Anda di halaman 1dari 6

Sifat Kimia dan Fisika Oksigen Oksigen merupakan unsur yang menarik karena merupakan elemen penting dalam

proses pernapasan sebagian besar sel-sel hidup serta berperan dalam proses pembakaran. Oksigen merupakan unsur paling melimpah di kerak bumi, dengan hampir seperlima (dalam volume) komposisi udara adalah oksigen. Gas oksigen biasanya terdapat dalam bentuk molekul diatomik, O2, tetapi ada juga dalam bentuk triatomik, O3, bernama ozon. Dalam kondisi normal, oksigen merupakan gas tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Oksigen adalah bagian dari sekelompok kecil gas paramagnetik, dan faktanya bahkan yang paling paramagnetik. Oksigen cair juga sedikit paramagnetik. Oksigen sangat reaktif dan akan membentuk oksida dengan semua elemen lain kecuali helium, neon, argon, dan kripton. Kerak bumi terutama terdiri dari mineral silikon-oksigen, dan senyawa oksida lain. Gas oksigen merupakan penyusun seperlima atmosfer dengan massa lebih dari satu juta miliar ton. Oksigen di atmosfer bumi berasal dari fotosintesis tanaman yang telah terakumulasi selama jutaan tahun Oksigen cukup mudah larut dalam air sehingga membuat kehidupan di air menjadi dimungkinkan. Hampir semua unsur kimia, selain gas mulia, berikatan dengan oksigen untuk membentuk berbagai senyawa. Air (H2O) dan silika (SiO2) adalah dua contoh senyawa oksigen biner dengan jumlah berlimpah. Diantara senyawa-senyawa yang mengandung lebih dari dua elemen, yang paling banyak adalah silikat, yang menjadi pembentuk sebagian besar batu dan tanah. Senyawa lain yang melimpah di alam adalah kalsium karbonat (batu kapur dan marmer), kalsium sulfat (gipsum), aluminium oksida (bauksit), dan berbagai oksida besi yang digunakan sebagai sumber logam. Penggunaan Oksigen Oksigen dapat dipisahkan dari udara melalui pencairan fraksinasi dan distilasi.

Aplikasi utama oksigen diantaranya adalah: 1) peleburan, pemurnian, dan pembuatan baja, dan logam lainnya, 2) pembuatan bahan kimia dengan oksidasi terkontrol, 3) propulsi roket, 4) penopang hidup medis dan biologi; 5) pertambangan serta produksi kaca. Pada pesawat terbang, suplai darurat oksigen secara otomatis tersedia untuk penumpang ketika tekanan udara dalam kabin menurun. Oksigen dalam pesawat tidak disimpan sebagai gas tetapi sebagai senyawa natrium klorat. Efek Kesehatan Oksigen Oksigen sangat penting bagi semua kehidupan di bumi karena merupakan konstituen DNA dan hampir semua senyawa biologis penting lainnya. Manusia dan hewan memerlukan pasokan konstan oksigen agar tetap bertahan hidup. Oksigen di paru-paru diangkut oleh hemoglobin dalam darah ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Namun, terlalu banyak oksigen justru malah merugikan kesehatan. Bernapas pada 50-100% oksigen pada tekanan normal selama jangka waktu lama diketahui menyebabkan kerusakan paru-paru. Orang-orang yang bekerja dengan oksigen murni perlu secara teratur memeriksakan kesehatan untuk mengetahui kondisi paru-parunya.[]

Tuhan menciptakan kita sebagai mahluk yang memiliki berbagai kelebihan, anugerah terbesar yang kita miliki saat ini adalah memiliki tubuh yang sehat dan segar. Dan salah satu bahan bakar tubuh manusia adalah udara atau oksigen, manusia takkan mampu hidup tanpa adanya oksigen dalam tubuh. Kita juga sangat bergantung terhadap udara, udara seperti apa yang sangat dibutuhkan tubuh kita,? Tentu udara yang segar yang memiliki kandungan O2 yang tinggi. Dan tentu itu semua bisa kita dapatkan dengan berada di lingkungan yang bersih dan segar. Manfaat udara sangat besar sekali bagi tubuh kita, karena semua bagian dan organ tubuh kita sangat membutuhkan udara atau oksigen, seperti kulit, otak, jangtung dan organ lainnya, dan semua itu tidak akan mampu bekerja secara normal tanpa adanya udara yang masuk kedalam tubuh. Faktor lingkungan hidup juga sangat berpengaruh terhadap terciptanya udara segar yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, kita juga ketahui bahwa terciptanya udara yang segar sudah sejak kita lahir kedunia, memang sudah ada, bukan manusia yang meciptakan udara tersebut, tapi tuhan yang telah memberikan kepada kita yang memang menjadi kebutuhan kita. Dan sebenarnya tugas kita adalah hanya menjaga dan melestarikan udara segar agar tetap ada dan bisa kita nikmati. Tapi semakin era dunia berkembang, kesegaran dan kebersihan udara semakin kecil

jumlahnya, apalagi di daerah perkotaan, mungkin kita akan kesulitan mendapatkan supply udara bersih untuk tubuh kita. Kendaraan-kendaran yang jumlahnya makin meningkat tanpa kita sadari mulai mencemari udara yang sudah sejak dulu tuhan anugrahi kepada kita, polusi udara sudah menyebar keseluruh penjuru dunia,karena factor perkembangan teknologi. Tapi bukan berarti kita tidak bisa mengembalikan udara bersih seperti dulu lagi, kita masih bisa menciptakan dan mengembalikan udara segar yang dibutuhkan untuk kehidupan dan tubuh kita dengan cara tetap melestarikan lingkungan dan menjaganya tetap asri.

Mengembalikan udara Bersih pada Lingkungan Hidup diperkotaan memang sangat sukar untuk mendapatkan pasokan udara bersih yang kita butuhkan, beda halnya jika kita berada di daerah pedesaan. Faktor apa sebenarnya yang membuat kurangnya udara bersih pada lingkungan kita?. Untuk mengembalikan udara yang bersih bukanlah hal yang mustahil untuk di lakukan, semua yang kita miliki dulu (udara bersih) kini hampir musnah karena tertimpa oleh polusi udara, dan itu semua tentu bisa kita kembalikan seperti dulu lagi. Dan yang menyebabkan kurangnya udara bersih di dearah perkotaan adalah : a. Kurangnya pepohonan hijau Pohon merupakan salah satu factor terpenting terciptanya udara yang bersih, karena kita ketahui bahwa sifat pohon adalah menghasilkan atau mengeluatkan oksigen yang berkebalikan dengan kita, jika kita mengeluarkan karbon dioksidan dan menghirup oksigen maka pohon merupakan benda yang seharusnya hidup berdampingan dengan kita agar terciptanya udara yang bersih dan segar. b. Kebersihan Air Air juga sangat penting dalam terciptanya kesegaran/kebersihan udara, karena air bersih juga bisa menghasilkan oksigen dan memberikan nutrisi bagi tumbuhan yang akan menghasilkan udara yang bersih. Tapi sayangnya untuk mendapatkan air bersih saat sekarang ini sangat sulit, sungai-sungai sudah tercemari oleh limbah-limbah pabrik yang banyak mengandung zat-zat kimia yang bisa membunuh kejernihan air c. Asap kendaraan bermotor Kendaran merupakan alat transportasi yang kita gunakan saat ini, namun dibalik kemudahan yang kita rasakan tanpa kita sadari sesuatu telah direnggutnya, yakni udara segar, yang lambat laun akan hilang dan mulai dipenuhi oleh asap-asap kendaraan yang notabene nya mengandung zat beracun bagi tubuh kita.

Kesimpulan Pentingnya Udara Bersih Bagi Kehidupan Sehari-hari Jadi intinya agar tetap terciptanya udara segar dan bersih dalam lingkungan kita, maka hendaknya kita meminimalkan penyebab-penyebab diatas, seperti kita ajak masyarakat untuk melakukan penghijauan lingkungan dengan menanam pepohonan dipinggir jalan, dan melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan air disekitar kita agar terciptanya air bersih yang akan menghasilkan udara bersih pula. Dan yang terakhir mengurangi penggunaan kendaraan

yang akan mencemari atau mengakibatkan polusi udara, yakni dengan cara memanfaatkan kendaraan umum, ini bertujuan untuk mengurami volume kendaraan di jalan raya. Kerana semakin banyak jumlah kendaraan maka akan semakin meningkatlah jumlah gas beracun yang di timbulkannya, yang lama kelamaan akan mengalahkan oksigen dan membuat kita akan kehilangan udara bersih dan segar. Demikian, Artikel postingan yang bertajuk Pentingnya Udara Bersih Bagi Kehiduan Sehari-Hari. Semoga coretan ini akan menambah kesadaran dan wawasan kita. Karena dengan udara yang sehat inilah salah satu syarat untuk terciptanya kesehatan. Wassalam. PEnggunaan CO2
CO2 sendiri pada dasarnya adalah produk alami dari suatu reaksi pembakaran. Tidak dapat dipungkiri, pembakaran bahan bakar fosil menjadi sumber utama penghasil emisi CO2 di bumi. Saat ini, Pembangkit Listrik menjadi sumber utama penghasil CO2. Hal ini disebabkan ketergantungan yang berlebihan terhadap batubara. Industri pembangkitan listrik menyumbang 37 % emisi CO2 global. Angka ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun karena industri satu ini adalah industri yang sangat cepat berkembang. Dunia Industri manufaktur juga menyumbang emisi CO2 dalam jumlah besar. Dalam 100 tahun terakhir, emisi CO2 mengalami kenaikan sebesar 2,5 % setiap tahun dan diperkirakan akan meningkat 3 tiga kali lipat dari keadaan saat ini. Konsentrasi CO2 juga diperkirakan akan meningkat mencapai 500 sampai 600 ppmv pada pertengahan abad 21. Peningkatan ini cenderung tidak berhenti karena didukung penyusutan hutan yang cukup besar. Para ahli meyakini bahwa penyusutan hutan menyumbang 23% kenaikan CO2.

[2] [3] dan Distribusi

b.

Sumber

CO2 sendiri pada dasarnya adalah produk alami dari suatu reaksi pembakaran. Tidak dapat dipungkiri, pembakaran bahan bakar fosil menjadi sumber utama penghasil emisi CO2 di bumi. Saat ini, Pembangkit Listrik menjadi sumber utama penghasil CO2. Hal ini disebabkan ketergantungan yang berlebihan terhadap batubara. Industri pembangkitan listrik menyumbang 37 % emisi CO2 global. Angka ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun karena industri satu ini adalah industri yang sangat cepat berkembang. Dunia Industri manufaktur juga menyumbang emisi CO2 dalam jumlah besar.

Dalam 100 tahun terakhir, emisi CO2 mengalami kenaikan sebesar 2,5 % setiap tahun dan diperkirakan akan meningkat 3 tiga kali lipat dari keadaan saat ini. Konsentrasi CO2 juga diperkirakan akan meningkat mencapai 500 sampai 600 ppmv pada pertengahan abad 21. Peningkatan ini cenderung tidak berhenti karena didukung

penyusutan hutan yang cukup besar. Para ahli meyakini bahwa penyusutan hutan menyumbang 23% kenaikan CO2. [4] d. Dampak Terhadap Ekosistem dan Lingkungan Adanya gas CO2 yang berlebihan di udara atau di atmosfer tidak berakibat langsung kepada manusia. Tetapi CO2 membentuk lapisan transparan (tembus pandang) di atmosfer yang mengisolasi di sekililing bumi. Hal itu yang mengakibatkan suhu udara di bawah lapisan gas CO2 dan dipermukaan bumi semakin tinggi, sehingga akan mempengaruhi makluk hidup. Sifat gas CO2 seperti diatas itu dikenal dengan istilah efek rumah kaca atau green house effect. Sebenarnya, Karbondioksida tidak berbahaya bagi manusia. akan tetapi, karbondioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar karbondioksida di udara dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi. Peningkatan suhu karena meningkatnya kadar gas-gas rumah kaca di udara disebut pemanasan global. Pemanasan global dapat mempengaruhi iklim, mencairkan sungkup es di kutub dan berbagai rangkaian akibat lainnya yang mungkin belum sepenuhnya dimengerti. [5] e. Dampak Terhadap Hewan Efek CO2 terhadap hewan cenderung mirip dengan efek terhadap manusia, yaitu tidak baerakibat langsung pada tubuh hewan.

f. Dampak Terhadap Tumbuhan Efek langsung dari meningkatnya CO2, berdampak positif terhadap tumbuhan dan produksi tanaman. Dampak langsung yang dapat dijejaki dari peningkatan CO2 adalah peningkatan tingkat fotosintesa daun dan kanopi. Peningkatan fotosintesis akan meningkat sampai kadar CO2 mendekati 1000 ppm. Hasil paling pasti adalah tanaman tumbuh cepat dan lebih besar. Ada perbedaan antara spesies. Spesies C3 lebih peka terhadap peningkatan kadar CO2 dibanding C4. Terjadi juga pertambahan luas dan tebal daun, berat per luas, tinggi tunas, percabangan, bibit dan jumlah dan berat buah. Ukuran Tubuh meningkat seiring rasio akar-batang. Rasio C:N bertambah. Lebih dari itu semua hasil panen meningkat. Terutama pada Kentang, Ubi Jalar, Kedelai. Dengan meningkatnya kadar CO2 menjadi dua kali sekarang secara global, hasil pertanian diperkirakan akan meningkat sampai 32% dari sekarang. Perkiraan sementara saat ini sekitar 5%-10% dari kenaikan produksi pertanian adalah akibat kenaikan kadar CO2. Manfaat pengayaan CO2 terhadap pertumbuhan dan produktifitas tanaman saat ini telah dikenal telah dikenal luas. Banyak pengujian yang dilakukan dalam lingkungan terkontrol secara penuh atau sebagian, terhadap beberapa tanaman komersial (padi, Jagung, gandum, kedelai, kapas, kentang, tomat, ubi jalar, dan beberapa tanaman hutan), yang membuktikannya.

Hanya sedikit keraguan bahwa kadar CO2 dalam atmosfir adalah kurang optimal bagi fototosintesis ketika faktor lain yang berpengaruh terhadap tanaman (cahaya, air, suhu dan unsur hara) mencukupi. Fotosintesa Netto adalah jumlah fotosintesa brutto minus fotorespirasi, dan fotorespirasi setidaknya memiliki besaran mengubah 50% karbohidrat hasil fotosintesa kembali menjadi CO2, dengan peningkatan CO2 fotorespirasi diperkirakan akan menurun. Peningkatan Biomassa terbukti terjadi ketika dilakukan pengayaan CO2. Ini tak selalu muncul dari fotosintesa netto. Kadar CO2 yang tinggi memicu penggunaan air yang efisian dalam tanaman C4 seperti jagung. Peningkatan efisiensi air ini merangsang pertumbuhan tanaman. [6] g. Dampak Terhadap Material Dalam produksi gas dan minyak, CO2 selain H2S merupakan salah satu faktor utama penyebab korosi. Gas ini tidak bersifat korosif jika berada dalam keadan kering dan tidak terlarut dalam air. Jiak terlarut dalam air gas ini akan membentuk suatu asam lemah H2CO3 yang bersifat korosif. Laju korosi pada korosi CO2 ditentukan oleh sifat lapisan produksi korosi yang terbentuk pada permukaan logam. Jika lapisan terbentuk pada keadaan yang sesuai maka akan terbentuk lapisan protektif yang dapat menurunkan laju korosi.

Anda mungkin juga menyukai