Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR

Konsumsi Oksigen pada Ikan Mas (Cyprinus carpio)



Disusun Oleh:
Kelompok 11


Maulana Albar Putra 230110120081
Firdausi Nurfalah 230110120100
Teguh Satrio Nugraha 230110120156


Perikanan B


PROGRAM STUDI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2013
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat
dan hidayah-Nya kami dapat melaksanakan praktikum dan menyelesaikan laporan
mata kuliah Fisiologi Hewan Air yang berjudul Konsumsi Oksigen pada Ikan
Mas (Cyprinus carpio) ini tepat waktu.
Pada kesempatan ini kami, mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan praktikum dan penyelesaian
laporan praktikum ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktikum ini masih
jauh dari kesempurnaan, baik dari segi bentuk maupun isinya. Untuk itu kami
mengharapkan saran dan kritikan dari semua pihak yang sifatnya membangun.
Akhirnya, tiada kata yang dapat kami sampaikan selain mengharapkan
agar laporan praktikum ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak,
khususnya kepada kami, maupun umumnya untuk pembaca dimasa sekarang
maupun yang akan datang.


J atinangor, 17 Oktober 2013



Penulis




Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ............................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................... 1
1.2 Tujuan ................................................................................... 1
1.3 Manfaat ................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................... 3
2.1 Ikan Mas ............................................................................... 3
2.1.1. Klasifikasi ................................................................. 3
2.1.2. Morfologi.................................................................. 3
2.2 Mekanisme Pernafasan .......................................................... 3
2.3 Konsumsi Oksigen ................................................................ 4
2.4 Dissolved Oxygen .................................................................. 4
2.5 Analisis Oksigen Terlarut ...................................................... 6
2.5.1. Metoda Titrasi dengan cara Winkler.......................... 6
2.5.2. Metoda Elektrokimia................................................. 7
BAB III METODOLOGI ..................................................................... 8
3.1 Waktu dan Tempat ................................................................ 8
3.2 Alat dan Bahan ..................................................................... 8
3.2.1. Alat.............................................................................. 8
3.2.2 Bahan ........................................................................... 10
3.3 Prosedur Praktikum ............................................................... 11
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page iii

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................. 12
4.1 Hasil ...................................................................................... 12
4.2 Pembahasan........................................................................... 13
BAB V PENUTUP .............................................................................. 15
5.1 Simpulan ............................................................................... 15
5.2 Saran ..................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 16
LAMPIRAN ........................................................................................ 17

















Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page iv



DAFTAR TABEL

Tabel 1. Data Laboratorium FHA ......................................................... 12
Tabel 2. Data Laboratorium Akuakultur ............................................... 12
Tabel 3. Data Laboratorium MSP ......................................................... 13
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 1


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Salah satu ciri-ciri mahluk hidup adalah bernafas. Bernafas merupakan proses
menghirup oksigen (O
2
) melalui organ pernafasan dan mengeluarkan
karbondioksida (CO
2
). Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel
untuk berbagai reaksi metabolisme. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan
sangat di tentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari
lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan
mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki sistem
respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup (Fujaya, 2004).
Ikan merupakan hewan poikilotermik, suhu tubuhnya akan menyesuaikan
dengan suhu lingkungan. Suhu media air akan mempengaruhi kandungan oksigen
terlarut yang akan berakibat terhadap proses respirasi ikan. Kenaikan suhu akan
diikuti oleh kenaikan derajat metabolisme serta meningkatnya kebutuhan ikan
akan O
2
(Najiyati, 1992).
Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan yang sensitif
terhadap kandungan oksigen terlarut di dalam media air tempat hidupnya. Oleh
karena itu, pada praktikum kali ini kami ingin mengetahui tingkat konsumsi
oksigen pada ikan mas.

1.2. Tujuan
Untuk menghitung konsumsi oksigen ikan mas yang sensitif terhadap kadar
oksigen terlarut di media hidupnya.
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 2



1.3.Manfaat
Praktikan dapat mengetahui seberapa banyak konsumsi oksigen pada
ikan mas dalam waktu tertentu.
Praktikan dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
konsumsi oksigen pada ikan mas



















Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ikan Mas
2.1.1. Klasifikasi
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Cyprinus
Spesies: C. carpio

2.1.2. Morfologi
Secara morfologis, ikan mas mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan
memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian
anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum,
hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang
tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan ini berukuran relatif besar dan
digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning
keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.

2.2. Mekanisme Pernafasan
Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan
ekspirasi.
Inspirasi : O2 dari air masuk ke dalam insang yang kemudian diikat oleh
kapiler darah untuk dibawa ke jaringan tubuh.
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 4

Ekspirasi : CO2 dari jaringan bersama darah menuju ke insang dan
selanjutnya dikeluarkan dari tubuh.
Pada ikan bertulang sejati (Osteichthyes) isangnya dilengkapi dengan tutup
insang (operculum), sedangkan pada ikan bertulang rawan (Chondrichthyes)
insangnya tidak mempunyai tutup insang. Selain bernafas dengan insang, ada pula
kelompok ikan yang bernafas dengan gelembung udara (pulmosis), yaitu ikan
paru-paru
Pertukaran antara oksigen yang masuk ke dalam darah dengan
karbondioksida yang keluar dari darah terjadi dengan cara difusi pada pembuluh
darah dalam insang. Peredaran darah dalam filamen merupakan pertemuan antara
pembuluh darah yang berasal dari jantung yang masih banyak mengandung
karbondioksida dengan pembuluh darah yang akan meninggalkan filamen insang
yang kaya akan oksigen (Tim Iktiologi, 1989).

2.3. Konsumsi Oksigen
Hewan air membutuhkan oksigen dalam jumlah yang berbeda-beda tergantung
pada jenis, ukuran, kondisi fisiologis dan variabel lingkungan seperti suhu, kadar
oksigen terlarut, kadar CO, salinitas dan lain-lain. Ikan dan organisme akuatik lain
membutuhkan oksigen terlarut dengan jumlah cukup (Effendi, 2003).
Menurut Fujaya (2004) bahwa oksigen digunakan sebagai bahan pernapasan
dibutuhkan oleh sel untuk berbagi reaksi metabolisme, sedangkan menurut
(Afandi dan Tang, 2002) peranan oksigen dalam kehidupan ikan merupakan zat
yang mutlak dibutuhkan untuk mengoksidasi makanan (karbohidrat, lemak, dan
protein) sehingga dapat mengasilkan energi.

2.4. Dissolved Oxygen
Oksigen terlarut (DO) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal
dari fotosintesis dan absorbsi atmosfer/udara. Oksigen terlarut di suatu perairan
sangat berperan dalam proses penyerapan makanan oleh mahkluk hidup dalam air.
Untuk mengetahui kualitas air dalam suatu perairan, dapat dilakukan dengan
mengamati beberapa parameter kimia seperti oksigen terlarut (DO). Semakin
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 5

banyak jumlah DO (dissolved oxygen) maka kualitas air semakin baik.jika kadar
oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap
akibat degradasi anaerobik yang mungkin saja terjadi.
Satuan DO dinyatakan dalam persentase saturasi. Oksigen terlarut dibutuhkan
oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat
yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan.
Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik
dan anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan
berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme
yang hidup dalam perairan tersebut (SALMIN. 2000). Kecepatan difusi oksigen
dari udara tergantung dari beberapa faktor seperti kekeruhan air, suhu, salinitas,
pergerakan massa air dan udara seperti arcs, gelombang dan pasang surut. ODUM
(1971) menyatakan bahwa kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan
semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas.
Pada lapisan permukaaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, karena adanya
proses difusi antar air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis.
Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut,
karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak
digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan bahan organik dan anorganik.
Keadaan oksigen terlarut berlawanan dengan keadaan BOD, semakin tinggi BOD
semakin rendah oksigen terlarut. Keperluan organisme terhadap oksigen relatif
bervariasi tergantung pada lems, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan oksigen
untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit dibandingkan dengan ikan
pada saat bergerak.
Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm dalam keadaan
normal dan tidak tercemar oleh senyawa beracun. Idealnya, kandungan oksigen
terlarut dan tidak boleh kurang dari 1,7 ppm selama waktu 8 jam dengan
sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar 70 % (HUET, 1970). KLH menetapkan
bahwa kandungan oksigen terlarut adalah 5 ppm untuk kepentingan wisata bahari
dan biota laut ( ANONIMOUS,2004).
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 6

Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan,
karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik
dan anorganik. Selain itu, oksigen juga menentukan biologik yang dilakukan oleh
organisme aerobik dan anaerobik. Dalam kondisi aerobik, peranan oksigen adalah
untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah
nutrien yang ada pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Dalam
kondisi anaerobik oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa senyawa
kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas. Karena proses
oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk
membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun
secara perlakuan aerobik yang ditujukan untuk memurnikan air buangan industri
dan rumah tangga.
Di dalam air, oksigen memainkan peranan dalam menguraikan komponen-
komponen kimia menjadi komponen yang lebih sederhana. Oksigen memiliki
kemampuan untuk beroksida dengan zat pencemar seperti komponen organik
sehingga zat pencemar tersebut tidak membahayakan. Oksigen juga diperlukan
oleh mikroorganisme, baik yang bersifat aerob serta anaerob, dalam proses
metabolisme. Dengan adanya oksigen dalam air, mikroorganisme semakin giat
dalam menguraikan kandungan dalam air. Reaksi yang terjadi dalam penguraian
tersebut adalah:

J ika reaksi penguraian komponen kimia dalam air terus berlaku, maka kadar
oksigen pun akan menurun. Pada klimaksnya, oksigen yang tersedia tidak cukup
untuk menguraikan komponen kimia tersebut. Keadaan yang demikian merupakan
pencemaran berat pada air.

2.5. Analisis Oksigen Terlarut
Analisis oksigen terlarut dapat ditentukan dengan 2 macam cara, yaitu :
2.5.1. Metoda titrasi dengan cara Winkler
Titrasi merupakan metode analisa kimia secara kuantitatif yang biasa
digunakan dalam laboratorium untuk menentukan konsentrasi dari reaktan.
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 7

Karena pengukuran volum memainkan peranan penting dalam titrasi, maka teknik
ini juga dikenali dengan analisa volumetrik. Analisis titrimetri merupakan satu
dari bagian utama dari kimia analitik dan perhitungannya berdasarkan hubungan
stoikhiometri dari reaksi-reaksi kimia.
Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. Titrasi iodometri adalah
salah satu titrasi redoks yang melibatkan iodium. Titrasi iodometri termasuk jenis
titrasi tidak langsung yang dapat digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa
yang mempunyai potensial oksidasi yang lebih besar daripada sistem iodium-
iodida atau senyawa-senyawa yang bersifat oksidator Sampel yang akan
dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl
2
den NaOH - KI, sehingga
akan terjadi endapan MnO
2
. Dengan menambahkan H
2
SO
4
atan HCl maka
endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul
iodium (I
2
) yang ekivalen dengan oksigen terlarut. Iodium yang dibebaskan ini
selanjutnya dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na
2
S
2
0
3
) dan
menggunakan indikator larutan amilum (kanji). Reaksi kimia yang terjadi dapat
dirumuskan :
MnCI
2
+NaOH ==>Mn(OH)
2
+2 NaCI
2 Mn(OH)
2
+O
2
==> 2 MnO
2
+2 H
2
0
MnO
2
+2 KI +2 H
2
O ==> Mn(OH)
2
+I
2
+2 KOH
I
2
+2 Na
2
S
2
O
3
==> Na
2
S
4
O
6
+2 NaI

2.5.2. Metoda elektrokimia
Cara penentuan oksigen terlarut dengan metoda elektrokimia adalah cara
langsung untuk menentukan oksigen terlarut dengan alat DO meter. Prinsip
kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda
yang direndam dalam larutan elektrolit. Pada alat DO meter, probe ini
biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Secara
keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat semi
permeable terhadap oksigen. Reaksi kimia yang akan terjadi adalah
Katoda : O
2
+2 H
2
O +4e ==>4 HO
-

Anoda : Pb +2 HO
-
==>PbO +H
2
O +2e
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 8

BAB III
METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Waktu : Kamis, 10 Oktober 2013 pukul 08.00 WIB s/d selesai
Tempat: Laboratorium Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran
3.2. Alat dan Bahan
Dalam pelaksanaan praktikum ini digunakan alat-alat dan bahan sebagai
berikut:
3.2.1. Alat
Wadah plastik, berfungsi sebagai tempat percobaan


DO meter (atau seperangkat alat titrasi dengan metode Winkler),
untuk mengukur kandungan oksigen terlarut
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 9


Jam tangan/Timer/Handphone, sebagai alat penunjuk waktu

Timbangan, untuk mengukur bobot ikan

Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 10

Cling Warp, berfungsi sebagai bahan pelapis atau penutup wadah
plastik yang terbuat dari plastik

Karet gelang, berfungsi agar wadah plastik dengan cling warp
tertutup rapat

3.2.2. Bahan
Ikan mas, sebagai objek pengamatan dalam praktikum
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 11


3.3. Prosedur Praktikum
Langkah-langkah yang dilakukan dalam praktikum ini, antara lain:
1. Siapkan wadah plastik yang telah diisi air penuh.
2. Ukur oksigen terlarutnya dengan menggunakan DO Meter (atau dapat juga
menggunakan titrasi dengan metode Winkler), catat hasilnya.
3. Timbang ikan, lalu catat bobotnya.
4. Masukkan ikan ke dalam wadah plastik dengan hati-hati tanpa ada air
yang memercik.
5. Tutup wadah plastik dengan cling warp, agar tidak ada kontak dengan
udara luar.
6. Wadah percobaan dibiarkan selama 30 menit.
7. Setelah selesai, tutup plastik dibuka, ikan dipindahkan secara hati-hati,
jangan sampai terjadi percikan air, lalu ukur oksigen terlarut pada media
air wadah percobaan tersebut dengan menggunakan DO meter (atau titrasi
metode Winkler), catat hasilnya.
8.
0 uwuI-0 uwuI
Bobot Ikon
x 2 adalah konsumsi oksigen ikan tersebut.


Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 12

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
1. Data Praktikum Laboratorium FHA
Kelompok
Bobot Ikan
(g)
DO
awal

(mg/l)
DO
akhir

(mg/l)
Konsumsi O
2
(mg/l)

1 96
6.8

2.0 0.1
2 85 1.8 0.117
3 109 0.6 0.114
4 82 1.3 0.134
5 58 1.8 0.172
6 113 0.9 0.104
7 79 1.3 0.139

2. Data Praktikum Laboratorium Akuakultur
Kelompok
Bobot Ikan
(g)
DO
awal

(mg/l)
DO
akhir

(mg/l)
Konsumsi O
2
(mg/l)

8 68
7.3

4.0 0.097
9 95.6 2.0 0.11
10 76 3.4 0.1
11 73 2.8 0.123
12 83 1.5 0.14
13 73 2.3 0.137
14 84 2.7 0.109





Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 13

3. Data Praktikum Laboratorium MSP
Kelompok
Bobot Ikan
(g)
DO
awal

(mg/l)
DO
akhir
(mg/l)
Konsumsi O
2
(mg/l)

15 62.48
4

2.1 0.06
16 82.95 2.5 0.036
17 55.47 1.13 0.103
18 109.65 1.45 0.046
19 74.47 2.8 0.032
20 70.05 2.06 0.055
21 62.07 1.6 0.077
22 84.98 2.16 0.043
23 86,07 1.8 0.05

4.2. Pembahasan
Pada praktikum kali ini kami ingin mengetahui konsumsi oksigen pada
ikan mas. Bedasarkan data hasil praktikum ke dua puluh tiga ikan mempunyai
konsumsi oksigen yang berbeda-beda. Faktor yang menyebabkan perbedaan
tingkat konsumsi oksigen ini mungkin berasal dari ukuran atau bobot tubuh ikan.
Pada Laboratorium FHA, ikan kelompok 3 yang mempunyai bobot paling
berat, yakni 113 gram, ternyata mempunyai konsumsi oksigen yang paling sedikit
yaitu 0.104 mg/l. Sebaliknya, untuk ikan mas dengan bobot yang paling sedikit,
58 gram mempunyai konsumsi oksigen paling tinggi diantara 7 kelompok lainnya
yaitu 0.172 mg/l. Begitu pula pada laboratorium MSP, berdasarkan data yang
diperoleh ikan yang bobotnya hanya 55.47 gram mempunyai konsumsi oksigen
sebesar 0.103 mg/l paling tinggi diantara yang lainnya. Hal tersebut tidak berlaku
pada laboratorium akuakultur. Bobot ikan yang paling kecil, mempunyai
konsumsi oksigen yang kecil pula.
Berdasarkan data diatas, ikan mas yang ukurannya lebih kecil
mengkonsumsi oksigen lebih banyak dibandingkan ikan mas besar. Ini
dikarenakan ikan kecil lebih banyak membutuhkan oksigen lebih banyak untuk
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 14

digunakan dalam pembentukan sel-sel yang ada dalam tubuhnya dan juga untuk
pertumbuhan, sedangkan ikan besar hanya membutuhkan oksigen untuk
mempertahankan hidup. Selain itu, biasanya ikan kecil memiliki gerakan yang
lebih aktif. Aktifitas ikan ini mempengaruhi banyaknya oksigen yang dikonsumsi,
di mana hal ini berpengaruh pada suhu tubuh ikan.
Saat ikan aktif bergerak maka suhu tubuhnya meningkat sehingga laju
metabolisme dalam tubuhnya juga meningkat, akibatnya laju respirasi meningkat
pula karena kebutuhan oksigen untuk metabolisme menjadi lebih besar (Salmin
2005). Tetapi dari hasil praktikum laboratorium akuakultur jumlah konsumsi ikan
besar lebih banyak dari pada jumlah oksigen yang digunakan oleh ikan kecil. Ini
dikarenakan karena perbandingan bentuk tubuh antara ikan besar dan ikan kecil
tidak terlalu jauh berbeda. Selain itu kurang telitinya praktikan dalam melakukan
praktikum sangat berpengaruh, terutama saat penutupan wadah plastik dengan
menggunakan cling warp diusahakan agar tidak ada oksigen dari udara yang
masuk, karena oksigen tersebut akan mempengaruhi kadar oksigen terlarut
sehingga berpengaruh terhadap hasil konsumsi oksigen ikan tersebut. Pada
dasarnya, suhu juga berpengaruh pada tingkat konsumsi oksigen ikan. Ikan yang
berada pada temperatur tinggi laju metabolismenya juga tinggi sehingga
konsumsi oksigen lebih banyak. Amat disayangkan dalam praktikum tidak
dilakukan pengukuran suhu sehingga kita tidak dapat mengukur aktivitas ikan
yang dilihat dari laju metabolismenya.








Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 15

BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan
Hasil pengukuran konsumsi oksigen pada ikan mas kelompok kami adalah
0.123 mg/l dengan bobot ikan 73 gram, DO awal 7,3 mg/l dan DO akhir
2.8 mg/l
Ikan mas yang besar memiliki konsumsi oksigen yang sedikit, sementara
ikan mas yang kecil memiliki konsumsi oksigen yang banyak
Konsumsi oksigen pada jenis ikan berbeda-beda. Adapun faktor yang
mempengaruhi konsumsi oksigen adalah temperatur, ukuran tubuh,
aktivitas yang dilakukannya, dan usia.
Ikan kecil membutuhkan oksigen lebih banyak untuk proses
pertumbuhannya
Aktivitas ikan kecil biasanya lebih aktif sehingga membutuhkan konsumsi
oksigen lebih besar untuk metabolism tubuh
Konsumsi oksigen pada percobaan ini diperoleh dengan pengukuran
langsung menggunakan alat yang disebut DO meter.
5.2. Saran
Sebaiknya praktikan lebih teliti dalam melakukan praktikum untuk
meminimalisir kesalahan.
Melakukan pengukuran suhu agar data yang diperoleh lebih akurat.





Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 16

DAFTAR PUSTAKA

Buwono, Ibnu Dwi dkk. 2013.Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan Air.
Bandung.
Hamdani, S. Catatankimia.com. Titrasi Iodometri
(http://catatankimia.com/catatan/titrasi-iodometri.html (diakses pada tanggal 16
Oktober 2013 pukul 13.32 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_mas (diakses pada tanggal 16 Oktober
2013 pukul 13.07 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Titrasi (diakses pada tanggal 16 Oktober 2013
pukul 13.19 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen_Terlarut(diakses pada tanggal 16
Oktober 2013 pukul 13.21 WIB)
Sukarji, Ahmad. 2013. Konsumsi Oksigen KO
2

(http://ahsukamajuaza.blogspot.com/2013/04/konsumsi-oksigen.html diakses pada
tanggal 12 Oktober 2013 pukul 19.47 WIB)







Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 17

LAMPIRAN





Proses Pengambilan Ikan
Mas
Wadah Plastik yang di isi air
penuh
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 18












Memasukan ikan kedalam
wadah plastik yang berisi air
penuh
Menutup wadah plastik
dengan menggunakan cling
warp
Laporan PraktikumFisiologi Hewan Air Page 19

















Ikan yang sudah terisolasi Menghitung DO
akhir