Anda di halaman 1dari 32

Paper Kalkulus Lanjut

Bidang Singgung, Hampiran Maksimum Dan Minimum Metode Lagrange

Oleh: Putu Gina Anindyas Dody Arya Wibowo Ni Nyoman Wulan Darma Putri Putu Sadu Wirawan (1113011002) (1113011004) (1113011007) (1113011109)

Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha 2012

15.7 Bidang Singgung, Hampiran


Sebelumnya kita sudah dikenalkan dengan yang lebih umumnya adalah . (Gambar 1). Keadaan atau , jika

. Kurva pada permukaan ini melalui

adalah persamaan parametrik pada kurva ini, maka untuk seluruh t, F( )=k Berdasarkan aturan rantai, Ini dapat dinyatakan dengan menggunakan gradien F dan turunan vektor . Perhatikan

Ruas kanan dari persamaan ini dapat ditulis sebagai

Jadi

Karena

Jadi, menurut persamaan di atas

Gambar 1

Gradien di (x0, y0,z0) tegak lurus terhadap garis singgung di titik ini. Titik ini terletak pada kurva F( ) = k. Lihat gambar 2.

Gambar 2 Definisi Misalkan menentukan suatu permukaan dan misalkan F dapat didiferensialkan di sebuah titik dari permukaan dengan . Maka bidang yang melalui P yang tegak lurus dinamakan bidang singgung permukaan itu di P Sebagai konsekuensi dari definisi ini, dapat dituliskan persamaan bidang singgung. Teorema A (Bidang singgung). Untuk permukaan , persamaan bidang singgung di adalah + + Dalam hal khusus, untuk permukaan , persamaan bidang singgung di adalah Bukti Pernyataan pertama adalah langsung dan yang kedua menyusul darinya

dengan memperlihatkan

Definisi Garis normal pada permukaan S di titik pada S adalah garis melalui yang bilangan-bilangan arahnya adalah komponen-komponen vector normal pada S di .

Dari definisi tersebut dapat dituliskan persamaan simetri dari garis normal pada S di pada permukaan adalah

Penyebut dalam persamaan simetri dari garis normal adalah komponen dari vector yang merupakan vector normal pada S di CONTOH 1 permukaan Jawab: Andaikan sehingga , maka . .

Cari persamaan bidang singgung dan garis normal terhadap di (-2,-4,6).

Jadi sesuai teorema, persamaan bidang singgung di (-2,-4,6) adalah

dan persamaan simetri dari garis normal yang melalui (-2,-4,6) adalah CONTOH 2 permukaan Jawab: Andaikan , sehingga Dan persamaan simetri garis normal melalui
adalah

Cari persamaan bidang singgung dan garis normal terhadap di adalah

maka

Jadi sesuai teorema, persamaan bidang singgung di

DIFERENSIAL DAN HAMPIRAN

Andaikan

dan

suatu titik tetap pada permukaan. Akan digunakan sumbu-sumbu koordinat baru (sumbu-sumbu dx, dy, dz) yang sejajar dengan sumbu-sumbu lama, dengan sebagai titik asal (Gambar 4). Pada system yang sebelumnya, bidang singgung di mempunyai persamaan

Gambar 4 tetapi pada system yang baru persamaan ini mengambil bentuk sederhana

Definisi Andaikan , dengan suatu fungsi yang dapat dideferensialkan, dan andaikan dx dan dy (disebut diferensial-diferensial dari dan ) berupa peubah-peubah. Diferensial dari peubah tak bebas, , disebut juga diferensial total dari dan ditulis didefinisikan oleh dan , yang merupakan akan merupakan hampiran

Pentingnya dz dari fakta bahwa jika representasi perubahan kecil dalam yang baik terhadap walaupun dan , maka

, perubahan di . Ini digambarkan pada Gambar 5 dan ,

tidak kelihatan berupa suatu hampiran yang baik terhadap dan semakin kecil.

penghampiran ini akan semakin baik jika

Gambar 5 Contoh 3 Misalkan dari (2,1) menjadi (2,03; 0,98) Penyelesaian . Hitunglah dan dz ketika (x,y) berubah

Di (2,1) dengan Contoh 4

Rumus P = k(T/V), dimana k adalah konstanta menyatakan tekanan P dari suatu gas dalam ruang tertutup dengan volume V dan suhu T. Tentukan secara hampiran persentase kesalahan (error) maksimum dalam P yang terjadi akibat kesalahan 0,4% dalam mengukur suhu, dan kesalahan 0,9% dalam mengukur volume Penyelesaian Keslahan dalam P adalah P, yang dapat dihampiri dengan dP. Jadi, | | | | | |

Kesalahan relatif maksimum | maksimum mendekati 13%

, mendekati 0,013 dan persentase kesalahan

Ruang lingkup pembahasan tentang hampiran jauh lebih luas dibandingkan dengan apa yang kita bahas disini. Ingat kembali bahwa, untuk fungsi dengan satu peubah, hampiran orde pertama, Telah diperluas menjadi hampiran Taylor orde kedua

Dan menjadi hampiran Taylor orde ke n. Analogi untuk fungsi dua peubah adalah

Dan [ ] Lebih dari itu, fungsi fungsi di atas masih bisa diperluas dapat diperluas menjadi orde ke n dan menjadi fungsi-fungsi dengan lebih dari dua peubah .

Latihan Soal 15.7 2. Tentukan persamaan bidang singgung terhadap permukaan yang diberikan pada titik yang ditentukan Jawab : Misalkan Sehingga Maka ( ( ) ) ) adalah

Berdasarkan teorema A maka persamaan bidang singgung di ( ( )

4. Jawab : Misalkan Sehingga Maka adalah

Berdasarkan teorema A maka persamaan bidang singgung di

11. Andaikan Jawab: ke .

. Hitung

dan

bila

berubah dari

Maka, besar

di

dengan

dan

adalah

Suatu gagasan aproksimasi sejalan dengan apa yang dilakukan disini. Perlu diingat kembali bahwa untuk fungsi satu peubah, aproksimasi orde pertama telah diperluas menjadi aproksimasi orde kedua dari Taylor dan juga dapat diperluas ke aproksimasi Taylor orde ke-n. Analogi untuk fungsi dua peubah adalah ( dan ( + ( ) ) ( ) ( ) )

14. tentukan sebuah titik pada permukaan singgungnya sejajar dengan bidang Jawab : merupakan normal dari Misalkan Maka

dimana garis

10

adalah normal dari adalah normal dari

di di maka

( ) Jadi titik itu adalah 18.

tunjukkan persamaan bidang singgung terhadap elipsoid : dapat ditulis bentuk

di

Jawab: Misalkan Sehingga Maka Berdasarkan teorema A maka persamaan bidang singgung di ( ) ( ) adalah =

)(

11

Pada soal diketahui Maka untuk

Substitusikan persamaan 2 ke persamaan 1 maka ;

28.

Tentukan dan sederhanakan persamaan bidang singgung terhadap permukaan di . Kemudian dengan sumbu koordinatnya adalah

Jawab : Misalkan

Maka persamaan bidang singgungnya adalah Kita ketahui :

12

Maka

subsitusikan ke 1

Perpotongan dengan sumbu koordinatnya adalah Maka jumlah perpotongan bidang ini dengan sumbu koordinatnya adalah

+ + ( )

13

15.8 Maksimum dan Minimum


Suatu terapan yang penting dari turunan fungsi satu peubah ada dalam kajian tentang nilai ekstrem sebuah fungsi, yang berperan pada berbagai masalah meliputi maksimum dan minimum. Hal ini dibicarakan dalam kalkulus 1, di mana dibuktikan teorema-teorema yang mencakup turunan pertama dan kedua, yang dapat menentukan nilai maksimum dan minimum relative sebuah fungsi. Dalam memperluas teori mengenai fungsi dari dua peubah, akan dilihat bahwa kasusnya serupa dengan fungsi satu peubah. Selanjutnya, andaikan dan

masing-masing berupa sebuah titik peubah dan sebuah titik tetap, di ruang dimensi-dua. Definisi Andaikan (i) f( suatu titik di S, yaitu daerah asal dari f. untuk ) f(p) untuk

) adalah nilai maksimum (global) dari f pada S jika di S.

semua

(ii) f(p0) adalah nilai minimum (global) dari f pada S jika f( semua di S.

(iii) f(p0) adalah nilai ekstrem (global) dari f pada S jika ia adalah suatu nilai maksimum (global) atau suatu nilai-nilai minimum (global). Definisi yang sama berlaku dengan kata global digantikan oleh lokal jika, pada (i) dan (ii), hanya memerlukan bahwa pertidaksamaan berlaku pada N S, dengan N suatu lingkungan dari
.

Gambar 1 memberikan tafsiran geometri dari konsep yang telah kita definisikan. Perhatikan bahwa suatu maksimum (atau minimum) global secara otomatis adalah suatu maksimum (suatu minimum) lokal.

Gambar 1

14

Teorema pertama sangat besar dan sukar untuk dibuktikan, tetapi secara intuisi jelas. Teorema A (Teorema Keujudan Maksimum-Minimum). Jika f kontinu pada suatu himpunan tertutup dan terbatas S, maka f mencapai suatu nilai maksimum (global) dan suatu nilai minimum (global) di S. DI MANA NILAI-NILAI EKSTREM MUNCUL? Situasinya serupa seperti pada kasus satu peubah. Titik-titik kritis dari f pada S ada tiga jenis. 1. Tititk-titik batas. 2. Tititk-titik stationer. Kita sebut dapat didiferensialkan dan singgung adalah mendatar. 3. Titik-titik singular. Kita sebut suatu titik singular jika adalah suatu titikadalah suatu titik dalam dari S di mana f Pada titik yang demikian, bidang

dalam dari S di mana f tidak dapat didiferensialkan- misalnya, titik di mana grafik mempunyai pojok tajam.

Sekarang dapat dinyatakan teorema besar lainnya, secara nyata teorema ini dapat dibuktikan. Teorema B (Teorema TitiK Kritis). Andaikan f didefinisikan pada suatu himpunan S yang mengandung p0. Jika f(p0) adalah suatu nilai ekstrem, maka p0 haruslah berupa suatu titik kritis; yakni p0 berupa salah satu dari: (i) Suatu titik batas dari S; atau (ii) Suatu titik statsioner dari f; atau (iii) Suatu titik singular dari f. Bukti Andaikan bahwa (sehingga bukan suatu titik batas ataupun suatu titik singular ada). Disini hanya perlu ).

adalah suatu titik-dalam di mana

memperlihatkan bahwa

Untuk mudahnya, tetapkan , fungsi

Karena f mempunyai suatu nilai ekstrem di mempunyai suatu nilai ekstrem di

. Lebih lanjut g dapat dideferensialkan di

15

karena f dapat dideferensialkan di untuk fungsi satu peubah

karena itu menurut Teorema Titik Kritis

dengan cara yang serupa, fungsi di y0 yang memenuhi

mempunyai suatu nilai ekstrem

gradient adalah 0 karena kedua parsialnya adalah 0. Teorema dan buktinya adalah sahih tidak tergantung apakah nilai-nilai ekstrem berupa nilai-nilai ekstrem global atau lokal. CONTOH 1 carilah nilai-nilai maksimum atau minimum lokal dari Jawab: dapat didiferensialkan sepanjang daerah asalnya. Jadi, titik kritis yang mungkin adalah titik-titik stasioner yang diperoleh dengan menetapkan dan Titik kritisnya adalah adalah nilai maksimum atau

Sekarang kita tinggal memutuskan apakah dan

minimum atau bukan keduanya. Perhatikan bahwa Untuk

16

, maka

Jadi menurut definisi,

adalah nilai maksimum global.

CONTOH 2 carilah nilai-nilai maksimum atau minimum lokal dari Jawab: dapat didiferensialkan sepanjang daerah asalnya. Jadi, titik kritis yang mungkin adalah titik-titik stasioner yang diperoleh dengan menetapkan dan

Titik kritisnya adalah Sekarang tinggal memutuskan apakah adalah nilai maksimum atau minimum

atau bukan keduanya. Perhatikan bahwa, untuk

Sketsa gambar f terlihat dalam gambar yang berbentuk pelana pada titik dekat pusat. Jelaslah disini bahwa f tidak memenuhi definisi (i) dan (ii).

Jadi, titik

disebut titik pelana dari fungsi f. 17

SYARAT CUKUP UNTUK EKSTREM Teorema berikut adalah suatu analogi terhadap Uji Turunan Kedua untuk fungsi satu peubah. Teorema C (Uji Parsial-Kedua). Andaikan bahwa f(x,y) mempunyai turunan parsial kedua kontinu di suatu lingkungan dari (x0,y0) dan bahwa = 0. Ambil Maka: (i) Jika D > 0 dan fxx(x0,y0) < 0, maka f(x0,y0) adalah nilai maksimum lokal; (ii) Jika D > 0 dan fxx(x0,y0) > 0, maka f(x0,y0) adalah nilai minimum lokal; (iii) Jika D < 0 dan f(x0,y0) bukan suatu nilai ekstrem ((x0,y0) adalah titik pelana); (iv) Jika D = 0, pengujian tidak memberi kesimpulan.

CONTOH 3 Tentukan ekstrem (jika ada), untuk fungsi Jawab: .

yang didefinisikan oleh

Titik-titik kritis fungsi tersebut diperoleh dengan menyelesaikan system persamaan

18

Dengan demikian, titik kritisnya adalah Nilai ekstrem diperoleh dengan mencari turunan kedua dari

Selanjutnya, Untuk titik

Karena

dan

maka

adalah minimum lokal. yang didefinisikan oleh

CONTOH 4 Tentukan ekstrem (jika ada), untuk fungsi Jawab: .

Titik-titik kritis fungsi tersebut diperoleh dengan menyelesaikan system persamaan

Dengan demikian, titik kritisnya adalah

) (

Nilai ekstrem diperoleh dengan mencari turunan kedua dari 19

Selanjutnya,

Untuk

dan

Karena Untuk (

,maka ) dan (

adalah titik pelana. ), ( ) ( ) ( ) ) adalah minimum lokal.

Karena Untuk (

dan ) dan ( )

maka (

( ) ( Karena CONTOH 5 dan ) ( ) ) adalah minimum lokal.

maka (

Tentukan jarak terdekat dari titik asal (0, 0, 0) ke titik (x, y, z)

yang terletak pada bidang Jawab: Jarak dari titik asal (0, 0, 0) ke titik (x, y, z) memenuhi persamaan 20

Untuk memudahkan penyelesaian, ambil

Karena (x, y, z) terletak pada bidang

maka (i) dapat

diubah menjadi fungsi dua peubah sebagai berikut

Sekarang kita akan mencari nilai minimum dari (ii). Titik-titik kritis fungsi tersebut diperoleh dengan menyelesaikan sistem persamaan dan sebagai berikut

Kurangkan (a) dan (b),

Maka diperoleh,

. Substitusi hasil ini ke persamaan (a)

Sehingga titik kritis fungsi tersebut adalah Nilai ekstrem diperoleh dengan mencari turunan kedua

Selanjutnya, dapat dicari

dan

untuk titik

21

Karena Kemudian substitusi

maka

adalah nilai minimum.

Karena

jadi jarak terdekat dari titik asal (0, 0, 0) ke titik adalah

yang terletak pada bidang

CONTOH 6 Tentukan dimensi dari sebuah persegi panjang berdiagonal 2 sedemikian rupa sehingga luasnya maksimum. Jawab: Misalnya panjang dan lebar dari persegi panjang tersebut adalah dan sehingga luasnya, memenuhi . Kita ingin menentukan ukuran dan dan , dengan sedemikian rupa

, maksimum dengan syarat diagonalnya . Dari . diperoleh

. Substitusikan hasil ini pada persamaan luas maka

Turunan pertama dari

adalah

Karena maka

maka

sehingga titik kritisnya adalah titik stasioner:

22

Karena , maka yang memenuhi adalah

Kemudian substitusi

ke persamaan

Sehingga titik kritisnya adalah . Dengan demikian, dimensi dari persegi

panjang berdiagonal 2 dengan luas maksimum adalah

CONTOH 7 Carilah nilai maksimum dan nilai minimum pada himpunan tertutup Jawab: .

dapat didiferensialkan sepanjang daerah asalnya. Titik kritis yang mungkin adalah titik batas S dan titik stasioner. Titik stasioner diperoleh dengan menetapkan dan .

Titik kritisnya adalah Batas S adalah , yang secara parametris dapat dijabarkan dengan 23

Kemudian mencari titik ekstrem dari fungsi satu peubah

Dengan aturan rantai kita peroleh

Titik kritis

diperoleh dengan menetapkan

dan titik batasnya.

Selanjutnya substitusi

, dan

ke

dan

Untuk Untuk Untuk Untuk Untuk Sehingga seluruh titik kritis dari adalah .

Untuk mencari nilai minimum dan maksimum, substitusi titik-titik kritisnya ke . 24

Dengan demikian, nilai maksimum f di S adalah 2 dan nilai minimumnya adalah 0.

Latihan Soal 15.8 Tentukanlah titik kritisnya, dan apakah setiap titik tersebut memberikan titik maksimum local atau nilai minimum local atau merupakan titik pelana. Petunjuk gunakan Teorema C! 1. Pembahasan: Karena maka ( ) adalah :

Substitusi sekarang nilai :

Sehingga titik titik kritisnya yang diperoleh adalah Sekarang dengan menggunakan teorema C maka : dan

dan Sehingga

25

Untuk titik kritisnya maka . Lebih jauh lagi ,

sehingga dengan menggunakan ketentuan pada Teorema C yang menyatakan jika sehingga dan adalah sebuah nilai minimum local; adalah sebuah nilai minimum local dari . maka . Sehingga dengan dan

Dan untuk titik kritisnya

menggunakan ketentuan pada Teorema C yang menyatakan jika adalah sebuah titik pelana 2. Pembahasan: Karena maka adalah :

Untuk k = 0 maka

26

Untuk k = 1 maka Untuk k = -1 maka maka

Karena batasnya adalah ( Substitusi sekarang nilai :

Sehingga titik titik kritisnya yang diperoleh adalah Sekarang Sehingga dengan menggunakan teorema C maka : Untuk titik kritisnya maka . Lebih jauh lagi dan

dan

sehingga dengan menggunakan ketentuan pada Teorema C yang menyatakan jika sehingga dan adalah sebuah nilai minimum local; adalah sebuah nilai minimum local dari . maka . Sehingga dengan dan

Dan untuk titik kritisnya

menggunakan ketentuan pada Teorema C yang menyatakan jika adalah sebuah titik pelana.

3. Gunakan metode-metode pada subbb ini untuk menentukan jarak terpendek dari titik asal ke bidang Pembahasan:

27

Perhatikan, S merupakan jarak terpendek dari titik asal bidang. dan Sehingga jarak terpendeknya adalah :

ke

Karena maka Substitusi sekarang nilai :

adalah :

Sehingga titik titik kritisnya yang diperoleh adalah 28

Sekarang dengan menggunakan teorema C maka :

dan

Sehingga

Lebih jauh lagi

, sehingga dengan menggunakan dan ( )

ketentuan pada Teorema C yang menyatakan jika adalah sebuah nilai minimum local; sehingga adalah sebuah nilai minimum local dari . Sehingga untuk ( ( ) ( ) ( ) maka : )( ) ( )

29

15.9 Metode Lagrange


Metode lagrange atau juga disebut dengan penggali Langrange (Lagrange multiplier), merupakan cara yang lebih sederhana untuk menyelesaikan permasalahan nilai maksimum dan minimun suatu fungsi yang sudah dibahas pada subbab sebelumnya. Interpretasi Geometrik dari Metode Lagrange Bagian dari contoh soal pada subbab sebelumnya adalah memaksimumkan fungsi objektif yang terkena kendala . Gambar 1 menunjukkan permukaan di mana beserta kendalanya,

silinder elips yang merepresentasikan kendala tersebut. Bagian kedua dari gambar1 menunjukkan perpotongan kendala dan permukaan Masalah optimasi

dalam hal ini adalah untuk menentukan di mana fungsi tersebut mencapai titik maksimun dan di mana mencapai minimum di sepanjang kurva perpotongan ini. Baik bagian kedua maupun bagian ketiga dari gambar 1 menyarankan bahwa nilai maksimum danh minimum akan terjadi ketika kurva ketinggian dari fungsi objektif f menyinggung kurva kendala. Inilah gagasan kunci dibalik metode penggali Langrange.

Gambar. 1

30

Grafik dari kendala

juga sebuah kurva; kurva itu ditunjukkan dengan

kurva biru pada gambar 2. Untuk memaksimumkan f yang dikenai kendala berarti menentukan kurva ketinggian dengan kemungkinan k terbesar yang memotong kurva kendala. Terbukti dari gambar 2 bahwa kurva ketinggian semacam ini bersinggungan dengan kurva kendala di titik P0 = (x0, y0), sehingga nilai maksimum f yang dikenai kendala adalah f(x0, y0). Titik singgung

lainnya, p1 = (x1, y1), menghasilkan nilai minimum f(x1, y1) dari f yang dikenai kendala .

Metode Langrange menyediakan sebuah prosedur aljabar untuk menentukan titik p0 dan titik p1. Karena di titik seperti ini, kurva ketinggian dan kurva kendala saling bersinggungan ( mempunyai sebuah garis singgung yang sama), maka kedua kurva tersebut mempunyai garis tegak lurus yang sama. Tetapi, di sebarang titik pada kurva ketinggian tersebut, vektor gradien dengan cara yang sama, tegak lurus terhadap kurva ketinggian, dan dan

tegak lurus terhadap kurva kendala. Jadi,

sejajar di p0 dan juga di p1; dalam hal ini dan Untuk bilangan-bilangan taknol dan

31

Teorema A Metode Lagrange Untuk memaksimumkan atau meminimumkan f(p) yang dikenai kendala g(p) = 0, selesaikan sistem persamaan dan Untuk p dan . Setiap titik p seperti ini adalah sebuah titik kritis untuk soal ekstrem terkendala, dan yang bersesuaian dengan itu disebut penggali Langrange.

Latihan Soal 15.9 1. Tentukan jarak terkecil antara titik asal dan permukaan x 2 y z 2 9 0 Penyelesaian: Misalkan Px, y, z adal sembarang titik di permukaan tersebut. Kuadrat jarak diantara titik asal dan P adalah d 2 x 2 y 2 z 2 . Dari persamaan itu akan diperoleh d 2 f x, y x 2 y 2 x 2 y 9 Titik kritis didapat dengan menentukan
f x x, y 2 x 2 xy 0

dan

f y x, y 2 y x 2 . Dengan menghilangkan y dari persamaan itu diperoleh


2x x 3 0

Maka titik kritisnya adalah 0,0 , Untuk menguji

2 ,1 , dan 2 ,1 .

masing-masing

nilai

ini

diperlukan

2 Dx, y f xx f yy f xy 4 4 y 4x 2

Maka hanya 0,0 yang memenuhi sebagai titik yang menghasilkan jarak minimum yaitu 2.

32