Anda di halaman 1dari 16

Konsep Dasar Patofisiologi Keperawatan Pengertian Ilmu yang mempelajari proses dasar penyakit dinamakan patologi umum.

Dalam arti yang paling luas, patologi pada hakeketnya merupakan pelajaran tentang biologi yang abnormal, pelajaran mengenai keadaan sakit atau gangguan hidup. Patologi secara garis besar terbagi menjadi dua cabang yaitu patologi klinik dan patologi anatomi. Patologi klinik mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi secara kimia klinik pada tubuh manusia sebagai akibat dari proses penyakit. Sedangkan patologi anatomi mempelajari dampak penyakit terhadap tubuh manusia secara morfologis. Imunologi dan hematologi merupakan bagian dari patologi klinik. Sedangkan contoh patologi anatomi diantaranya adalah biopsi dan autopsi. Disamping itu masih banyak cabang-cabang ilmu patologi yang semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan klinik. Patofisiologi adalah studi mengenai fungsi-fungsi yang mengalami gangguan atau fungsi-fungsi yang berubah akibat proses penyakit. Patofisiologi merupakan ilmu yang bersifat integratif yang menggambarkan konsep-konsep dari banyak ilmu dasar dan klinis, termasuk anatomi, fisiologi, biokimia, biologi sel dan molekuler, genetika, farmakologi dan patologi. Manfaat Bagi Perawat Patofisiologi merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang sangat penting manfaatnya bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Peran dan fungsi perawat pada hakekatnya adalah membantu klien dalam memenuhi kebutuhan dasar yang terganggu akibat ketidakmampuan, ketidakmauan atau ketidaktahuan. Gangguan pemenuhan kebutuhan dasar seringkali terjadi karena ketidakmampuan secara fisik, misalnya seorang klien yang mengalami fraktur cruris tidak dapat memenuhi kebutuhan mobilisasi dan ambulasi. Perawat profesional akan dapat menganalisa dampak fraktur cruris terhadap pemenuhan kebutuhan dasar klien sehingga dapat memberikan inter ensi keperawatan sesuai dengan masalah klien. !nalisis dampak penyakit terhadap pemenuhan kebutuhan dasar yang dipelajari dalam patofisiologi keperawatan menjadi sangat penting dalam menganalisa masalah keperawatan yang muncul sebagai akibat penyakit dan mengidentifikasi penyebabnya sehingga dapat memberikan inter ensi keperawatan yang tepat. Batasan Keadaan Normal "eadaan normal sulit dijelaskan secara absolut karena keadaan normal merupakan sebuah

kontinum yang selalu bergerak antara keadaan normal dan abnormal. "eadaan normal pada setiap indi idu dapat berbeda-beda mengingat bahwa setiap indi idu adalah unik dan utuh. #amun keadaan normal dapat dijelaskan sebagai sebuah nilai rata-rata dari berbagai ariasi pengukuran. Perbedaan atau ariasi keadaan normal pada setiap indi idu disebabkan karena $ %. Setiap indi idu mempunyai susunan genetik yang berbeda. &. Setiap indi idu mempunyai pengalaman yang berbeda dalam berinteraksi dengan lingkungan. '. Setiap indi idu mempunyai parameter fisiologis yang berbeda. (ariasi dalam nilai-nilai normal itu dalam kenyataannya berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Pertama, diakui bahwa orang berbeda satu dari yang lainnya karena perbedaanperbadaan dalam susunan genetik mereka. Dengan demikian maka di dunia ini tidak ada dua orang, kecuali mereka yang berasal dari pembuahan o um yang sama, mempunyai gen yang percis sama. "edua terdapat perbedaan yang berkaitan dengan kenyataan bahwa orang berbeda dalam pengelaman hidup dan interaksinya dengan lingkungan. "etiga, meskipun pada satu indi idu, banyak parameter fisiologis dimana mekanisme pengaturan badan berfungsi. )erdasarkan alasan di atas maka keadaan normal tidak ditentukan dengan sebuah nilai absolut tetapi berdasarkan rentang nilai tertentu. *isalnya kadar normal glukosa dalam darah adalah +, %-, mg.dl atau kadar leukosit normal adalah /.,,, - %,.,,,.mm'. Batasan Penyakit Penyakit dapat didefinisikan sebagai sutu bentuk kehidupan di luar batas-batas normal. 0olak ukur yang paling berguna dari batas-batas normal ini berkaitan dengan kemampuan indi idu dalam memenuhi tuntutan-tuntutan adaptasi terhadap perubahan lingkungan eksterna dalam rangka mempertahankan lingkungan interna yang tetap. Dengan demikian menjaga keadaan interna yang tetap 1homeostasis2 merupakan suatu ciri penting dari badan yang normal. Pemeliharaan kestabilan keadaan fisik dan kimia lingkungan cairan interna yang membasuh sel tubuh yang sangat teratur dan terkoordinasi merupakan suatu konsep homeostatis. 3omeostasis dapat tercapai bila terdapat keseimbangan secara fisiologis dan psikologis. "eseimbangan fisiologis tercapai pada saat seluruh sistem tubuh bekerja secara sinergis dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiologis seperti oksigen, cairan dan elektrolit dan nutrisi. Pemenuhan kebutuhan fisiologi yang sempurna mensyaratkan fungsi psikologis yang normal. !spek fisiologis dan psikologis saling mempengaruhi dalam mempertahankan keadaan homeostasis. )ila aspek fisiologis terganggu maka mungkin psikologis juga akan terganggu, begitu juga sebaliknya. 4ontohnya seseorang yang stres secara psikologi dapat kehilangan nafsu

makannya sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. !da juga penyakit-penyakit psikosomatik seperti insomnia, dan gastritis. Gangguan homeostasis akibat ketidakstabilan aspek fisiologis maupun psikologis merupakan penyebab penyakit. Interaksi Penyakit, Keturunan dan Lingkungan Penyakit merupakan sebuah bentuk kehidupan yang abnormal dan menyebabkan gangguan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Proses terjadinya penyakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik. Perubahan lingkungan merupakan faktor ekstrinsik yang memicu timbulnya penyakit. 5aktor ekstrinsik dapat menyebabkan penyakit apabila secara instrinsik kapasitas indi idu dalam mempertahankan diri tidak sepadan dengan perubahan lingkungan. 0ermasuk ke dalam faktor ekstrinsik diantaranya adalah agen menular, trauma mekanik, 6at kimia beracun, radiasi, cuaca yang ekstrim, masalah gi6i dan juga masalah psikologis. Sedangkan yang termasuk faktor instrinsik diantaranya adalah usia, jenis kelamin dan penyakit yang pernah diderita. Penyakit sebagian disebabkan karena faktor lingkungan, tetapi di sisi yang lain penyakit juga disebabkan karena kelainan genetik yang diwariskan 1herediter2. Diantara keduanya juga terdapat penyakit yang merupakan interaksi antara faktor genetik dan faktor ekstrinsik. Penyakit ini baru muncul pada saat dewasa setelah berinteraksi dengan lingkungan walau sejak lahir sudah mempunyai kelainan secara genetik. 4ontohnya penyakit arteri koroner lebih sering muncul satu keluarga dekat dan dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik seperti merokok, stres dan konsumsi makanan, sama halnya seperti diabetes dan hipertensi.

2.1 Patofisiologi Penyakit Patologi adalah salah satu dasar ilmu kedokteran, dan memiliki peranan yang sangat fundamental.Sering kali diagnosis pasti suatu penyakit ditegakkan dengan patologi 1histopatologi2. Sedangkan pengertian Patologi dalam arti yang luas adalah bagian dari ilmu kedokteran yang mengamati sebabdan akibat dari terjadinya penyakit atau kelainan pada tubuh. #amun pengertian patofisiologi sendiri adalah reaksi fungsi tubuh terhadap suatu penyakit yang masuk ke dalam tubuh."ata patologi berasal dari kata yunani $ P!07S 8 keadaan 9 :7G7S 8 ilmu. ;adi P!07:7GI diartikanmempelajari penyakit secara ilmu pengetahuan 1 scientific method 2. 2.2 Mekanisme daptasi !el &.&.& *odalisasi cedera selSel selalu terpajan terhadap kondisi yang selalu berubah dan potensial terhadap rangsangan yangmerusak sel akan bereaksi $a. )eradaptasi, b. ;ejas . cidera re ersiblec. "ematianSebab-sebab ;ejas, "ematian dan !daptasi sel

1. 3ipoksia, akibat dari $ a. 3ilangnya perbekalan darah karena gangguan aliran darah serta b. Gangguan kardiorespirasi c. 3ilangnya kemampuan darah mengangkut oksigen. $anemia dan keracunan. <espon sel terhadaphipoksia tergantung pada tingkat keparahan hipoksia$ sel-sel dapat menyesuaikan, terkena jejas,kematian. 2. )ahan "imia 1obat = obatan 2)ahan kimia menyebabkan perubahan pada beberapa sel $ permeabilitas selaput, homeostatis osmosa,keutuhan en6im kofaktor. <acun menyebabkan kerusakan hebat pada sel dan kematian indi idu. ". !gen 5isik Dapat merusak sel. 0raumamekanik, yang menyebabkan pergeseran organisasi intra sel. a. Suhu rendah.Gangguan suplai darah 1 k2 suhu rendah membakar jaringansuhu tinggi. b. Perubahan mendadak tekanan atsmofir, menyebabkan gangguan perbekalan darah untuk sel = selindi idu. 0ingginya gas = gas atsmofir terlarut dalam yang di bawah tekanan atsmofir darah. ;ikamendadak kembali ke tekanan normal 6at- 6at akan terjebak keluar dari larutan secara cepat danmembentuk gelembung = gelembung jenis hipoksia. *enyumbat aliran darah dalam sirkulasi mikro. c. 0enaga radiasi, jejas akibat ionisasi langsung senyawa kimia yg ada di dlm sel atau karena ionisasi sel yg menghasilkan radikal panas yg secara sekunder bereaksi dgn komponen intra sel. d. 0enaga listrik, jika melewati tubuh akan menyebabkan$ aritmi jantung,luka bakar.,gangguan jalur konduksi saraf. #. !gen *ikrobiologi $ )akteri, irus, mikoplasma, klamidia, jamur dan proto6oa. *erusak sel = sel penjamu. *engeluarkan eksotosin, bakteri merangsang respon peradangan!taumengeluarkan endotoksin, reaksi immunologi yang merusak sel. 0imbul reaksi hipersensiti itas terhadap gen. 4ontoh penyakit $ infeksi stafilokokus, sterptococus, gonore, sifilis, kolera, dll. (irusmewariskan D#!, irus menyatu dgn D#! sel, setelah berada dalam sel irus akan mengambil alih fungsi sel. <#! irus gen = gen pada sel baru akan mengontrol fungsi sel.4ontoh penyakit $ ensefalitis, campak jerman, rubella, poliomyelitis, hepatitis, dll $. *ekanisme Imun, reaksi imun sering di kenal sebagai penyebeb kerusakan dan penyakit pada sel.!ntigen penyulut pada eksogen maupun endogen. !ntigen endogen 1 missal, antigen sel 2 menyebabkan penyakit !utoimun. %. Gangguan Genetik *utasi, dapat menyebabkan $ mengurangi suatu en6im, kelangsungan hidup sel tidak sesuai, atautanpa dampak yang diketahui. &. "etidakseimbangan #utrisia. Defisiensi protein = kalorib. ! itaminosisc. !terosklerosis, obesitas = kelebihan kalori '. Penuaan

!D!P0!SI S>: )entuk reaksi jaringan organ . system tubuh terhadap jejas $ %. <etrogresif, jika terjadi proses kemunduran 1degenerasi.kembali ke arah yg kurang kompleks2 &. Progresif, berkelanjutan berjalan terus kearah yang lebih buruk untuk penyakit. '. !daptasi 1 penyesuaian 2 $ a. !tropi, yaitu pengecilan ukuran sel bagian tubuh yang pernah berkembang sempurna dengan ukurannormal b. 3ipertropi, yaitu peningkatan ukuran sel dan perubahan ini meningkatkan ukuran alat tubuhmenjadi lebih besar dari pada ukuran normal. c. 3iperplasia, yaitu dapat disebabkan oleh adanya stimulasi atau keadaan kekurangan secret atau produksi sel terkait.d. *etaplasia, ialah bentuk adaptasi terjadinya perubahan sel matur jenis tertentu menjadi sel matur jenis lain e. Displasia, keadaan yang timbul pada sel dalam proses metaplasia berkepanjangan tanpa meredadapat mengalami polarisasi pertumbuhan sel reser ef. Degenerasi, yaitu keadaan terjadinya perubahan biokimia intraseluler yang disertai perubahanmarfologik, akhibat jejas nin fatal pada sel.g. Infiltrasi. &.&.' Sel yang diserang Pengaruh stimulus yang menyebabkan cidera sel pada sel $ %. "erusakan biokimia, terjadi perubahan kimia dari salah % reaksi metabolisme . lebih di dlmsel. &. "elainan fungsi, 1 missal kegagalan kontraksi, sekresi sel atau lainnya 2 cidera kelainan fungsi.0etapi tidak semua, kerusakan biokimia pada sel. ;ika sel banyak cidera, memiliki cadangan yangcukup sel tidak akan mengalami gangguan fungsi yang berarti. '. Perubahan morfologi sel. ?g menyertai kelainan biokimia dan kelainan fungsi. 0etapi saat inimasih ditemukan sel secara fungsional terganggu namun secara morfologi tdk memberikan petunjuk adanyakerusakan -. Pengurangan massa atau penyusutanPengurangan ukuran sel jaringan atau organ disebut atropi. :ebih kecil dari normal. &.&.- Perubahan morfologi pada sel yang cedera sub letal Perubahan pada sel cidera sub letal bersifat re ersible. ?aitu jika rangsangan dihentikan, maka selkembali sehat. 0etapi sebaliknya jika tidak kematian sel dihentikan.Perubahan sub letal pada sel disebut degenerasi atau perubahan degeneratif. 3al ini cenderungmelibatkan sitoplasma sel, sedangkan nucleus mempertahankan integritas sel selama sel tidak mengalami cidera letal. )entuk perubahan degeneratif sel $ %. Pembentukan sel, gangguan kemampuan metabolisme pembentukan energi @ kerusakan membran sel influk air ke peningkatan konsentrasi #a memompa ion #a menurun pembengkakan sel. &. Penimbunan lipid intra sel, secara mokroskopis sitoplasma dari sel = sel yang terkena tampak ber akuola berisi lipid.

&.&./ "alsifikasi patologik "alsifikasi $ proses pengendapan kalsium dalam jaringan pembentukan tulang. "alsifikasi patologis merupakan proses yang sering juga menyatakan pengendapan abnormal garam = garam kalsium, disertai sedikit besi, magnesium dan garam = garam mineral lainnya dalam jaringan.,yaitu $ %. "alsifikasi terjadi pada hiperkalsemi akhibat hipertiroid, tumor, atropi tulang, hiper itaminosis D,dll. 0anpa di dahului kerusakan jaringan. Proses klasifikasi pada jaringan yang telah mengalamikerusakan terlebih dahulu. &. "alsifikasi distropi kerusakan dapat bersifat degenerasi atau nekrosis. 4ontoh $ lithopedion, bayimembantu pada janin yang mati dalam kandungan. '. kalsinosis, terjadi kalsifikasi pada jaringan yang tampak normal atau yang menunjukkan kerusakansistemik. -. Pembentukan tulang heterotropik, meliputi ' proses diatas disertai pergantian proses dari kalsifikasimenjadi pembentukan tulang, terjadi akhibat depo kalsium abnormal yang metaplasia kearahosteoblastik dan dapat merangsang sel fibroblast membentuk tulang. /. "alsifikasi pada pembuluh darah arteri, terjadi pada arteiosklerosis, ini termasuk kalsifikasidistropik. 2." (egenerasi dan Nekrosis !el <egenerasi adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yg bertujuan utk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak. <egenerasi sel juga diartikan proses pembentukan sel untuk menggantikan sel yang mati yang diatur mulai tingkat terkecil dalam sel tubuhkita. Setiap saat, setiap detik sel pada tubuh kita ada yang mati dan setiap itu pula lahirlah sel yangmenggantikannya atau disebut proses regenerasi. Proses regenerasi dominant mulai usia anak = anak sampai kira = kira ', tahun. "emudian digantikan dengan proses degenerasi yang paling dominant. #amun pada dasarnya regenerasi 1 pembentukan 2 dan degenerasi 1 perusakan 2 sel akan selalu terjadidalam tubuh kita. #ekrosis merupakan proses kematian sel. #ekrosis melibatkan sekelompok sel, mengalami kehilangan integritas membrane, sel yang mengalami nekrosis akan terlihat membengkak untuk kemudian mengalami lisis. #ekrosis juga dapat terjadi kebocoran lisosom. Sel yang mengalami nekrosiskromatinnya bergerombol dan terrjadi agregasi. Pada nekrosis, terlihat respon peradangan yang nyatadisekitar sel = sel yang mengalami nekrosis dan sel yang mengalami nekrosis akan di makan olehmakrofag. #ekrosis terjadi "arena trauma nonfisisologi pada nekrosis en6im = en6im yang terlibatdalam proses apoptosis mengalami perubahan atau inakti asi. #ekrosis tidak dapat di amati. #ekrosistidak disertai proses sitensis makro molekul baru, pada nekrosis frakmentasi terjadi secara randomsehingga pada agarosesetelah electrophoresis akan terlihat menyebar tidak jelas sepanjang alurnya. 1 D#! smear 2. ".1 Kesimpulan Pada hakekatnya patofisiologi penyakit, mekanisme adaptasi, regenerasi dan nekrosis sel

saling berkaitan. Patofisiologi adalah reaksi fungsi tubuh terhadap suatu penyakit yang masuk ke dalamtubuh *ekanisme adaptasi sel terdiri dari organisasi sel yaitu unit kehidupan, kesatuan lahiriah yang terkecilmenunjukkan bermacam-macam fenomena yang berhubungan dengan hidup.dan selalu berhubungandengan karakterristik makhluk hidup yaitu $ bereproduksi, tumbuh, melakukan metabolisme dan beradaptasi terhadap perubahan internal dan eksternal.<egenerasi adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruangtertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak dan #ekrosis adalah kematian yang utama.Sel yang mengalami kematian secara nekrosis umumnya disebabkan oleh faktor dari luar secaralangsung. ".2 !aran Patofisiologi penyakit, mekanisme adaptasi sel, regenerasi dan nekrosis sel adalah hal yang saling berkaitan dan memiliki pembahasan yang luas, oleh ssebab itu maka perlu di pelajari dan di mengerti,sebagai dasar untuk mempelajari mata kuliah P!075ISI7:7GI. Supaya mahasiswa dapat lebih paham tentang pada materi perkuliahan berikutnya.

P!075ISI7:7GI 0I#G"!0 S>: 1.Batasan %.% Patobiologi adalah ilmu yang mempelajari perubahan biologik yangmenyimpang, mulai dari sistem sampai molkul, yang disebut abnormal,yang menimbulkan penyakit 13ill, %AB,2 %.& Patologi adalah ilmu tentang penyakit yang menekankan pad deskriptif perubahahn morfologik dari penyakit 13ill, %AB,2 %.' Patofisiologi adalah ilmu yang mmpelajari tentang penyimpangan ataukelainan fungsi 1yang menimbulkan sign dan symptom dari berbagaisindrom penyakit 1:ange ;D, %AA-2 !da tiga reaksi tubuh terhadap jejas dalam rangka mempertahankanhomeostasis $ %2 <eaksi pertahanan aktif 1acti e resistence2 &2<ekasi kekalahan 1submissi e reaction2 '2<ekasi penyesuaian 1adaptation2 Proses biologi sel dan perubahan-perubahan struktur maupun fungsi akibat jejas $ a2;ejas yang tersering adalah iskemia, jejas kimia dan jejas akibat infeksi. b2Sistem intraselular yang sangat rewan akan pengaruh jejas $

5osforilasi oksidatif dan pementukan !0P "ebutuhan struktur dan fungsi dari membran e sel Sistem protein baik untuk en6ym maupun struktur sel "ebutuhan struktur atau fungsi aparat somatik sel c2Struktur sel dan elemen biokimia saling berkaitan, sehingga jejas berpengaruhpada satu komponen sel akan mempengaruhi komponen lainnya. d2Perubahan morfologi baru nyata seleah sistem biokimia sel gagal danmengalami perubahan re ersibel dan irre ersibel.

2 )tiologi Peru*a+an ,(e-ersi*el. dan Irre-ersi*el ,pada sel &.% 3ipoksia, biasanya disebabkan oleh $ Gangguan sirkulasi darah 1arteriosklerosis, trombus2 !nemia "eracunan 47 13b diikat oleh 472 3ipoksia intrasel 1pernafasan sel, fosforilasi oksidatif @ sintesis !0P yg penuh energi2 &.& ;ejas fisik Suhu dingin, menyebabkan asokontriksi merusak kontrol asomotor,sehingga menyebabkan asodilatasi akhirnya ekstra asasi. Suhu dingin juga menyebabkan pembekuan darah dan kristalisasi dalam sel. Suhuh panas, menyebabkan rusak, bakar, hipermetabolisme sel, sehinggarangsangan sumsum darah tidak mencukupi, timbul timbunan bahanmetabolik asam, p3 menurun yang menyebabkan kematian sel. 0rauma, jejas yang secara mekanik merobek sel. <adiasi 1sinar matahari, ultra iolet, sinar C, sinar isotop dan sinarradiaktif2 ;ejas listrik, kerusakan yang terjadi terutama jaringan saraf karenarangsangan listrik. )ila teganagan tinggi menyebabkan aritmia jantung,tegangan rendah menyebabkan hipereksitabilitas dan spame jaringan otot. &.' ;ejas bahan kimia

!rsen, sianida, garam-garam merkuri,merusak sel atau jaringan dalambeberap menit atau jam dan meneyebabkan kematian. #a4l dalam konsetrasi yang tinggi dapat menyebabkan kematian 5ree radikal dapat membunuh mikroorganisme patogen, ttapi juga dapatmerusak sel sendiri 1merusak fosfolipid membran sel2 dan mutasi D#!. &.- ;ejas biologik (irus, riketsia dapat hidup dalam sel mengubah metabolisme sel untuk hiudpnya, sehingga host akan kekurangan bahan dan askhirnya mati. (irus <#! dan D#! bercampur dengan genom sel, akan mengubahakti itas sel, dapat mati atau bahkan proliferasi menjadi neoplasma. ;ejas nueral dan nuerotransmiter, dener asi otot rangka akibat operasi atauinfeksi irus menghilnagkan masa syncytial muscle fiber, rangsangankatekolamin 1neurotransmietr2 berlebihan akan menyebabkan nekrosis selotot jantung dan sel otot pembuluh darah. Parasit dan golongan bakteri merusak sel dengan cara $ >ksotoksin 1difteri2 >ndotoksin 1kuman gram negatif2 Produk penyebab alergi 10)4, jamur, proto6oa, cacaing2 &./ Gangguan mekanismeimunologik Imunogik adalah reaksi pertahanan tubuh. Suatu kepekaan yang berlebihansehingga terjadi reaksi merugikan. ;ejas imunoligk disebut antigen 1eksogenatau endogen2 $ <eaksi anafilaksis terhadap protein asing.obat 1eksogen2 Penyakit-penyakit autoimun, rekasi terhadap jejas endogen. &.D Gangguan nutrisi *anifestasi kelaianan akibat difisiensi protein, kalori, it @ kebanyakan aksen nutrisi. 3iperlipidemia dapat menimbulkan jejas di sel 1perlemakan2 sampainekrosis. &.+ Gangguan genetik *utasi akibat pengaruh obat, radiasi atau infeksi 1pd taraf pembentukan gamet.embrio2

"elainan bersumber pada kelainan gen asalnya dan diteruskan padaketurunannya. &.B Proses ketuaan 1aging8senescene2 Perubahan ini terutama mengenai gonad, otak, otot skletal dan otot jantung. Sel-sel yang mengalami keadaan stres metabolik $

" Patofisiologi tingkat sel Entuk mempertahankan keadaan homeostasis , sel mengadakan rekasi adaptasiterhadap jejas dan lingkungannya. Sel normal yang terkena stressor .patogen terusmenerus akan mengalami adaptasi dan jejas 1injury2, baik yang re ersibelmaupun iire ersibel. ".1 !daptasi sel !daptasi seluler merupakan bentuk respon sel thdp stressor.patogen,perubahan tsb dapat berupa $ '.%.% !tropi, adalah mengecilnya ukuran sel yang sudah pernah mencapai ukurannormal, oleh karena respon penurunan atau pengkerutan ukuran sel denganpengurangan substansi sel. >tiologi , %2menurunya beban kerja 1disuse atropy2, misalnya patah tulang, imobilisasi &2hilangnya iner asi saraf 1neurogenic atropy2, misalnya myolitis '2berkurangnya aliran darah 1 askular atropi2, misalnya arterosklerosispembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke jaringan menurun danterjadi atropi. -2nutrisi yang tidak cukup, /2hilangnya stimulus endokrin 1endokrin atropi2.penuaan, misalnya postmenopause oleh karena stimulus endokrine berhenti, gonad mengalami atropi.3ormon-hormon insulin, tiroid, glukokortikoid dan prostaglandin mempengaruhiproses sintesis dan degradasi protein. *akrokopis $ 7rgan mengecil, bila banyak mengandung lipofusin akan berwarnacoklat 1brown atropi2 *ikroskopis , sel-sel jaringan mengecil, deposisi lipofusin sitoplasma. '.%.& 3ipertropi, adalah peningkatan ukuran sel sehingga organ atau jaringanyang dibentuk membesar. 3ipertropi tidak memerlukan pembelahan sel dan tidak adasel baru yang terbentuk. >tiologi,

meningkatnya fungsi oleh karena kenaikan beban dan adanya stimulasihormon 1peningkatan sintesis protein pada sitoplasma, retikulum endoplasmik,mikrofilamin dan mitokondria2 bukan pada cairan sel. !da dua bentuk fisiologik dan patologik 4ontoh, %2pada kehamilan membesarnya rahim disebabkan adanya hipertropi danhiperplasia sel-sel otot rahim oleh karena rangsangan hormone &2*enurut "issane 1%AA,2, hipertrpi otot jantung diwali dengan pembesaranukuran organ jantung yang disebabkan karena dilatasi bilik jantung akibatbeban berat yang diikuti sintesis protein dan sintesis D#!. Sel otot jantungtermasuk sel permanen, sehingga sel jantung yang sudah dewasa tidak dapatmitosis 14ontrans, %AA-2. '2pada otot skletal pekerja berat, dan pada oto jantung penderita tekanan darahtinggi, oleh karena meningkatnya beban, sel-sel otot menjadi hipertropi.Secara ultrastruktur terdapat peningkatan jumlah mitokondria, retikulmendoplasmik dan miofibril, tetapi kemampuan adaptasi ini ada batasannya,sehingga bila terlampaui sel akan sakit dan mati.*akroskopis, orgam membesar dan tambah berat*ikroskopis, sel-sel tambah besar dibanding keadaan nomral.3ipertropi dan hiperpalisa sering berjalaman bersama-sama, namun melihatkemampuan adaptasi dari jaringan tersebut kita dapat menentukan apa yangterjadi '.%.' 3iperplasia, !dalah bertambahnya jumlah sel dalam jaringan.organ yangbisanya meningkatkan olume.bearnya jaringan atau organ tersebut.Sebagian sel jaringan bila mendapat jejeas akan bereaksi dengan jalan membelah diri 1mitosis2,sehingga jumlahnya bertambah banyak. 3iperplasi dapat terjadi $ %2 regenerasi, &2awal pertumbuhan neoplasma. <ekasi hiperplasia dibagi menjadi dua $ '.%.'.% 3iperplasia fisiologik, ada & bentuk $ -hiperplasia hormonal, terutama terjadi pada estrogen dependent. 4ontohpembesaran payudara pada masa laktasi.pubertas , uterus pada saat hamil -hiperplasia kompensator, sebagai bentuk adaptasi kompensasi sari selmelalui regenerasi, agar fungsi organ tetapi homestasis. *isalnya 1partialhepatectomiF, akan terjadi regenerasi dalam waktu & minggu.. '.%.'.&. 3iperplasia patologik, terutama akibat stimulasi hormonal yangberlebihan.proliferasi sel yang abnormal. 4ontoh $ 3iperplasia adematousa dari endometrium 1hiperplasi yang ganas2 ".2 *etaplasia, adalah perubahan yang re ersibel dari satu jenis sel dewasa menjadi sel dewasa yang lain 4ontoh, ->pitel sistem respirasi pada perokok berat, epitel silinder pada trakea danbronkus akan mengalami metaplasia skuamosa -<adang menahun pada bronki dan bronki kecil -)atu pada pankreas dan kandung kencing -Defisiensi itamin ! dapat menyebabkan metaplasia.

Perubahan-perubahan sel yang bukan reaksi adaptasi $ a2Displasia, perubahahn pada sel dewasa dengan areasi dalam bentuk, ukurandan susunan dari sel-selnya atau kelainan pertumbuhan.4ontoh $>pitel ser iG pada keganasan menahun, tetapi dapat pula mengenai epitel lain b23ipoplasia, gangguan pertumbuhan7rgan terbentuk tetapi tidak mencapai ukuran dewasa normal. 5ungsi organumumnya di bawah normal, tetapi kadang-kadang mampu mengatasi kebutuhantubuh. c2!plasia, tingkat perkembangannya tidak sempurna.7rgan terbentuk ttapi sangat tidak sempurna, kecil, an fungsi tidak mencukupikebutuhan tubuh. d2!genesis, tidak terbentuknya suatu organ. # Peru*a+an/peru*a+an lain 0kalsifikasi1 "alsifikasi adalah pengendapan abnormal garam-garam kalsium, bersama sedikitbesi dan magnesium dan mineral-mineral yang lain 0erjadi dalam& bentuk berbagai keadaan patologik $ -.%"lasifikasi distropik, bila deposisi terjadi pada jaringan yang mati atauhampir mati. Pada bentuk ini tidak terdapat perubahan metabolisme kalsium,dan kadar kalsium normal.*isalnya $Pada nekrosis koagulasi, nekrosis perlunakan, nekrosis pengejuan danen6ymatic fat nekrosis. -.&"alsifikasi metatatik, bila endapan pada jeringan normal menunjukkanperubahan metabolisme kalsium dan kadar kalsium darah meningkat.3iperkalsemia disebabkan oleh hiperparatiroid, intoklsikasi it D, sarcoides,penyakit adissen 1insufisiensi korteks adrenal2, katabolime tulang yangmeningkat, hipotirois, payah jantung."alsifikasi metastatik dapat mengenai jaringan seluruh tubuh, tetapi biasanya mengenai jaringan interstitial daripembuluh darah gijal, paru dan mukosa lambung $ Pem*entukan *atu Garam-garam kalsium dapat juga diendapkan dalam bentuk batu atau kalkuli didalam sistemsaluran dari berbagai organ."alukuli terbentuk akibat %2hancurnya debris nekrotik dalam saluran, &2ketidakseimbangan unsur-unsur sekresi, yang terjadi pada saluran empedu,pankreas, kelenjar sali a, prostat dan sistem kemih )ila kalkuli berlanjut dan bergerak tersangkut pada aliran yang sempit danmenimbulkan penyumbatan , sehingga mudah infeksi, atropi parenkim, sakit dan perdarahan % Kematian !el Secara morfologi ada dua bentuk kematian sel yaitu 14ontrans, %AA-2 $ D.% #ekrosis Pada nekrosis ada dua perubahan yaitu pencernaan en6imatik 1autolisis2 dandenaturasi protein. Perubahan irre erisbel dari inti sel $ Pikonosis, inti sel mengkerut "arioraksis, inti terpecah-pecah menjadi bagian kecil-kecil

"ariolisis, pecahnya seluruh inti krn metabolisme protein inti oleh D#!-se @ <#!se. D.& !poptosisPerubahan morfologik yangterjadi adalah Pengkerutan sel "ondensasi kromatin Pembentukan blebs sitoplasma dan apoptosis baodies 5agosistosis apoptosis bodies oleh makrofage & Peru*a+an post mortemKematian somatik "ematian seluruh indi idu disebut kematian somatik yang menyangkut $a2 kegiatan sistem saraf pusat 1otak2 berhenti. ;ika otak mati maka kegiata listrik berhenti dan elekroensepalogramnya datar.isoelektrik.b2 walaupun paru, ajntung masih dapat dijalankan secara buatan. Perubahan-perubahan yang terjadi setelah kematian +.% <igor mortis, kekakuan otot +.& !lgor mortis, dinginnya mayat karena suhu tubunya mendekati suhulingkungan +.' :i or mortis, perubahan warna 1sirkulasi berhenti, darah dalam pembuluhmengambil tempat menurut tarikan gra itasi, dan jaringan yang terletak palingbawah dalam tubuh menjadi merah keunguan , disebabkan bertambahnyakandungan darah. Secara ikroskopis en6im-en6im kimia dikeluarkan secaralokal melalui rekasi lisis yang disebut otolisis post mortem 1melaurutkan diri2)ila tidak dilakukan pembalseman, maka bakteri akan tumbuh dengan subur danterjadi pembusukan, tergantung indi idual dan sifatsifat lingkungan sekitarnya ' !el Kanker B.%"onsep patobiologik %2kanker berkembang dari satu sel &2pertumbuhan kelompok sel kanker monoclonal '2perubahahn gen yang heterogen -2kelainan pengendalian proliferasi dan diferensiasi /2dedifferensiasi dan immortatility D2etiologi multifactor +2proses multistep. B.& )atasan sel kanker %2#eoplasma, pertumbuhan masa jaringan abnormal yang tumbuh berlebih dantak terkoordinasi. &20omor, inflamsi 1pembengkakan2 '2"anker, neoplasma ganas -2"arsinogen, bahan yang dapat menimbulkan perubahan kanker atauiperubahan sel normal menjadi sel kanker. /2"arsiongenik , sifat dari karsinogen. D2"arsinogenesis, proses perubahan keadaan normal menjadi kanker

+2Sel kanker, sel yang mengalami prubahan genetik, sehingga berubahnmorfologik dan fungsinya. B2*etastasis, perkembangan inpalnt sekunder tanpa berhubungan dengan kenkerprimernya 14ontrans, %AA-2 A23eterogen, keanekaragaman struktur dan perilaku dari sel yang menyusunsuatu masa kanker. %,2Imunne-sur eilance, fungsi perondaan sistem imun yang melindungi tubuhterhadap kerusakan oleh sel kanker. B.' Perubahan molkul sel kanker Pada perkebangan sel kanker dibagi dalam ' tahap $ %2Inisiasi 1perubahan protoonkogen 1sel normal2 menjadi onkogen 1transformedsel2 &2Promosi 1tumbuh menjadi masa jaringan monoklonal, tampak sebagaibenjolan 1tumor2. '2Progresi 1perubahan masa jaringan monoklonal menjadi heterogen, in asif samapai terbentuk metastase jauh. B.- !ntigen kanker !ntigen adalah yang mampu merespon imun. Sesuatu yang membangkitkan responimun disebut imunogen. !ntigen yang digunakan untuk menyebutkan bahan yangdapat bereaksi disebut antibodi.!da dua macam imunogen $ %20umor assosiated !ntigen 10!!2, imunogen pada sel nomrla dalam jumlahsedikit, yang emngikat sel kanker. &20umor spesific antigen 10S!2, imunogen yang hanya dijumpai pada selkanker. B./ Perlawanan terhadap sel kanker Perlawana tubuh terhadap sel kanker dilakukan oleh sel #" dan respon imun,terutama respon imun seluler yaitu sel #"1 merupakan inti terdepan pertahanan tubuh terjadap kanker2 , makrofage 1 respon awal imun terhadap sel kanker2 dan limfosit 0.1sel ini mampu mengikat danmemproses antigen tumor2 B.D Proses in asif dan metastasis Perubahan sel tumor jinak ke sel tumor ganas terjadi karena onkogen ras dapatmeningkatkan ketidakstabilan genetik, sehingga terjadi mutasi gen.onkogen rasmampu mengatur replikasi gen yang terlibat dalam metastase. 5aktor-faktor yangemmpengaruhi pertumbuhan sel tumor menjadi ganas tergantung $%2 heterogenitas sel kanker, &2 sifat imunogen sel kanker dan '2 pertahana tubuhterhadap kanker Proses metastase terjadi melalui beberapa kejadian $ %.Dimulai dengan proses in asi dan infiltrasi sel kanker &.sel kanker lepas ke askuler '.Sel kanker mempertahankan hidu di askuler -.Sel kanker tersangkut di anyaman kapiler pada organ dekat /.penetrasi ke ddg pembuluh getah bening @ pembuluh darah @ perkembangan metastase jauh. Proses in asi ada beberapa tahap $ %.Peningkatan sel kanker pada matriks sekitar, melalui ikatan reseptor do membranesel kanker dengan glikoprotein laminin dan fibronectin.

&.Sel kanker mensekresi ensim hidrolitik atau merangsang sel tubuh memproduksien6im yang merusak matriks '.sel kanker bergerak ke daerah matriks yang diubah oleh en6im proteolitik. )2I3L34I >tiologi suatu penyakit adalah penyebab penyakit tersebut atau inisiator serangkaian peristiwa yang menyebabkan penyakit Secara umum, penyebab penyakit dapat dikelompokkan $ a. 5aktor genetik b. 5aktor lingkungan 1bakteri, irus,jamur,parasit,bahan kimia,jejas fisik2 c. *ultifaktorial 1gabungan faktor genetic dan faktor lingkungan2 0erkadang etiologi penyakit tidak jelas, tetapi penyakit tersebut sering ditemukan pada orang yang mempunyai bentuk tubuh tertentu,pekerjaan, kebiasaan, tempat tinggal tertentu, jenis kelamin tertentu dll. 3al ini dikenal sebagai faktor resiko suatu penyakit 0erkadang etiologi penyakit tidak diketahui maka etiologinya disebut idiopatik 1tidak diketahui2, esensial atau spontan. *isalnya $ hipertensi esensial, pneumotorak spontan )eberapa penyakit dapat menjadi faktor pemudah 1predisposisi2 bagi penyakit lain, misalnya penyakit colitis ulserati a merupakan predisposisi terjadinya kanker kolon$ penyakit sirosis hepatis merupakan predisposisi terjadinya kanker hati . hepatoselurare. )eberapa penyakit dapat menjadi predisposisi bagi penyakit lain, karena membuat kondisi yang memungkinkan faktor lingkungan yang dalam keadaan normal tidak menyebabkan penyakit, tapi pada kondisi tertentu akan menyebabkan penyakit. *isalnya infeksi oportunistik 1pneumonia, gastroenteritis, mikosis, dll2 yang terjadi pada orang dengan sistem pertahanan tubuh yang menurun 1penyakit leukemia, !IDS dll2

P 234)N)NI! Patogenesis penyakit adalah suatu mekanisme terjadinya penyakit, dimana melalui mekanisme ini penyebab penyakit bekerja, yang kemudian akan mengakibatkan timbulnya manifestasi 1tanda dan gejala klinis2 ;enis pathogenesis penyakit antara lain $ - "elainan genetic $ tidak normalnya komposisi genetic dalam masa konsepsi - "elainan congenital $ kesalahan metabolism dalam masa kehamilan - Infeksi $ respon terhadap agen yang menyebabkan kerusakan jaringan - <eaksi imunologi $ efek . reaksi imun tubuh yang tidak diinginkan - 0rauma $ kerusakan mekanik . fisik dan kimia pada jaringan - Gangguan askuler $ gangguan aliran dari, di dan ke dalam jaringan - Degenetatif $ kemunduran sel . jaringan karena gagal menyesuaikan terhadap suatu keadaan - "eganasan . karsinogenesis $ mekanisme agen karsinogen menyebabkan kanker Patogenesis beberapa jenis penyakit dimulai dari masa inkubasi dan periode laten yang kemudian akan menimbulkan manifestasi klinis

Dalam lingkup penyakit infeksi, waktu antara masuknya agen infeksi sampai timbulnya penyakit disebut masa inkubasi, yang biasanya dinyatakan dalam hari, minggu atau bulan. *asing& agen penyebab infeksi mempunyai masa inkubasi tertentu Dalam lingkup karsinogenesis, masa timbulnya penyakit disebut periode laten, yang biasanya dinyatakan dalam dua atau tiga decade

M NI5)!2 !I KLINI! )ahan.agen etiologi 1penyebab2 bekerja melalui jalan pathogenesis 1mekanisme2 yang mengakibatkan suatu manifestasi klinis 1tanda dan gejala klinis karena kelainan bentuk, fungsi atau keduanya2 Entuk mendeteksi manifestasi klinis diperlukan anammesis dan berbagai pemeriksaan, 0idak hanya pemeriksaan fisik tetapi juga pemeriksaan laboratorium, karena kelainan biokimia dalam suatu jaringan atau dalam darah sudah terjadi sebelum munculnya kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik. "elainan bentuk yang memunculkan manifestasi klinis $ - *asa yang mengisi suatu ruang 1misalnya $ tumor2 yang dapat menghancurkan, memindahkan atau menekan jaringan disekitarnya - Penimbunan materi yang berlebihan atau materi abnormal dalam suatu organ 1misalnya $ hemosiderosis2 - :etak jaringan normal dari permukaan suatu organ 1misalnya $ ulserasi2 atau hilangnya jaringan dari dalam suatu organ 1misalnya $ infark2 - 7bstruksi aliran normal dalam suatu saluran 1misalnya $ asma, oklusi askuler2 - <uptur dari suatu ruang iskus 1misalnya $ perforasi usus2 "elainan fungsi yang memunculkan manifestasi klinis $ - Sekresi berlebihan dari produksi suatu sel 1misalnya $ mucus hidung pada influen6a, kadar hormone yang abnormal2 - Sekresi yang kurang atau tidak ada dari produksi suatu sel 1misalnya $ tidak ada . kurangnya hormon insulin pada diabetes mellitus2 - Gangguan konduksi saraf - Gangguan kontraktilitas struktur otot