Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I PERCOBAAN IX STOIKIOMETRI REAKSI LOGAM DENGAN GARAM

OLEH : NAMA STAMBUK : EKA SAFUTRA : F1C1 10 069

KELOMPOK : V (LIMA) ASISTEN : SARLAN

LABORATORIUM KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2011

STOIKIOMETRI REAKSI LOGAM DENGAN GARAM

A. T ! "# Tujuan dilaksanakannya percobaan ini adalah menentukan stoikiometri reaksi logam dengan garam. B. L"#$"%"# &'()* Stoikiometri adalah pengukuran partikel-partikel atau unsur dalam suatu reaksi kimia. Dalam perhitungan stoikiometri diharuskan untuk menggunakan bobot molekul senyawa dan bobot atom unsur. Dalam reaksi kimia, bobot atom unsur atau massa atom (sma) suatu unsur atau senyawa mengandung 6, ! " # bilangan ini disebut bilangan %&ogadro('nderwood, #() ). Stoikiometri memungkinkan dihitungnya susunan persentase suatu senyawa dari rumus empiris maupun rumus molekul. Dan yang lebih penting dalam kehidupan nyata bahwa stoikiometri memungkinkan dihitungnya rumus empiris dari susunan *ersentase yang harus ditentukan melalui eksperimen Dua metode klasik untuk melakukan hal ini adalah dengan analisa pengendapan dan analisa pembakaran (+eenan, #()6). Di awal kimia, aspek kuantitati, perubahan kimia, yakni stoikiometri reaksi kimia, tidak mendapat banyak perhatian. -ahkan saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat percobaan tidak menghasilkan hasil yang benar. Salah satu contoh melibatkan teori ,logiston. .logistonis mencoba menjelaskan ,enomena pembakaran dengan istilah /0at dapat terbakar1. 2enurut para ,logitonis, pembakaran adalah
!$

sma dan

pelepasan 0at dapat etrbakar (dari 0at yang terbakar). 3at ini yang kemudian disebut 1,logiston1. -erdasarkan teori ini, mereka mende,inisikan pembakaran sebagai pelepasan ,logiston dari 0at terbakar. *erubahan massa kayu bila terbakar cocok dengan baik dengan teori ini. 4amun, perubahan massa logam ketika dikalsinasi tidak cocok dengan teori ini. 5alaupun demikian ,logistonis menerima bahwa kedua proses tersebut pada dasarnya identik. *eningkatan massa logam terkalsinasi adalah merupakan ,akta. .logistonis berusaha menjelaskan anomali ini dengan menyatakan bahwa ,logiston bermassa negati&e (http677google8stoikiometri#.com). 9ika garam mengandung garam amonium (atau larutan ini sangat asam dan amonia yang dipakai untuk menetralkannya sangat banyak), pengendapan tak terjadi sama sekali , tetapi warna biru langsung terbentuk. :eaksi ini adalah khas untuk ion tembaga (;;) dengan adanya nikel. <aram besi (;;;) yang diturunkan dari oksida besi (;;;), .e!=$, mereka lebih stabil daripada garam besi (;;). Dalam larutannya, terdapat kation-kation .e$> yang berwarna kuning muda, jika larutan mengandung klorida, warna menjadi semakin kuat (?ogel, #(@(). Tembaga logam seperti logam-logam lainnya, membentuk banyak jenis garam. <aram-garam tersebut dibuat dengan cara yang berbeda. Tembaga sul,at

(AuS=B.CD!=) membentuk kristal-kristal terhidrasi (mengadung molekul-molekul air). Tembaga sul,at (AuS=B.CD!=) atau dapat digunakan sebagai germisida morgan (?ewmark, ! ).

C. A+"& $"# B","# ". A+"& <elas kimia !C mE <elas kimia C mE

*ipet &olume # mE Frlenmeyer !C mE -uret C mE Eabu takar # .iller -otol semprot Stati, dan klem -. B","# Serbuk tembaga Earutan asam sul,at !,C 2 Earutan standar +2n=B , ! 2 Earutan .e(4DB)(S=B)! mE

D. P)(%'$ ) K')!" ,! g Serbuk Tembaga 2enimbang dengan gelas beker kecil $ mE lar. .e(;;;) , ! 2 dan #C mE D!S=B !,C 2 2emasukkan dalam gelas beker besar

2emasukkan gelas beker kecil ke dalam gelas beker besar 2enutup gelas beker dengan kaca arloji 2emanaskan sampai tembaga larut sempurna <elas beker kecil 2engambil dalam gelas beker besar 2emanaskan G # menit 2endinginkan 2engencerkan dalam labu takar

Ear. Hang telah diencerkan 2engambil !C mE 2emasukkan dalam erlenmeyer 2enitrasi dengan +2n=B sebanyak $ " 2enghitung I.eJ$> dan perbandingan jumlah mol I.eJ$> dan perbandingan jumlah mol

E. P'.-","%"# Stoikiometri merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari berbegai aspek yang menyangkut kesetaraan massa antar 0at yang terlibat dalam reaksi kimia, baik dalam skala molecular maupun dalam skala eksperimental. *engetahuan tentang kesetaraan massa antar 0at yang bereaksi merupakan dasar penyelesaian hitungan yang melibatkan reaksi kimia. Stoikiometri adalah pengukuran partikel-partikel atau unsur dalam suatu reaksi kimia. :eaksi kimia pada hakekatnya merupakan proses yang melibatkan perubahan struktur, komposisi dan energi setiap spesies yang berperan didalamnya dalam skala molekuler, bahkan kadang-kadang atomik. Dalam percobaan ini dipelajari stoikiometri reaksi antara logam Au dengan larutan garam besi (;;;) dalam suasana asam dengan menganalisa hasil reaksi secara &olumetric. *ada percobaan ini, perlakuan yang diberikan adalah serbuk logam tembaga dimasukkan dalam gelas beker kecil sedangkan larutan besi (;;;) dan asam sul,at dimasukkan dalam gelas beker besar. +emudian <elas beker kecil yang berisi serbuk tembaga dimasukkan ke dalam gelas beker besar serta ditutup dengan kaca arloji dengan maksud agar serbuk tembaga yang terdapat dalam beker gelas kecil dapat larut, serbuk tembaga tersebut dapat larut melalui proses pemanasan. Dengan proses pemanasan uap yang terdapat pada gelas beker tersebut perlahan akan bereaksi sempurna dengan serbuk tembaga, +arena uap tersebut bersi,at asam. %pabila telah larut sempurna maka logam tersebut dapat dititrasi dengan menggunakan +2n=B.Dari ha sil tersebut maka konsentrasi .e!> serta perbandingan jumlah molnya dapat ditentukan. serta

<aram merupakan senyawa yang dihasilkan dari reaksi antara asam dan basa selain air. Senyawa garam terbagi atas empat yaitu garam hidrat, garam anhidrat, garam kompleks dan garam rangkap. *erbedaan jenis-jenis senyawa garam yang dihasilkan pada suatu reaksi tergantung pada jenis pereaksi yang digunakan. *embagian senyawa garam dapat pula didasarkan pada si,at hidroskopis suatu garam, yaitu kemampuan suatu senyawa untuk mengikat molekul air diudara bebas pada suhu kamar. 2isalnya garam yang terbentuk dari senyawa-senyawa yang dapat mengikat molekul air diudara bebas disebut garam hidrat, sedang garam yang terbentuk dari senyawa yang tidak dapat mengikat molekul air diudara disebut garam anhidrat. <aram rangkap dan garam kompleks tersusun dari ion-ion kompleks. *erbedaannya hanya pada komposisi tiap-tiap garam, dimana perbandingan mol reaktan-reaktan penghasil garam rangkap adalah sama sedangkan pada garam sedangkan pada garam kompleks tidak. Secara teoritis, ion tembaga mono&alen,Au> dan ion tembaga bi&alen, Au!> merupakan dua spesies yang dapat dihasilkan dari logam tembaga dalam reaksi tersebut. Dengan meman,aatkan harga potensial elektroda standar untuk setiap spesies, dapat diperkirakan spesies mana yang secara termodinamik memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terbentuk dari dua spesies tersebut. Secara teoritis, logam Au yang digunakan pada percobaan ini, ion mono&alen dan ion bi&alen tembaga merupakan dua spesies yang dapat dihasilkan dari logam tembaga pada reaksi dalam percobaan ini. Dengan meman,aatkan harga potensial elektroda standar dari tiap spesies maka dapat diketahui reaksi mana yang lebih mungkin terjadi dari dua reaksi dibawah ini 6

Au > .e$>K Au> > .e!> L(#) Au > !.e$>K Au!> > !.e!> L(!) :eaksi yang terjadi dapat diketahui dari harga perbandingan jumlah mol antara ion .e$> yang bereaksi dengan ion logam yang terpakai 9ika harga perbandingan mol yang digunakan adalah r, maka dapat digunakan rumus perbandingan, yaitu jumlah mol .e!> yang bereaksi tiap mol Au yang terpakai. Darga r dapat berkisar antara # sampai !, apabila reaksi yang berlangsung hanya reaksi (#), maka r M #, Dan r akan sama dengan ! apabila yang terjadi hanya reaksi (!). Dari data potensial elektroda standar pada masing-masing reaksi diketahui bahwa secara termodinamika reaksi (!) lebih mungkin terjadi, sebab nilai potensial elektroda standar pada reaksi ! lebih besar daripada reaksi # yaitu ,B$ ?. Dari kedua reaksi tersebut dapat dilihat bahwa logam Au mengalami peningkatan bilangan oksidasi yang menunjukkan bahwa Au adalah reduktor (teroksidasi) sedangkan .e mengalami reduksi (oksidator). Eogam Au bersi,at paramagnetic sehingga sangat mudah berinteraksi dengan medan magnet. Dal ini disebabkan oleh adanya orbital d ($ d0) pada atom Au yang hanya memiliki # elektron, sehingga menyebabkan molekulnya terpengaruh oleh medan magnet. +arena logam Au teroksidasi ketiga dalam bentuk larutan, maka dilakukan penambahan D!S=B pekat yang bertujuan untuk mempercepat proses larutnya logam Au dalam larutan besi (;;;). Eogam Au hanya larut dalam asam sul,at pekat disebabkan oleh tingginya potensial elektrodanya, dimana nilai potensial elektroda yang positi, menyebabkan Au sukar teroksidasi oleh larutan encer.

Setelah logam Au larut dalam larutan garam besi (;;;), larutan campurannya diencerkan dengan akuades kemudian dititrasi. Titrasi ini bertujuan untuk menghitung jumlah mol .e yang bereaksi. Titrasi yang dilakukan adalah titrasi redoks menggunakan kalium permanganate (oksidimetri). Titik akhir titrasi tercapai ketika telah terbentuk warna kemerahan pada larutan yang menunjukkan bahwa dalam larutan terdapat .e (;;) yang teroksidasi menjadi .e (;;;), warna marah larutan menunjukkan adanya kation .e$> dalam larutan. *enentuan jumlah mol .e (;;) yang bereaksi dilakukan dengan perhitungan mol yang biasa digunakan, dimana C mol .e bereaksi dengan #mol +2n= B sesuai reaksi berikut 6 2n=B- > ) D> >C.e!> N 2n!> > BD!= > C.e$> Dengan membandingkan nilai mol .e(;;) yang bereaksi dengan nilai mol awal Au maka diperoleh nilai r sebesar , B dan nilai IAu>J7IAu!>JM -!, B!. Secara

teoritis,jika nilai r yang diperoleh adalah # maka reaksi (#) yang terjadi dan jika r M ! maka reaksi (!) yang mungkin terjadi. 4amun dalam percobaan ini tidak diperoleh angka bulat pada nilai r sehingga sulit menentukan reaksi mana yang mungkin terjadi secara eksperimental. *enyimpangan nilai r ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurang larutnya Au dalam larutan garam .e(;;;) sehingga mengurangi ketelitian perhitungan stoikiometri reaksi antara logam Au dan garam .e(;;;). Dimana penambahan larutan asam sul,at pekat perlu dilakukan untuk melarutkan logam Au namun dalam percobaan ini perlakuan tersebut tidak dilakukan, sebab asam sul,at pekat dalam larutan garam besi(;;;) tidak cukup kuat untuk melarutkan logam Au.

F. KESIMPULAN -erdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pada percobaan ini, konsentrasi dari .e!> dapat ditentukan dari reaksi logam dengan secara stoikiometri melalui titrasi &olumetric dengan +2n=B.

DAFTAR PUSTAKA +eenan, #()6 Kimia Untuk universitas, Frang Eays, 9akarta. 'nderwood, %.E dan Day, :. %., #()#, Analisa Kimia Kuantitatif, Frlangga, 9akarta. ?ewmark,%nn, ! , Jendela Iptek Dunia, -alai *ustaka, 9akarta.

?ogel, #(@(, Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semi Mikro, *T +alman 2edia *ustaka, 9akarta. http677google8stoikiometri#.com, diakses tanggal #$ 4o&ember ! ).