Anda di halaman 1dari 17

Perencanaan Biaya untuk Siklus Hidup produk : Penentuan Biaya Berdasarkan Target, Teori Kendala, dan Penetapan Harga

Strategis

Bab 13

Nama Kelompok : Arlina Rezka Ova Septiara Gracia Ika Maya Silvina Regina Maria Sherliana 3203011295 3203011313 3203011319 3203011339 3203011342 3203011346

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Penentuan biaya berdasarkan target (target costing), metode yang dipelopori oleh toyota pada tahun 1960-an, adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencapai kualitas tinggi dan fitur-fitur yang diinginkan pada tingkatan harga yang kompetitif. Penentuan biaya berdasarkan target adalah pendekatan desain dimana manajemen biaya memainkan sebuah peranan besar. Menggunakan penentuan biaya berdasarkan target, sebuah perusahaan mendesain produk untuk meraih laba yang diinginkan sekaligus memenuhi harapan pelanggan atas kualitas dan fitur-fitur dari produk tersebut. Gambar 13.1 Siklus Hidup Biaya dari Sebuah Produk atau Jasa R&D Desain Produksi Pemasaran dan Distribusi Aktivitas Hilir Layanan Pelanggan

Aktivitas Hulu

Penentuan target adalah tahap pertama dari empat metode pembiayaan. Masing-masing dari empat metode tersebut digunakan untuk perencanaan biaya pada siklus hidup produk ( atau jasa ). Sebagai contoh, penentuan biaya berdasarkan target digunakan pada tahap aal siklus hidup produk untuk membantu perusahaan dalam mendesain produk guna mencapai keuntungan yang diinginkan. Metode lainnya, yang digunakan pada tahapan berbeda siklus hidup, adalah teori kendala, biaya siklus hidup, dan penetapan harga strategis. Sementara sesekali hanya terfokus pada biaya produksi, saat ini manajer melihat biaya hulu (sebelum produksi) dan hilir (setelah produksi) dalam sikulus hidup produk untuk mendapatkan analisis yang komprehensif atas biaya produk dan peluang laba. Misalnya, dalam penentuan biaya berdasarkan target, kita mempertimbangkan peran desain produk (kegiatan hulu) dalam menghemat biaya selama tahap produksi untuk menghemat biaya selama biaya tahap pembuatan dan fase hilir dari siklus hidup produk. Kemudian, kita melihat bagaimana teori kendala digunakan dalam tahap produksi untuk menghemat biaya produksi dan mempercepat pengiriman hilir. Selanjutnya kita melihat biaya siklus hidup, yang memberikan evaluasi menyeluruh terhadap peluang laba produk yang berbeda, termasuk biaya seluruh siklus hidup produk. Akhirnya, harga strategis menggunakan konsep siklus hidup dalam pengambilan keputusan harga. Keempat metode perencanaan biaya, penentuan biaya berdasarkan target, teori kendala, dan penentuan biaya siklus hidup, didasarkan pada siklus hidup biaya produk atau jasa, sedangkan metode terakhir, penetapan harga strategis, mempertimbangkan siklus hidup biaya penjualan.

Gambar 13. Siklus Hidup Penjualan dari Sebua produk atau Jasa Penjualan Pertumbuhan Pengenalan Penurunan Penjualan Jatuh tempo

Waktu Siklus Hidup biaya adalah rangkaian kegiatan dalam perusahaan yang diawali dengan penelitian dan pengembangan kemudian diikuti dengan desain, produksi (atau penyedia jasa), pemasaran/distribusi, dan layanan pelanggan. Siklus Hidup penjualan adalah rangkaian tahapan dalam jaring-jaring produk atau jasa pada lingkungan pasar dari tahap pengenalan produk atau jasa ke lingkungan pasar, pertumbuhan penjualan, dan akhirnya jatuh tempo, penurunan penjualan, dan penarikan produk dari pasar. Penjualan pada awalnya berjumlah kecil, memuncak pada tahap jatuh tempo, kemudian menurun. Empat metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan manufaktur barang, di mana perkembangan produk baru, kecepatan, dan efisiensi produksi merupakan hal yang penting. Karena produk memiliki karakteristik fisik, maka aplikasi dalam perusahaan manufaktur bisa lebih intuitif dan mudah untuk dipahami. Namun, masing-masing dari metode ini juga dapat digunakan dalam perusahaan jasa. Misalnya pemerintahan lokal dapat menggunakan teori kendala untuk mempercepat proses penagihan layanan air (dan untuk menghemat biaya penagihan) atau untuk mempercepat operasi dalam memproses dan menyimpan uang hasil tagihan dari para warga. Penentuan Biaya Berdasarkan Target Biaya target = Harga Kompetitif Laba yang diinginkan Penentuan biaya berdasarkan target sangatlah penting terutama pada saat yang kompetitif, seperti saat resesi ekonomi, saat dimana banyak perusahaan berjuang untuk bertahan.perusahaan mempunyai dua pilihan untuk mengurangi biaya menjadi sebuah tingkat biaya target : 1. Dengan menyatukan teknologi produksi yang baru, menggunakan teknik manajemen biaya yang lebih maju seperti pembiayaan berbasis aktivitas, dan mencari produktivitas yang lebih tinggi.

2. Dengan mendesai ulang produk atau jasa. Metpde ini sangat menguntungkan banyak perusahaan karena menunjukan baha keputusan desain vernilai penting bagi kebanyakan biaya total siklus hidup produk. Dengan perhatian yang tekiti terhadap desain, penghematan yang signifikan pada total biaya menjadi mungkin. Banyak perusahaan menerapkan kedua pilihan ini : usaha dalam meraih produktivitas yang meningkat dan penentuan biaya berdasarkan target untuk menentukan desain hemat biaya. Gambar 13.3 Penentuan Biaya Berdasarkan Target pada Siklus Hidup Biaya R&D Desain Produksi Pemasaran dan Distribusi Layanan Pelanggan

Penentuan Biaya Berdasarkan target Penentuan biaya berdasarkan target, berdasarkan analisis fungsi/trade-off biaya, adalah sebuah alat manajemen yang sesuai untuk perusahaan-perusahaan ini. dengan posisi seperti yang telah dijelaskan, tahap hulu dari siklus biaya, penentuan biaya berdasarkan target dapat benar-benar menolong sebua perusahaan dalam menekan biaya total. Penerapan sebuah pendekatan penentuan biaya berdasarkan target melibatkan lima tahap : 1. Penetapan harga pasar 2. Penentuan laba yang diinginkan 3. Pembuatan perhitungan biaya berdasarkan target pada pasar dikurangi laba yang diinginkan. 4. Penentuan rekayasa nilai untuk mengidentifikasi cara-cara untuk menghemat biaya produk. 5. Penggunaan pembiayaan kaizen dan kendali operasional untuk penghematan biaya secara lebih baik. Rekayasa Nilai Digunakan pada penentuan biaya berdasarkan target untuk menghemat biaya produk dengan menganalisis trade off di Antara berbagai jenis fungsi produk dan biaya produk yang berbeda. Jenis rekayasa produk yang digunakan bergantung pada fungsi produk. Para produsen yang bersangkutan memilih sekumpulan fitur tertentu untuk disertkan dengan masing-masing model baru dari produknya. Penentuan biaya berdasarkan target lebih berguna untuk produkproduk dalam kelompok pertama karena perusahaan memiliki beberapa pertimbangan tentang jumlah fitur yang lebih besar. Jenis umum dari rekayasa nilai yang diterapkan di perusahaanperusahaan ini adalah analisis fungsional, proses pemeriksaan kinerja dan biaya dari setiap fungsi utama atau fitur produk. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan keseimbangan yang diinginkan dari funsi dan biaya.

Penentuan acuan sering digunakan pada langkah ini untuk menentukan fitur mana yang memberikan perusahaan sebuah kerugian yang kompetitif. Tujuannya adalah keseluruhan fitur untuk peranti lunak tersebut yang mencapai keseimbanganyang diinginkan dalam memenuhi preferensi. Analisis desain adalah bentuk umum dari rekayasa nilai untuk produk dalam kelompok kedua, produk-produk industri dan khusus. Penentuan tolak ukur dan analisis rantai nilai membantu mengarahkan tim desainer dalam mempersiapkan desain berbiaya rendah dan kompetitif. Pendekatan pengurangan biaya lainnya termasuk table biaya dan teknologi kelompok. Tabel biaya adalah basis data terkomputerisasi yang menyertakan informasi menyeluruh mengenao pemicu biaya perusahaan. Pemicu biaya meliputi ukuran produk, bahan yang digunakan dalam pembuatannya, dan sejumlah fitur. Teknologi kelompok adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi kemiripan pada komponen-komponen produk yang diproduksi sehingga komponen yang sama dapat digunakan pada dua produk atau lebih, dengan demikian menekan biaya. Rekayasa gabungan atau rekayasa berkelanjutan adalah sebuah perkembangan baru dalam proses desain produk yang menggantikan pendekatan rekayasa dasar di mana desainer produk bekerja di tempat yang tertutup untuk komponen khusus dari proyek desain keseluruhan. Penentuan Biaya Berdasarkan Target dan Kaizen Langkah kelima dalam penentuan biaya berdasarkan target adalah dengan menggunakan perbaikan yang berkelanjutan dan kendali operasional untuk menekan biaya. Kaizen terjadi pada tahap produksi di mana efek rekayasa nilai dan desain yang telah dikembangkan sudah terjadi. Peranan pengurangan biaya pada tahap ini adalah untuk mengembangkan metode produksi baru. Penentuan biaya berdasarkan target dan kazen. Hatga dianggap stabil atau menurun dari waktu ke waktu bagi perusahaan-perusahaan di mana penentuan biaya berdasarkan target dianggap cocok untuk digunakan mengingat persaingan yang ketat pada harga, kualitas produk dan fungsi produk.

Sebuah Illustrasi Menggunakan Penyebaran Fungsi Kualitas Penyebaran fungsi kualitas (quality function deployment-QFD) adalah penyatupaduan rekayasa nilai, analisis pemasaran, dan pembiayaan target untuk membantu menentukan komponen dari produk yang harus diberikan desain ulang. Ada 4 langkah pelaksanaan QFD: 1. Menentukan kriteria pembelian pelanggan untuk produk ini dan bagaimana kriteriakriteria ini diurutkan berdasarkan skala prioritas. 2. Mengidentifikasikan komponen-komponen dari produk tersebut dan biaya produksi untuk masing-masing komponen. 3. Menentukan bagaimana komponen-komponen tersebut berkontribusi terhadap kepuasan pelanggan. 4. Langkah terakhir adalah untuk menentukan indeks kepentingan dari setiap komponen, dengan mengkombinasikan informasi pada langkah pertama dan ketiga dan kemudian membandingkan ini pada informasi biaya di langkah ke-2. Contoh: Pertama-tama: Kriteria Pelanggan dan Tingkatannya Kepentingan Keamanan 95 Kinerja 60 Keekonomisan harga 50 Total 205

Kepentingan Relatif 46,3% 29,3 24,4 100%

Kedua: Komponen-komponen Produk dan Biaya Kepentingan Motor $ 40 Mata gergaji 20 Kerangka 15 Total $ 75

Kepentingan Relatif 53,3% 26,7 20,0 100 %

Ketiga: Menentukan Bagaimana Komponen-komponen Berkontribusi terhadap Kepuasan Pelanggan Kriteria Pelanggan Komponen Keamanan Kinerja Keekonomisan Dinamo 10% 10% 60% Mata gergaji 30 50 10 Kerangka 60 40 30 100% 100% 100%

Keempat: Menentukan Indeks Kepentingan untuk Tiap Komponen

Kriteria Pelanggan Keamanan Kinerja Keekonomisan Kepentingan relatif untuk kepentingan ini (langkah satu) Presentase kontribusi dari masing-masing komponen terhadap masing-masing terhadap kriteria (dari langkah 3) Dinamo Mata gergaji Kerangka

Indeks Kepentingan

46,3%

29,3%

24,4%

10% 10% 60% 30 50 10 60 40 30 100% 100% 100% (46,3% x 10%) + (29,3% x 10%) + (24,4% x 60%) = 22,2%

22.2% 31,0 46,8% 100%

Indeks kepentingan sekarang dapat dibandingkan terhadap informasi biaya Komponen Dinamo Mata gergaji Kerangka Indeks Penting 22,2% 31,0 46,8 100% Biaya Relatif 53,3% 26,7 20,0 100%

Perbandingan ini menunjukkan bahwa biaya terlalu banyak dihabiskan untuk dinamo jika dibandingkan terhadap nilai yang ada pada pelanggan. Sebaliknya, biaya yang dialokasikan pada keangka masih kurang, dibandingkan pada kriteria yang ada pada pelanggan. Keuntungan Penentuan Biaya Berdasarkan Target Dapat menguntungkan karena: Meningkatkan kepuasan pelanggan Menekan biaya Membantu perusahaan mencapai keuntungan yang diinginkan Menekan total waktu yang dibutuhkan Menyediakan jumlah batasan persaingan Meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan

TEORI KENDALA
Mempaparkan salah satu metode kunci yang digunakan untuk meningkatkan kecepatan, yaitu teori kendala (TOC). Pengukuran diartikan dengan cara yang berbeda oleh beberapa perusahaan, bergantung sifat dari operasi perusahaan. Contohnya, waktu siklus (cycle time) produksi (atau waktu tempuh produksiatau waktu keluaran manufacturing lead time or throughput time). Waktu siklus = Jumlah waktu antara penerimaan pesanan pelanggan dan pengiriman pesanan tersebut Waktu penyelesaian siklus juga dapat diartikan sebagai waktu dimana ketika produksi selesai atau waktu ketika pesanan tersebut siap untuk dikirim. Pengukuran lain yang beguna adalah efisiensi siklus produksi ( manufacturing cycle efficiency MCE): MCE = TOC dikembangkan untuk membnatu manajemen mengurangi waktu siklus dan biaya operasional. Kendala adalah kegiatan kegiatan yang memperlambatan waktu total siklus produk. TOC bisa dibandingkan terhadap produksi tepat waktu (just-in-time JIT) yang pada keduanya ditujukan untuk mengurangi siklus dan mengurangi persediaan.

Analisis Teori Kendala Pada Produk Kesehatan


Healthcare Products International, Inc. sedang memproduksi alat bantu pendengaran generasi kedua (HPI-2) dan generasi ketiga (HPI-3). Harga untuk HPI-2 dan HPI-3 secara kompetitif adalah $600 dan $1.200, secara berurutan, dan diharapkan untuk tidak berubah. Karena penundaan proses produksi dan peningkatan waktu siklus, HPI memiliki sebuah tumpukan pesanan baik untuk HPI-2 dan HPI-3. Jumlah pesanan bulanan untuk HPI-2 adalah sebanyak 3.000 unit dan sebanyak 1.800 unit untuk HPI-3. Para pelanggan baru diberitahukan bahwa mereka mungkin harus menunggu selama tiga minggu atau lebih untuk menerima pesanan mereka. Manajemen peduli atas diperlukannya peningkatan kecepatan pada proses produksi dan merencanakan untuk menggunakan TOC. Langkah-langkah yang diambil: 1. Mengidentifikasi Kendala Akuntan manajemen bekerja sama dengan manajer produksi dan teknisi mengidentifikasi setiap kendala dalam proses produksi dengan mengembangkan diagram alur. Diagram alur tersebut mennjukkan urutan dari proses-proses dan lama waktu yang diperlukan seperti pada tampilan 13.7. Sebuah data untuk analisis total waktu yang dibutuhkan setiap proses pada tingkat permintaan tertentu ditunjukkan pada tampilan 13.8. Proses produksi HPI sangat terorganisasi dan karena dibutuhkannya keahlian khusus HPI menghadapi kesulitan penempatan karyawan secara memadai pada keseluruhan proses kecuali pada proses ke-5 yaitu pengepakan dan pengiriman.

Langkah 1 pada tampilan 13.8 menunjukkan total waktu yang diperlukan setiap proses dengan tingkat permintaan yang ada. Masing-masing kecuali proses ke-4 memiliki keleluasaan waktu. Oleh karena itu kendala muncul pada proses ke-4, yaitu melakukan

perakitan dan pengecekan akhir. Karena tidak memadainya waktu, HPI tidak mampu memenuhi keseluruhan permintaan HPI-2 dan HPI-3. HPI sekarang harus menentukan pesanan mana yang akan dipenuhi dan tidak akan dipenuhi yang membawa kita kepada langkah kedua dari TOC. 2. Menentukan Komposisi Produk yang Paling Menguntungkan pada Kendala yang Dihadapi Komposisi produk yang paling menguntungkan adalah gabungan dari produk-produk yang memaksimalkan total keuntungan untuk kedua produk tersebut. Analisis pada langkah ke-2 memberikan jawabannya. Untuk menentukan komposisi produk yang paling menguntungkan, dengan kendala yang dihadapi. TOC mengukur peluang laba produk menggunakan throughput margin, di mana harga produk dikurangi biaya bahan baku (termasuk keseluruhan biaya yang digunakan bahan baku, komponen-komponen yang dibeli, dan biaya pengendali bahan baku). Semua biaya-biaya produksi lainnya diabaikan dalam menentukan peluang laba karea biaya-biaya tersebut dianggap sebagai biaya tetap dan tidak akan berubah terhadap komposisi manapun yang dipilih. Langkah 2 bagian 1 pada tampilan 13-8 menunjukkan bahwa melalui batas untuk HPI-2 dan HPI-3 adalah sebesar $300 dan $450 secara berurutan. HPI-3 memiliki batas yang lebih tinggi namun ketika mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan pada kendala perakitan dan pengecekan akhir HPI-3 membutuhkan waktu dua kali lebih banyak daripada HPI-2. HPI dapat memproduksi dua unit HPI-2 untuk setiap HPI-3 yang diproduksi. Akibatnya pengukuran peluang laba yang relevan adalah batas keluaran per menit waktu pada perakitan dan pengecekan akhir, yaitu pengeluaran per menit $10 dari HPI-2 dan $7,50 untuk HPI-3. Ini berarti bahwa tiap menit yang digunakan pada perakitan dan pengecekan akhir untuk memproduksi HPI-2 menghasilkan $10 sedangkan HPI-3 hanya menghasilkan $7,50. Jadi HPI-2 adalah produk yang paling menguntungkan ketika perakitan dan pengecekan akhir menjadi kendala.

Komposisi produk terbaik ditunjukkan pada langkah ke-2 bagian 2. HPI memproduksi seluruh 3000 unit permintaan lalu menentukan jumlah HPI-3 yang dapat diproduksi dengan kapasitas sisa dengan kendala yang ada, yaitu proses 4. HPI-3 diproduksi hanya sejumlah 900 unit dari 1800 permintaan dengan perhitungan sebagai berikut:

Kapasitas proses 4 yang digunakan HPI-2: 3000 unit x 30 menit/ unit = 90.000 menit/ 1500 jam. Sisa kapasitas: 2400- 1500 = 900 jam 900 jam / 1 jam untuk setiap unit HPI-3 = 900 unit Asumsinya adalah bahwa tidak ada persedian atau sesedikit mungkin persediaan HPI-3 yang dikelola, sehingga tidak mungkin memenuhi permintaan HPI-3 dengan menyertakan persediaan. Asumsi ini sehubungan dengan pendekatan TOC yang menekankan pengurangan biaya dan kecepatan pada arus produksi dengan melepaskan kendala dan mengurangi tingkat persediaan.

3. Memaksimalkan Arus Melalui Kendala yang Ada Pada langkah ini akuntan manajemen mencaari cara untuk mempercepat arus melalui kendala yang ada dengan menyerdehanakan proses yang ada, meningkatkan desain produk, mengurangi waktu pengaturan, dan mengurangi penundaan-penundaan lainnya pada kegiatan yang tidak dijadwalkan dan tidak menambah nilai seperti pemeriksaan atau rusaknya mesin, di antara yang lainnya. Metode yang biasanya digunakan adalah dengan penggunaan waktu Takt (Takt time). Takt dalam bahasa Jerman berarti tongkat konduktor atau irama. Ini adalah rasio dari total waktu yang tersedia terhadap perkiraan permintaan pelanggan. Sebagai contoh, dianggap sebuah pabrik produksi beroperasi untuk delapan jam per hari dan bahwa setelah dipotong dengan waktu istirahat,400 menit dari waktu produksi tersedia untuk setiap harinya. Juga karena ratarata dari permintaan pelanggan per hari adalah 800 unit, waktu Takt adalah 30 detik per unit. Waktu Takt =

Ini berarti bahwa setiap unit harus diproduksi dengan rata-rata 30 detik untuk memenuhi permintaan pelanggan. Untuk menggambarkan bagaimana waktu Takt dapat digunakan untuk identifikasi kendala, anggap sebuah produk yang mendapatkan permintaan sebesar 18.000 unit per minggu, dengan total waktu operasional yang tersedia per minggu 75 jam. Waktu Takt adalah sebagai berikut: Waktu Takt = = = = 15 detik per unit

Pabrik harus memproduksi setiap unit dalam waktu 15 detik untuk memenuhi permintaan. Bila suatu proses produksi memiliki tiga tahapan di mana tahap pertama memerlukan waktu 10 detik, kedua 20 detik, dan ketiga 15 detik maka lini proses menjadi tidak seimbang sehingga permintaan sebanyak 18.000 unit tak dapat dipenuhi karena terdapat kendala dari tahapan kedua. Sehingga hanya sebanyak 13.500 unit permintaan (270.000 detik/ 20 detik) yang dapat dipenuhi. Hanya ketika ketiga tahapan operasi berjalan seimbang atau mendekati waktu Takt 15 detik permintaan dapat dipenuhi. Tujuan dari penerapan waktu Takt adalah untuk menyeimbangkan pengerjaan dari tahapan-tahapan tersebut sehingga waktu pengerjaan dari tiap tahap berada sedikit di bawah rata-rata waktu Takt. Langkah 4: Menambahkan Kapasitas Pada Kendala Sebagai tindakan jangka panjang untuk meringankan kendala dan meningkatkan waktu siklus, manajemen harus mempertimbangkan menambah kapasitas pada kendala dengan menambahkan mesin baru atau yang ditingkatkan atau tenaga kerja tambahan. Langkah 5: Mendesain Ulang Proses Produksi untuk Fleksibilitas dan Waktu Siklus yang Cepat Tanggapan strategis paling lengkap untuk kendala adalah untuk mendesain ulang proses produksi, termasuk pengenalan teknologi produksi baru, penghentian beberapa produksi dari produk yang sulit untuk diproduksi, dan mendesain ulang beberapa produk untuk kasus produksi yang lebih besar. Cukup menghapus satu atau fitur yang lebih kecil pada suatu produk tertentu mungkin akan mempercepat proses produksi secara signifikan. Penggunaan rekayasa nilai seperti yang dijelaskan sebelumnya bisa membantu pada tahapan ini.

Manfaat Penentuan Perhitungan Biaya Menurut Siklus Hidup pada Perusahaan Pembuat Peranti Lunak
Perhitungan biaya menurut siklus hidup, dapat dilihat pada perusahaan pengembang peranti lunak Analytical Decisions, Inc. (ADI), yang menyediakan peranti lunak khusus bank dan lembaga keuangan lainnya untuk digunakan dalam analisis cadangan kerugian piutang pinjaman dan perencanaan potofolio pinjaman. ADI mempunyai dua produk, yaitu ADI-I untuk bank-bank besar dan ADI-2 untuk bank-bank kecil dan tabungan serta pinjaman.

Dalam analisis ini dapat dilihat dengan jelas bahwa biaya selama siklus hidup yang merupakan produk yang lebih menguntungkan adalah ADI-2, hal ini dikarenankan sebagian besar biaya penelitian dan pengembangan serta biaya penjualan dikeluarkan untuk ADI-1. Contohnya, rasio antara biaya penelitian dan pengembangan, biaya penjualan, dan biaya pelayanan terhadap pendapatan penjualan lebih besar untuk ADI-1 (67%; $3.000.000/$4.500.000) dibandingkan denan ADI-2 (40%;$1.000.000./$2.500.000). Maka manajemen harus menyelidiki apakah biaya-biaya yang lebih tinggi tersebut disebabkan oleh karakteristik pelanggan yang berbeda atu masalah-masalah kualitas pada ADI-1. Hal ini menyebabkan manajer dapat menggunakan bagian-bagian biaya selama siklus hidup produk untuk mencari peluang penghematan biaya. Lima Tahap pada Pengambilan Keputusan Strategis untuk Kecepatan dan Efisiensi pada Industri Mode Kompleksitas dan banyaknya barang yang diproduksi Burberry menyebabkan penundaan dalam proses produksi, untuk itu, Burberry menyiapkan lima langkah dari pengambilan keputusan strategis untuk menghadapi masalah yang dihadapinya: 1. 2. 3. 4. 5. Menentukan isu-isu strategis yang mengitari masalah yang ada. Mengidentifikasi tindakan-tindakan alternatif. Mencari informasi dan melakukan penelitian terhadap alternatif-alternatif yang ada. Berdasarkan strategis dan analisis, memilih dan melakukan alternatif yang diingikan. Menyediakan sebuah evaluasi berjalan terhadap efektivitas peaksanaan pada langkah ke empat.

Laporan Teori Kendala Ketika perusahaan berfokus pada peningkatan waktu siklus, menghilangkan hambatan, dan meningkatkan kecepatan pengiriman, pengukuran evaluasi kinerja tindakan juga fokus pada faktor-faktor keberhasilan yang kritis. Pendekatan yang umum adalah untuk melaporkan batas keluaran sebagaimana data operasional yang terpilih dalam sebuah laporan teori kendala (TOC) yang berguna untuk mengidentifikasi produk yang paling menguntungkan dan untuk memantau keberhasilan dalam mencapai faktor keberhasilan yang kritis. Pembiayaan Berbasis Aktivitas dan Teori Kendala

ABC digunakan untuk menilai peluang laba produk, perbedaannya dengan TOC yakni bahwa TOC mengmbil pendekatan jangka pendek untuk analisis peluang laba, sementara pembaiayaan ABC mengembangkan suatu analisis jangka panjang dan meliputi semua biaya produk. Analisis TOC memiliki fokus jangka pendek karena penekanannya hanya pada biaya bahan terkait saja. Penentuan Biaya Siklus Hidup Penentuan biaya siklus hidup yang memberikan perspektif jangka panjang dikarenakan mempertimbangkan siklus hidup seluruh biaya produk atau jasa, sehingga memberikan perspektif yang lebih lengkap dari biaya produk dan peluang laba produk dan jasa.

R&D

Desain

Produksi

Pemasaran & Distribusi

Layanan PElanggan

Aktivitas Hulu Penentuan biaya siklus hidup

Aktivitas Hilir

Hulu dan hilir dapat menunjukkan sebuah prosi yang signifikan dari biaya siklus hidup total, khususnya pada industri tertentu. Biaya hulu dan hilir dikelola pada beberapa cara termasuk peingkatan hubungan, baik dengan para pemasok dan distributor; yang paling penting adalah desain produk dan proses produksi. Pentingnya Desain Pengambilan keputusan pada tahap desain sangat penting ketika mempertimbangkan biaya hulu dan hilir. Meskipun biaya yang terjadi pada tahap ini hanya dapat menunjukkan persentase yang kecil dari biaya total keseluruhan siklus hidup produk. Keputusan tahap desain memungkinkan sebuah perusahaan memenuhi rencana produksi, pemasaran, dan layanan yang ada, oleh karena itu mereka mengunci sebagian bear dari biaya siklus hidup yang tersisa. Faktor kesuksesan pada tahap desain yakni: Penghematan waktu pemasaran. Menekan biaya jasa yang diharapkan. Menekan peengaruh lingkungan produk. Meningkatkan kemudahan produksi. Proses perencanaan dan desain.

Menfaat Penentuan Biaya Siklus Hidup pada Perusahaan Peranti Lunak Analisis biaya siklus hidup mengidentifikasi secara jelas produk mana yang lebih menguntungkan di suatu perusahaann. Manajemen harus menyelidiki apakah biaya-biaya yang lebih tinggi pada salah satu prodk atau lebih adalah akibat dari sifat yang berbeda dari

tiapng pelanggan ataukan masalah kuantitas pada masing-masing produk tersebut. Untuk itu, manajemen dapat menggunakan laporan (breakdown) biaya-biaya ini melalui siklus hidup produk untuk mengidentifikasi kesempata-kesempatan untuk penghematan biaya.

PENETAPAN HARGA PRODUK MENGGUNAKAN SIKLUS HIDUP PRODUK Penetapan harga berdasarkan biaya adalah pendekatan yang umum digunakan oleh perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa. Perusahaan yang bersaing dalam hal kepemimpinan biaya menggunakan informasi biaya untuk meningkatkan efisiensi operasi dan mengurangi biaya serta harga. Harga ditetapkan oleh para produsen yang paling efisien, yaitu yang paling dapat mengurangi biaya-biaya. Sebaliknya, perusahaan yang bersaing dalam hal diferensiasi memiliki pertimbangkan lebih dalam menetapkan harga. Yang tujuannya adalah untuk meningkatkan laba dengan menetapkan harga awal yang tinggi untuk pelanggan yang bersedia membayar, diikuti harga yang lebih rendah untuk pelanggan yang sangat memerhatikan biaya yang disebut skimming. Informasi yang digunakan untuk penetapan harga umumnya dibuat berdasarkan satu dari empat metode berikut, yaitu : 1. Biaya Produksi Penuh Ditambah Markup, yaitu perusahaan yang menentukan biaya produksi penuh (total biaya produksi tetap dan variabel) dan menambahkan presentase markup untuk menutup biaya operasi lain ditamba laba. Persentase markup dapat ditentukan oleh praktik industri, pertimbangan, atau tingkat laba yang diharapkan.

2. Biaya Selama Siklus Hidup Ditambah Markup, yaitu adanya pendekatan siklus hidup untuk penetapan harga dengan menggunakan biaya siklus hidup penuh bukan hanya biaya produksi saja.

3. Biaya Produksi Penuh dan Persentase Margin Kotor yang Diinginkan , yaitu harga yang ditentukan sedemikian rupa sehingga dicapai suatu persentase margin kotor yang diinginkan.

4. Tingkat Imbal Hasil Aktiva yang Diinginkan, yaitu pendekatan penetapan harga lainnya yang umum digunakan adalah dengan menetapkan harga untuk mencapai tingkat imbal hasil atas aktiva yang diinginkan.

PENETAPAN HARGA STRATEGIS PADA TAHAP-TAHAP SIKLUS HIDUP PENJUALAN Penentuan harga jual stratejik dan pengembangan sistem manajemen biaya yang tepat tergantung pada posisi produk atau jasa dalam tahap-tahap siklus penjualan (sales life cycle). Hal ini dapat dilihat dari beberapa fase berikut ini, yaitu : Fase 1 : Pengenalan Produk Tahap pertama ini terdapat sedikti persaingan, dan penjualan perlahan-perlahan mengalami peningkatan karena pelanggan mulai sadar akan adanya produk atau jasa baru. Biaya relatif tinggi karena tingginya pengeluaran untuk riset dan pengembangan dan biaya modal untuk memasang fasilitas produksi dan upaya pemasan. Harga relatif tinggi karena adanya diferensiasi produk dan biaya tinggi pada tahap ini. Variasi produk terbatas. Fase 2 : Pertumbuhan Penjualan mulai tumbuh secara tepat dan variasi produk meningkat. Produk sedang menikmati manfaat dari adanya diferensiasi. Persaingan semakin meningkat dan harga mulai lunak. Fase 3 : Kematangan Penjualan terus meningkat, tetapi dengan tingkat kenaikan yang menurun. Ada pengurangan persaingan dan variasi produk. Harga juga tetap lunak, dan diferensiasi tidak lagi penting. Persaingan berdasarkan biaya, persaingan kualitas dan fungsionalitas tidak dapat diubah. Fase 4 : Penurunan Penjualan mulai menurun, demikian pula jumlah pesaing. Harga menjadi stabil. Menekankan pada kembalinya diferensiasi. Perusahaan yang dapat bertahan adalah perusahaan yang dapat melakukan diferensiasi pada produk mereka, mengendalikan biaya, kualitas pengiriman yang baik, dan pelayanan yang baik. Pengendalian terhadap biaya dan jaringan distribusi yang efektif merupakan kunci untuk terus dapat bertahan. Pada fase pertama fokus manajemen adalah desain, diferensiasi,dan pemasaran. Fokus manajemen berubah ke arah pengembangan produk baru dan strategi penentuan harga jual sejalan dengan berkembangnya persaingan pada tahap ke dua. Pada fase ketiga dan ke empat, perhatian manajemen berubah ke arah pengendalian biaya, kualitas, dan jasa sejalan dengan semakin kompetitifnya pasar.

Dari rangkuman yang dilihat, bahwa strategi prusahaan untuk produk dan jasa berubah selama siklus penjulan produk (sales life cycle), dari diferensiasi pada fase awal ke arah keunggulan biaya pada fase terakhir. Penetapan Harga Strategis: Metode Penatapan Harga Berbasis Analisis Sebuah contoh adalah penggunaan analisis data perilaku pelanggan untuk menentukan jumlah optimum markdown selama kemunduran musiman dalam bisnis. Contoh lainadalah b m m b v i rumah dari sebuah produk yang terkenal. Merek tempur sangat umum pada sebuah lingkungan resersi, ketika pelanggan produk mahal mencari produk pengganti yang lebih murah.