Anda di halaman 1dari 12

PB 6

Kompossisi Fungsi dan Invers Fungsi

Relasi , fungsi, dan aljabar Fungsi Pasangan bilangan (x,y) dengan x sebagai urutan pertama dan y sebagai urutan kedua, disebut pasangan terurut Jika A dan B adalah dua himpunan yang tidak kosong, maka produk Cartesius himpunan A dan B adalah himpunan semua pasangan terurut (x,y) dengan x A dan y B ditulis dengan Notasi : A X B = {(x,y)| x A dan y B} Contoh: Diketahui himpunan A = {1,2,3} dan B = {a,b} Tentukan tiap produk Cartesius berikut ini. a) A x B b) B x A c) A x A d) B x B

Jawab :
a) b) c) d) A x B = {(1,a),(1,b),(2,a),(2,b),(3,a), (3,b)} B x A = {(a,1), (a,2),(b,1),(b,2),(c,1),(c,2)} A x A = {(1,1),(1,2) ,(1,3),(2,1),(2,2),(2,3),(3,1),(3,2),(3,3)} B x B = {(a,a),(a,b),(b,a),(b,b)}

Pengertian Relasi.
Dari contoh diatas terlihat bahwa himpunan bagian dari produk Cartesius A x B disebut sebagai Relasi atau Hubungan dari himpunan A ke himpunan B Relasi atau hungan dapat didefinisikan sebagai berikut : Relasi atau hubungan adalah suatu himpunan yang anggotaanggotanya terdiri dari pasangan terurut.

Daerah Asal, Daerah Kawan dan Daerah Hasil suatu Relasi Misalkan R adalah sebuah relasi dari himpunan A ke himpunan B yang ditulis sebagai R = {(x,y)| x A dan y B} i) Himpunan semua ordinat pertama dari pasangan terurut (x,y) disebut daerah asal atau Domain, ditulis DR ii) Himpunan B disebut daerah kawan atau kodomain dan di tulis KR iii) Himpunan semua ordinat kedua pasangan terurut (x,y) disebut daerah hasil atau range dan ditulis WR Relasi R = {(x,y)| xA dan yB} dapat digambarkan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan : 1) Diagram Panah 2) Grafik pada bidang Cartesius

Contoh :
Relasi F = {(1,0),(2,1),(3,2),(4,3)} digambarkan dalam diagram panah pada gambar (a) Relasi G = {(0,1),(1,1),(2,1),(3,1)} digambarkan dalam diagram panah pada gambar (b)
A A F 1 1 2 3 4 (a) 0 1 2 3 4 B 3 2 1 0 1 G B

(b)

Relasi F dan Relasi G jika digambarkan sebagai titik-titik pada bidang Cartesius.
y 4 3 2 1 0 Relasi F y 4 3 2 Relasi G

(1,0) 1

. .
2

(3,2)

(2,1)

. .
3 4

(4,3)

(0,1) (1,1) (2,1) 1 x 0 1 2

....
3 (b)

(3,1)

(a)

Pengertian Fungsi Dari contoh diatas relasi F dan relasi G merupakan fungsi atau Pemetaan, sehingga kita dapat menggunakan definisi berikut : Relasi dari himpunan A ke himpunan B disebut Fungsi atau Pemetaan, jika dan hanya jika tiap unsur dalam himpunan A berpasangan tepat hanya dengan sebuah unsur dalam himpunan B. Dari Relasi F = {(1,0),(2,1),(3,2),(4,3)} Daerah Asal (Domain) Df = {1,2,3,4} Daerah Kawan (Kodomain) Kf = {0,1,2,3,4} Daerah Hasil (Range) Rf = {0,1,2,3} Jika daerah asal suatu fungsi f tidak atau belum diketahui, maka daerah asal fungsi f dapat dipilih himpunan semua bilangan real yang mungkin sehingga daerah hasilnya adalah himpunan bil real pula, shg fungsi f dikatakan terdefinisi untuk Df itu.

Contoh : Tentukan daerah asal untuk tiap fungsi dibawah : 6 a) f ( x) b) f ( x) 2 1


x2

x 5x 4

c) f ( x) 9 x

d)

f ( x)

10 x 2 5x 4

Jawab :

Beberapa macam Fungsi


a) Fungsi Konstan. Fungsi Konstan adalah suatu fungsi y = f(x) dengan f(x) sebuah konstanta untuk semua x dalam daerah asalnya Dalam bentuk pemetaan fungsi konstan ditulis sebagai f:x f(x) = k b) Fungsi Identitas Fungsi Identitas adalah fungsi y = f(x) dengan f(x) = x dlm daerah asalnya, ini berarti untuk sebuah nilai x dalam daerah asal Df berpasangan dengan nilai x itu sendiri. c) Fungsi Linear Fungsi linear adalah fungsi y = f(x) dengan f(x) = ax + b (a dan b R, a0) untuk semua x dalam daerah asalnya. Fungsi linear juga dikenal sebagai fungsi polinom atau fung si sukubanyak berajat satu dalam variabel x.

d) Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat adalah y = f(x) = ax2 + bx + c (a,b dan cR, a 0) untuk semua x dalam daerah asalnya. Fungsi kuadrat juga dikenal sebagai fungsi sukubanyak berderajat dua. e) Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil. Suatu fungsi y = f(x) dapat dikenali sebagai fungsi genap atau fungsi ganjil atau bukan keduanya mell definisi berikut: Fungsi y = f(x) disebut fungsi genap jika f(-x) = f(x) Fungsi y = f(x) disebut fungsi ganjil jika f(-x) = -f(x) Fungsi y = f(x) tidak memenuhi kedua aturan tersebut maka y = f(x) bukan fungsi genap dan fungsi ganjil.

Fungsi Surjektif, Fungsi Injektif dan Fungsi Bijektif


A. Fungsi Surjektif. Fungsi f : A B disebut sebagai fungsi surjektif, jika daerah hasil fungsi f sama dengan daerah kawan atau himpunan B atau Rf = B. B. Fungsi Injektif. Fungsi f : A B disebut sebagai fungsi injektif jika dan hanya jika untuk sembarang a1 dan a2 A dengan a1 a2 berlaku f(a1) f(a2) C. Fungsi Bijektif korespondensi satu-satu. Fungsi f : A B disebut fungsi Bijektif jika dan hanya jika fungsi f adalah fungsi surjektif dan sekaligus fungsi Injektif.

Aljabar Fungsi.
Misalkan f(x) dan g(x) adalah fungsi-fungsi polinom atau suku banyak, Operasi aljabar fungsi sukubanyak yang dimaksud adalah : 1) Penjumlahan f(x) dan g(x) adalah f(x) + g(x) 2) Pengurangan f(x) dan g(x) adalah f(x) g(x) 3) Perkalian f(x) dan g(x) adalah f(x) . g(x) 4) Pembagian f(x) dan g(x) adalah f(x) : g(x) dengan g(x) 0

Anda mungkin juga menyukai