Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak dan merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa anak mereka ke dokter. Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan yang tidak segera ditangani akan dapat menimbulkan komplikasi. Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk bukan merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Batuk merupakan gejala dan bukan penyakit. Sehingga jika anak batuk, harus dipikirkan apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu para orang tua dan petugas kesehatan perlu mengenali jenisjenis batuk agar tahu bagaimana menanganinya dan kapan harus memberikan tindakan atau terapi yang lebih intensif. 1.2 Tujuan Penulisan 1. .1 !ujuan "mum #ahasiswa dapat menerapkan asuhan kebidanan, pada bayi dan anak, sehingga 1. . dapat memperluas, memperbanyak pengetahuan dan ketrampilan mengenai asuhan kebidanan pada bayi normal. !ujuan Khusus $gar mahasiswa mampu melakukan pengkajian data klien $gar mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah berdasarkan data klien $gar mahasiswa mampu megidentifikasi diagnosa dan masalah potensial $gar mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan segera yang dibutuhkan klien berdasarkan diagnsa.

$gar mahasiswa mampu mengembangkan ren%ana tindakan atau inter&ensi untuk mengatasi masalah klien $gar mahasiswa mampu melaksanakan asuhan yang telah diren%anakan. $gar mahasiswa mampu menge&aluasi tindakan yang telah dilakukan. 1.3 Metode Penulisan 1. #etode penulisan ini adalah studi kepustakaan dalam bentuk studi kasus yaitu men%ari gambaran yang lebih jelas dari proses kebidanan saat ini. . !eknik pengumpulan data a. $namnese 'engambilan data dengan tanya jawab langsung dengan pasien b. 'emeriksaan #elakukan pemeriksaan fisik ( inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi untuk mendapatkan data. %. 'engkajian %atatan medik dengan kepustakaan. #engkaji keadaan pasien dengan menggunakan %atatan medik dan kepustakaan yang berhubungan dengan kasus kebidanan. 1. !iste"atika Penulisan B$B ) ( '*N+$,"-"$N 1.1 -atar Belakang 1. !ujuan 'enulisan 1.. #etode 'enulisan 1./ Sistematika 'enulisan B$B )) B$B ))) ( !)N0$"$N '"S!$K$ ( !)N0$"$N K$S"S ..1 'engkajian +ata .. )dentifikasi +iagnosa dan #asalah ... $ntisipasi #asalah 'otensial ../ )dentifikasi Kebutuhan Segera

..1 )nter&ensi ..2 )mplementasi ..3 *&aluasi. B$B )4 B$B 4 ( '*#B$,$S$N ( '*N"!"' 1.1 Kesimpulan 1. +aftar 'ustaka. Saran

BAB II TIN#AUAN PU!TA$A

A. 2.1

$%N!EP BA&I N%'MAL Pengertian Bayi lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan .3 minggu sampai / minggu dan berat badan lahir 155 gram sampai /555 gram. (Nurcahyo, 2007)

2.2

(iri)*iri Ba+i Nor"al !anda-tanda bayi lahir sehat ( a.Segera menangis b.'ernapasan teratur %.Banyak bergerak d.6arna kulit merah muda e.Berat badan 155 gram sampai /555 gram !anda-tanda adanya penyakit atau kelainan pada bayi ( a.!idak mau minum b.#en%u%ur seperti mulut ikan %.Kejang-kejang d.Nafas %epat dan sesak e.+iare terus menerus. (Nurcahyo, 2007)

2.3

Pena",ilan Ba+i Nor"al. a.Bentuk Kepala Bayi yang dilahirkan se%ara normal memiliki bentuk kepala memanjang. $kan tetapi, dalam waktu / 7 /8 jam, kepalanya akan kembali ke bentuk normal. 'ada awal kelahiran, ukuran kepala lebih besar dari tubuhnya, tetapi pada usia sebulan dengan pertumbuhan normal, kepala dan badannya sudah akan simetris.

b.

9ambut Bayi sudah memiliki rambut saat lahir. Namun rambut ini tidak dapat dijadikan patokan untuk rambut di kemudian hari. Si rambut tipis saat lahir belum tentu kelak berambut tipis pula. 9ambut awal berguguran perlahanlahan selama bulan-bulan pertama dan digantikan oleh rambut baru. Setelah di%ukur, rambut bayi akan tumbuh dengan lebih baik.

%.#ata #ata harus bersih dari %airan dan peradangan, yang bila terjadi dalam / jam sejak kelahiran harus diselidiki karena dapat disebabkan oleh infkesi gonokokus yang dapat menyebabkan kebutaan. #ata harus diperiksa dan harus tidak ada katarak :tampak sebagai kekeruhan kornea;, atau iris translusen yang bisa merupakan tanda albinisme. d. !elinga !elinga bisa memiliki skin tag. Biasanya ke%il dan umumnya diikat dengan benang jahit oleh dokter anak, sampai lepas sendiri. !ag atau %ekungan biasanya tidak signifikan tetapi dapat pula menunjukkan adanya masalah ginjal. e.#ulut #emeriksa mulut bayi, bidan harus memasukkan jari bersarung tangan, bersih, baru dipasang, guna memeriksa langit-langit mulut bayi untuk meraba adanya sumbing palatum. )nspeksi &isual menggunakan sumber %ahaya yang baik sangat &ital dan bisa menemukan sumbing submukosa yang tidak mudah teraba. Ke%uali kalau sumbingnya ke%il, bayi bisa mengalami kesulitan makan, kemudian kesulitan bi%ara. Sumbing bibir pasti akan terlihat dan orang tua sering terkejut dan stres mengenai masalah penampilan anaknya. Sumbing bibir bisa ber&ariasi dari tidak terlihat sampai luas-unilateral dan bilateral.Bidan harus memeriksa keseluruhan mulut mengenai adanya masalah, seperti gigi kongenital yang memerlukan pengangkatan untuk men%egah aspirasi atau ulserasi lidah.

f. -eher, +ada, dan $bdomen #emeriksa adanya fraktur, bidan harus meraba jarinya sepanjang kla&ikula untuk merasakan adanya iregularitas. ,arus ada dua putting susu. Bila jarak antara keduanya sangat lebar pada dada yang pendek, akan tampak tidak biasa, kemungkinan menunjukkan adanya abnormalitas kromosom seperti sindrom *dward. Sebaiknya periksalah kembali bahwa klem tali pusat telah erat terpasang dan bahwa tidak ada penonjolan dasar pusat yang dapat menunjukkan eksomfalos :usus yang mengalami herniasi;. !ali pusat harus memiliki satu &ena dan dua arteri. 0ika hanya ada satu arteri dalam tali pusat, mungkin berhubungan dengan anomali ginjal.Beberapa bayi akan sesak napas atau napas berbunyi keras setelah kelahiran. $bdomen harus teraba lunak dan bila ada hernia yang tampak, harus segera dilaporkan. g. <enitalia "kuran dan letak yang normal, dan setiap pigmentasi kulit, harus di%atat. Orang tua yang berkulit gelap mungkin memiliki bayi dengan pewarnaan kulit labia dan skrotum yang lebih gelap= tetapi bisa juga merupakan tanda adanya hiperplasia adrenal kongenital yang dapat memengaruhi jenis kelamin bayi. 'ada kasus jenis kelamin tidak dapat ditentukan dan ada ke%urigaan hiperplasia adrenal maka staf tidak boleh berusaha >menerka? jenis kelamin bayi karena bila ternyata kelak tidak benar, terbukti lebih memberatkan bagi orang tua. a.Bayi laki-laki "kuran penis sangat ber&ariasi. Bidan harus memperhatikan lokasi orifisium uretra. ,ipospadia adalah ketika meatus uretra membuka di permukaan bawah penis dan terjadi dalam 8,1 per 15.555 kelahiran.Beberapa bayi lahir dengan bengkak besar, dikenal sebagai hidrokel. )ni %ukup sering terjadi, dan tidak serius pada bayi baru lahir. Kantung skrotum diperiksa dengan lembut mengenai adanya testis yang bila tidak ada, biasanya akan turun pada usia 2 minggu.

b.Bayi perempuan -abia dan klitoris bisa tampak besar pada bayi preterm dan ke%il menurut usia. -abia dan klitoris yang terlalu besar bisa menyebabkan bayi dengan jenis kelamin yang tidak bisa ditentukan, bahkan kadang bisa teraba testes di bawah >labia?. #uara &agina harus mudah dilihat, namun bila tidak ada, akan terlihat jelas. h. $nus @atat dan dokumentasikan setiap keluaran mekoneum serta periksalah selalu bahwa bayi memiliki anus dan bahwa letaknya benar. $nus yang salah letak bisa berhubungan dengan malformasi rektum. i. 'unggung dan !ulang Belakang #eraba dengan jari sepanjang tulang belakang untuk merasakan bila ada pembengkakan tersembunyi dan memperhatikan setiap adanya spina bifidaA defek tuba neuralis. j. "kuran Badan 'ada umumnya, bayi baru lahir mempunyai berat badan .155 7 /.155 gram dengan panjang badan /5 7 11 %m dan lingkar kepala rata-rata .1 %m. bayi yang lahir dua minggu lebih awal akan lebih kurus dibanding yang lahir seminggu kemudian. $kan tetapi, berat badan keduanya dapat sama pada 2 bulan berikutnya. k. 6arna Kulit 6arna kulit bayi lahir yang sehat adalah kemerahan. 'ada beberapa kasus, bayi baru lahir mempunyai kulit kekuningan. ,al ini bukan merupakan gejala penyakit. Biasanya akan menghilang pada akhir minggu pertama apabila bayi %ukup menyusu dan tak mengalami kekurangan %airan. (Nurcahyo, 2007) 2. Ta-a, Perke".angan Ba+i Nor"al 1 bulan - #embawa tangannya menuju ke mata dan mulut - #enggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri jika ditengkurapkan - #engikuti pergerakan benda pada jarak sekitar 11 %m dari garis tengah

mukanya :tepat di depannya; - Bereaksi terhadap suara berupa kaget, menangis atau terdiam - Berpaling kepada suara atau bunyi yang dikenalnya - #emperhatikan wajah seseorang . bulan - #engangkat kepala /1 derajat :mungkin sampai B5 derajat; jika ditengkurapkan - #embuka dan menutup tangannya - 0ika diberdirikan diatas permukaan yang datar, kakinya menekan ke bawah - #engikuti gerakan mainan yang bergoyang dan berusaha men%apainya - #engikuti pergerakan benda di depan wajahnya, dari kanan ke kiri atau sebaliknya - #emperhatikan wajah lebih seksama - !ersenyum mendengar suara ibunya - #ulai mengeluarkan suara-suara 1 bulan - #ulai bisa menegakkan kepalanya dengan mantap - Berguling dari tengkurap ke terlentang - #enggapai benda - #engenali orang pada jarak tertentu - #endengarkan suara orang dengan seksama - !ersenyum spontan - #enjerit dengan gembira 3 bulan - +uduk tanpa bantuan - Bila diberdirikan, bisa menahan beberapa berat badannya - #emindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri atau sebaliknya - #emperhatikan benda yang dijatuhkan

- Bereaksi bila namanya dipanggil - Bereaksi bila dilarang - #engo%eh, menggabungkan &okal dan konsonan - Bergoyang dengan penuh suka %ita bila diajak bermain - Bermain %iluk-ba B bulan - Berusaha menggapai mainan yang berada diluar jangkauannya - !ampak keberatan bila mainannya diambil - #erangkak atau melata pada tangan dan lutunya - Berusaha untuk berdiri - Berdiri dengan berpegangan - #engu%apkan CmamaC atau CpapaC 1 bulan - +uduk dari posisi tengkurap - Berjalan dengan berpegangan, mungkin melangkah 1- langkah tanpa bantuan - Berdiri tegak tanpa bantuan untuk beberapa saat - #emanggil orangtuanya dengan menyebut CmamaC atau CpapaC - #inum dari gelas - Bertepuk tangan dan melambaikan tangannya.

2./

Teknik Pen+untikan 1. Semua obat suntik harus diisap ke dalam alat suntiknya . +#'$ harus diko%ok terlebi dahulu dengan baik. .. 'enyuntikan harus dilakukan dalam-dalam pada otot :intramus%ular; /. 0angan melakukan massase pada tempat suntikan.

1. Kedua hal terakhir ini sangat penting karena kalau tidak ditaati, maka pelepasan obat dari tempat suntikan akan diper%epat dengan akibat masa efektif kontrasepsinya menjadi lebih pendek. (Hanafi. H, 2004 : 168) 2.0 &ang .ole- "enggunakan $B suntik 3 .ulan a. 6anita yang sudah punya anak atau belum b. !idak ada kehamilan %. 9iwayat siklus haid teratur d. !idak terdapat fa%tor kontra indikasi. 2.1 $ontra)indikasi ,e"akaian $B suntik 3 .ulan 2 6,O menganjurkan untuk tidak menggunakan kontrasepsi suntikan pada ( Kehamilan Karsinoma payudara Karsinoma traktus genetalia 'erdarahan abnormal uterus 'ada wanita dengan diabetes atau riwayat diabetes selama kehamilan, harus dilakukan follow up dengan teliti, karena dari beberapa per%obaan laboratorium ditemukan bahwa +#'$ mempengaruhi metabolisme karbohidrat. (Hanafi. H, 2004) 2.3 E4ek sa",ing a.<angguan haid :amenorea, menoragia, metroragia, dan spotting; b. Keputihan %.0erawat, flek-flek hitam pada wajah dan hyperpigmentasi kulit. d. $lergi e.'erubahan berat badan f. 'using atau sakit kepala g. 'enurunan libido

h. ,ematoma i. +epresi j. 'ada sistem kardio&askular efeknya sangat sedikit, mungkin ada sedikit peninggian dari kadar insulin dan penurunan ,+--kolesterol. 2.5 Penanggulangan E4ek !a",ing 1. 'enanggulangan gangguan haid, seperti perdarahan. 'er%obaan untuk men%egah perdarahan ireguler yang disebabkan oleh kontrasepsi suntikan pada umumnya tidak memuaskan. #eskipun pernah di%oba untuk menggunakan suplemen estrogen se%ara rutin, tetap tidak terbukti bahwa hal ini mengurangi atau menghentikan gangguan pola haid, malah menurut para ahli akan dapat mengurangi sebagian keuntungan dari kontrasepsi suntikannya. Dang terpenting adalah konseling sebelum dan selama pemakaian metode kontrasepsi suntikan dan yang perlu mendapat perhatian dan pertolongan medis adalah perdarahan hebat atau perdarahan yang lama. "ntuk hal tersebut, 6,O menganjurkan ( o singkirkan dulu kemungkinan-kemungkinan penyebab lain dari perdarahannya o Bila perdarahan hebat atau lama disebabkan oleh kontrasepsi suntikan, maka tindakan yang harus diambil adalah ( pemberian tablet estradiol 1 m%g . kali sehari untuk . hari, atau 1 tablet pil oral kombinasi per hari untuk 1/ hari. bila hal tersebut tidak menolong, diberikan suntikan intramukular bestrogen sintetis seperti 1 mg estradiol %ypionate atau estradiol &alerate dalam larutan minyak, yang harus diulangi sekali lagi bila perdarahan tidak berhenti dalam / jam. Bila perdarahan tetap saja berlangsung terus, pertimbangkan untuk melakukan dilatasi dan kuretase. Sedangkan pabrik pembuat +#'$ menganjurkan untuk kejadian perdarahan hebat atau lama, pemberian per-oral ethynilestradiol 5,51 -

1,5 mg selama 3- 1 hari. Bila perdarahan tidak berkurang dalam 1 atau siklus, akseptor harus ganti ke metode kontrasepsi lain. . Berat badan yang bertambah #enginformasikan bahwa kenaikan berat badan merupakan efek dari +#'$ yang dapat merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus, yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. +engan memberikan penjelasan menyangkut hal tersebut, klien akan dapat menerima keadaannya. 0ika klien tetap tidak dapat menerima keadaan akibat efek samping kontrasepsi, maka sebaiknya klien dianjurkan untuk mengganti kontrasepsi suntik dengan metode yang lain.

BAB III TIN#AUAN $A!U!

3.1 PEN6$A#IAN DATA !empat 0am Oleh Data Suby !tif 1. Biodata Nama )bu "sia 'ekerjaan 'endidikan $gama $lamat . $lasan datang )bu mengatakan ingin suntik KB . bulan karena jadwalnya suntik ulang. .. Keluhan "tama )bu mengatakan tidak ada keluhan atau efek samping yang dirasakan ibu selama pemakaian KB suntik . bulan. /. 9iwayat ,aid Siklus haid -ama Banyaknya #enar%he $menorea ( tidak teratur. ( kadang /-1 hari ( 1- pembalut sehari, kadang juga perdarahan ber%ak. ( 1 tahun. ( E . bulan pertama setelah pemakaian KB suntik. ( Ny. >0? ( .. tahun ( )9! ( S#' ( )slam ( 0l. #awar @ 5Ano. B, Bedali )ndah Nama Suami ( !n. >#? "sia 'ekerjaaan 'endidikan $gama $lamat ( .2 tahun ( Swasta ( S#' ( )slam ( 0l. #awar ( B'S Ny. Nanik ,adi $.S ( 13.55 6)B ( 'utri Septyasari !anggalA,ari ( Sabtu, B 0uni 553

@ 5Ano. B, Bedali )ndah.

1. 9iwayat 'ernikahan )bu pertama kali menikah usia 18 tahun dan pernikahannya ini telah berlangsung selama 11 tahun. 2. 9iwayat Kesehatan Sekarang

)bu mengatakan saat ini tidak sedang menderita penyakit darah tinggi, tidak memiliki &arises, dan tidak sedang dalam keadaan hamil. 3. 9iwayat Kesehatan yang -alu )bu mengatakan tidak pernah menderita penyakit hipertensi, ken%ing manis, kanker payudara, dan tidak pernah operasi. 8. 9iwayat Kesehatan Keluarga )bu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang pernah atau sedang menderita penyakit menular ataupun menurun seperti tekanan darah tinggi, ken%ing manis, !B@, maupun kanker. B. 9iwayat Kehamilan, 'ersalinan, dan Nifas yang -alu N ,amil o 1 ke aterm 0enis 'ersalinan 'nlg 'eny bidan Nifas $S) 'eny / bln $nak BB.155 gr

SeF -

,A# ,

KB - suntik . bln slm B thn dan pil slm / thn - suntik . bulan sampai sekarang.

spontan

aterm

spontan

bidan

2 bln

.155 gr

15. 9iwayat KB )bu mengatakan setelah melahirkan anak ke-)), ibu memakai KB suntik . bulan selama / tahun dan selama pemakaian tidak ada keluhan seperti sakit kepala dan timbul jerawat.

11. 'ola Kebiasaan Sehari-hari a. 'ola )stirahat !idur siang 1- jam dan tidur malam 1-2 jam, tidak ada gangguan. b. 'ola Nutrisi #akan -. kali sehari dengan porsi lengkap, yaitu 1 piring nasi, sayur, dan lauk.

%.

'ola $ktifitas Sehari-hari ibu melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, bersih-bersih, men%u%i, dan lain-lain.

d. 'ola *liminasi B$K .-/ kali sehari, B$B 1 kali sehari, tidak ada keluhan. e. 'ola Kebersihan #andi kali sehari, ganti pakaian dan %elana dalam setiap kali ibu merasa kotor. 1 . 9iwayat <inekologi )bu mengatakan tidak pernah menderita kanker payudara, tumor, atau sifilis. 1.. +ata 'sikososial a. 'sikologis )bu mengatakan bahwa ikut KB suntik . bulan :+epo 'ro&era; atas kemauan sendiri dan mendapat ijin dari suami karena praktis. b. Sosial ,ubungan ibu dan suami serta keluarganya baik, suami memberikan persetujuan mengikuti KB suntik. Data "by !tif 1. 'emeriksaan "mum Keadaan "mum Kesadaran !ekanan +arah Nadi 'ernafasan Suhu BB .. 'emeriksaan Gisik a. )nspeksi Kepala ( bulat, rambut hitam, bersih, tidak rontok, tidak ada luka ( Baik ( @omposmentis ( 115A35 mm,g ( 85 FAmenit ( ( ( 35 kg. 5 FA menit;

. !anda-tanda 4ital :!!4;

#uka #ata ,idung !elinga #ulut -eher 'erut

( tidak pu%at, tidak ada jerawat, tidak ada %loasma atau flek-flek hitam pada wajah. ( simetris, konjungti&a tidak pu%at, s%lera tidak i%terus ( tidak ada pengeluaran sekret, tidak ada pernafasan %uping hidung, tidak ada polip. ( tidak ada pengeluaran sekret, bersih, pendengaran baik. ( lembab, tidak pu%at, tidak ada stomatitis. ( simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak ada bendungan &ena jugularis. ( tidak ada luka bekas operasi, tidak tampak adanya benjolan. ( bersih, tidak ada kondiloma, tidak oedema, tidak &arises, tidak ada keputihan, dan tidak ada pengeluaran %airan abnormal.

<enetalia luar

*kstremitas b. 'alpasi -eher

( simetris, tidak ada oedema, atau &arises pada ekstremitas atas maupun bawah.

( tidak ada pembesaran kelenjar tyroid A bendungan &ena jugularis

'ayudara ( tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan 'erut %. $uskultasi d. 'erkusi 3.2 IDENTI7I$A!I DIA6N%!A dan MA!ALAH +iagnosa +S +O ( Ny >0? '
55

( tidak ada nyeri tekan, tidak teraba benjolan abnormal.

*kstremitas ( tidak ada oedem, turgor kulit baik.

$b555 dengan akseptor KB Suntik . bulan.

( )bu mengatakan ingin KB suntik . bulan karena jadwalnya suntik ulang. ( - #uka ( tidak pu%at, tidak ada flek-flek hitam pada wajah. - #ata ( konjungti&a tidak pu%at, s%lera tidak i%terus

- -eher ( tidak ada pembesaran kelenjar tyroid - 'ayudara ( tidak ada tanda-tanda kanker payudara maupun kehamilan. - 'erut ( tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan - !!4 ( !ekanan +arah ( 115A35 mm,g Nadi 'ernafasan ( 85 FAmenit ( 5 FA menit;

3.3 ANTI!IPA!I MA!ALAH P%TEN!IAL 3. IDENTI7I$A!I $EBUTUHAN !E6E'A - 'enyuntikan sesuai prosedur. 3./ INTE'8EN!I +F !ujuan ( Ny >0? '
55

$b555 dengan akseptor KB Suntik . bulan. )bu mendapat suntikan KB . bulan :+epo 'ro&era; )bu mengetahui kapan waktu suntik ulang.

( Kehamilan dapat di%egah. ( (

Kriteria hasil )nter&ensi 1. keadaannya.

-akukan pendekatan dengan ibu serta jelaskan pada ibu tentang 9A +engan pendekatan dan penjelasan pada ibu, maka ibu akan lebih mudah mengerti dan menerima dalam tiap tindakan yang dilakukan.

0elasakan kondisi ibu sekarang sehubungan dengan pemakaian KB suntik . bulan. 9A +engan menjelaskan keadaan ibu saat ini, ibu dapat mengetahui bahwa dengan keadaannya seperti sekarang ibu masih boleh menggunakan KB suntik . bulan.

..

@iptakan suasana yang nyaman.

9A +engan men%iptakan suasana yang nyaman, klien dapat lebih leluasa dalam mengutarakan pendapatnya tentang kontrasepsi yang sedang dijalaninya dan masalah-masalah yang mungkin timbul pada klien setelah menggunakan kontrasepsi. /. 1. Siapkan peralatan untuk suntik KB dengan teknik asepti%. 9A kesiapan alat dapat mempermudah kelan%aran prosedur kerja. -akukan %u%i tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 9A +engan men%u%i tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan sabun dan air mengalir akan dapat menghindari kontaminasi mikroorganisme penyebab infeksi. 2. Siapkan klien. 9A #enyiapkan klien dengan posisi yang nyaman akan dapat mempermudah pelaksanaan tindakan. 3. -akukan penyuntikan sesuai prosedur. 9A 'enyuntikan sesuai prosedur akan men%egah adanya komplikasi lebih lanjut seperti terjadi kegagalan dengan kehamilan atau abses pada daerah bekas suntikan. 8. Beritahu klien kapan waktu kembali untuk suntik ulang. 9A $gar klien dapat tepat waktu untuk penyuntikkan berikutnya, hal ini demi men%egah kemungkinan kegagalan berupa kehamilan apabila klien terlambat waktu dalam melakukan penyuntikkan ulang. B. Beritahu klien untuk dating kembali bila memerlukan konsultasi apabila ada keluhan sewaktu-waktu. 9A $gar klien dapat merasa terlindungi dan petugas kesehatan dapat memberikan asuhan yang tepat dan keluhan klien dapat segera diatasi. 15. -engkapi rekam medik dan kartu klien, yang kemudian diserahkan pada klien untuk mengetahui waktu klien %ontrol ulang. 9A +engan pendokumentasian waktu %ontrol pada kartu klien dapat dipakai sebagai pengingat bagi klien kapan saatnya untuk suntik ulang.

3.0 IMPLEMENTA!I !anggal ( 5B 0uni 553 +F 1. ( Ny >0? '


55

$b555 dengan akseptor KB Suntik . bulan.

#elakukan pendekatan pada ibu dan keluarga dengan ramah dan penuh sopan santun agar menumbuhkan keper%ayaan pasien dan pasien lebi kooperatif sehingga dapat mempermudah dalam pemberian asuhan kebidanan.

#enjelasakan kondisi ibu sekarang sehubungan dengan pemakaian KB suntik . bulan, agar ibu dapat mengetahui bahwa dengan keadaannya seperti sekarang ibu masih boleh menggunakan KB suntik . bulan.

..

#en%iptakan suasana yang nyaman seperti menutup pintu dan jendela, agar klien dapat lebih leluasa dalam mengutarakan pendapatnya tentang kontrasepsi yang sedang dijalaninya dan masalah-masalah yang mungkin timbul pada klien setelah menggunakan kontrasepsi.

/.

#elakukan %u%i tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan sabun dan air mengalir agar dapat menghindari kontaminasi mikroorganisme penyebab infeksi.

1.

#enyiapkan peralatan untuk suntik KB . bulan agar mempermudah prosedur kerja, dengan ( jarum dan spuit depo pro&era 115 mg kapas al%ohol tempat sampah medis dan non medis.

2.

#elakukan penyuntikan sesuai prosedur agar dapat men%egah adanya komplikasi lebih lanjut seperti terjadi kegagalan dengan kehamilan atau abses pada daerah bekas suntikan, dengan %ara ( mengambil &ial depo pro&era dan mengo%ok dengan memutarnya untuk men%ampur larutan. mendesinfeksi tutup &ial dengan kapas al%ohol. menghisap depo pro&era dengan spuit se%ara tegak lurus sampai larutan dalam &ial benar-benar habis.

mengganti jarum spuit dengan jarum yang baru. memastikan tidak ada udara dalam spuit dengan %ara mendorong pendorong spuit ke atas sampai mun%ul gelembung udara pada ujung jarum spuit.

mendesinfeksi daerah yang akan disuntik yaitu H bagian atas dari S)$S :Spina )liaka $nterior Superior; dengan lumbal ke 4 menggunakan kapas al%ohol.

menyuntik se%ara intramus%ular dengan sudut B5I :tegak lurus; melakukan aspirasi dan jika tidak terhisap darah oleh spuit :benarbenar masuk ke jaringan otot;, kemudian masukkan perlahanlahan deponya, lalu spuit di%abut.

3.

!ekan area bekas suntikan dengan kapas al%ohol #embuang sampah yang habis digunakan ke tempat yang disediakan. #en%u%i tangan. B $gustus 553, agar klien dapat tepat waktu untuk

#emberitahu klien kapan waktu kembali untuk suntik ulang yaitu tanggal penyuntikkan berikutnya, hal ini demi men%egah kemungkinan kegagalan berupa kehamilan apabila klien terlambat waktu dalam melakukan penyuntikkan ulang.

8.

#emberitahu klien untuk dating kembali bila memerlukan konsultasi apabila ada keluhan yang penting bagi klien sewaktu-waktu. .

B.

#elengkapi rekam medik dan kartu klien, yang kemudian diserahkan pada klien untuk mengetahui waktu klien %ontrol ulang ( !anggal B 0uni 553, tekanan darah J 115A35 mm,g dan berat badan J 35 kg. Kontrol ulang tanggal B $gustus 553.

3.1 E8ALUA!I !anggal ( B 0uni 553 +F ( Ny >0? '


55

$b555 dengan akseptor KB Suntik . bulan.

S O

( )bu mengatakan telah disuntik KB . bulan. )bu juga telah mengetahui bahwa suntik ulang pada tanggal B $gustus 553. ( - )bu sudah disuntik dengan depo pro&era se%ara intramus%ular. - Kartu akseptor KB suntik tlah ditulis suntik ulang tanggal B $gustus 553.

$ '

( Ny >0? '

55

$b555 dengan akseptor KB Suntik . bulan.

( - $njurkan ibu untuk KB suntik ulang tepat waktu atau . hari lebih awal. - Beritahu ibu untuk tidak memanipulasi atau melakukan massase pada daerah bekas suntikan. - Beritahu ibu untuk dating kembali bila memerlukan konsultasi bila ada keluhan atau efek samping dari KB suntik . bulan.

A!UHAN $EBIDANAN PADA N& 9#: P2;;2 A.;;; $UN#UN6AN ULAN6 A$!EPT%' $B !UNTI$ 3 BULAN DI BP! N&. NANI$ HADI A.! BEDALI ) LA<AN6

Disusun ole- 2 Putri !e,t+asari ;/; .3

A$ADEMI $EBIDANAN <ID&A6AMA HU!ADA MALAN6 2;;1 $ATA PEN6ANTA'

+engan memanjatkan puji syukur kehadirat $llah S6! yang telah memberikan rahmat dan hidayah kepada kami sehingga kami dapat menyusun

laporan $suhan Kebidanan ini. Kegiatan 'raktek Kebidanan ini dilaksanakan mulai tanggal 5/ 0uni 553 7 . 0uni 553. +alam penyusunan laporan ini kami banyak mendapat bimbingan dan pengalaman. 'ada kesempatan ini kami mengu%apkan terima kasih kepada Dth ( 1. . .. /. 1. )bu Duliyanik, S.K# selaku +irektur $kademi Kebidanan 6idyagama ,usada #alang. )bu Nanik ,adi $.S, $md.Keb selaku pembimbing praktek di B'S beliau. )bu 'eni )ndrawati, S.K# selaku dosen pembimbing $kademi Kebidanan 6idyagama ,usada #alang. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan support yang sangat besar kepada penulis. +an seluruh teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan sehingga tersusun laporan ini. 'enulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. "ntuk itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan ini bermanfaat. $min.

#alang, 0uni 553

'enulis

BAB I8 PEMBAHA!AN

Setelah melakukan $suhan Kebidanan pada Ny. K0K '

55

$b555 dengan

akseptor KB suntik . bulan di B'S Ny. nanik ,adi $.S Bedali, -awang. 'enulis

tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek sedangkan masalah yang dihadapi oleh Ny. K0K yang berkaitan dengan pelayanan KB suntik . bulan tidak ada.

BAB 8 PENUTUP

/.1 $esi",ulan

+alam menegakkan diagnosa yang tepat diperlukan data-data tentang riwayat kebidanan, paritas, KB, psikologi, so%ial budaya, dan lain-lainnya yang kemudian dipadukan dengan data subyektif dan obyektif yang memerlukan hasil pemeriksaan umum dan pemeriksaan fisik. #asing-masing indi&idu memiliki respon yang berbeda terhadap metode kontrasepsi dalam hal ini KB suntik. ,al ini dipengaruhi oleh sifat manusia yang unik se%ara biopsikososial. /.2 !aran +alam menegakkan diagnosa yang tepat seharusnya pengkajian dilakukan sesempurna mungkin dalam mengkaji data subyektif dan obyektif. Kerjasama antara bidan dan klien sangat diperlukan dalam meme%ahkan masalah yang timbul sehingga mampu melaksanakan wewenang se%ara baik.

DA7TA' PU!TA$A

#anuaba, )da Bagus, #l$u % bidanan, %andun&an, dan %', *<@, 0akarta ( 1BB8

DB' - S', 'u!u (anduan (ra!ti) ( layanan %ontra) *)i, 0akarta ( 55. 'rawirohardjo, Sarwono, #l$u % bidanan, DB' - S', 0akarta ( 1BBB $rief, #ansjoer, %a*ita S l !ta % do!t ran +ilid #, #edia $es%ula 'ius, GK"), 0akarta ( 1BBB. Syl&ia, 4erral, , ra*an Dala$ % bidanan, *disi ., *<@, 0akarta ( 1BB3. 'u!u ( do$an ( tu&a) ( layanan %', +ep.Kes 9), 0akarta ( 1BB/.