Anda di halaman 1dari 20

KUMPULAN SOAL DAN JAWABAN ANALISIS SISTEM TENAGA LISTRIK (William D. Stevenson, Jr.

) (Bab 8)
BAB 8. PENYELESAIAN DAN PENGATURAN ALIRAN BEBAN 8.1 Hitunglah P4(0) untuk meneruskan Contoh 8.1. Jawab : Nilai-nilai Dasar untuk sistem adalah 100 MVA dan 138 kV.

Tabel 8.1 Saluran antar rel 1-2 1-5 2-3 3-4 3-5 Panjang km 64.4 48.3 48.3 128.7 80.5 mi 40 30 30 80 50 R 8 6 6 16 10 X 32 24 24 64 40 R p.u 0.042 0.031 0.031 0.084 0.053 X p.u 0.168 0.126 0.126 0.336 0.210 Mvar Pengisian 4.1 3.1 3.1 8.2 5.1

4-5

96.5

60

12

48

0.063

0.252

6.1

Pengisian pada 138 kV Tabel 8.2 Pembangkitan P, MW -----0 180 0 0 Q, Mvar -----0 -----0 0 Beban P, MW 65 115 70 70 85 Q, Mvar 30 60 40 30 40

Rel 1 2 3 4 5

V, p.u 1.04a0 1.00a0 1.02a0 1.00a0 1.00a0

Keterangan Rel berayun Rel Beban (induktif) Besar tegangan konstan Rel Beban (induktif) Rel Beban (induktif)

Dalam menghitung P4(0) admitansi-admitansi yang diperlukan adalah :

Y44 = Y43 Y45 = |Y43| A43 |Y45| A45 Y44 = Y43 Y45 = 2.887 A104.04 3.850 A104.04 Y44 = ( 0.7004 + j 2.8008) ( 0.934 + j 3.735) Y44 = 1.6344 + j 6.5354 = 6.737 A75.6 = |Y44| A44 Dari pers.(8.18) karena Y41 dan Y42 = 0 , dan semua nilai-nilai awal (0) = 0, maka kita sederhanakan : P4(0)yang dihitung = |V4V3Y43| Cos43 + |V4V4Y44| Cos44 + |V4V5Y45| Cos45 P4(0)yang dihitung = 1x1.02x2.887 Cos104.04 + 1x1x6.737 Cos(-75.96) + 1x1x3.850 Cos104.04 P4(0)yang dihitung = 0.7144 + 1.6344 0.934 = 0.0140 p.u

Daya yang ditetapkan ke dalam rel 4 (lihat tabel 8.2)

P4(0) =

0.70

0.0140)

6.860

p.u

Keterangan : (Slack Bus no. 1, PV Bus di tukar jadi no 2, untuk memudahkan eliminasi matriknya) Penyelesaian Soal di atas dengan bantuan komputer , program dibuat dalam bahasa Basica. Hasilnya bisa diperiksa di bawah ini ( dengan Metode Fast Decouple memerlukan iterasi ke 30 )

Bandingkan hasilnya dengan jawaban Soal 8.7 di bawah ini.

8.2 Tentukanlah nilai unsur ( P3 /4 ) pada kolom ketiga dan baris kedua darijacobian untuk iterasi pertama dalam meneruskan Contoh 8.1. Jawab : Matrik Jacobian dari Contoh 8.1 dengan ketentuan rel 1 berayun dan rel 3 dibuat konstan (1 dan |V3| tidak ada) adalah : 1 2 3 4 5 6 7 P2 P3 P4 P5 P2 2 P3 2 P4 2 = P5 2 Q2 2 Q4 2 P2 3 P3 3 P4 3 P5 3 Q2 3 Q4 3 P2 4 P3 4 P4 4 P5 4 Q2 4 Q4 4 P2 5 P3 5 P4 5 P5 5 Q2 5 Q4 5 P2 |V2| P3 |V2| P4 |V2| P5 |V2| Q2 |V2| Q4 |V2| P2 |V4| P3 |V4| P4 |V4| P5 |V4| Q2 |V4| Q4 |V4| P2 |V5| P3 |V5| P4 |V5| P5 |V5| Q2 |V5| Q4 |V5| x 2 3 4 5 1

Q2 Q4

V2 V4

Q5

Q5 2

Q5 3

Q5 4

Q5 5

Q5 |V2|

Q5 |V4|

Q5 |V5|

V5

Y43 = Y34 dan semua nilai-nilai awal (0) = 0 : P3 = - | V3 V4 Y34|Sin (34 + 4 - 3) 4 P3 = - 1.02 x 1.0 x 2.887 Sin 104.04 4 P3 = - 1.02 x 1.0 x 2.887 x 0.97013 4 P3 = - 2.857 p.u 4 8.3 Hitunglah unsur pada kolom ketiga dan baris ketiga dari jacobian pada Contoh 8.1 untuk iterasi pertama. Jawab : lihat matrik jacobian di atas, baris ketiga dan kolom ketiga adalah ( P4 /4), seperti dalam Soal 8.1 : Y41 = 0 dan Y42 = 0 Y43 = |Y43| A43 = 2.887 A104.04 Y44 = |Y44| A44 = 6.737 A75.6 Y45 = |Y45| A45 = 3.850 A104.04

8.4

jacobian pada Contoh 8.1.

Hitunglah untuk iterasi pertama unsur pada kolom keenam dan baris ketiga dari

Jawab : lihat matrik jacobian di atas, baris ketiga dan kolom keenam adalah ( P4 /|V4| ), seperti dalam Soal 8.1 : Y41 = 0 dan Y42 = 0 Y43 = |Y43| A43 = 2.887 A104.04 Y44 = |Y44| A44 = 6.737 A75.6 Y45 = |Y45| A45 = 3.850 A104.04

8.5 Gambarkanlah sebuah diagram seperti dalam Gambar 8.3 untuk rel 3 pada sistem dalam Contoh 8.1 dari keterangan yang diberikan oleh hasil-cetak aliran daya dalam Gambar 8.2. Berapakah ketidakserasian (mismatch) megawatt dan megavar yang terlihat pada rel ini? Jawab :

44.59 + j 35.65 + 40.46 + j 18.06 + 24.95 + j 16.58 + 70.0 + j 40.0 = 180 + j 110.29 Bandingkan dengan gambar di atas : 180 180 = 0 ; 110.3 110.29 = 0.01 ; Jadi Ketidakserasian (mismatch) = 0 + j 0.01 p.u

8.6

Salinlah Gambar 8.20 dan tunjukkan pada gambar itu untuk Contoh 8.1 nilai-nilai dari (a). P dan Q yang keluar dari rel 5 pada saluran 5 4. (b).Q yang dicatu oleh kapasitansi tetap dari nominal saluran 5 4 pada rel 5 (Ingatlah bahwa nilai Q ini berubah-ubah sesuai dengan |V5|2 ). (c). P dan Q pada kedua ujung-ujung bagian seri dari nominal saluran. (d). Q yang dicatu oleh kapasitansi tetap dari nominal saluran 5 4 pada rel 4. (e). P dan Q ke dalam rel 4 pada saluran 5 4.

Jawab : Lihat Gambar 8.2 pada hal.223 dalam buku analisa sistem tenaga listrik : (a). P dan Q yang keluar dari rel 5 ke saluran 5 4 adalah S = 32.03 + j 8.77 MVA (e). P dan Q yang masuk dari saluran 5 4 ke rel 4 adalah S = 31.25 + j 11.09 MVA

(b). Q yang dicatu oleh kapasitansi tetap dari nominal saluran 5 4 pada rel 5. Mvar pengisian saluran 5-4 adalah 6.1 pada rel 5 ;V5 = 0.968 p.u (6.1/2) (0.968)2 = 2.86 (d). Q yang dicatu oleh kapasitansi tetap dari nominal saluran 5 4 pada rel 4. Mvar pengisian saluran 5-4 adalah 6.1 pada rel 5 ;V4 = 0.920 p.u (6.1/2) (0.920)2 = 2.58 (c). P dan Q pada kedua ujung-ujung bagian seri dari nominal saluran. Di ujung keluar rel 5 adalah S = 32.03 + j ( 8.77 + 2.86) = 32.03 + j 11.63 MVA Di ujung masuk rel 4 adalah S = 31.25 + j (11.09 2.58) = 31.25 + j 8.51 MVA

8.7 Sebagai bagian dari penyelesaian aliran beban dari Contoh 8.1 komputer memberikan rugi saluran total sebesar 9.67 MW. Bagaimanakah hasil ini dibandingkan dengan jumlah rugirugi yang dapat diperoleh dari pencatatan aliran beban dari setiap saluran sendiri-sendiri ? Jawab :

Tabel Aliran Beban Dicatu oleh Saluran MW

Saluran

Ke dalam Saluran MW

Rugi MW

1-2 1-5 3-2 3-4 3-5 5-4

73,98 95,68 44,59 40,46 24,95 32,03 Jumlah

71,41 92,59 43,59 38,74 24,44 31,25

2,57 3,09 1,00 1,72 0,51 0,78 9,670

8.8 Pengaruh penguatan medan yang telah dibicarakan dalam bagian 6.4 sekarang dapat dihitung. Tinjaulah sebuah generator yang mempunyai reaktansi serempak sebesar 1.0 p.u dan terhubung ke suatu sistem yang besar. Resistansi dapat diabaikan. Jika tegangan rel adalah 1.0A0 p.u dan generator itu mencatu arus sebesar 0.8 p.u dengan faktor daya 0.8 tertinggal pada rel, hitunglah besar dan sudut tegangan Eg dari generator dalam keadaan tanpa-beban, serta P dan Q yang diberikan pada rel. Kemudian carilah sudut antara Eg dan tegangan rel, arus Ia, dan Q yang diberikan pada rel oleh generator, jika keluaran daya generator tetap konstan tetapi penguatan generator (a). diturunkan sehingga |Eg| menjadi 15 % lebih kecil dan (b). dinaikkan sehingga|Eg| menjadi 15 % lebih besar. Berapa persenkah perubahan pada Q dengan penurunan dan kenaikan |Eg| itu ?. Apakah hasil-hasil soal ini sesuai dengan kesimpulan-kesimpulan yang dicapai dalam bagian 6.4 ? Jawab : | Vt || Ia | Cos ; faktor daya 0.8 tertinggal ; Cos = 0.8 = 36.87 ; Sin = 0.6 Vt = 1.0 A0 ; Ia = 0.8 A- 36.87 = 0.8 ( 0.8 j 0.6) = 0.64 j 0.48 Eg = Vt + j Ia .Xg = 1.0 + (0.64 j 0.48) . j 1.0 = 1.0 + j0.64 + 0.48 Eg = 1.48 + j0.64 = 1.6125 A23.4 p.u P + jQ = | Vt || Ia | Cos = 1.0 (0.64 j0.48) = (0.64 j 0.48) p.u P = 0.64 p.u diberikan ke rel; Q = 0.48 p.u diberikan ke rel (a). diturunkan hingga 15% ; |Eg|baru = (100-15)% x 1.6125 = 0.85 x 1.6125 = 1.370 p.u

(b). dinaikkan hingga 15% ; |Eg|baru = (100+15)% x 1.6125 = 1.15 x 1.6125 = 1.854 p.u

Kesimpulan : Menurunkan eksitasi generator berarti menurunkan Q yang diserahkan dan menaikkan eksitasi generator berarti menaikkan Q yang diserahkan.

8.9 Suatu sistem daya dimana dihubungkan sebuah generator pada sebuah rel tertentu dapat disajikan sebagai tegangan Thevenin Eth = 0.9A0 p.u dalam hubungan seri dengan Zth =

0.25A90 p.u . Bila dihubungkan pada sistem ini, Eg dari generator adalah 1.4 A30 p.u. Reaktansi serempak generator dengan dasar sistem itu adalah 1.0 p.u. (a). Hitunglah tegangan Vtdan P dan Q yang dipindahkan ke dalam sistem pada rel; (b). Jika tegangan rel akan dinaikkan menjadi | Vt | = 1.0 p.u untuk P yang sama yang dipindahkan ke sistem, hitunglah nilai Eg yang diperlukan dan nilai Q yang dipindahkan ke sistem pada rel. Misalkanlah bahwa emf-emf yang lain dalam sistem tidak berubah besar dan sudutnya; yang berarti bahwa Eth dan Zth konstan. Jawab :

I = 0.56 j0.25 = 0.613 A-24.06 p.u Vt = Eth + Zth . I Vt = 0.9 + j 025 ( 0.56 j0.25) = 0.9 + 0.0625 + j0.14 Vt = 0.9625 + j0.14 = 0.973 A8.28 p.u P + j Q = Vt . I* P + j Q = 0.973 A8.28 x 0.613 A24.06 = 0.596 A32.34 P + j Q = 0.504 + j 0.318 p.u P = 0.504 p.u dan Q = 0.318 p.u yang dipindahkan ke rel.

I = 0.56 j0.36 = 0.665 A-32.7 p.u Eg = Vt + Xg . I Eg = 0.990 + j0.14 + j1.0 (0.56 j0.36) = 0.990 + j0.14 + j0.56 + 0.36 Eg = 1.35 + j 0.70 = 1.52 A27.4 p.u P + j Q = Vt . I* P + j Q = 1.0 A8.05 x 0.665 A32.7 = 0.665 A40.75 P + j Q = 0.504 + j 0.434 p.u P = 0.504 p.u dan Q = 0.434 p.u yang dipindahkan ke rel.

8.10 Dalam Soal 7.10 tegangan-tegangan pada ketiga rel dihitung sebelum dan sesudah pemasangan sebuah kapasitor dari netral ke rel 3. Tentukanlah P dan Q yang memasuki atau meninggalkan rel 3 lewat saluran-saluran transmisi, melalui reaktansi yang terhubung antara rel dan netral, dan dari kapasitor sebelum dan sesudah kapasitor dipasang. Misalkan bahwa tegangan-tegangan yang dibangkitkan tetap konstan besar dan sudutnya. Gambarkanlah diagramdiagram seperti dalam Gambar 8.9 untuk menunjukkan niali-nilai yang telah dihitung. Jawab : Sebelum penambahan Kapasitor Dari jawaban Soal 7.10 diperoleh : V1 = 0.980 + j0.186 = 0.997 A10.75 p.u V2 = 0.959 + j0.268 = 0.996 A15.61 p.u V3 = 0.912 + j0.200 = 0.934 A12.37 p.u

Dalam reaktansi shunt pada simpul (3) Q = (V3)2/X3-0 = (0.934)2/2.0 = 0.436 p.u Kedalam rel 3 dari rel 1 :

Sesudah penambahan Kapasitor Dari jawaban Soal 7.10 diperoleh : V1 = 1.0509 + j0.2016 = 1.070 A10.86 p.u

V2 = 1.0257 + j0.2826 = 1.064 A15.41 p.u V3 = 1.0022 + j0.2198 = 1.026 A12.37 p.u Dalam shunt XL dan XC pada simpul (3)

Perhatikan bahwa P ke rel 3 harus sama dengan nol terbukti benar, kecuali ada selisih dalam hal pembulatan-pembulatan : - 0.1316 + 0.1314 = - 0.0002 dan - 0.1446 + 0.1447 = 0.0001