Anda di halaman 1dari 43

Sifat material

Drg. Martha Mozartha, M.Si

Sifat fisik

Sifat kimia
Sifat material

Sifat mekanik

Sifat biologis

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan material KG : 1.Biokompatibilitas 2.Sifat fisik-kimia 3.Karakteristik penanganan 4.Estetika 5.Ekonomis

Sifat ideal material KG : 1.Biokompatibel 2.Stabil dan tahan lama 3.Tahan terhadap korosi dan zat kimia 4.Dimensi stabil 5.Konduktivitas panas dan listrik minimal 6.Estetis 7.Manipulasi mudah 8.Mempunyai sifat adhesi dengan jaringan 9.Tidak ada bau dan rasa 10.Dapat dibersihkan dan diperbaiki 11.Biaya efektif

SIFAT FISIK
Meliputi : Optik --> warna,hue, value chroma Termodinamik --> konduktivitas thermal, koefisien ekspansi thermal Mekanik--> viskositas

OPTIK
- Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yg melibatkan fenomena fisika yg berkaitan erat dengan cahaya - Cahaya gelombang elektromagnetik, dgn kecepatan

- Saat cahaya mengenai permukaan, ia bereaksi dgn permukaan tsb dgn beberapa cara, yaitu refleksi, absorpsi, refraksi, difusi, scattering, dsb

Bayangkan resin komposit yg dipoles dan yg tidak

Scr garis besar, material dapat digolongkan mjd :


-Opaque --> material yang menghambat jalannya cahaya, hny sedikit cahaya yg ditransmisikan material yg opaque dpt menyerap sedikit cahaya, sisanya direfleksikan Contoh: material logam -Translucent --> material yg dpt ditembus cahaya secara difusi tapi cahaya tsb didispersikan (scattering) --> tidak tembus pandang Contoh: material resin komposit -Transparent --> cahaya dpt masuk menembus permukaan material, hanya sedikit yg didistorsi dan direfleksikan --> tembus pandang Contoh: kaca

- Cahaya berjalan dlm gelombang dgn panjang yg berbeda2 - Mata manusia mampu menangkap cahaya dgn panjang gelombang 400-700 nm - Panjang gelombang menentukan warnanya, - Cahaya dgn pendek (400nm) --> violet, panjang (700nm) -> merah - Warna dengan panjang gelombang tunggal Monokromatik

- Warna yg terbentuk dgn mencampur cahaya dgn panjang gelombang yg berbeda polikromatik - Warna sering diklasifikasikan berdasarkan model chromaticity diagram (HSL classification system) - H : Hue - S : Saturation - L : Lightness - Warna putih ada di tengah2 diagram--> putih adl gabungan dari seluruh panjang gelombang cahaya

Tiga dimensi warna


- Deskripsi verbal tidak cukup tepat dlm mendeskripsikan penampilan gigi --> perlu 3 variabel yg diukur utk menggambarkan persepsi warna scr akurat, yaitu: *Hue * Value * Chroma - Pd bidang KG, 3D warna ini sangat penting tutama dlm pemilihan warna utk pembuatan veneer, crown, inlay, atau tumpatan RK

Hue
Warna dominan dari suatu obyek (cth : merah, hijau, biru), bergantung panjang gelombang dominan dlm distribusi spektral

Chroma
Perbedaan dlm intensitas/kekuatan warna Chroma mewakili derajat saturasi dari hue tertentu Makin tinggi chroma, makin intens suatu warna Chroma tdk dpt berdiri sendiri, selalu berkaitan dgn hue dan value.

Value
muda/tuanya suatu warna, utk obyek yg mendifusi /merefleksikan cahaya (spt gigi atau crown) - Brightness atau darkness - Gigi dan obyek lain dpt dpisah menjadi warna yg lebih terang ( value >>), atau lebih gelap (value <<)

Tiga dimensi warna

Di bidang KG
Penentuan warna protesa (terutama porselen) dibantu dgn penggunaan shade guide Tampilan suatu objek bergantung pada spektrum cahaya yg meneranginya -> Metamerisme
Obyek yg nampak berwarna sama dilihat dengan satu jenis cahaya, mungkin nampak berbeda di bawah sumber cahaya yang lain.

Kekentalan/Viskositas
Ketahanan suatu bahan/cairan untuk bergerak Ukuran konsistensi suatu cairan beserta kemampuannya untuk mengalir

Daya tahan bahan terhadap daya alir (flow)

Kekentalan/Viskositas
Makin viskositas, makin kental suatu bahan, makin sulit mengalir Reologi ilmu yang mempelajari karakteristik aliran dari suatu bahan Tiksotropik Suatu jenis cairan yg menjadi kurang kental/lebih cair di bawah tekanan Contoh: pasta gigi, plaster,beberapa bahan cetak

Adhesion
- Bila dua zat berkontak rapat satu sama lain, molekul kedua zat tsb saling melekat - Gaya tarik-menarik antara dua molekul yang berlainan jenis = adhesi, sedangkan antara molekul yg sama = kohesi - Bahan/film yg ditambahkan spy tjd adhesi = adhesive, bahan yg dilekatkan = adherend - Adhesi dpt juga didefinisikan: atraksi antara molekul/atom pd dua permukaan yg berbeda - Kohesi : gaya atraksi antara molekul/atom di dalam suatu material (bukan di permukaan)

Adhesion
Faktor yg mempengaruhi adhesi: - Wetting: sejauh mana material adhesive membasahi permukaan adherend->menyebar di permukaannya Wetting dipengaruhi sudut kontak antara adhesive dgn permukaan adherend Kontak rapat antara 2 permukaan->makin baik jika luas permukaan >> - Viskositas bahan adhesive - Permukaan harus bersih dari kontaminan
Kontaminan-> menurunkan energi permukaan

Adhesion
Good wetting -> sudut kontak kecil <90 mendekati 0

Adhesion
Energi permukaan (pada adherend)
- Atom/molekul pd permukaan material solid memiliki energi lebih tinggi drpd atom bagian interior material -> atom pd permukaan tdk stabil (tdk berikatan dgn atom tetangga) - Adanya kontaminan -> me kan energi permukaan

Tegangan permukaan (pada adhesive)


- gaya atraksi antara atom/molekul di permukaan likuid - tegangan permukaan , atom/molekul berikatan dgn kuat -> sulit menyebar di atas permukaan solid

Adhesion
Makin kecil sudut kontak antara adhesive & adherend, makin baik kemampuan adhesive utk mengisi irregularitas pd permukaan adherend Fluidity dari adhesive mempengaruhi kemampuannya utk mengisi irregularitas tsb Good adhesion --> adhesive dgn tegangan permukaan dan adherend dgn energi permukaan

Thermal Conductivity
- Panas yg dihantar melalui zat padat --> paling sering melalui proses konduksi - Konduksi --> melalui pergerakan elektron&interaksinya dgn atom - Thermal conductivity ukuran termofisika : seberapa baiknya panas ditransfer melalui suatu material oleh aliran konduktif - Jika ada porositas, berarti daerah yg tersedia utk konduksi mjd berkurang -->kecepatan aliran panas mjd berkurang

Thermal Conductivity

Material yg memiliki konduktivitas thermal tinggi konduktor, rendah insulator


- Satuan internasional Watt/meter/K - Makin tinggi nilai --> makin besar kemampuan bahan tsb dlm mentransmisikan energi panas - Thermal conductivity resin komposit << metal restorasi metal dpt menginduksi sensitivitas pulpa-> perlu basis dibawah restorasi

Thermal Conductivity

- Dental material yg akan digunakan intraoral tdk perlu mjd konduktor yg baik - Susunan atom logam di mana atom2nya bebas --> konduktor yg baik --> mgkn tjd arus listrik intraoral - Yg paling umum, arus tjd krn adanya kontak dissimilar metal (logam yg komposisinya beda) - Cth : restorasi amalgam di RA berkontak dgn restorasi emas di RB yg berkontak saat mengunyah --> difasilitasi saliva (sbg elektrolit)

Koefisien Ekspansi Thermal


Perubahan panjang per unit panjang asal dari suatu benda bila temperatur dinaikkan 10C Restorasi gigi dpt ekspansi/kontraksi melebihi gigi, jika tdpt
perubahan temp-> dpt tjd marginal microleakage (kebocoran mikro pada tepi tumpatan) -> koef termal ekspansi restorasi tdk boleh beda jauh dgn gigi

Koefisien Ekspansi Thermal


Ekspansi termal inlay wax , rentan thdp perubahan suhu -> pola malam yg sdh pas dgn gigi yg sdh dipreparasi dpt berubah jika disimpan di suhu panas/dingin Koef ekspansi termal -> penting pada pembuatan restorasi metal-porselen Porselen berkontraksi>>metal selama pendinginan stlh proses pembakaran-> koef metal & porselen tdk boleh beda jauh

SIFAT MEKANIK
ilmu fisika yang berhubungan dengan tekanan dan energi serta efeknya pada benda Respons yg terukur, dapat berupa reversibel/irreversibel

Stress-Strain
Stress (Tekanan):
Gaya per unit daerah yg bekerja pada berjuta atom atau molekul, pada bidang tertentu suatu material. - Gaya tarik menghasilkan tekanan tarik (tensile stress) ; gaya kompresi menghasilkan compression test; gaya geser menghasilkan shear stress

Stress-Strain
Strain (Regangan):
Perubahan panjang per unit panjang mula-mula
=l/lo Bila material mengalami stress -> meregang Regangan : - elastik (deformasi elastik) - plastik (deformasi plastik)

Stress-Strain
Deformasi elastik
- Bersifat reversibel - Bila gaya dihilangkan-> kembali ke bentuk semula

Deformasi plastis
- Bersifat irreversibel & permanen - Bila gaya dihilangkan-> tidak kembali ke bentuk semula

Kurva stress-strain

Proportional Limit (PL)

Kurva stress-strain Email dan Dentin

Jika melebihi PL, stress tidak lagi seimbang dengan strain -> deformasi plastis

Macam gaya mekanis


- Tension stress - Compression stress - Shear stress

Flexural stress: kombinasi dari beberapa tekanan

- Tension stress - Compression stress - Shear stress

Tekanan pada mahkota jembatan 3 unit (A) dan jembatan cantilever 2 unit (B)

Modulus of Elasticity
Menggambarkan kekakuan (rigidity) relatif dari suatu material E = Tekanan = = P/A GPa Regangan l/l0
E email = 3x > dentin, dapat mencapai 7x >> Email lebih kaku dan lebih rapuh; dentin lebih lentur dan kuat

Ductility
Kemampuan suatu bahan untuk menahan deformasi plastik sebelum bahan tersebut patah Disebut juga kelenturan

Material ductile: mampu mengalami elongasi pada saat menerima tensile stress - contoh: kawat

Brittleness
Ketidakmampuan relatif dari suatu bahan untuk menahan deformasi plastik sebelum bahan tersebut patah Disebut juga kerapuhan Material brittle: tidak dapat memanjang saat menerima tekanan tarik Contoh : keramik

Hardness (Kekerasan)
digunakan utk memperkirakan ketahanan aus suatu bahan dan kemampuannya untuk mengikis struktur gigi lawannya ketahanan abrasi Pengujian yg paling sering digunakan utk menentukan kekerasan dental material -> Brinell, Rockwell, Vickers, Knoop

SIFAT KIMIA
- Hampir semua material mengalami interaksi dengan berbagai lingkungan. - Interaksi ini dapat berupa reaksi kimiawi - Interaksi ini seringkali menyebabkan penurunan sifat mekanis, sifat fisik, atau penampilan material. - Mekanisme kerusakan ini berbeda untuk ketiga tipe bahan (logam, keramik, dan polimer) - Pada logam dan keramik, proses kerusakan sering disebut korosi, pada polimer disebut degradasi.

Definisi Korosi
Perubahan destruktif pada material yang dikarenakan pengaruh lingkungan, dan merupakan reaksi kimia.

Galvanic corrosion
- 2 logam atau alloy yg berbeda yg direndam dlm suatu elektrolit dihubungkan secara elektrik --> tjd perbedaan potensial elektrik --> menghasilkan aliran listrik - Logam yg lebih reaktif akan mengalami korosi - Logam yg lebih inert atau noble metal adl. Katoda --> terlindung dari korosi. - Kecepatan korosi galvanik tgantung pd daerah permukaan anoda-terhadap-katoda yg terekspos ke elektrolit --> makin kecil daerah permukaan anoda, makin cepat terkorosi
Contoh : skrup baja yg terkorosi saat berkontak dgn brass dlm air laut