Anda di halaman 1dari 63

Dadang Irfan Husori, M.Sc., Apt.

Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Gout adalah penyakit yang diakibatkan oleh terjadinya

Definisi

pengendapan garam asam urat dan kristal asam urat di dalam atau disekitar jaringan lunak, atau terjadinya kristalisasi asam urat di saluran kemih. Pengendapan terjadi akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh (hiperurisemia). Sendi-sendi tempat terjadinya pengendepan terutama adalah jari-jari kaki, dengkul/lutut, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku menimbulkan nyeri, inflamasi dan kekakuan. - peningkatan biosintesis asam urat hiperurisemia - penurunan ekskresi asam urat

ETIOLOGI

Asam urat adalah produk akhir normal dari degradasi senyawa purin. Asam urat di eksreksi terutama melalui ginjal Manusia tidak memiliki uricase enzim untuk memecah asam urat menjadi bentuk larut lagi.

Hiperurisemia : terjadinya sebagai peningkatan simpangan deviasi 2 poin di atas nilai normal 7,0 mg/dL.
Konsentrasi 7,0 mg/dL ini merupakan batas kelarutan untuk (monosodium urat/MSU) dalam plasma. Pada konsetrasi yang lebih tinggi, MSU lebih mungkin untuk mengendapkan dalam jaringan.

Purin
hipoxanthin xanthin Asam urat Xanthin oksidase

Ekskresi
Sal. Kemih

Ekskresi Sal. cerna

Deposisi pada jaringan


Kristal asam urat Fagositosis(infl amasi akut dan arthritis
4

microtophi

Sumber Purin

Alkohol, kopi & soft drink Melinjo dan emping Kacang-kacangan Asparagus, jamur, bayam matang, dan sawi Daging kambing Jeroan dan gajih (lemak) Kerang-kerangan Bebek dan kalkun Salmon, mackerel, sarden, kepiting, udang, dan beberapa ikan lainnya Krim (termasuk es krim)

Epidemiologi
Insiden meningkat secara signifikan selama beberapa dekade terakhir.

Sekitar 2,1 juta di seluruh dunia


Insiden puncak terjadi pada di atas usia 40 (tetapi dapat terjadi pada semua

usia)
Gout adalah 5X lebih umum pada laki-laki daripada perempuan pra-

menopause. Insiden pada wanita meningkat setelah menopause??? Setelah usia 60, insiden pada wanita mendekati tingkat pada pria.

Epidemiologi
Prevalensi hiperurisemia : 2,6-47,2% bervariasi pada berbagai populasi. Prevalensi gout : 1-15,3%. Insidensi gout : - 4,9% (kadar asam urat darah >9 mg/dL) - 0,5% (kadar 7-8,9 mg/dL) - 0,1% (7 mg/dL) - Insidensi kumulatif gout : 22% setelah 5 tahun, pada >9 mg/dL

Classification of Hyperuricemia
Overproduksi Asam Urat
Sekitar 10% pada kasus hiperurisemia Genetic disorders: kesalahan mekanisme regulasi sintesis nukleotida purin.

Defisiensi HGPRT (Hypoxanthine-guanine phosphoribosyltransferase) Enzim yang mengkatalisis konversi hiposantin menjadi inosin monofosfat dan guanin menjadi guanosin monofosfat. HGPRT mengkatalisis produksi nukleotida. superactivity PRPP (5-phospho--D-ribosyl 1-pyrophosphate) synthetase. Mentransfer senyawa fosforibose menjadi berbagai produk seperti AMP, GMP

Ekstresi Asam Urat yang menurun


>90% dari kasus hiperurisemia Brkurangnya laju sekresi tubular, peningkatan reabsorpsi tubular, berkurangnya filtrasi

asam urat

Faktor Resiko
Keturunan Pria

Wanita menopause
Penggunaan obat (Diuretics, aspirin, siklosporin) Gagal ginjal

Penyakit hematologi
Alkohol

Konsumsi tinggi danging dan seafood Hipertensi

Manifestasi klinis
1. Hiperurisemia, kadar asam urat dalam darah meninggi. 2. Gout akut: nyeri hebat, bengkak, merah dan teraba panas pada persendian dan akan sangat terasa pada waktu bangun tidur di pagi hari. 3. Terdapat kristal urat yang khas dalam cairan sendi (pemeriksaan). 4. Adanya serangan pada satu sendi, terutama sendi ibu jari kaki. 5. Sendi terlihat kemerahan. 6. Pembengkakan asimetris pada satu sendi. 7. Tidak ditemukan bakteri pada saat serangan dan inflamasi.

http://gouttips.info

Serangan Gout
Hiperurisemia Asimptomatik
Umumnya abnormalitas biokimia Simpangan deviasi 2 poin di atas nilai normal Kdr asm urat Mayoritas tidak mengalami simptom

Acute Intermittent Gout (Gout Arthritis)


Mengalami serangan akut gout.

Intercritical Gout
Pasien mengalami serangan gout dalam interval waktu berbeda.

Chronic Tophaceous Gout


Kondisi penyakit gout sudah stabil Terjadi deposisi kristal asam urat, inflamasi sel Biasanya terjadi setelah 10 tahun atau lebih mengalami acute intermittent gout.

Patogenesis Inflamasi pada Gout


Hiperurisemia memicu akumulasi asam urat di

ekstraseluler
Terbentuk kristal asam urat

Kristal asam urat terdeposit di jaringan


Inisiasi terjadi inflamasi Serangan

Diagnosis
Analisis Cairan Sinovial . Pemeriksaan standar untuk pemastian gout

kristal monosodium urat monohidrat yang telah ditelan oleh neutrofil

TUJUAN PENGOBATAN
Gout diobati tanpa menimbulkan komplikasi
Mengakhiri serangan gout Mengendalian rasa sakit dan inflamasi Mencegah serangan berikutnya Mencegah komplikasi seperti batu ginjal

Purine nucleotides
hypoxanthine xanthine Uric acid Oxypurinol Allopurinol Xanthine oxidase

Urinary excretion

Alimentary excretion

Tissue deposition in excess


Urate crystal microtophi

uricosurics colchicine Phagocytosis with acute inflammation and arthritis NSAID


20

Manajemen Pengobatan
1. Terapi Non farmakologi

A. diet makanan yang mempunyai purin tinggi B. Menghindari konsumsi alkohol C. Mengurangi stress D. Berat badan normal E. Minum air putih dalam jumlah cukup F. Mengurangi konsumsi lemak (pembakaran lemak menghasilkan energi dan keton, keton menghambat ekskresi asam urat

DIET

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin: Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng. Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung. Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan. Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengkonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengkonsumsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengkonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala tingginya asam urat darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Hal yang juga perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap terhadap gejala, dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut.

2. Terapi Farmakologi

Obat urikosurik : me ekskresi asam urat, me (-)

konsentrasi dlm plasma Kolkisin : efek thd mobilitas granulosit Alopurinol : inhibitor selektif tahap akhir biosintesis asam urat Senyawa NSAID yg tdk mengandung salisilat dpt menghasilkan peredaan simtomatik, & bbrp juga bersifat urikosurik

Pengobatan pirai
Akut :
Menghentikan proses inflamasi Menghilangkan gejala (terapi simptomatis)

Kronis :
Menurunkan kadar asam urat Memobilisasi asam urat Menghambat pembentukan tofi Menghilangkan penyebabnya (terapi kausatif )

Kolkisin Sgt efektif thd artritis pirai untuk :


Serangan akut Profilaksis serangan

Kolkisin : suatu alkaloid yg berasal dari

colchicum autumnale

Kolkisin
Sifat farmakologis A. Efek pada pirai tidak mempengaruhi ekskresi asam urat melalui ginjal atau konsentrasi dlm darah

menghambat migrasi granulosit ke daerah

radang serta me aktivitas metabolik & fagositik granulosit shg me(-) pelepasan asam laktat & enzim proinflamatory yg terjadi selama fagositosis dan memutus siklus yg mengarah pd respon peradangan

Neutrofil yg terpajan ke kristal urat, menelan

kristal tsb & menghasilkan suatu glikoprotein senyawa penyebab artritis pirai akut Kolkisin mencegah perluasan glikoprotein ini oleh leukosit

Kolkisin
B. Efek terhadap pembelahan sel menghentikan pembelahan sel tumbuhan & hewan in vitro & in vivo Kolkisin konsentrasi tinggi dpt secara sempurna mencegah sel mengalami mitosis dan sel tsb sering mati

Kolkisin
C. Efek lain Menghambat :
pelepasan granul yg mengandung histamin dari

sel mast Sekresi insulin dari sel beta pankreas Gerakan granul melanin dlm melanofor

Kolkisin
C. Efek lain Senyawa ini dpt juga :
Me suhu tubuh
Me kepekaan thd depresan pusat Mendepresi pusat penafasan Me respon thd senyawa simpatomimetik Vasokontriksi Menginduksi hipertensi dgn menstimulasi

vasomotor pusat Me aktivitas sal.cerna

Kolkisin
D. Farmakinetika dan metabolisme Absorpsi cepat stlh pemberian oral Konsentrasi puncak dlm plasma stlh 0,5-2 jam Ekskresi dalam feses, urin Pada pasien pykt hati, eliminasi oleh hati berkurang

E. Efek Toksik 1. mual, muntah, diare, nyeri perut (untuk


me(-) efek samping : hentikan pemakaian obat) 2. gastroenteritis hemoragik, kerusakan pblh darah, nefrotoksisitas, depresi otot, paralisis SSP 3. agranulositosis, anemia aplastik, miopati, alopesia (pemakaian jk.panjang)

F. Penggunaan terapeutik

Efektif meredakan dan mencegah serangan pirai akut Hati-hati penggunaan pada pasien usila, pykt jantung,hati,sal.cerna. Jika tidak merespon thdp kolkisin indometasin atau NSAID

G. Penggunaan Profilaksis

Pirai kronis kolkisin berguna sbg zat profilaksis

Dosis profilaksis bergantung pd frekuensi dan

keparahan serangan Dosis oral 0,5 mg 2-4x seminggu atau utk bbrp pasien dipakai 1,8mg /hari Pemberian setiap hari berguna untuk
pencegahan serangan poliserositis paroksismal

familial amiloidosis ggn kulit (psoriasis, sindrom Behcet)

Proses terjadinya osteoartritis pada penyakit Pirai

Allopurinol
Efektif utk penanganan hiperurikemia primer &

pirai yg disebabkan oleh ggn.hematologis Menghambat tahap akhir biosintesis asam urat

Kimia & sifat farmakologis


Suatu analog hipoxantin Metabolit utama : oksipurinol (aloxantin)

inhibitor enzim non kompetitif Pembentukan asam urat Melalui oksidasi hipoxantin & xantin yg dikatalisis xantin oksidase Konsentrasi rendah : sbg substrat & inhibitor kompetitif enzim tsb Konsentrasi tinggi : inhibitor non kompetitif

Menurunkan konsentrasi asam urat dlm plasma

shg :
Mempermudah pelarutan tofi

Mencegah terjadi / berkembangnya artritis pirai

kronis

Pembentukan batu asam urat hampir hilang dgn

terapi dan dpt mencegah berkembangnya nefropati

Farmakokinetika dan metabolisme


Per oral : absorpsi relatif cepat Konsentrasi puncak dlm plasma stlh 60-

90 menit 20% diekskresi melalui feses (kemgknan obat yg tdk terabsorpsi) Waktu paruh 1-2 jam Distribusi ke slrh air jaringan kecuali otak Tidak terikat protein plasma

Oksipurinol Diekskresi lambat dlm urin Waktu paruh dlm plasma 18-30 jam pd fs.ginjal normal Distribusi ke slrh air jaringan kecuali otak Tidak terikat protein plasm

Interaksi obat
Alopurinol me wkt paruh probenesid & me efek urikosurik Probenesid me bersihan oksipurinol shg me dosis alopurinol Alopurinol me metabolisme & bersihan

merkaptopurin dosis dikurangi bila pemberian bersamaan Alopurinol menganggu inaktivasi obat anti koagulan oral di hati pantau aktivitas protrombin

Kombinasi alopurinol & diuretik tiazid dpt

terjadi reaksi hipersensitivitas terutama bila fs.ginjal rusak Kombinasi alopurinol & teofilin : pe akumulasi metabolit aktif teofilin, konsentrasi dlm plasma juga me

Penggunaan terapeutik
Efektif utk hiperurikemia pirai primer Pirai yg disebabkan oleh polisitemia vera, metaplasia mieloid atau diskrasia darah lainnya Pirai kronis parah dgn 1 atau lebih tanda :

nefropati pirai, pengendapan tofi, batu urat di ginjal, ggn fs.ginjal, atau hiperurikemia yg tdk mudah dikendalikan dgn obat-obat urikosurik

Kontraindikasi
Ruam kulit, hipersensitivitas Ibu menyusui, anak-anak kecuali penderita pykt

ganas atau ggn yg berkaitan dgn metabolisme purin

Tujuan terapi
Me konsentrasi asam urat plasma < 6 mg/dl Terapi dimulai dgn dosis rendah

Dosis
Awal : 100mg/hr di dgn pe(+) 100mg pd interval

1mgg. Maximum 800mg/hr Maintenance dewasa :


200-300/hr (pirai ringan) 400-600mg/hr (pirai sedang) Dosis sehari yg >300mg/hr harus dlm takaran

terbagi

Dosis dikurangi pd ggn ginjal yg sebanding dgn

pe filtrasi glomerulus

Utk profilaksis me(-) hiperurikemia & mencegah pengendapan urat atau batu ginjal pd pasien leukemia, limfoma atau tumor

ganas lain Dosis : 600-800mg 2-3 hr, dianjurkan minum air banyak Pada anak dgn hiperurikemia sekunder yg disebabkan tumor ganas, dosis lazim 150300mg/hr tergantung usia

Efek toksik
Reaksi hipersensitivitas Reaksi kulit : erupsi pruritik, urtikaria,

purpura,kadang-kadang sindrom StevensJohnson Leukemia, leukositosis, eosinofilia, hepatomegali jarang

Senyawa urikosurik
Adalah obat yang meningkatkan laju ekskresi

asam urat Pe ekskresi : dosis rendah Pe ekskresi : dosis tinggi

Probenesid
Kimia Suatu turunan asam benzoat yg sangat larut lemak Kerja farmakologis Penghambatan transport asam anorganik
Pd ginjal me(-) konsentrasi senyawa ttt di urin &

me konsentrasi dlm plasma

Kerja farmakologis

Penghambatan transport berbagai zat


Metotreksat, metabolit aktif klofibrat, nafroksen,

ketoprofen, indometasin

Penghambatan transport monoamin ke

cairan serebrospinal Penghambatan ekskresi empedu


(berpengaruh dlm penggunaan rifampicin)

Absorpsi, nasib, dan ekskresi

Per oral : absorpsi sempurna Konsentrasi puncak dlm plasma stlh 2-4

jam Waktu paruh tergantung dosis, antara 5-8 jam 85-95% terikat albumin plasma Sejumlah kecil diekskresi dlm urin

Efek toksik
Iritasi sal.cerna, reaksi hipersensitivitas Overdosis stimulasi SSP, kejang, kematian

akibat gagal nafas

Penggunaan terapeutik
Pirai kronis : dosis 250mg 2x sehari selama 1 mgg, lalu 500mg 2x sehari

Dosis dpt ditingkatkan perlahan sampai maksimum 2 gram dlm 4 dosis terbagi
Anjuran selama terapi : minum air >>>

Utk memblok ekskresi penisilin melalui ginjal, dosis total harian dewasa 2 gram, terbagi dlm 4 dosis Utk anak-anak dgn BB < 50kg :
Dosis awal : 25mg/kgBB Maintenance : 10mgmg/kgBB

Dalam dosis terbagi : 4x sehari

Tambahan dlm terapi penisilin Pemberian probenesid oral + penisilin G konsentrasi antibiotik yg lbh tinggi dan lama dlm plasma Probenesid jg dimasukkan dlm regimen ttt utk penanganan dan profilaksis infeksi gonokokus

Sulfinpirazon
Kerja farmakologis Mrpkn inhibitor kuat reabsorpsi asam urat di tubulus ginjal Tidak mempunyai sifat antiradang dan sifat analgesik seperti fenilbutazon

Absorpsi, nasib, ekskresi Per oral : absorpsi baik Terikat kuat pada albumin plasma Waktu paruh dlm plasma 3jam (stlh injeksi IV),10jam (stlh pemberian oral) Sbgn besar obat dlm urin berada dlm btk yg tdk berubah

Efek toksik Iritasi sal.cerna, ggn sal.cerna dpt berkurang bila obat diberikan bersama makanan Reaksi hipersensitivitas Interaksi obat Dpt menginduksi hipoglikemia dgn menghambat metabolisme sulfonilurea Mengganggu metabolisme warfarin di hati Bersifat aditif thd kerja probenesid, saling mengantagonis dgn kerja salisilat

Penggunaan terapeutik Dosis awal 100-200mg,2x/hr (pirai kronis), stlh minggu I dosis dpt di bertahap Dosis 200-800mg, 2-4x/hr, diberikan bersama makanan & asupan air >>>

Benzbromaron
Absorpsi cepat stlh ingesti oral Konsentrasi puncak dlm darah stlh 4 jam,

dimetabolisme menjadi senyawa monobromin, ekskresi dlm empedu Kerja urikosuriknya dilemahkan oleh aspirin atau sulfinpirazon Berguna utk pengobatan pirai, atau pasien yg alergi/tdk berespon thd obat lain atau dgn insufisiensi ginjal

Mrpkn inhibitor kuat & reversibel utk zat

penukar urat-anion dlm tubulus proximal Efektif pd dosis 40-80mg/hr Sediaan kombinasi alopurinol & benzbromaron lbh efektif drpd obat tersendiri dlm me kadar asam urat dlm serum