Anda di halaman 1dari 3

Keracunan Makanan 1. Indikasi Masuk : a. Muntah-muntah dengan atau tanpa berak-berak b. Gangguan kesadaran c.

Biasanya beberapa orang bersamaan setelah makan sesuatu makanan 2. Perawatan Penderita a. Perawatan Umum 1. Kumbah lambung (pada kejadian kurang dari 6 jam) 2. Penggunaan MgSO4 sebanyak 30 gram atau 2 sendok makan 3. Antidotum universal (norit 4-8 tablet dibuat larutan) 4. Infus cairan elektrolit b. Perawatan Khusus 1. Antidotum khusus a. Keracunan singkong : Natrium thiosulfat 10% sebanyak 10 ml atau lebih, iv perlahan-lahan sampai penderita sadar. b. Keracunan jamur : Sulfas atropine 0.5 mg tiap 4 jam sampai gejala-gejala hilang

Keracunan Akut Bahan Kimia

Pendahuluan : Baik di luar negeri maupun di Indonesia jumlah penderita keracunan, terutama akibat usaha bunuh diri tampak meningkat terus. Etiologi : 1. Dapat timbul secara akut atau kronik 2. Dapat akibat bunuh diri, pembunuhan, kecelakaan. Gambaran klinik : Tergantung pada jenis bahan kimia yang menjadi penyebab keracunan Diagnosis : Penderita yang sebelumnya sehat, mendadak koma, kejang, syok, sianosis, psikosis akut, GGA, gagal hati akut, tanpa diketahui sebabnya. Pengobatan : a. Pengobatan umum 1. Resusitasi (ABC) 2. Eliminasi a. Tujuannya menghambat penyerapan lebih lanjut, kalau dapat menghilangkan bahan racun atau hasil metabolisme tubuh b. Dapat dikerjakan dengan cara sebagai berikut : 1. Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita sadar, atau dengan sirup ipecac 15 ml. 2. Katarsis (intestinal lavage), diberi laksans. 3. Kumbah lambung pada penderita kesadaran menurun/ tidak kooperatif. 4. Dieresis paksa pada dugaan racun berada dalam darah dam dapat dikeluarkan melalui ginjal. 5. Dialysis pada keracunan bahan yang dapat didialisis. 6. Mandi dan keramas, pada keracunan bahan yang dapat lewat kulit. c. Terapi penyangga 1. Mempertahankan fungsi alat vital tubuh 2. Memperhitungkan keseimbangan cairan, elektrolit, asam basa, kalori setiap hari

d. Antidotum 1. Hanya kurang dari 10% bahan kimia yang mempunyai antidotumnya. 2. Beberapa contoh antidotum : a. Nallorphine untuk keracunan morfin b. Atropine sulfat untuk keracunan fosfat organic c. Na-thiosulfate untuk keracunan sianida b. Pengobatan Khusus Khusus untuk keracunan obat yang sudah dapat dipastikan jenisnya

Keracunan Insektisida Fosfat Organik Pendahuluan : a. Nama lain insektisida fosfat organic (IFO) 1. Insektisida Organo Fosfat atau 2. Insektisida Cholinesterase Inhibator b. IFO merupakan insektisida poten paling banyak digunakan dalam pertanian dengan toksisitas tinggi.