarti bah)a instrumen pengukuran tersebut reliabel. 7$8$7$9$ 'ende atan (onsistensi internal Pendekatan konsistensi internal merupakan satu cara untuk engan mengurangi kesulitan yang diakibatkan oleh dua perlakuan atau dua bentuk pengukuran seperti dalam metode test-retest dan metode paralel. cara ini pengukuran hanya dilakukan satu kali (single-trial administration), sehingga dapat lebih efisien. konsistensi internal bermakna keajegan dari tiap item dengan item-item lainnya dalam suatu kerangka instrumen pengukuran. ,erdapat beberapa cara untuk melakukan perhitungan reliabilitas antara lain ,eknik belah dua (Split half method), Bormula 'olon, .'#8, .'#", dan .oefisien 3lpha. 4erikut ini akan dikemukakan contoh perhitungan reliabilitas. 6$ Te ni 0elah /ua <Split-half method=

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

1"

+etode atau teknik belah dua menggunakan formula -pearman4ro)n, cara ini hanya dapat dikenakan pada instrumen pengukuran dengan jumlah item genap (pengelompokan dilakukan pada item-item yang valid),adapun langkah-langkahnya adalah sbb !

.elompokan item-item menjadi dua kelompok didasarkan pada kelompok ganjil (nomor item ganjil) dan kelompok genap (nomor item genap), atau secara random. 5umlahkan skor pada setiap kelompok sehingga diperoleh skor total untuk tiap kelompok. .orelasikan skor total antar kelompok Product moment atau tata jenjang. dengan formula korelasi

+asukan nilai koefisien korelasi tersebut ke dalam rumus -perman-4ro)n untuk mencari koefisien reliabilitas

ri

# . r " E r

ri

D koefisien reliabilitas= rb D koefisien korelasi antar kelompok

>ontoh perhitungan ! Tabel nilai s or total elompo gan!il dan genap -kor total kelompok ganjil #8 #6 #" #$ : ## B #" 9 #( C #1 I #" 5 ## +asil perhitingan orelasi r E D$CAD .oefisien/angka reliabilitasnya adalah ! 'esp 3 4 > -kor total kelompok genap #8 #( #" #$ #" #" #( #1 #8 ##

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

1#

ri

8.7*8

" E 8.7*8 ri
D

".7(8 ".7*8

ri
7$ .ormula Rulon

8.726

>ara ini juga hanya berlaku pada pengelompokan seperti treknik belah dua, namun estimasi reliabilitas tidak didasarkan pada perhitungan korelasi melainkan pada varians perbedaan skor dengan varians total, adapun rumusnya adalah sebagai berikut !

- b#

r""2
r""2
D .oefisien reliabilitas = - b
#

" -- t#
# D Jarians skor ,otal

D Jarians perbedaan skor belahan = - t

>ontoh perhitungan !

Tabel nilai s or total elompo gan!il dan genap 'esp 3 4 >


-kor total kelompok ganjil -kor total kelompok genap

-kor b (selisih
ganjil genap)

-kor total (8 (7 (# (1 ($ (# (2 6# (" ((

#8 #8 #6 #( #" #" #$ #$ : ## #" B #" #" 9 #( #( C #1 #1 I #" #8 5 ## ## Casil perhitungan varians menunjukan !

8 " 8 8 " 8 8 8 " 8

'umus mencari Jarians !


#

F (NM stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif NM / 2002 %


% -"

)#

1$

- b# D 8.#$$

- t# D "6.$(( 8.#$$

.oefisien reliabilitasnya adalah !

r""2
r""2

D D

" -"6.$(( " -8.8"6 D D$CB9

8$ .ormula .lanagan Bormula Blanagan merupakan estimasi nilai/angka reliabilitas yang tidak mengacu pada perhitungan korelasi, melainkan sama seperti formula 'ulon yang mengacu pada veriansi tiap-tiap kelompok hasil belah dua, bedanya dalam formula ini ada nilai konstanta # serta varians kelompok dijumlahkan dan bukan varians beda, sementara pembaginya sama yaitu varians total. 'umus ! -"# E -##

r""2

# (" --t#

S67 E Garians belahan pertama S77 E Garians belahan edua St7 E Garians total

>ontoh perhitungan ! Tabel nilai s or gan!il dan genap dan s or total 'esp 3 4 > : B 9 C I 5
-kor total kelompok ganjil -kor total kelompok genap

-kor total (8 (7 (# (1 ($ (# (2 6# (" (( 1(

#8 #6 #" #$ ## #" #( #1 #" ##

#8 #( #" #$ #" #" #( #1 #8 ##

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

-"# D $.2$$ -## D $.761 -t# D "6.$(( 4ila nilai-nilai tersebut dimasukan dalam rumus, akan nampak sebagai berikut ! $.2$$ E $.761

r""2 r""2

D D

# (" -"6.$(( # (8.(7#) D 8.726

9$ .ormula (-R 76 <(uder Richardson= Bormula .-' merupakan prosedur pencarian nilai reliabilitas dengan tidak mensyaratkan pembelahan item ke dalam dua kelompok, sehingga bisa diterapkan pada instrumen yang jumlah itemnya tidak genap. 'umus ! k + (k F +) ) (" -k - "
M S/t7 E Mean-rata-rata s or total E elompo -banya nya item E Garians total
k-

r""2 D

) t#

>ontoh perhitungan ! ,abel skor tiap item dan ,otal


Resp ) 0 * / E . ; 1 ( # $ $ $ # # 2 # # # ( ( ( # 3 # # # $ ( ( # Nomor %tem 5 ! # $ # # # $ $ $ ( ( ( ( # $ " # # # $ $ # # # $ $ $ ( ( ( # $ $ # $ $ ( ( # 10 $ # $ $ ( ( # Jml 24 22 25 32 34 35 21

( $ $ $ ( ( #

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

16

+ % 4
+

( $ (
D #.7"

# # (

# # (

( $ (

# # $

$ $ (

# # #

$ $ (

$ # $

$ # (

24 26 35

- t# k

$*.($$

D "8

masukan nilai-nilai di atas ke dalam rumus "8


#.7"("8 F #.7")

r""2 D

( 7

) (" -$*.($$

r""2 D r""2 D

( "."" ) (" -8.(72

#8.1$"
$*.($$

?$ Rumus )lpha <*ronbach= Bormula 3lpha juga merupakan prosedur pencarian nilai reliabilitas dengan tidak mensyaratkan pembelahan item ke dalam dua kelompok ( mes i bisa !uga diterap an pada te ni belah dua ), sehingga bisa diterapkan pada instrumen yang jumlah itemnya tidak genap. %amun hal yang perlu diingat adalah bah)a pembelahan mesti dilakukan secara seimbang, sebab jika

dibelah tidak seimbang akan underestimasi terhadap nilai reliabilitas yang sebenarnya (biasanya lebih rendah). 'umus !

. D ( .- "
S/b7 E Garians s or elompo J S/t7
E

N- b# ) ( " -- t#
Garians s or TotalJ ( E (elompo -!umlah item

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

11

-ebagai contoh terdapat "8 item yang ingin dibelah menjadi lima kelompok secara berurutan, untuk itu jumlah tiap-tiap kelompok harus diketahui untuk dicari variansnya, sesudah itu baru dimasukan ke dalam rumus 3lpha. >ontoh perhitungan !
,abel skor tiap item, skor kelompok, skor,otal

Res

'ml

No Item dan Jml tiap &elompo& 'ml 5 ! 'ml " # 'ml

Tot. 10 'ml Jml

) 0 * / E . ; + % 4

( # $ $ $ # # ( $ (

# # # ( ( ( # # # (

1 ( 6 * * 1 ( 1 6 2

# # # $ ( ( # # # (

( $ $ $ ( ( # ( $ (

1 6 6 1 2 2 ( 1 6 2

# # # $ ( ( # # # $

$ # $ $ ( ( $ $ $ (

6 ( 6 1 2 2 6 6 6 *

# # # $ $ # # # # #

$ $ $ ( ( ( # $ $ (

6 6 6 * * 1 ( 6 6 1

$ # $ $ ( ( # $ # $

$ # $ $ ( ( # $ # (

1 ( 1 1 2 2 ( 1 ( *

24 22 25 32 34 35 21 24 26 35

S/t7 E 8A$988 J E 6D J S/b76 E 6$A88 J S/b77 E 7$6 J S/b78 E 6$C?@ J 7 7 S/b 9 E D$C99 J S/b ? E 7$877

6 D ( ( ) (" --

".*$$ E #." E ".761 E 8.7(( E #.$##

)
$*.($$

7.866

D D

( ".#6 ) (" -$*.($$

( ".#6 ) (8.*62) D 8.7(2 4esarnya nilai reliabilitas yang bisa diterima sebagai estimasi yang

7$8$7$?$ Standar Reliabilitas signifikan terhadap reliabilitas yang sebenarnya merupakan masalah yang banyak dibicarakan oleh para pakar, pada dasarnya semakin besar koefisien reliabilitas, semakin baik, namun permasalahannya terletak pada berapa
stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

1*

besarnya nilai yang memadai. reliabilitas. Nunnally

alam hubungan ini banyak pengarang yang bukunya 'sychometric Theory

memberikan patokan umum tentang standar minimum tingkat nilai koefisien dalam sebagaimana dikutif oleh Ela:ar 4$ 'edha:ur menyatakan bah)a koefisien yang relatif rendah dapat ditoleransi dalam tingkatan penelitian a)al, reliabilitas yang lebih tinggi diperlukan jika pengukuran dipakai untuk menentukan perbedaan antar kelompok, dan reliabilitas yang sangat tinggi menjadi esensil jika skor-skor dipakai untuk membuat keputusan penting tentang seseorang (misalnya keputusan dalam seleksi dan penempatan). ;ebih jauh Nunnally menyatakan bah)a untuk penelitian a)al koefisien reliabilitas 8.18 atau 8.68 sudah cukup, sementara itu >aplan, %aidu dan ,ripathi dalam tulisannya pada 4ournal of health and social behaviour ("72() menyatakan bah)a oefisien alpha D$?D atau lebih dianggap cukup untuk isamping pendapat tersebut ada juga akhli yang suatu tujuan penelitian.

menggunakan harga kritik nilai tabel korelasi Product +oment (seperti *habib Thaha dalam bukunya Te ni Evaluasi 'endidi an), sehingga nilai reliabilitas yang diperoleh dibandingkan dengan r tabel, bila lebih besar berarti instrumen pengukuran tersebut reliabel, sedang bila lebih kecil dari r UNTUK DIDISKUSIKAN tabel berarti instrumen pengukuran tersebut tidak reliabel. -kor item-item suatu skala sikap 'es " # 6 ( ( $ $ $ ( # : # 6 B $ ( 9 ( ( C $ ( I $ $ 5 # # . 6 # ; ( $ ari data tersebut ! 3 4 > $ $ ( $ # 6 " $ ( $ # 6 " Nomor item ( 6 $ # 6 " # $ ( # $ ( # ( ( $ $ ( $ $ # # 6 6 ( " 1 $ ( ( $ # # ( ( $ # # ( * ( 6 $ $ 6 # ( $ $ # 6 ( 2 $ $ ( 6 ( # $ ( $ # 6 "

stkip Kuningan / Lembaga Penelitian / Uhar / Penelitian Kuantitatif / 2002

". hitung validitas Item 12 #. hitung reliabilitas dengan teknik belah dua menggunakan seluruh formula $. hitung reliabilitas dengan teknik membagi empat dengan menggunakan formula formula yang sesuai