Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 2

Weni Anissa Resty Isti Viola Cek Pisca Devi

Toleransi Antar Umat


Beragama

Toleransi berasal dari kata Tolerare yang berasal dari bahasa latin yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya deskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat.

Dasar Hukum
UUD 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu :


1. Negatif : Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zamanIndonesia baru merdeka. 2. Positif : Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai. 3. Ekumenis : Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda samasama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham.

Manfaat sikap toleransi


1. 2. 3. Hidup bermasyarakat akan lebih tentram Persatuan, bangsa Indonesia, akan terwujud Pembangunan Negara akan lebih mudah

INDONESIA
Demografi Agama Menurut laporan sensus tahun 2000, 88 % penduduk menyatakan diri sebagai pemeluk Islam, 6 % Kristen Protestan, 3 % Katolik Roma, 2 % Hindu, dan kurang dari 1 % Budha, penganut agama pribumi, kelompok Kristen lain, dan Yahudi.

Analisis Kasus
Kebebasan beragama pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama. Tanpa kebebasan beragama tidak mungkin ada kerukunan antar umat beragama. Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya. Dalam hal ini juga berlaku segala kepentingan diatas kepentingan dalam hal ekonomi, politik, budaya , dan sosial dan kepentingan lainnya tidak dapat membatasi hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk berketuhanan dalam menjalankan setiap perintah agamanya masing masing.

Analisis Kasus
Demikian juga sebaliknya, toleransi antarumat beragama adalah cara agar kebebasan beragama dapat terlindungi dengan baik. Kebebasan dan toleransi tidak dapat diabaikan. Namun, yang sering kali terjadi adalah penekanan dari salah satunya, misalnya penekanan kebebasan yang mengabaikan toleransi dan usaha untuk merukunkan dengan memaksakan toleransi dengan membelenggu kebebasan. Untuk dapat mempersandingkan keduanya, pemahaman yang benar mengenai kebebasan beragama dan toleransi antar umat beragama merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.

Pertanyaan