Anda di halaman 1dari 15

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas

POKOK BAHASAN 10 PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS


I. PENGANTAR MODUL Langkah pertama dalam mekanisme Perencanaan Tingkat Puskesmas adalah menyusun RUK yang meliputi usulan kegiatan wajib dan usulan kegiatan pengembanga. RUK yang telah tersusun dibahas di dinas kesehatan kab/kota diajukan ke pemda melalui dinkes. Selanjutnya RUK yang sudah terangkum dalam usulan dinkes akan diajukan ke DPRD untuk memperoleh dukugan pembiayaan dan dukungan politis

II.

KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN Tujuan umum: Meningkatkan kemampuan ketrampilan peserta pelatihan dalam menyusun perencanaan kegiatan tahunan berdasarkan fungsi dan asas penyelenggara Tujuan Khusus: setelah selesainya pembahasan modul Perencanaan Tingkat Puskesmas, perserta latih mempunyai kompetensi: a. Peserta mampu menganalisis data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan program puskesmas. b. Peserta mampu memanfaatkan data kesehatan dan hasil evaluasi kinerja untuk menyusun rencana kegiatan puskesmas. c. Peserta mampu menyusun RUK Puskesmas untuk tahun berikutnya d. Peserta mampu menyusun RPK setelah diterimanya alokasi sumber daya untuk kegiatan tahun berjalan dari berbagai sumber

III.

ALOKASI WAKTU: Alokasi waktu yang digunakan untuk memahami poko bahasan ini adalah 8 jam @ 45 menit.

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 157

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


IV. PELATIH: Widyaiswara/fasilitator dari perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium.

V.

PROSES DAN METODA PEMBELAJARAN .

No 1 2 3

Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan Paparan tentang pentingnya perencanaan tingkat puskesmas Diskusi Analisis data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan program puskesmas. Diskusi Pemanfaatan data kesehatan dan hasil evaluasi kinerja untuk menyusun rencana kegiatan puskesmas Paparan hsil diskusi I dan II Penyusunan RUK Puskesmas untuk tahun berikutnya Penyusunan RPK setelah diterimanya alokasi sumber daya untuk kegiatan tahun berjalan dari berbagai sumber Diskusi penyusunan RUK dan Penyusunan RPK Pemaparaan hasil diskusi Penutup

Metoda Ceramah dan tanya jawab Ceramah dan Tanya jawab Diskusi kelompok Diskusi kelompok

Waktu 5 menit 15 menit 60menit

60menit

5 6 7

Seminar Paparan dan Tanya jawab Diskusi kelompok

45 menit 15 menit 15menit

8 9 10

Paparan dan Tanya jawab Diskusi kelompok Paparan dan Tanya jawab

90 menit 45menit 10 menit

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 158

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


VI. BAHAN AJAR: Manfaat Perencanaan Tingkat Puskesmas 1. Memberikan petunjuk untuk menyeleng-garakan upaya kesehatan secara efektif & efisien 2. Memudahkan pengawasan & pertanggung-jawaban 3. Dapat mempertimbangkan hambatan, dukungan dan potensi yang ada Fungsi Puskesmas Pusat penggerak pembanguan berwawasan kesehatan Pusat peberdayaan masyarakat dibidang kesehatan Pusat pelayanan kesehatan strata pertama (perorangan dan masyarakat) Ruang Lingkup Ptp mencakup : 1) Upaya kesehatan wajib 2) Upaya kesehatan pengembangan 3) Upaya kesehatan penunjang Dalam Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) pelaksanaan program kesehatan diwujudkan dalam bentuk upaya kesehatan masyarakat ( UKM ) dan upaya kesehatan perorangan ( UKP ) yang ditata sedemikian rupa agar saling mendukung untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kep.Menkes No. 128/Menkes/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas, pada hakekatnya reformasi puskesmas mengarah pada pemantapan fungsi puskesmas dalam UKP dan UKP essensial, termasuk pengembanga programnya sesuai dengan kemampuan dan kompetensi petugas puskesmas. 6 upaya wajib yang dilakukan puskesmas adalah promosi kesehatan, kesehatan lingkunga, KIA dan KB, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan. Selain itu puskesmas juga dapat melakukan upaya kesehatan pengembangan antara lain kesehatan sekolah, kesehatan olahraga, kesehatan kerja, kesehatan gizi dan mulut, dan kesehatan jiwa.

Manajemen Perencanaan Puskesmas Untuk terselenggaranya berbagai upaya kesehatan perorangan dan ipaya kesehatan masyarakat yang sesuai dengan asas penyelenggaraan Puskesmas perlu ditunjang oleh manajemen Puskesmas yang baik. Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan iuran Puskesmas yang efektif dan efisien.

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 159

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


Perencanaan adalah suatu proses sistematik untuk menentukan masalah, memperhitungkan sampai berapa jauh masalah dianggap sebagai kebutuhan yang harus dipecahkan, memformulasikan tujuan ( goals) dan sasran ( objektives ) yang realistik untuk mengurangi masalh tersebut, memilih alternative, menetapkan strategi intervensi program, merinci program dalam kegiatan, dan menilai hasil-hasil program yang dilaksanakan. Perencanaan adalah proses penyusunan rencana tahunan Puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Rencana tahunan puskesmas dibedakan atas dua macam. Pertma, rencana tahunan upaya kesehatan wajib. Kedua, rencana tahunan upaya kesehatan pengembangan. Perencanaan tingkat puskesmas adalah Suatu proses penyusunan rencana kegiatan puskesmas pada tahun yang akan datang yang dilakukan secara sistematis untuk mengatasi masalah atau sebagian masalah kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya . Tahapan Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) 1. Tahap persiapan Mempersiapkan staf puskesmas yang terlibat dalam proses Penyusunan PTP agar memperoleh kesamaan pandangan dan pengetahuan untuk melaksanakan tahap-tahap perencanaan. Ka pukesmas membentuk tim penyusun PTP yang anggotanya terdiri dari staf puskesmas menjelaskan pedoman PTP kepada tim agar dapat memahami pedoman, demi keberhasilan penyusunan PTP. bersama-sama tim mempelajari kebijakan dan pengarahan yang telah diterapkan oleh Dinkes Kabupaten Kota, Dinkes Prov, dan Depkes. 2. Tahap Analisis Situasi Untuk memperoleh informasi mengenai keadaan dan permasalahan yang di hadapi puskesmas melalui proses analisis terhadap data yang dikumpulkan. Ada dua kelompok yang perlu di kumpulkan data umum dan data khusus : Data umum terdiri atas a) peta wilayah kerja dan fasilitas pelayanan (format -1) b) data sumber daya terdiri atas Ketenagaan ( format 2a), Obat dan bahan habis pakai (format -2b), peralatan (format 2c), sumber pembiayaan (format-2d),sarana dan prasarana (format 2e) c) data peran serta masyarakat (format-3) d) data penduduk dan sasaran program (format -4) e) data sekolah(format-5) f) data kesling wilayah kerja puskesmas (format-6)

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 160

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


g) data khusus ( hasil penilaiaian kinerja puskesmas) terdiri atas data kematian (format-7), Kunjungan kesakitan (format-8), pola penyakit 10 besar penyakit (format-9) h) status kesehatan i) kejadian luar biasa /KLB (format-10) j) cakupan program Yankes 1 tahun terakhir per desa (format-11) k) hasil survey (bila ada) (format-12) 3. Tahap penyusunan rencana usulan kegiatan (RUK) Penyusunan RUK dilaksanakan dengan memperhatikan : a. Menyusun RUK kegiatan bertujuan untuk mempertahankan kegiatan yang sudah dicapai pada periode sebelumnya dan memperbaiki program yang masih bermasalah b. Menyusun Rencana kegiatan baru yang disesuakan dengan kondisi kesehatan diwilayah tersebut dan kemampuan puskesmas. Penyusunan RUK terdiri atas dua langkah 1) Analisa masalah dapat dilakukaan melalui kesepakatan kelompok tim penyusun perencanaan dan Konsil Kesehatan Kecamatan atau BMKM( badan musyawarah Kesehatan Masyarakat) a) Identifikasi masalah ( masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang menimbulkan rasa tidak puas dan ada upaya untuk menanggulanginya b) Menetapkan urutan prioritas masalah ( mengingat adanya keterbatasan kemampuan mengatasi masalah bersamaan dan sekaligus juga dlam teknologi, maka dipilih dengan kesepakatan Tim, jika tidak tercapai kesepakatan maka dilakukan mengunakan tools manajemen prioritas masalah seperti MCUS, hanlon dll c) Merumuskan masalah ( mencakup apa masalahnya, siapa yang terkena masalahnya, berapa besar masalahnya, dimana masalahnya dan bilaman masalah itu terjadi) d) Mencari akar penyebab masalah ( dapat digunakan diagram sebab akibat dari ishikawa/doagram tulang ikan, pohon masalah ataupun dari pendekatan sistem kemungkinan penyebab dari Input man , money, material, metode, machine, Proses pelaksanaan ( perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan penilaian) serta serta lingkungan

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 161

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


2). Penyusunan rencana usulan kegiatan : meliputi upaya kesehatan wajib, pengembangan dan penunjang. Yang meliputi : a) Kegiatan tahun yang akan datang ( meliputi kegiatan rutin, sarana/prasarana,operasional, dan program hasil analisis masalah) b) Kebutuhan sumber daya berdasar sumber daya yang ada sekarang c) Rekapitulasi rencana usulan kegiatan dan sumber daya yang dibutuhkan RUK disusun dalam bentuk matrik
Upaya kesehatan Kegiatan tujuan sasaran Target Indikator keberhasilan dana Kia/KB Pengobatan Gizi Kesling P2M Promkes alat tenaga Sbr biaya

4. Tahap /langkah penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan a. mempelajari alokasi kegiatan dan biaya yang disetujui b. membandingkan alokasi kegiatan yang disetujui dengan RUK yang diusulkan dan situasi pada saat penyusunan RPK c. menyusun rancangan awal, rincian dan volum kegiatan serta sumber daya pendukung menurut bulan lokasi dan pelaksanaan d. mengadakan lokakarya mini tahunan e. Membuat RPK yang telah disusun dalam bentuk matriks
n o Upaya kesehatan kegiata n Tujua n targe t Vol kegiata n Rincia n pelaks Lokas i pelak Tenaga plksan a jadwa l biay a

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 162

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


s 1 2 Kia /KB Pengobata n Gizi P2M Kesling Promles

3 4 5 6

Data umum Lo ka ka ry a mi ni

Proses persiapan

Penyususnan RUK

Penyusunan RPK

Data khusus

Tahap Persiapan

Tahap Analisis Data

Tahap Penyusuna n RUK

Tahap Penyusuna n RPK

Didalam membuat perencanaan perlu dilakukan analisis situasi. 4 langkah dalam melakukan analisis situasi, yaitu : 1. Analisis Masalah Analisis masalah adalah satu kesatuan upaya untuk : 1. menganalisis kondisi saat ini; 2. mengidentifikasi masalah utama; 3.mengidentifikasi sebab dan akibat, dan

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 163

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


2. Stakeholders Analysis Setelah menentukan hubungan sebab akibat, penting sekali menentukan siapa yang mendapatkan atau mengalami akibat dari masalah-masalah yang ada, dan apa peran seta partisipasi masingmasing ( jenis ) stakeholder dalam upaya menyelesaikan masalah. Tujuan utama dari stakeholders analysis adalah : 1. Untuk mendapatkan gambaran seluruh orang, kelompok, organisasi, dan institusi yang terkaitdengan keseluruhan kegiatan. 2. Untuk mengidentifikasi, mempertimbangkan, dan mengakomodasi berbagai minat dan harapan yang penting bagi pelaksanaan kegiatan, baik yang berasal dari perorangan maupun kelompok. Langkah-langkah Stakeholders Analysis adalah sebagai berikut : Langkah 1 : Identifikasi berbagai tokoh, kelompok, dan institusi utama yang terkait, dipengruhi, dan/atau mempengaruhi pelaksanaan kegiatan. : Telah peran, minat, kekuatan, dan kapasitas masingmasingnya ( misalnya penerima manfaat, kelompok sasaran, pelaku, dan sebagainya ) untuk partisipasi . : Identifikasi kemungkinan kerja sama dan kemungkinan terjadiny konflik diantara stakeholders. : Jelaskan temuan/hasil analisis hubungannya dengan desain kegiatan. dan tetapkan

Lnagkah 2

Lngkah 3 Langkah 4

Dalam melakukan stakeholders analysis perlu dibedakan antara kelompok sasaran dengan stakeholders dalam pengertian yang luas. Kelompok Sasaran adalah kelompok yang secara langsung dipengaruhi oleh masalah yang akanditangani dan menjadi penerima manfaat dari solusi yang diberikan oleh kegiatan. Stakeholders adalah individu, kelompok, institusi, instansi pemerintah, kelompok swasta termasuk kelompok sasaran yang memiliki minat dan/atau tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang akan ditangani. Secara rinci, stakeholders analysis adalah proses mengambil informasi tentang stakeholders, yaitu informasi mengenai : 1. Karakteristik stakeholders Karakteristik sosial : latar belakang etnik, pendidikan, aspek agama, aspek budaya.

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 164

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


Status kelompok : formal, informal, dll. Struktur : organisasi, kepemimpinan, dll. Situasi dan masalah : sudut pandang kelompok.

2. Kepentingan, motif, dan pelaku Kebutuhan dan harapan kelompok. Minat atau kepentingan : diekspresikan dengan terbuka, disembunyikan, atau ada kepentingan pribadi. Motif atau alasan kekhawatiran berpartisipasi : harapan, dugaan,

Perilaku terhadap pelaksanaan proyek dan kelompok lainnya : bersahabat, netral, bermusuhan.

3. Potensi Kekuatan kelompok : sumberdaya, hak-hak yang dimiliki, kekuatan monopoli. Kelemahan dan kekurangan yang dihadapi. Kemampuan kelompok untuk mengambil manfaat dari proyek. berkontribusi pada atau

4. Implikasi/keterlibatan pada kegiatan Dalam tahap apa seharusnya kelompok dipertimbangkan ? Aksi/tindakan apa yang harus diambil berkenan dengan kelompok ? Bagaimana seharusnya kegiatan bereaksi terhadap kelompok ?

Kerangka matrik di bawah ini dapat membantu menganalisis stakeholders yang terlibat dalam kegiatan. A. Matriks bagaimana masing-masing stakeholders dipengaruhi oleh masalah utama. Stakeholders Bagaimana stakeholders dipengaruhi oleh masalah Kapasitas/motivasi untuk menyelesaikan masalah Hubungan dengan stakeholders lainnya (kemitraan/ konflik)

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 165

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


B. Matriks bagaimana stakeholders. interveksi kegiatan mempengaruhi masing-masing

Matriks ini baru bisa diselesaikan setelah identifikasi tujuan kegiatan selesai. Stakeholders Tujuan utama Dampak positif Dampak stakeholders (manfaat ) negatif (costs ) Dampak netto

3.

Analisis penentuan tujuan Dilakukan dengan menggunakan hasil analisis pohon masalah. Pada dasarnya tujuan adalah (a) eliminasi sebab masalah, dan (b) eliminasi akibat negative yang ditimbulkan oleh masalah tersebut. Aalisis tujuan disusun dalam bentuk pohon tujuan yang menggambarkan hubungan antara cara pencapaian tujuan yang diperoleh. Langkah-langkah penyusunan pohon tujuan : Langkah 1 :Kemukakan kembali semua kondisi negatif yang tertera pada pohon masalah kedalam kondisi positif yang memuaskan dan dapat dicapai secara realistis. : Periksa hubungan antara cara pencapaian tujuan dan tujuan kegiatan yang dicapai/diperoleh, sehingga validitas dan kelengkapan isi pohon tujuan terpenuhi. :Jika memungkinkan : - tinjau kembali pernyataan-pernyataan yang ditulis. - tambahkan tujuan baru jika memungkinkan untuk dicapai pada tingkatan Diatasnya. - hapus tujuan tujuan yang tidak bermanfaat atau yang tidak penting.

Langkah 2

Langkah 3

4. Analisis alternative penerapan kegiatan Pada dasarnya adalah melakukan identifikasi jenis intervensi apa yang paling tepat dilakukan untuk mencapaitujuan tersebut ( intervensi terhadap sebab masalah dan intervensi terhadap akibat masalah ); memilih alternatif potensial; dan menetapkan satu alternatif potensial. Langkah-langkah analisis alternatif :

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 166

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


Langkah 1 : Identifikasi berbagai tujuan yang tidak ingin di capai, baik karena tidak memuaskan atau karena tidak mungkindicapai. : Identifikasi jenjang cara pencapaian tujuan.

Langkah 2

Langkah 3 : Tetapkan kriteria penilaian untuk mencapai tujuan yang optimal, seperti : - ketersediaan sumber daya - kemungkinan pencapaian tujuan - manfaat untuk kelompok sasaran - implikasi biaya - kelangsungan secara finansial dan ekonomi - kesanggupan memperbaiki dan memelihara asset - kesinambungan - kontribusi terhadap penguatan institusi - kekuatan institusi dan manajemen - dampak lingkungan - kesesuaian proyek dengan prioritas program atau sektor Tahap berikutnya penilaian dan penentuan program dilakukan dengan menyusun desai atau rencana berupa intervensi program pembangunan kesehatan. Untuk menentukan program dari beberapa alternative yang telah ditetapkan padatahapan sebelumnya, mana yang perlu dipilih, yaitu sebagai berikut : (a) biaya kecil dan terkecil ( affrodable ) diantara alternatif yang ada. (b) Manfaatnya ( benefitt ) paling besar diantara alternatif yang ada. (c) Resiko sosialnya kecil, misalnya penolakan oleh masyarakat, menimbulkan konflik social, dan lain-lain. (d) Kemungkinan keberhasilan besar, misalnya karena ketrsediaan teknologi.

Rencana Pelaksanaan dan Pengendalian Pelaksanaan dan pengendalian adalah proses penyelenggaraan, pemantauan serta penilaian terhadap penyelenggaraan rencana tahunanPuskesmas, baik rencana tahunan upaya kesehatan wajib maupun rencana tahunan upaya kesehatan pengembangan, dalamm mengatasi masalah kesehatan di wilayah

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 167

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


kerja puskesmas. Langkah-langkah pelaksanaan dan pengendalian adalah sebagai berikut : 1). Pengorganisasian Melalui pertemuan tahunan di Puskesmas, baik kegiatan lintas program maupun lintas sektor, menetapkan para penanggung jawab dan para pelaksana untuk setiapkegiatan serta untuk setiap satuan wilayah kerja. 2). Penyelenggaraan Setelah pengorganisasian selesai dilakukan, kegiatan selanjutnya adalah menyelenggarakan rencana legiatan Puskesmas, dalam arti para penanggung jawab dan para pelaksana yang telah ditetapkan pada pengorganisasian, ditugaskan menyelenggarakan kegiatan Puskesmas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. a). Mengkaji ulang rencana pelaksanaan yang telah disusun terutama yang menyangkut jadwal pelaksanaan, target pencapaian, lokasi wilayah kerja dan rincian tugas penanggung jawab dan pelaksana. b). Menyusun jadwal kegiatan bulanan untuk tiap petugas sesuai dengan rencana pelaksanaan yang telah disusun. Beban kegiatan Puskesmas harus terbagi habis dan merata kepada seluruh petugas. c). Menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. 3). Kendali Mutu Prinsip program kendali mutu adalah kepatutan terhadap berbagai standart dan pedoman pelayanan serta etika profesi, yang memuaskan pemakai jasa pelayanan yang telah dilaksanakan setiap 3-6 bulan sekali. 4). Kendali Biaya Penyelenggaraan kegiatan Puskesmas harus menerapkan program kendali biaya. Prinsip program kendali biaya adalah kepatuhan terhadap berbagai standar dan pedoman pelayanan serta etika profesi, yang terjangkau oleh pemakai jasa pelayanan.

Langkah - Langkah a. Secara singkat langkah-langkah dalam menyusun rencana pelaksanaan program program di Puskesmas adalah sebagai berikut : b. Mengidentifikasi indikator tiap-tiap kegiatan. Setiap kegiatan dalam program di Puskesmas mempunyai indikator masing-masing agar petugas dapat dengan mudah melaksanakan program/kegiatan tersebut maka perlu lebih dahulu diidentifikasi indikator dari program atau kegiatan itu. Contohnya:

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 168

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


Pelayanan kesehatan ibu dan bayi : a) Cakupan kunjungan ibu hamil K4 (95 %)

b) Cakupan pertolongan persalinan oleh Bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetisi kebidanan (90 % ) c) Ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk ( 100 % ) d) Cakupan kunjungan neonatus ( 90 % ) e) Cakupan kunjungan bayi ( 90 % ) f) Cakupan bayi berat lahir rendah / BBLR yang ditangani ( 100 % ) g) Menyusun target dari setiap indikator kegiatan c. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan Puskesmas. Identifikasi Intervensi Yang Cost Effective Analysis Pengertian Cost Effective Analysis ( CEA ) Cost artinya biaya; effective artinya tujuan tercapai. Untuk dapat melihat apakah suatu biaya yang digunakan mencapai tujuan (efektif) Cost effective analysis, maka salah satu cara yaitu membandingkan dengan analysis yang lain yang disebut Cost Beneft Analysis ( CBA ). Secara singkat CBA berarti biaya dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jadi dalam praktek analisis manfaat biaya (CBA) biasanya digunakan untuk pilihan proyek. Misalnyan ada 3 proyek; Proyek A, B, dan C. Pilihan proyek jatuh kepada proyek yang nilai CBAnya paling baik. CEA diarahkan untuk memilih alternatif penggunaan biaya. Contoh : Ada dana di Puskesmas sebesar Rp.100.000,-/bulan yang diperuntukkan kegiatan perbaikan gizi. Dalam hal ini ada 2 alternatif kegiatan, yaitu PMT Pemulihan dan PMT Penyuluhan. Kegiatan mana yang kita pilih ? Dengan dana Rp.100.000,- / bulan, maka jika kita memilih kegiatan PMT Pemulihan yang utama, hanya mencakup 5 pasien atau kasus. Tetapi jika pilihan yang kedua diambil, yaitu PMT Penyuluhan, mungkin akan menyelamatkan lebih dari 100 pasien atau kasus. Artinya jika kita harus memilih satu jenis kegiatan diantara dua kegiatan, maka terpilih alternatif kegiatan PMT Penyuluhan.

Evaluasi 1. Pemantauan Penyelenggaraan kegiatan harus diikuti dengan kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkala. Kegiatan pemantauan mencakup hal-hal sebagai berikut :

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 169

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas


i. ii. melakukan telaahan penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai yang dibedakan atas dua hal. Telaahan intern yakni telaahan bulanan terhadap penyelenggara kegiatan dan hasil yang dicapai oleh Puskesmas, dibandingkan dengan rencana dan standar pelayanan. Dan yang dipergunakan diambil dari Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) yang berlaku. Telaahan eksternal yakni telaahan triwulan terhadap hasil yang dicapai oleh sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama lainnya serta sektor lain terkait yang ada di wilayah kerja Puskesmas. Telaahan triwulan ini dilakukan dalam Lokar karya Mini Triwulan Puskesmas secara lintas sektor. menyusun sarana peningkatan penyelenggara kegiatan sesuai dengan pencapaian kinerja Puskesmas serta masalah dan hambatan yang ditemukan dan hasil telaahan bulanan dan triwulan.

iii.

iv.

Penilaian Kegiatan penilaian dilakukan pada akhir tahun anggaran. Kegiatan yang dilakukan mencakup hal-hal sebagai berikut : 1) melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai, dibandingkan dengan rencana tahunan dan standar pelayanan. Sumber data yang dipergunakan pad penilaian dibedakan atas dua. Pertama, sumber data primer yakni yang berasal dari SIMPUS dan berbagai sumber data lain yang terkait, yang dikumpulkan secara khusus pada akhir tahun. Kedua, sumber data sekunder yakni data dari hasil pemantauan bulanan dan triwulan, 2) menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan pencapaian serta masalah dan hambatan yang ditemukan untuk rencana tahun berikutnya.

Penugasan Peserta terbagi atas 5 kelompok, @ kelompok berjumlah 6 orang atau 2 kelompok puskesmas a. Berdasarkan data yang ada dalam kasus lakukan analisa data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan program puskesmas. b. Gunakan data yang sudah dianalisis sebagai sumebr informasi dan manfaatkan data kesehatan dan hasil evaluasi kinerja untuk menyusun rencana kegiatan puskesmas. c. Diskusikan dalam kelompok , kemudian Buatlah RUK Puskesmas untuk tahun berikutnya d. Diskusikan upaya dalam menyusun RPK setelah diterimanya alokasi sumber daya untuk kegiatan tahun berjalan dari berbagai sumber

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 170

Pokok Bahasan 10: Perencanaan Tingkat Puskesmas

Penutup Perencanaan adalah proses penyusunan rencana tahuanpuskesmas untuk mengatasi masalah kesehatn diwilayah kerjanya. Rencana tahunan Puskesmas dibedakan atas dua macam pertama rencana tahunan upaya kesehatan wajib dan rencana tahunan upaya kesehatan pengembangan.

Kepustakaan Dirjen BinKesMas, Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas, 2006 Trihono, Manajemen Puskesmas berbasis Paradigma Sehat,2005 Kepmenkes nomor 128/Menkes/SK/II/2004 Lebijakan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.

Modul Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Eksekutif Kesehatn di NTT

Page 171