Anda di halaman 1dari 3

Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau

kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satusatunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur.

Diketahui 9 dari 1 orang yang menderita hipertensi tidak dapat diidenti!ikasi penyebab penyakitnya. "tulah sebabnya hipertensi di#uluki pembunuh diam-diam atau silent killer. Seseorang baru merasakan dampak gawatnya hipertensi ketika telah ter#adi komplikasi. $adi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan !ungsi #antung% koroner% !ungsi gin#al% gangguan !ungsi kogniti! atau stroke .Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya. Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi (high case !atality rate) #uga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung para penderita. &erlu pula diingat hipertensi berdampak pula bagi penurunan kualitas hidup. Hipertensi sebenarnya dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. $ika salah satu orang tua terkena Hipertensi% maka kecenderungan anak untuk menderita Hipertensi adalah lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita Hipertensi. Diagnosis Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi #ika tekanan darah sistolik'diastoliknya melebihi 1( '9 mmHg (normalnya 1) '* mmHg). Sistolik adalah tekanan darah pada saat #antung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat #antung mengkerut). Diastolik adalah tekanan darah pada saat #antung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong). Sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah #elas% sehingga klasi!ikasi Hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit #antung dan pembuluh darah. +enurut ,H-% di dalam guidelines terakhir tahun 1999% batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 1. '*/ mmHg% sedangkan bila lebih dari 1( '9 mmH0 dinyatakan sebagai hipertensi1 dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. (batasan tersebut diperuntukkan bagi indi2idu dewasa diatas 18 tahun). Gejala +ekanisme Ter#adinya Hipertensi 0e#ala-ge#ala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk

terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan gin#al% pendarahan pada selaput bening (retina mata)% pecahnya pembuluh darah di otak% serta kelumpuhan. PenyebabBerdasarkan penyebabnya% Hipertensi dapat digolongkan men#adi ) yaitu 3 1.

).

Hipertensi esensial atau primer &enyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. 4amun% berbagai !aktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer% seperti bertambahnya umur% stres psikologis% dan hereditas (keturunan). 5urang lebih 9 6 penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer sedangkan 1 6 nya tergolong hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder/li> Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui% antara lain kelainan pembuluh darah gin#al% gangguan kelen#ar tiroid (hipertiroid)% penyakit kelen#ar adrenal (hiperaldosteronisme)% dan lain lain. 5arena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial% maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditu#ukan ke penderita hipertensi esensial.

3. (.

Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di dalam arteri bisa ter#adi melalui beberapa cara3 - $antung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya - Ter#adi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lan#ut. 7rteri besar kehilangan kelenturannya dan men#adi kaku% sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat #antung memompa darah melalui arteri tersebut. 5arena itu darah pada setiap denyut #antung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. - 8ertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini ter#adi #ika terdapat kelainan !ungsi gin#al sehingga tidak mampu membuang se#umlah garam dan air dari dalam tubuh. 9olume darah dalam tubuh meningkat% sehingga tekanan darah #uga meningkat. -leh sebab itu% #ika akti2itas memompa #antung berkurang% arteri mengalami pelebaran% dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. +aka tekanan darah akan menurun atau men#adi lebih kecil. Berdasarkan faktor pemicu% Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur% #enis kelamin% dan keturunan. &ada : -* 6 kasus Hipertensi primer% didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. 7pabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua% maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi #uga banyak di#umpai pada penderita kembar mono;igot (satu telur)% apabila salah satunya menderita Hipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa !aktor genetik mempunyai peran didalam ter#adinya Hipertensi. Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan'obesitas% stress% kurang olahraga% merokok% serta konsumsi alkohol dan garam. <aktor lingkungan ini #uga

berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan Hipertensi% diduga melalui akti2asi sara! simpatis. Sara! simpatis adalah sara! yang beker#a pada saat kita berakti2itas% sara! parasimpatis adalah sara! yang beker#a pada saat kita tidak berakti2itas. &eningkatan akti2itas sara! simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). 7pabila stress berkepan#angan% dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. ,alaupun hal ini belum terbukti% akan tetapi angka ke#adian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota. 8erdasarkan penyelidikan% kegemukan merupakan ciri khas dari populasi Hipertensi dan dibuktikan bahwa !aktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan ter#adinya Hipertensi dikemudian hari. ,alaupun belum dapat di#elaskan hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial% tetapi penyelidikan membuktikan bahwa daya pompa #antung dan sirkulasi 2olume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal. Pencegahan Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan akti2itas !isik yang cukup. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko Hipertensi walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti.